EP 41

Ngobrolin Public Speaking - Ngobrolin WEB ep42

Bagikan:

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Transkrip Bantu Koreksi

0:15Horas!

0:18Horas!

0:19Maju-majuah.

0:21Maju-majuah.

0:23Selamat malam.

0:24Udah cukup sampai di situ aja bahasannya, udah gak tau lagi.

0:27Selamat malam, artinya apa selamat malam?

0:29Selamat malam.

0:31Selamat malam semuanya.

0:33Halo-halo, gimana kabarnya?

0:35Mas Rizal mau komen dan soalnya kan?

0:37Alis, enggak.

0:39Kan ceritanya kemarin kan bikin teaser kan.

0:41Jadi, apa opening kita tuh selalu kalau gak halo, hai.

0:45Nah, ini mau sedikit berbeda.

0:47Pakai bahasa daerah tapi bingung, dapetnya baru Horas.

0:51Iya, tapi temen-temen bisa komen.

0:53Oh iya bener.

0:54Tolong chat di Twitch, bilang halo.

0:56Hai atau halo di daerahnya itu apa?

0:59Nanti bisa kita gunakan di episode-episode berikutnya.

1:02Soalnya beberapa bahasa daerah kayaknya gak ada halo deh.

1:06Bisa jawab, bisa sundar, gak ada kan?

1:08Selamat malam ada, artinya itu beda ya.

1:10We lu jeng sundving biasanya.

1:12Oh iya, kulun nun.

1:14Permisi ya.

1:16Sepadah gitu.

1:18Kulun nun.

1:20Pertanyaannya halo ya.

Lihat transkrip lengkap

1:22Halo atau hai.

1:23Ya menyapa lah ya, menyapa orang gitu ya.

1:25Selamat malam juga boleh sih sebenarnya ya.

1:27Selamat malam.

1:29Topiknya bukan itu.

1:31Horas tuh ini apa sih sebenarnya?

1:33Topiknya.

1:35Oh halo.

1:37Seperti biasa, ketemu lagi bersama kita bertiga.

1:41Ada Eka, ada Ivan, dan ada saya Riza.

1:44Di Selasa Malam.

1:46Karena Selasa Malam adalah waktunya ngobrolin web.

1:51Tapi malam hari ini kita gak ngobrolin web.

1:53Kita gak ngobrolin web.

1:55Kita gak ngobrolin web.

1:57Iya.

1:59Bukan karena kehabisan ide topik.

2:01Tapi emang iya.

2:03Enggak sih, enggak.

2:05Cuman kita sedang mau refreshing aja.

2:07Iya lagi ada pembahasan menarik kemarin kan.

2:11Ivan bahas.

2:13Suatu topik yang kelihatannya berguna buat banyak orang.

2:17Tadinya sebenarnya ngobrol internal doang.

2:19Jadi kita mikir-mikir kayaknya ternyata pas ya di suatu group chat banyak yang nimrum juga.

2:25Terus kita mikir kayaknya itu hal yang menarik dan mungkin berguna buat banyak orang.

2:29Ya udah, makanya malam ini kita gak ngobrolin web.

2:33Plus kita juga pengen belajar dari saat masing-masing.

2:37Betul, betul.

2:39Berbagi tips dan trik ya.

2:41Dari temen-temen juga kalau ada boleh lah ya.

2:43Ini ada yang absen, Abdul Malik halo.

2:45Abdul Malik ini dari daerah mana?

2:47Mungkin bisa kasih tau kota dia di mana dan bahasa daerahnya halo itu apa.

2:55Siapa tahu nanti bisa kita pake di episode berikutnya ya.

2:59Wah halo mas Esther.

3:01Oh ada Esther.

3:03Ini Esther yang kita kenal lah.

3:05Oh iya.

3:07Ini GDI baru.

3:09Selamat ya.

3:11Selamat datang.

3:13Selamat datang.

3:15Wah harusnya Esther nih dimasukin kesini nih.

3:17Sebagai salah satu bahara sumber.

3:19Nanti bajak buat bahas machine learning lah.

3:23Asik, oh iya benar.

3:25Apakah AI akan menggantikan Nicky Loper?

3:27Apa kita semua bakal dipecat, diganti robot?

3:31Nah nanti kita bisa ngobrol sama yang lebih seperti machine learning.

3:35Siap, siap, siap.

3:37Mantap.

3:39Nah, jadi malam ini kita akan bahas tentang public speaking.

3:43Bahasa Indonesia apa ya?

3:45Berbicara di depan publik.

3:49Pidato, seminar.

3:51Ya pokoknya itu lah ya public speaking.

3:53Khususnya untuk materi teknis.

3:55Untuk developer.

3:57Tentang materi teknis karena kita di web ya kita public speaking tentang web.

4:03Ya itulah benang merah nih malam hari ini.

4:07Kalau nggak ada benang merah sama sekali.

4:09Dan menggunakan Google slide yang web app.

4:15Nggak saya nggak pakai.

4:19Saya bukan pengguna Google slide.

4:21Nanti ada ceritanya.

4:25Ada cerita menarik.

4:27Mengenai bukan hanya Google slide.

4:29Tapi ada tools yang seperti sejenis.

4:33Ya pokoknya ada ceritanya lah.

4:35Cerita yang bisa dijadikan pelajaran.

4:39Wah Esther pengen belajar cara podcast.

4:42Asik abis ini kalau ada seri ngobrolin machine learning.

4:46Asik.

4:48Oke kita mulai dari mana nih dari mana?

4:51Mungkin ini dulu kali ya.

4:53Apa namanya cerita background dulu ya.

4:57Kenapa apakah programmer atau developer perlu belajar public speaking.

5:03Dan kenapa harus kenapa kita perlu sharing ke komunitas atau ke acara-acara.

5:10That's a good topic.

5:13Eka coba kenapa itu.

5:17Kenapa Eka akhirnya memutuskan yang mungkin tadinya cuma di depan komputer.

5:23Terus akhirnya memutuskan memberanikan diri untuk ngisi talk dimana gitu.

5:30Kan nggak mudah kan. Sulit kan.

5:34Betul sulit. Sulit banget.

5:36Nah ini justru ceritanya rada mungkin aneh ya.

5:40Jadi selama ini apa maksudnya dari dulu.

5:44Aku tuh ngerasa aku nggak bisa ngomong dengan jelas.

5:48Nggak bisa ngomong ya bisa.

5:50Kayaknya.

5:51Tidak bisa mengeluarkan ide di kepala gitu ya. Sulit ya.

5:54Nah itu belibet pokoknya kalau mau selalu belibet.

5:57Selama berpuluh-puluhan tahun hidup kayaknya mikir ya udah.

6:01Emang gitu terus bikin pemenaran macem-macem.

6:04Aku kan introvert. Makanya nggak bisa public speaking.

6:07Nggak tahu disambung-sambungin aja karakter.

6:09Padahal itu kan beda kasus ya.

6:11Cuma lama-lama mikir ya nggak pengen jadi.

6:16Ya nggak pengen stuck di situ.

6:18Nah coba tolong buka yang tentang growth mindset.

6:21Growth mindset. Siap.

6:24Ini sebetulnya pertama kali ngulik ini agak bawah dikit.

6:30Tuh tulisannya panjang, malas pasti pada bacanya kan.

6:33Nah ini aja yang ada warna-warnanya.

6:36Sebetulnya sih ini pas awal-awal lagi niat jadi developer juga ya.

6:41Awal apa? Meniti karir.

6:44Meniti karir sebagai developer.

6:46Banyak yang dibelajarin dulu sih.

6:49Sambil belajar karena kalau misalnya belajar doang.

6:52Gak didokumentasiin sebenarnya abis itu ilang lupa lagi kan pasti.

6:56Jadi awalnya sih lebih banyak sharing dalam bentuk tulisan, nulis.

7:00Tulisan.

7:02Return-nya misalnya kayak output-nya itu kayak lebih,

7:08ya mungkin aku ngerasa aku lebih bahkan nulis.

7:12Terus pas nulis ya sekali dua kali lah.

7:15Ada yang nyangkut misalnya di retweet dulu,

7:17di retweet sama Gatsby atau apalah.

7:19Pokoknya jadi banyak di retweet, jadi banyak yang follow, pokoknya apa.

7:23Hasilnya kayak lebih terasa.

7:26Nah cuma ya itu kan nulis.

7:29Itu masih nyambung sama aku nganggap diriku gak bisa ngomong dengan jelas.

7:34Kalau ngomong belibet tapi bisa nulis.

7:37Tapi lama-lama gak pengen stuck di situ.

7:41Gak pengen stuck di pemenaran bahwa oh aku gak bakat talking-talking.

7:45Aku gak bisa ngomong kalau ngomong belibet.

7:47Jadi yaudah, terus kebetulan waktu itu tiba-tiba di Bandung,

7:53lagi cari, lagi cari speaker.

7:56Yaudah ditawarkan.

7:58Saat kita bertemu bertama kali.

8:00Iya betul.

8:02Oh iya, pas itu Ivan udah jadi GDI.

8:05Kok belum? Ivan presentasi.

8:07Wow sangat profesional.

8:09Aku presentasinya setengah materi pun,

8:13setengah dari kontennya gak selesai.

8:15Karena over time, ya gitu lah.

8:18Jadi intinya sih kombinasi antara growth mindset,

8:23gak pengen stuck dengan pemenaran oh aku gak bisa ngomong dengan jelas.

8:27Sama neck-up dan iseng.

8:29Udah ya kombinasi itu semua sih.

8:31Jadi kalau kenapa, ya terus kan emang ada value-nya.

8:35Mungkin kalau secara general kan apapun berbagi dalam bentuk tulisan,

8:40dalam bentuk public speaking,

8:42atau apapun kan sebetulnya emang ada value-nya.

8:45Kita memperkuat pemahaman kita.

8:47Terus ya maksudnya bagus buat apa portfolio dan lain-lain.

8:51Belas networking, bisa connecting sama orang lain.

8:54Ya kan daripada depan laptop mulu, unsourced, gak pernah ketemu orang.

8:58Kan jadi bisa ketemu sama sesama developer ya.

9:02Memperbuas network lah, mindset lah, blablabla.

9:05Itu kan secara umum.

9:06Tapi kenapa ngomong?

9:08Itu kombinasi nantang diri sendiri biar gak stuck sama iseng dan neck-up.

9:14Udah gitu kalau kenapa ya.

9:16Hmm mantap.

9:18Kalau gue, ah panjang cerita ya.

9:21Cuman gini, saya pertama kali, jangan kan mencoba public speaking.

9:27Misalnya lagi ikut seminar apa.

9:30Ada yang nanya, saya berani ngangkat tangan aja saat mau nanya aja.

9:35Awalnya gak berani, saat mau nanya aja saya keringat dingin.

9:39Itu tongan saya hampir dingin.

9:41Mau nanya aja dari kursi penonton, mau nanya aja dia keringat dingin gitu.

9:46Itu pertama kali yang terjadi sama saya.

9:49Sekarang masih keringat dingin ya?

9:51Kalau presentasi?

9:53Kecuali siapa ya?

9:55Kalau presentasi, depends kalau audiens ya.

9:58Saya sempat di...

10:00Kira ini tergantung ruangannya.

10:02Kalau ruangannya dingin gak bakal keringat.

10:05Justru kalau dingin banget jadi keringat dingin.

10:07Jadi kayak gemuteran kayak.

10:09Beneran saya pernah satu kali.

10:12Itu ruangannya dingin banget.

10:15Saya sampai kayak di panggung itu kayak kedinginan gitu.

10:19Saya sampai kayak, bentar ya aku mau ambil jacket dulu.

10:23Pernah itu sekali.

10:25Anyway, jadi waktu awalnya nanya aja takut.

10:29Akhirnya saya, tapi bukan itu yang saya challenge diri saya bukan.

10:33Tapi saya lebih keingin kan, keinginan waktu itu awalnya.

10:37Ingin punya purpose untuk serving.

10:42Serving the public, serving orang lain.

10:46Melalui kemuntas.

10:48Itu aja ya, kerinduan saya untuk menjadi public servant.

10:53Public servant.

10:55Ya public servant, artinya gini.

10:57Saat itu komunitas WordPress mati suri ceritanya.

11:04Agak tidak ada kegiatan.

11:08Terus akhirnya saya beranikan diri aja.

11:10"Kok gak ada sih kegiatan bit of WordPress yang selanjutnya ya gimana?"

11:16"Kalau gua mau ada yang lagi boleh gak?"

11:19Terus sama yang previous organizer bilang, "Boleh aja."

11:24"Ini linknya, lu belajar, lu apply."

11:26Nanti kita naikin menjadi co-organizer, kita manjuin gitu.

11:30Kita jalanin gitu.

11:32Itu doang tuh awalnya.

11:34Jadi bener-bener ingin kayak biar ada komunitas WordPress.

11:38Gua pengen belajar WordPress.

11:40Sekaligus ya udah, coba organize gitu.

11:44Out of the blue.

11:46Out of the blue.

11:48Ya udah lah coba.

11:50Seperti biasa nyari speaker itu susah.

11:53Kita yang organize, kita sendiri yang ngomong.

11:55Itu tuh tiga mita pertama pasti begitu.

11:58Ya mau gak mau cari topik apa yang gua angkat.

12:01Supaya bisa ngadain.

12:03Gua yang organize sendiri.

12:05Gua sendiri yang ngomong.

12:07Plus nanti yang kedua sudah mulai kan.

12:09Yang kedua sudah mulai dapat tuh dari yang sebelumnya.

12:12Todong-todongnya.

12:13Karena ada yang nonton ya.

12:15Offline.

12:17Offline.

12:19Terus mulai say hi, hi, hi, hi.

12:21Terus todong-todongin.

12:22Eh lu mau gak nanti ke depan kita omongin soal plugin lu keren tuh.

12:26Terus mau gak yang ini, mau gak yang itu.

12:28Yang kedua mulai dapat.

12:30Yang ketiga mulai kayak dari audience.

12:32Mulai oke gua bisa langsung kayak ditempat mau sharing gitu.

12:38Ya udah lah.

12:40Sharing dengan adanya mitap-mitap.

12:43Ya gitu.

12:44Kadang kalo misalnya.

12:46Pernah suatu kali memang bener-bener ambisius.

12:48Kayak satu bulan minimal satu kali gitu.

12:50Ya udah gak ada ini.

12:51Ada gak ada speaker pokoknya.

12:53Karena sudah dapat ke working space nya kan.

12:55Ada gak ada speaker pokoknya ada date nya dulu.

12:57Publish dulu.

12:59Topik nya belakangan.

13:01Kalau dapat syukur.

13:03Kalau gak dapat gua aja yang maju gitu.

13:05Seperti biasa kan seperti itu kan.

13:07Ya lama-lama dari.

13:11Dari.

13:13Komunitas yang hanya 10 orang.

13:15Kadang 6 orang.

13:17Kadang 7 orang.

13:1915 mulai naik 50, 100.

13:21Ya itu terlatih sendiri kan.

13:23Minimal kalau sebagai organizer.

13:25Meskipun bukan kita topik utamanya.

13:27Kita yang membuka kan.

13:29Kita yang kayak menyapa.

13:31Dan jadi MC lah bahasanya ya.

13:33Jadi MC.

13:35Minimal jadi public speaking juga.

13:39Tanpa ada text.

13:41Kayak say hi gitu aja.

13:43Itu sih motivasinya.

13:47Lama-lama ya.

13:49Ngadain event sama Mas Johan.

13:53Trus dia bilang.

13:55Apply nya tuh.

13:57Oke siang.

13:59Cuma berarti.

14:01Bendang merahnya itu.

14:03Masih ada gab kesulitan cari speaker ya.

14:05Masih banyak organizer cari speaker.

14:07Awal jaman itu yes.

14:09Masih kayak nyari speaker itu.

14:11Kayak nyari nairah sumber itu.

14:13Yang tanpa pambri.

14:15Yang tanpa pambri.

14:17Itu susah.

14:19Yang ada pambri nya gampang.

14:21Keluhan organizer.

14:23Karena yang gak ada pambri nya gampang.

14:25Karena gini.

14:27Cari sponsor gitu.

14:29Jadi dari sponsor dia nitip.

14:31Saya ngasih topik saya dong.

14:33Tetapi topik nya jualan.

14:35Di world place ada aturan.

14:39Gak boleh jualan.

14:41Gak boleh hard selling.

14:43Kalau project open source gak apa-apa.

14:45Tapi kalau hard sell gak boleh.

14:47Gak boleh hard selling.

14:49Kalau misalnya produk yang ditawarkan itu open source.

14:51Namun ada service nya boleh.

14:53Jadi beda.

14:55Jadi intinya gak boleh hard selling.

14:57Eh gue punya produk begini harganya sekian.

14:59Beli sekarang.

15:01Discount 50%.

15:03Nah itu gak boleh.

15:05Gak boleh hard selling lah ya.

15:07Jadi.

15:09Tapi even apa.

15:11Desember 2019 pun.

15:13Maksudnya itu kan gak lama-lama amat ya.

15:15Itu juga. Aku pertama kali.

15:17Diajak di Deves.

15:19Kata ya sih kalau mereka pas itu gak dapet speaker web.

15:21Ya salah satu organizer nya juga.

15:23Yang bakal present.

15:25Kebetulan mereka iseng nyari.

15:27Kalau misalnya gak ada apa.

15:29Dimas pasti turun deh itu.

15:31Kesulitan cari apa.

15:33Mau web, mau cloud, mau apa.

15:35Turun tuh biasanya kayak gitu tuh.

15:37Ya kayaknya standar organizer.

15:39Berarti organizer nya harus jadi speaker.

15:41Ya biasanya di Jakarta JS juga gitu.

15:43Setiap apa.

15:45Kontributor itu.

15:47Punya cadangan slide.

15:49Atau cadangan topik.

15:51Jadi kalau misalkan kata-kata tiba-tiba.

15:53Si speaker nya gak bisa dateng.

15:55Atau tiba-tiba dia muter balik gara-gara macet dan lain-lain.

15:57Itu kita yang turun.

15:59Kayaknya waktu gue.

16:01Deves Bogor lalu.

16:03Kan 3 hari sebelum Deves Bogor.

16:05Gua kena covid. Positif.

16:07Atau siapa yang gantiin tuh.

16:09Kayaknya siapa.

16:11Pasti kayaknya dari organizer turun deh tuh.

16:13Sempet ditanya.

16:15Mau gantiin gak.

16:173 hari sebelum.

16:193 hari sebelum.

16:21Event coba.

16:23Kena positif.

16:25Ya gimana kalau itu kan force majur.

16:27Pulang kluster baru.

16:29Kluster Deves.

16:35Nah ini sama juga Esther juga dari organizer ya.

16:39Di Surabaya ya.

16:41Sekarang jadi pembicara.

16:43Jadi narasumber.

16:45Ya Ivan nanti minggu ini ya?

16:47Iya nanti.

16:49Jumat berangkat.

16:51Jumat berangkat.

16:53Saat itu.

16:55Ketemu sama Abdul Malik kali ya.

16:57Jangan lupa ya.

16:59Hari minggu aku di Jogja.

17:01Oh minggu di Jogja.

17:03Aku libur dulu.

17:05Tapi minggu depan aku Medan.

17:07Asyik.

17:11Pulang kampung.

17:13Kurang lebih.

17:15Kurang lebih.

17:17Lo bentar origin storynya.

17:19Mas Rizal gimana.

17:21Origin storynya gabungan dari kalian berdua.

17:23Sebenernya.

17:25Jadi standar ya.

17:27Dulu jaman kuliah itu paling takut.

17:29Kalau disuruh presentasi.

17:31Bahkan sampai.

17:33Sampai skripsi.

17:37Untungnya waktu itu di Binus.

17:39Skripsi itu bertiga kan.

17:41Jadi saya bagian yang next next aja.

17:43Pokoknya gak pernah mau tampil.

17:45Sama sekali gak mau.

17:47Sampai.

17:49Sampai pada satu titik entah kenapa.

17:51Tiba-tiba kayak.

17:53Jadi anak backend.

17:55Kerjaan depan komputer kok kayaknya ada yang kurang.

17:57Akhirnya join komunitas.

17:59Pertama kali datang tuh.

18:01Gara.

18:03Salah satu triggernya gara-gara itu.

18:05Susah cari orang.

18:07Ini dikasih mandat untuk bikin tim.

18:09Tapi gak ketemu.

18:11Akhirnya turunlah ke komunitas-komunitas.

18:13Salah satunya dulu.

18:15Pertama kali di Python.

18:17ID Python.

18:19Terus kok seru ya.

18:21Ngeliat orang mulik gitu kan.

18:23Ditonton banyak orang kayaknya.

18:25Menarik gitu.

18:27Akhirnya.

18:29Dari sana cuma jadi penonton aja.

18:31Sampe akhirnya belajar.

18:33Salah satu framework yang jarang.

18:35Materialnya ada di Indonesia.

18:37Namanya Meteor. Sekarang mungkin udah.

18:39Meteor.

18:41Itu dulu terkenal.

18:43Dulu terkenal.

18:45Sekarang dia berubah.

18:47Dia sekarang memproduksi Apollo.

18:49Apollo GraphQL itu dari dia.

18:51Dulu.

18:53Framework full stack ya.

18:55Ada kayak jaman sekarang.

18:57Dan real time itu dulu Meteor.

18:59Salah satu yang terkenal kan.

19:01Terus liat lah di Meetup.

19:03Ada gak gitu kan.

19:05Ada gak Meetup Meteor.

19:07Ternyata gak ada.

19:09Di Meetup.com-nya itu vakum.

19:11Jadi ada organizer-nya.

19:13Tapi dia gak jalanin. Akhirnya.

19:15Kok kayak event tadi?

19:17Iya. Dia gak jawab-jawab.

19:19Ya udah saya beranikan diri.

19:21Ngontek si meteor.

19:23Dan meteornya akhirnya dikasih.

19:25Terus ngadain lah.

19:27Meta pertama kan.

19:29Ngadain meta pertama.

19:31Pinjem kantor temen.

19:33Terus banyak yang reservasi.

19:35Mungkin sekitar 30-an gitu kan.

19:37Banyak banget kan yang reservasi kan.

19:39Gak taunya. Begitu hari ha yang datang.

19:41Satu orang.

19:43Kirain tadi bakal.

19:45Yang datang ternyata jauh lebih banyak.

19:47Cos.

19:49Sama ya. Satu orang juga.

19:51Saya 5 orang.

19:535 orang. Sedi sih.

19:55Tapi ya lanjut aja bodoh amat. Lanjut.

19:57Ya. Show must go on kan.

19:59Sedi memang. Cuman.

20:01Kalau sekarang itu.

20:03Kita bisa jadi. Bisa jadi bahan.

20:05Tertawaan dan bisa jadi bahan pelajaran.

20:07Jadi buat temen-temen yang mulai.

20:09Baru mulai bikin komunitas.

20:11Terus yang datang di atas satu orang.

20:13Berarti kalian lebih baik dari pada saya waktu dulu ya.

20:15Jadi ada yang

20:17Lebih buruk dari kalian gitu.

20:19Tapi jangan salah.

20:21Satu orang ini adalah success story.

20:23Kenapa? Karena dia adalah

20:25Orang networking. Orang jaringan.

20:27Bekerja di salah satu.

20:29Ini. Hosting.

20:31Hosting company.

20:33Terus saya tanya kenapa datang kesini.

20:35Saya tertarik mau belajar programming.

20:37Mungkin dia ada basic IT.

20:39Tapi gak programming kan.

20:41Akhirnya setelah dari meet up itu.

20:43Akhirnya kan berdua doang nih.

20:45Gak usah pake.

20:47Gak usah pake.

20:49Cuman lihat di depan laptop.

20:51Berdua ngobrol aja.

20:53Tetap pake sliding. Karena udah disiapin kan.

20:55Jadi ngobrol berdua.

20:57Sesuai topiknya.

20:59Akhirnya dari sana.

21:01Singkat cerita.

21:03Dia cabut dari kantornya.

21:05Dia jadi freelancer.

21:07Akhirnya sekarang sudah melalang buana.

21:09Sampai ke Singapura dan lain-lain.

21:11Kemarin ketemu di Jakarta.

21:13Jadi itu salah satu success story sih.

21:15Dia itu yang paling loyal.

21:17Jadi setiap ada meet up pasti datang.

21:19Gak pernah absen. Karena dia merasa berutang budi kali ya.

21:21Bisa mendapatkan pekerjaan.

21:23Karena dari awal dia kan emang niat.

21:25Dia jadi satu-satunya orang yang beneran datang.

21:29Berarti kan dari awal.

21:31Bahkan sebelum dia mulai jadi programmer.

21:33Sebelum dia mulai coding.

21:35Dia udah punya niat.

21:37Saya pertama kali.

21:39Memang pernah kayak awalnya.

21:41Merasa sedih.

21:43Berapa kali ada meet up itu.

21:45Justru saya lebih mengapresiasi.

21:47Karena mereka mau datang aja itu udah effort.

21:49Itu udah bagus banget ya.

21:51Apalagi di Jakarta sih ya.

21:53Kan di week.

21:55Bukan di weekend ya.

21:57Karena saya ngadangnya di weekday.

21:59Berarti kan dia harus

22:01Ijin pulang dari kantor lebih awal.

22:03Datang lewat macet-macetan.

22:05Apalagi Jakarta kan macet luar biasa.

22:07Datang aja itu

22:09sudah effort.

22:11Jadi

22:13setelah berapa kali ada meet up saya kayak

22:15kalau berapa pun yang datang

22:17selalu apresiasi.

22:19Betul-betul.

22:21Apalagi kan ya itu.

22:23Baseline-nya kan rendah satu orang.

22:25Kalau yang datang lima orang, tujuh orang itu

22:27udah seneng banget gitu.

22:29Karena udah pernah merasakan yang terburuk.

22:31Cuman dari situ

22:33gara-gara si orang ini

22:35jadi dapat esensi dari

22:37komunitas. Makanya saya

22:39tidak lelah-lelah untuk

22:41kontribusi ke komunitas gara-gara

22:43impact-nya langsung kelihatan dari orangnya.

22:45Jadi setelah dua minggu tiba-tiba dia

22:47message gitu kan

22:49saya udah

22:51resign dari kantor. Terus saya coba

22:53freelance dan dapat.

22:55Itu nggak boban mental tuh

22:57Mas Riza.

22:59Terus

23:01meet up berikutnya saya tolong dia untuk

23:03ngomong. Akhirnya dia ngomong.

23:05Jadi ya itulah.

23:07Dan sekarang jadi teman juga.

23:09Success story yang membuat

23:11dampaknya itu

23:13berasa. Kadang-kadang kan ada teman-teman

23:15yang mikir ah bikin komunitas.

23:17Gini-gini aja ya, kok nggak ada

23:19perubahan dalam karir, nggak ada

23:21perubahan, nggak kelihatan impact-nya

23:23dan lain-lain tiba-tiba habis itu ilang.

23:25Kalau saya karena berhubung

23:27langsung dapat, jadi

23:29berkesinambungan.

23:31Seneng. Pengen banyak

23:33success story lainnya

23:35yang bisa

23:37didapet dari sana.

23:39Jadi ya itulah ceritanya.

23:41Makanya sekarang akhirnya ya itu

23:43dari organizing. Terus nggak ada

23:45orang yang mau ngomong. Akhirnya

23:47dipaksa ngomong.

23:49Untungnya karena mulai dari

23:51komunitas yang kecil.

23:53Jadi kayak scaling lah.

23:55Kayak bikin aplikasi server.

23:57Dari kecil kan kita nggak perlu

23:59scaling terlalu besar, nggak perlu terlalu

24:01serius topiknya. Mau salah-salah

24:03sedikit ngomongnya juga nggak apa-apa.

24:05Jadi sekalian proses belajar

24:07makin kesana makin besar jumlah

24:09audiensnya ya makin serius lah kita

24:11menggarap materi kita.

24:13Oke, kita sudah agak terlalu

24:17panjang. Ini top

24:19pertanyaan yang

24:21mungkin nggak ada di script.

24:23Ditanyakan tapi penting ya.

24:25Nah, boleh

24:27masing-masing dari kita boleh share.

24:29Mungkin kalau misalkan teman-teman

24:31diminta untuk toko

24:33di satu acara gitu.

24:35Mulainya dari mana?

24:37Ivan dulu deh, Ivan dulu.

24:39Pertama

24:41saya mulainya dari ini dulu.

24:43Dari kesiapan.

24:45Dari kesiapan mengetahui informasi

24:47apa yang saya ketahui

24:49dan apa yang audiens

24:51yang kira-kira ingin tahu.

24:53Yang bisa

24:55nanya ke organizer.

24:57Atau

24:59bisa jadi

25:01ada sesuatu yang baru

25:03yang saya mau share supaya

25:05audiens tahu. Kayak paski.

25:07Yang lalu paski.

25:09Kalau saya tanya

25:11ke audiens, mungkin

25:13audiens mau paski nggak? Pasti mereka nggak tahu

25:15apa itu paski. Tetapi menurut saya

25:17paski itu penting gitu ya.

25:19Jadi biasanya saya

25:21antara dua itu. Saya tanya dulu kesiapan

25:23audiens atau organizer

25:25audiensnya kira-kira seperti apa.

25:27Level

25:29secara

25:31apa namanya?

25:33Level beginner intermediate

25:35atau ini seperti apa. Anak kuliahan

25:37atau orang kerja gitu ya.

25:39Iya betul.

25:41Contohnya

25:43nggak akan mungkin saya datang-datang

25:45ke Jakarta JS ngomongin

25:47soal python.

25:49Contoh, iya kan?

25:51Gak konek.

25:53Gak konek, iya kan?

25:55Atau

25:57datang ke

25:59ininya WordPress tapi ngomongin

26:01"how good is Drupal?"

26:03Gak konek juga, iya kan?

26:05Itu kok betitar.

26:07Iya, jadi know your

26:09audience. Nah ada satu

26:11hal yang, ada satu

26:13yang saya mau share

26:15sedikit dari

26:17salah satu workshop yang pernah saya ikutin

26:19waktu di GDE Summit yang waktu

26:21kita di 2019.

26:23Kita nonton kan?

26:25Kita bareng kan?

26:27Ya, sedih.

26:29Ya, sedih.

26:31Jadi public

26:33dari bahasa public speaking itu

26:35ada kata public di situ.

26:39Jadi, kalau saya mau ngasih

26:41sebuah

26:43topik atau ingin menyampaikan

26:45sebuah topik sharing ya, itu

26:47saya mau fokusnya, selalu fokusnya

26:49ke public, bukan fokus

26:51ke saya. Jadi,

26:53di semua topik yang saya sampaikan

26:55saya tidak pernah bercerita, mungkin

26:57awal-awal, mungkin awal-awal sebelum

26:59belajar banyak, tapi akhir-akhir ini

27:01saya gak pernah menyampaikan

27:03di panggung

27:05tentang saya.

27:07Cukup, karena saya sudah diperkenalkan

27:09oleh si MC.

27:11Selanjutnya, saya ingin engage,

27:13jadi tentang public speaking saya,

27:15berusaha untuk konek ke

27:17si public

27:19ini, gitu. Dan

27:21engage mereka, karena

27:23dari sisi

27:25topik, saya ingin

27:27topik saya itu punya

27:29apa isinya? Impact ke mereka.

27:31Karena menurut saya, topik yang saya

27:33ingin kasih itu bagus. Nah, makanya

27:35pemilihan topik adalah

27:37kunci sukses yang pertama juga.

27:39Jadi, know your audience,

27:41second, know your topic.

27:43Jadi, apa topik yang mau kita sampaikan?

27:45Mix and match antara

27:47kebutuhan audience sama

27:49kemampuan kita untuk mendeliver itu, ya?

27:51Yes, jangan, kalau

27:53misalnya saya gak tahu topik itu, saya kebut

27:55satu malam, belajar juga

27:57gak, gak,

27:59apa ya, hanya

28:01ngomong orang. Gak dapat esensinya? Iya.

28:03Jadi, saya cuma repeating apa yang,

28:05contoh ya, apa yang saya

28:07sampaikan, mungkin mereka bisa cari tempat lain.

28:09Saya harus ada

28:11sesuatu bridging-nya, karena

28:13sudah saya mempelajari lebih lanjut.

28:15Jadi, bridging-nya itulah yang harus saya sampaikan.

28:17Yang harus saya emphasize,

28:19meskipun baseline-nya masih

28:21sama, gitu kan. Kalau tentang

28:23paski, ya, baseline-nya

28:25masih sama, namun ada bridging-nya yang saya

28:27sampaikan ke mereka, kenapa itu

28:29perlu, kenapa itu

28:31bermanfaat, terus kemudian

28:33bagaimana cara mereka implementasinya,

28:35segala macam. Jadi,

28:37saya,

28:39yang ketiga, berusaha mikir saat

28:41mereka pulang,

28:43kira-kira apa yang akan mereka bawa.

28:45Saya membayangkan

28:47apa yang bisa mereka ambil

28:49satu atau dua poin dari

28:51apa yang saya katakan aja. Gak perlu semuanya,

28:53gitu. Karena cukup ada

28:55hook-nya. Yang saya sampaikan itu hook-nya

28:57doang. Nanti mereka

28:59akan... Explore sendiri?

29:01Explore sendiri, sebenarnya.

29:03Nah, itu dari

29:05saya. Oke.

29:07Kalau Aika gimana?

29:09Nah, itu tadi yang event

29:11sebut sih udah lengkap, ya.

29:13Kalau, mungkin yang aku tambahin

29:15dari aku,

29:17apa ya, setelah, mungkin

29:19kalau track record

29:21speaking aku nggak terlalu banyak, tapi

29:23mungkin lihat presentasi

29:25orang lain juga,

29:27kalau dibikir-bikirkan, semua informasi

29:29itu, semua topik itu sebetulnya

29:31udah tersedia.

29:33Tinggal baca dokumentasi, atau

29:35apalah, lihat role client, baca

29:37ridmi, apa yang bikin pemilihan

29:39topik jadi istimewa.

29:41Nah, di mana seorang speaker

29:43yang emang udah praktek

29:45apa, ya

29:47ngelik atau menggunakan kode atau teknologi

29:49itu, dikerjaan

29:51sehari-hari,

29:53nampilin, mempresentasikan

29:55apa, misalnya

29:57contohnya, apa sih yang menarik

29:59dari topik itu,

30:01atau apa kegunaannya

30:03yang secara nyata,

30:05yang dirasain oleh

30:07speaker itu, itu kan hal-hal

30:09sisi yang nggak ada

30:11di dokumentasinya, kan?

30:13Jadi, apa, selain

30:15yang udah disebut Ivan tadi,

30:17mungkin aku

30:19selalu emang milih

30:21hal yang emang udah

30:23aku terapin sendiri di kerjaan,

30:25atau hal yang

30:27misalnya sebelumnya aku nggak terlalu

30:29nangkep, tapi tiba-tiba

30:31setelah pakai, oh

30:33ini tau, bendang merah antara A, B,

30:35dan C, kayak sesuatu hal yang

30:37nggak langsung

30:39obvious dengan, hanya dengan

30:41baca dokumentasinya aja.

30:43Nah, itu kalau pemilihan topik.

30:45Tapi jujur, sampai sekarang pun, tadi kan

30:47sempat disebut sekilas ya

30:49soal apa, ya tanya organizer

30:51jelas, apakah audience-nya

30:53itu anak kuliah,

30:55atau praktisi, itu aja udah beda

30:57banget kan, apalagi kalau udah masuk

30:59level beginner,

31:01intermediate, advanced, karena ini

31:03sebetulnya rada buah

31:05simalakama sih, topik simalakama.

31:07Jadi, kalau, apa?

31:09Kalau untuk beginner, misalnya kita

31:11cater untuk beginner, jadi kayak

31:13hello world lah, yang advanced

31:15wasn't. Nah, tapi

31:17kalau misalnya kita pilih

31:19advanced itu kan

31:21apa, berarti udah

31:23syntax atau apanya ya dianggap udah ngerti,

31:25tapi mungkin case yang

31:27kita pilih case yang khusus banget,

31:29specific banget, mungkin yang advanced

31:31yang beginner, ngantuk.

31:33Nah, terus, apa?

31:35Sejauh ini, ya

31:37karena event-eventnya, jenisnya

31:39misalnya kayak devs, io-extended,

31:41aku masih lebih ke

31:43antara beginner

31:45sama intermediate

31:47keliatannya. Dan ini

31:49aku sendiri belum nemu rumusnya sih,

31:51gimana biar, apa?

31:53gimana biar tepat guna banget, karena

31:55organizer pun sering bilang, ya

31:57maksudnya, mereka kan juga nggak bisa sepenuhnya

31:59nyamung prediksi

32:01audience yang datang kayak gimana ya, paling

32:03yang biasanya info yang

32:05dikasih mungkin, ya misalnya

32:07mungkin lebih dari setengah atau

32:0975% atau

32:1150% mahasiswa, sisanya

32:13campur. Nah, ya udah kan, berarti

32:15harus pakai ilmu kira-kira dikit.

32:17Itu sih kalau untuk devs.

32:19Dan ada satu hal lagi

32:21yang aku sering kegocek

32:23soal ini, topik

32:25itu tadi topik secara umum kan,

32:27pokailah yang berguna

32:29untuk public jelas

32:31sesuatu yang sudah kita terapin sendiri

32:33atau ada insight khusus jelas.

32:35Nah, tadi tingkatnya

32:37apakah beginner, intermediate, advanced,

32:39ya itu juga harus dibikir.

32:41Nah, terus ada juga, apa,

32:43depth dan width mungkin ya

32:45sedalam dan seluas apa.

32:47Nah, itu kan kalau salah,

32:49bukan salah, maksudnya kalau kurang tepat

32:51milih skopnya, ya itu

32:53jadinya materinya banyak banget, padahal

32:55waktunya sedikit dikebut.

32:57Apa, kalau kita present sesuatu

32:59buru-buru, ya kan malah

33:01jadi nggak masuk, kitanya stress,

33:03audiensnya juga jadi nggak terlalu

33:05nangkep dengan

33:07enak karena, apa, karena jadi

33:09kejar tayang banget dan nggak enak banget sih itu.

33:11Dan kalau akus, kayak aku di speaking

33:13pertama, itu materinya tuh

33:15materinya tuh nggak sampai

33:17separoh, waktunya udah habis.

33:19Gak habis.

33:21Gak apa. Iya, betul-betul.

33:23Nah, itu. Nah, ada juga

33:25info yang gue tanya dari organisasi, biasanya

33:27gue dapat slot waktu berapa lama.

33:29Iya, itu pasti. Itu penting banget.

33:31Karena slide-nya

33:33itu harus dipersiapkan

33:35sebisa mungkin tepat waktu.

33:37Sebisa mungkin.

33:39Karena kalau berlebih, mereka-nya, organisasinya

33:41bisa marah, atau dipotong-potong.

33:43Eh, sudah, sudah, sudah, gitu.

33:45Ya kan, karena nggak ruke keseluruhan

33:47acara. Atau, molor acaranya.

33:49Iya, pasien speaker-nya. Dampaknya bisa

33:51banyak. Dampaknya bisa banyak.

33:53Ya, di sebisa mungkin

33:55tepat waktu sih, kalau gue.

33:57Iya, betul. Itu juga sulitnya

33:59sih. Harus latihan.

34:01Kalau gue, biasanya

34:03malam sebelum

34:05malam sebelum

34:07presentasi, itu

34:09latihan beberapa kali di kamar.

34:11Itu bukan

34:13latihan materi, tapi latihan waktu.

34:15Sebisa mungkin

34:17ada kayak timer, ngomong

34:19sampai slide berapa, sudah

34:21menit keberapa. Jadi,

34:23dan biasanya di speaker note-nya gue itu ada

34:25sampai slide ini, 15 menit.

34:27Harus, harus, kan.

34:29Iya, jadi gue bisa tahu, oke

34:31lihat waktu sama skylight, oke,

34:33gue masih panjang, atau masih kecepatan, atau

34:35terlalu lambat. Jadi bisa

34:37ngatur pace.

34:39Hmm.

34:41Ya, ya, ya.

34:43Sebenarnya, ada

34:45tambahan sedikit lagi untuk

34:47pilihan topik, ya, selain tadi

34:49menyesuaikan sama demografi, sama audience,

34:51dan

34:53apa yang mau kita sharing, ada hal

34:55baru yang mau kita sharing, atau dapat

34:57insight dari kerjaan dan lain-lain.

34:59Ada satu yang cukup sering

35:01saya pakai

35:03adalah alasan untuk

35:05mempelajari hal baru.

35:07Yang tentunya saya

35:09interess, gitu. Misalkan,

35:11kalau, apa, bahas

35:13paski, atau kalau saya bahas web

35:15assembly. Kan udah lama tuh pengen belajar

35:17web assembly kan, tapi gak ada kesempatan.

35:19Di kantor juga, ya

35:21siapa sih yang pakai kan

35:23belum ada, gitu kan, belum ada

35:25use case dan implementasinya.

35:27Nah, pas dapat kesempatan untuk

35:29mengisi salah satu acara, misalkan

35:31Google IOS Ended, wah, kebetulan

35:33ada topik web assembly, ya

35:35udah, dipakailah itu

35:37untuk sekaligus ajang

35:39belajar. Itu juga salah satu

35:41tips yang lumayan

35:43berguna juga. Karena

35:45apa ya,

35:47itu memaksa kita belajar dengan

35:49cepat.

35:51Kalau misalkan kita

35:53hanya

35:55menyampaikan materi tanpa kita

35:57paham, itu kelihatan dari

35:59pada saat

36:01presentasi.

36:03Dan bisa aja

36:05kalau misalkan ada yang nanya lebih

36:07dalam, terus kita gak tahu, kan kita malu ya.

36:09Jadi kita harus benar-benar menguasai materinya.

36:11Mempelajari.

36:13Mempelajari benar-benar, gitu. Jadi

36:15itulah yang kadang-kadang jadi

36:17jadi cepat bisa, gara-gara

36:19dipaksa, wah,

36:21bulan depan nih, talk-nya. Harus bisa, dalam

36:23sebulan harus bisa

36:25ngajarin web assembly. Kalau ngajarin itu kan

36:27beda ya dengan belajar sendiri, gitu kan.

36:29Kalau belajar ya, cukup hello world, udah.

36:31Tapi kalau ngajarin, berarti kita harus

36:33tahu lebih dalam, lebih tahu daripada

36:35orang yang belajar sendiri, kira-kira

36:37kayak gitu. Kalau untuk pemilihan topik.

36:39Selain yang disampaikan, event udah lengkap banget.

36:41Nah, abis

36:43siapin topik, tentunya kan kita

36:45biasanya, konsep kan,

36:47bikin outline,

36:49terus bikin slide, gitu kan.

36:51Nah, inilah yang susahnya.

36:53Susah? Kenapa?

36:55Karena harus

36:57cari flow. Nari flow

36:59yang enak tuh gimana, gitu ya.

37:01Itu ya, nyari jalan cerita ya.

37:03Kan salah satu presentasi

37:05yang bagus itu adalah

37:07storytelling. Jalan ceritanya ada.

37:09Jalan cerita itu apa? Contohnya

37:11misalkan apa ya?

37:13Misalkan Mario, Mario Bros, gitu ya.

37:15Jalan ceritanya kan

37:17pada suatu hari di

37:19siang yang tenang, gitu kan.

37:21Dia lagi nyantai-nyantai, tiba-tiba

37:23si putrinya diculik,

37:25akhirnya. Itu kan naik turun, kan.

37:27Jadi, kita harus

37:29menjelaskan, ya, ini

37:31awalnya seperti ini,

37:33misalkan kehidupan kita

37:35biasa seperti ini. Terus tiba-tiba

37:37ada masalah. Wah, si putrinya diculik.

37:39Terus apa yang harus kita lakukan?

37:41Kita harus cari case

37:43yang umum

37:45yang terjadi,

37:47yang bisa kita siapkan

37:49solusinya oleh talk-nya kita.

37:51Nah, dimana case-nya

37:53ini yang mudah ditangkap

37:55oleh audience. Karena

37:57saat kita membuat case itu,

37:59itu adalah hook-nya mereka.

38:015 minutes, jadi first 5 minutes itu adalah

38:03dimana mereka untuk mendapatkan

38:05inti seharinya kita itu mau ke mana.

38:07Karena itulah atensinya

38:09mereka yang bisa mereka kasih itu 5 minutes

38:11awal. Itu penting banget. Jadi

38:13nyari, nyari

38:15hook-nya itu loh. Bisa, itu yang

38:17harus kadang saya bisa

38:19bisa keliling-keliling

38:21sambil jogging, sambil ke mana, gitu.

38:23Untuk nyari, nyari

38:25hook-nya itu, case-nya itu.

38:27Jangan sampai kita hanya menyampaikan

38:29slide-by-slide.

38:31Slide 1 ini, slide 2 itu.

38:33Slide 3 kayak nggak nyamu

38:35atau loncat-loncat, gitu. Itu

38:37orang bisa dengan mudahnya

38:39atensi orang sekarang kan

38:41terlalu gampang

38:43terdistraksi, kan.

38:45Handphone itu langsung berdistraksi.

38:47Iya, ketika

38:49wah, ini Ivan

38:51lagi manggung foto. Habis foto

38:53scroll dulu, ah, upload dulu di Instagram

38:55gitu kan, di Twitter.

38:57Habis itu, lihat lagi lama-lama

38:59kalau kita tidak bisa menarik

39:01apa, atensi mereka dalam 5 menit

39:03tadi. Udah, hilang

39:05itu atensinya. Udah, hilang sampai

39:07akhir, tiba-tiba udah habis, gitu.

39:09Berarti sebenarnya itu

39:11kan kayak skripsi anak kuliah ya.

39:13Kayak ada, harus ada rumusan masalah

39:15yang kita harus bisa rumuskan

39:17masalah dengan simple. Misalnya itu tadi

39:19Mario, Super Mario. Putri

39:21diculik. Harus menyelamatkan si

39:23Putri. Nah, selanjutnya kan

39:25sisanya tentang itu. Terus

39:27gimana cara apa

39:29apa sih? Kayak rumusan masalah. Terus

39:31- Betul. - Nanti apa? Kayak

39:33- Hipotesa. - Kayak

39:35menyelamatkan Putri dengan cara

39:37ya apa? Ke istana

39:39ya udah dari seterusnya.

39:41Nah, berarti kan itu

39:43- Ada satu ini lain yang dari

39:45yang saya selalu pakai. Yang itu kemarin

39:47lagi, public speaking by Jeremy

39:49Nowner itu.

39:51Ada satu gini. Keep asking

39:53yourself. Asalnya tanya kita sebagai

39:55audience. Keep asking yourself. Kita

39:57tempatkan diri kita sebagai

39:59audience. Why do I even

40:01bother untuk nonton?

40:03Kenapa gue harus

40:05tertarik melihat

40:07Ivan menyampaikan

40:09paski. - Materi.

40:11- Materinya. Why do

40:13I even bother? Misalnya, oh

40:15kenapa? Karena bisa begini, bisa

40:17begitu. Oke, menarik.

40:19Selanjutnya menarik, selanjutnya. Jadi

40:21terus, jadi kalau misalnya

40:23di hook itu dapat, itu bisa

40:25kayak,

40:27ingat gak yang Eka gue sampaikan

40:29waktu masalah

40:31handphone Android gue hilang,

40:33terus mau buka email aja. OTP-nya ternyata

40:35di hape, terus kemudian

40:37itu banyak

40:39terjadi di orang kayak gitu. Jadi

40:41handphone-nya hilang, semuanya account

40:43ke lock. Karena yang bisa

40:45ngebuka itu semua di handphone.

40:47Terbiasa.

40:49Jadi kalau handphone-nya gak ada gimana?

40:51Mau mencari handphone-nya aja butuh

40:53OTP yang ada di handphone, atau butuh SMS

40:55yang kirimnya ke handphone. Terus gimana

40:57mau nyari handphone-nya?

40:59Contoh ya.

41:01Itu hook-nya yang saya dapat.

41:03Ceritanya itu hook-nya.

41:05Dari situ kan

41:07dia sudah dapat, oh ada case.

41:09Why do I even bother?

41:11Why do I even bother to hear more?

41:13Hear more. - Maksudnya

41:15masalahnya harus masalah

41:17yang dialami developer atau

41:19yang dialami user, atau akan dia

41:21relevan. - Atau yang mudah dia mengerti.

41:23Ya relevan kan?

41:25Jadi misalnya contoh Super Mario tadi

41:27kalau dipresen ke orang-orang

41:29yang gak merasa masalah

41:31bahwa ada putri diculik, budu

41:33amat, ya kan gak akan tertarik.

41:35Tapi kalau misalnya

41:37buat orang yang concern, ya

41:39yang emang tugasnya mengamankan putri

41:41atau apalah gitu, yang

41:43bagi mereka itu relevan.

41:45Entah sudah ngalamin masalah itu

41:47atau tahu bahwa itu

41:49masalah yang umum dan sering

41:51dan banyak terjadi, nah mereka kan

41:53tertarik.

41:55Ya, ya, ya.

41:57Bikin slide-nya sebenarnya tidak

41:59bukan hal yang terlalu

42:01sulit. Tapi bagaimana...

42:03Oh bikin slide aku sulit sih. - Oh sulit ya?

42:05Lebih sulit

42:07menceritakan melalui slide.

42:09Maksudnya bikin ceritanya dulu. Itu

42:11yang jauh lebih sulit. Mencari cerita

42:13seperti yang Ivan ceritakan

42:15barusan. Pengalaman pribadi

42:17kehilangan handphone dan gak bisa login

42:19itu yang susah.

42:21Kalau bikin slide-nya ya udah.

42:23Tambahin gambar,

42:25teks jangan terlalu banyak

42:27supaya... - Kalau

42:29slide yang

42:31gue bikin dulu awal-awal isinya

42:33teks gue bacain. Itu awal-awal.

42:35Itu kesalahan

42:37umum. Itu kesalahan

42:39umum. - Cuma bacain slide.

42:41Penonton lebih cepat

42:43baca daripada kita membacanya

42:45loh. - Betul. Jadi kalau misalkan

42:47iya

42:49jangan jadikan slide

42:51kita sebagai teleprompter.

42:53Karena kalau

42:55mereka, audiens bisa baca

42:57dari slide ya

42:59kita gak perlu ngomong. Diem aja. Silahkan liat.

43:01Kalau udah next ya. - Udah

43:03selesai? Next ya. - Udah selesai? Next.

43:05Udah? Next.

43:07Jadi atensi orang itu ke slide bukan

43:09ke kita. Jadi

43:11kalau slide itu ya

43:13kalau bisa hanya

43:15inti ceritanya aja

43:17selebihnya narasinya dari kita.

43:19Narasinya dari kita. - Hooknya kita untuk

43:21point by pointnya kita yang

43:23akan kita sampaikan. - Betul.

43:25Jadi

43:27itu juga salah satu trap ya

43:29yang sering terjadi.

43:31- Sepanjang sekolah sama kuliah

43:33itu selalu gitu tuh. Yang kayak

43:35slide-nya beneran point by point.

43:37Cuma kita ngomongnya lebih panjang aja

43:39dari slide. Nah, baru

43:41pas ya belajar public speaking

43:43ini terus nonton contoh-contoh

43:45bahkan sering ya kayak

43:47slide-nya itu ilustrasi atau

43:49contoh atau apalah

43:51yang diomongin

43:53itu yang

43:55gak point. Jadi kalau

43:57dulu kan mungkin kalau anak-anak kesekolah

43:59anak kuliah kira ya 3 point di

44:01ada 3 bullet point di slide

44:03ada 3 hal yang disampaikan.

44:05Tapi ternyata gak sekaku

44:07itu ya itu tergantung apatah di

44:09flow-nya, hook-nya, blablabla.

44:11Jadi apa

44:13ternyata slide sama yang

44:15kita bahas itu gak harus korelasi

44:17secara kaku tapi yang penting

44:19bisa mengantar ke ya

44:21bisa apa, keep audience

44:23interested ya tetap tertarik

44:25sampai slide selanjutnya kan mengantar ke

44:27point selanjutnya.

44:29- Jadi itu hanya sebagai pengantar

44:31aja. Pengantar dari cerita kita. Karena kan

44:33tidak semua orang auditory kan.

44:35Jadi dia visual. Jadi dia butuh

44:37gambar kira-kira apa yang kita omongin

44:39itu sesuai gak sama ini. Relate gak.

44:41Jadi sebenarnya

44:43part bagian slide itu

44:45ya mungkin buat

44:47beberapa orang sulit. Tapi jauh lebih sulit

44:49untuk menceritakan

44:51cerita utamanya.

44:53Menciptakan cerita utamanya itu lebih sulit.

44:55- Sama itu sih

44:57masih berkait sama slide ya.

44:59Kayak dari

45:01topik. Teruskan kita bagi

45:03jadi mungkin ada bagian-bagian secara kasarnya

45:05kita brainstorm. Ada

45:07kayak misalnya kita bikin tree gitu

45:09bikin note gitu.

45:11Bercapai-capai ya. - Outline.

45:13- Outline.

45:15Itu juga

45:17agak sulit. Gak tahu aku doang atau

45:19semua yang lain juga gitu.

45:21Ini satu point di outline

45:23ini. Kalau dulu

45:25kayak suka gak selalu dipaksain

45:27satu point itu satu slide.

45:29Tapi ternyata kadang

45:31kalau satu slide terlalu padat

45:33dan ada beberapa hal ya

45:35maksudnya ada banyak terlalu padat itu

45:37mungkin kekal sulit diikuti.

45:39Kadang ada hal yang

45:41harus dipecah. Misalnya jadi

45:43dua. Misalnya satu ilustrasi yang lebih

45:45abstrak atau gambar atau apalah.

45:47Baru satu ada ringkasan

45:49penjelasannya. Atau

45:51misalnya mungkin kadang dua point

45:53bisa jadi status slide. Jadi

45:55kadang bahkan

45:57ngejemahin dari point-point yang

45:59abstrak, mind mapping, brainstorm

46:01ke dalam bentuk satu slide itu

46:03aja juga PR kalau belum

46:05terbiasa.

46:07- Intinya sih supaya bagaimana

46:09kita tetap nge-flow.

46:11Jangan, sorry, tetap

46:13nge-flow dalam menyampaikan. Jadi saat dari

46:15satu topik ke satu

46:17topik yang lain bisa tetap

46:19nge-flow. Ada

46:21kaitannya sampai habis.

46:23Bagaimana

46:25kreativitas yaitu

46:27kembali ke masing-masing individu.

46:29Bahkan

46:31ada yang kalau misalnya

46:33yang

46:35contohnya ya, kayak

46:37saya nonton presentasinya

46:39dan Abramov, dia slide-nya

46:41cuma fame.

46:43Jadi cuma kayak

46:45editor, udah point-satu

46:47ini, point-dua, ini, terus dia

46:49lanjut live-coding-nya, blablabla.

46:51Jadi bisa juga seperti itu kan.

46:53Jadi kayak, tapi

46:55sambung terus. Jadi

46:57yang point utama yang saya sampaikan,

46:59point-satu ke point-dua ke point-tiga

47:01itu ada

47:03sambungannya terus, sampai

47:05habis.

47:07Memecahkan masalah yang

47:09masalah yang kita

47:11invented di awal.

47:13Yang kita sampaikan di awal, sampai kita solve

47:15masalahnya.

47:17- Nah, kadang aku ngalamin

47:19kasus yang kerja aneh sih.

47:21Pas udah present,

47:23kan, ya kayak misalnya

47:25IO Extended ini, atau The Fest kemarin,

47:27satu topic talk,

47:29aku presentasiin di beberapa

47:31lokasi. Kadang

47:33sudah present,

47:35sampai selesai, baru sadar

47:37ada hal yang kebalik,

47:39literatik kebalik. Maksudnya, flow-nya

47:41akan jauh, waktu kita ngomong,

47:43flow-nya bakal jauh lebih masuk akal

47:45kalau ini yang duluan.

47:47Nah, itu,

47:49hal itu tuh kayak baru,

47:51baru, baru, kita baru nyadar,

47:53pas kita beneran ngomong

47:55dengan urutan begitu, tapi

47:57kalau kita masih brainstorm, dalam bentuk

47:59kayak tree gitu, apa, atau

48:01mind mapping, atau point-point doang,

48:03kayaknya itu nggak ada bedanya

48:05urutannya, misalnya A, C,

48:07B, itu pas kita liat sekilas,

48:09atau bahkan waktu kita... - Make sense.

48:11- Itu make sense. Tapi pas

48:13kita ngomong, loh, kok aneh?

48:15Nah, terus, iseng-iseng nyoba

48:17dibalik, ah,

48:19istinya gini, nah, itu

48:21nyebelin banget sih. - Itulah pentingnya

48:23latihan, dan kalau bisa, latihannya

48:25direkam.

48:27Karena... - Saya latihannya

48:29penceremin.

48:31- Ada hal-hal

48:33yang saat kita ngomong,

48:35itu kita nggak bisa dengar kita ngomong sendiri, kan?

48:37Misalkan, kalau saya tuh

48:39penyakitnya paling sering adalah

48:41filler word.

48:43Itu sering

48:45sekali, dan nggak nyadar.

48:47Kalau nggak direkam, kalau direkam,

48:49wah, ini banyak, ini kalau

48:51dihilangin bisa lebih singkat,

48:53lebih padet, gitu, lebih cep, apa,

48:55jadi lebih flow, gitu kan.

48:57Jadi, begitu

48:59direkam, baru kedengeran. Dan termasuk

49:01juga yang loncat-loncat itu bisa

49:03kita tahu gara-gara kita review lagi.

49:05Jadi, pentingnya latihan itu

49:07adalah di situ, gitu.

49:09- Dan latihannya kayaknya harus

49:11niat seakan-akan kita

49:13beneran ngomong sama orang. - Seakan-akan.

49:15- Kayaknya, yang kayak kasus kebalik itu,

49:17bahkan waktu kebalik pun sebetulnya

49:19ya udah latihan. Tapi latihannya

49:21cuma niat, ya kayak, cuma biar

49:23apa, ya cuma nyoba

49:25ngomong aja, tapi nggak beneran

49:27ya itu. Mungkin pentingnya

49:29direkam, pas kita nonton,

49:31baru kita nyadar bahwa

49:33ada bagian yang kurang enak.

49:35Tapi pas kita ngomong kan, kita

49:37ya itu, latihan cuma mikir,

49:39cuma ngejar, apa,

49:41masih sesuai,

49:43masih ngejar waktunya,

49:45masih under time.

49:47Nah, terus soal filler word itu,

49:49ada tips, kata kalau kita pengen

49:51kita traffic setiap kita mau

49:53gitu, tarik nafas tipsnya.

49:55Nah, itu salah satu tips dari

49:57coba tolong buka link yang

49:59ada kursus gratis.

50:01Jadi, Google itu ada program

50:03apa itu? Digital Garage.

50:05- Learn digital with Google, ya.

50:07- Iya.

50:09Jadi, itu kayak macem-macem kursus gratis

50:11gitu untuk

50:13self-improvement gitu,

50:15self-growth, punya yang soft-skill lah.

50:17Soft-skill dan bisnis. Mungkin kalau

50:19teman-teman ada yang belum tahu,

50:21bisa tuh, bisa

50:23ikutin kursus itu.

50:25Ini modul singkat sih, cuma salah satu

50:27tipsnya itu. Ini ada plus-minusnya sih,

50:29maksudnya plusnya ya bagus, maksudnya ini

50:31materinya bermanfaat,

50:33tapi bukan minus, tapi maksudnya

50:35apa ya, belajar

50:37tentang ngomong

50:39dan cara membaca gitu, membaca di layar,

50:41sama praktekin, itu kan

50:43jauh banget ya. Jadi,

50:45ini bagus

50:47buat mulai, tapi

50:49kalau untuk eksekusi ya tetap,

50:51ya itu harus latihan,

50:53direkam, direkam,

50:55dan bahkan ngomong, apa? Ngomong di acara

50:57beneran, ya perjalanan masih

50:59jauh. Cuma ini salah,

51:01ini tipsnya bagus-bagus yang

51:03di kursus ini.

51:07Ada banyak

51:09apa namanya, pola-pola

51:11yang paling

51:13sulit itu, saat

51:15di panggung,

51:17itulah bagaimana cara

51:19supaya tetap engage

51:21dengan audience.

51:23Nah itu, jadi kayak dari

51:25body language, eye contact,

51:27kitanya juga

51:29harus

51:31sama kita punya topik

51:33alurnya dan materinya,

51:35tetapi harus juga aware

51:37dengan audience

51:39ininya.

51:41Connect dengan audience, karena

51:43kita mau, ada yang

51:45ngantuk pastinya, karena

51:47tapi kita harus tetap bisa connect dengan mereka,

51:49jadi harus kita, matanya mereka

51:51harus kita tatap satu-satu. Kalau saya tuh

51:53suka natapin mata-mata mereka, karena

51:55siapa yang perhatiin saya tatap balik

51:57mata mereka. Dan itu cara saya untuk

51:59connect. Jadi bisa saya lihatin satu-satu

52:01sambil saya gerak, sambil saya

52:03balik, lihatin matanya satu-satu.

52:05Itu ya

52:07kembali lagi, untuk

52:09supaya tetap connect dengan apa

52:11situasinya,

52:13saya harus, kadang-kadang

52:15mengeringit, apa sih maksudnya, terus saya

52:17perlambat, kadang

52:19percepat, gitu.

52:21Hal ini yang

52:23saya

52:25ngerasa hilang pada saat

52:27ngisi webinar

52:29online, karena kita tidak bisa melihat

52:31gerak-gerak penonton,

52:33tidak bisa lihat

52:35bahasa tubuh mereka, saya

52:39tidak tahu feedback yang saya dapatkan

52:41apa, apakah mereka mengerti apa

52:43yang saya sampaikan, atau tidak mengerti.

52:45Kalau

52:47tatap muka, saya bisa lihat, wah ini kayaknya

52:49tidak mengerti. Bisa diulang lagi, misalkan

52:51definisinya ini. Terus melihat mereka, wah masih

52:53bingung. Diulang lagi dengan mungkin

52:55menambahin analogi,

52:57dengan cara yang berbeda, sehingga mereka

52:59bisa lebih mengerti. Kalau online

53:01agak susah kalau itu.

53:03Gitu.

53:05Sama yang sering

53:07kali terjadi,

53:09membuat apa ya, membuat audience disengage

53:11adalah, begitu

53:13naik kan, salam, blablabla,

53:15terus tiba-tiba, kita minta maaf.

53:17Maaf ya,

53:19saya, apa, baru

53:21buat slide semalam.

53:23Persiapannya kurang cukup.

53:25Jangan, gak boleh. Itu

53:27jangan diumbar.

53:29Itu kalau bisa, orang gak perlu tahu, kalau kita

53:31buat tadi malam, atau tadi pagi

53:33baru selesai. Itu kalau bisa, jangan

53:35sampai audience tahu.

53:37Jadi itu harus ditutupkan.

53:39Penjelasan logisnya adalah, kan itu

53:41gak momentum mereka, bahwa

53:43mau kita bikin semalam.

53:45Itu tanggung jawab kita, itu tugas kita.

53:47Yang pertanyaan yang saya sampaikan,

53:49why do I even bother?

53:51Udah, ilang itu.

53:53Atau, ada juga yang minta maaf,

53:55ini, apa, ini talk pertama

53:57saya, gitu ya. Jadi

53:59harap maklum kalau banyak salah.

54:01Nah, itu orang udah langsung pegang handphone

54:03tuh. Langsung siap scroll.

54:05Udah, udah males, gitu. Karena

54:07kitanya sendiri aja gak pede dengan

54:09apa yang mau kita sampaikan. Gimana

54:11mau orang lain nonton, gitu. Berharap

54:13orang lain nonton, gitu. Jadi

54:15ya, walaupun kita

54:17persiapannya kurang, ini adalah

54:19panggung pertama, ya, kalau bisa

54:21itu jangan sampai kelihatan.

54:23Atau bisa juga

54:25kita sebutin, gitu ya.

54:27Ini adalah pengalaman saya talk.

54:29Tapi dengan

54:31istilahnya dengan apa ya?

54:33Dengan bangga, dengan malu.

54:35Dengan positif, bukan dengan

54:37maaf ya

54:39kalau banyak salah, karena ini

54:41adalah talk pertama

54:43saya. Tapi ini adalah talk pertama saya.

54:45Dan saya senang sekali bisa bertemu

54:47dengan teman-teman. Itu beda ya.

54:49Jadi lebih positif.

54:51Dan aku, beneran kan

54:53aku pertama kali talk ya

54:55sebenarnya in person, yaitu yang

54:57DevFest 2019 itu. Abis itu

54:59jangan, apa, ya kan

55:01lockdown beberapa kali

55:03talk, dan emang dikasih banyak talk

55:05dulu dirempar banyak

55:07talk, karena proses apply jadi

55:09GDI biar ada track record

55:11talk-nya. Semua talk online.

55:13Nah, kan baru

55:15baru tahun lalu

55:17ada acara in person, kan.

55:19Jadi ya emang acara

55:21pertama. Dan bahkan sebagai

55:23developer yang domisili di Yogyakarta

55:25belum pernah misi

55:27acara live di Yogyakarta sama sekali.

55:29Sampai, ya sampai tahun lalu.

55:31Ya udah, cuma

55:33kalau itu sih aku emang dengan

55:35sengaja bilang, karena, tapi

55:37mungkin bukan dalam rangka

55:39minta maaf atau gimana, bahwa ini senang sih

55:41senang bisa, apa intronya

55:43adalah senang bisa ngomong di depan

55:45teman-teman semua.

55:47Dan senang bisa, pas itu konteksnya

55:49pertama kali ngisi di Yogyakarta, senang

55:51bisa ngisi acara

55:53di kota sendiri.

55:55Jadi sama

55:57ya betul.

55:59Jadi ada satu

56:01hal yang inget

56:05saya dari, kenal gak kamu Robert

56:07Neiman? Robert Naiman, Robert Neiman.

56:09Ya, ya.

56:11Waktu kita ngadain web

56:13uncor di Yogyakarta, kan dia datang

56:15untuk dibawahin sama Johan.

56:17Ada satu

56:19topiknya sebenernya PWA.

56:21Tapi ada satu, beberapa

56:23slide yang dia

56:25tunjukkan, itu untuk

56:27supaya konek dengan audiens, yaitu dia pergi

56:29pagi-pagi sekali dia pergi

56:31hiking ke

56:33Merapi, terus pulang

56:35pulangnya langsung, slide-nya itu

56:37slide, awal satu dua slide-nya itu

56:39tentang foto dia di Merapi.

56:41Artinya dia bisa konek

56:43langsung ke audiens yang di Jogja.

56:45Karena itu kan hal

56:47yang familiar, itu kan

56:49hal yang familiar gitu.

56:51Gak ada hubungan kan sama, gak ada topik

56:53tapi dia bisa grab

56:55karena kita

56:57dia, apa, satu

56:59itu hal yang familiar bagi orang

57:01Jogja, atau warga lokal

57:03dia dapat perhatiannya

57:05dia bisa sampaikan

57:07topik yang ingin dia share.

57:09Bisa juga. It's just being creative.

57:11Buat ini ya, buat ice breaking ya.

57:13Yes, bahasanya

57:15breaking the artificial wall.

57:17Sama apa ya,

57:19setelah dipikir-pikir,

57:21bukan nih, gak usah dipikir, mungkin udah jelas juga ya

57:23public speaking itu kan pada dasarnya

57:25performance kan, suatu bentuk

57:27performance. Nah, siapa sih

57:29yang mau nonton suatu performance

57:31kalau dikasih hal-hal

57:33yang bikin down gitu.

57:35Soalnya orang kan kemanapun

57:37ngapain ya mau nonton konser, kayak ngapain

57:39bahkan nonton talk

57:41itu kan buat

57:43kalau bermanfaat jelas dari

57:45isi topiknya. Sama ya itu

57:47kita sebagai performer

57:49berarti kan mau gak mau waktu kita

57:51melakukan public speaking kita

57:53jadi performer. Kita harus

57:55bisa bikin mereka senang

57:57ya bikin audience senang

57:59ya gak harus

58:01dalam arti yang harafiah banget

58:03maksudnya gak selalu harus

58:05apalah yang kayak

58:07speaker motivasi gak harus gitu, tapi

58:09yang minimal itu tadi.

58:11Gak usah jadi senang komedi juga

58:13kalau misalnya kita gak punya bakat, senang komedi

58:15gak usah juga. Kecuali akong bakat silahkan.

58:17Kecuali bakat.

58:19Salah satu hiburan yang

58:27salah satu

58:29yang bisa menghibur penonton

58:31adalah kalau dari konteks

58:33kita adalah live coding.

58:35Itu menghiburin buat penonton

58:37tapi

58:39tapi itu

58:41sangat beresiko

58:43buat kita

58:45terutama kalau di acara conference

58:47kalau meet up, oke

58:49tapi kalau conference biasanya

58:51terlalu beresiko

58:53tapi itu sangat

58:55menyenangkan dan itu hal

58:57yang apa ya, hal yang

58:59bisa membuat

59:01perubahan, perbedaan.

59:03Jadi misalkan gini

59:05katakanlah kita ngomongnya tuh

59:07mungkin nunduk ke bawah terus

59:09gitu ya, introvert lah gitu ya, gak berani

59:11menatap orang, kurang engaging gitu kan

59:13tiba-tiba ya udah

59:15daripada saya ngomong mungkin

59:17kurang jelas langsung aja kita demo. Itu langsung

59:19semangat semua tuh orang. Walaupun ya

59:21prosesnya itu apa

59:23effortnya jauh lebih

59:25terus nge-switch

59:27input dulu, tak tak tak.

59:29Saya pernah

59:31melakukan sesuatu yang unik

59:33tapi cuma satu kali, di

59:35meet up wordpress.

59:37Saya tuh pernah

59:39langsung kayak gambarin lingkaran, terus

59:41wordpress, terus kemudian

59:43langsung tanya audience

59:45"Lu mau tau tentang apa hari ini?"

59:47langsung bikin uninya

59:49langsung bikin mind mapping-nya

59:51dan begitu langsung

59:55buka laptop, bahas

59:57karena sudah jadi mind mapping-nya, sudah tau

59:59terus saya buat kayak mikirin

1:00:01bagaimana supaya bisa nge-flow

1:00:03dari satu mapping ke mapping yang lain

1:00:05langsung buka laptop, langsung bikinin

1:00:07ininya, arahnya

1:00:09mau bikin plugin, tuh stems jadi apa

1:00:11blablabla, di akhir meet up

1:00:13semua happy, sayanya

1:00:15capek

1:00:17satu kali aja

1:00:19iya, tapi itu

1:00:21ya, itu sesuatu yang seru ya

1:00:23kalau live-quoting itu sesuatu yang seru

1:00:25itu bisa dibilang kayak apa ya

1:00:27super power lah

1:00:29buat nge-boost gitu ya

1:00:31buat nge-boost animo penonton

1:00:33yang tadinya ngantuk dan lain sebagainya

1:00:35plus karena saya nggak siapin materi

1:00:37nggak siapin materi awalnya

1:00:39tapi kan semua kerja

1:00:41semua apa

1:00:43kerja, effort, dan waktu buat siapin materi

1:00:45semua ditumpuk di pas manggung

1:00:47pas naik

1:00:49langsung spontanis

1:00:51spontanis, tapi itu capek

1:00:53tapi, apa ya

1:00:55capek, namun

1:00:57audiasi nya engage

1:00:59super engage, tapi waktu itu

1:01:01cuma ada 10 orang sih, jadi bisa

1:01:03kalau 100 orang, bisa

1:01:05gimana gimana

1:01:09semua

1:01:11semua hal ada trade-off nya, nah termasuk

1:01:13si live-quoting ini, kan apa

1:01:15itunya fun, kita juga mungkin

1:01:17sebagai developer, kayak lebih

1:01:19lebih nyaman ya, lebih nyaman coding

1:01:21daripada ngomong, karena mungkin kita

1:01:23lebih terbiasa

1:01:25tapi trade-off nya, risikonya banyak

1:01:27jadi, sampai sekarang

1:01:29aku kayaknya mutusin

1:01:31ada hal yang memang harus

1:01:33live-quoting, kayak misalnya Ivan

1:01:35di Bogor kemarin, apa

1:01:37demonstrate

1:01:39bukan live-quoting sih ya, itu live demo

1:01:41live demo

1:01:43live demo, karena demonstrate

1:01:45pas key real-time

1:01:47di laptop dan di HP

1:01:49itu kan

1:01:51itu emang harus banget live demo

1:01:53nah, cuma kalau emang

1:01:55materinya

1:01:57nggak harus banget live gitu, kalau aku

1:01:59pribadi prefer, nggak usahlah

1:02:01tunjukin code snippet aja

1:02:03salah satu alasannya, rada-rada lucu

1:02:05ini, pertama kali

1:02:07tahun lalu sih, di Surabaya

1:02:09pertama kali

1:02:11apa, pertama kali

1:02:13in person, nah

1:02:15terus, itu sebetulnya hal yang nggak

1:02:17terlalu penting buat

1:02:19live-quoting, karena cuman si SS

1:02:21feature, kayak cuman nunjukin before-after

1:02:23aja, nah, terus

1:02:25kan sebelumnya selalu, setiap tahun

1:02:27online ya, jadi nggak mikir soal

1:02:29apa, koneksi

1:02:31nah, terus kesana deh, nah

1:02:33dulu masih pakai Macbook lama

1:02:35belum pakai lightning yang

1:02:37apa, colokannya beda

1:02:39intinya, intinya nggak ada colokan

1:02:41nggak siap, nggak punya

1:02:43dan nggak siap bawa konektor, karena

1:02:45nggak sadar bahwa

1:02:47perlu konektor

1:02:49gue selalu bawa, gue selalu bawa 2 konektor

1:02:51yang berbeda, itu juga penting

1:02:53itu juga penting, nggak sadar

1:02:55nah, terus laptopnya, akhirnya dari

1:02:57FOA kan, dari

1:02:59meja sana, cuman next-next-next

1:03:01ya, live demo-nya nggak

1:03:03bisa, dan ya, kayak kehilangan

1:03:05satu bagian yang harusnya

1:03:07menarik, terus, apa ya, mungkin

1:03:09karena pas itu secara mental, agak

1:03:11belum terbiasa juga, jadi pas ada

1:03:13halangan yang kayak gitu, ya

1:03:15kena mental dikit lah, jadi apa

1:03:17hal-hal yang nggak ada hubungannya

1:03:19yang misalnya sebelumnya

1:03:21udah, udah siap

1:03:23present, jadi ngaruh, jadi

1:03:25ya, jadi buyar sekian persen

1:03:27lah, gara-gara

1:03:29ya, itu gara-gara, itu dua

1:03:31hal sih, dua hal berbeda ya, satu

1:03:33nggak siap secara teknis, mungkin nggak

1:03:35sadar bahwa harus punya

1:03:37konektor, dan dua

1:03:39live coding untuk hal yang sebetulnya

1:03:41nggak penting-penting amat, kan, kalau cuman

1:03:43nunjukin bedanya misalnya

1:03:45pakai property CSS yang baru

1:03:47dan yang lama kan sebetulnya pakai

1:03:49screenshot, pakai contoh kode-nya

1:03:51udah cukup, nah, terus

1:03:53sebenarnya live coding ada lagi sih

1:03:55kelihatannya aku tuh kurang jodoh sama

1:03:57live coding atau kenapa, nggak tahu

1:03:59ini online, pas online

1:04:01jadi, ini pas online

1:04:03dan sebelum jadi GDI kayaknya

1:04:05itu sebetulnya

1:04:07itu simple sih dulu core web vital

1:04:09baru release, nah, terus

1:04:11extension-nya tuh kan, ada extension

1:04:13buat detect core web vital, jadi

1:04:15kayak, pas itu

1:04:17temanya low-hanging code, apa aja

1:04:19yang kayak, buat

1:04:21buat ngefix kode kita, kayak misalnya

1:04:23kalau image, jika sih, apalah

1:04:25dikasih quit sama hate

1:04:27biar sebelum image-nya keload

1:04:29udah, placeholder-nya udah

1:04:31ukuran yang sama

1:04:33hal-hal kayak gitu lah, itu, itunya sih

1:04:35nggak, itu yang nggak menarik-menarik

1:04:37amat, cuma pengen, karena online

1:04:39nah, terus konsepnya pengen

1:04:41biar semua audience juga bisa nyoba

1:04:43sendiri, nah, pakai code sandbox

1:04:45kan ada itunya tuh, fasilitas

1:04:47coding, apa

1:04:49live, kolaboratif

1:04:51coding, udah dicoba

1:04:53sebelum top, nyoba pakai

1:04:55dua device, pakai dua device

1:04:57namanya nocar aja, aman, nah

1:04:59pas, pas hari-hari-ha

1:05:01mungkin bisa di debat, ya, cuma pas dulu

1:05:03kayaknya, aku aja yang begok

1:05:05apa, ya, pas

1:05:07giliran udah lebih dari 5

1:05:09orang masuk, 10

1:05:11atau berapa, di atas 10 inducer yang

1:05:13masuk, lambat banget

1:05:15dan karena streaming-nya, video

1:05:17streaming-nya juga jadi great, jadi ikut lambat

1:05:19hmm, oh, oh, dan delay-nya

1:05:21lumayan, kayak sekian detik, jadi ya

1:05:23lumayan disaster

1:05:25ya nggak disaster sih, cuma maksudnya nggak

1:05:27berjalan sesuai

1:05:29yang direncanain, abis itu

1:05:31pas nyadar, dan pas

1:05:33pas udah bingung, udah stress, ya udah

1:05:35top kolaboratif coding-nya

1:05:37ya udah, ngetik apa, demo-in aja

1:05:39sendiri, nunjukin bahwa sebelum

1:05:41apa, sebelum difix

1:05:43core webfile-nya begini

1:05:45sesudah begini, jadi

1:05:47walaupun online pun, ada

1:05:49hal yang harus diperhatikan

1:05:51soal koneksi

1:05:53wah, kalau ngomongin online dulu, saya

1:05:55pas online itu, cuek aja

1:05:57jadi, gara-gara, mungkin gara-gara ini ya

1:05:59gara-gara sudah terbiasa live streaming

1:06:01terus live streaming itu biasanya

1:06:03karena error dan

1:06:05cuek aja gitu kan, akhirnya

1:06:07karena udah bosan juga ya

1:06:09apa, webinar ini sih

1:06:11materinya, teori aja

1:06:13makin, makin kesini

1:06:15makin memberanikan diri

1:06:17kalau diminta untuk webinar

1:06:19atau online gitu

1:06:21teorinya sedikit, mungkin 20 persen, selainnya udah

1:06:23live-coding aja, mau error atau nggak error ya

1:06:25udah biarin gitu, tapi

1:06:27ya tetap persiapannya adalah, kalau

1:06:29live-coding itu, biasanya saya nyiapinnya banyak

1:06:31pertama adalah, nyiapin

1:06:33yang normalnya dulu

1:06:35yang best skenario-nya

1:06:37kan, mungkin

1:06:39yang best skenario-nya pun harus

1:06:41disiapin dengan git tag

1:06:43jadi, di tagging

1:06:45start, abis itu

1:06:47nomor 2, step 2, step 3, sampai

1:06:49terakhir, itu normal

1:06:51best skenario-nya

1:06:53kalau itu nggak jalan, ada

1:06:55folder yang udah disiapin

1:06:57kita tinggal cd

1:06:59masuk ke situ, yang udah finish

1:07:01di reset tag

1:07:03tertentu kan bias ya

1:07:05betul, kalau itu juga

1:07:07nggak jalan, entah kenapa

1:07:09gitu, ada videonya

1:07:11videonya diambil dari latihan saya

1:07:13sebelumnya, jadi pas latihan itu

1:07:15dipotong, videonya disiapin, jadi

1:07:17kemarin saya coba jalan

1:07:19ini videonya, ini buktinya, nah itu

1:07:21jadi ada sampai 3-4 plan

1:07:23saya masih ingat

1:07:25ada sesuatu yang menarik dari live-coding

1:07:27masih ingat waktu Mas Riza

1:07:29tampil di

1:07:31Jakarta JS, waktu kita di Google

1:07:33jadi dia nge-train

1:07:37model

1:07:39tetapi, karena laptop-nya

1:07:41dipakai buat connect

1:07:43present juga

1:07:45itu kan HDMI ya

1:07:47connect ke second mirror

1:07:49terus, browser-nya dipakai

1:07:51buat nge-train, itu

1:07:53CPU dan memori kagak cukup tuh

1:07:55sampai browser-nya nge-hang

1:07:57itu pake parcel itu waktu itu

1:07:59pake parcel JS

1:08:01jadi ada

1:08:03ada second factor yang kita

1:08:05nggak, ada waktu kita lagi

1:08:07mau buat code-nya, aman-aman aja jalan

1:08:09gitu ya, tapi waktu kita

1:08:11present kan, second screen

1:08:13itu pake

1:08:15resource gitu

1:08:17itu intinya

1:08:19hal-hal yang pas udah kita ngalamin

1:08:21tidak bisa diprediksi, itu obis

1:08:23pas udah ngalamin, ya jelas

1:08:25tapi pas belum ngalamin

1:08:27kita nggak bisa, kita nggak mikir

1:08:29kita nggak bisa itu, ya kayak

1:08:31kalau di kasus aku, ya itu tadi pas sepuluh orang

1:08:33masuk room, ternyata jadi

1:08:35lambat dan ternyata ngaruh ke

1:08:37streaming video

1:08:39ngomongnya juga, jadi mereka

1:08:41yang coding itu nggak denger instruksinya

1:08:43ya itu kan pas udah

1:08:45ngalamin, ya iyalah jelas, tapi pas

1:08:47belum ngalamin, dan nggak ada yang

1:08:49ngasih tahu bahwa itu mungkin

1:08:51jadi yang belum pernah lihat

1:08:53nggak kebayang

1:08:55ada satu lagi common problem, itu clicker

1:08:57oh iya

1:08:59clickernya macet

1:09:01nah itu yang kemarin itu yang di IOX

1:09:03Bogor, ada yang dari India

1:09:05siapa namanya, aku lupa

1:09:07FreeRest

1:09:09FreeRest, ya FreeRest kayaknya

1:09:11dia klik-klik-klik, tapi

1:09:13ngekliknya antara ke monitor atau ke

1:09:15screen belakang

1:09:17itu katanya, waktu dia turun dia bilang

1:09:19macet dia bilang gitu kan, gue bilang

1:09:21bukan macet, clickernya

1:09:23arahkan ke laptop, bukan

1:09:25ke screen

1:09:27karena kita kebiasaannya, kalau kita

1:09:29mau ngeklik itu, kita ngarahinnya ke

1:09:31ke layar yang kita lihat, ke layar utama

1:09:33kita ngekliknya ke layar utama

1:09:35tetapi sebenarnya kita harus

1:09:37sebisa mungkin tangan kita sedekat mungkin

1:09:39ke laptop yang kita tahu

1:09:41mana yang laptop yang akan

1:09:43si USB

1:09:45receivernya lah, dimana USB

1:09:47receivernya kita, oh disitu

1:09:49kita ngekliknya ke arah situ

1:09:51jadi waktu biasanya

1:09:53biasanya kan kalau gue

1:09:55nge-presentasi blablabla

1:09:57kan pergi agak jauh ke sudut panggung mana

1:09:59tetapi sudah tahu tuh

1:10:01gue sudah mau ngeklik, gue balik lagi

1:10:03itu biasanya ke, dimana

1:10:05USB receivernya, klik dulu

1:10:07baru balik lagi

1:10:09itu awarenessnya disitu tuh

1:10:11perlu dijangkakan kita

1:10:15nah itu tips yang bagus juga tuh

1:10:17sorry sebentar

1:10:19gimana gimana Eka

1:10:21Eka dulu deh

1:10:23itu juga agak

1:10:25ngeganggu konsentrasi sih

1:10:27jadi panik

1:10:29flow nya ke break

1:10:31jadi klik klik klik ternyata

1:10:33layar kita ke klik dua kali

1:10:35ke setiap slide selanjutnya

1:10:37dan kita kan harus ngebalikin

1:10:39dan itu lumayan bikin konsentrasi buyar

1:10:41tapi kan sebetulnya kayak gini

1:10:43kita harus ngalamin dan setelah ada penjelasannya

1:10:45oh iya jelas

1:10:47nah jelas pas udah ngalamin

1:10:49itu tips yang bagus juga

1:10:51dari Ivan tadi

1:10:53kalau misalkan panggungnya agak gede

1:10:55bukanya jalan kesana

1:10:57tapi jangan jalan muter

1:10:59kayak orang panik gitu ya, kayak setrikaan ya

1:11:01jalan berhenti di sebelah kanan dulu

1:11:03agak lama baru balik lagi, kenapa?

1:11:05karena audiensinya kan nggak di sebelah kiri doang kan

1:11:07kita harus menyapa juga yang di tengah

1:11:09yang di ujung

1:11:11itu juga penting buat engagement juga

1:11:13jadi kalau

1:11:15memungkinkan, kalau memungkinkan

1:11:17ya coba menelusuri panggung

1:11:19jangan cuma di satu sisi aja

1:11:21itu penting juga

1:11:23ngomong-ngomong soal klikr

1:11:25klikr saya hilang

1:11:27dulu bawa sendiri

1:11:31terus sekarang hilang, nggak ada

1:11:33kita harus cari Mas Danang berarti

1:11:35terpaksa harus pakai klikr dari

1:11:37oh iya ngomongin, klikr jadi inget

1:11:39kemarin kejadian juga

1:11:41di Jakarta

1:11:43mereka klikrnya pakai

1:11:45handphone, dikasih handphone buat

1:11:47presenter notes, itu kan bisa

1:11:49pakai handphone kan, dikasih pinjem

1:11:51handphone, terus disana internetnya

1:11:53jelek, jadi sempat disconnect

1:11:55sampai di tengah jalan

1:11:57nah ini juga penting, kalau temen-temen

1:11:59pakai

1:12:01alat tools

1:12:03yang online

1:12:05seperti Google Slide

1:12:07Canva, atau apalagi

1:12:09yang slide-slide yang online

1:12:11pastikan temen-temen download dulu

1:12:13jadi PDF

1:12:15karena internet

1:12:17di acara

1:12:19tidak sebagus internet di rumah

1:12:21rebutan kan

1:12:23ketika internet nggak jalan, kalau yang

1:12:25online itu macet, nggak bisa

1:12:27dibuka, gitu

1:12:29disiapin, karena

1:12:31beberapa kali melihat

1:12:33kejadian itu, pakai

1:12:35Google Slide, ya ini bukan masalah Google Slide-nya

1:12:37bukan salah Google Slide-nya ya

1:12:39pakai yang online, terus

1:12:41tiba-tiba, loh kok nggak bisa diklik

1:12:43kok offline, harus direfresh dulu

1:12:45harus ganti wifi dulu, jadi

1:12:47ngebreak, jadi merusak

1:12:49konsentrasi, jadi itu juga penting

1:12:51kalau sekiranya, wah internetnya kurang bagus, ya udah

1:12:53pakai PDF aja

1:12:55yang offline lah

1:12:57salah satu

1:12:59tools, antara

1:13:01pakai tools yang offline, atau

1:13:03diusahakan supaya bisa diakses

1:13:05secara offline, ya offline backup

1:13:07gitu

1:13:09terus apa lagi

1:13:11yang kita bahas

1:13:13ada kejadian-kejadian

1:13:15mengerikan, pernah terjadi

1:13:17di atas panggung

1:13:19coba di-share

1:13:21itu tadi

1:13:23kedinginan

1:13:25kedinginan

1:13:27terus

1:13:29ada juga

1:13:31saya

1:13:33kok nyari Mas Danang, iya kita butuh clicker

1:13:35beliin dong

1:13:37hahaha

1:13:39hahaha

1:13:41hahaha

1:13:43kedinginan

1:13:45terus apa lagi

1:13:47clicker delay

1:13:49connector, apa nggak bawa-bawa

1:13:51connector nggak bawa-bawa

1:13:53apa ya, sebenernya itu doang sih

1:13:55apa ya

1:13:59oh kalau audiensenya buanyak banget

1:14:01itu

1:14:03meskipun kita bilang

1:14:05oke kita terbiasa public speaking

1:14:07tapi kalau tiba-tiba audiensenya

1:14:09seribu orang, itu

1:14:11nge-pair juga lho

1:14:13kelihatan penonton

1:14:15terus sampai seribu

1:14:17guset

1:14:19itu kayak

1:14:21misalnya tadi yang

1:14:23berusaha connect

1:14:25power dari audiens

1:14:27jauh lebih besar kita tumu

1:14:29hahaha

1:14:31apa yang kalian lakukan ketika

1:14:33nge-blank, tiba-tiba nge-blank gitu

1:14:35nggak tau ini, tuh gue pernah sekali

1:14:37lagi, lagi

1:14:39presentasi, presentasi di

1:14:41Tokopedia

1:14:43kalau nggak salah ya, ya di Tokopedia

1:14:45itu barang itu

1:14:47sama barangnya Mas Yohan

1:14:49waktu itu, Chrome Dev Summit

1:14:51Extended, ya Chrome Dev Summit

1:14:53Extended, bareng juga kita

1:14:55bareng ya, dan gue tuh

1:14:57nge-blank, di tengah jalan

1:14:59Somehow, just nge-blank gitu kayak

1:15:01iya, iya, iya

1:15:03kayaknya, jadinya topik

1:15:05gue mau lanjut lagi

1:15:07hilang, bener-bener hilang, nggak tau

1:15:09nggak tau nih ngomong apa, slide nya juga nggak

1:15:11relate sama slide nya kan, gimana tuh

1:15:13terus solusinya apa

1:15:15ya, just accepted the faith

1:15:17waktu itu ya sudah, ngomong aja

1:15:19setaunya gitu

1:15:21lanjut, dan

1:15:23berusaha secepatnya

1:15:25kelar, karena percuma juga kalau gue lama-lamain

1:15:27mending cepatnya aja kelar, karena

1:15:29mudah-mudahan

1:15:31apa namanya

1:15:33speaker selanjutnya, bisa selamatin

1:15:35acara

1:15:37berserah

1:15:39ya kan, jadi

1:15:43ya sudah gitu, mau gimana

1:15:45pernah itu sekali, dan itu gue

1:15:47waktu itu, karena

1:15:49sebelum acara, itu

1:15:51habis burn out

1:15:53jadi masa-masa burn out

1:15:55karena lagi di project, lagi burn out, terus akhirnya

1:15:57"Aduh, gue harus ke Jakarta" ya udah

1:15:59karena sudah janji, lanjut

1:16:01oh, yang dulu ini ya, yang dulu remote

1:16:03Amerika ya, waktu Amerika

1:16:05jadi, tengah malam gitu ya

1:16:07kerjanya

1:16:09lagi project nya lagi apes aja

1:16:11lagi capek gitu ya, lagi capek

1:16:13lagi mental nya, lagi mental burn out

1:16:15mau

1:16:19siapin presentasinya

1:16:21oke, effort gitu, tapi waktu lagi

1:16:23di data sepanggung

1:16:25buyar

1:16:27buyar, pernah satu kali

1:16:29Eka pernah gak Eka?

1:16:31kalau yang blank

1:16:33beneran unprompted

1:16:35untungnya belum pernah, tapi

1:16:37yang pernah, itu pas pertama

1:16:39kali banget top in person itu

1:16:41DevFest 2019, jadi gini

1:16:43tengah-tengah ngomong, di belakang

1:16:45ada yang ngasih sign, 15

1:16:47menit

1:16:49oh, kaget langsung, panik gitu ya paniknya

1:16:51oh, belum

1:16:53kirain, ini menit ke-15

1:16:55jadi budu-budu dong

1:17:01ngomong terus, biasa kan

1:17:03kirain baru 15 menit

1:17:05oh, baru 15 menit

1:17:075 menit, 10 menit

1:17:095 menit, iya 5 menit

1:17:11baru panik

1:17:13countdown

1:17:1545 menit

1:17:17baru 15 menit, masih ada 30 menit

1:17:21tapi enggak, ternyata

1:17:23itu tadi sisa 15 menit

1:17:25masih angkat, sisa 5 menit

1:17:27slide-nya, masih nyampe separuh

1:17:29langsung ilang semua kan

1:17:31ya, sama kayak Ivan tadi

1:17:33yaudah ngomong cepet-cepet, yaudah bacai si slide

1:17:35next, next, next, next, next

1:17:37terima kasih, turun

1:17:39kalau yang blank yang parah sih itu

1:17:43terus kalau yang di

1:17:45Serabaya I/O Extended itu

1:17:47yang tadi yang harusnya bisa

1:17:49demo live-coding

1:17:51terus nggak, itu bukannya

1:17:53nggak terlalu parah sih, cuma ya paling

1:17:55jadi apa ya, fokusnya nggak

1:17:57100%

1:17:59benar-benar ngeblank, gue biasanya langsung

1:18:01pernah satu kali, udah langsung

1:18:03cepet aja, tapi

1:18:05pernah lose-focus secaranya

1:18:07gue suka bawa minum

1:18:09jadi kalau lagi lose-focus

1:18:11deep breath dulu

1:18:13iya, take a deep breath, minum dulu

1:18:15sambil proses

1:18:17balik lagi fokusnya

1:18:19iya, itu tips yang bagus juga

1:18:21jadi, kan nggak salah juga

1:18:23minum kan, kita biasalah

1:18:25tarik napas dulu

1:18:27itu sebenarnya tergantung

1:18:29jam terbang nggak sih, pengalaman

1:18:31bagaimana kita menghandle

1:18:33apa ya, situasi

1:18:35unknown, unknown situation

1:18:37iya, jadi kayak

1:18:39kalau saya sekarang udah

1:18:41udah kayak secara natural

1:18:43kalau ngeblank, tadi mau ngomong apa ya

1:18:45maaf ya ngeblank, langsung gitu aja

1:18:47tiba-tiba mau balik lagi

1:18:49kayaknya itu aja udah natural gitu

1:18:51kalau ngeblank ya udah jujur aja

1:18:53iya

1:18:55tadi sampe mana ya, kadang-kadang gitu kan

1:18:57iya

1:18:59terus liat slide, liat temen-temen

1:19:01mungkin yang di baris

1:19:03paling depan tuh ada yang ngomong, oh

1:19:05ini, bagian ini, baru ingat lagi

1:19:07jadi

1:19:09iya, ini lebih ke

1:19:11ya pengalaman lah ya

1:19:13lebih ke jam terbang sih kayaknya

1:19:15untuk menghandle situasi yang

1:19:17gimana-gimana kan

1:19:19ada yang tau kan, Steve Jobs gagal demo itu

1:19:21terus dia dengan

1:19:23hebatnya bisa

1:19:25membelokkan keadaan, ya itu karena jam terbang sih

1:19:27jadi emang udah

1:19:29biasa

1:19:31hal-hal yang ngeblank dan lain-lain

1:19:33udah biasa, jadi dia bisa mengendalikan

1:19:35jadi bisa dibelokin kemana

1:19:37gitu

1:19:39nah mungkin balik ke itu tadi

1:19:41apa, hipotesis ya

1:19:43hipotesis bahwa

1:19:45public speaking tuh essentially performance ya

1:19:47terasa banget sih

1:19:49apa ya, ini bukan nari ngeblank ya

1:19:51ya

1:19:53emang harus, jadi

1:19:55sebetulnya apa ya, kalau misalnya kita

1:19:57lagi sering perform

1:19:59itu emang bakal ke

1:20:01bentuk instingnya, ini

1:20:03hal yang agak gak nyambung sama

1:20:05public speaking technical sama sekali

1:20:07tapi dulu aku ngeblank

1:20:09dan dulu

1:20:11sempat ada periode yang cukup

1:20:13sering ngamen, cukup sering

1:20:15manggung, dan itu kerasa sih

1:20:17kalau lagi

1:20:19kalau misalnya kita sering perform

1:20:21ya kan kapan pun

1:20:23bisa tiba-tiba alat matilah

1:20:25atau ada penonton

1:20:27mabuk, rusuh, atau apalah

1:20:29pokoknya hal-hal

1:20:31apa pun bisa terjadi

1:20:33kalau kita lagi

1:20:35sering ngelakuin itu

1:20:37itu ya emang, ya udah

1:20:39itu tadi sebenernya kayak Ivan Willem

1:20:41jalanin aja

1:20:43dan makin sering dan makin terbiasa

1:20:45kita, kita nyaman dan

1:20:47kita otomatis tahu, kita bakal otomatis

1:20:49tahu harus ngapain sih

1:20:51jadi, apa ya

1:20:53kita gak bisa mengandu misalnya

1:20:55apa tadi tiba-tiba alat mati

1:20:57kalau misalnya konteks musik ya

1:20:59kalau konteks-konteks speaking ya

1:21:01mati listrik, gimana coba

1:21:03mau ngapain

1:21:05kalau laptopnya hang atau apa, ya kalau mati listrik

1:21:07malah gak bisa ngomong udah ke laptopnya misalnya

1:21:09laptopnya hang, atau

1:21:11kodinganya, apa error

1:21:13kayak si cek archiver atau siapa itu

1:21:15yang di cds

1:21:17oh iya, bukan

1:21:19surma-surma

1:21:21laptopnya ngehang, cds

1:21:23karena dia pakai

1:21:25experimental api gitu

1:21:27iya, bener-bener

1:21:29ngehang

1:21:31gak bisa ngapain, cds

1:21:33tapi kita bisa ngomong dengan

1:21:35kita bisa ngomong dengan

1:21:37enak, kita bisa ngatasin dengan

1:21:39santai dan sebisa mungkin

1:21:41meminimalisir impactnya jadi gak bujur

1:21:43sampe gak beneran

1:21:45sampe gak bisa ngapa-ngapain sampe selesai

1:21:47nah kalau itu kayaknya mungkin

1:21:49mungkin ya, itu genderbang sih

1:21:51ada dua tips

1:21:53dua tips lagi yang saya

1:21:55common problem

1:21:57kalau kita ngasih tolp biasanya

1:21:59di luar kota, tentu nginap di hotel ya

1:22:01saya

1:22:03kalau bagi saya, breakfastnya

1:22:05ya jangan

1:22:07bahasanya jangan maruk

1:22:09makan aja seadanya

1:22:11karena gak lucu kalau lagi

1:22:13kalau misalnya makannya kebanyakan

1:22:15pas lagi ngomong

1:22:17di panggung, begah, atau perutnya sakit

1:22:19nah itu susah

1:22:21ya, jadi

1:22:23makan yang seadanya aja

1:22:25yang secukupnya, yang seperti biasa

1:22:27gak usah, makan ukuran banyak banget makanannya

1:22:29terus diambilin semua

1:22:31satu-satu

1:22:33yang kedua, biasain

1:22:35sebelum naik

1:22:37pipis aja dulu, daripada

1:22:39kebuletnya di panggung susah

1:22:41jadinya gak fokus, gitu

1:22:43nah itu hal-hal

1:22:45simple, tetapi

1:22:47common, kalau kita gak aware

1:22:49oke

1:22:51berikutnya nih

1:22:53pakai contekan

1:22:55atau enggak?

1:22:57enggak, Ivan enggak, Eka?

1:22:59sejauh ini belum

1:23:01dulu pas online

1:23:03pakai

1:23:05sebetulnya masih experimenting

1:23:07tapi sejak in person, enggak

1:23:09tapi masih belum

1:23:11fix, kayak belum

1:23:13belum yakin bilang

1:23:15gak butuh speaker notes

1:23:17jadi dulu pas awal-awal

1:23:19pakai

1:23:21pas online, apalagi pakai, cuma

1:23:23gimana ya

1:23:25helpfulness-nya membantunya sih 50/50

1:23:27mungkin kita jadi

1:23:29kelihatan lebih lancar, apalagi kalau online

1:23:31soalnya kita secara fisik

1:23:33duduk ya, duduk tinggal buka aja

1:23:35dan lihat layar, kan

1:23:37itu emang lebih lancar, tapi

1:23:39pas kita lulus

1:23:41track dikit, itu catch up-nya

1:23:43akan lebih sulit, kalau kita

1:23:45emang 100%

1:23:47bergantung ke speaker notes

1:23:49sejak in person

1:23:51nyoba tanpa speaker notes

1:23:53agak hit and miss

1:23:55maksudnya secara pribadi, aku belum

1:23:57100% happy sama performance

1:23:59pas public speaking sih

1:24:01cuma ke depannya

1:24:03rencana sih, masih pengen

1:24:05nyoba tanpa speaker notes

1:24:07nah, ini sebenarnya ada

1:24:09saran bagus banget dari Ivan

1:24:11yang waktu itu pas lagi

1:24:13kena macet, di dalam mobil

1:24:15mobilnya Vero, di Bogor

1:24:17mobilnya mark-nya apa?

1:24:19apa ya?

1:24:21nggak tau

1:24:23konsolensinya tanpa speaker notes

1:24:25kan kita harus

1:24:27secara nggak langsung menghafal

1:24:29bukan menguasai

1:24:31bahkan dalam arti harusnya beneran

1:24:33dihafal kata-kata, tapi

1:24:35satu slide ini, this slide ini

1:24:37kita itu nyemput talking points apa aja

1:24:39itu kan kita harus

1:24:41ada gambaran

1:24:43di dalam pikiran, ada tips bagus banget

1:24:45coba silahkan, diulang

1:24:47ya, kalau saya sebutnya

1:24:49main palace, tapi Eka

1:24:51kasih ininya, ternyata yang benar

1:24:53adalah memory palace

1:24:55jadi, satu teknik yang bagaimana

1:24:57memaping

1:24:59steps

1:25:01jadi, memaping flow

1:25:03dari talking points yang saya

1:25:05sebenarnya nggak mesti

1:25:07presentasi apapun ya

1:25:09saya relate

1:25:11ke bagaimana saya bisa

1:25:13kembali ke parkiran mobil di mall

1:25:15tanpa perlu mengingat

1:25:17di mana nomor

1:25:19tempat parkirnya

1:25:21saya pakai caranya

1:25:23memory palace, begitu saya turun

1:25:25dari mobil, saya langsung

1:25:27memaping, oke, saya jalan

1:25:29yang saya lihat pertama kali

1:25:31ada si Boba

1:25:33atau merk apapun itu ya

1:25:35si Boba, terus saya jalan lagi, oh saya naik

1:25:37eskalator, saya naik eskalator

1:25:39saya lihat, begitu saya sampai eskalator

1:25:41saya lihat ada H&M

1:25:43dari H&M, saya lihat gini

1:25:45saat mau pulang

1:25:47saya nggak perlu hapal di mana

1:25:49lantai berapa mobil saya

1:25:51saya cukup kembali

1:25:53ke memory saya tadi, oke

1:25:55yang pertama kali saya perlu cari adalah

1:25:57H&M, saya ambil eskalator

1:25:59saya cari si Boba, keluar dari pintu itu

1:26:01ke kanan, nyampe deh mobil saya

1:26:03jadi itu adalah

1:26:05memory palace, yang saya bangun

1:26:07istri saya selalu berkata

1:26:09"lu gimana sih cara ingat dimana

1:26:11parkir mobilnya segitu banyaknya?"

1:26:13ya begitu caranya

1:26:15caranya aware

1:26:17begitu mulai

1:26:19mapping semua jalan

1:26:21sama, kembali ke presentasi

1:26:23memory palace

1:26:25kalau saya mau misalnya

1:26:27ingat talking pointnya saya

1:26:29saya bisa memakai

1:26:31apapun, saya sukanya

1:26:33pakai memaping jalan

1:26:35masuk ke rumah saya

1:26:37dari

1:26:39misalnya dari gerbang

1:26:41apa namanya, gerbang

1:26:43cluster

1:26:45saya masuk, berarti

1:26:47itu adalah pembukaan, saya menyapa

1:26:49Satpam, maksudnya itu saya menyapa audience

1:26:51menyapa audience

1:26:53dan begitu saya sampai di temen

1:26:55saya lihat

1:26:57oh, saya ada banner

1:26:59begitu

1:27:01banner untuk misalnya

1:27:03sesuatu yang menarik atau cerita

1:27:05saya sampaikan ceritanya dulu

1:27:07baru masuk ke rumah saya melok kanan

1:27:09saya ambil, sebelum

1:27:11sampai pintu rumah saya melihat ada

1:27:13tanaman, nah tanaman ini adalah

1:27:15sesuatu yang

1:27:17adalah summary

1:27:19karena banyak tanaman, ada warna merah, kuning

1:27:21segala macam, berarti saya menyampaikan

1:27:23summary talking point saya

1:27:25baru begitu masuk pintu rumah

1:27:27saya melihat hal-hal yang berantakan

1:27:29artinya coding misalnya

1:27:31coding itu saya relate dengan

1:27:33berantakan dirumah, jadi

1:27:35saya oke, next slide itu

1:27:37bakal ada coding, berarti saya sudah siap

1:27:39ada hal yang mau saya sampaikan

1:27:41di coding itu, terus saya

1:27:43relate sampai saya ke kantor saya

1:27:45hal-hal apa yang ada di meja saya, saya bisa

1:27:47misalnya laptop itu dengan ini

1:27:49talking point apa

1:27:51saya lihat monitor

1:27:53talking pointnya apa, berarti

1:27:55sewaktu saya

1:27:57present

1:27:59saya kayak lagi

1:28:01jalan pulang

1:28:03saya pulang, nyampe

1:28:05satpam, menyampaikan audience, lihat banner

1:28:07sampaikan terus, belok kanan

1:28:09lihat

1:28:11tanaman warna-warni

1:28:13lihat pintu, lihat ada berantakan

1:28:15ada coding, lihat ada

1:28:17dapur, berarti saya harus demo memasak

1:28:19berarti demo coding atau demo

1:28:21live coding, balik, saya ambil minum

1:28:23mungkin itu adalah waktunya

1:28:25tarik napas

1:28:27itu saya mapping, jadi waktu di panggung

1:28:29saya

1:28:31flow, ngeflow

1:28:33aja, seperti itu

1:28:35itu

1:28:37cara saya melatih

1:28:39talking points yang

1:28:41tanpa melihat presenter note

1:28:43jadi intinya sebenarnya idealnya

1:28:45tidak perlu presenter note

1:28:47depends people

1:28:49depends, different people

1:28:51different way, tapi itu cara saya

1:28:53tanpa, yes

1:28:55tekniknya talking points

1:28:57dihubungkan dengan

1:28:59benda yang ada dalam rumah

1:29:01ada fisik yang ada urutannya

1:29:03yang penting juga ada urutannya

1:29:05nggak bisa masuk kamar

1:29:07tanpa lewat satpam

1:29:09kompleks dulu misalnya kan, berarti urutannya

1:29:11sesuai

1:29:13talking pointsnya

1:29:15talking points

1:29:17itu berguna

1:29:19untuk pengingat aja

1:29:21ada yang, itulah gunanya slide

1:29:23itu talking points saya

1:29:25talking points saya ada di slide

1:29:27jadi apa ceritanya

1:29:29kan setiap slide ada ceritanya

1:29:31ceritanya itulah yang saya relate

1:29:33kan cerita itu ada

1:29:35ada key points ya

1:29:37dari setiap cerita ada key points

1:29:39yang mau disampaikan, key points itulah

1:29:41yang saya mapping, ceritanya mengalir aja

1:29:43iya iya iya

1:29:45nah mas Risa gimana

1:29:47pakai presenter view nggak?

1:29:49pakai speaker notes nggak?

1:29:51tergantung

1:29:53ininya ya, tergantung

1:29:55talknya dimana

1:29:57tergantung seberapa

1:29:59besar atau seberapa

1:30:01ya kalau misalkan kayak

1:30:03di meet up yang kecil ya nggak masalah

1:30:05pakai presenter note gitu, nggak masalah

1:30:07nggak apal-apal-apal, ini kan

1:30:09ini salah satu apa ya, salah satu

1:30:11challenge, tantangan

1:30:13utama dari kita

1:30:15yang kerjaannya

1:30:17adalah sebagai developer, bukan sebagai

1:30:19public speaker

1:30:21itu jam latihannya

1:30:23kan pasti kurang kan, karena kita

1:30:25bukan pekerjaan kita untuk jadi

1:30:27narasumberkan gitu kan

1:30:29mas Risa masih lebih baik daripada saya

1:30:31oh iya jelas

1:30:33secara profesi, pengajar

1:30:35iya maksudnya itu

1:30:37nah itu maksudnya

1:30:39kalau saya sekarang ya kebetulan

1:30:41rol di kantor juga sama

1:30:43jadi ya kerjaannya ya ini gitu kan

1:30:45jadi persiapannya bisa lebih matang

1:30:47gitu, tapi kalau misalkan

1:30:49kalau saya misalkan sebagai developer

1:30:51dulu kan waktu awal-awal jadi

1:30:53apa, nggak ngisi acara juga

1:30:55kerjaannya ngoding gitu kan

1:30:57dan persiapannya juga pasti kurang gitu

1:30:59nah, kalau misalkan

1:31:01acaranya di meet up, saya

1:31:03masih pede, masih berani nggak perlu pakai

1:31:05latihan, yang penting bikin slide, ada

1:31:07talking point-nya, bisa nyetek-nyetek dikit

1:31:09gitu ya, kalau salah juga nggak masalah, paling

1:31:1130-40 orang gitu kan

1:31:13tapi kalau misalkan udah di conference

1:31:15itu udah beda lagi ceritanya

1:31:17udah

1:31:19harus persiapan, talking point tetap

1:31:21dibikin, bahkan dulu awal-awal

1:31:23sampai bikin script, kayak

1:31:25baca, mulai dari

1:31:27nyapa, detail

1:31:29gitu, semua dibaca

1:31:31tapi tujuannya untuk

1:31:33tapi tujuannya untuk

1:31:35menghapal, untuk

1:31:37ngapalin apa yang mau disampaikan

1:31:39ujung-ujungnya itu nggak dipakai

1:31:41gitu, nggak dipakai, cuma pas latihan

1:31:43dibaca, pas latihan, ya

1:31:45untuk dibaca, untuk dihapalin

1:31:47ternyata nggak efektif kayak gitu

1:31:49makanya kalau sekarang

1:31:51misalkan, direkam nih, rekaman

1:31:53take 1, ngomongnya gini

1:31:55take 2 nanti beda lagi, karena

1:31:57tergantung mood, dan tergantung, mungkin tergantung

1:31:59kondisi di

1:32:01acara juga, gitu

1:32:03bisa aja ada tiba-tiba

1:32:05ada joke, biasanya saya sering pakai ada joke

1:32:07dari pembicara

1:32:09sebelumnya, pembicara sebelumnya mungkin ngomongin

1:32:11apa, terus saya pakai itu

1:32:13beberapa hal yang

1:32:15di pembicara sebelumnya, saya lanjutin

1:32:17tadi kan udah ngomongin ini kan

1:32:19di bagian sebelumnya

1:32:21nah, sekarang kita bagian ini, kadang-kadang gitu

1:32:23jadi ada kayak bridging-nya, gitu sih

1:32:25jadi idealnya nggak

1:32:27tapi kadang-kadang

1:32:29tapi tetep saya bikin, kalau

1:32:31talking point tetep bikin

1:32:33sambil latihan juga asalnya

1:32:35nah, terus kondisi value yang

1:32:37macem-macem itu ngaruh juga sih

1:32:39soalnya kan nggak semua tempat

1:32:41maksudnya kita kan belum tahu ya

1:32:43dan bahkan organisernya pun kan

1:32:45mungkin pas

1:32:47menjanakan acara, belum tahu exactly venue-nya

1:32:49dan apa, alatnya

1:32:51seperti apa, belum tentu

1:32:53mereka ada layarnya

1:32:55buat apa, buat liat

1:32:57preview, nah, yang aku Parno tuh

1:32:59maksudnya aku sekarang berusaha nggak

1:33:01pakai speaker notes itu, salah satunya

1:33:03karena Parno udah siapin

1:33:05speaker notes, dan

1:33:07siap-siap pakai speaker notes

1:33:09ternyata nggak ada screen-nya

1:33:11yang ada ke kita

1:33:13ya worst case scenario lah

1:33:15iya, berarti tetap harus

1:33:17hafal kan, ya mungkin nanti

1:33:19Wande bakal combine coba sama

1:33:21triknya, Mas Riza

1:33:23ada counter-argumentnya, tapi

1:33:25sempat dengar bahwa

1:33:27Googler pun, presenter di

1:33:29Google I/O ya, misalnya kemarin, atau

1:33:31apapun lah, from Dev Summit

1:33:33mereka pun pakai speaker notes

1:33:35nah, tapi counter-argumentnya

1:33:37ya kan, itu acara yang

1:33:39controlled ya, maksudnya itu dalam

1:33:41itu kan controlled, maksudnya

1:33:43ada scope-nya

1:33:45iya, ada scope-nya

1:33:47dan sudah plus

1:33:49ada legalitasnya

1:33:51di situ, harus ngomongin

1:33:53apa, nggak boleh, justru nggak boleh

1:33:55melebar ke mana-mana, iya, kalau

1:33:57misalnya salah ngomong, urusannya

1:33:59legal, bahaya

1:34:01jadi, harus ada

1:34:03context dan seharusnya ini

1:34:05harus pakai presenter notes, ya itu, itu relnya

1:34:07mereka, mereka nggak boleh keluar rel, kalau kita

1:34:09kan masih bisa kan, ngomong di luar

1:34:11topik kan

1:34:13kalau mereka nggak bisa

1:34:15jadi, harus benar-benar, harus di

1:34:17kendalikan di situ, gitu

1:34:19iya, itu nice to have

1:34:21sih, tapi saya kembali lagi

1:34:23karena

1:34:25di beberapa tempat tidak bisa menyediakan

1:34:27itu

1:34:29akhirnya, memutuskan untuk

1:34:31skenario, nggak ada presenter notes

1:34:33gimana, gitu, akhirnya ya

1:34:35mau nggak mau

1:34:37suka atau tidak suka, ya harus

1:34:39menguasai materi, gitu

1:34:41nah, aku sih sempat

1:34:43kepikiran pakai trik yang aneh-aneh, gitu

1:34:45cuma belum sempat di eksekusi

1:34:47cue card fisik, misalnya kita

1:34:49tau nggak sekarang pembawah cara quiz, gitu

1:34:51pembawah aja fisik, maksudnya, nah, cuma

1:34:53setelah dipikir, gimana

1:34:55gimana kalau mic-nya yang

1:34:57begini, mic-nya begini, bukan

1:34:59pegang, bukan mic ini ya

1:35:01mic, clicker, kartu, gimana

1:35:03kalau kartunya tiba-tiba yang jatuh, terus

1:35:05kayaknya, ya, itu tadi perkara

1:35:07trade off, kayaknya risikonya

1:35:09lebih besar dari manfaatnya, jadi

1:35:11sejauh ini belum sempat di eksekusi

1:35:13mic sama clicker aja pegangnya

1:35:15sudah susah itu, apalagi ditambah satu lagi

1:35:17ya kan, dua tangan pas

1:35:19tapi, maksudnya, berarti nggak bisa dengan nyaman

1:35:21pegang cue card

1:35:23iya, nah

1:35:25mungkin, topik terakhir nih

1:35:27kita udah satu setengah jam

1:35:29mungkin kita, topik terakhir

1:35:31seru ya

1:35:33ngobrolin not web, tidak ngobrol-ngobrol

1:35:35pernah

1:35:37pengalaman talk

1:35:39dengan bahasa Inggris nggak

1:35:41atau bahasa non-Indonesia

1:35:43pernah, Ivan, dimana tuh

1:35:45boleh ceritakan nggak?

1:35:47beberapa kali di WordCamp

1:35:49di WordCamp, dan juga

1:35:53di Company Summit

1:35:55beberapa kali

1:35:57pengalamannya, kalau menggunakan bahasa

1:36:03yang bukan bahasa utama

1:36:05itu

1:36:07ada challenge

1:36:09sendiri, karena gini, apa yang kita

1:36:11mau sampaikan itu, nyampeknya

1:36:13cuma 50% 70%

1:36:15berusaha untuk

1:36:17kita berusaha sebaik mungkin untuk menyampaikan

1:36:19tapi

1:36:21yang nyampe mungkin sekitar 70-50%

1:36:25yang pertama kali

1:36:27pengalaman pertama kali

1:36:29ya, WordCamp QL 2019

1:36:31itu belepotan

1:36:33saya menyampaikan tentang

1:36:35progressive web app

1:36:37di WordPress

1:36:39dan saya sampai

1:36:41demo-in plug-innya

1:36:43saya pakai, saya demo-in plug-in

1:36:45saya bisa bikin

1:36:47jahwal if

1:36:49schedule dari

1:36:51event tersebut, pakai PWA

1:36:53dan bisa working secara offline

1:36:55saat itu

1:36:57bisa langsung saya tunjukin pakai itu

1:36:59belepotan

1:37:01sedikit belepotan

1:37:03dan entah kenapa, karena waktu itu

1:37:05PWA lagi ngetrend

1:37:07session-nya saya itu kayak ada

1:37:09sampai hampir

1:37:11600 orang, rame

1:37:13sampai nggak ada tempat duduk gitu, buset

1:37:15belepotan ngomongnya

1:37:17terus kemudian saya nyampekan

1:37:19cepet aja dan mengapa butuh

1:37:21blablabla, demo, dan

1:37:23so far so good

1:37:27tetapi saya tahu banyak

1:37:29kelemahannya, karena

1:37:31pertama kesalahan utama saya saat itu

1:37:33adalah saya lebih

1:37:35bukan

1:37:37apa ya

1:37:39kesalahan utama yang saya realize dan kesalahan

1:37:41terbesar saya adalah

1:37:43saya ngomongin PWA saat itu adalah

1:37:45lebih ke arah

1:37:47pamer, ketimbang

1:37:49sharing

1:37:51itu yang saya

1:37:53oh oke

1:37:55gue lebih pamer, karena

1:37:57gue bisa bikin ini, gue tunjukin ini

1:37:59dan gue pamerin, itu

1:38:01motivasinya

1:38:03agak keliru ya

1:38:05public speaking tadi

1:38:07yes

1:38:09itu

1:38:11saya nyadarnya setelah turun panggung

1:38:13this is not me

1:38:15not good, terus

1:38:17belajar pertama kali saya

1:38:19ok, the public speaking is not about

1:38:21you, but it's about the public

1:38:23jadi apa ya

1:38:25seharusnya kita sharing

1:38:27bukan pamer

1:38:29ya, selanjutnya public speaking

1:38:33gak ada yang lebih besar, karena

1:38:35belum ada kesempatan, tapi

1:38:37next time, selanjutnya ada di

1:38:39yang company summit, yang

1:38:4170 orang, 50 orang juga

1:38:45cukup sering, ya

1:38:47online sering, dan

1:38:49untuk di offline-nya

1:38:51biasanya

1:38:53lightning talk

1:38:55lightning talk ini beda lagi, karena cuma

1:38:57dikasih waktu

1:38:593 menit

1:39:01yes, 3 menit

1:39:03banyak topik-topik yang gue angkat

1:39:05pertama, dulu pernah-pena tentang AI

1:39:07kedua, tentang

1:39:09bagaimana, yang lebih fun

1:39:11contohnya

1:39:13gue yang terakhir itu

1:39:153 hari setiap bulan

1:39:19dalam 3 bulan setiap bulan

1:39:21dalam 3 menit

1:39:23apa itu

1:39:25jadi topik gue itu adalah

1:39:27gue asal itu selalu

1:39:29di company sekarang, selalu ngambil

1:39:31libur 3 hari

1:39:33dalam sebulan

1:39:35selalu

1:39:37ada 3 hari libur dalam sebulan

1:39:39diambil

1:39:41di rencanakan

1:39:43di schedule, masukin ke

1:39:45high air system, gue ambil

1:39:47untuk 3 bulan setiap bulan

1:39:49jadi selalu ngambil 3 hari, jadi kayak

1:39:51Juli, Agustus, September itu sudah gue book

1:39:53tanggal libur

1:39:55dan itu

1:39:57booking-nya bulan apa?

1:39:59dari sebelum Juli? sudah 3 bulan lalu

1:40:01sudah ada gitu, selalu

1:40:03gue book 3 hari, gak peduli

1:40:05pokoknya, gak tahu ada libur

1:40:07atau nggak, pokoknya ambil aja tanggal

1:40:09sekian, mau ada acara

1:40:11itu nanti acaranya dibuat

1:40:13jadi 3 hari

1:40:15dalam sebulan, untuk 3 bulan setiap bulan

1:40:17dan gue sampaikan dalam 3 menit

1:40:19isinya ya

1:40:21foto-foto, liburan

1:40:23foto-foto lucu-lucu

1:40:25dan key pointnya

1:40:27adalah, mengambil 3 hari

1:40:29libur dalam sebulan

1:40:31gue tuh gak perlu bikin hand over note

1:40:33karena periodnya sedikit

1:40:35gak perlu nyari

1:40:37mengganti developer lain

1:40:39karena, ya

1:40:41sedikit orangnya, gak perlu

1:40:43bikin pusing PM, terus kemudian

1:40:45pasti, si event itu udah

1:40:47steam itu udah pasti, si event bakal libur

1:40:493 hari sebelum itu, jadi mereka udah siap

1:40:51oh, expected ya

1:40:53expected, dan

1:40:55mau kemana juga nanti

1:40:57itu kayak kita sama, gue sama

1:40:59keluarga, kita mau kemana

1:41:01bulan depan, oke kita

1:41:03kesini, ya, ayo

1:41:05jadi, ambil aja

1:41:07liburnya, mau kemana nya, belakangan

1:41:09itu

1:41:11topik lightning talk, ada juga

1:41:13topik yang pernah gue sampaikan

1:41:15di acara e-meetup

1:41:17yang diadain company

1:41:19tentang

1:41:21collaborative editing

1:41:23dan gue sampaikan, kenapanya

1:41:25kayak kembali

1:41:27seperti top biasa dan, tapi yang datang

1:41:29expert, yang datang

1:41:31top of the line

1:41:33dari

1:41:35komunitas WordPress

1:41:37kayak CEO-nya si ini, CTO-nya

1:41:39si ini, itu kayak enterprise

1:41:41company

1:41:43yang datang

1:41:45ke acara itu, pengen lihat

1:41:47bukan pengen liat talk

1:41:49gue sih, tapi memang ikutin acaranya

1:41:51dan salah satu talks yang

1:41:53dibawa dari company, talks

1:41:55yang gue tentang collaborative editing

1:41:57menarik, cara meng-engage

1:42:01expert user itu

1:42:03beda lagi caranya

1:42:05pertama, ngomongnya gak boleh-boleh

1:42:07potan, jadi harus benar-benar siap

1:42:09kedua

1:42:11sudah harus siapin demo

1:42:13jadi gue sebelum acara itu, sudah kayak

1:42:15kita kan collaborative editing

1:42:17sudah siap laptop

1:42:19sudah siap ini, sudah siap ini, oke

1:42:21online talk, gitu, dan semuanya

1:42:23kebetulan waktu itu internetnya

1:42:25bagus, alhamdulillah, jadi

1:42:27lancar, lancar, aman jaya

1:42:29dan

1:42:31talking points itu

1:42:33kalau misalnya bawa

1:42:35brand company, gue itu harus

1:42:37lewat

1:42:39petinggi-petingginya

1:42:41petinggi-petingginya harus

1:42:43belajar dulu semuanya

1:42:45oh ganti ini, ganti ini, termasuk slide-nya ya

1:42:47yes, harus ada

1:42:49yes no-nya

1:42:51yang ini usah, ini

1:42:53bagus, tapi kita harus kembali ke company

1:42:55kita bagaimana supaya brand-nya

1:42:57bagus, ya branding lah

1:42:59Kalika pernah?

1:43:03pernah, anehnya pernah

1:43:05tapi untungnya online

1:43:07sebelum jadi GDI, ya itu dulu

1:43:09lagi dikasih

1:43:11apa, biar

1:43:13ada track-track talk-nya cukup kan

1:43:15banyak apa-apa, oke

1:43:17itu bahkan persiapannya relativ sedikit

1:43:19jadi kasusnya GDI

1:43:21sibuk, itu salah satu

1:43:23speaker-nya tiba-tiba

1:43:25kan, itu cuma

1:43:275, apa ya kalau nggak salah

1:43:29kalau nggak salah, talk-nya tentang

1:43:31wordbox, bikin

1:43:33speaker note sih, dan

1:43:35itu online ya, jadi kayak nggak

1:43:37terlalu berat

1:43:39tapi mungkin

1:43:41jadi maksudnya kan sebetulnya yang menarik

1:43:43untuk di-compare, apakah ada approach yang

1:43:45beda saat kita present

1:43:47pakai bahasa Indonesia versus

1:43:49bahasa Inggris, nah sayangnya

1:43:51aku belum bisa ngebandingin itu juga karena

1:43:53substansisnya beda banget ya, pasti itu

1:43:55online, bikin pakai speaker notes

1:43:57presentnya tentang

1:43:59wordbox yang apa, itu

1:44:01memudahkan bikin service worker

1:44:03kebetulan emang abis

1:44:05barusan mulik itu, dan pas itu aku

1:44:07merasa memudahkan

1:44:09entah kenapa, nggak lupa, sampai tengah-tengah

1:44:11oh, masalah waktu juga sih

1:44:13cuma ini kayaknya bukan karena

1:44:15bahasa Inggrisnya, karena ya itu

1:44:17aku berkali-kali emang

1:44:19sekian talk

1:44:21yang pertama tuh emang selalu masalah sama

1:44:23waktu, belum bisa

1:44:25apa

1:44:27termusin yang

1:44:29compact yang sesuai sama alokasi

1:44:31waktu, yang masalah waktu, dan

1:44:33akhirnya pas di detik itu aku

1:44:35mutusin, nggak pakai speaker notes

1:44:37ya udah improve aja, tapi

1:44:39mungkin, jadi, sebenarnya

1:44:41aku ada background sebelum loading

1:44:43itu dulu banget, pernah jadi

1:44:45tenaga mengajar kursusan bahasa Inggris

1:44:47kerjaan itu aneh-aneh

1:44:49sebelum loading

1:44:51dan pas sempat

1:44:53beberapa tahun, dan

1:44:55itu sebetulnya

1:44:57pertama kali

1:44:59ngelawan pikiran bahwa aku nggak bisa

1:45:01ngomong, kalau ngomong melibat

1:45:03nah kalau itu sih, sebetulnya motivatornya

1:45:05adalah BU, karena itu yang

1:45:07kerjaan part-time yang

1:45:09kemasakannya paling lumayan, apalagi

1:45:11terima, salah satu

1:45:13evaluasi yang dulu didapat

1:45:15paling sering didapat adalah aku ngomong

1:45:17cepet, murid, dunia

1:45:19cuma pertama kali aku belajar ngomong

1:45:21pelan-pelan di situ, nah, cuma maksudnya

1:45:23apa, backgroundnya

1:45:25kenapa bisa tiba-tiba

1:45:27bisa dan berani tiba-tiba improve

1:45:29sebetulnya sih ya, itu karena dulu

1:45:31terbiasa, tapi malah

1:45:33justru sekarang kayaknya lupa, karena

1:45:35udah bertahun-tahun, udah

1:45:37belasan tahun nggak

1:45:39nggak kerja di situ, nggak

1:45:41kerja sebagai apa, pengajar

1:45:43bahasa, jadi mungkin jangan-jangan

1:45:45lupa, tapi ya pas

1:45:47satu kali itu talk di acara

1:45:49Philippine, Cebu itu sih ya

1:45:51kayaknya baik-baik aja dari

1:45:53pertanyaan audiens, audiens

1:45:55bahkan ada yang nanya, jadi ya

1:45:57kalau level of interest kan

1:45:59agak sulit

1:46:01di-check ya, karena event online

1:46:03tapi ada beberapa yang nanya, jadi ya

1:46:05not too bad, habis itu

1:46:07belum pernah, sekarang

1:46:09mungkin kalau misalnya besok-besok ada kesempatan ya

1:46:11sebetulnya takut

1:46:13cuma kalau itu tadi

1:46:15growth mindset kan, kalau takut

1:46:17terus, ya udah kapan mau bisa, jadi kayaknya

1:46:19ya suatu hari

1:46:21bakal nyoba lagi yang in person

1:46:23sejauh ini belum, tapi

1:46:25nervous juga loh, kalau bahasanya bukan

1:46:27bahasa utama, betul, betul

1:46:29iya, ya kalau

1:46:31tapi kalau misalnya nggak pernah dicoba ya

1:46:33udah kan nggak bakal bisa

1:46:35saya dulu pernah

1:46:37pertama kali

1:46:39itu sebelum jadi GDI, 2016

1:46:41masih

1:46:43lumayan baru-baru juga, baru-baru

1:46:45istilahnya baru

1:46:47jarang-jarang dari Narsumber, tiba-tiba

1:46:49ada undangan dari Singapura

1:46:51minta untuk meet up, untungnya

1:46:53meet up ya, jadi

1:46:55ya 50-60 orang

1:46:57take in Asia? bukan? bukan, bukan

1:46:59meet up, meet up

1:47:01salah satu bahasa pengograman

1:47:03yang, ya meet up ya

1:47:05biasa lah ya, 50-60

1:47:07orang, gitu kan, tapi

1:47:09ajaibnya, ada perusahaan

1:47:11yang mau men-sponsori saya kesana

1:47:13penginapan dan juga pesawat

1:47:15itu ini sebelum

1:47:17perusahaan Singapore

1:47:19perusahaan Travel Singapore

1:47:21undang, terus abis itu

1:47:23kesana, sendirian

1:47:25bener-bener sendiri

1:47:27terus, sampai disana

1:47:29lumayan, tadi kayak Ivan juga

1:47:31lumayan belepotan, karena

1:47:33kalau Ivan mungkin, udah biasa

1:47:35sehari-hari, ngomongnya bahasa Inggris

1:47:37karena kerja remote kan, kalau saya kan

1:47:39sehari-hari bahasa Inggris, jadi kalau bahasa Inggris itu

1:47:41lama kita tidak ngomong bahasa Inggris

1:47:43itu kayak karatan, harus

1:47:45di asah lagi, gitu kan

1:47:47itu datang kesana

1:47:49terus abis itu malamnya, siangnya nyampe

1:47:51malamnya present, itu

1:47:53bener-bener, di otaknya itu

1:47:55ada bahasa Indonesia nya, kepikiran

1:47:57mau ngomong apa, tapi

1:47:59bahasa Inggris nya nggak ketemu

1:48:01focapnya apa, kata-kata aja yang mau

1:48:03dicabarkan apa, pasti itu pakai pekan nuts nggak?

1:48:05pakai

1:48:07cuma speaker nutsnya

1:48:09nggak scripted, jadi

1:48:11nggak scripted, jadi cuma

1:48:13bukan kalimat ya kan, tapi

1:48:15jadi ada beberapa

1:48:17yang kata-kata nggak ketemu

1:48:19untungnya

1:48:21karena tahu saya bakal ngomong disana

1:48:23ada beberapa orang Indonesia, untungnya itu

1:48:25jadi mereka bisa, pas

1:48:27ngomong tiba-tiba secara

1:48:29natural, keluarlah bahasa Indonesia

1:48:31apa ya, ini, gitu kan

1:48:33dibantuin

1:48:35ya diterimain

1:48:37ya itu lumayan, terus

1:48:39yang lebih membantu lagi adalah

1:48:41ketika udah awkward gitu kan

1:48:43ngomongnya juga belepotan

1:48:45livecoding, itu membantu

1:48:47untung livecodingnya

1:48:49lancar tapi ya, untungnya

1:48:51livecodingnya lancar, ada error-error dikit tapi

1:48:53termasuk lancar

1:48:55ngomong lepotan, livecodingnya

1:48:57ancur

1:48:59livecodingnya

1:49:01livecodingnya pakai script, jadi

1:49:03diprint gitu kan, dicetakkan

1:49:05ikutin aja

1:49:07itu lumayan, akhirnya

1:49:09jadi kayak apa ya, orang-orang

1:49:11yang tadinya mulai hilang

1:49:13apa, hilang kepercayaan tiba-tiba

1:49:15respect gitu, wish respect

1:49:17itu juga salah satu

1:49:19apa ya

1:49:21dua belah mata pisau yang bisa kita

1:49:23manfaatkan sebenarnya, kalau

1:49:25ada pertanyaan dari mas Budi itu

1:49:27oh iya, ini bagus sih pertanyaannya

1:49:29tip straight ketika public speaking dengan kontek

1:49:31pengosahan materi yang minim

1:49:33Jangan

1:49:35Jangan

1:49:37Gak jadi, saya gak jadi deh

1:49:39IOX Jakarta gak jadi

1:49:41kurang persiapan

1:49:43gak bisa

1:49:45kecilin skop materinya kali ya

1:49:47kalau misalnya, ya maksudnya kalau

1:49:49ini kan gak tau nih, requirement-nya kayak gimana

1:49:51beneran materinya harus keseluruhan

1:49:53itu atau nggak, kalau keseluruhan

1:49:55ya gak tau lah, improve aja kali

1:49:57cuma maksudnya kalau, kalau aku misalnya

1:49:59harus kayak gitu, ya mungkin

1:50:01pilih satu bagian kecil

1:50:03kan, maksudnya surface

1:50:05surface level-nya seberapa gitu

1:50:07pilih satu bagian yang

1:50:09bisa dicumot buat stand alone

1:50:11kali ya, jadi misalnya apa ya

1:50:13kalau yang konkretnya PWA

1:50:15gitu PWA luas banget

1:50:17bahkan instalasi pun masih luas banget

1:50:19gimana, terus

1:50:21ngomong tentang manifesti aja

1:50:23ngomong tentang manifesti aja

1:50:25atau bahkan add to home screen doang

1:50:27gitu, atau bahkan

1:50:29service worker-nya aja

1:50:31service worker-nya aja

1:50:33service worker pun luas banget kan, jadi kayak cuma

1:50:35ya udahlah, manifest doang gitu

1:50:37atau apapun lah, misalnya add to home screen doang

1:50:39jadi flow-nya adalah

1:50:41gimana aplikasi kita

1:50:43di Lighthouse, passing PWA-nya

1:50:45itu di centang

1:50:47sama user bisa menginstall

1:50:49kemudian kan udah ada manfaatnya

1:50:51tuh, jadi user gak usah nge-tick

1:50:53alamat lagi

1:50:55gak usah nge-bookmark, bisa langsung dibuka

1:50:57yaudah, kalau aku sih bakal gitu

1:50:59kalau gue benar, scope-nya diturunin

1:51:01tetapi kasih hook untuk mereka

1:51:03bisa belajar lebih lanjut

1:51:05jadi misalnya

1:51:07yang diceritakan kulitnya aja

1:51:09yang kanas bisa tahu itu-nya

1:51:11tetapi kalau mau belajar lebih lanjut, lanjut kesini

1:51:13ada lanjutnya

1:51:15namun, perbanyak

1:51:17cerita, jangan tanya saya

1:51:19oh, kirain, kirain bilang kamu

1:51:21kirain sendiri, jangan tanya saya

1:51:23iya, perbanyak cerita

1:51:25yang membuat mereka tertarik untuk

1:51:27mengunjungi link itu

1:51:29jadi, kenapa butuh

1:51:31PWA, PWA itu

1:51:33dipakai di company ini-ini

1:51:35tujuannya bisa begini

1:51:37contohnya Twitter

1:51:39engagement-nya naik, begini-begini

1:51:41untuk bisa

1:51:43memulai PWA

1:51:45ada collab

1:51:47google collab-nya

1:51:49ada di sini

1:51:51di akhir acara

1:51:53dari collab itu, kalian sudah bisa

1:51:55membuat satu PWA app sendiri

1:51:57terus

1:51:59mulai link-link itu, kayak

1:52:01apa namanya

1:52:03kalau di WordPress, sudah ada plugin ini

1:52:05kalau di Drupal, sudah ada ini

1:52:07kalau di JavaScript, sudah ada

1:52:09workbox yang bisa pakai

1:52:11framework-nya, atau library-nya

1:52:13yang sudah bisa dimulai dengan mudah

1:52:15anak-anak tutorial-nya

1:52:17itu seperti

1:52:19apa namanya ya

1:52:21tidak perlu mendalam

1:52:23kulit-kulitnya saja

1:52:25tapi dikasih

1:52:27dikasih hook

1:52:29mereka seperti dikasih perasmanan

1:52:31lu mau yang mana

1:52:33ini, saya sudah ceritakan semua kulitnya

1:52:35lalu lanjut cari lebih dalamnya

1:52:37seperti itu

1:52:39kalau saya kurang

1:52:41persiapan

1:52:43kurang persiapan

1:52:45atau, bukan persiapan sebenarnya

1:52:47konteks penguasaan materi-nya

1:52:49ini persiapannya

1:52:51persiapannya itu harus bagus

1:52:53iya

1:52:55betul, setuju

1:52:57jadi, apa

1:52:59kita bahas kulitnya

1:53:01bukan bahas secara mendetail

1:53:03tips lagi

1:53:05tanya teman

1:53:07yang lebih muasain

1:53:09bukan nyuruh mereka bikinin materinya

1:53:11tapi bagian apa

1:53:13yang bisa dicomot

1:53:15dengan apa

1:53:17bisa diklik dengan waktu singkat

1:53:19maksudnya, kalau kita

1:53:21menguasain materi

1:53:23akan lebih gampang untuk kita

1:53:25memilih surface level yang menarik

1:53:27tapi kalau kita

1:53:29tidak menguasain, agak bingung

1:53:31misalnya dari mana

1:53:33mungkin bisa berinstorming dengan teman yang tahu

1:53:35yang lebih paham

1:53:37iya

1:53:39benar-benar

1:53:41mencari teman ya

1:53:43yang ngerti ya

1:53:45ngobrol sama teman lah

1:53:47rubber duck, cuma ya jangan

1:53:49rubber human

1:53:51real human

1:53:53ada yang pernah lakukan ini gak sih

1:53:55di awal-awal acara

1:53:57atau sebelum talks itu engage dengan audience

1:53:59mereka kan pada ngumpul

1:54:01nimbung aja ngumpung

1:54:03hai, apa kabar

1:54:05dari mana

1:54:07hari ini ekspektasinya apa

1:54:09ada gak?

1:54:11belum, malu

1:54:13biasanya saya telahnya

1:54:17tapi kalau selanjutnya

1:54:19ice breaking

1:54:21aku udah tahu apa yang mau diomongin kan

1:54:23kan udah biasa

1:54:25gak sering, tapi beberapa kali

1:54:27mencoba gitu, kayak engage dengan

1:54:29kalau gak telat datangnya ya

1:54:31biasanya kan juga telat ya

1:54:33atau saat makan siang

1:54:35datang ke circle mereka

1:54:37ada yang webdev, ada yang android

1:54:39ada yang cloud, ada yang machine learning

1:54:41hari ini ekspektasinya apa

1:54:43jangan-jangan ngomong

1:54:45jadi kita bisa tahu

1:54:47bisa connect dengan mereka

1:54:49kalau itu biasanya saya lakukan

1:54:51setelah

1:54:53setelah saya turun panggung

1:54:55tujuannya minta feedback

1:54:57gimana tadi, ada masukan gak

1:54:59atau ada yang kurang

1:55:01atau gimana gitu, kalau misalkan

1:55:03ada orang yang istilahnya

1:55:05misalkan sama Ivan nih

1:55:07begitu turun bisa nanya

1:55:09karena istilahnya udah

1:55:11biasa public speaking juga kan

1:55:13ada yang kurang gak atau apa gitu

1:55:15tapi kalau sama yang umum nanya

1:55:17seberapa

1:55:19pengen tahu

1:55:21apa, masuk gak

1:55:23apa yang kita sampaikan itu

1:55:25masuk gak ke mereka gitu

1:55:27buat itu aja

1:55:29buat apa, buat feedback

1:55:31terutama, karena kan selama ini kan

1:55:33kita jarang ya

1:55:35sebagai speaker, jarang

1:55:37menerima feedback kan

1:55:39baik itu dari apa, dari

1:55:41organizer

1:55:43atau pun dari

1:55:45dari penonton

1:55:47biasanya organizer yang

1:55:49minta feedback kan

1:55:51dapat email dari Vero

1:55:53dikirim

1:55:55thank you Vero

1:55:57kalau begitu enak sekali

1:55:59ada foto-foto juga

1:56:01baik banget mereka organize

1:56:03kita butuh feedbacknya karena buat improve

1:56:05biasanya kan organizer

1:56:07emang punya feedback sih

1:56:09termasuk feedback untuk speaker

1:56:11jadi ya mungkin lain-lain ya

1:56:13cuma itu cukup umum

1:56:15ya mungkin kita bisa nanya proaktif

1:56:17nah, cuma kalau yang

1:56:19ngedatengin secara fisik

1:56:21ngajak

1:56:23dan di luar

1:56:25sapa-sapaan general

1:56:27nanyain feedback ke penonton

1:56:29aku belum pernah dan jujur

1:56:31masih agak insecure

1:56:33masih belum sepenuhnya

1:56:35100% puas dengan

1:56:37performance public speaking

1:56:39aku sendiri sejauh ini, jadi kayak

1:56:41masih nunda-nunda

1:56:43jangan dulu lah besok-besok kalau udah

1:56:45perfect, nah cuma keliatannya

1:56:47ya bisa dikolon besok-besok

1:56:49sebenernya nggak perlu

1:56:51kita tanyain kayak gitu secara

1:56:53eksplisit

1:56:55jadi kayak ngobrol aja tiba-tiba

1:56:57ya misalkan kayak

1:56:59waktu itu saya pernah ngisi di

1:57:01Tekin Asia

1:57:03Product Development Conference

1:57:05terus pas saya ngomongin tentang

1:57:07machine learning waktu itu, machine learning for web developer

1:57:09terus begitu turun

1:57:11tiba-tiba ada yang nanya

1:57:13mendingan, waktu itu apa ya, mendingan

1:57:15pilih machine learning atau

1:57:17teknologi yang lain gitu

1:57:19dulu belum web3 kan

1:57:21ada lah yang lain, kayaknya udah ya

1:57:23apa, coin-coinan gitu ya

1:57:25atau web3 gitu kan, mendingan

1:57:27mana, artinya kan dia udah berfikir

1:57:29kan antara ini

1:57:31topicnya machine learning, oh berarti masuk nih

1:57:33topicnya gitu, jadi kayak

1:57:35bahkan kayak ngobrol diluar

1:57:37topic pun kadang-kadang kita bisa

1:57:39dapet feedback dari sana gitu

1:57:41kalau misalkan dia ngomongin hal yang jauh

1:57:43berbeda berarti dia nggak perhatiin kita dong

1:57:45gitu kan, ketauan gitu kan

1:57:47jadi ya gitu lah

1:57:49kadang-kadang. Oh kalau ngobrol

1:57:51tentang web topics, maksudnya sih

1:57:53udah sih, dan itu

1:57:55jadi inget sih, maksudnya

1:57:57itu salah satu hal yang beneran

1:57:59bikin senang banget sih, kalau buat aku

1:58:01pribadi ya, maksudnya kan

1:58:03kalau soal preferensi

1:58:05lebih suka misalnya

1:58:07nulis atau media lain

1:58:09atau ngomong, tetap, kayaknya aku

1:58:11bakal milih apapun yang nggak ngomong, karena

1:58:13maksudnya, apa, effortnya

1:58:15karena dari sunuhnya ngomong

1:58:17belibet dan kecepatan dan nggak jelas

1:58:19effortnya untuk ngomong dengan jelas

1:58:21lebih tinggi, tapi itu jadi

1:58:23waktu setelah talk

1:58:25kita bisa ngobrol sama

1:58:27audience dan

1:58:29apa, bahkan

1:58:31dari pas pertama kali banget

1:58:33yang tadi yang over time parah

1:58:35itu, kita pun

1:58:37habis selesai talk, ya

1:58:39ada, lucu sih, anak-anak

1:58:41masih kuli ya, malah

1:58:43yang ngajak ngobrol ya

1:58:45tanya-tanya tentang PWA sesuai

1:58:47topicnya, ya terus pasti

1:58:49tempat-tempat lain juga kayak gitu, misalnya

1:58:51bahas tentang UI, ya ada yang tanya tentang

1:58:53CSS, atau mungkin

1:58:55minta saran sesuatu, dan aku

1:58:57bisa merekomendasikan sesuatu yang baru

1:58:59yang kelihatannya berguna buat

1:59:01yang tanya, itu nyenangin

1:59:03banget sih, jadi itu satu poin yang

1:59:05positif banget, cuma yang belum

1:59:07belum pernah nyobain ya, itu cuma

1:59:09gouging, apa

1:59:11memancing feedback tentang

1:59:13materi public speaking-nya sendiri, itu

1:59:15yang belum

1:59:17itu ada pertanyaan terakhir

1:59:19kita bahas, habis itu

1:59:21pernah, nggak, materinya

1:59:23tabrakan sama speaker lain, kayaknya nggak

1:59:25pernah, pernah-perna

1:59:27koordinasi

1:59:29kan soalnya dari awal kita udah itu sama

1:59:31organizer-nya, kira-kira topicnya

1:59:33bakal tentang ini, jadi walaupun judulnya belum

1:59:35finalize, secepat mungkin

1:59:37ya confirm topicnya

1:59:39koordinasi

1:59:41sama organizer

1:59:43dan juga koordinasi sama

1:59:45speaker lain

1:59:47yang di bidang yang sama

1:59:49di bidang yang sama

1:59:51oke, kalau gitu, kita sudah hampir

1:59:532 jam

1:59:55ngomongin

1:59:57ngomongin tentang public speaking

1:59:59masih sering teman panggung, masih

2:00:01sampai saat ini saya masih

2:00:03masih grogi, kadang masih

2:00:05masih grogi, apalagi kemaren

2:00:07DevFace Makassar, saya juga masih grogi

2:00:09karena panggungnya keren banget ya

2:00:11venue-nya keren, dan orangnya rame

2:00:13jadi apa sih lah

2:00:15grogi dan nervous itu

2:00:17adalah hal yang manusiawi

2:00:19jadi ya

2:00:21itu membuat kita lebih waspada sebenarnya

2:00:23kita takut bahwa kita nggak bisa

2:00:25deliver dengan baik, dengan demikian kita harus

2:00:27prepare latihan

2:00:29lebih fokus, lebih banyak

2:00:31latihan, latihan terus, karena nggak ada yang bisa

2:00:33menggantikan latihan, jadi

2:00:35bisa menurunkan sedikit kadar

2:00:37nervous, tapi nervous itu nggak akan hilang

2:00:39oke, mudah-mudahan

2:00:41setuju, setuju banget, sama itu

2:00:43satu lagi sih, kenalin

2:00:45kan orang macem-macem ya

2:00:47pendensi orang, seberapa

2:00:49grogian, macem-macem

2:00:51terus

2:00:53kenalin

2:00:55karakter kalian sendiri

2:00:57kalau aku pribadi

2:00:59aku gara-gara

2:01:01dulu sering panggung itu

2:01:03jadi sadar, dan itu kan satu

2:01:05band

2:01:07penguasaannya sama

2:01:09mirip-mirip, levelnya mirip-mirip

2:01:11venue panggung yang dimainin

2:01:13sama, ternyata

2:01:15banyak dari sekian

2:01:17personel ini, macem-macem

2:01:19ada yang sama sekali nggak

2:01:21ngerasa apa-apa, jadi kayak ya udah

2:01:23nggak apa-apa santai, ada yang grogi banget

2:01:25nah, bisa ditubak, aku masuk kategori yang mana

2:01:27aku grogi banget, dan sampai sekarang pun

2:01:29kalau misalnya mau pribadi di

2:01:31IO Extended atau DFS atau apapun

2:01:33nervousnya itu sekitar 3-4

2:01:35hari penuh sebelumnya

2:01:37pokoknya sebelum naik

2:01:39itu pasti nervous berat

2:01:41terus psikosomatic sih

2:01:43mau muntah, selalu mual

2:01:45walaupun nggak makan apa, mau makan nggak makan

2:01:47nggak ngaruh, ya udah, cuma aku terima

2:01:49aku tahu bahwa itu bukan

2:01:51itu bukan masalah apa-apa, emang kayak gitu

2:01:53jadi ya udah, bawa santai

2:01:55ya ngatasinnya, apalah

2:01:57tarik nafas yang dalam-dalam

2:01:59dan aku, yang lebih penting

2:02:01lagi aku tahu pas aku udah naik ke atas

2:02:03berapa detik pertama itu bakal

2:02:05hilang, jadi ya udah

2:02:07maksudnya buruk banget pas awal

2:02:09itu masih panik, untung

2:02:11paniknya bukan pas text speaking ya

2:02:13dulu pas masih nge-band

2:02:15apa jadi panik, karena aku nervous

2:02:17jadi kenapa nih

2:02:19ada apa, apakah ini

2:02:21artinya aku nggak siap, padahal aku udah

2:02:23latihan, ya ternyata bukan karena itu

2:02:25ya karena karakter aja sih, jadi ya udah

2:02:27grogi, grogi boleh

2:02:29lose focus yang penting

2:02:31jangan, tetap

2:02:33keep focus

2:02:35grogi boleh, keep focus

2:02:37it's not about you, it's about the public

2:02:39susahnya

2:02:41kalau lagi grogi ya nggak bisa focus

2:02:43tapi ya balik lagi, kalau kita

2:02:45menghasilkan materi, bisa

2:02:47latihan buat focus

2:02:49jadi latihan itu melatih apa ya

2:02:51melatih, yang satu melatih

2:02:53mental, yang kedua melatih

2:02:55naluri, jadi ketika kita

2:02:57bingung, ya reflex

2:02:59instinct dan reflex ya

2:03:01ketika kita bingung mau ngomong apa

2:03:03kalau kita udah ngapalin

2:03:05udah menghasilkan materi ya, udah

2:03:07jalan aja secara natural

2:03:09oke, paling itu dulu

2:03:11untuk malam hari ini, sudah dua jam

2:03:13record, biasanya

2:03:15ngomongin teknis nggak pernah se panjang

2:03:17ini, tapi, oh pernah

2:03:19pas visiting dulu, kayaknya pas android vs web

2:03:21atau semacamnya, itu kan

2:03:23rame, ini kita bertiga doang

2:03:25iya sih

2:03:27seru ya, jadi mungkin

2:03:29mudah-mudahan kita bisa dapat

2:03:31topik-topik non-technis juga, jadi kita

2:03:33rolling ya, sudah beberapa waktu

2:03:35kadang seru juga, bahas soal non-technis

2:03:37coba munculin linknya

2:03:39jangan lupa, kita butuh saran

2:03:41kritik, dan pendapat

2:03:43tentang acara ini

2:03:45mudah-mudahan, apa yang kita sampaikan

2:03:47bermanfaat buat temen-temen, baik yang

2:03:49sebagai, yang pengen

2:03:51jadi narasumber, ataupun sebagai

2:03:53organizer

2:03:55atau dua-duanya

2:03:57terima kasih banyak

2:03:59atas atensinya, kita ketemu lagi

2:04:01hari selasa depan

2:04:03jam 8 malam, dengan tamu

2:04:05super istimewa, karena bukan dari

2:04:07Indonesia, dari luar negeri, nggak bisa

2:04:09bahasa Indonesia, dia hanya bahasa Inggris

2:04:11atau bahasa Jerman, atau bahasa apa, saya nggak tahu

2:04:13siap-siap, minggu depan

2:04:15ya, spesial sekali, diundang

2:04:17dia bersedia datang

2:04:19sudah sempat kita gosipin juga ya, di episode-episode

2:04:21sebelumnya ya, jadi, tungguin aja

2:04:23hari selasa depan

2:04:25sampai ketemu lagi, selamat malam

2:04:27selamat istirahat

2:04:29bye-bye

Suka episode ini?

Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!

Langganan Sekarang

Episode Terkait

Ngobrolin State of JavaScript - Ngobrolin WEB
EP 90

9 Jul 2024

Ngobrolin State of JavaScript - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Alat Desain AI - Ngobrolin WEB
EP 167

19 Mei 2026

Alat Desain AI - Ngobrolin WEB

🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinweb Semenjak era AI, developer yang tadinya punya desiign skill issue mendadak bis...

Bedah Web - Ngobrolin WEB
EP 166

12 Mei 2026

Bedah Web - Ngobrolin WEB

Berhubung banyak yang submit, malam ini kita akan kembali membedah beberapa situs. Penasaran gimana pendapat para pakar ...

Komentar