Lompat ke konten utama
EP 107

Persiapan DevFest Surabaya

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini membahas persiapan dan agenda DevFest Surabaya 2024, acara tahunan Google Developer Group (GDG) Surabaya yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Desember 2024. Trio host Ngobrolin Web - Mas Riza, Mas Ivan, dan Mbak Eka - akan menjadi pembicara dalam sesi khusus "Ngobrolin Web" yang akan diadakan secara offline. Episode ini juga mengundang Haidar Zamzam, salah satu panitia GDG Surabaya, untuk berbagi informasi tentang persiapan acara, format event, dan berbagai topik teknis yang akan dibahas. Diskusi mencakup topik-topik seperti Browser Automation, HTML over the Wire, dan penggunaan AI sebagai coding assistant untuk front-end development.

Poin-poin Utama

  • •DevFest Surabaya akan diadakan pada tanggal 8 Desember 2024 di hotel Bintang 5 (versi mewah dari Ibis) dengan kapasitas 500 peserta di main hall
  • •Pendaftaran acara melalui form kurasi yang ketat untuk memastikan peserta yang benar-benar serius dan dapat berkomitmen untuk hadir, menghindari no-show seperti tahun-tahun sebelumnya
  • •Format acara terdiri dari single track di pagi hari dengan keynote dan sesi teknis (Android, Flutter, AI, Cloud), kemudian multi-track di siang hari dengan workshop terbatas 50 orang
  • •"Ngobrolin Web" akan hadir sebagai sesi panel discussion di main hall setelah makan siang, dipandu oleh moderator, dengan format masing-masing speaker presentasi 7-20 menit dilanjutkan sesi Q&A selama 30 menit
  • •Topik yang akan dibahas meliputi Browser Automation (bagaimana bekerja dan use cases), HTML over the Wire (solusi middle-ground antara SPA dan server-rendered apps), dan AI sebagai coding assistant untuk front-end development dengan tips memaksimalkan penggunaan AI
  • •Acara akan menyediakan live streaming di channel GDG Surabaya untuk mereka yang tidak dapat hadir secara offline, dengan slide.do untuk pertanyaan terkurasi
  • •Terdapat sesi Women Techmakers (WTM) panel discussion dan peserta akan mendapatkan makan siang termasuk kuliner khas Surabaya seperti pecel rawon

Halo, halo, selamat malam.

Oh, selamat malam.

Apa kabar, apa kabar?

Sudah lama ya?

Apa kabar teman-teman?

Kita kemarin tidur.

Oh iya, kita kemarin tidur ya.

Kita ambil cuti.

Apa?

Kita cuti.

Itu kalau enggak salah gara-gara saya ya.

Tapi emang...

Iya, salah satu.

Iya, saya yang last minute bilang,

"Aduh, gak bisa karena lagi ada isu dikerjaan yang harus segera diselesaikan dan itu tidak bisa ditundah."

Jadi terpaksa.

Jadi time sensitive sih.

Jadi itu ya apa, takutnya energinya habis ya.

Iya, time sensitive akhirnya aduh daripada di sini gak konsen, di sana gak kelar, ya sudahlah.

Tapi akhirnya kelarnya jam berapa?

Setengah sebelas malam.

Wah, mantap, mantap, mantap.

Saya kerjanya dari jam setengah sembilan. Semua sempat berhenti makan, berhenti mandi, toilet, makan.

Setengah sembilan malam apa setengah sembilan pagi?

Pagi.

Oh pagi, berarti hampir cukup panjang juga ya?

Lumayan.

Lumayan.

Gak ada lembur ya? Gak ada ongkos lembur?

Gak ada, kalau di kampung saya tidak ada lemburnya.

Lihat transkrip lengkap (1635 segmen lagi)

Emang ada yang ada lembur ya?

Disuruh adil indil sih, jadi nanti hari-hari kemudian saya tuker.

Jadi dibuat indil namanya.

Oh, enak juga.

Dulu juga begitu sih, dulu juga begitu.

Adil enggak?

Jadi memang menggantikan hari.

Anyway, it's not about me, it's about ngobrolin web.

Karena ini ada sese malam.

Karena ini ada sese malam, oke.

Harus ada keyword sese malam waktu ini ngobrolin web.

Nah, malam ini agak sedikit beda formatnya, kenapa? Karena pas banget kita hari Minggu ya.

Akhir pekan besok, hari Minggu, tanggal, abad, Desember.

Itu kita ke Surabaya tiga-tiganya.

Kita bertiga.

Nisi Deves Surabaya.

Jadi harapannya teman-teman yang ada di Surabaya dan sekitarnya boleh datang ya.

Boleh datang meramaikan, karena kita dikasih slot khusus buat ngobrolin web.

Ngobrolin web pekerja di Surabaya.

Nah, ini kita sekalian mau diskusi juga, kira-kira formatnya kayak gimana yang teman-teman pengen, mungkin ya.

Ada ide, mungkin harus topiknya apa kita ngobrolin web kayak gini tapi di offline, atau Q&A, atau format yang lain.

Makanya sengaja dibikin live malam ini supaya dapat masukkan juga dari teman-teman kayak gimana.

Misalkan Q&A, Q&A-nya tergantung topik yang kita bawain kan sebelum itu kan kita ada talk dulu kan, satu-satu masing-masing.

Terus abis itu kan topiknya juga sendiri-sendiri.

Nah, apakah itu dijadikan, apa Q&A-nya dijadikan satu, terus jadiin ngobrolin web, atau mungkin tanya jawabnya seputar web aja umum gitu ya.

Itu juga kita butuh perhatian.

Atau mau curhat bisa, misalnya mau curhat, curhat web maksudnya ya.

Iya, curhat web, karir kali ya, karir boleh, jangan masalah.

Iya, tapi kita juga belum tentu bisa jawab sih ya. Tanya emang tanya aja ya.

Ya, kita jawab sebisanya.

Saya dan Eka ini kan pekerja remote, sebenarnya Mas Riza juga pekerja remote ya.

Cuma pas ngajarnya aja yang datang ke kelas, sisanya emang remote Mas Riza kan.

Remote.

Nah, jadi kalau mau bertanya soal seputar kerja, from home.

SPR ya, serikat pekerja remote.

Bisa nanya-nanya ya tentang, mungkin jadi topic juga ya kan.

Betul, betul, betul.

Nah, ini malah kita yang ngasih idea topic ya.

Kan mulai dikumpulin, mulai dikumpulin.

Jadi kita buka topic-topic apa saja, nanti penonton tuh kan, itu namanya seeding.

Seeding dulu.

Di pancing ya, di pancing ya.

Iya.

Nah, tapi sebelum kesana, mungkin kita akan, ini ya, kebetulan banget sangat beruntung kita

kedatangan salah satu pengurus ya, Panitia dari GDG Surabaya yang bakal ngadain Defrese.

Besok ada teman kita nih, Haidar.

Halo-halo.

Halo-halo.

Halo.

Selamat datang.

Halo Mas Riza, selamat datang.

Boleh kenalan sedikit dong, Haidar.

Iya.

Boleh, boleh.

Halo semuanya, salam kenal namaku Haidar Zamzam.

Biasa di Mel Haidar.

Sekarang lagi, ini ya, nge-organize di GDG Surabaya.

Sebenarnya saya disini jatuhnya tadi dijebak ya tadi.

Dijebak.

Dijebak.

Tadi dapetnya, jadi gini ya, bahas teknikal tadi-tadi aja gara-gara gitu ternyata.

Memang kita benar-benar mau bahas, tapi ya kita nggak sebut bagian life-nya aja.

Jadi gimana sejauh ini persiapan devise-nya gimana?

Sudah sejauh mana?

Persiapan all good ya, insyaallah.

Harusnya udah aman semuanya.

Paling nanti sisa peserta kita masih ada slot beberapa.

Memang datar banyak, tapi kita harus kurasi dan sebagainya gitu ya.

Dikurasi dulu ya.

Kita memang nyari yang benar-benar pengen belajar dan sebagainya.

Yang juga memang punya pengalaman gitu ya.

Jadi biar sesuaiin ya.

Diminta dari KPI juga ya dari manager kita.

Seperti itu.

Kita bakal memperluas itu tapi tetap aja kita banyak cara buat.

Buat misal dari profesional atau dia memang punya karya dan sebagainya itu kita akan cek juga.

Karena kita ada foam untuk input link, dimana dari github link dan sebagainya.

Itu akan kita cek dari itu juga.

Oh dilihat nanti ya? Dicek ya?

Ya benar.

Seperti itu.

Sekarang itu ya? Lebih ketat ya sekarang?

Ya benar.

Apa namanya demografinya lebih beragam ya dibandingkan mungkin deves-deves yang lalu ya.

Kalau yang lalu kan banyak lebih dominan ke anak kuliahan gitu ya.

Sekarang mungkin profesionalnya juga ada ya.

Profesional lebih banyak bisa dibilang sekarang.

Lebih banyak.

Menarik.

Menarik.

Sambil buka itu juga sambil share halamannya.

Oh ya share sharing ya. Acaranya itu hari minggu ya?

Minggu ya.

Hari minggu.

Jadi biasanya hari sabtu tapi ususnya hari minggu mulai dari jam 9 acaranya.

Tapi kita bisa open gate mulai dari jam 8 ya.

1 hari.

1 hari sampai jam 4 kita.

Untuk detailnya masih belum.

Untuk detailnya masih belum.

Untuk detailnya belum.

Oh acaranya disini ya?

Ya di WIS.

WIS acaranya di hotel.

Tapi ini WIS yang lux lho.

Dan ini bintang lux.

Saya nggak bisa ambil di hotel.

Gak bisa ambil kamar kita.

WIS yang lux apa juga lux budenya apa?

Kalau yang WIS hotel itu setau saya budget hotel.

Kayak Ibis.

Ini versi mahalnya ya versi mahalnya.

WIS lux ini saya baru tahu.

WIS lux ini bintang 5.

Karena waktu submit di work trip untuk ajukan akomodasi.

Out of policy.

Kayak influencer aja ngundup-ngundup di hotel mahal.

Tidak boleh.

Sama yang ngomong balusan sama yang minta hotelnya di Gaya Bandung ya?

Udah nggak boleh juga sekarang.

No, no, no, no.

Gimana tadi Ika gimana?

Nah jangan kesin dulu lah.

Deves itu apa?

Jadi Deves itu kan ini ya.

Acara taunan sebenarnya.

Acara taunan dari GDG juga.

Kita tahu ada 3 event per tahun itu ada Intro Room Day.

Kemudian ada Google I/O Extended.

Sama ada Deves ya.

Deves itu jadi developer festival.

Dimana acara puncak setiap tahunan dari GDG itu sendiri.

Dan untuk GDG Surabaya itu mengadakan di tanggal 8 Desember ya.

Di hari Minggu.

Dan nanti pasti akan keren.

Jadi secara singkatnya GDG Surabaya nanti Deves Surabaya ini.

Bakal ada beberapa materi.

Pastinya ada keynote speaker.

Kemudian nanti juga akan ada panelist ya.

Khusus nanti yang ngobrolin web itu rencananya.

Nanti temen-temen di sini boleh ya.

Kalau mau ngasih saran gitu ya.

Kalau dari Deves sendiri rencananya bakal siap speaker.

Baik ke Mas Riza, Mas Ivan.

Akan present materinya secara singkat.

Kemudian nanti akan di TNI bersama akan ada moderatornya juga.

Seperti itu.

Dan mungkin dispil di sini aja gitu ya.

Sekali sedikit gitu.

Jadi selain ada ngobrolin web.

Nanti juga akan ada panel discussion buat woman techmaker gitu.

Jadi akan ada khusus cewek-cewek ini.

Sekalian mau nodong ke Mba Eka buat jadi salah satu speaker.

Wah nodongnya live pasti langsung diterima.

Langsung freeze dia.

Eka-nya langsung kabur.

Ini pakai UBS sih Mas itu, Mas.

Ini belum bayar billing ini.

Internetnya dimatikan.

Bintang restart modem kayaknya.

Oke.

Tapi Deves, di Surabaya kali ini single track apa multi track?

Jadi nanti akan ada multi track, tapi setelah siang ke sore-nya.

Akan ada workshop ya.

Siang ke sore.

Jangan tidak terbatas workshopnya.

Hanya 50 orang saja.

Oke.

Jadi di pagi itu ada satu track.

Terus kita akan ngisi di pagi.

Atau gimana?

Di isoma.

Tapi di main hall-nya.

Bukan di workshopnya.

Setelah siang ya berarti ya?

Iya, setelah siang.

Oke.

Nah Eka-nya belum tau nih.

Gimana, gimana? Kita ngapain?

Tunggu lagi.

Jadi nanti selain ada panel discussion web,

yaitu ngobrolin web ya, yang offline.

Kita nanti bakal ada juga panel discussion

buat WTM, Women Techmakers, seperti itu.

Dan Eka ini last one kutubung aja, salah satu menjadi speakernya.

Siap.

Ini bener-bener tidak bisa nolak.

Nanti, nanti akan di info-kan.

Udah ada temanya.

Speakernya dan fix semuanya juga.

Oke, berarti formatnya adalah kita talk dulu,

setiap 20-30 menit, gitu kan ya, benar kan?

Iya.

Terjaga di 20 menit aja.

Buat KNE bareng-bareng.

KNE bareng-bareng dijadikan format panelist

untuk ngobrolin web versi offline, gitu ya.

Tapi gini sih, ini sekitar info aja.

Kita bakal usahakan buat akan ada live streaming,

karena kita yang daftar itu sebenarnya banyak banget.

Karena yang daftar banyak banget, semuanya nggak di...

Ada yang nggak dapet slot, jadi kita bakal...

Iya, kita bakal nge-provide teman-teman yang nggak dapet slotnya itu.

Oke.

Wah, malah lebih oke lagi ini, ada live stream-nya ya.

Ada live streaming ya.

Nanti kita minta rekamannya untuk dipublish ulang di...

Ya, di...

Live streaming-nya di GDG Surabaya, atau gimana?

Channelnya apa namanya?

Channelnya GDG Surabaya, nanti aku coba sambil.

Ini form-nya lumayan lengkap ya.

Jadi harus teman-teman kalau memang beneran mau datang,

tolong diisi dengan serius, gitu ya.

Beneran, gitu.

Akurasi, jadi nggak semua bisa dapet slot, gitu.

Iya. Kita juga ada ini ya, ada...

Terus encodition-nya, kayak harus banyak community-lah, sebagainya.

Karena kita mau memastikan bahwa teman-teman, meskipun dia profesional,

tapi juga bisa commit untuk hadir, seperti itu.

Oke.

Kayaknya kalau beberapa tahun yang lalu tuh malah...

Nggak, apa? Belum kayak gini.

Terus free, karena dianggap...

Kalau dulu kan mindset-nya acara komunitas, sharing, free.

Terus orang jadi malah banget booking tiket banyak-banyak ya.

Booking tiket banyak-banyak.

Karena temannya pada niti, tahunnya pas kari-kari ada yang di luar kota,

ada yang harus kondangan, ada yang nggak bisa.

Jadi banyak slot yang kebuang.

Karena kayak gini malah jadi lebih gampang.

Banyakin venue-nya, makanan-nya, swag-nya, masa nanti dibuang.

Jadi kita memastikan biar datang semuanya nonton ramie.

Iya.

Oke.

Nah, untuk sesinya sendiri berarti lebih ke Q&A kali ya.

Iya, benar.

Dan teman-teman, misal udah ada pertanyaan,

mungkin udah nonton live-nya dari sekarang,

mau disiapin pertanyaan dari sekarang juga nggak apa-apa ya.

Ada slide-duenya nggak? Slide-duenya.

Oh, udah. Bisa slide-duenya?

Bisa.

Oke, slide-duenya panitia aja.

Kita mau pake guitar discussion atau slide-duenya?

Sebenarnya bebas.

Jadi dari MC itu yang moderator-nya udah siapin juga,

udah pertanyaan-pertanyaannya.

Oh, ada moderator.

Pake slide-duenya panitia aja.

Slide-duenya berbayar kan ya?

Slide-duenya berbayar.

Jadi semua langsung muncul.

Kalau yang free kan, orang nge-strum atau nge-bos barangan,

otomatis muncul.

Jadi dikurasi dulu ya?

Iya.

Kalau yang berbayar, si moderator-nya, yang manage-nya itu,

bisa munculin pertanyaan-pertanyaan yang relevan aja.

Oke.

Oh, berarti nanti bakal ada MC atau moderator yang ini ya,

yang nge-guide kita gitu ya?

Oke, akan ada satu moderator yang ada di tanggung,

yang ada di stage.

Asik, mantap.

Oke, siapa?

Siapa?

Siapa?

Disilang aja.

Oke.

Rahasia biar penasaran.

Oke.

Ya, soalnya kan lagi musimpil keadaan nih,

daripada nanti di-spam.

Nanti yang kena...

Di live-stream lagi.

Iya, live-stream juga.

Jadi harus di-sensor.

Durasinya berapa lama, kira-kira untuk tanya jawabnya?

30 menit.

Jadi kita nge-spair waktunya ke 7.30.

Oh, berarti dari awal kita talk,

itu udah disiapin slidonya ya,

kalau buat yang mau nanya, jadi udah kumpul gitu ya?

Boleh, siap nanti aku akan siapin itu.

Waktu di-transisi mau ngobrolin, Weth.

Topik saya sih sedikit aja.

Paling cuma 7 menit.

Mas Liza bisa 20 menit lah ya.

Eh, 7 menit itu lama loh.

Kalau nggak percaya, coba...

coba plank 7 menit.

Lama loh rasanya.

Tergantung ngapain.

Plank, nggak plank, tau nggak plank?

Kosisi plank, nah, 7 menit.

Plank tank itu.

Kalau pas Andika Gali mah sebentar itu.

Satu tangan plank, satu tangan coding beliau.

Untuk narasumbernya berapa banyak?

Dari, apa, fields lain web, ada apa aja tuh?

Kalau dari web sendiri,

oh, kalau ada ini ya,

kalau tag-tagnya ada mobile, ada Android, ada Flutter,

kemudian ada EML pastinya,

kemudian ada web.

Itu yang utama kita.

Sama nanti yang ini ya, double EPM.

Oh, Firebase, nggak ada ya Firebase?

Nah, di ini nggak.

Oh, belum. Flutter, Flutter, Flutter.

Flutter, Flutter, Flutter.

Flutter masih di-support ya sama JDG ya?

Masih lah. Masih.

Masih. Bikin gosip ini.

Menimbulkan isu-isu.

Sayangnya belum ada ini ya,

belum ada informasi pembicaranya ya

di website-nya ya.

Nanti akan di-stream.

Bikin penasaran.

Mungkin sosmednya JDG Surabaya bisa di...

Oh iya, JDG Surabaya asalnya apa nih?

Boleh, JDG Surabaya.

X, Blue Sky.

Di Instagram, paling ambit kita.

Alamista.

Sekalian promosi berarti ada jualan Mercedes kita.

Wey, jualan Mercedes.

Jual apa?

Jualan Mercedes juga.

Wah, di mana Mercedes-nya?

Di Insta juga?

Iya, di Instagram.

Mungkin diposing aja di sini.

Jadi ini salah satu...

Salah satu keuntungan kalau beli Mercedes

nanti akan dapat tiket langsung tanpa kurasi.

Jadi masih bisa langsung...

Tuh, baru mau nanya,

kalau beli Mercedes, dapat tiket ya?

Mereka langsung dijawab.

Berarti bisa dapat jago VIP

kalau beli Mercedes.

Lucu-lucu kok bisa di...

Mungkin bisa dibantu,

masih bisa share screen kali ya.

Boleh, boleh, boleh.

Ada Labubu nggak Labubu?

Saya harus login dulu.

Labubu.

Mana ada.

Tunggu.

Bentar, lagi login.

Wah, loginnya...

Hah? Masa harus login?

Iya.

Atau apa yang share screen, boleh deh?

Boleh.

Soalnya jarang buka Instagram

dari desktop, browser.

Buka dari Anon,

Inconito, bisa nih malah.

Oh, bisa.

Harus login.

Keren nih.

Jadi ini ya, temanya.

Labubu halaman.

Ada lapis urananya.

Oh, lapis.

Terus ada

Suramadu, ada

Bamburu Uncing ya.

Sebagainya, gitu.

Ada juga yang ini, yang versi

modelnya, apa ya, style

sekarang, style BP sekarang.

Kok yang Kuro dan Boyo

nggak ada?

Udah biasa ya.

Udah ya.

Yang nggak standard ini, anti-mainstream.

Ada yang di-sticker nanti.

Oh, itu masih ada.

Oh, di-stickernya ada.

Itu moding lagi.

Oh, ya.

Keren.

Biar dapet tiket.

Terus jadi calo di luar.

Dapatin ekstra tiket satu.

Di jual-jualin di Adminer.

Ada rojak cingmur tuh.

Pak cik rojak cingmur.

Ada rawon.

Nama paket doang.

Nggak dapet cingmur, rawon beneran.

Kalo beli itu, lu sawang setan.

Wah, seru itu.

Tapi kayaknya jadi minus ya nanti ya.

Rawon setan.

Iya.

Jadi seperti itu.

Oke, oke.

Mantap.

Seru, seru, seru.

Udah nggak sabar ya ketemu

Mas Rizal, Mas Irfan,

Ma Eka di Surabaya nih nanti.

Iya.

Ada apa lagi yang seru kira-kira?

Yang seru...

Nanti ada yang seru sih.

Nanti di venue ya pastinya.

Akan ada hal yang menarik.

Tapi nggak diskill sekarang.

Pasti...

Nanti bakal ada...

Ada game nanti.

Pastinya.

Nah, game tuh malah yang biasanya sering-sering...

Yang menang tuh pake nama-nama ini biasanya politik.

Yang menang biasanya.

Sebenernya gitu.

Ya.

Kalau nama kahutnya...

Aneh-aneh.

Ya, bener.

Harus pake nama panggilan.

Atau nama apa gitu ya?

Ada quiz nih, quiz.

Apa yang biasanya menarik?

Petanyaan sih.

Lucu-lucu.

Sama gambar atau apa?

Salah.

Yang menarik itu biasanya tangan.

Tangan, tangi.

Wah, biar belum tahu, Jur.

Sama Ipan, ya?

Nah, itu...

Sampai kita punya sanggulnya, kok.

Maksudnya gitu, maksudnya.

Yang menarik tangan, oke.

Oke, oke.

Saya mulai masuk, ojoknya.

Saya udah masuk.

Awas.

Kita tuh punya sanggul.

Tujuan utamanya buat itu sih.

Untuk kepentingannya.

Ipan.

Baik-baik.

Oke, oke.

Kita spiel apa lagi ya? Spiel topik dong.

Spiel topik kita masing-masing.

Event tentang apa? Beres apa?

Saya tentang...

Ini...

Browser Automation.

Bagaimana browser automation bekerja.

Dan kemudian futurenya gimana.

Nanti akan ada case-case

Browser Automation itu bisa ngapain aja.

Oke.

Kalau

saya bawain tentang

HTML over the wire.

Jadi, kalau temen-temen

mau bikin aplikasi web,

kalau

biasanya untuk mengejar

user experience yang bagus, biasanya kan

single-page application.

Tapi developer experience-nya kurang.

Maksudnya banyak perintilan-perintilan

yang aneh-aneh, yang tidak...

yang kurang...

yang agak susah.

Misalkan state management, authentication,

terus butuh

apa?

Data layer lah, GraphQL,

dan lain-lain. Terus kalau kita

mau bikin yang

versi server render,

lo gak bisa

dapat user experience sebagus

di SBA.

Tapi secara performa kan

bagus ya server render.

Nah, HTML over the wire itu ada di tengah-tengah.

Jadi dia server render, tapi

juga bisa bikin aplikasi real-time.

Nanti saya akan

demo-kan juga contoh-contohnya.

Dan juga, ya

sedikit sejarah ya, sejarah perkembangan

aplikasi web dari awal sampai

saat ini.

Kalau Eka, gimana?

Kalau aku, topik itu kayaknya yang paling

ringan, tapi memenuhi kota

AI, AI, AI.

Jadi, apa?

Sebetulnya, milih

topik ini tuh cuma karena judulnya

penasaran aja, pengen punya judul

AI, XUI.

Disambung-sambungin aja.

Jadi AI, maksudnya

AI di sini sebagai

coding assistant ya.

Coding assistant yang harus membantu

workflow kita sebagai web dev.

Nah, cuma AI,

coding assistant ini kan

LLM ya. Sebenarnya di training tuh untuk

general purpose

programming kan macem-macem ya.

Bukan cuma web, kan bukan

cuma front-end. Nah, padahal

kalau misalnya kita front-end web

bikin UI, itu kan ada pertimbangan-pertimbangan

khusus, kayak misalnya web

mesti ngecek

versi browser-nya. Browser ini

support nggak dengan fitur-fitur baru?

Terus kalau misalnya nggak support,

strateginya gimana? Itu kan

mindset yang

ilmu yang

dimiliki kita sebagai

front-end web deh. Nah, kalau misalnya kita

pakai AI, terus kita

cuma suruh generate, ya

tapi kita nggak ngasih

pemahaman tang itu, ya

hasilnya kurang oke.

Jadi top-nya tuh lebih kayak

tips and tricks kita sebagai

front-end web dev, kalau bikin UI

dan menggunakan AI

itu gimana biar hasilnya

maksimal.

Mantap.

Nice.

Nah, kalau Haidar, ngomongin apa? Nanti keynote ya

Haidarya.

Oh, keynote.

Oh, nggak, bukan.

Bukan, bukan.

Nah, spill dong, nanti kita dibawa

makan ke mana?

Rawan pecel lagi.

Apa? Pecel Rawan?

Rawan.

Jauh dari venue tuh

pecel Rawan, berarti.

Gak, biskola web barat nih

masalahnya.

Tapi kayaknya cuma

lebih sebenarnya deh.

Baru pernah lihat waktu, apa, maksudnya

Rawan, ya

walaupun khas Jawa Timur, ya Rawan

dimana-mana gampang ditemuin ya.

Restoran atau warung Rawan.

Pecel juga dimana-mana ada.

Tapi baru di tempat itu doang sih.

Satu piring, ada Rawan,

ada pecel.

Pecelnya ada dibuka jam-jam, Rawan

ada dibuka jam-jam.

Mantap.

Mesti belum kebayang sih.

Nanti bisa diantar kok.

Eh, emang dari dulu

emang dari dulu

menu itu emang ada dari dulu

atau baru-baru aja?

Udah dari lama sih.

Udah lama ya.

Ada nyampur-nyampur begitu.

Ada-ada ada Rujak Pecel.

Terus ada juga itu

Rujak Soto.

Rujak Soto ada

sama Pecel Rawan.

Kenapa dicampur-campur?

Ini Fusion nih.

Itu hybrid ya

berarti kayak.

Ada hybrid ya. Sekarang mau

Kotlin ada multi platform

atau apa. Reaktif

forward aja ada.

Ini kayak apa ya.

Reakt gabungin

sama view, sama

svelte gitu.

Kayak astral.

Di satu halaman, di satu view bisa ada

apa komponen astral.

Reakt, bisa ada komponen svelte.

Front-end.

Ini juga dalam satu piring

bisa ada Rawan, bisa ada Pecel.

Iya.

Rujak Pecel.

Kan nggak Rujak Soto.

Rujak Soto masih baju wangi.

Terus Pecel Rawan itu juga sebenarnya

khas baju wangi sih.

Coba deh, dicari.

Pasti ada.

Berangkatnya

kapan?

Sampe sore.

Iya sampe sana.

Berangkat sabtu siang, nyampe

sana sabtu sore. Naik kereta.

Iya.

Saya juga

sabtu pagi sih saya.

Mas Riza sampe?

Berangkat jam

12. Mungkin sampe sana ya.

Oh beda.

Saya beda jauh sama mas tidak.

Pagi jam

7 apa ya?

Ya berarti bisa jalan-jalan dulu.

Hotel belum membuka kan?

Belum bisa cekin juga.

Belum bisa cekin.

Katanya mau berangkat lagi.

Dahiranya aja jangan namanya.

Hotelnya.

Saya di sebelahnya.

Saya di sebelahnya.

Oh di Pakuang berarti.

Ya deket situ.

Antara 4 poin.

4.0, 4 poin.

4 poin, iya.

Sama saya.

Sama.

Oke, deket situ berarti.

Berarti kita bisa bikin.

Bisa 110 berarti kita

disitu.

110? Mau ngapain?

Bisa coba masakin.

Oh ngobrolin web, rekaman lagi.

Oh iya rekaman.

Musti offline.

Ngobrolin web sambil muter-muter

mall. Itu kan mall terbesar si Indonesia ya.

Oke.

Ada kuliner menarik nggak

di mall itu?

Di mall cari kuliner ya?

Iya.

Salah sih.

Kulinernya Starbucks.

Gak tahu sih

kalau di mall.

Gak tahu ya.

Bukan anak mall ya.

Oh bukan anak mall.

Oke.

Beda anak siapa dong?

Hehehehe.

Sampain ke lu aja.

Malem-malem tuh kalau mau pecel rawon

boleh.

Malem

berarti hari satunya kan ya?

Tapi kalian kan persiapan.

Malem banget sih.

Kita persiapannya minggu pagi.

Oh persiapannya minggu pagi?

Serius?

Jam berapa?

Ada yang pagi ya, itu siang sampe

sore aja sih mas.

Iya juga pagi.

Jadi nggak bisa yang dari kemarinnya.

Oh gitu.

Jadi mulai operasi itu

jam berapa tuh? Mulai beres-beres tuh jam

lima apa? Jam enam gitu ya?

Pagi? Gak juga sih kan?

Kelas sebuahnya kali.

Kelas sebuahnya keempat.

Ya kalah lagi-lagi.

Oke.

Iya sayangnya kan

di hari minggu kan?

Karena kemarin ada kendala

venue ya.

Biasanya kan Sabtu kan

kalau devestia.

Kalau Sabtu kan kita biasanya

berangkat hari Jumat, pulang minggu jadi

agak lebih panjang kan.

Kalau ini kan kita berangkatnya Sabtu,

pulangnya ya minggu gitu.

Minggunya juga abis dari Tok langsung.

Aku pulangnya tetap senen.

Untungan kerjanya.

Kita kan kebagian

senen pagi sih.

Iya. Saya senen pagi.

Tapi senen pagi semua.

Jam 7 pagi.

First flight ya.

Senen siang.

Naik kereta juga mereka berarti mereka?

Iya.

Bisa pake walktrip.

Naik kereta keselamanya.

Enggak pake walktrip.

Di rainburst.

Oke.

Saya hari minggu

pulangnya hari minggu jam 8 malam.

Keburu kan ya?

Kayaknya ada di sini.

Iya. Mepet banget.

Mepet sama makan makannya sih.

Mepet sama makan?

Makan-makannya kita after partinya.

Oh. Makan-makannya.

Oh after partinya.

Bawa kotak makan.

Begitu nyampe makannya bungkus.

Makan di pesawat.

Bisa sih makan di pesawat.

Makan ini kan dapet roti ini.

Yang lain cuma roti sama kacang.

Ini makan enak.

Makannya apa?

Pecel rawon.

Pecel rawon.

Pecel rawon.

Sebenernya ada mas. Entar deh boleh.

Ntar aku bilang ke LO nya ya.

Jangan.

Ayo pedes. Ayo pedes mas.

Pedes tadi.

Pedes ya?

Ya.

Kalau doyan pedes bisa minta pedes banget.

Mungkin.

Cuma kalau nggak terlalu doyan pedes.

Masih double kok.

Standard.

Penasaran sama ini ya sih?

Gabungannya kayak

aneh nggak sih?

Masuk, masuk, masuk.

How it was.

Tadinya sebelum liat.

Terus udah pernah nyoba.

Mereka udah pernah?

Pernah.

Kameranya sama yang lain.

Jadi ada emang.

Enak-enak. Masih masuk kok.

Emang kebaiknya aneh aja.

Karena nggak biasa aja kali ya.

Jadi emang kuah rawon.

Atasnya ada

bubuk kacangnya, bubuk pecelnya.

DFS Surabaya kapan?

Tanggal 8 Desember?

Besok hari minggu besok.

Ayo Mas Torik ikut, ikut.

Ayo Mas Torik, yuk.

Kalian kopdar, kopdar.

Kopdar.

Masih.

Anak sekarang masih istilahnya kopdar nggak sih?

Ada istilahnya baru?

Ya nggak tahu. Kan ada anak sekarang masalahnya.

Ini inanya Haidar nih.

Mas Torik, Mas Torik.

Saya ngomong Mas Torik.

Mas Torik, yuk ngumpul anak-anak WordPress

Surabaya disatu.

Ikut.

Oh, WordPress masih ini ya?

Masti.

Powering 50 persen.

Prime SLA 50 persen.

Website ya.

Better than Flutter.

Nggak 50 persen lagi.

WP enginenya

dicoretkan.

Jadi nggak masuk.

Nah itu sebenarnya kayak ngopul-ngopul biar

gosip terbaru.

Nggak apa-apa. Bukan organizer

juga nggak apa-apa. Ngopul-ngopul aja.

Ngopul aja sama

terus sama anak-anak WordPress aja.

Gosa resmi-resmian.

Gaktarnya

di

s.id/device

devicebj

24.

Device SBY.

Oh ya, Device SBY.

Punya Pak Susilo ya?

SID-nya ya?

Device-nya yang punya Bapak.

Tadi perken jangan basuh lici ya ini ya tadi.

Iya.

Surabaya.

Gaktarnya

disitu. Nanti ada form

yang bisa diisi, terus

nanti akan diperasih. Dikabarin ya? Berarti

dikabarinnya lewat apa? Email berarti?

Email-email. Jadi

tolong di apa?

Ini ya, tolong diisi yang benar-benar.

Jangan ngasal gitu ya.

Pasti-pasti ya, langsung pijek aja gitu.

Nanti dibaca

kira-kira memenuhi

kriteria atau nggak. Kalo diterima

nanti cek emailnya.

Nanti baru bisa dateng.

Tuh, deket banget. Tuh udah dateng aja.

Iya, dateng dong.

Dateng lah.

Biar rame.

Ya.

Espektasinya berapa orang yang akan hadir?

500 orang.

500?

Wow.

Oh, tapi kalo yang

siang itu

multi-track jadi per

misalkan web.

Berkurang 50.

Berkurang 50?

Jadi yang di multi-track, yang di

breakout roomnya, yang buat workshop itu

cuma 50 aja.

Sihannya masih di main.

Multi-track itu maksudnya

web sama workshop gitu ya.

Dua track gitu aja.

Jadi ada main sama ada breakout,

breakout room buat workshop.

Yang di main kan dari pagi kan 500 orang ya

di jam lah ya.

Dan sampe siang, siang baru yang 50

dipindah ke workshop gitu.

Jadi mas Ivan, mas Riza, sama

Beka tetep di main. Jadi

berkurang sekitar 50-an.

Wah, kami sekali.

Asik.

Semangat.

Yang apa, yang

misalkan yang mau nonton Android juga

disitu ya berarti? Nanti setelahnya.

Yang mau nonton?

Di main.

Android misalkan. Android, Flutter.

Sisi-sisi ya deh.

Di paginya sih kebetulan dapetnya.

Di pagi.

Sistem di main.

AI?

Ada, pagi juga.

Pagi semua.

Berarti semua

semua itu dimampetin pagi.

Setelah makan siang web semua.

Web sama workshop tadi ya.

Sama ini.

Workshop sama yang di main itu.

Kalau di main itu web sama

apa namanya, yang...

Apa?

Women Techmaker.

Berarti Eka

ngomong terus dari siang sampe

sore.

Setelah ngombong, jadi

habis dari Women Tech, baru langsung

ngobrolin web itu, jadi emang nggak pindah stage.

Oh, Women Tech dulu.

Oke.

Yang nonton, yang sebenarnya ini kayaknya

udah di siang sampe sore nggak turun-turun nih orang.

Ada juga sebuah berapa yang dari pagi

juga ngisi, terus siang juga ngisi kayak

Bafiro misalnya.

Ada Vero?

Ada.

Wow, spiel ya.

Spiel.

Ada siapa?

Android ada panel nggak?

Android nggak ada.

Mobile kan cuma platter satu speaker sama

Android satu speaker aja.

Oh, satu speaker.

Oke.

Oke.

Mungkin kalau baik kayak yang berini ya.

Baik yang paling sering.

Hanya hari ini.

Nggak ada panel.

Pecelrawon,

ajak mana lagi deh, ntar kita coba.

Itu ngomongin makanan loh, bukan acaranya.

Ya, itu kan

ini ya, menyenangkan

kalau kayak pecelrawon sebenarnya.

Berarti

peserta dapat makan siang nantinya?

Udah, dapat. Tenang aja. Makannya enak-enak.

Enak pasti.

Ada apa ini?

Oh, itu ya?

Reaksi ya?

Reaksi.

Reaksi.

Reaksi.

Bisa.

Oh, bisa.

Nyalain dulu, nyalain.

Reaksinya nyalain dulu.

Mana sih?

Yang gambar apa? Gambar kamera.

Yang ijo, atas,

kanan, atas di menu bar, ada gambar kamera.

Diklik dulu.

Diklik dulu.

Ini ada juga nih.

Oh.

Gak bisa.

Di atas, di gambar kamera yang atas.

Bisa juga.

Belum update OOS.

Ah, belum update OOS.

Jadi main-main.

Tuh, ada rekomendasi Rawon, Pak.

Pangat.

Banyak ya.

Banyak, Pak.

Oh, masih ya.

Rawon setan masih rame ya?

Rawon setan.

Masih, masih rame.

Masih ya.

Rawon setan suatu...

Suatu apa itu?

Lupa lagi. Suatu cahar ya?

Suatu yang itu ya? Yang apa?

Yang kelapa itu bukan?

Bukan, bukan. Suatu lembu yang cahar.

Oh, sati, sati kelopo.

Sati kelopo ada?

Ya, ya.

Lembohin.

Eka gak bisa.

Masih gak bisa.

Video efek sih.

Masih, Eka.

Gak ada, masih pentura.

Oh, masih pentura?

Iya.

Iya, kayaknya OOS atau cheat-nya?

Kayaknya OOS-nya.

Kita mah udah apa nih?

Sekuya, Sekuya.

Terus,

berarti,

kita sesi dulu.

Urutannya?

Urutannya, siapa duluan?

Terserah ya?

Terserah.

Kita gamreng aja, om pimpan.

Entar kita,

kayak ini, yuk.

Kayak,

kalau presentasi,

iya, kayak I/O gitu.

Oh, maju dulu bertiga?

Iya, maju, maju.

Kita kenalin next-nya?

Iya, kita yang langsung perkenalin next-nya gitu.

Untuk, nanti akan dibawahkan,

HTMX akan dibawahkan oleh Mas Riza,

dan Mas Riza,

langsung-langsung dana dateng.

Jadi, bisa langsung nyambung gitu.

MC kan, biar gak bolak-balik.

MC-nya gabut dong, MC-nya.

MC-nya gak kan, perkenalin kita tiga-tiganya.

Atau ini,

jambungnya-jambungnya pakai pantun.

Oh, pantun.

Nah.

Nggak sih-ngasih-ngasih.

Nggak sih-ngasih.

Iya, bisa tuh.

Iya, nyambungnya pakai pantun, Mas.

Bisa-bisa.

Pantunnya, tanya aja menai.

Iya, bisa tuh.

Bilang-bilang.

Saya HTMX, jalan-jalan ke, apa,

cari yang belakangnya X.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Jalan-jalan ke, kalau enggak.

Kayak output enggak sih, terlalu banyak orang justru. Maksudnya dia yang ini dia baca terus

Cepet mau jawab gitu kan kayak kita aja langsung gitu ya.

Oh iya, boleh.

Biar berasa ngobrolin webnya.

Kalau ada yang mau datang kayaknya enggak berasa ngobrolin web gitu.

Boleh enggak?

Boleh.

Kita coba propose ya.

Setuju.

Enggak apa-apa.

Udah gitu aja.

Apa lagi?

Kalau untuk urutan topik kita gimana enaknya kan?

Saya browser automation, EKA, AI.

AIOI.

Atau ML over the wire.

Benar-benar completely different.

Biasanya ada yang bisa.

Iya sih, tidak ada yang nyambung.

Gak bisa disambung ya malah ya.

Gak bisa disambung.

Bebas aja sih sebenarnya.

Ya iya iya.

Compimpa aja lah.

Iya, coba aja.

Diserahkan ke depan itu aja lah.

Oh.

Apa lagi ya?

Berarti KR-nya nanti mereka bikin

Slido, terus link-nya dibagiin

ke kita, taruh di slide

terakhir, kalau ada yang mau nanya silahkan

langsung ya.

Kita announce dari awal aja.

Kayaknya Slido-nya udah kita announce dari 2-3

hari sebelumnya deh.

Boleh ya.

Social media.

Social media kita.

Boleh, boleh.

Kalian yang aktif sosmetan.

Gua ngeserah secara batin.

Apa lagi?

Terus apa lagi ini?

Sudah, aman ya.

Itu doang.

Kemarin DevFest Jogja.

Kamu DevFest Jogja ke Semarang Eka?

Jogja.

Makasar Jogja.

Seru-seru.

Gua tinggal Jogja.

DevFest Jogja yang belum pernah nih.

Sama.

Gua median.

Ya berarti tahun depan

terus spikti Jogja.

Mas Ivan ke Surabaya, yes.

Dari Sabtu ya.

Dari Surabaya.

Senin pulang.

Saya hari minggu pulang.

Kita bertiga ke Surabaya.

Jadi mudah-mudahan bisa ketemu sama Mas Torik.

Di acara.

Dan ini,

eh, kemarin Mas Dinser ke Depok ya waktu lalu ya?

Depok.

Enggak.

Eh, DevFest mana aja?

Surabaya.

Habis itu?

Habis.

Medan belum respon?

Sudahlah.

Dianggap belum, dianggap tidak.

Mungkin kurang menarik.

Karena bukan AI.

Udah cek spam belum?

Tidak.

Sudah cek spam.

Sudah cek Mas Danang.

Masih pada minggu kayaknya.

Masih ngatur-ngatur.

Kayaknya line-up.

Mau sama padikan tadinya.

Nggak tahu. Tau budget juga.

Ya, nggak tahu lah ya.

Karena mereka telat kan.

Dapat venue-nya itu telat mereka.

Susah dapat venue sekarang di Medan.

Semenjak yang kemarin di Medan itu kan sempat ada problem ya.

Pada yang di kampus.

Iya.

Kampusnya udah enak itu.

Maksudnya udah ada orang dalemnya.

Eh, taunya kejadian itu akhirnya harus cari venue yang lain.

Jadi mungkin ada telat di sananya.

Ya, mudah-mudahan aja bisa

berangkat ke Medan.

Ancar.

Kemarin padikan juga pengen dia ke Medan juga.

Tapi nggak tahu.

Apakah web itu

satu atau dua

atau lebih.

Terus

nanti htmx-nya Mas Riza

Bahasa Inggris apa Bahasa Indonesia?

Bahasa Jawa.

Masa Jawa.

Slatnya juga udah Bahasa Indonesia.

Kemarin di Bangkok bahasanya

beda.

Bahasa Bangkok. Eh, Bahasa Thailand.

Sama di KAP.

Iya.

Beda dong.

Slatnya juga udah

diteranslate kok.

Membiaskan.

Niat banget.

Ya, gimana ya.

Audiensnya kan buat orang Indonesia.

Kasih Bahasa Inggris ya.

Kalau kebetulan ada waktu ya,

diteranslate aja.

Karena kan konsumennya orang Indonesia.

Nah, itu poin yang bagus sih.

Bikin slide.

Nah, kalau gue selama ini

recent-nya Bahasa Indonesia.

Slatnya Bahasa Inggris lebih kebir cepet sih.

Kalau misalnya ngeringkas-ringkas sesuatu.

Kayaknya lebih

nggak harus banyak

pikir focap kata-kata.

Terus kalau misalnya pakai

Bahasa Inggris itu kan

istilah-istilahnya ada yang istilah

merubah-rubah banget.

Denkiansan, ngeflow-nya enak.

Tapi kalau kita terjemahin Bahasa Indonesia,

nggak semua istilah

bisa diterjemahin kan.

Atau kalau pun diterjemahin, malah

jangan-jangan audiensnya belum tahu.

Kayak progressive enhancement lah.

Kalau gitu-gitu mah nggak

diterjemahkan semuanya.

Cetak miring.

Terlalu keren makan.

HTML over the wire apa?

HTML lewat kabel.

Di kabel.

Tapi berarti fokusnya

yang Bahasa Indonesia itu kayak

kalimat-kalimat penjelasannya gitu ya.

Karena kan mikirnya

ya satu,

membiasakan untuk Bahasa Indonesia.

Kalau emang audiensnya untuk Indonesia.

Kedua, biar audiensnya,

kan audiensnya orang Indonesia.

Biar audiensnya tidak berpikir,

ya nggak mikir dua kali.

Ngeliat kode itu dia mikir.

Ngeliat bahasa juga mikir, jadi dua kali.

Karena bahasanya udah bahasa yang

bahasa ibu, bahasa natural,

kayaknya lebih sedip.

Berarti kalau nulis function di JavaScript,

function atau fungsi?

Function lah.

Karya-karya juga bahasa Inggris.

Tuh, berarti kan kalau bikin

code JavaScript harus fungsi,

bah, buka kurung, tutup kurung.

Ada yang bikin lho.

Ada yang bahasa Indonesia.

Itu iseng banget sih.

Berarti kalau

ingat nggak yang kita sama si

siapa yang spell

si Li Hao.

Kalau dia kan bikin

parsernya, terus bikin,

memang ngasih, kan toppingnya kemarin kan

bikin bagaimana cara buat

spell gitu kan.

Make your own spell.

Ya, bikin spell, tapi

bahasa Indonesia.

Bikin bahasa apa?

Library yang

bahasa Indonesia.

Jadi nulis JavaScript-nya pun bahasa Indonesia.

Nanti dikompil jadi

fungsi lain.

Dari pada kayak gitu, mendingan

translate dokumentasinya aja.

Lebih berguna.

Cuman kalau ini kan

iseng, corpi, seikong, kerjemahit.

Itu aduh cepetnya lho.

Dia beneran bikin CSS. Buka deh.

Buka deh private.

Buka deh private.

Oke.

Ntar.

Oke.

Ini Mas Rian Ariana?

Hah?

Mas Rian Ariana?

Apa tuh? Siapa tuh?

Terkenal mungkin.

Iya.

Engga kenal.

Indonesian starship.

Genis form, ya Allah.

Gak gitu-gitu.

Ya iseng kan.

Mungkin Xplor bikin plugin CSS.

Cuma kocak aja sih.

Ide bagus sih. Kocak sih.

Bali banget. Bali banget.

Ide bagus.

Tinggi baris, bayangan text.

Asik ya. Textnya tuh.

Gambar latar. Rubah.

Itu salah.

Rubah itu box kan.

Rubah dong.

Ingat banget.

Baca majalah Bobo.

Ivan Lanin tapi.

Ivan Lanin.

Ma, ingat itu seumur hidup

gara-gara dulu di majalah Bobo

ada rubriknya gitu dan ada ilustrasi

gambar rubah. Jadi sampai sekarang

nengkel, ingat,

ubah versus rubah.

Jadi berubah atau mengubah?

Mengubah.

Rubah tuh hewan.

Merubah.

Berubah menjadi rubah.

Kalau ubah itu

kubah bukan?

Ubah-ubah.

Ubah kan.

Basah ini kan.

Change itu ubah. Perubah itu hewan.

Kalau membuat

kubah, mengubah

atau mengubah juga?

Membuat kubah.

Ya gausah dijadiin satu kata.

Wah, maksorik nih.

Udah langsung diborong

merchandise-nya.

Kiri 9.

Wah telat. Gapapa.

Ini mas Kiri

domisil ini yang mana? Kalau Surabaya dateng ya

hari minggu ya.

Iya, jadi

ya ga tau ya

apa namanya, karena

mengingat ini aja, ada

kan salah satu

yang menyebabkan Vue.js

lumayan populer

di Indonesia dan di Asia.

Salah satu alasannya

karena dokumentasinya

ada yang berbahasa mandarin.

Jadi rame ya.

Termasuk Evan Yu-nya kan emang

originnya dari sana.

Yang ini juga.

Jadi memang itu berpengaruh.

Kita ga bisa pungkiri.

Meskipun

dari dulu kita

udah didokrin bahwa kalau mau belajar programming

harus bisa bahasa Inggris. Tapi

beberapa tahun

belakangannya jadi mikir juga

maksudnya barrier to entry-nya kan udah cukup

besar ya untuk belajar coding.

Memahami bahasa

pommogaman gitu.

Kalau dia harus

apa, memahami bahasa

apa, memahami penjelasan

yang bahasa Inggris juga. Jadi dia

harus dua kali mikir gitu.

Jadi yang

apa, akhirnya yang kepikiran oh iya ya bener

juga ya. Kita ga bisa terlalu idealis

untuk bilang yaudah kalau emang mau

belajar programming ya harus bisa

bahasa Inggris dulu. Jadi dia harus belajar

bahasa Inggris dulu baru belajar programming.

Jadi dua kali belajar.

Kadangnya sudah ada tools

kayak, sudah ada tools kayak

yang menang. Betul.

Betul.

Bisa dipakai buat menjelaskan

dalam bahasa Indonesia.

Enggak disusupin aja.

Iya, kalau misalkan ada kata-kata

yang kurang

familiar di kuping gitu kan. Ini

bahasa Inggrisnya apa ya, eh bahasa Indonesia

dari bahasa Inggris ini apa yang paling natural

kira-kira apa itu bisa nanya-nanya

itu. Jadi

udah cukup kebantu.

Begitulah.

Jadi HTML

over the wire terjemahannya

tidak diterjemahkan.

Tidak usah ditetumahin.

Yang di bahasa Indonesia ini

itu cuma yang kayak penjelasan.

Penjelasan, betul.

Paparan, paparan.

Paparan.

Judul mungkin beberapa yang masuk-masuk.

Kayak rendering aja tuh kayaknya

aneh

kalau rendering itu

bahasa Indonesia apa ya?

Merender?

Merender?

No!

Jangan dicampur.

Ada pengalaman menarik sih.

Dulu pertama kali banget

kontribusi ke open source, cari-cari

yang coding gak ada.

Nah, kebetulan yang jaman dulu

pas anak-anak React ID

ya Mas Zain Resi

dan teman-teman lagi

ngejemahin dokumentasi React

yang dulu

ya itu.

Mau gak maukan, kayak harus

di-streamline ya.

Jadi kayak bikin satu dokumen

term-term yang banyak

muncul, yang dipakai, terdimahanya apa

kayak bikin guideline gitu.

Terus coba aja.

Oh ya, based on

ID. Oh, mantap.

Cuma kan ada

istilah-istilah React ya

tadinya belum ada kan.

Jadi kedua, apa?

Di discussion-nya, di issue-nya,

di GitHub issue-nya,

harus kebahas lagi.

Dan itu menarik, tapi ya

apa? Cukup

time consuming juga.

Terus yang namanya italic,

jadi tinggal di italic aja.

Iya, tapi bikin keputusan

ini diterjemahin atau enggak?

Atau di italic kan?

Kayak misalnya bubbling deh.

Sesimpul event bubbling.

Nah, akhirnya ya udah

event bubbling. Nggak usah terjemahin kayaknya deh.

Event aja, event aja

bahasa Indonesia-nya aneh.

Maksudnya acara, event kan.

Akhirnya event kan bubbling.

Event-nya sendiri. Event kan

kalau bahasa Inggris kan pakai T kan.

IEV ENT.

Kalau bahasa Indonesia-nya IEV EN

aja gitu. Nggak, nggak ya?

Kayaknya nggak deh.

Nggak ada serapan ya.

Kalau yang di

dokumentasiriak itu si event

akhirnya nggak diterjemahin.

Sampai sekarang gue masih bangga gitu

sama satu haraman ini

terjemahin

dokumentasiriak.

Walaupun nggak penting-penting amat

ya itu lebih capek mikir

event bubbling dan

lain-lainnya mana yang diterjemahin,

mana yang nggak.

Betul.

Oke. Cukup. Ada lagi?

Yang mau disampaikan?

Itu aja ya.

Cukup.

Kita tutup dulu untuk malam hari ini.

Terima kasih buat

semuanya. Mudah-mudahan yang

ada di Surabaya dan

sebagainya. Eh, dan sekitarnya.

Boleh datang nanti di hari Minggu.

Mudah-mudahan. Daftar dulu. Jangan lupa daftar dulu.

Daftarnya juga harus diisi foam

cukup banyak karena dikurasi.

Jadi kalau ada yang datang,

jangan sungkan

untuk menyapa.

Sapa-sapa aja kita

pas ada di acara.

Ngaku aja

saya penonton

setia

ngobrolin web gitu ya.

Kita akan senang sekali bisa

ketemu teman-teman.

Kayaknya hampir di setiap acara DevFest

atau acara Meetup-Meetup gitu

selalu ada aja yang

ketemu. Kayak kemarin

itu acara yang di UI itu.

Acara Community Day itu

ada yang bilang, "Wah, saya

nonton." Walaupun

nggak setiap selasa tergantung topiknya.

Karena saya anak TN, jadi kalau misalkan

topiknya backend, saya pasti nonton gitu. Kayak

Beno kemarin. Senang banget.

Ada yang dari decoding. Dia bilang,

"Suka nonton juga." Jadi

ya, senanglah kalau ada...

Terima kasih. Kemarin ada ya

suami istri dong. Istrinya juga

apa? Ngobrolin itu.

Oh ya? Wow.

Ya. Senang banget.

Oh ya. By the way,

kita kemarin

ada obrolan sama Casey kemari.

Casey GDI Cloud.

Yang bikin

ngobrolin.cloud

ngobrolin/... Eh, kan kita ada

ngobrolin.in/web

ngobrolin.in/cloud juga sih

nantinya. Ya, kita hosting

ngobrolin.in

ngobrolin.e

ngobrolin.in/awan

Oh ya.

Ngobrolin.awan. Kalo web berarti

di Indonesia kan ya? Peramban. Peramban.

Jaring. Peramban.

Peramban itu browser.

Peramban itu browser.

Jaring. Jaring laba-laba.

Ngobrolin jaring laba-laba.

Go web.

Link-nya nanti dicantungin

di deskripsi. Ya, nanti saya...

nanti kita akan cantungin di deskripsi.

Kalau temen-temen ada yang mau ikutan, boleh silahkan.

Jangan lupa diisi form-nya.

Nanti akan dikurasi, dikabarin lewat

email kalo gak salah sama Panitia.

Untuk

malam ini sekian dulu.

Terima kasih. Dan sampai ketemu

hari Minggu di

Deverserabaya.

Selamat malam.

Bye bye.

Deskripsi asli dari YouTube

Tim Ngobrolin WEB bakal hadir di DevFest Surabaya! Teman-teman yang domisili Surabaya dan sekitarnya boleh yuk ikutan hadir! Daftar DevFest Surabaya: https://s.id/devfestsby24-merch Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .