Ngobrolin Fluttercon - Ngobrolin WEB ep41
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Pembahasan: - 00:00 kehidupan di belanda - 08:00 intro flutter - 17:23 fluttercon - 34:07 side story fluttercon - 40:31 start learning flutter - 41:30 overcome speak in english - 45:00 DX in flutter - 37:27 Next level in Flutter - 1:00:00 learning flutter from web - 1:17:00 eo opportunity Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
0:20Halo, halo, halo. Selamat malam.
0:22Selamat malam.
0:24Ketemu lagi dengan kita.
0:27Gimana Google I/O Extended-nya lancar-lancar?
0:34Lancar, asik.
0:36Ah, Marsiza nggak ikut di Bogor.
0:38Kayaknya Bogor seru banget.
0:41Seru banget.
0:43Tenang, DevFest udah pasti ke Bogor.
0:47Oke, oke.
0:51Ketemu lagi bersama kita bertiga.
0:53Ada Eka, ada Ivan dan saya, Riza.
0:56Di acara Selasa Malam yang ditunggu-tunggu, yaitu ngobrolin web.
1:02Malam hari ini spesial karena kita nggak berbeda.
1:08Kita nggak ngobrolin tentang teknologi web, tapi kita ngobrolin tentang conference.
1:13Ya, masih ada kaitannya sedikit.
1:16Dan narasumbernya ini jauh dari Belanda.
1:21Tapi tenang aja, dia masih bisa bahasa Indonesia.
1:26Jadi bukan orang luar.
1:28Dia teman kita yang November kemarin masih ketemu.
1:32Terus abis itu sekarang dia pindah bekerja di sana.
1:36Langsung aja kita sambut dengan Maria Angga.
1:41Halo, Angga.
1:45Dan Aruna.
1:47Halo, Aruna.
1:49Halo, dia tuh.
1:51Selamat apa di sana? Pagi, siang, malam, pagi?
1:53Siang hitungan kasih.
1:55Oh, siang.
1:57Sore deh, sore. Selamat sore.
Lihat transkrip lengkap
1:59Sore tapi masih siang begini.
2:02Masih siang ya? Sampai jam 11 katanya ya? Luar biasa ya?
2:05Sampai jam 11, luar biasa.
2:07Sampai jam 11 malam.
2:09Dunia terbalik di sini kayaknya.
2:11Dunia terbalik.
2:12Siangnya lebih lama daripada malamnya.
2:14Yang susahnya kalau bulan Ramadan.
2:16Oh iya.
2:18Kemarin, was.
2:20Tahun depan kayaknya kalau gue nggak pulang, di sini.
2:24Gue malah menderita sih.
2:2618 jam ya?
2:28Akurnya iya.
2:30Sampai jam sekitar 4.15, paling parah tuh ya.
2:32Makin akhirnya makin parah.
2:34Terus bukanya itu jam 9.
2:38Jadi kebanyakan.
2:40Jam 9 malam baru.
2:42Karena matarnya baru turun.
2:44Kayaknya harus pulang sih.
2:48Kalau nggak, tidak.
2:50Oke.
2:52Terus curang kalau winter, buasannya di sana.
2:56Nah itu.
2:58Tidak boleh curang.
3:00Ini niatnya apa sih?
3:02Tidak boleh curang.
3:04Benar.
3:06Oke, sebelum kita ngobrolin tentang conference.
3:12Angga baru saja alami.
3:14Mungkin boleh kenalan singkat lah.
3:16Kenalan siapa.
3:18Terus kerjanya dimana.
3:20Jadi buat yang belum kenal.
3:22Kenalin semuanya.
3:24Nama gue Angga.
3:26Aslinya dari Jakarta.
3:28Sampai 2022 kemarin.
3:30Masih di Jakarta.
3:32Terus pindah ke Belanda.
3:34Sekarang kerja di bank.
3:36Di Belanda namanya ING.
3:38Sabangnya juga banyak sebenarnya.
3:40Belanda, all over the world.
3:42Philippines, Singapura.
3:44Jakarta juga ada.
3:46Terus gue.
3:48Itu adalah Google Developer Expert.
3:50Di Platar makanya bisa kenal.
3:52Sama Mas Danba ini.
3:54Sekarang juga masih aktif Nisi.
3:56Cuma sekarang lebih banyak Nisi di region sini lah.
3:58Karena di Indo kayaknya.
4:00Nisi nya agak susah waktunya ya.
4:02Agak terbalik.
4:04Tapi masih ini ya.
4:06Waktunya masih ada.
4:08Kayak kita di malam disana siang.
4:10Masih.
4:12Gak separa di US kayaknya.
4:14Kalau di US kan udah terbalik.
4:16Kalau di US kan 12-14 jam.
4:18Jadi kerjanya remote.
4:20Mas Angga.
4:22Jadi disini.
4:24Sistemnya sekarang rata-rata ya.
4:26Habis Covid itu hybrid.
4:28Jadi di Belanda itu ya.
4:30Kerjanya orang rata-rata.
4:32Kecuali yang offline ya.
4:34Misalnya kerja di store atau di resto.
4:36Kita orang IP atau orang bisnis.
4:38Itu seminggu maksimal.
4:40Cuma sekali atau dua kali.
4:42Ke kantor.
4:44Makanya harinya juga dibagi.
4:46Biasanya tuh.
4:48Dan itu kelihatan juga.
4:50Karena di kereta gitu ya contahnya.
4:52Itu biar gak terlalu penuh.
4:54Udah dibagi-bagi sektor ini.
4:56Ke kantor tanggal segini.
4:58Sektor lain ke kantor tanggal.
5:00Hari ini.
5:02Biar di transport juga bener-bener dipikirin.
5:04Sama mereka.
5:06Segitu rapihnya ya sistemnya.
5:08Segitu rapihnya.
5:10Emang crowded banget.
5:12Kereta kalau naik kereta.
5:14Kalau dibandingin manggaranya.
5:16Jauh lebih.
5:18Jangan.
5:20Jangan dibandingin manggaranya.
5:22Tanah abang aja tanah abang.
5:24Bandingin tanah abang.
5:26Kalau dibandingin itu jauh sih.
5:28Sebenernya buat kita ya.
5:30Cuma crowded disini.
5:32Itu ketika ada yang gak dapet tempat duduk.
5:34Nah itu udah crowded gitu.
5:36Oh itu crowded.
5:38Karena disini keretanya itu.
5:40Kalau kita kan keretanya yang tempat duduknya.
5:42Depan belakang gini ya.
5:44Kalau disini keretanya kayak kereta regional kita.
5:46Kereta jarak jauh.
5:48Ke Jogja, ke Bandung ya.
5:50Kalau disini yang penting.
5:52Kalau masih bisa masuk belum crowded.
5:54Belum jepit pintu.
5:56Masih bisa masuk.
5:58Tapi anaknya kalau disini.
6:00Kalau lagi separah itu misalnya bis mungkin ya.
6:02Kalau kereta sih mungkin agak susah.
6:04Kalau bis lagi rame banget lagi padat.
6:06Kita bisa ada opsi lain.
6:08Contohnya sewa sepeda.
6:10Jadi sewa sepeda dari halte sana.
6:12Sampai halte deket rumah.
6:14Naik sepeda.
6:16Terus sisanya jalan itu bisa.
6:18Jadi ada alternatif.
6:20Nah itu penting juga tuh alternatif.
6:22Cara mencegah supaya sepedanya gak ilang.
6:24Waduh.
6:26Kalau itu.
6:28Bikin saya kalau punya bisnis gitu.
6:30Disini gimana sepeda saya gak ilang?
6:32Oh enggak tapi sih sebenarnya.
6:34Kalau sepeda yang sharing gitu.
6:36Gak pernah ilang.
6:38Mungkin karena orang juga tahu.
6:40Yang rawan sepeda pribadi kan ya disana.
6:42Yang rawan sepeda pribadi.
6:44Jadi kayak diwanti-wanti banget.
6:46Pokoknya.
6:48Minjem sepeda temen disana.
6:50Terus jadi wanti-wantinya.
6:52Beneran sampai kuncinya tuh.
6:54Orang sana rata-rata kuncinya kayak di dua tempat.
6:56Dan harus ke.
6:58Objek yang.
7:00Apa lah.
7:02Terus bisa sampai dua kali.
7:04Karena maling sepeda kita rawan banget ya disana.
7:06Dulu.
7:08Enggak dulu.
7:10Kemarin saya baru malingan.
7:12Jadi sepeda saya tuh.
7:14Sepeda e-bike yang ada.
7:16Apa sih monitor di depannya itu loh.
7:18Kayak kecepatan kita berapa gitu.
7:20Gue udah benar-benar full.
7:22Nikat di roda.
7:24Rodanya di ikut.
7:26Terus di frame-nya di ikut ke.
7:28Apa namanya.
7:30Tiang gitu ya biar gak di maling.
7:32Oke sepedanya sih aman.
7:34Cuma itunya di ambil.
7:36Rodanya di ambil.
7:38Tapi temen ada.
7:40Itu beneran dia di malingnya itu satu per satu.
7:42Jadi over the course of like one month.
7:44Beneran.
7:46Di apartemennya padahal ditaro ya.
7:48Di Amsterdam.
7:50Ya ampun.
7:52Minggu pertama bilangnya ilang.
7:54Minggu kedua lampunya ilang.
7:56Terus saddle-nya.
7:58Even saddle tempat duduk diambil.
8:00Disana ada pasar ular gak.
8:02Kali aja ada.
8:04Nah disini datangnya kayak.
8:06Masuk ke talapaknya gitu.
8:08Masuk ke talapak.
8:10Wah sindikasinya.
8:12Udah luar biasa ya.
8:14Betul.
8:16Oke.
8:18Nah.
8:20Boleh share sedikit dong.
8:22Awal mulai pake Flutter tuh.
8:24Gimana sih ceritanya.
8:26Jadi pertama banget tuh.
8:28Pake di 2018.
8:30Flutter masih awal banget ya.
8:32Belum nge-trend kayak sekarang lah.
8:34Masih versi beta juga waktu itu.
8:36Flutter tuh baru versi 1.0
8:38Di Desember 2018.
8:40Gue pake sekitar Juli-Augustus gitu.
8:42Itu sama Kompas Gramedia.
8:44Itu bikin aplikasi namanya My Value.
8:46Mungkin bisa dicari di Play Store sama
8:48App Store.
8:50Jadi kayak program loyalty-nya gitu lah.
8:52Buat Kompas Gramedia.
8:54Itu gue yang bikin dulu awalnya.
8:56Istri gue bela-belain install supaya dapet poin
8:58dan dapet diskon.
9:00Tapi sebenernya.
9:02Supaya belanja di Gramedia ya.
9:04Soalnya kan Kompas Gramedia Group itu
9:06kan kolomerat gitu ya.
9:08Jadi banyak bisnisnya.
9:10Hotel Santica kan punya dia.
9:12Terus hotel Amaris.
9:14Punya dia juga.
9:16Dan itu pake Flutter ya?
9:18Itu pake Flutter.
9:20Itu bener-bener pertama banget.
9:22Kenapa berani?
9:24Wah, jujur itu pertanyaan ke...
9:26Tapi sebenernya ini sih.
9:28Kalau gue gak salah inget ya.
9:30Dulu yang paling jauh
9:32dan paling make sense adalah Timeline.
9:34Karena gue bikin apps itu
9:36mungkin kayak dari gue join itu
9:38mungkin baru 15-20% gitu ya.
9:40Sampai complete.
9:42I think it's like that.
9:44Sampai complete.
9:46I think it took us like 3-4 months.
9:48Which is crazy to think about it.
9:50Lu bisa dalam 3-4 bulan
9:52bikin aplikasi jadi gitu ya.
9:54Buat level Kompas Gramedia
9:56yang user aja tuh gak sedikit.
9:58Banyak ya.
10:00Itu dalam 3-4 bulan aja.
10:02Langsung bisa roll out.
10:04Ya itu sih kayaknya.
10:06Paling utama banget.
10:08Dan langsung bisa di iOS bisa?
10:10Android bisa?
10:12Ya bisa, betul.
10:14Jaman itu kan
10:16kok...
10:18Kok ini kayak Kompas...
10:20Apa? Maksudnya hal yang sama
10:22ada kan misalnya React Native
10:24bisa juga ke iOS
10:26dan Android juga.
10:28Betul.
10:30Mungkin alasan kedua.
10:32Pada waktu itu.
10:34Kayaknya gara-gara Techlead gue dulu.
10:36CTO-nya lah.
10:38Itu emang orangnya suka explore.
10:40Jadi dia tuh sebelum Kompas Gramedia
10:42setau gue kayak freelance doang gitu
10:446 tahun, 7 tahun.
10:46Ini bener-bener kerjaannya ngoperate aja.
10:48Ada skala let's say.
10:50Atau
10:52Haskell bahasa-bahasa
10:54atau framework yang mungkin orang gak
10:56familiar gitu ya.
10:58Tapi dia udah sering coba dan apply di product.
11:00Berarti mindset-nya emang
11:02suka nyoba apa?
11:04Betul. Dan itu kebawah tuh.
11:06Sampai kita-kita.
11:08Oke.
11:10Berarti kecemplung, bahasa, nanggung,
11:12belajar sekelian gitu ya.
11:14Ini ada pertanyaan menarik
11:16dari Norholid.
11:18Sebelum pake Flutter udah menguasai Android kah?
11:20Atau dari web pindah ke Flutter?
11:22Stack sebelumnya mungkin?
11:24Stack sebelumnya gue pake Android
11:26for a couple of years di awal-awal.
11:28Karena dulu Flutter belum ada gitu ya.
11:30Jadi awalnya itu
11:32pake Android Native.
11:34Sempet di beberapa company juga
11:36pake Android Native.
11:38Terus kecemplung lah di Flutter.
11:40Dan mungkin karena gue dari Android Native
11:42juga, wah kalau teman-teman mungkin
11:44yang nonton ada yang dari
11:46Mobile Native sebelum ke Flutter gitu ya.
11:48Itu Flutter sangat-sangat
11:50meminimalisir stack
11:52buat kita develop fitur baru
11:54dibanding Native gitu ya.
11:56Contohnya nih, di Native tuh dulu
11:58kalau di Android mau bikin
12:00fitur gitu ya. Kita bikin
12:02UI-nya tuh di XML sendiri.
12:04Satu file sendiri gitu ya.
12:06Kita bikin kerangkanya lah kurang lebih
12:08button dimana, image dimana.
12:10Terus kerangkanya ini kita konekin ke
12:12file Java dulu. Belum ada Kotlin.
12:14Jadi kita konekin ke Java.
12:16Terus disini baru kita
12:18kasih perintah lah istilahnya.
12:20Button ini kalau diklik harus ngapain?
12:22Image ini harus ngelaut image apa?
12:24Dan lain-lain.
12:26Nah sekarang udah ada dua file.
12:28Let's say gue mau tambah animasi
12:30di XML tersebut. Itu gue bikin
12:32satu, eh sorry bukan di XML.
12:34Di layout tersebut gitu ya.
12:36Gue bikin satu file XML lagi, khusus
12:38buat animasi. Jadi ada
12:40lumayan banyak stack yang harus
12:42lu lawui gitu ya di Native Development
12:44just to survive.
12:46Just to actually
12:48do the bare minimum.
12:50While in Flutter, pas
12:52gue masuk pertama kali
12:54everything is done in Dart.
12:56Jadi semuanya di satu file. Logic,
12:58animasi, UI,
13:00layouting, dan lain-lain.
13:02Itu masuk di Flutter
13:04sehingga sangat-sangat
13:06mempermudah.
13:08Di Flutter ini kayak enggak.
13:10Jadi itu sih yang sangat-sangat
13:16mempermudah.
13:18Dan bikin gue suka sama Flutter sampe
13:20hari ini.
13:22Itu yang bikin suka? Yang bikin negatifnya apa?
13:24Kalau menurut Angga?
13:26Pasti ada.
13:28Pasti ada negatifnya.
13:30Yang pertama adalah
13:32Flutter itu
13:34mungkin bukan exclusive to Flutter ya.
13:36Tapi namanya teknologi baru
13:38itu masih banyak hal
13:40yang not decided
13:42yet by the framework.
13:44Kalau paling simple, kalau di Flutter
13:46yang selalu kita omongin. Dan sampe
13:48sekarang masih... Belum ini beneran
13:50tidur kayaknya.
13:52Yang masih...
13:54Yang masih belum jadi...
13:56Yang masih belum
13:58set, gitu ya, sampe sekarang.
14:00Dimana di Android itu sudah sangat set.
14:02Adalah state management.
14:04Atau arsitektur, gitu ya.
14:06Kalau di kita dulu.
14:08Kalau di Android native dulu, gitu ya.
14:10Let's say MVP, MVC, MVVN,
14:12things like that.
14:14Itu di Flutter masih sangat opinionated.
14:16Dan team Google itu masih
14:18enggak mau kayak ngambil
14:20apa namanya?
14:22Iya, kayak ini yang gue recommend.
14:24Begitu caranya.
14:26Perlu saya sama kayak misalnya angularnya
14:28kan. Yes, exactly.
14:30Bagi yang dari Google. Kalau angular kan
14:32sebaliknya malah. Udah, pokoknya terima
14:34jadi, mau nggak mau gini-gini caranya.
14:36Tapi semua udah.
14:38Exactly, exactly. Betul banget.
14:40Jadi, itu yang terutama
14:42kalau buat pemula baru
14:44let's say lu belum pernah loading gitu ya.
14:46Baru masuk, terus ketemu hal yang kayak gitu
14:48kan lu bingung ya. Ya, ah gue harus kemana nih?
14:50Learning stepnya
14:52lumayan. Learning curve-nya.
14:54Learning curve-nya.
14:56Learning curve-nya, iya. Banyak-banyak hal-hal kayak gitu.
14:58Dan itu cuma satu topic.
15:00Let's say ada tiga topic lagi lah.
15:02Kurang lebih yang mirip-mirip kayak gitu.
15:04Tapi menurut gue itu balik lagi
15:06ke nature-nya Flutter karena ya
15:08emang belum mature, kan emang
15:10masih mencari jati diri.
15:12Gue mau ke arah mana nih?
15:14Kayak gitu sih, yang
15:16kurang oke di sana.
15:18Ini ada tambahan nih.
15:20Ini open source nggak sih?
15:22Open source? Open source.
15:24Cuma apa? Semuanya sama
15:26Google. Yes.
15:28Iya, di inisiasi oleh Google.
15:30Ini dari atas
15:32belum ada data model kayak Kotlin
15:34buat model. Exactly.
15:36Kalau di Kotlin ya Android Native tuh
15:38lu udah jelas, lu udah
15:40dikasih jalan nih, jalan sini-sini-sini.
15:42Udah tinggal pake gitu ya.
15:44Dikir harus milih mana gitu ya.
15:46Betul, betul. Mungkin kalau udah yang
15:48agak senior sih udah mulai paham ya.
15:50Udah pernah megang production, oh kayaknya ini
15:52bakal jadi problem kalau kita lanjutin.
15:54Jadi harus jalan-jalan ini. Cuma kan kalau junior
15:56agak kasihan juga ya, dari awal
15:58udah langsung harus.
16:00Yes.
16:02Oke.
16:04Mungkin sebenarnya itu ya, mirip kayak
16:06equivalent-nya tuh kalau orang
16:08belajar web, tapi misalnya
16:10langsung react. Padahal react itu kan
16:12UI library aja kan.
16:14Hal-hal kayak state management segala macem
16:16kan, ya either kita bisa
16:18bebas gitu ya.
16:20Atau pake, atau bahkan pake
16:22hooks. Konteks.
16:24Hooks dan lain-lain. Yes.
16:26Kadang itu sih.
16:28Kita udah punya pengalaman dan kita udah bikin
16:30project sampe selesai, udah pernah
16:32bentuk sangat sini, tau ternyata punya apa
16:34bisa mutusin. Tapi kalau misalnya baru
16:36banget dan cuma ngikutin tutorial
16:38sangat sini, ya pasti bingung
16:40di awal. Iya. Belum dapet
16:42instinctnya gitu kan, belum dapet.
16:44Kalau nggak ada pattern yang
16:46blessed atau offici yang
16:48Yes.
16:50Oke.
16:52Nah, sekarang kita belok sedikit nih
16:54topiknya. Kan
16:56kemarin-kemarin kita sempet ngobrol ya
16:58di group juga, dilihat di twitter juga
17:00Angga nih baru ngisi salah satu conference
17:02namanya FlutterConf ya.
17:04Di kota mana nih?
17:06Di Berlin.
17:08Berlin, Jerman ya.
17:10Dan
17:12kabarnya
17:14baru
17:16pengalamannya luar biasa di sana.
17:18Luar biasa sekali. Mungkin boleh cerita
17:20dong bahas tentang apa
17:22kota what berarti ya.
17:24Terus gimana selama di sana?
17:26Jadi FlutterCon
17:28ini adalah part of DroidCon.
17:30Pretty much DroidCon sebenernya sih. Tapi untuk
17:32Flutter. DroidCon kan udah sangat terkenal ya.
17:34Mungkin dari DroidCon dulu. Ini nggak musuhan ya malah.
17:36Android sama Flutter. Iya, nggak musuhan sama sekali.
17:38Even ruangan gue
17:40sama ruangan Android Native
17:42sebelahan. Gue ngobrol sama
17:44orang Android Native.
17:46Jadi kayak co-creation gitu.
17:48Ngarang kolaborasi.
17:50Jadi awalnya ini
17:52gue tuh kayak tau
17:54mungkin di bulan Marat,
17:56April gitu kali ya. Kalo oh mau ada
17:58FlutterCon nih di Berlin.
18:00Yang mana dulu
18:02kalau gue lagi di Asia, lagi di Indo.
18:04Itu kan kayaknya agak susah lah ya
18:06kalau mau ke Berlin. Kenapa?
18:08Karena, kalo dari
18:10apa namanya
18:12travel itu kan sangat
18:14panjang lah ya. Abang itu gue kayak ke Belanda
18:1617 jam gitu dari Jakarta.
18:18Sangat-sangat ya long flight lah.
18:20Terus dari segi uang juga.
18:22Biasanya kan nggak murah.
18:24Mungkin PP
18:26Berlin, Jakarta
18:28sekitar 800-900
18:30euro gitu.
18:3212 juta, 13 juta lah yang ekonomi gitu.
18:36Puluhan juta lah ya.
18:38Iya, puluhan juta.
18:40Ekonomi pun mungkin bisa kayak lu transit
18:42total 40 jam gitu.
18:44Belum urusan visa sengennya.
18:46Belum urusan visa sengennya.
18:48Jadi ada lumayan banyak hal-hal
18:50yang dulu nggak bisa gue lakuin.
18:52Ketika gue lagi di Indo
18:54sementara
18:56kalo di Flutter nih ya.
18:58Nggak tau kalo di framework lain atau di software lain.
19:00Itu kita bisa bilang
19:02epicentrumnya of the development itself.
19:04Itu banyak banget di EU.
19:06Maksudnya apa?
19:08Epicentrum of the development gitu ya.
19:10Contohnya di Flutter itu banyak
19:12library-library
19:14yang cukup lucu ya.
19:16Mungkin kalo
19:18ngomong web,
19:20let's talk about Redux.
19:22Dan Abrahmokh is a European, right?
19:24The London, right?
19:26Same goes with Flutter.
19:28Banyak orang di Flutter
19:30yang co-create and you know
19:32create new things
19:34yang sangat crucial buat Flutter gitu ya.
19:36Buat orang di seluruh dunia itu
19:38stay-nya di Europe.
19:40Jadi Flutter ini epicentrumnya bener-bener
19:42banyak banget di Europe.
19:44Countries like Poland, let's say.
19:46Terus Jerman,
19:48Belanda, Inggris.
19:50Itu banyak banget orang-orang yang
19:52kalo kita bahasanya dewa mungkin ya.
19:54Mungkin bukan dewa lagi, udah paling atas gitu lah ya.
19:56Udah mengertinya
19:58tuh udah level-level paling deep.
20:00Bisa bikin Flutter sendiri, gitu ya.
20:02Dibandingin sama kita yang
20:04kayak apa namanya ya
20:06insyaAllah hamil.
20:08Makanya disitu gue langsung apply
20:12si Flutter.
20:14Dan Alhamdulillahnya dapet.
20:16Ngomongin soal protobuf.
20:18Tapi sebenernya tujuan utama gue bukan
20:20dalam speaking-nya sih.
20:22Even gue gak dapet opportunity
20:24buat speaking pun, karena gue udah disini.
20:26Berlin kan... - Mau datang jadi peserta.
20:28Pasti mau datang.
20:30Karena disini cuma 1 jam perjalanan
20:32istilahnya kayak tetangga lah.
20:34Cuma ke Berlin dimana dulu.
20:36Naik kereta.
20:38Kalo gue kemarin naik pesawat sih.
20:40Bisa naik kereta juga tapi.
20:42Jakarta Jogja ya?
20:44Jakarta Jogja ini.
20:46Kayaknya istilahnya gini lah.
20:48Kalo tiba-tiba Dan Abramov ke Jogja,
20:50gak mungkin kan lo gak datang.
20:52Pasti gimana caranya lo usahain.
20:54Lo datang gitu.
20:56Disitu gue ngeliat banyak banget orang
20:58yang gue bisa belajar,
21:00gue bisa kenalan,
21:02gue bisa banyak sharing-sharing.
21:04Yang mana sebelumnya tuh
21:06to be honest, it kind of feels
21:08surreal gitu. Kayak ngomong sama
21:10Pak Jokowi mungkin ya.
21:12Lo gue cuma ngeliat
21:14di YouTube gitu kan. Terus cuma
21:16pake package-nya, pake libraries-nya.
21:18Tapi sekarang gue ngobrol sama orang gue.
21:20Gue bisa tanya-tanya, "Lo gimana apa
21:22bisa come up with this idea?"
21:24Terus apa challenge-nya?
21:26Gitu sih.
21:28Kalo kita kayak ngomong sama Dan Abramov,
21:30atau Ken Sidot, tiba-tiba datang Jakarta,
21:32pasti dateng gue.
21:34Pasti dateng.
21:36Lo bila-bilain pas gimana pun calanya kan.
21:38Pasti.
21:40Itu jadi ceritanya.
21:42Pengalaman conference,
21:44pernah ngalamin di Indonesia gak?
21:48Pernah.
21:50Dulu gue kayaknya
21:52dulu pernah ada software
21:54arsitektur softing conference
21:56di Kuningan.
21:58Di Kuningan.
22:00Terus gue pernah satu lagi tuh
22:02gue gak lupa. Pokoknya pernah deh.
22:04Kayak ke some kind of
22:06mobile conference di
22:08Jakarta waktu itu.
22:10Nah yang lumayan
22:12beda. Menurut gue sangat beda
22:14mungkin ya. Dan mulai oke.
22:16Gue liat di software
22:18arsitektur conf. Disini itu
22:20people treat
22:22conference. Kalo kita kan
22:24di Indo banyak treat conference as
22:26like a means of sharing.
22:28Ya udah. Emang gue pengen
22:30give back to the community. Pengen
22:32meeting people gitu kan. Pengen banyak sharing.
22:34Kalo disini, gue ngeliat
22:36dari POV-nya si
22:38organizer,
22:40itu mereka lumayan
22:42ada juga yang treat this
22:44as some kind of business.
22:46Like a good business.
22:48Yang mungkin kita
22:50fresh impressionnya bisa ngeliat bahwa
22:52wah kayaknya conference ini
22:54gak boleh jadi means of business
22:56yang kayak nyari duit.
22:58Nanti lu end up ya udah.
23:00Just making money. Not actually like losing the real value.
23:02Cuma yang gue liat
23:04from this
23:06POV gitu ya. Dari
23:08gue liat loh. Karena si
23:10FlutterCon dan DriveCon ini tiketnya lumayan
23:12mahal. Kayaknya 500 euro gitu.
23:147,5 juta gitu.
23:16Itu buat orang Europe pun mahal.
23:18Lumayan 500 euro.
23:20Tapi tetap banyak yang gak.
23:22Nah.
23:24Dari segi ini,
23:26gue ngeliat perbedaannya dalam satu.
23:28Quality of the conference itself.
23:30Kayak venue-nya.
23:32Itu sangat-sangat bagus.
23:34Sangat-sangat teratur. Sangat-sangat proper gitu.
23:36Terus yang kedua, dari segi
23:40quality of the
23:42like the talk itself.
23:44Bukan dari, belum dari topiknya.
23:46Tapi lebih dari, setiap POV itu bener-bener direkam
23:48sama dia. Karena ngerekam itu kan
23:50butuh effort ya. Butuh capital.
23:52Butuh money lah.
23:54Buat bisa actually lu ngerekam dengan
23:56really good quality and everything.
23:58Itu mereka ngelakuin per semua sesi.
24:00Jadi really professional. I think bahkan
24:02kayaknya volunteer-nya mereka itu
24:04cuma jadi timekeeper doang. Jadi sisanya
24:06tuh gak ada volunteer. Let's say buat ticketing.
24:08Segala macem. Semuanya mereka pake
24:10professional.
24:12Bener-bener professional banget.
24:14Itu dari...
24:16Mirip itu. City JS ya.
24:18Kalau City JS itu kan bener-bener
24:20conference yang professional dan bener-bener
24:22business sebenarnya. Betul.
24:24Itu di Singapura kayaknya ya?
24:26Di mana-mana. London ada Singapura.
24:28City JS itu kayak
24:30nama, tapi kita bisa
24:32pake dan beneran jadi business.
24:34Kayak sistem
24:36royalty atau gimana.
24:38Sama. Droidcon juga gitu.
24:40Setau gue Droidcon pernah ada di Asia.
24:42Tidak kenapa gak salah ya?
24:44Dan kemarin di Singapura itu
24:46branding-nya namanya juga
24:48dari Droidcon ini yang original.
24:50Nah yang original ini di EU.
24:52Lanjut. Dari yang ketiga,
24:54quality of the talks itself.
24:56Jadi quality of the talks itu bener-bener
24:58karena ketika
25:00let's say lu ada conference yang harganya
25:02500 euro, lu pasti
25:04walaupun secara gak sengaja ya, pasti
25:06punya perception of what?
25:08Ini prestis sekali.
25:10Conference ini bukan main-main. Ticketnya aja
25:12segini mahal gitu kan.
25:14Gak sembarang orang lah bisa
25:16tiba-tiba dateng gitu kan.
25:18Compared to
25:20regular talks lah yang mungkin
25:22biasanya regular talks kan gratis apa segala macem.
25:24Nah terus
25:26yang keempat itu
25:28quality of the attendance juga
25:30sangat-sangat
25:32reflected lah.
25:34Dari harga tiketnya menurut gue
25:36akan sangat berbeda.
25:38Jadi kalau ada orang yang mungkin gak ngerasa
25:40terlalu banyak apa ya
25:42bakal ngasih value
25:44conference ini. Buat apa
25:46gue buang-buang 500 euro gue?
25:48Buat kesini terus belum flight,
25:50belum hotel segala macem kan
25:52terlalu banyak yang dikondisikan.
25:54Jadi hal-hal kayak gitu sih
25:56yang menurut gue
25:58sangat-sangat bagus.
26:00Dan punya
26:02makna tersendiri lah
26:04kalau dibandingin sama
26:06conference lain yang gue hadirin.
26:08Eh cuma ini insight menarik
26:10banget sih soalnya, belum lama ini
26:12kebetulan gue juga liat ada yang namanya
26:14Frontier Scone.
26:16Itu di Eropa juga
26:18kalau gak salah di Amsterdam.
26:20Di Utrecht nih, di Utrecht.
26:22Wow! 500 euro juga.
26:24Dan gue inget
26:26itu nempel aja sih
26:28ke otak. Wow!
26:30500 euros? Serius?
26:32Serius banget nih.
26:34Dan padahal ini untuk
26:36front-end web, jadi itu niche
26:38spesifik. Niche-niche banget gitu ya.
26:40Bukan cuma web secara
26:42keseluruhan tapi front-end web yang mana
26:44mungkin ya kalau
26:46di kita atau secara umum front-end web
26:48itu kan masih suka hal yang suka
26:50dianggap ya
26:52Sebelah mata. Dipandang sebelah mata.
26:54Ui. Ya aplikasi
26:56apapun kan UI ya
26:58yang dipakai langsung oleh user
27:00UI. Cuma maksudnya itu kan
27:02mungkin gak
27:04wow. Disini
27:06hype-nya gak terlalu wow. Cuma di sana
27:08maksudnya mereka bisa ada
27:10konferensi yang
27:12khusus front-end web, harga tiketnya
27:14segitu. Dan kayaknya sih kalau
27:16dilihat dari kursus potenya
27:18foto-foto edisi lalu ya kayaknya
27:20sold out-sold out aja. Kok bisa
27:22itu gimana? Nah jawabannya ya
27:24itu tadi terjawab secara gak langsung.
27:26Actually
27:28venue-nya, Frontiers Con
27:30fighting it's only like 5 minutes
27:32from my place. Like biking.
27:34Iya iya iya iya.
27:36Bahkan gue bisa ngeliat gedungnya dari sini
27:38deket banget.
27:40Oke. Wah seru ya.
27:42Itu makanya sih kayak
27:44opportunity sorry
27:46opportunity kayak gini yang apa ya
27:48menurut gue priceless sih
27:50about actually living in Europe
27:52bukan okay. I mean
27:54like traveling around Europe
27:56is okay and everything.
27:58Tapi kayak kalau buat gue pribadi ya karena gue programmer
28:00dan ya seneng juga gitu ya ngobrol
28:02sama orang, ngobrol sama community.
28:04To be able to actually
28:06go in person
28:08to conference yang sebelumnya gue
28:10I can only dream about gitu ya.
28:12Terus sekarang gue bisa kesana naik sepeda
28:14let's say atau cuma naik kereta
28:16atau cuma naik pesawat satu jam.
28:18Itu kayak ya
28:20really really priceless ya.
28:22Kita bisa minta ke
28:24pasa jual mas danang-mas danang
28:26kirim kita.
28:28Ya.
28:30Ya. Semoga di Indonesia
28:34akan apa?
28:36Yang berkembang.
28:38Itu sih gue berharap.
28:40Kita belajar pelan-pelan ya
28:42ke arah situ lah. Ini kan jelas dari
28:44kalau ngomong conference kan
28:46maksudnya tiket semahal ini
28:48ya realistically
28:50gak kebanyakan orang yang dari kantong sendiri.
28:52Rata-rata disponsorin perusahaannya.
28:54Karena kan itu dianggap
28:56investasi yang worth it.
28:58Biar developer perusahaan
29:00nge-sponsorin developer mereka
29:02pergi biar
29:04apa? Lama jago ketemu
29:06orang lain, ngobrol sama
29:08developer lain. Lama jago
29:10menambah value buat si
29:12perusahaan mereka.
29:14Ya udah kita kan, kita di Indonesia
29:16harusnya berusaha mereplikate
29:18itulah. Namun dari pandangan
29:20saya sedikit berbeda ya.
29:22Karena secara ekosistemnya sendiri
29:24kalau misalnya conference yang
29:26pertama jika conference berbayar
29:28dan
29:30tentunya
29:32kalau misalnya topiknya advance. Karena disana
29:34kan ekosistemnya yang datang kan
29:36pertama yang bikin flutternya sendiri
29:38apa yang bikin framework apanya sendiri.
29:40Kayak sudah
29:42super hardcore advance-nya. Jadi kalau misalnya
29:44datang sini
29:46misalnya kalau kita
29:48membutuhkan ekosistemnya. Jadi dari
29:50audiensnya, speaker-nya
29:52itu untuk membahas the next
29:54future of something.
29:56The next future of
29:58flutter itu mukarah mana.
30:00Sedangkan kalau misalnya
30:02kita disini kan one step
30:04behind. Jadi apa yang sudah dibuat
30:06disana, di sharing disini untuk
30:08mempelajari apa yang sudah
30:10stable kan.
30:12Sehingga murni
30:14sharing apa yang terjadi gitu.
30:16Bukan ikut
30:18istilah. -Kontribute.
30:20-Kontribute. Nah, ekosistem yang sempat itu
30:22belum matang
30:24kalau saya lihat di Indonesia.
30:26Belum banyak. - Yang gue bingung
30:28like almost probably like 90%
30:32of the Indonesian programmers
30:34that I know actually is really good
30:36at programming. Like really, really good.
30:38Karena gue kan kerja sekarang juga
30:40banyak sama orang dari berbagai negara
30:42gitu ya. Like
30:44Indonesia, one of the
30:46most best producer of programmer
30:48I think, Poland ya.
30:50But when I work with
30:52them and I worked with
30:54Indonesian people,
30:56I think we are not that far apart.
30:58So what I'm a little bit
31:00confused about is, these people
31:02that I think are very smart,
31:04they
31:06must also
31:08have needs.
31:10They have the same needs as us.
31:12I think they want to try to join
31:14the community of people like that.
31:16They want to try to
31:18create something, contribute to something.
31:20Nah, these people
31:22I'm a little bit
31:24confused if people like this
31:26are a little bit in Indonesia.
31:28There are a lot.
31:30I'm sure there are a lot of juniors too.
31:32Especially now, especially
31:34in Flutter, I think
31:36Flutter's telegram is now
31:38maybe 35,000 already. There are a lot.
31:40There are a lot
31:42that are joining.
31:44Mostly juniors, of course, new people in Flutter.
31:46But there are a lot of seniors too.
31:48So what I'm curious about is,
31:50these people
31:52mostly,
31:54at least from what I know,
31:56at the end, join a conference
31:58that is in Europe.
32:00Or in the US.
32:02I mean, request for a budget from us.
32:04Because the center is there.
32:06The epicenter is there.
32:08Which, even though it can actually be done,
32:10I don't know, let's say we can invite
32:12five, six, seven
32:14people from Europe
32:16with a budget
32:18that is still manageable.
32:20If the ticket is paid well.
32:22Then the rest are our people.
32:24So a discussion that is closer to us,
32:26that is more related to
32:28Indonesian people in Indonesia.
32:30That's it.
32:32It's still a question
32:34in our mind.
32:36Untuk FlutterCon sendiri,
32:38itu topiknya
32:40intermediate ke advance
32:42atau all level?
32:44Ya,
32:46sebenarnya all level sih.
32:48Jadi kalau topik gue, kebetulan
32:50intermediate.
32:52Tapi pun, karena dia juga
32:54ngadain konferensi bareng sama
32:56DroidCon ya, jadi ada beberapa
32:58orang DroidCon yang hop in juga
33:00ke SESID Flutter.
33:02Nah, kalau mereka tiba-tiba dikasih topik advance,
33:04gue gak yakin juga mereka bakal paham.
33:06Bukan karena mereka masih junior,
33:08karena mereka gak tahu Flutter.
33:10Jadi masih bingung Flutter itu apa.
33:12Mereka ekspert di dindingnya,
33:14di Android, cuma pure beginner.
33:16Pure beginner di Flutter.
33:18Jadi kalau ngomong apakah
33:20di sini full, benar-benar intermediate
33:22sama advance, gak juga.
33:24Banyak. Bahkan banyak juga orang
33:26kayak, apa namanya,
33:28let's say,
33:30di Flutter itu ada
33:32satu library yang terkenal banget.
33:34Dia semua Flutter dev pasti tahu.
33:36Provider namanya, intinya kayak buat
33:38mpvm gitu lah.
33:40Tapi dia wrapper, pakai si provider itu.
33:42Nah, ini terkenal banget
33:44dan kreator provider-nya kemarin dateng.
33:46Dan top di FlutterCon itu.
33:48Nah, yang dia bahas,
33:50itu lebih ke kayak
33:52gimana cara pakai salah satu package
33:54yang dia bikin.
33:56As simple as that. I think,
33:58I mean, kalau ngomong.
34:00Karena dia bikin.
34:02Apa namanya, maksud gue,
34:04lu gak harus bawa
34:06topic yang sangat advance.
34:08How to create Flutter.
34:10How to dig deep into Flutter.
34:12Banyak juga temen-temen gue,
34:14orang sekitar EU yang bahasnya
34:16let's say, cara integrate
34:18Flutter ke Firebase.
34:20Let's say. As simple as that.
34:22Yang mungkin kalau lo baca-baca docs itu ada, di docs-nya.
34:24Cuma, they made it interesting.
34:26And the point is not
34:28100% about talking.
34:30Kayak lo seminar di depan.
34:32Tapi more about,
34:34ya udah, lo bisa
34:36ngobrol. Bisa
34:38create bareng sama temen-temen lain.
34:40Kenalan. Networking
34:42indeed. Terus, let's say,
34:44nanti disini ada Google I/O Extended bisa kenalan.
34:46"Eh, gue ke Google I/O Extended lo doang."
34:48Which we already do everything
34:50in Southeast Asia, right?
34:52Udah kita lakuin hal kayak gitu.
34:54Jadi sebenarnya banyak yang mirip juga.
34:56Berarti ini
34:58satu track ya?
35:00Iya, satu track.
35:02Kan ada juga conference yang
35:04multi-track kan. Jadi kalau misalkan
35:06oh, yang beginner gini, gitu.
35:08Ah, enggak, enggak, enggak.
35:10Ini satu track, lo bisa hop in
35:12kemana pun.
35:14Gak barengan, ya?
35:18Berarti pede jam.
35:20Gak barengan, barengan.
35:22Barengan, paralel. Jadi Flutter fun
35:24aja itu. Speakers-nya total ada
35:2690 plus, hampir 100.
35:28Banyak banget kan, banyak banget.
35:30Hampir 100. Jadi 3 hari
35:32itu full dari pagi jam 10
35:34sampai jam 5 sore.
35:36Ya udah. Ya 40 menit, 20
35:38menit, 40 menit, 20 menit.
35:40Kuat asem.
35:42Worth it juga sih mungkin buat perspektif.
35:44Iya, karena 3 hari.
35:46Kalau pembayar ya.
35:48500 euro.
35:50Orangnya juga ya superstar semua.
35:52Misalnya. Yes, yes, indeed.
35:54Attendance-nya juga semua orang yang liat ya
35:56udah lah kayaknya kalau disana perusahaan.
35:58Plus bisa jadi konten juga kan.
36:00Bisa jadi konten indeed.
36:02Bisa jadi konten. Jadi
36:04luar biasa sih.
36:06Oke.
36:08Tidak bisa berkata ke atas, saya.
36:12Pengen banget.
36:14Tapi pernah ada nggak yang ikut kayak
36:16kalau di Figma kemarin kan ada config
36:18ada beberapa orang Indo kayaknya yang gue lihat
36:20yang datang ke Figma. Oh iya, ada.
36:22Ada yang pernah nggak kalian? Yang ternyata diberi 3.
36:24Ke mana gitu. Ivan paling.
36:26WordCamp.
36:28WordCamp Asia.
36:30WordCamp Asia.
36:32WordCamp Singapore.
36:34WordCamp Japan.
36:36WordCamp dimana-mana banyak.
36:38Itu makanya yang
36:40gue agak mikir juga kapan kita bisa
36:42jadi salah satu player gitu.
36:44Bukan jadi, kalau sekarang kan jujur
36:46walaupun gue jujur, sangat bangga lah ya.
36:48Bisa dibilang, kayak bisa
36:50datang, datang aja nih bukan speaking
36:52di FlutterCon, DroidCon itu
36:54itu berhasilnya.
36:56Iya, udah senang banget.
36:58Bisa jadi kontributor.
37:00Next step-nya dari kita
37:02perlu kita bangun-bangun bibit di Indonesia
37:04itu bisa jadi kontributor.
37:06Itu, betul.
37:08Bukan konsumen tapi produser ya.
37:10Nah itu. Bahkan kemarin pas talk
37:12gue tuh, gue sempat kayak mention gitu ya.
37:14Gue dari Indonesia. Karena nggak ada orang Indonesia lagi kayaknya.
37:16Di konferensi tuh, selain gue.
37:18Nggak ada yang kenal Indonesia ya?
37:20Nggak ada. Nggak ada yang kenal Indonesia.
37:22Gue kayak, anybody of you
37:24already heard of Indonesia
37:26terus tanya yang pernah apa nggak
37:28ya ada 20 orang, mungkin ada 1
37:30atau 2. Jadi kayak kita
37:32apa ya,
37:34nggak dikenal padahal
37:36gue yakin potensi kita tuh sangat-sangat
37:38besar. Dan yang bikin gue makin
37:40bertanya-tanya adalah, developer
37:42yang gue pernah bekerja
37:44itu ya pinter-pinter banget.
37:46Jadi kayak apa yang harus
37:48diperbuat biar kita bisa kayak mereka.
37:50Ini source-nya dari Mas Danang
37:52katanya pengguna Flutter di Indonesia tuh banyak lho.
37:54Developer Flutter di Indonesia
37:56di Indonesia tuh banyak.
37:58Banyak sekali.
38:00Tadi ada pertanyaan yang tertinggal.
38:02Kan Angga sekarang kerjanya di bank.
38:04Apakah banknya pakai Flutter?
38:06App yang lagi gue buat. Sekarang gue lagi
38:10migrasi. App pakai Flutter.
38:12Tadinya pakai native.
38:14Jadi ya kita gunakan Flutter.
38:16Bahkan satu branch kita di Polandia
38:18itu udah pakai Flutter. Dari setahun yang lalu.
38:20Jadi kita gunakan Flutter.
38:22Sebenernya Flutter
38:24di Belanda, gue akan
38:26ikut ini juga ya, Flutter Enel
38:28community-nya disini. Join
38:30tiap sebulan sekali.
38:32Biasanya tempatnya
38:34mungkin sekitar 50-100 orang
38:36itu selalu ditangguhkan.
38:38Di apa namanya tempatnya
38:40gitu ya, RSVP-nya
38:42di meetup.com selalu saltak.
38:44Jadi orangnya banyak banget.
38:46Iya denger-denger Flutter itu banyak
38:48dipakai di perbankan.
38:50Mungkin kalau banyak banget relatif kali ya mas.
38:54Tapi kalau ada atau enggak
38:56at least gue sekarang udah tahu ada
38:583-4 bank gitu. Bahkan ada satu
39:00di Indonesia pakai Flutter.
39:02Bank digital?
39:04Bank digital.
39:08Terus kayak dulu gue
39:10pernah juga interview sama
39:12I think it was
39:14not sure if, kalau gue boleh
39:16ngomong ya. Kayak salah satu
39:18kolam alat lah. Di Indonesia
39:20itu bukan Kompas Gremedia.
39:22Ada kolam alat lain. Itu pakai Flutter juga.
39:24Jadi kayak
39:26big players in Indonesia actually
39:28using Flutter. Karena it works.
39:30In terms of money, developer experience.
39:32Menarik ya
39:36insightnya. Karena
39:38di Indonesia kayak gaung
39:40nya itu tidak terlalu terdengar
39:42kan.
39:44Tapi sebetulnya banyak-banyak.
39:46Ternyata banyak gitu.
39:48Pemain-pemain besar juga ternyata.
39:50Yes. Yes.
39:52Itu sih menarik banget.
39:54Actually Flutter got me
39:56here in Europe. Kayaknya kalau bukan karena Flutter
39:58mungkin gue nggak sampai sini sih. Nggak bisa
40:00dapet job offer, relocation dan sebagainya.
40:02Aku ada komentar
40:04tertarik untuk belajarkan.
40:06Abis denger ini kalau ini temen-temen yang
40:08denger ini jadi pengen belajar Flutter tuh.
40:10Iya. Kira-kira temen-temen
40:12yang tertarik belajar Flutter itu mulainya
40:14dari mana? Yes.
40:16Oke. Kalau di
40:18saran gue sih. Karena
40:20orang Indo
40:22itu mostly
40:24belajar. Oh ya. Abis ini
40:26gue ada satu terik menarik tentang orang
40:28Jepang dan Korea. Which I will
40:30discuss after this. Jadi
40:32orang Indo itu lumayan
40:34seringnya
40:36cari resource yang bahasa
40:38Indonesia somehow. Mungkin karena kita agak takut
40:40gitu ya sama bahasa Indonesia.
40:42Masih banyak lah dari kita yang belum
40:44terbiasa baca.
40:46So,
40:48coba cari di YouTube. Ada
40:50yang gue tahu ada 2.
40:523. At least.
40:54Yang Indonesia. Yang satu
40:56Eriko. Eriko.
40:58Pak Eriko Darmawan bisa cari di YouTube.
41:00Terus yang kedua ada Kuldi
41:02project. Kuldi double E
41:04Kuldi E gitu ya. Project.
41:06Satu lagi Code with Bahri. Nah gue kenal
41:08sama 2 ini. Pak Eriko
41:10sama Pak Bahri.
41:12Jadi
41:14bisa dibulai dari 3 itu karena mereka
41:16sangat-sangat rutin bikin
41:18itu
41:20Flutter gitu ya. Mungkin kayak
41:22setinggu sekali atau dua kali upload.
41:24Jadi lumayan.
41:26By the way tadi gue mau bahas
41:28ini nih kalau boleh. Yang
41:30soal Jepang tadi ya sama Korea.
41:32Jadi gue kemarin ketemu orang
41:34Jepang satu. Orang dari Tokyo.
41:36And I think he's the only Japanese
41:38in the whole conference. Dia doang satu.
41:40Dia datang dari Jepang. Dia
41:42volunteer disana.
41:46Jadi TMT per gitu ya.
41:48Actually kalau lu jadi volunteer disana tuh lu bisa jadi
41:50apa namanya? Bisa dapet
41:52tiket gratis. Jadi lu gak perlu bayar.
41:56Lu bisa ikut conference-nya.
41:58Terus yang gue jadi pertanyaan adalah karena
42:00gue selama ini gaul
42:02gitu ya di komunitas Asia.
42:04Google at least atau Flutter Asia
42:06gitu ya. Gue agak susah
42:08menemukan orang di 2 negara
42:10itu antara Korea
42:12sama Jepang. Terus gue tanya sama dia.
42:14Gue jujur karena lu dari
42:16Jepang gitu gue agak penasaran nih. Dia dari
42:18Tokyo. Kenapa sih
42:20orang Jepang?
42:22Specifically itu agak jarang ditemuin
42:24ketika. Soalnya kalau kita-kita kan
42:26let's say Southeast Asia atau Asia.
42:28Gue sering ngobrol sama orang India.
42:30Pakistan gitu kan.
42:32Atau misalnya sama orang
42:34ya Southeast Asia lain.
42:36Filipina.
42:38Vietnam gitu kan.
42:40Itu lumayan sering lah.
42:42Komunikasi, ngobrol.
42:44Nah ternyata
42:46satu hal yang juga jadi
42:48blocker bagi mereka adalah
42:50bahasa. Jadi mereka
42:52sangat-sangat takut untuk berbahasa
42:54Inggris. Itu datang dari orang Jepangnya
42:56sendiri ya. Ini ya. Si Opini ini.
42:58Makanya mereka sama mungkin
43:00makanya tadi 11-12 sama kita
43:02agak susah nyari tutorial.
43:04Karena mereka susah nyari tutorial yang
43:06bahasa Jepang.
43:08Makanya itu pula yang jadi alasan
43:10kenapa mungkin kalau di ekosistem
43:12internasional gitu ya. Kalau kalian udah mulai
43:14ikut konfon orang Jepang sama Korea tuh
43:16gak begitu banyak. Karena mereka gaulnya ya sama
43:18mereka sendiri. Jadi setel mereka sendiri.
43:20For this purpose
43:22of language I think.
43:24Karena bahasanya mereka ya prefer
43:26misalnya nih, gue mau speaking di Jepang
43:28atau talk di Korea, di Seoul
43:30ya gue harus pake bahasa Korea
43:32atau pake bahasa Jepang.
43:34Which is ya berapa orang sih yang berani
43:36speaking talk gitu ya.
43:38Seminar pake bahasa Jepang.
43:40Ya things like this yang menurut gue
43:42agak sayang sih sebenernya.
43:44Jadi kalau temen-temen mungkin yang
43:46dengerin juga ada barrier
43:48gue takut karena bahasa Inggris
43:50sebisa mungkin sih harus
43:54try to overcome that barrier.
43:56Walaupun ada susah di awal, tapi
43:58harus bisa sih.
44:00Nice, nice.
44:04Flutter ini hampir sama
44:06kayak apa ya? Bahasa-bahasa yang
44:08niche. Yang
44:10bahasanya dark kan ya?
44:12Ya dark.
44:14Meskipun tidak banyak.
44:16Tapi
44:18talentnya sendiri gimana?
44:20Terbatas
44:22juga kah? Atau kalau di
44:24Eropa emang banyak?
44:26Jadi Flutter ini
44:28sebenernya kalau di
44:30Eropa lumayan banyak.
44:32Terutama sekarang berarti udah masuk
44:34tahun kelima, dari 2018 sampai sekarang
44:36dari 2023, Desember nanti ulang tahun
44:38Flutter ini. Itu
44:40sebenernya kalau
44:42kita ngomongin Indo ya
44:44itu udah banyak. Cuma yang jadi
44:46permasalahan adalah nyari yang punya pengalaman.
44:48Let's say build Flutter
44:50app from ground zero gitu ya.
44:52Itu masih agak susah
44:54kalau boleh jujur.
44:56Talentnya mungkin sedikit sekali.
44:58Dan rata-rata ya udah jadi senior.
45:00Karena baru, indie.
45:02Karena baru, for that exact
45:04reason. Jadi orang-orang itu
45:06banyak yang nyari
45:08senior Flutter deh, wujud-wujudnya
45:10orang itu lagi, orang itu lagi.
45:12Seandainya kalau
45:14pindah gitu dari kayak dia dulunya
45:16native atau Kotlin,
45:18pindah ke Flutter itu
45:20butuh belajar ulang atau
45:22ada seamless migration gitu.
45:24Ya, kalau menurut gue sih
45:26atau dev experience-nya
45:28beda-beda total gitu.
45:30Sebenernya kalau dev experience itu beda total.
45:32Jadi
45:34Flutter ini sangat mirip sama Jetpack
45:36Compose. Yang mana di native itu sangat
45:38baru. Bahkan kayaknya belum
45:40kita mungkin ya kalau gue nggak salah.
45:42Atau di Apple itu Swift UI.
45:44Jadi masih sangat-sangat baru.
45:46Kalau per experience itu sangat beda. Cuma
45:48sebenernya
45:50under the hood Flutter itu run
45:52berjalannya ya di Android sama
45:54iOS. Yang mana ya mereka udah pasti
45:56udah pahas. Jadi menurut
45:58gue, let's say ada
46:00yang dengerin lagi hiring
46:02Flutter dev gitu ya. Tapi nyarinya senior
46:04mungkin bisa juga di
46:06consider yang
46:08tadi. Either punya
46:10pengalaman di Android
46:12atau iOS native. Karena mereka udah
46:14punya base-nya. Istilahnya udah dapet sense-nya
46:16lah. Mobile. Apa gila nih gimana sih
46:18flow of data-nya kira-kira seperti apa itu
46:20kurang lebih ya paradibutannya
46:22masih mirip-mirip. Walaupun dev experience-nya
46:24berbeda total.
46:26Yang penting harus ngerti
46:28lifecycle berarti ya.
46:30Itu penting ya.
46:32Sama aja mungkin kayak gini kali ya. Kalau gue
46:34ibaratin web. Kayak gue ngerti
46:36react. Tapi gue nggak ngerti view.
46:38Moding-nya beda apa nggak? Beda.
46:40Tapi bisa atau nggak? Bisa pasti.
46:42Karena gue udah ngerti oh web caranya seperti ini.
46:44Organizing files let's say
46:46flow of
46:48data itu kurang lebih udah
46:50paham lah caranya.
46:52Karena kan framework pasti ada terus ya.
46:54Kita nggak tau 5 tahun lagi Flutter masih ada atau nggak.
46:56Bisa jadi. Sekarang Svelte yang
46:58baru kan. Kalo di
47:00web kita gedih mati aja
47:02ada satu framework. Indie.
47:04Kayak gitu.
47:06Makanya ya gitu sih.
47:08Nah.
47:10Tadi kan kita udah sempet bahas
47:12tentang getting started. Gimana mau
47:14mulai belajar Flutter. Kalo kan ini
47:16masih langka nih. Yang
47:18dari junior mungkin temen-temen yang udah
47:20belajar Flutter tapi mentok nih.
47:22Gimana cara mau naik levelnya gitu?
47:24Selain soft skill ya. Ini kita ngomongin
47:26hard skill gitu. Apa yang harus mereka
47:28kerjakan? Ya jadi
47:30kalau pengalaman gue
47:32jadi sih yang paling mudah
47:34ngekit istilahnya.
47:36Gimana biar bisa dapet banyak.
47:38Dia bisa jadi jago lah istilahnya. Bisa jadi
47:40tau. Oh caranya nih seperti ini. Bisa di luar
47:42kepala. Itu you have to try to get
47:44jobs with Flutter. Karena
47:46kalo lu kerja
47:48bikin app gitu ya.
47:50Tiap minggu bikin fitur baru. Tiap bulan
47:52bikin fitur baru di Flutter.
47:54Itu lu bakal dapet sensnya sendiri
47:56sebenernya. More or less. Oh gue tau.
47:58Kalo gue bikin kayak gini
48:00let's say nanti
48:02oh ternyata 2 bulan lagi
48:04gue pas mau testing susah. Agak
48:06susah di maintain
48:08kodenya let's say 3 bulan lagi, 4 bulan lagi.
48:10Nah dari situ lu dapet sens
48:12yang orang-orang tuh
48:14cari. Yang ada title let's say
48:16seniornya itu ya. Karena
48:18senior itu kan mereka butuh karena
48:20let's say mereka bikin app dari scratch.
48:22Mereka butuh guidance. Mereka butuh direction.
48:24Ada 4 langkah yang
48:26bisa diambil. Gue harus ambil langkah yang
48:28kira-kira-kira. Biar gue ga skak mark nanti
48:30di ujung. Nah hal-hal kaya gitu
48:32lu bisa dapetin ketika lu kerja.
48:34Jangan pentingin
48:36di Flutter dev. Gue bisa
48:38bikin buat android iOS lu. Gaji gue harus
48:40lebih tinggi lah. Masa?
48:42Udah bisa bikin 2 tapi gajinya
48:44masih sama kayak gaji 1 let's say gitu.
48:46Menurut gue itu harus disampingkan dulu. Kalo lu
48:48masih mau deh belajar gitu ya.
48:50Karena kalo gue
48:52nganggepnya gini aja misalnya
48:54lu expect dibayar let's say lah ya
48:5610 juta. Tapi lu dibayar cuma
48:585 juta. Yaudah anggap aja 5 jutanya lagi
49:00lu dapet in return
49:02dalam bentuk belajar. Pengalaman
49:04itu yang menurut gue sangat-sangat tidak terbilang.
49:06Mungkin 2018
49:08pengalaman-pengalaman gue
49:10which to take me here right now
49:12yang mungkin gue ga bisa imagine gitu ya.
49:14Wah gue sekarang ada di Belanda kerja disini.
49:16Itu yang ya sangat-sangat
49:18priceless. Dan itu
49:20harus lu bisa pinter-pinter
49:22put in your mind.
49:24Nah, ini bagus banget sih.
49:26Dan berlaku kayaknya bukan
49:28buat flutter doang.
49:30Kenapa buat semua
49:32programming kali ya.
49:34Pas jadi junior.
49:36Sebagai kesempatan
49:38buat belajar sebanyak-banyaknya.
49:40Sebenernya, apa ya
49:42skill itu kan
49:44tidak dapet lagi praktek. Nah,
49:46dipaksa buat praktek.
49:48Nah, terus karena ada objektifnya
49:50dibanding ngoprek atau bikin project
49:52sendiri. Kalo salah ini kan
49:54ada konsekuensi realnya. Jadi
49:56kita mesti serius. Kita
49:58input dari clear kita atau senior
50:00atau mentor.
50:02Ya, kalau
50:06misalkan di JavaScript
50:08atau di Node.js gitu kan
50:10ada package-package NPM
50:12gitu kan. Udah lengkap
50:14banyak banget bahkan kayak
50:16yang ga jelas juga banyak.
50:18Yang berguna banyak.
50:20Yang ga terlalu penting banyak.
50:22Kalau di flutter sendiri gimana itu
50:24ekosistemnya? Apakah
50:26sudah cukup banyak? Sudah lengkap?
50:28Atau masih butuh tambahan?
50:30Ya, menurut
50:32gue sih mungkin kalo
50:34let's say lengkapnya
50:36100% gitu ya.
50:38Buat flutter right now we're at like 70-
50:4075% I think.
50:42We're more than half way there.
50:44Udah setengah jalan. Dulu waktu
50:462018 gue baru tau flutter, wah itu
50:48ya hampir ga ada apa-apa.
50:50Jadi gue harus bikin sendiri.
50:52Apa-apa bikin sendiri.
50:54Cuma actually
50:56kalo emang gue lumayan
50:58encourage juga karena itu one hell of an
51:00experience juga gitu ya.
51:02Ketika lu butuh sesuatu
51:04tapi belum ada istilahnya kan itu udah
51:06disediain kayak fast food lah.
51:08Lo mau beli Mcd tinggal
51:10kalo di Indonesia tinggal pesen Go-Jet
51:12sampe depan pintu.
51:14Nah kalo ini
51:16lu bisa juga dapet experience
51:18actually kalo
51:20lu bisa let's say
51:22marinasi ayamnya dulu, bikin tepungnya
51:24dan segala macem. Yang mana itu bisa
51:26improve di lalu juga.
51:28Every once in a while. Of course kita ga mungkin
51:30lah. Bohong lah kalo gue pengennya
51:32vanilla terus gitu ya ga pake library apa-apa
51:34full. Semua mau beli sendiri ya pasti
51:36bakal capek juga. Cuma ya
51:38menurut gue jangan jadi blocker juga sih
51:40kalo temen-temen nganggep flutter
51:42karena baru mungkin library nya ga tanya
51:44mungkin bisa
51:46see it
51:48in the other direction
51:50anget aja bahwa wah ini gue bisa
51:52jadi bahan gue belajar malahan
51:54yang hal-hal yang mungkin sebelumnya gue ga bisa
51:56belajar karena tinggal gue pake
51:58fungsinya udah ada tapi sekarang gue bisa
52:00deep dive.
52:02Justru bisa jadi peluang kan
52:04karena masih ada kesempatan
52:06bisa bikin library
52:08bikin library yang banyak dibutuhin
52:10orang. Betul.
52:12Tapi biasanya library itu
52:14yang kepikiran kita mau bikin itu biasanya
52:16akan kepikiran kalo
52:18kita mengerjakan sesuatu yang real bukan
52:20kayak hobi proyek.
52:22Entar kita kerja di kantor atau
52:26freelance atau mungkin bikin
52:28tapi serius gitu ya.
52:30Atau sering gaul di
52:32komunitas terus denger.
52:34Semua orang pada nanyain
52:36apa nih library buat ex.
52:38Banyak yang nanya
52:40banyak yang nyari berarti di situ
52:42ada peluang. Ada intres ya.
52:44Ada market. Mas Angga
52:46saya ada crazy opinion nih.
52:48Ini kita
52:50berandai-andai aja ya.
52:52Petama
52:54premise pertama JavaScript itu
52:56language yang
52:58sudah 15 tahun 20 tahun.
53:0020 tahun kayaknya ada ya.
53:02Dan. Saya takut
53:04menyinggung nih kalo bahas JavaScript lagi.
53:06Cukup lama gitu.
53:08Dan JavaScript engine itu
53:10sebenernya di embed di browser
53:12sebagai engine nya gitu.
53:14Someday, just someday
53:16crazy opinion.
53:18Kalo di duet kan misalnya
53:20browser juga membawa
53:22dark engine atau
53:24flutter engine itu sudah di embed sebagai
53:26core di browser.
53:28What do you think?
53:30Bisa kah misalnya akan
53:32jadi lebih baik kah web kita?
53:36At least
53:38speaking from flutter dev gitu ya.
53:40Menurut gue itu will open
53:42a lot of opportunities. Karena sekarang
53:44yang jadi bottleneck. Web app itu
53:46kan bisa jadi misalnya experience
53:48antar mobile, web.
53:50Itu kan sudah dilandaskan
53:52sama satu engine
53:54yang sama gitu ya. Yes.
53:56Betul.
53:58Actually di flutter itu
54:00sekarang masih pake
54:02dart. Sorry sorry.
54:04Pake JS didalamnya.
54:06So it was actually running on top
54:08of JS engine.
54:10Dan itu yang sebenernya jadi bottlenecknya.
54:12Flutter web. Kenapa orang-orang gak mau pake.
54:14Itu di compile?
54:16Terus nanti bakal runnya
54:18mungkin kalo nanti coba-coba
54:20flutter web bisa diinspect
54:22HTML nya ya.
54:24Ada wasm nya juga.
54:26Ada wasm nya juga.
54:28Makanya jadi berat.
54:30Tapi bayangkan yang crazy opinion saya
54:32bilang kan. Jadi web itu
54:34punya flutter engine.
54:36Wow it would
54:38ya i think
54:40it actually might revolutionize
54:42i think
54:44the way we program. Karena
54:46kan kalo di cek
54:48sekarang flutter engine yang
54:50jalan di desktop itu udah sangat-sangat powerful.
54:52Cepet. Hampir gak lag.
54:54Seset-seset gitu. Karena ya
54:56enggak.
54:58Itu karena desktop juga dapat banyak
55:00yang lebih oke.
55:02Sementara kalo web
55:04itu masih sangat bottleneck di WGS.
55:06Ya. Sangat-sangat
55:08bottleneck. Jadi kalo itu bisa jalan
55:10menurut gue
55:12maybe everyone will start
55:14using flutter because it really works.
55:16Karena just imagine. You can
55:18actually code gitu ya.
55:20Jadi satu
55:22itu lu punya web app
55:24dengan android, ios, sama desktop.
55:26Yang experience nya
55:28sama jadinya kan?
55:30Experience nya sama. Lalu
55:32lu bisa bayangin, lu bisa punya
55:34ya udah satu team yang ngerjain
55:36let's say data model nya aja.
55:38API call and services
55:40di dart. Terus itu bisa di
55:42ya udah
55:44di reuse buat semua platform.
55:46Let's say misalnya platform
55:48per platform UI nya beda-beda.
55:50Very possible gitu. Ada team nya
55:52masing-masing. Tapi let's say cuma 1-2 orang
55:54karena gak terlalu banyak kerjaannya.
55:56Ya, be crazy.
55:58At least buat flutter dev
56:00ya really good sih. Buat positif.
56:02Ya. Kita sekarang wish
56:04siapa tau nanti
56:06kedengaran terus nyampe gitu ya.
56:08Tiba-tiba engine nya
56:10browser tuh bawa flutter engine.
56:12Tapi jangan salah.
56:14Dart itu kan awalnya dari
56:16dari web kan?
56:18Ya makanya gue bisa
56:20hubungkan. MyClazzyOP
56:22kan sebenernya waktu node.sass
56:24node.sass itu
56:26kan kita ganti jadi dart.sass
56:28sass itu dart engine sebenernya.
56:30Oh ya dart.sass.
56:32Which kita compile.
56:34Dibuat awalnya. Sebenernya bisa.
56:36Buat menggantikan javascript awalnya.
56:38Menggantikan javascript.
56:40Jauh sebelum typescript kan.
56:42Jauh sebelum typescript.
56:44Tapi
56:46Google Chrome nya gagal.
56:48Belum berhasil memasukkan
56:50menjadikan si dart ini sebagai
56:52bahasa utama.
56:54Sandainya flutter matang.
56:56Stable.
56:58That's my wish.
57:00That's my wish.
57:02Belajar flutter.
57:04Belajar flutter.
57:06Tiba-tiba jadi web standard.
57:08Bukan web standard.
57:10Jadi tetap ada
57:12javascript engine.
57:14Tapi juga punya flutter engine nya.
57:16Jadi script type flutter.
57:22Bukan script type.
57:24Bukan text javascript.
57:26Text flutter.
57:28Dart dulu lah.
57:30Soalnya dulu tuh gue pernah bikin
57:32project web.
57:34Pakai dart engine.
57:36Pakai flutter.
57:38Dan in the end udah mungkin udah jadi
57:4060%. In the end karena performance ya
57:42we have to ditch it out.
57:44Terus gue ganti ya pakai VGS.
57:46Jadi ya.
57:48Ya itu. Harsh truth.
57:50Flutter web.
57:52Harus ini ya. Harus banyak project
57:54success story
57:56dari web.
57:58Tapi waktu di ioconnect lalu
58:00ada sedikit cerita mengenai flutter
58:02update nya kita
58:04denger. Mereka
58:06banyak optimisasi
58:08flutter for web. Banyak
58:10aset-aset yang dikurangi yang gak perlu
58:12dibuang-buangin supaya
58:14javascript
58:16yang untuk hasil kompilenya itu jauh lebih
58:18kecil. Ya jauh lebih kecil. Betul.
58:20Low time nya juga lebih cepat.
58:22Cuma even that is solved. Actually there's
58:24still quite some problem juga sih sama
58:26masih ada javascript layernya sih.
58:28Karena semua kududuk parsing
58:30di client side kan.
58:32Betul. Itu bottleneck banget
58:34gak sih. Jadi becah dulu
58:36baru di render ke dom. Nah tadi
58:38kalau misalnya engine nya udah built
58:40in di dalam browser ya udah langsung.
58:42Harusnya performance nya jauh lebih
58:44loncat sih harusnya.
58:46Itu tuh krisis skenario nya nih
58:48kali-kali aja ada pihak yang
58:50nge-forking Chromium kan.
58:52Bisa jadi. Nge-forking Chromium
58:54ditambahin
58:56flutter engine
58:58parsing engine.
59:00Trus Google Chrome ngeliat nih lo lo lo
59:02itu. Bisa juga.
59:04Flutter browser.
59:06Terus
59:08oke karena ada kompetisi
59:10Google Chromium nya juga jadi adopt
59:12engine dart atau flutter.
59:14Nah itu krisis skenario nya
59:16kayak gitu.
59:18Bisa.
59:20Let's wish.
59:22Wish list.
59:24Wish list.
59:26Cuma ya kayak jujur
59:28gue agak sorry. Gue agak
59:30agak masih agak pessimis sih kalau boleh jujur
59:32sama flutter web. At least kemarin sama sekali
59:34kayak di
59:36kayaknya topik flutter web tuh kayak yaudah lah.
59:38Ya lewat aja. Mereka lebih fokus
59:40ke hal-hal yang mungkin
59:42itu yang bisa
59:44bisa mereka kontrol.
59:46Karena web itu masih
59:48butuh pertama ada layer JavaScript.
59:50Mereka stru JavaScript
59:52dan masih ada web standar. Masih
59:54panjang ceritanya itu.
59:56Jauh ya.
59:58Nah ini ada Adib nih. Adib lagi
1:00:00di Jerman kan.
1:00:02Kalau gak salah ya. Oh really? Di Berlin juga ya.
1:00:04Ke flutter Chromium ya.
1:00:06Ini dia aktifin
1:00:08Jakarta JS.
1:00:10Sekarang dia di Berlin JS dia.
1:00:12Wow. Mantap.
1:00:14Mungkin di Delivery Hero. Delivery Hero
1:00:16banyak banget orang Hindu.
1:00:18Wah gak tau di mana. Adib kerja di mana.
1:00:20Ya
1:00:22seru ya.
1:00:24Reakt native.
1:00:26Oh iya dia ngefans sama
1:00:28react native dia.
1:00:30Kiblatnya beda.
1:00:32Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
1:00:34Santai santai.
1:00:36Apa lagi yang menarik ya
1:00:38di Flutter.
1:00:40Kalau web kayaknya masih
1:00:42kelabu ya.
1:00:44Kelabu. Terus.
1:00:46Desktop mungkin. Malahan yang udah mulai banyak
1:00:48use cases.
1:00:50Yang udah roll up
1:00:52production.
1:00:54Desktop berarti seperti
1:00:56buat menggantikan elektron gitu?
1:00:58Buat menggantikan elektron ini.
1:01:00Kayak elektron.
1:01:02Ini langsung app-nya gitu ya.
1:01:04Langsung app-nya.
1:01:06Yang cukup famous juga
1:01:08masuk ke Google I/O. Itu
1:01:10BMW. Kakek di mobil ya.
1:01:12Buat apa namanya.
1:01:14Touch screen-nya itu.
1:01:22Terus Ubuntu juga udah mulai.
1:01:24Kayaknya udah mulai di roll up.
1:01:26Installernya. Buat
1:01:28installernya buat
1:01:30Ubuntu itu udah pake
1:01:32Flutter.
1:01:34Berarti
1:01:36Flutter harus sampai Mars. Karena JavaScript
1:01:38udah sampai Mars.
1:01:40Berhubung
1:01:48teman-teman kita yang nonton
1:01:50ini kan banyakan dari dunia web.
1:01:52Kalau mau belajar Flutter
1:01:54itu kira-kira gimana.
1:01:56Harus belajar
1:01:58dari mana. Mulai dari mana.
1:02:00Experience-nya seperti apa.
1:02:02Oke. Buat web ya.
1:02:04Sebenernya paling enak sih
1:02:06buat web. Kalian
1:02:08ya udah cobain di web
1:02:10dulu. It's super easy I think.
1:02:12Kalian cuma download Flutter SDK-nya
1:02:14aja. I think 100-200
1:02:16mega. Something like that.
1:02:18Nggak terlalu gede. Terus bisa
1:02:20bikin project Flutter. Dan harusnya bisa
1:02:22langsung jalan di Google Chrome.
1:02:24Nah disitu kalian
1:02:26saran gue sih. Jadi ini
1:02:28lumayan beda.
1:02:30Experience
1:02:32programming-nya gitu ya. Antara
1:02:34Flutter sama
1:02:36web. Karena gue juga pernah ngodin web.
1:02:38Bisa dicoba untuk
1:02:40ya udah. Coba aja misalnya
1:02:42memakai klon UI
1:02:44yang pernah kalian buat di web. Coba bikin
1:02:46di Flutter. Menurut gue cuma biar
1:02:48nggak penasaran aja. Flutter gimana sih
1:02:50cara ngodinya. Cara bikin UI itu
1:02:52seperti apa. Timing-nya seperti
1:02:54apa dan lain-lain. Itu menurut gue
1:02:56udah one good
1:02:58way. Nah habis itu
1:03:00really note this in underline
1:03:02both italic dan segala macem.
1:03:04Aplikasi yang kalian bikin misalnya
1:03:06kalian udah selesai compiling
1:03:08di web gitu ya. Coba jalanin
1:03:10di Android. Habis
1:03:12itu di iOS. Habis itu jalanin
1:03:14di desktop. And it should
1:03:16all works just like that. Tanpa kalian
1:03:18harus. Terutama kalau kalian bikin UI
1:03:20doang ya. Tanpa kalian harus ubah-ubah
1:03:22kodenya
1:03:24segala macem bisa jalan
1:03:26just like that.
1:03:28Bisa di
1:03:30Linux,
1:03:32iOS dan Windows kah? Yes.
1:03:34Lengkap.
1:03:36Really nice, right? Really nice.
1:03:38Jadi kalian bisa bayangin.
1:03:40Kalian udah
1:03:42istilahnya udah awalnya
1:03:44bikin beneran buat web
1:03:46aja. Setelah buat web
1:03:48ternyata kode yang sama persis.
1:03:50Nggak perlu diubah segala macem. Udah bisa jalan
1:03:52di platform-platform lain.
1:03:545 platform lain.
1:03:56Sampai bangun dia dari tidur.
1:04:02Dari bibir papanya
1:04:04cerita ngebosenin.
1:04:06Salah satu learning curve
1:04:10paling tinggi kan kalau Flutter itu berarti
1:04:12Dart-nya kan. Bahasa Dart-nya.
1:04:14Temen-temen yang mungkin awalnya
1:04:16dari JavaScript, mungkin agak
1:04:18terkendala di sana kan.
1:04:20Tapi kalau yang dari TypeScript kayaknya
1:04:22mirip-mirip kan. Sama-sama
1:04:24Static Type kan. Sama-sama Static Type.
1:04:26Actually kita bisa Dynamic Type juga.
1:04:28Jadi bisa
1:04:30Dynamic Type juga. Jadi kita
1:04:32menurut gue
1:04:34kalau JavaScript sama
1:04:36Java kawin punya anak
1:04:38jadi Lhadar. Mungkin
1:04:40that's the way to put it.
1:04:42Karena beneran
1:04:44karena gue pernah experience dua-duanya
1:04:46kan. Pernah di Java. Java kan yang bener-bener
1:04:48bukan Static Type lagi lah ya.
1:04:50Strictly Static
1:04:52Fervous lah istilahnya ya.
1:04:54Bener-bener jelas banget.
1:04:56Kalau Java Sir kan bener-bener
1:04:58terlalu
1:05:00terlalu bebas.
1:05:02Nah ini di tengah-tengah.
1:05:04Nah terus bagusnya lagi adalah
1:05:06si Dart ini
1:05:08itu
1:05:10sekarang udah mulai
1:05:12punya fitur-fitur yang
1:05:14tambahan lah.
1:05:16Jadi istilahnya fitur-fitur. Dasarnya ini udah lengkap semua.
1:05:18Jadi mereka coba
1:05:20keep up buat
1:05:22sama kayak Kotlin
1:05:24atau Swift. For example yang
1:05:26paling baru itu nullable.
1:05:28Jadi buat variable bisa null atau enggak.
1:05:30Itu kan lumayan modern lah ya.
1:05:32Lumayan modern programming
1:05:34language. Itu Dart udah punya
1:05:36mungkin sekitar setahun, setahun setengah.
1:05:38Terus sekarang ada fitur baru lagi.
1:05:40Dan mereka lagi ngenjen fitur baru
1:05:42setelah ini. Jadi ya they keep evolving.
1:05:44One good thing that I think
1:05:46ini cuma Flutter kayaknya yang punya
1:05:48ya
1:05:50probably ya. Cuma Flutter sih yang punya adalah
1:05:52Flutter itu lumayan
1:05:54versatile.
1:05:56Bisa, ya udah kalau ada fitur ini mau ditambahin
1:05:58tinggal tambahin.
1:06:00Terus kalau ada fitur ini
1:06:02kira-kira kurang oke ya mungkin bisa
1:06:04diperbaiki. Hanya untuk
1:06:06nge-cater Flutter aja.
1:06:08Jadi dari Basadar itu
1:06:10mereka mungkin nge-cater
1:06:1290% usernya dari
1:06:14Basadar gitu ya. 195%
1:06:16given itu kepake
1:06:18di Flutter. Framework lain itu cuma
1:06:20sedikit aja. Jadi kalian bisa bayangin
1:06:22kalau ada usage khusus
1:06:24gitu ya di Flutter
1:06:26yang bisa disupport sama Dart itu mungkin
1:06:28at least satu tahun tuh udah bisa
1:06:30langsung ke Cipta. Sementara
1:06:32kalau misalnya kalian let's say
1:06:34JavaScript atau Kotlin
1:06:36atau Java gitu ya. Dipakainya
1:06:38kan banyak banget framework.
1:06:40Mereka kan nggak mungkin nge-cater semua
1:06:42framework. Let's say Java,
1:06:44nge-cater Spring, Android
1:06:46terus tempat-tempat lain gitu ya.
1:06:48Agak sulit karena permintaannya pasti
1:06:50beda-beda. Sementara kalau di Dart
1:06:52ya mereka buat Flutter aja.
1:06:54Jadi they work really closely.
1:06:56Very nice, very nice.
1:06:58Mungkin equivalentnya kalau
1:07:00web itu ya. Misalnya nggak mungkin
1:07:02ECMAScript diubah cuma buat
1:07:04bikin seneng
1:07:06pengguna Svelte gitu.
1:07:08Pengguna Svelte
1:07:10kalau pengennya kayak gini-gini biar
1:07:12lebih optimal performance-nya atau
1:07:14apapun, nggak mungkin ECMAScript
1:07:16nya, JavaScript nya diubah cuma
1:07:18buat bikin seneng.
1:07:20Betul, betul. Jadi itu
1:07:22kelebihan Flutter.
1:07:24Kelebihan, kekurangan justru jadi
1:07:26kelebihan ya. Kurangan justru jadi kelebihan
1:07:28betul. Ya, Dart hanya dipakai, saat ini
1:07:30Dart hanya dipakai di Flutter secara
1:07:32eksplosi. Di Flutter, betul, betul.
1:07:34Justru, ya Pap, jadi
1:07:36update-nya jadi jauh lebih cepat
1:07:38karena dia, user-nya cuma satu.
1:07:40User-nya cuma satu, betul. Jadi nggak
1:07:42perlu nge-cater banyak-banyak, itu
1:07:44keuntungan yang sangat oke sih, menurut
1:07:46gue. Gimana dengan Dart
1:07:48dikompilasi ke JavaScript,
1:07:50layaknya TypeScript ke JavaScript?
1:07:52Itu bisa juga kan? Bisa.
1:07:54Itu yang terjadi kan? Bisa. Itu yang terjadi
1:07:56di awal ya.
1:07:58Tapi, Dart juga dulu ada ini
1:08:02BTW, angular Dart, kalau ada yang pernah
1:08:04pakai. Cuma, I don't know
1:08:06anyone who is using it. Tapi dulu ada, angular Dart.
1:08:08Jadi, sebenarnya, misalnya
1:08:12kalau temen-temen, misalkan yang dari Web gitu
1:08:14"Wah, saya udah biasa nih pakai TypeScript sama
1:08:16React" misalkan. "Ah, ganti ah, pakai Dart
1:08:18sama React" misalkan. Itu posibel?
1:08:20Posibel. Sangat-sangat posibel.
1:08:22Sangat-sangat posibel.
1:08:24Tapi harus nge-compile sendiri.
1:08:26Tapi harus nge-compile sendiri. Kalau di luar Flutter.
1:08:28Kalau di luar Flutter harus nge-compile sendiri.
1:08:30Kalau untuk akses
1:08:32ke hardware, ada layer yang
1:08:34diri berarti ya.
1:08:36Bisa multiple. Bisa kayak iOS kan
1:08:38akses hardwarenya beda sama
1:08:40Android, sama Windows. Betul?
1:08:42Betul. Nah, jadi kita ada
1:08:44namanya method channel. Jadi
1:08:46kayak bridge gitu lah ya.
1:08:48Jadi, gue nyampein sesuatu lewat Dart
1:08:50nanti yang nerima bagian native.
1:08:52Nanti lu berarti harus bikin kode
1:08:54yang kayak
1:08:56receive lah. Yang nerima gitu ya.
1:08:58Ada middleware.
1:09:00Ada middleware.
1:09:02hardwarenya ya. Harus handle
1:09:04support ya. Misalnya kalau
1:09:06kan gak semua
1:09:08OS
1:09:10akses hardwarenya sama
1:09:12dan permission-nya
1:09:14dikasih dan lain-lain. Betul.
1:09:16Nah, itu berarti kita handle semua sendiri.
1:09:18Ya. Nah, tapi
1:09:20udah ada API-nya ya. Udah ada, bukan
1:09:22API sih. Library. Udah ada library-nya
1:09:24sekarang. Jadi kita tinggal ya. Udah
1:09:26panggil fungsi Dart-nya aja udah cukup.
1:09:28Udah ada yang ngerjain gitu ya.
1:09:30Really nice.
1:09:32Menarik, menarik.
1:09:34To do list.
1:09:36To do list-nya bikin
1:09:38to do list pakai Flutter.
1:09:40Harus dicoba sih.
1:09:42Ini
1:09:46selama perbincangan kita ini banyak sekali
1:09:48peluang-peluang ya. Peluang untuk
1:09:50jadi Flutter dev. Untuk
1:09:52nyobain bahasa baru.
1:09:54Untuk bikin browser baru.
1:09:56Untuk conference.
1:09:58Conference, betul.
1:10:00Iya, peluang untuk jadi EO.
1:10:02Untuk EO.
1:10:04Kayaknya gue balik Indo jadi EO. Menarik juga ya.
1:10:06Iya,
1:10:08perlu soalnya. Karena kan selama
1:10:10ini kan di Indonesia jarang.
1:10:12Hampir nggak ada ya. Ini EO yang
1:10:14teknologi EO.
1:10:16Dulu ada yang
1:10:18yang
1:10:20ada sih dulu. Cuma yang
1:10:22seribu startup, bukan ada tuh.
1:10:24Yang itu ya. Yang
1:10:26berkibar.
1:10:28Tapi maksudnya
1:10:30baru satu pemain belum ada.
1:10:32More.
1:10:34Sama ini loh. Apa namanya? Bahkan
1:10:36kalau gue ngobrol sama temen gue yang non-IT
1:10:38gitu ya. Mereka tuh kaget. Karena kan kita
1:10:40rata-rata, kalau kita
1:10:42diundang jadi speaker, ini mungkin kita semua udah
1:10:44pasti udah pernah jadi speaker gitu ya.
1:10:46Itu kan nggak pernah rata-rata
1:10:48lah ya. Let's say 90%.
1:10:50Nggak dibayar kan. Kita ya emang
1:10:52volunteer aja. Kita senang
1:10:54gitu. Buat.
1:10:56Bahkan acaranya berbayar
1:10:58kayak kemarin pun,
1:11:00itu no speaker actually
1:11:02get paid to actually
1:11:04talk gitu ya. Sama sekali.
1:11:06Jadi kita cuma yang dapet kaos ya.
1:11:08Usual tuh nggak? Apa namanya? Boneka gitu
1:11:10doang. Yang gam.
1:11:12Tapi
1:11:14di bidang lain, ini sebenarnya
1:11:16nggak umum ternyata.
1:11:18Ternyata di bidang lain tuh orang kalau ngomong-ngomong
1:11:20jadi speaker gitu. Makanya
1:11:22istri gue, nyokap gue dulu di Indonesia
1:11:24juga suka ini juga. Apa ini sih lo ke
1:11:26Filipin jauh-jauh gitu ya. Tapi sampe sana
1:11:28nggak dibayar. Dapet cakaya doang.
1:11:30Cuma itu yang kalau menurut gue pribadi
1:11:32jadi apa ya. Ada kesenangan pribadi
1:11:34gue bisa ketemu orang baru
1:11:36dengan background yang gue nggak pernah
1:11:38imagine sebelumnya gitu kan. Orang Filipin kan
1:11:40ya mungkin teman gue ada berapa sih orang Filipin
1:11:42gitu kan. Ya gitu-gitu sih yang
1:11:44cukup menarik. Ini tuh harusnya lebih
1:11:46ya. Supposedly lebih banyak
1:11:48jadi. Hopefully.
1:11:50Di Indonesia ada
1:11:52lebih banyak misalnya lebih banyak EO untuk wedding
1:11:54ada banyak. Ya.
1:11:56Acara juga ada sebenernya. Acara banyak.
1:11:58Acara banyak tapi lebih ke arah. Bukan teknologi
1:12:00kan. Ada juga kayak e-commerce itu
1:12:02masih ada. Ada lho. E-commerce itu dan
1:12:04berbayar. Cuman lebih ke arah
1:12:06prestigious. Kayak itu yang dari
1:12:08tech, apa? Yang
1:12:10perusahaan Singapor
1:12:12yang khusus untuk startup-startup.
1:12:14Taken Asia.
1:12:16Taken Asia kan juga
1:12:18EO juga bisnis ya kan.
1:12:20Ya.
1:12:22Ya PDC. Betul-betul.
1:12:24Itu kan cuman kan itu
1:12:26sudah nggak ada lanjutan tapi bukan untuk
1:12:28itu lebih ke arah
1:12:30product-nya ya mas. Product ya
1:12:32startup-nya. Ya product-nya. Sedangkan
1:12:34kalau ini kan tech-nya nggak ada.
1:12:36Mungkin ada ini kali ya kayak
1:12:40setau gue tuh
1:12:42tiap company ada yang bikin. Dulu Ruang Guru kayak pernah
1:12:44bikin. Tokopedia kan pernah bikin.
1:12:46Ya ada. Ya.
1:12:48Ya gitu-gitu.
1:12:50Itu sih. Gimana kalau yang
1:12:52kayak gitu-gitu bisa disatuin
1:12:54secara yang gede gitu ya.
1:12:56Tiap tahun selalu ada. Itu keren banget sih.
1:12:58Banyak kan sih dari komunitas ya.
1:13:00Banyak kan dari komunitas.
1:13:02Banyak kan dari komunitas ini. Ya.
1:13:04Ada Python, ada Ruby.
1:13:06Conference yang paling konsisten
1:13:08Python ya.
1:13:10Pycon sama Rubycon.
1:13:12Ya. Pycon sama Rubycon.
1:13:14Terus yang gue nggak tahu tuh
1:13:16Abis itu berhenti.
1:13:18Terus yang gue nggak tahu tuh ini apa namanya
1:13:20kayaknya kita tuh
1:13:22mungkin juga masih ada kayak feeling
1:13:24guilty little bit gitu. Kalau misalnya
1:13:26kita bikin conf for
1:13:28profit misalnya. Gitu ya.
1:13:30Let's say bayar
1:13:32tapi gue ada margin-nya nih
1:13:34ada untungnya sedikit untuk
1:13:36apa yang gue udah lalui waktu gue capek segala
1:13:38macam gitu. Betul-betul. Kita masih ada feeling guilty.
1:13:40Kita masih mikir mahal. Ya.
1:13:42Mahal-mahal biar
1:13:44reversible.
1:13:46Betul. Nah karena belum terbiasa.
1:13:48Denyanyirin sama orang lah. Cuma itu
1:13:50kan nggak penting ya. Betul.
1:13:52Masalahnya
1:13:54yang gede-gede itu kayak
1:13:56Droidcon segala macem. They actually do it for profit.
1:13:58Gitu.
1:14:00Dan kita nganggap mereka tuh kayak wah keren banget.
1:14:02Berarti kan persepsi kita sebenarnya
1:14:04udah di sana. Cuma kita mungkin nggak tahu
1:14:06kalau mereka itu do it for profit.
1:14:08They're actually doing it for profit. Everything.
1:14:10Gue pernah ke Devcon juga
1:14:12di Amsterdam.
1:14:14Dilihat dari presentasinya, ya kayak tadi
1:14:16Frontiers itu, Trottercon
1:14:18ya jelas itu for profit.
1:14:20Dan apa ya? Kan sebenarnya pertanyaannya
1:14:22adalah bukan ngejar untung atau nggak
1:14:24tapi bisa ngasih value yang seindah.
1:14:26Atau nggak? Harus fokus di sini.
1:14:28Ya kan itu
1:14:30ibaratnya kalau di luar
1:14:32teknologi ya.
1:14:34Concertful Play gitu. Semahal itu.
1:14:36Ya jelas for profit.
1:14:38Semua orang untung, tapi
1:14:40semua orang seneng.
1:14:42Mereka nyari karena mereka dapet value yang
1:14:44secara dengan harganya. Ya udah kan itu
1:14:46sebenarnya bisa diperapin di industri
1:14:48mana pun.
1:14:502024 kita itu, apa?
1:14:52Ticket War untuk conference.
1:14:54Ticket War buat conference.
1:15:06Iya.
1:15:08Gila.
1:15:10Ya.
1:15:36Yang pintar juga banyak. Cuma mungkin ya
1:15:38tersendiri-sendiri aja gitu.
1:15:40Tersemunyi.
1:15:42Atau menyembunyikan diri.
1:15:44Minder.
1:15:46Kan nggak enak kan.
1:15:48Bisa jadi juga.
1:15:52Bisa jadi juga.
1:15:54Berarti.
1:15:56Artinya
1:15:58kultur dan ekosistemnya belum
1:16:00terbentuk.
1:16:02Kultur dan ekosistemnya belum terbentuk.
1:16:04Iya.
1:16:06Ini gue kemarin dapet ginian doang nih BTW.
1:16:08Gue kemarin dapet gini doang BTW.
1:16:12Sticker.
1:16:14Apa sih?
1:16:16Kita ke IOX Bogor
1:16:18Mas Ipun dapat
1:16:20gatu kredit.
1:16:22Kok bisa ada gatu kredit?
1:16:26Panjang ceritanya.
1:16:28Panjang ceritanya.
1:16:30Bisa satu episode sendiri nih.
1:16:32Homo sekali nih.
1:16:34Nggak dapat gatu kredit gue di sini.
1:16:36Mudah-mudahan
1:16:42konferensi-konferensi di Indonesia mulai
1:16:44bangkit lagi. Sebenarnya harapan saya
1:16:46nggak mesti
1:16:48nanti bakal kesana.
1:16:50Tapi nggak mesti se mewah di
1:16:52FlutterCon dan lain-lain di Eropa.
1:16:54Setidaknya mulai ada lagi.
1:16:56Kayaknya PyCon tahun ini bakal ada.
1:16:58Yang penting rutin dulu.
1:17:00Setelah tahun lama-lama kita bisa
1:17:02improve kesana.
1:17:04Jakarta JS.
1:17:06Citycon.
1:17:08Jakarta.
1:17:10Jakarta.
1:17:12JSD.
1:17:14Itu salah satu yang berkesan juga.
1:17:18JSD salah satu yang berkesan karena
1:17:22baru pertama.
1:17:24Seru lah.
1:17:26Dan harapannya sih bakal banyak
1:17:28masalahnya kita
1:17:30kayak mager.
1:17:32Kalau di Eropa kayaknya udah mulai
1:17:34bangkit ya. Maksudnya konferensi mulai banyak.
1:17:36Sebenarnya kalau kita adain ada.
1:17:40Kemarin aja waktu IOS
1:17:42datang banyak loh 500 orang.
1:17:44Yang datang banyak. Cuman yang ngadain
1:17:46penyelenggarannya.
1:17:48Penyelenggarannya mager.
1:17:50Mau bikin meet up aja tuh kadang
1:17:52suka masih males-malesan karena
1:17:54udah terbiasa di rumah.
1:17:56Tinggal nyalai zoom atau
1:17:58JSD 2.0 tuh udah pada minta tuh.
1:18:00Ayo.
1:18:02Makanya itu mungkin
1:18:04moving from
1:18:06volunteer way
1:18:08to actually making event for profit
1:18:10mungkin bisa jadi lebih sustainable
1:18:12malahan loh.
1:18:14Actually making more value daripada
1:18:16yaudahlah. Jadi mindsetnya jangan
1:18:18kayak wah gue bikin ini kan harus gratis
1:18:20biar orang mau datang biar apa.
1:18:22Tapi actually you can make money from this
1:18:24and then you do it every year let's say
1:18:26every 6 months something like that.
1:18:28Terus lu bisa bikin uang
1:18:30bisa bikin value yang banyak.
1:18:32Dapet sponsor.
1:18:34Jadi actually ya bisa jadi
1:18:36malah lebih sustain
1:18:38kalau kita tadi ya.
1:18:40Lebih sustain betul.
1:18:42Ada pengaruhnya ke winter-winter ini
1:18:44gak sih? Meet up atau
1:18:46konferensi gitu.
1:18:48Tapi sebenarnya di
1:18:50NL bukan NL sih.
1:18:52Winter juga ya.
1:18:54Winter juga ya.
1:18:5690 hari ya
1:19:14harus dapat kerjaan baru.
1:19:16Iya.
1:19:18Nah tapi sebenarnya
1:19:22apa ya?
1:19:24Mungkin bisa jadi
1:19:26malahan karena ada winter
1:19:28terus karena ada
1:19:30apa namanya
1:19:32kemarin support covid gitu ya.
1:19:34Zoom-zoom terus doang. Orang malah
1:19:36lebih seneng, lebih menggebu-gebu
1:19:38pengen ke konferensi.
1:19:40Karena itu ada, wah
1:19:42gue gak pernah ketemu temen, gak pernah ketemu yang
1:19:44seminat. Akhirnya sekarang bisa ngobrol.
1:19:46Betul.
1:19:48Saya ingat banget waktu ngisi di
1:19:50Semarang, Deves
1:19:52tahun kemarin kan.
1:19:54Itu pembicaraannya belum datang, 400
1:19:56orang udah masuk.
1:19:58Makanya itu kayak baru kan
1:20:00baru awal-awal mulai lagi kan.
1:20:02Jadi lagi semangat-semangatnya nih, wah
1:20:04ada lama nih gak ketemu orang.
1:20:06Gak berjajaring gitu. Terus tiba-tiba
1:20:08ada acara kayaknya
1:20:10seru banget.
1:20:12Buat temen-temen
1:20:14yang menjalankan komunitas,
1:20:16yang bikin-bikin acara, ayo semangat lagi
1:20:18kita bikin lagi.
1:20:20Pasarnya besar sekali dan
1:20:22manfaatnya bisa banyak ya.
1:20:24Yes, totally agree.
1:20:26Oke, mungkin sebelum kita
1:20:28udahan dari Angga, ada yang mau disampaikan
1:20:30atau buat temen-temen yang mau follow-follow
1:20:32bisa kemana gitu?
1:20:34Oh iya, Twitter gue
1:20:36anggadwia_
1:20:38ya, biasa-biasalah ya.
1:20:40Terus ya
1:20:42gak tahu ya, masih berangan-angan.
1:20:44Tapi, hopefully,
1:20:46gue rencana kalau Mithan pulang Indonesia
1:20:48mungkin I'll try to arrange something
1:20:50mungkin kita bisa ketemu di Mitha apa-apa.
1:20:52Flutter Coal.
1:20:54Flutter Coal Indonesia.
1:20:56Flutter Coal kecil-kecilan dulu gitu lah ya.
1:20:58Selama gue pulang kan lumayan atau gimana.
1:21:00Mitha Flutter ada gak sih?
1:21:02Nah, Mitha Flutter itu
1:21:04organisernya ada disini
1:21:06sekarang.
1:21:08Lalu gak ada yang ngelanjutin gitu?
1:21:10Oh, belum ada?
1:21:12Belum, itu makanya yang masih jadi
1:21:14pikiran gue juga
1:21:16yang mungkin ntar pas gue mudik
1:21:18perlu gue mulai kecapin orang-orang itu.
1:21:20Cari, cari.
1:21:22GDF Flutter, GDF Flutter?
1:21:24Nah, itu GDF Flutter juga perlu sekali sih.
1:21:26Cariin, kata Mas Dena.
1:21:28Sedang, proses sedang.
1:21:30Sedang, sedang, ya.
1:21:32Udah ada kan di date-nya, tenang saja, tenang.
1:21:34Oke.
1:21:36Terus buat temen-temen yang
1:21:38sekarang lagi
1:21:40belajar Flutter atau lagi mendalami Flutter,
1:21:42apa yang harus mereka lakukan supaya Flutter ini bisa
1:21:44lebih terdengarlah gaungnya?
1:21:46Yes.
1:21:48Sepenglihatan
1:21:50gue ya, di LinkedIn,
1:21:52itu udah banyak banget sih yang hiring Flutter
1:21:54developer. Even kalau kalian sekarang
1:21:56jadi web dev gitu ya,
1:21:58terus pengen jump to Wagon,
1:22:00pengen develop mobile app,
1:22:02menggunakan Flutter, menurut gue
1:22:04it's definitely possible even right now.
1:22:06Bahkan kalau lu baru mulai gitu ya.
1:22:08Masih sangat-sangat mungkin.
1:22:10Jadi,
1:22:12coba pelajari dulu tentu.
1:22:14Tadi tuh, menurut gue
1:22:16start yang sangat oke buat web dev.
1:22:18Lu bikin website pake Flutter,
1:22:20udah selesai, coba lu jalanin project yang sama
1:22:22di Android, di iOS,
1:22:24di desktop. Mungkin agak
1:22:26kayak asing gitu ya, lu ga pernah mungkin
1:22:28coding mobile. Tapi actually
1:22:30yang lu coding itu bisa jadi aplikasi mobile juga.
1:22:32Which is really cool.
1:22:34Terus kalau udah,
1:22:36ya, ikut
1:22:38community mungkin.
1:22:40Kayaknya di DevFest, DevFest, atau
1:22:42I/O Extended, ada juga kok
1:22:44topic Flutter. Walaupun
1:22:46lagi ga ada GDA Flutter di Indonesia,
1:22:48tapi tetap ada topic Flutter.
1:22:50Masih banyak kok, expert-expert
1:22:52Flutter di Indonesia. Yang kalian bisa
1:22:54join, di kota kalian masing-masing,
1:22:56terus bisa ngobrol-ngobrol gitu ya,
1:22:58kayak Pania,
1:23:00Kampap, Banda,
1:23:02bisa doang.
1:23:04Bisa
1:23:06mulai dari situ, terus
1:23:08kalau udah
1:23:10di situ, mungkin, ya, keep exploring
1:23:12karena kita cuma Flutter aja.
1:23:14Technology is evolving
1:23:16really fast, right?
1:23:18Kayak tadi, web budget tiap minggu ada
1:23:20baru gitu kan, ada
1:23:22framework baru. Jadi,
1:23:24keep exploring.
1:23:26Berhubung, Aruna sudah mulai
1:23:28ini ya.
1:23:30Udah bosen ini ya.
1:23:32Udah bosen ya.
1:23:34Mau belajar Flutter juga itu.
1:23:36Mau belajar Flutter dia.
1:23:38Seneng dong dibilang budget Flutter.
1:23:40Oke, kalau gitu
1:23:42terima kasih banyak buat Angga
1:23:44atas waktunya. Terima kasih buat Aruna
1:23:46udah diganggu waktu tidurnya.
1:23:48Really good to see you guys, really good to see you guys.
1:23:50Thank you so much Luda coming,
1:23:52Mas Angga. Very good insight.
1:23:54Ngapain-ngapain kita ngobrol lagi ya. Ditunggu ya
1:23:56ini apa? Artikel dan
1:23:58video YouTube yang katanya mau
1:24:00share lebih lanjut tentang FlutterCon.
1:24:02Mudah-mudahan temen-temen bisa
1:24:04Oh ya, channelnya
1:24:06saya aja di YouTube, Angga Arifandi.
1:24:08Ntar muncul.
1:24:10Mudah-mudahan temen-temen disini juga
1:24:12jadi, wah, seru nih
1:24:14kita bisa ngadain di Indonesia. Minimal, minit apuluh.
1:24:16Semangat lagi.
1:24:18Oke, terima kasih semuanya.
1:24:20Terima kasih juga Angga.
1:24:22Kita ketemu lagi di lain kesempatan.
1:24:24Selamat malam, selamat istirahat.
1:24:26Bye, bye, bye.
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
19 Mei 2026
Alat Desain AI - Ngobrolin WEB
🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb Semenjak era AI, developer yang tadinya punya desiign skill issue mendadak bis...
12 Mei 2026
Bedah Web - Ngobrolin WEB
Berhubung banyak yang submit, malam ini kita akan kembali membedah beberapa situs. Penasaran gimana pendapat para pakar ...
5 Mei 2026
Zona Waktu - Ngobrolin WEB
Salah satu topik yang sebagian besar dari kita banyak tergocek nih. Pernah tergocek dengan urusan timezone, dan daylight...