Lompat ke konten utama
EP 111

Ngborolin 2025

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini membahas tren teknologi web di tahun 2025 dengan fokus utama pada perkembangan Artificial Intelligence (AI). Diskusi dimulai dengan review singkat tren 2024, dimana AI Generative menjadi sangat dominan dengan banyak provider baru, produk yang beragam (chatbot, image generator, video generator, audio generator), dan integrasi AI yang semakin meluas ke berbagai produk. Episode ini juga menyinggung tren "micro apps" atau aplikasi sekali pakai yang dibuat dengan bantuan AI, serta prediksi bahwa AI akan semakin terintegrasi dan terjangkau bagi developer web.

Poin-poin Utama

  • •AI Generative mendominasi tren 2024 dengan banyak provider baru yang tidak hanya menawarkan chatbot, tetapi juga image, video, dan audio generator
  • •AI Coding Assistant seperti GitHub Copilot, Cursor, dan Windsurf semakin merakyat dan terintegrasi dengan berbagai editor dan workflow developer
  • •Munculnya tools AI yang dapat membuat aplikasi full-stack secara otomatis seperti bold.new dan v0, memungkinkan pembuatan aplikasi dengan cepat
  • •Tren "micro apps" atau aplikasi sekali pakai (disposable apps) yang dibuat dengan bantuan AI untuk kebutuhan spesifik dan sementara
  • •Chrome API sebagai standar baru untuk mengakses kemampuan AI di browser, yang memungkinkan AI berjalan secara lokal (on-edge)
  • •Svelte 5 dan React 19 yang rilis akhir 2024 diprediksi akan semakin banyak diadopsi di tahun 2025
  • •Local-first architecture dengan sync engine menjadi tren, memungkinkan aplikasi tetap berjalan saat offline dan menyinkronkan data ketika online kembali

Hei, pas banget. Happy New Year.

Selamat 2025, selamat tahun baru.

Ini tahun ke-3 kita ya?

-Tahun ke-3 kita ya? -Tahun ke-3 ya.

Menuju tahun ke-3 ya, menuju tahun ke-3.

Berjaya terus ngobrolin wey.

-Amin, amin, amin. -Jaya, jaya, jaya.

Ya, semoga ini ya, makin semangat ya, makin semangat ya.

Semoga tambah semangat, topi-topinya tambah menarik gitu ya.

-Hasilnya tetap bagus. -Iya, tim nasi.

Oh ya, tim nasi gimana, tim nasi kita biasanya kan selalu...

-Dipecat, dipecat, sentaiunya dipecat. -Nggak, iya, iya, iya.

-Masal? -Dipati.

-Oh, iya. -Game.

Wah, gua nggak ngikut.

Iya, nanti aja kalau deh, slow.

Nanti kita bahas khusus tim nasi.

-Siapa tahu ada di web yang bisa digunakan? -Webnya tim nasi bagus nggak sih?

-Hm? -Webnya tim nasi bagus nggak sih?

-Gak tahu. -Pc si.

-Mau di itu, di cek performance-nya? -Iya, ada nggak sih?

-Pc si ya? -Ada lah, ada pcs si lah.

Coba kita liat pcssi.org, bagus ya sih.

-Nggak usah. -Nggak usah.

Ya, mudah-mudahan teman-teman juga semangat ya di tahun yang baru.

-Mungkin ada... -Hadapan 2025 apa?

Ya, menyambut 2025 ada yang mau diulik ya, hal-hal baru atau hal-hal yang lama

-yang mau diulik atau dapat kerjaan baru. -Apa mau kembali?

-Atau dapat proyek baru di kantor lama. -Ada ini.

-Tapi mungkin tim baru, atau proyeknya baru, ada... -Biasanya gini, Mas.

Lihat transkrip lengkap (1392 segmen lagi)

Gak akan pindah ke kantor yang baru dulu, karena nunggu THR dulu.

-Iya, THRnya di... -Antara THR, THR Index.

-Apa sih? -Ada THR, kan index bentar lagi.

-Kalau saham... -Bentar lagi, lebaran juga bentar lagi.

Iya, jadi intertumbut THR imlek atau THR lebaran.

-Oh, bentar lagi, berarti musim transfer ya, bentar lagi ya. -Gak keluar telar.

-Gak pindah-pindah. -Bentar lagi musim transfer, ya.

Mungkin bukan pekerjaan baru, tapi lebih ke proyek baru, mainan baru, ya.

Teknologi baru yang pengen diulik, mungkin bisa di-share juga ke kita, gitu ya.

Jadi malam ini kita akan ngobrolin teknologi web di 2025 kira-kira yang menarik menurut kita, apa.

-Tapi sebelum itu kita mungkin review dulu ya, 2024 dan... -Review dulu, nah.

Gara-garanya cek episode lalu, ternyata tahun lalu tuh kita punya dua episode.

Ini akal-akalan doang juga sebetulnya sih, tahun lalu kita punya dua episode.

Jadi yang satu tuh kalendoskop hilas balik 2023.

Terus yang satu lagi tuh, baru apa, kayak prediksi 2024.

-Prediksi 2025, ya. -Kalau sekarang ada...

2024 kan, iya.

Oh iya, betul.

Nah, ngomong-ngomong kita sekarang sudah di episode ke 112, luar biasa ya.

Setiap minggu ya, hampir setiap minggu, ya dua minggu terakhir kita gak live sih memang ya.

-Tapi... -Wiro Sableng itu 112 bukan sih?

-212. -212, Pak.

Oh, 212 pasti lama banget ya, status lagi, status lagi, status lagi.

-212, jadi 212 selesai itu. -Hahaha.

Ya enggak, kebanyakan apa, kebanyakan apa ponyetnya itu?

-Hahaha. -Hahaha.

-Hahaha. -Hahaha.

Tapi gitu-gitu Wiro Sableng itu super hero-nya Indonesia, loh.

Asli, tapi ada yang tahu gak sih Wiro Sableng di sini, penonton-penonton Gen Z di sini, ada yang tahu gak sih Wiro Sableng?

-Kalau Sablengnya itu seru loh, dulu di sekolah... -Hahaha.

Iya, daripada taunya cuma Iron Man, Spider Man, terus kemudian...

Men-men-men yang lain, women-women yang lain, mending lihat dong ke super hero dalam negeri.

Ada kan Gundala, terus apalagi itu yang universe-nya itu?

Yang cewek, yang cewek apa tuh?

-Sara Somsong Lapan. -Ah, Sara, Sara apa?

-Sara Somsong Lapan. -Sara Somsong Lapan.

Itu mah yang nonton juga tidak tahu, kita doang yang tahu.

Iya, itu satu generasi sama manusia milenium.

-Oh iya, betul. -Hahaha.

-Sama Jin dan Jun ya? -Hahaha, itu lebih lama lagi.

-Hahaha. -Manusia milenium itu...

-Hahaha. -Manusia milenial.

Menurutnya sekarang manusia Gen Z.

-Hahaha. -Hahaha.

-Wiro-nya manusia Gen Z. -Oberlin Super Hero.

Ya Allah.

Ya, jadi kita kan kemarin ya, di episode yang ke-65,

yang seru di 2024, yang kira-kira menurut kita seru gitu ya.

Apa saja yang seru di 2024?

Yang pertama adalah AI Generators.

Ini AI Generators maksudnya apa, Ika?

-Hahaha, nggak inget. -Gak inget ya.

Tadi juga kalau pas ngeliat itu, "Enjir, ini apa?"

-Hahaha. -Generative AI kan iya maksudnya?

-Iya, generative AI. -Iya, generative AI tambah banyak.

Nah, itu kejadian kan ya, semakin kesini provider-nya semakin banyak.

Terus product-nya juga beragam, nggak cuma chatbot kayak cdpt atau gemini doang.

Udah mulai terintegrasi dengan produk-produk yang lain.

Sama maksudnya banyak yang generate image video lagu.

Image generator, image video audio gitu ya, benar-benar.

Dan yang tidak kalah menarik adalah AI yang bisa jalan di lokal.

-Baik di browser, ataupun di edge atau di lokal komputer. -AI on edge, bukan microsoft edge ya.

-Ramalan, ramalan. -AI di pinggir jurang.

-Hahaha. -Ini juga termasuk editor ya, jadi dia terintegrasi dengan editor.

Kalau sebelumnya kan yang paling terkenal itu github copilot kan, vs code copilot kan.

Terus di 2024 muncul Ursor, terus ada lagi windsurf, ya ada Z tapi ada AI-nya juga ya.

Terus ada banyak tools AI juga yang bantu kita buat aplikasi atau buat komponen kayak v0.

Kalau kita mau bikin komponen react tapi spesifiknya ke next.js dan tailwind ya kalau nggak salah ya.

Terus kalau misalkan temen-temen perhatikan juga ada satu tools yang full stack namanya bold.new.

Namanya bold.new itu juga lebih apa ya, pengembangan lebih laju dari v0.

Kalau v0 kan lebih ke bikin komponen untuk nampilin list podcast misalkan.

Kalau bold.new itu udah aplikasi, tolong buatkan saya aplikasi buat movie recommendation gitu.

Dan itu udah full stack. Bukan dari github juga punya kan ya? Nggak tahu ya bold.new itu yang bikin webcontainers.

StackBlitz bikin webcontainer. Jadi kita define gitu ya kita mau bikin apa gitu, start a blog with astro.

Jadi bikinin. Nggak ada editor-nya segala.

Wow baru tahu gue ini? Iya bold.new, b-o-l-t.new. Berarti secara ini gue udah benar ini waktu lalu prediksi devx over developer experience over

pekembangan javascript framework. Jadi maksudnya javascript framework kan secara di 2004 menurut gue sudah mulai matang dan mulai menyatu-menyatu.

Jadi nggak ada nothing new lagi kan, jadi kayak si framework A meniru yang ada di framework B diadopsi. Framework B meniru yang ada di A diadopsi.

Jadinya mulai framework itu mulai hanya memiliki fitur yang serupa tapi tak sama satu sama lain.

Tapi tujuannya. Jadi sudah mulai menyatu dan framework-framework baru itu kayaknya ketau gua ini ya turun drastis perkembangan framework baru.

Karena framework yang ada sekarang makin mudah, makin kaya dan karena mereka fokusnya di developer experience jadinya penggunaan framework-framework itu makin mudah.

Iya nggak sih? Kita jarang banget bahas ada framework-framework baru di 2004 kan?

Kita bahas di episode ke-65 kita bahas. Jadi 2004 itu salah satu ada wave, ada gelombang baru dari framework yang menekankan javascript minimal. Minimal javascript kayak astro, htmx, quick, enhance, alpine dan lain-lainnya.

Di 2025? Kira-kira? 2025? Udah tau. Belum tau.

Nah, sebenernya ini dulu nih. Ini istilahnya itu apa namanya? Intelligent AI Assistant Agent. Sekarang udah ada selesainya. Agentik AI. Tapi kalau itu kan luas banget ya sebenernya. Itu term yang luas banget. Tapi kalau di...

Wah, Eka ngefreeze. Dia di intai sama agent.

Ya, sedikit melanjutkan ya. Jadi mungkin perbedaan yang paling signifikan dari v0 dan bold.new ini adalah kalau v0 kan dia komponen aja. Kita kopas ke project yang udah kita create sendiri baik di lokal ataupun di IDE mana pun, di cloud pun juga bisa ya.

Tapi kalau bold.new ini, semuanya sudah dia udah siapin. Jadi kayak generate project pun udah dia sediakan. Sampai ada browser, sampai bisa npm install, udah bisa dijalankan juga, npm installnya juga ada di sini.

Jadi misalkan kita mau tambahkan, "I want to add date function using date FNS" misalkan. Nanti dia installin. Pokoknya semua servernya juga ada di sini.

Jadi kalau v0 kita kopas ke project, ini projectnya ada di bold nya sendiri. Dan kalau kita mau di enter kodenya, di enter ini. Sign in.

Ini lanjut ke StackBlitz katanya. Jadi dia akan bukain IDE online StackBlitz dan di situ nanti mungkin akan dilanjut di sana. Di situ bayar pasti, StackBlitz itu kan ada gratisnya ya?

Ada gratisnya. Oke berbayar juga. Si project IDX nya Google juga punya fitur yang mirip sih. Cuma masih data. Yang smart gitu.

Kalau yang fitur coding assistant standar, yang kayak cuma chat atau autocomplete dan lain-lain sih udah release ya, udah stable. Nah yang fitur data nya yaitu yang intelligent agent.

Kita bisa kasih instruksi, dia yang jalanin. Saya bikin file, saya jalanin. Cuma kalau comment line, dia cuma kasih comment kopas, comment ini, comment line empty and install atau semacamnya.

Tapi cara terjajanya mirip bold nya itu. Oke, ya jadi mungkin trend 2025 kayaknya agak arah sana ya. Jadi si AI ini nggak cuma bisa memberikan saran, tapi juga bisa menjalankan perintah.

Itu kayak comment line. Atau dia bisa. Nah kalau itu pasti coding assistant ya. Nah sebenernya kayak ada dua macam kan. Kalau yang tadi yang kayak apa? Intelligent agent itu kan masih satu kategori sama coding assistant.

Tapi ada juga yang meng-generate buat kita. Kayak VZero kan itu dia ngasih kodenya. Ya kita, apa, kita kan nggak bisa execute, nggak bisa bikin apa, pokoknya kita ngasih apalah wireframe atau deskripsi.

Kita harus kopas ke environment, ke IDI kita sendiri. Nah GitHub Spark ini yang satu kategori dengan itu, dia bisa nge-bikinin aplikasi. Tapi ya ada disclaimer nya lah, ini untuk prototype, blablabla.

Kita harus, Pak, Osim nggak bisa terima aja di doa, cuma buat apa? Kutspace berarti dia, atau gimana? Cuma buat kutspace gitu. Kita harus edit-edit sendiri lagi. Ini juga kayaknya bakal marak nih di 2025, micro apps.

Jadi ada apa ya, aplikasi-aplikasi kecil yang mungkin masing-masing orang kita udah bisa bikin sendiri dengan bantuan AI salah satunya. Jadi misalkan waktu itu saya sempat lihat dia mendemokan,

dia minta chat GPT untuk bikinin countdown timer untuk podcast, termasuk ada notes-nya juga. Itu udah pakai AI aja gitu. Udah selesai podcast-nya udah, aplikasi dibuang nggak dipakai lagi gitu, cuma untuk sementara waktu aja gitu.

Ya gitu-gitu. Kalau alohan tracker ini ya bakal dipakai terus sih. Kayak ini ya, tolodi. Paling enak justru kayak gitu-gitu ya, pakai web component gitu kali ya, web component atau...

Tapi ya mau pake apapun lah juga sih, mau pake Ria kayak pake Swil. Kan maksudnya untuk AI nggak ada bedanya ya. Cuma kayak di embed aja.

Di embed sekali, habis selesai kebutuhannya ya udah, ya move aja gitu ya.

Udah gitu, iya nggak dimaintain lagi gitu, nggak ditambahin fiturnya, nggak dimaintain gitu. Macam-macam gitu ya.

Disposable. Jadi kayak tisu basah aja dong.

Disposable apps ya.

Tisu basah, tisu basah application.

Itu kok konentasinya agak negatif ya?

Ya beda soalnya, kalau udah punya anak kan harus bawa tisu basah kemana-mana Mas. Kalau berantakan habis makan coklat terus pakai tisu basah.

Nah ini, kita lihat komen dulu ya.

"Copilot Github plus VS Code?" Iya, produktifitas meningkat.

Kalau udah mumet, emang bisa ya, suruh AI belesin kodenya?

Bisa, bisa. Karena searching masalah pakai AI itu asal prom-nya dengan benar dan tunjukin kodenya yang benar lebih cepat mendapatkan solusinya ketimbang harus cari.

Kita ngecek satu persatu.

Dan itu emang hal-hal yang mesin itu bagus kan, maksudnya keunggulan mesin dibanding manusia kan.

Mesin bisa proses banyak data dalam waktu yang cepat banget sama kayak nyari kesamaan sama kayak apa sih, nemuin pattern, itu kan dia jago kan.

Yang decision making kita, tapi yang ya gitu crunching data, AI.

Sudah mulai bagus loh. Github Copilot yang saya pakai sama GPT-4O untuk membantu saya sehari-hari, ya ini sangat, apa namanya, sangat subjektif banget ya.

Dari kayak 10 kali mencari masalah dengan prompting yang benar, kira-kira hanya paling 2 atau 3 aja yang halusinasi.

Desainnya kayak kebanyakan saya terbantu sekali dibantu oleh Copilot sama GPT-4O.

Gue gak pakai Copilot, paksainya Fursor, dan itu ada fitur System Instructions, itu bagus banget sih. Jadi kayak selalu gunakan function component, terus kalau misalnya dalam satu file UI component itu, apa, gunakan name export.

Maksudnya kalau kita pengen punya standar sendiri, itu bisa dimasukin ke situ dan di-task apapun yang kita jalani, itu bakal respect System Instructions kita.

Itu kan comfortable banget ya. Convenient banget. Sama satu lagi, pakai kayak Github Copilot itu, nge-generate test case, unit testing itu enak.

Unit testing enak banget ya. Iya, sudah ada codenya, tolong generatin skeletonnya. Dah, dia langsung bikin beberapa use case, tinggal di-tweak aja codenya.

Yay, membantu sekali saya untuk membuat unit testing.

Nah, jadi bisa dibilang 2024 tuh kayak taunya coding assistant menjadi, apa sih, merakyat. Lebih terintegrasi. Copilot kan udah sejak, kapan ya? Dari tahun, iya, nggak tau lalu kan? Udah lama, udah lama.

Mungkin kan webdev pada umumnya masih skeptis kan, maksudnya banyak ya. Iya, terus karena dulu kan masih mahal, maksudnya cop cuma ada di Copilot, itu berbayar.

Ya, berbayar atau kalau misalnya kita maintainer project open source yang besar banget atau punya promo yang buat alamat email institusi edukasi juga mungkin belum banyak kan.

Jadi walaupun udah ada dari dulu, kayaknya baru merakyat ya, 2024 ini dan ke depan trendnya bakal terus gitu ya.

Soalnya ini ada anekdot juga sih, jadi sepanjang IO Extended kemarin kan tau gue salah satunya tentang AI Coding Assistant.

Jadi kalau tanya siapa yang udah pake coding assistant AI, Copilot atau sejenisnya, semua di satu ruangan itu, itu semua udah pake.

Ya, biasa sih, pasti jenis orang atau jenis developer yang niat daftar dan datang ke acara-acara developer event, ya pasti kan emang cenderung ikut trend.

Kalaupun ada yang belum pake, itu paling ada yang tanya misalnya tentang tempat kerjanya, nggak keboleh kan.

Ya, kalau itu kan karena constant external, tapi berarti kayak ini udah hal yang merakyat banget dan standar banget.

Jadi kalau misalnya ada satu dua orang yang belum tau cara pakenya, belum tau cara pake AI Coding Assistant sama sekali ya, mungkin di tahun depan bisa pake yang tinggalan ya.

Jadi lebih merakyat mana, AI atau wakil rakyat?

Wah, sulit. Ini tentu jurang.

Ada ya?

Nggak ada yang tau ini lagu apa anak sekarang.

Lagu apa anak? Lagi nggak tau lagi ya.

Itu kan di X-Files pada nonton emang ya? Pada nonton X-Files?

Iya, X-Files di Sitepri, ingat.

X-Files nya mungkin nggak nonton, tapi musik memes nya pasti tau sih.

Ya, kayaknya karena jadi memes, jadi mending tau deh.

Ya, jadi sebenarnya kalau ditarik mundur, kalau ditarik mundur sebenarnya bukan cuman AI Coding Assistant yang tadi saya sebutkan.

Jadi AI yang tadinya terpisah tuh hanya chat God doang kan, kayak chat GPT yang paling terkenal ada di kemini, terus mungkin ada juga yang lain-lain lah ya, cloud, cloud.ai dan lain-lain.

Sekarang dia udah mulai terintegrasi.

Kalau si GitHub dia pakainya Copilot.

Terus dari Copilot itu kan extension kan sebenarnya, diawali dengan extension kan.

Extension, VS Code ada, buat Vim ada, buat Jetbrains ada, macem-macem lah.

Ada semua ya, sampe X-Code juga ada.

Terus muncul satu editor yang sebenarnya VS Code juga, di fork dari VS Code, tapi lebih terintegrasi, bukan extension, tapi udah will-in.

Ya, udah will-in, udah native dalam tanda kutip ya.

-Ya, kursor ya. -Ya, termasuk kesana.

Ya, namanya kursor.

Jadi terintegrasi, gemini juga melakukan itu untuk IDX, terus untuk Gmail, ya kan?

Untuk apa lagi ya, untuk docs, untuk spreadsheet dan lain-lain juga ada.

Microsoft dengan Copilot-nya juga masuk ke Office, masuk ke Microsoft Windows-nya, ke OS-nya, Apple Intelligence juga ada.

Pokoknya udah terintegrasi semua.

Dan, ya itu tadi semakin terjangkau, semakin terjangkau artinya chatbot dan AI jadi banyak yang bisa dipakai secara gratis.

Ada Grok, AI-nya Twitter, XAI, itu awalnya berkhayal, terus sekarang gratis.

Lama. Lama dari awal udah gratis ya.

Lama kan open, open access kan.

-Apa sih? Lama. Pindah ya, beda kategori. -Beda. Copilot.

Adik-adiknya berbayar, sekarang ada freemium-nya, ya kan?

Kursor juga freemium, ya kan?

Terus apa lagi ya? Meta.

Tiba-tiba di WhatsApp, di Instagram muncul tuh Meta-AI.

-Temua. Meta-AI. -Itu juga gratis, ya kan?

Ya.

Cuman sekadar mengingatkan, kalau produknya gratis.

-Kita mengingatkan. -Yang jadi produknya itu kita menginsia.

Ya, jadi saya ingat tahu ya, kalau di WhatsApp itu dia bisa baca isinya, kan?

Bisa, kan? Berarti dia pelajari isi data WhatsApp kita, kan?

WhatsApp keluarga kita dibaca sama dia, ya?

Kalau kata privacy-nya sih, waduh, hanya kita prompting dia aja.

Dia nggak bisa baca konteks dari pembicaraan sebelumnya.

-Tolong summarize percakapan saat dia nggak bisa. -Ya.

Tapi kalau kita masukin, kita ke-forward, atau kita kopas satu chat tertentu

yang dibaca, ya, yang kita masukin ke situ aja, katanya.

-Katanya. -Katanya, ya.

Terus juga browser, ya kan? Browser adaptasi AI, kan?

Ada awalnya siapa, ya? Art, ya? Art browser yang punya Max, ya?

Ya, Max. Tapi ternyata udah pada punya.

-Ya, bre, ada Leo. -Semua browser ada.

-File browser ngeluarin orbit namanya. -Awalnya di...

Eh, sorry, di awali dengan hanya jadi open...

-Extension. -GPT.

-Extension. -Hanya jadi chat GPT, rapper aja semuanya.

Di awalnya.

Nah, kan? Ini dua kategori juga, ya.

Karena AI di browser itu yang apa?

Yang sekarang udah ada di semua browser, kan?

Yang sebetulnya pakai service remote tertentu, kan?

Gampangnya kalau internetnya kita matiin, fitur AI-nya nggak jalan, kan?

Nah, paling yang kategori kedua ini kan yang menarik si built-in AI-nya Chrome, kan?

-Chrome, ya. -Ya, Chrome.

-Chrome punya apa? -Chrome kan, yang itu, kan?

Yang mau bikin istilahnya SDK-nya untuk semua AI, kan?

Betul.

-Ya, namanya Chrome API. -Chrome API.

-Itu kan ada web standard... -Ada.

No, sorry, bukan web standard. Masih baru...

Mau di standarisasi. Masih origin trial bahasanya.

Masih origin trial.

Nah, karena ngomongin soal...

Artifatnya agak ribet, ya.

Artifatnya karena emang belum dibuka buat semua general public pada umumnya.

Mumpung karena sudah sebut nama Chrome API, saya share dulu.

Share apa nih?

Eh ini Prom API.

Zoom in, zoom in, zoom in.

Zoom in.

Harus gua pisah dulu.

Zoom in, zoom in, zoom in.

Nah, eh, eh, eh, Prom AI.

Nah.

Karapannya, maksudnya ekspektasinya kalau misalnya Chrome,

jadi satu layer, kayak layer Web API ya, untuk mengakses

kemampuan AI yang ada di masing-masing device.

Jadi misalnya apa?

Hypothetically,

kalau di device Apple,

misalnya punya AI sendiri,

itu dari Safari,

diharapkan...

API sama.

Kalau misalnya suatu saat Safari pengen bikin fitur

kayak gini, jangan sampai

API-nya lain-lain semua.

Karena kita sebagai webdeh jadi ribet kan?

Jadi diharapkan pakai standar yang sama.

Nah, service yang di, apa?

AI device yang digunakan,

enggak masalah mau pakai internal

masing-masing atau

dari mana.

Ini baru promosal ya.

Jadi cuma sekarang sih baru ada di Chrome.

Itu juga cuma Chrome yang apa?

Chrome yang kuning itu apa namanya?

Canary.

Nah,

prediksi saya 2025 ini,

Chrome akan

usahal untuk ini.

Prediksi saya.

Jadi minimal dia akan

jadi web standar di 2025,

baru jadi baseline nanti

mungkin di 2026.

Nah, prediksi kalian nih,

prediksi teman-teman,

browser engine lines selain

Chrome, ada yang tertarik sama

ini nggak?

Kayaknya sejauh ini

belum kelihatan. Kayaknya nggak deh.

Kayaknya nggak deh.

Belum. Kayaknya belum.

Nggak tahu ya. Karena kan

sebagian besar udah Chromium,

kan yang pertama kan. Karena misalkan kayak

Brave. Dia udah punya AI sendiri.

Ya kan?

Mungkin dia akan implement si

AI API, eh, sorry,

Chrome API-nya, tapi menggunakan AI-nya

sendiri.

Jadi modelnya bisa bermacam-macam ya.

Terserah dia mau embed model apa.

Jadi

tinggal dipanggil pakai

Chrome API yang sama. Tapi nggak tahu ya

siapa.

Cuma maksudnya apa? Interest

engine line untuk mengadopsi

cara kayak gitu tuh

yang menarik cuma kayak

company yang punya model

sendiri dan browser sendiri

saat ini hanya

Google dan Microsoft.

Brave?

Dia punya

AI model sendiri?

Dia punya AI model sendiri?

Oh nggak tahu. Kalo Leo itu apa?

Kalo Leo, Brave Leo

gitu. Dia AI model

sendiri nggak ya? Coba kita liat ya.

Ini sih chatbot ya.

Lebih ke chatbot, tapi nggak tahu modelnya

dia pakai apa.

Nah, kalo Ram,

kok ramalan sih prediksi gue mah.

Kayak yang di komen paling bawah tuh.

Munculin deh komen paling bawah.

Tetep send data ke server.

Yang gue liat sih kayaknya

browser-browser lain bakal tetap,

browser dari company lain

bakal tetep prefer.

Udah, itu kayak fitur-fitur

misalnya Arc ada

AI-nya, Edge ada

AI-nya, fiturnya

bakal pake service external sih

kelihatannya.

Mereka bakal lebih tertarik gitu.

Maksudnya apa, di UI-nya mungkin

UI browser

kontrolnya mungkin ada sesuatu yang kayak

integrate AI atau apa, tapi

itu ya apa, manggil service

external, jadi bukan yang pake web

API kayak tadi, keliatannya.

Kalo dari browser-browser lain

sejauh ini.

Yes. Akan ada waktunya

gak sih, ini mungkin bukan

2025 dan untuk web.

Mungkin, ya bisa aja.

Cuma kalau kita cuman siapa yang tau.

Enggak, maksudnya ini

kayak khayalan

saya.

Kan baru liat,

NVIDIA baru rilis nih,

GeForce RTX

50 series.

Baru aja kemarin.

Dan

processing power yang ketambahan

itu hanya untuk AI.

Jadi khusus untuk AI, jadi

50 series ini khusus untuk AI.

AI unit power-nya ditambahin.

Ada ya AI unit power gitu?

Ya, TPU.

TPU-nya.

Yeah, TPU-nya.

Jadi

Yang saya dapatkan

dari video yang saya tonton

khusus untuk game yang bisa

di LSS. Maksudnya game

yang menggunakan

generatif AI, jadi saat main

game, jadi frame-nya

frame-nya si game itu

di upscaling

oleh AI. Jadi bisa aja

game-nya cuman

dibuat 1080

tetapi dimainkan di

layar 4K

60 fps

dan sisa frame-nya itu

dan di upscalingnya itu menggunakan

drawing-nya biar lebih bagus

biar lebih keren

pakai AI.

Nah, itu namanya fiturnya

di LSS. Jadi suatu saat

saya kepikirkan dengan adanya

built-in AI di web, di browser,

suatu saat nanti animasi-animasi

ataupun

navigation animation itu

ditekir oleh built-in AI.

Jadi kalau di scroll nanti

untuk membuat user experience

orang yang membaca itu bisa bagus

atau edge-nya muncul dengan

benar, itu diperbaiki

oleh AI atau dibantu

AI untuk animasinya.

Kontennya dijadar dari AI.

Masih kontennya tetap, tetapi

built-in AI-nya itu

membuat animasinya

ataupun

yang rusaknya

diperbaiki oleh AI.

Maybe.

Sudah mulai ada yang

speculative API itu

juga salah satunya bisa

mengarah ke sana.

Speculative API untuk

untuk nge-detect

navigation selanjutnya, kan?

Betul. Jadi kan bisa

kompredisi kira-kira kita bakal ke halaman A

atau halaman B.

Itu kan bisa ke AI juga, kan?

Bisa, iya.

Itu kan arahnya ke sana.

Kan ada CSS animation

terakhir itu, ya kan?

Apa?

Eka namanya animation apa?

Yang buat navigation

view transition.

Jadi AI-nya yang

decide, tolong dia menambahin

view transition sendiri untuk

navigation

maybe.

Gak bisa, gak boleh itu

pelanggar.

Tambahin dulu, kita udah

34 menit, ya.

Kita udah 34 menit, kita belum ngomongin

ini ada yang komplain nih.

Mas IT. Kira-kira trend 2025

selain AI apa aja?

Kita terbawa

ini ya, terbawa trend ya.

AI, buat AI sih.

Berarti ini memang AI, kan?

Masih berkutat seputar AI.

Nah, tapi ini

apa lagi? Apa?

Gua tahun lalu memprediksi

gak prediksi sih, kaya tanya

apakah content creator dan sektor

edukasi bakal tetap mengakupi lombang AI?

Jadi bayangannya kayak dystopia

yang content creator

yang manusia biasa udah gak laku lagi

karena semua pake AI. Atau

kursus program edukasi,

kursus bootcamp, atau apa semua,

deh degenerate AI. Cuma ternyata

kayaknya sejauh ini belum

se-extreme itu ya.

Masih agak kebal AI

kayak ekosistem

kayak channel-channel yang

tahun lalu terkenal, ya sampe sekarang

masih kayak gitu. Maksudnya

edukasi, kursus, tutorial,

pokoknya semua

edukasi juga kayaknya masih gitu-gitu aja.

Ya cuma kontennya aja yang ada

terkait AI. Jadi itu apa?

Kayak salah satu

field yang kebal AI.

Kebal AI.

Iya.

Apa ya kira-kira ya?

2025, ada

bakal ada web baru kah?

CSS sih

bekembang terus ya.

Oh iya, CSS sudah pasti.

Golden era of web UI.

Golden era of web UI.

Kita belum bahas ini

CSS Wrap 2024.

Mungkin dalam waktu dekat kita akan

coba bahas ya.

Nah ini kayak review

di 2024 ada kejadian

apa kejadian, ada apa saja

yang terjadi di dunia

CSS bisa dilihat disini, temen-temen

bisa kesini. Tapi mudah-mudahan

nanti di beberapa episode mendatang kita

akan coba bahas ya.

Ini juga sangat menarik

karena perkembangan web UI

di 2024 cukup

banyak ya

perubahan yang terjadi.

Jadi bisa kita

kulik lagi nanti.

Ini buat preview aja.

Terus apa lagi ya?

Spell, Spell 5 kayaknya bakal

bakal happeningnya kayaknya

bakal di tahun ini ya.

Ya karena rilisnya, ya

Svelteima dan React 19

itu dua-duanya rilis akhir tahun

kan? Dan dimana

apalagi di luar, ya Desember

akhir kayak udah bukan bulan yang produktif

lah. Banyak yang udah cabut tiburan

juga. Jadi ya emang

adopsinya

Svelteima sama React 19

nih bakal naik awal

tahun ini kan?

Ya, Spell 5 sama

React 19.

Cuman tadi

iseng-iseng browsing

di apa?

di podcastnya

syntax.fm yang mereka bahas

2024. Mereka sempat bahas

tentang 10-stack. Ada yang tau nggak

10-stack? T-A-N?

Iya, tau. 10-stack itu.

Kalau dulu banget tahu

apa, React Query.

Pokoknya, jadi orangnya

itu namanya depannya 10, lupa

10 something-something. Dia produktif

banget. Jadi ini kayak sejenisnya

FNU atau Anfu lah.

Dia punya universe sendiri.

Dulu dia bikin React Table,

React Query. Cuma karena

adopsinya besar banget. Apa?

Orang-orang, karena open

source juga, pada bikin kayak

adaptasi buat Vanilla JS,

buat framework lain. Jadi nggak cuma

10-stack. Dan sekat,

kayak dalam 2 tahunan

terakhir, dia mengintegrasikan

semua universe library-nya

dia dengan menggunakan itu.

Istilah 10-stack.

Itu yang di kiri itu ada router, query,

table, form.

Gak harus

dipakai semua. Cuma kesamanya

adalah 10-stack insyaallah mas.

Pake HTMX itu.

Pake HTMX itu.

Atau janyan

random.

Kenapa pake 10-stack? Kenapa pake 10-x?

Coba, coba, coba.

Di ini aja.

Di view aja ini. Pake websocket.

Atau coba nanti di refresh.

Refresh.

Iya.

1.5 daun untuk.

Nambah.

Iya, pake Sanity I/O.

Messages.

Enggak.

Enggak nampak.

Rtml over the wire kah?

Coba script biasa kali.

Iya, coba script.

Janyan random.

Kalau kita

booking .com atau semacamnya,

cepat, apa?

Tiga orang sedang melihat halaman ini.

Itu kayaknya kan?

FOMO, biar FOMO ya.

Iya.

Tapi yang baru

adalah yang ini, 10-stack start.

Ini meta frameworknya.

Ya, karena dia push stack create framework.

Iya.

Kalau ini kan routernya aja.

Ini buat state management ya, query-nya.

Query-nya.

Ini buat form-nya.

Virtual ini buat apa nih? UI.

Oh, buat UI form ya.

Jadi kan kita bisa

virtualize. Kita kan manual ya.

Biasanya biar nggak ngerender banyak

download sekaligus. Cuma kayak

semacam lazy load lah.

Intersection of server lah. Kalau mau muncul,

baru diproses

datanya. Nah, ini biar kita

nggak perlu manual

virtualize.

Ada ranger apa ini lagi?

Atlas ranger UI

library.

Store. Ya, macem-macem.

Ini gabungannya lah. Ini kayak

Next.js-nya dia ya.

Meta frameworknya dia.

Tapi kelebihannya

adalah ketengan juga bisa.

Maksudnya nggak harus. Kalau Next.js kan

kalau kita install meta framework Next.js

ya harus pakai semua.

Harus pakai caranya Next.js kan.

Kalau ini dipake terpisah juga bisa.

Tanpa 10-stack start, kita cuma

pake router, query, table.

Itu bisa. Iya.

Kalau mau gabung, ya langsung pakai yang start kan.

Pakai satu-satu aja.

Ramalan.

Ramalan. Prediksi gue tahun lalu

itu ngacau sih. Kacau. Jadi prediksi

tahun lalu adalah React masih

atau makin mendominasi, tapi framework

kecil lain makin banyak muncul.

Bisa dibilang

salah dalam arti

ya yang betul, yang kayak Fen bilang

tadi, justru yang

ada sekarang. Makin berubah.

Ya tetap aja kan, ujung-ujungnya kita

either pakai React, Fuse,

Well, dan nilai JavaScript.

Ya paling solid lah.

Solid juga udah

beberapa tahun terakhir, tapi yang nambah

itu adalah implementasinya.

Kayak layer 1 lagi, ya itu si meta

parameter framework itu kan.

Astro makin naik.

Terus ada

apa lagi? Ya Next.js juga

makin naik. Terus yang baru-baru

ada 10-stack start.

Yang saya meleset

2024 itu TurboPack.

Ya

saya kira dia bakal bisa jadi

replacement untuk Webpack untuk

non-

Next malah

kayaknya tidak

dikembangkan lebih dalam lagi ya

TurboPack ya. Cuma di awal aja.

Kuliatannya

si resource-nya itu, maksudnya orang-orang

ya, kayak diarahin buat

Next.js deh.

Ya nggak sih?

Itu TurboRepo ya?

TurboPack itu Next.js ya?

TurboPack kan mereka

pake Rust kan.

Ternyata setelah mereka pake TurboPack

billing-nya jadi lebih

murah, akhirnya nggak jadi.

Betul juga.

Jadi lebih hemat,

jadi nggak jadi.

Kayaknya

jadi susah ini.

Lebih hemat malah bagus

kan, ya

usernya dibiarin aja, harganya tetap sama.

Jadi untungnya lebih gede dong.

Nggak, itu hanya

cuma

cocok lagi.

2025.

Tapi kan sekarang kita nggak harus pake Webpack lagi.

Seberapa sering sih? Sekarang masih harus

pake VT.

Makanya karena Vid.

Vid itu sekarang angger dulu.

Kenapa nggak sih?

Roll down dia.

Oh ya.

Ya itu.

Jadi mau saya apa? Di project baru,

di set up, di stack yang baru,

udah sangat berkurang

ketergantungan Webpack sih.

Kalau di Laravel namanya

tall stack.

Laravel kan

sudah

full stack framework ya.

Kenapa ada framework lagi di atas Laravel?

Iya, makanya

ini reaktif katanya.

Reaktif Laravel,

tall stack,

Velwyn.

Oh.

Tapi kalau misalnya yang di depannya,

front-end, yang front-end banget,

itu kan banyak kebutuhan lainnya.

Tolwin, Alpine, Laravel,

sama Lovewire. Ini buat

koneksi

Websocket-nya,

ini framework back-end-nya,

ini JavaScript

di front-end-nya.

JavaScript sama

UI CSS.

Nah Laravel-nya sendiri kan nggak ngurusin

beginian.

Iya. Tall stack.

Menarik.

2025, trend lokal first

CSR lagi.

Betul-betul doang.

Kemaren seru.

Kalau lokal first, saya setuju.

Lokal first saya setuju.

Jadi mungkin akan

ada trend bikin

aplikasi yang bisa dibuka saat

offline. Itu saya setuju.

Jadi

database itu udah bukan

satu database

di cloud

terpusat. Nah, sekarang banyak

sync engine juga kan. Maksudnya banyak

acceleration sync engine.

Jadi sekarang kayaknya

mungkin satu user

bisa punya satu database sendiri

yang ke-embed di device-nya

masing-masing. Ketika nanti

ada koneksi online, mungkin dia akan

sync aja. Sync untuk back-up atau apa.

Itu

posibel. Tapi kalau CSR saya nggak yakin.

Pake background refresh ya.

Ya, background worker ya.

Apa namanya?

Web worker atau service worker.

Bukan service worker. Tapi pakai

background refresh.

Nah,

salah satu aplikasi yang mempopulerkan

approach ini,

kayak yang pertama, ya maksud saya

aplikasi modern yang

kegebur-geburin ini itu

C linear tuh. Link-nya di private chat.

Jadi mereka bikin

sync engine sendiri.

Ya, lanjut, lanjut.

Mereka bikin sync engine sendiri.

Jadi kita bisa

standar sih.

Jadi kalau user ngapa-ngapain

itu semua di lokal dulu

biar cepet. Jadi kalau misalnya

lagi di pesawat atau apa, internet

lambat juga nggak masalah.

Ya, nanti in the background

dia sync sama

remote database.

Cuma karena mereka salah satu

yang pertama jadi kayak rajin

ngejelasin cara kerjanya

sih bagus sih. Tapi

yang punya mereka proprietary juga

sih. Cuma ini helpful buat

mengillustrasikan

cara kerjanya aja.

C linear app ini kayak

project management, bukan ya?

Kayak sana gitu ya?

Oh, jira.

Jadi meskipun tidak dalam keadaan

online, mungkin koneksi terputus

atau gimana, kita tetap bisa

mindah-mindahin card,

gitu ya, update, gitu ya.

Oke. Kayaknya

yang memperakasai bukan

bukan dia deh. Kayaknya

ada satu aplikasi yang dulu sempat...

Cuma kayaknya ini sering...

Ya, dia yang mempopulerkan mungkin ya.

Bukan yang pertama sih, tapi dia yang mempopulerkan.

James Long ya. Siapa sih namanya?

Pernah dulu ada aplikasi accounting

yang bisa jalan

di lokal. Jadi masing-masing

orang itu nggak

distributed. Jadi hanya untuk

kayak personal finance gitu. Jadi

habisnya ya di lokal. Cuma bukanya tetap di web.

Lupa namanya apa ya?

Google spreadsheet?

Bukan deh.

Bukan, itu bisa multiplier.

Kalau itu bisa multiplier.

Kayaknya game deh, banyak yang pakai

lokal storage.

Aktual, aktual, aktual.

Iya, aktual budget.

Aktual budget, yes.

Aku pernah dengar.

Aktual budget, mana dia?

Kok nggak ketemu?

Sebentar lagi dicari.

Nah, ini bisa jalan

di lokal. Walaupun ya

bukanya lokal host 3000 gitu ya

atau bukanya web lah ya

bentuknya ya. Tapi bisa jalan di lokal.

Kayaknya, itu kayaknya bukan Wasm.

Oh, itu kayaknya bukan Wasm.

Oh, SQLite-nya di Wasm.

Ya, SQLite-nya di Wasm.

Ya, harus disimpen semua kan datanya.

Yes, betul.

Ada yang tahu juga ternyata.

Masih ada nggak sih aplikasinya?

Masih.

Masih ya.

aktualbudget.org ya.

Biasanya ini diperkenalkan

ke anak-anak TV.

Siap, siap.

Nah, sekarang

maksudnya buat biar kita nggak harus

manual bikin sendiri sistem

apa? Sync Engine-nya.

Apa? Library Sync Engine

yang open source juga udah mulai banyak ya

kayaknya. Salah satu juga.

Power Sync.

Power Sync.

Ada Electric SQL.

Ya, ada Electric SQL, betul.

Electric SQL itu

koneknya ke PowerSquare ya.

Jadi, PowerSquare dibuat supaya bisa

offline first.

Posgru apa? Eskialat.

Ya, antara itu lah pokoknya.

Lupa juga.

Eh, salah kan? Zoom in.

Zoom in.

Power Sync.

Ini terbantu banget sama ada Wasm ya.

Ada Wasm ya.

Salah satu

use case yang bagus ya.

Ya, dibikin open source ya.

Jadi, silahkan jalan-jalankan sendiri.

Karena yang bikin burn out.

Kayak gif komunitas.

Silahkan urus.

Kasian.

Yes.

Nah,

tapi ya itu, balik lagi ya.

Local Force setuju.

Tapi justru sekarang

larinya malah ke server. Bener nggak sih?

React, ada React Server

Component. Terus apa lagi?

Astro fokusnya ke server.

Ada HTML 82

yang juga.

Hybrid. Sekarang semua hybrid.

Hybrid. Ya.

Kalau yang di klien, iya

di lokal, tapi jalannya kan tetap

di server kan.

Bukan apa ya?

Di storing, ada sistem

ke server.

Kerja kerasnya bukan di browser

lagi sekarang. Kalau CSR kan kerja kerasnya

di browser.

Kalau SSR kerja kerasnya

di server. Atau di backendnya

lah. Bukan hanya server ya.

Di lokal juga tetap bisa

jalan.

Electric SQL ada.

Terus yang SQLite juga ada kalau nggak salah.

Yang bisa

singkat.

Bukan.

Is it SQLite yang maintainernya cuma 3

orang dan nggak

mau... Nggak menerima pull request.

Ya, nggak menerima pull request.

Tiga baru tahu ini sih. Cuma

mereka nggak mau, nggak terima

update, nggak terima

PR. Itu iya.

Mereka punya company jadinya kan.

Iya, iya.

Ya, biar nggak sibuk ngurus. Ini mau fitur A.

Terus nanti ada yang komplain

A kurang dikit gimana kalau jadikan B.

Kayak udah nggak terima.

Ya, dia nggak mau disetel sama

open source community.

Iya. Betul.

Make sense sih.

Forkingannya kan.

Karena punya kayak ada

suatu hal minor elite yang diperluin

dan beneran nggak bisa

upstream jadi bikin

forkingannya.

DuckDB.

Mungkin ya, DuckDB. Saya kurang

tahu. Tapi kalau PosDB itu

kan dia sama CouchDB

kan. Servernya itu CouchDB.

Oh iya, pernah dibahas ya. Kayaknya Mas Risa

yang bikin kes di episode

apa itu.

Ya, tetap sih

pakai IndexDB.

Tapi nanti sing-nya ke server

CouchDB.

Don't know, nggak boleh ngatur.

Betul, betul.

Iya, iya.

Waren Damar datang

ke Surabaya nggak sih?

Itu Defe Surabaya?

Nggak ya? Damar yang datang ya?

Nggak, nggak. Siapa yang datang?

Siapa yang di sini datang ke

Surabaya?

Saya.

Iya, saya juga.

Tiga udah pasti sih.

Oh iya, kalau hardware

ARM ya,

CPU ARM ya, lagi meraja lela ya.

Lagi mulai banyak ya.

Nggak juga sih.

Itu

CPU-nya Intel dan

AMD makin kencang

juga.

Makin

X86 ya, maksudnya ya.

Juga nggak ketinggalan

untuk power efficiency-nya.

Tapi kan si Intel-nya sendiri

juga ada ARM CPU kan?

Ada ARM.

Macbook yang

seri M itu ARM bukan?

ARM

architecture-nya.

Terus apa lagi ya?

Oh iya, ada yang prediksi

yang predisi

tahun lalu,

winter-nya sudah berlalu, ternyata belum ya?

Mudah-mudahan tahun ini ya.

Mudah-mudahan tahun ini ya.

Tetap optimis.

Tempat naik, terus

ini lagi

bergairah kembali.

Iya.

Ini sedang

di normalisasi ya.

Normalisasi sedang apa ya?

Kalau apa?

Aya habis bubble,

terus plateau, enggak?

Konsolidasi.

Konsolidasi.

Ini Eka yang prediksi ya?

More server-side GS runtime.

Iya, mungkin nggak tahu.

Kayaknya gue nggak bakal prediksi.

Kempa ya, udah.

Iseng aja prediksi. Kan udah ada boon.

Ada apa?

Deno.

Nambah satu lah minimal

tahun ini.

Ini prediksi-nya kayak

random gitu, kayak tahu nggak sih?

Tapi ini apa? Engine-nya apa?

Dari apa lagi?

Dari Firefox.

Dari Safari kan

JavaScript Core,

V8 sudah.

V8 sudah.

Firefox belum ada.

Iya.

Jazz Engine yang di Firefox apa namanya?

Gecko ya?

Kenapa nggak ada?

Apa ya namanya? Gecko bukan?

Atau ada yang nulis pakai RAS nanti?

Itu ya, si apa?

Siapa yang

nulis pakai RAS terakhir?

Deno.

Deno.

Deno pakai RAS kan? Deno 2 kan?

Oh, pakai RAS.

Bikin engine sendiri.

Oh iya, browser-browser.

Spider Monkey, benar Spider Monkey.

Spider Monkey.

Ya, Lady Bird ini

browser baru ya.

Entire browser, semua dari awal.

Semua ditulis dari awal.

Tapi kayaknya

dia nggak bisa dijanjiin

kapan bakal dirilis atau semacamnya.

Kayaknya bakal lama sih.

Berat melawan

yang sudah gede-gede.

Tapi tetep lah, harus ada ya.

Itu harus beraneka ragam.

Oh, ini nih, FAQ-nya

mentargetkan Summer

2026.

Untuk alpha version pertama

di Linux dan Mac OS.

Karena yang

ngerjain cuma 7

orang.

You lost town ya? Kayak bikin ini

aja ya? Kayak bikin game ya?

Kayak bikin game.

Ya kan from scratch.

Iya, semuanya

semua nya dibikin sendiri ya?

Terus?

Terus?

Jadi mau bikin browser itu?

Iya

Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha

Chromium lah Chromium lah

Chromium itu

Nah jadi bisa pilih ini ah

Gua mau java kitnya pake yang VA

Tapi rendering engine nya pake punya

Distrute distrute

yang lebih susah bikin dulunya sih, kayaknya lebih gampang bikin dari awal.

Iya, si art browser juga dia mau bikin browser baru lagi kan?

Iya, karena si art ini, ini kan apa namanya? Blotted.

Oh dia pakai Chromium blotted, jadi dia mungkin mau ganti engine atau gimana?

Mau bikin sendil juga?

Bikin from scratch juga boleh?

Nggak jelas. Nggak jelas arahnya.

Apakah RAS masih ini? Masih akan rewrite software?

Everything.

Ya, ya sih masih ya, karena adopsinya makin lama-lama keras.

Kan si Linux juga mulai RAS sih.

Adopsi ya?

Iya, mulai pada meninggalkan C++.

RAS semuanya kayaknya semua dia apa orang yang belajar RAS itu dia akan melihat project-project

yang kira-kira bisa rewrite. Terakhir kan eskilat mau rewrite sama RAS kan?

Dia mau bikin sendiri kan?

Iya, by the way untuk karir, kalau kita bahas karir, apa sih yang seksi tahun ini sih?

Apa yang bakal dibuka besar-besaran tahun ini?

PN, PHP kah masih relevan kah? JavaScript dengan React masih relevan kah?

Yang established kayak gitu tuh kayaknya Evergreen ya?

Linden-Frost Effect ya? Apa namanya?

Linden-Frost Effect.

Ya, kalau sesuatu yang Liden-Frost, eh bukan itu.

Terbaru.

Sesuatu yang ada sejak lama, akan lama juga punahnya.

Yang cepat nanjak akan cepat jatuh gitu kan?

Iya, tapi sesuatu yang sudah cukup lama untuk menghilangkannya juga butuh waktu.

Jadi, PHP kiamat tahun ini tuh tidak akan mungkin karena dia sudah established cukup lama gitu.

Mau dia habis ya, sampai mungkin suatu saat misalnya anda tiba-tiba bilang,

"Ok, PHP nggak disupport lagi, maka end of life-nya PHP 84 nggak diperpanjang lagi ya."

Mungkin dari semenjak pengumuman itu, mungkin 5-10 tahun lagi baru pada pindah gitu.

Tetapi 84 baru keluar ya kan, jadi nggak akan mungkin bisa kiamat juga nih si PHP.

Dan apa ya, kalau konteksnya hiring, kan secara statistik lah presentase,

jauh lebih banyak yang cari misalnya perusahaan, entah misalnya ada yang sudah move on,

pindah ke tempat lain, cari gantinya, atau mungkin butuh tenaga tambahan,

nambah baru dibanding yang bikin startup entirely baru from scratch,

kayak yang beneran apa, inovasi yang baru banget.

Itu kan secara presentase lebih dikit ya.

Banyak kan ya untuk ngerjain codebase yang existing,

jadi ya apapun yang lagi existing sekarang, nggak mungkin nggak bakal terlalu berubah banyak banget.

Kayaknya trend beberapa tahun ya, nggak trend tahun depan atau tahun lalu,

beberapa tahun belakangan ini lebih ke arah, kalau mungkin 2-3 tahun yang lalu,

itu banyak yang hire full stack, jadi bisa front end, bisa back end,

bisa deploy juga sedikit-sedikit.

Kalau sekarang kayaknya lebih spesialis ya, hiring untuk back end, hiring untuk front end,

untuk mobile, react native, kata-kata.

Company-company yang besar di Indonesia yang hire itu serapannya kemana aja sih?

Kan kalau kayak rokok inov kan sudah mulai beralih-beralih itu karena semuanya diakusisi,

kalau kayak yang startup-startup yang sudah unicorn kayaknya

masih menyerap tenaga kerja nggak sih yang untuk developer?

Masih, tapi dalam jumlah kecil.

Kayaknya suatu hari perlu cari apalah kayak recruiter atau apa gitu

yang punya bagus tentang hal ini, kapan-kapan saya kalau mau.

Nanti ada acara event Odo di BSD.

Odo itu provider telekom kan?

Itu Orido.

-Odo itu projectnya apa? -CRM.

-Orido beda ya? -Acaranya apa?

Acaranya di... acaranya, ya, homepage event-nya boleh di-share.

Website-nya.

Jika tau ada yang tertarik mau ikutan.

".net tanpa hype sama sekali, tanpa hype semua pakai?"

Nggak semua juga sih.

Memang banyak juga kan bahasa yang tidak hype, tapi dipakai gitu.

Jadi ya wajar-wajar aja.

.net semua tanpa hype semua pakai ya.

.net itu udah ada sejak lama juga.

.net itu ada juga bukan dari sementara, semena-mena dia muncul.

Sebelumnya kan memang sudah ada projectnya VB6 dan ASP di-upgrade jadi .net framework.

Saya ngikutin saya .net developer jaman dulu.

Kenapa nggak hype? Karena Microsoft nggak mau bikin hype aja.

Nggak perlu. Mereka targetnya enterprise, jadi mereka marketing budgetnya.

Tapi itu reliable ya. Jadi maksud saya yang dijual adalah solid, reliable.

Kalau ada masalah bisa... ada itu-nya nggak sih servisnya?

Ada layanan customer service.

Ada konsultannya juga banyak kan.

Iya, kalau kita mainnya di ERP, banyakan .net loh.

ERP kan enterprise, enterprise resist trainer.

Enterprise kan. Makanya kalau misalkan kenapa gue lebih nge-hype?

Karena Google lebih memilih untuk nge-hype karena targetnya adalah customer, B2C.

Kalau .net itu targetnya B2B, bisnis.

Jadi beda market. Makanya .net nggak hype karena target marketnya bukan kita.

Bukan customer. Kita sebagai customer jadi nggak berasa.

Itu aja sih, mainan marketing aja sebenarnya.

Kayak VS Code, kan aslinya itu forking dari Visual Studio.

Gak, mungkin dari awal sih.

Kan pakai elektron.

Kalau Visual Studio kan nggak pakai elektron.

Beda. Beda project, cuma namanya sama.

Koncept-konsepnya kan sudah sesuatu yang sudah teruji dari Visual Studio yang sejak lama.

Konceptnya. Layoutnya juga sama. - Nggak sih, itu lebih mirip Atom sih.

Daripada Visual Studio.

Dia awalnya dari Atom kayaknya ya.

- Atom kemana sekarang, Atom? - Atom sudah bubar.

- Asap? - Iya.

Kan ada keritanya tuh. Jadi Atom, dia mengekstrak platformnya jadi elektron kan.

Elektron di open source kan. Atomnya juga open source.

Elektron supaya bisa bikin aplikasi desktop pakai HTML, HTML, CSS, JavaScript, Node.js.

Terus dari elektron ini dipakai sama Visual Studio code untuk membunuh si Atom.

Jadi dia bikin project open source untuk membunuh projectnya yang sebelumnya.

Akhirnya sekarang yang bikin Atom itu bikin Zed editor.

Jadi yang bikin Zed itu bukan cukup-cukup anak kemarin sore yang baru bikin?

Bukan. Cuman pakenya Raz ya. Cuman ya itu dia pakenya Raz sekarang.

Dia nggak punya idea lain mau bikin selain editor gitu ya?

Itu kan sama kayak si siapa? Ryan Dell kan?

Dia udah bikin Nuke, terus semua yang...

- Sudah di otak kayak cemua bikin editor itu udah kayak di luar kepala. - "Aduh, gue pengen kayak gini-gini."

Dia bikin lagi Nuke. Nah, si yang bikin Atom juga paling kayak gitu tuh.

Orang-orang yang kayak gitu tuh, kalau kita kan bikin belajar framework baru bikinnya hello world kan.

Kalau dia belajar bahasa baru bikinnya editor langsung.

Udah by default hello world-nya itu editor.

Ya sama kali kayaknya dia penasaran aja.

Maksudnya kayak sepanjang bikin Atom dulu pasti banyak deh yang...

- Apa, yang undeng-undeng yang disampean. - Iya yang disesali.

- Jadi kayak... - Tunggak sampean.

Sangat penasaran.

- Mas Rizal jadi pelangi. - Sorry, sorry.

Dia jadi nyiur melambai lagi nggak sih kalau malam-malam.

Pasti view udah keluar.

- Lagunya itu ya, Indonesia Pusaka. - Iya.

Indonesia Pusaka.

Lo lahir dalam berapa sih, Kak? Kok tau semua joke-nya gue?

Lah kita tuh seumur tau nggak?

Serius seumuran?

- Beda dikit. - Iya.

Beda dikit ya.

Apa lagi nih, apa lagi? 2025.

- Data base. - Data base.

Apa? Tentah ORM atau service, apa hosted service...

...atau something in the middle sih.

Kayak tahun, ya tahun kemarin kan...

...mungkin udah dari 2-3 tahun lalu kayak kali ada Prisma.

Prisma tuh kayak sekarang juga selain ORM...

...offering-nya makin lama makin banyak dan dia punya cloud service.

Terus tahun lalu kayaknya ada Drizzle.

Terus ya bukan ORM tapi Tursul dan Supa Base.

- Tursul, Supa Base. - Posted data base.

Ada SDK-nya, jadi kayak mempermudah kayak dulu-dulu banget kan.

Kalau orang from end ya agak susah juga manage data base tuh...

...mulai dari mana, caranya gimana.

Itu beneran nggak ngerti kan, sulit banget.

Nah sekarang tuh kayak jalanin data base...

...terus mungkin deploy ke edge atau apapun lah.

Kayak dipermudah banget pakai data base.

Oh maksudnya bakal ada service baru untuk hosted cloud gitu ya?

Service atau product baru?

- Namanya... - Namanya Laravel Cloud.

Akses, bukan. Akses DB.

- Akses DB. - Udah ada kan?

- Akses DB. - Akses DB ada kan?

Terus Astro juga ngeluarin DB kan data base kan?

- Oh nggak, nggak jadi, ditutup. - Gak jadi?

- Kayaknya iya deh, bentar. - Kan kita pernah ngomongin soal itu.

Nggak tahu ya, apa cuma ditunda aja atau gimana?

Yang jelas kan Deno kan? Deno juga ada data base-nya kan ya.

- Routing Deno hype di 2025, mungkin bisa jadi. - Sama, sama.

- Mungkinan besar ya? - Iya.

- Deno ya? - Saya juga berharap Deno.

Udah bukan Boon lagi ya? Ivan kan dulu sukanya Boon kan?

Karena beralihnya ke Deno ya.

Karena dia sudah built in banyak kan, printing yang sudah include.

Jadi udah di setar semua.

Udah ekosistemnya justru lebih berkembang ya?

Jadi bisa lebih kalbun, saya cuma ganti engine-nya saja.

Kalau pakai Deno, saya bisa buang-buang untuk...

Yeslin bisa dibuang, Stalin bisa dibuang, LinkedIn itu bisa.

Mulai-mulai pelan-pelan bisa kesana.

Clarifikasi soal Astro, tadinya Astro itu bikin Astro Studio.

Itu jadi UI-nya seperti SuperBase atau Torso jadi seperti fully hosted database service.

Nah, sekarang AstroDB itu yang dibatalkan, yang di-cancel adalah Astro Studio.

Terus jadi AstroDB itu cuma seperti connector.

Connect to any Lib SQL database.

Lib SQL itu seperti ini ya?

Ini SQLite kan dari SQLite kan?

Iya, semuanya SQLite.

Yang dipakai di kursi kan?

Karena itu tadi si tiga orang yang bikin SQLite nggak mau di...

Itu langkah yang watch sih daripada pusing.

Tunggu, bentar, sorry.

Berarti AstroDB ini hanya adapter?

Iya, semacam adapter.

Lib SQL?

Any Lib SQL database.

Oh, oke. Ini kayak ORM-nya aja gitu ya?

Untuk koneksi.

Jadi maksudnya apa?

Hosting-annya atau apa ya kita yang urus sendiri mau pakai.

Persen mau di mana hosting-nya?

Mau self-host.

Oke.

Cuma dengan mudah oleh developer yang nggak ngerti caranya,

yang cuma bisa jelas strip lah kasarannya,

bisa dengan mudah berinteraksi dengan itu semua kalau pakai Astro.

Akhirnya mereka sadari nafsu besar tenaga kurang gitu kali ya.

Apa-apa yang mau bikin sendiri ya?

Iya, mau bikin sendiri.

"Ah, udah lah capek."

Mereka kan berrealistis banget.

Belum banget.

Astro yang nol dipikir sekian kan pakai snowpack.

Karena yang bikin Astro adalah yang bikin snowpack.

Terus realistiknya mereka nggak jadi snowpack-nya buang aja diganti.

Dari pada burn out.

Jadi mereka bagus at focusing on apa?

Ya udah, focus ke ini aja yang worth it buat dijalani.

Sama mungkin bisa dinanti gebrakan dari siapa?

Evan Yeudan teman-teman yang baru bikin company.

VUDB.

Apa sih namanya?

Bukan yang kita bahas kemarin itu, David Convito apa namanya?

Bukan VZero kan? Apa sih namanya?

Bukan.

Apa sih yang kita bahas ke David Convito apa itu namanya?

Gak catchy berarti.

Void Zero.

Void Zero.

Mirip-mirip kan ada V-nya juga kan?

Void Zero.

Void itu is nil kan?

Void nil is zero.

Void is void, nil is nil.

Zero is zero.

Zero is integer.

Iya, nil itu cuma dari Java script.

Not a number.

No.

None, N-A-N.

Iya, not a number.

N-A-N.

Itu aja ya.

Apa lagi? Sudah kayaknya habis ya.

Jadi tadi sebagai penutup dan kesimpulan, tadi AI masih terus berlanjut.

Untuk tadi, Eqma script yang di poin bulet-buletnya mas Risa itu signal.

Oh signal, iya terakhir ya.

Kan signal ini udah diadaptasi sama banyak framework kan.

Yang terbaru adalah signal solid ya, solid yang pakai signal.

Solid si Ryan Karniartou itu kan.

Bukannya Smelt juga pakai signal ya?

Enggular.

Bukan signal tadi.

Kayaknya iya deh.

Cuma itu sebetulnya pakai spek yang sama nggak sih signalnya?

Kayaknya iya deh, ini angular, bubble, ember, solid, spell.

Tuh, bener.

Jadi, konsep signal untuk creativity itu sudah mulai banyak diadaptasi oleh framework.

Yang di sini.

Kalau suatu hari ini shipping, berarti kalau proposal ini tembus dan shipping,

framework itu meta framework dan framework di bawah bakal bisa menghapus itu

dari yang mempersiksa kode mereka karena sudah shipping suatu hari.

Nah, cara kerjanya gimana kita juga belum tahu, mungkin ini bisa jadi topik berikutnya ya.

Tapi sekarang dia baru berada di stage 1.

Wah, masih lama.

Masih lama, masih lama.

Jadi tidak dalam waktu dekat.

What is reactivity? Ini vanilla counter contohnya.

Set counter, event, parity, render, set interval.

Terus, this has a number of problem, the counter setup is noisy and boilerplate heavy.

Terus yang disarankan gimana? Gak ada ya?

-Yaitu scroll bawah. -Knockout pertama kali.

Wah, luar biasa knockout ya.

-Dia sudah bisa memprediksi ya. -2010, 15 tahun yang lalu.

Oh, yang dibawah ini ya.

Kalau orang paling maju gitu, dia tuh tersepian lagi dulu, belum ada yang mikir kayak dia.

15 tahun tersepian baru.

Dulu dia mikir kayak gini ya, yang lain apaan sih, terlalu canggih ya.

Terlalu simpel ah, gitu.

Katanya terlalu simpel ah.

Terlalu simpel apaannya?

Malah kebalik, terlalu kompleks kali maksudnya.

Counter dibikin state.

Terus modelnya kayak view ya, ada computednya ya.

Jadi ini adalah yang reactive ya.

Kalau misalkan counternya berubah, disini ikut berubah.

Kalau yang tadi kan enggak ya.

Ini kan udah statik ya.

Intinya itu, memudahkan reactivitas.

Jadi kalau variable-nya berubah, yang lain kayak yang mengambil, yang subscribe lah bahasanya.

Yang subscribe, itu otomatis langsung berubah.

Oh, kalau misalkan pakai dollar tuh, dollar titik 2.

Udah nggak ada lagi, udah nggak ada kan.

Gitu pakai dollar.

Iya, tapi tetap pakai dollar kan.

Pakai dollar effect kan.

Sekarang pakai euro.

Iya, nanti nggak ada yang bikin euro.

Karena pada pakai ini ya, kalau variable pakai dollar ya, nggak ada yang mau pakai RT gitu.

Dua karakter, yang nanti kita bikin buat orang Indonesia idr.2.

Oke, cukup.

Jadi sebagai kesimpulan malam hari ini, AI masih mendominasi topik-topik 2025,

tradisinya kita ya.

Terus kemudian sekarang kayaknya di 2025,

framework mulai mature, jadi kayak ide-nya itu yang tadinya kecil-kecil,

sekarang jadi satu besar, gitu ya.

Dan tidak banyak yang berubah, tidak terlalu banyak perubahan.

Perubahannya ya kayak nggak breaking change lah ya.

Jadi perubahannya kecil-kecil.

Sintax dan lain-lain, performance pastinya.

Terus juga CSS banyak perubahan, nanti kita akan bahas di episode-episode berikutnya.

Apa lagi?

Browser punya AI sendiri,

tapi belum pada janjian mau bikin standarisasinya, masing-masing masih jalan sendiri ya.

Terakhir, signal, baru masuk proposal stage 1.

Udah.

Untuk malam ini.

Udah banyak juga.

Udah banyak buat satu tahun.

Nanti kita tahun depan ini lagi.

Feeling gue kayaknya...

Oke, tahun depan kita coba check lagi, karena ya, mudah-mudahan...

Kira-kira paski tahun ini berjaya lagi nggak ya, paski?

Adopsinya mulai...

Kan 2 tahun lalu tuh mulai digambur-gambur.

Tapi rata-rata adopsi 2 tahun sih.

Ini IO 2 tahun lalu maksudnya.

IO 2023.

Nah, udah tepatnya itu.

IO 2023 di hype up.

Sepanjang 2024 adopsinya naik.

Menurut adopsinya naik, tapi secara gambur-gamburnya turun.

Cuma makin kesini.

Banyak sih aplikasi-aplikasi yang udah mulai pakai paski.

Banyak, saya lihat.

Sudah mulai mengadopsi pelan-pelan.

Semua produk Google, Gmail dan lain-lain.

Udah GitHub, udah...

Ya, sekolahnya stagnan.

Dan mudah-mudahan kembali lagi doa kita setiap tahun.

Mudah-mudahan winter berlambu.

Cukup lah ya, sampai Januari ya.

Februari sampai Desember mulai bergeirah lagi.

Banyak inovasi, banyak company, banyak startup yang muncul lagi.

Banyak funding-funding lagi.

Jadi sekian dulu untuk malam ini.

Kita ketemu lagi insyaallah minggu depan.

Tidak bersama Irvan karena Irvan diuran.

-Yuk. -Naik odong-odong.

-Odong-odong. -Akalnya orang lain kerja di libur.

Tapi kita tetap akan live.

Minus Irvan nanti kita akan cari nara sumber.

Ditunggu aja.

Jadi untuk malam ini sekian dulu.

Terima kasih banyak buat semuanya yang sudah ikut meramaikan.

Kita ketemu lagi minggu depan.

-Selamat malam. Bye-bye. -Bye-bye.

Terima kasih telah menonton!

Deskripsi asli dari YouTube

📖 Ulasan Tren Web 2024 - Perkembangan AI Generatif: Penyedia dan produk AI menjadi lebih beragam, tidak hanya chatbot tetapi juga mencakup pembuatan gambar, video, dan audio. AI juga mulai berjalan secara lokal di browser atau di komputer. - Integrasi AI di Editor: Alat seperti GitHub Copilot, Cursor, dan v0 dari Vercel muncul, mengintegrasikan AI untuk membantu dalam pengkodean dan pembuatan komponen. - Fokus pada Pengalaman Pengembang (DX): Kerangka kerja (framework) JavaScript menjadi lebih Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .