Lompat ke konten utama
EP 39

Ngobrolin I/O Extended

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Setelah beberapa episode membahas pengumuman Google I/O dari jauh, kali ini ceritanya datang dari orang yang benar-benar hadir — di I/O Connect Bangalore, sekaligus persiapan I/O Extended Jakarta bersama GDG. Formatnya menyerupai acara pusatnya: keynote utama, lalu keynote per bidang, lalu sesi paralel yang hampir tanpa jeda, ditambah deretan stan demo di tengah aula. Sensasi yang disebut paling berkesan sederhana saja — biasanya orang-orang ini hanya terlihat di video dan artikel, sekarang bisa ditemui langsung. Dua demo yang paling membekas keduanya soal web yang menyentuh perangkat keras. Yang pertama sebuah mesin kasir Point of Sales lengkap dengan barcode reader, printer struk, monitor kedua, dan laci uang — semuanya dikendalikan dari sebuah Progressive Web App memakai Web Serial, Web HID, Web USB, dan Web Bluetooth. Bukan sekadar demo pameran: perangkat itu sudah dipakai di usaha sungguhan, dan dibuat seorang GDE Web asal Belanda. Yang kedua LEGO Education Kit, di mana anak-anak menyusun logika secara visual di antarmuka web berbasis Scratch — dengan opsi naik ke Python kalau sudah terbiasa — lalu mengirim hasil kompilasinya ke microcontroller di dalam set LEGO-nya lewat Bluetooth, sehingga jadi robot, mobil, atau line follower. Yang menarik justru keputusan bisnisnya: aplikasi native untuk macOS, Windows, dan Android tetap ada tapi siklus perawatannya dikurangi, dan pengembangannya dialihkan ke versi web — karena instalasi native butuh unduhan ratusan megabyte sampai lebih dari satu gigabyte, sementara versi webnya jauh lebih ringan karena modulnya dialirkan sesuai kebutuhan. Sisanya membahas dominasi AI di acara itu, dari MediaPipe dan TensorFlow.js untuk object detection dan image segmentation, sampai Vertex AI dengan Model Garden-nya yang memungkinkan melatih model dari dokumentasi sendiri — misalnya dokumentasi React atau WordPress — sehingga pencarian bisa dijawab secara percakapan.

Poin-poin Utama

  • •I/O Extended dan I/O Connect memakai format yang sama dengan Google I/O pusat — keynote utama, keynote per bidang, sesi paralel hampir tanpa jeda, plus deretan stan demo
  • •Sebuah mesin kasir Point of Sales lengkap dengan barcode reader, printer struk, dan laci uang dikendalikan sepenuhnya dari Progressive Web App lewat Web Serial, Web HID, Web USB, dan Web Bluetooth
  • •Mesin kasir itu bukan sekadar demo pameran — perangkatnya sudah dipakai di usaha sungguhan, dan dibuat seorang GDE Web asal Belanda
  • •LEGO Education Kit memakai antarmuka web berbasis Scratch untuk menyusun logika secara visual, dengan opsi naik ke Python, lalu mengirim hasil kompilasinya ke microcontroller lewat Bluetooth
  • •Keputusan bisnisnya menarik: aplikasi native untuk macOS, Windows, dan Android tetap ada tapi siklus perawatannya dikurangi, dan pengembangan dialihkan ke versi web
  • •Alasannya soal ukuran — instalasi native butuh unduhan ratusan megabyte sampai lebih dari satu gigabyte, sementara versi webnya jauh lebih ringan karena modulnya dialirkan sesuai kebutuhan
  • •AI mendominasi acaranya: MediaPipe dan TensorFlow.js untuk object detection dan image segmentation, serta Vertex AI dengan Model Garden yang memungkinkan melatih model dari dokumentasi sendiri seperti dokumentasi React atau WordPress

Halo-halo-halo, selamat malam.

Selamat malam.

Bertemu lagi kita di acara kesayangan kita bersama-bersama trio web-web ini.

Ada saya Riza, ada Ivan, dan ada Eka.

Malam hari ini seperti biasa, selasa malam, waktunya kita ngobrolin web-web.

Ya, selamat datang di episode ke-40.

Dari...

10 episode lagi ya.

Target kita 50.

Oh, 42.

52 ya targetnya.

Artinya jalan setahun ya kalau 52 ya.

Episod 52 berarti kita udah jalan setahun, setiap minggu, hampir setiap minggu sempet bolong satu ya.

Kita kan dari 0.

Dari 51 ya, sempet bolong satu, terus ada beberapa yang rekaman kayak minggu lalu ya.

Tapi malam ini kita live, jadi buat teman-teman yang apa, boleh membanjiri kolom komentar nanti kita bacakan seperti Bang Ranga.

Akhirnya, wah kita belum final nih.

Belum final.

Akhirnya apa nih maksudnya.

Oke, sambil menunggu juga teman-teman yang lain.

Ini malam hari ini kita mau sih ya.

Sebenarnya malam hari ini topiknya ada dua.

Ada dua, yang pertama adalah Ayo Connect.

Dan cerita pengalaman Eka dan juga Ivan yang baru pulang dari Bangalore.

Kemudian segmen yang kedua kita bahas tentang Ayo Extended.

Apa itu, kapan, dan kira-kira acaranya seperti apa nanti kita akan gali satu per satu.

Oke, yang pertama dulu, event pertama itu adalah Ayo Connect.

Sebelumnya event pertama itu Ayo.

Event paling pertama Google I/O.

Ya, Google I/O. Kenapa setelah Google I/O, terus banyak event-event yang lain.

Lihat transkrip lengkap (2138 segmen lagi)

Ini yang akan kita bahas ya.

Oke, jadi abis Google I/O yang sudah kita bahas juga,

berapa episode ya? Dua episode, tiga episode ya.

Jadi kalian yang belum nonton, klik di sini ya.

Silahkan cari aja di channel YouTube.

Buat nonton episode langsung.

Jadi I/O itu acara tahunannya Google untuk meluncurkan berbagai produk rilis, teknologi,

baik yang berupa produk beneran, misalnya kayak Pixel, atau device.

Bisa juga dari masing-masing teknologinya.

Jadi kayak misalnya web, ada hal-hal baru apa di web, di cloud, di AI dan machine learning, dan sebagainya.

Itu Google I/O.

Terus selanjutnya ada Ayo Connect yang mau kita bahas ya.

Ini kayaknya cukup baru ya?

Iya, Ayo Connect baru tahun ini.

Baru tahun ini kan? Cukup baru ya?

Jadi konsepnya I/O Connect ini adalah dia akan menjelanggarakan ini,

kalau nggak salah ya, tiga-bedua.

Jadi contohnya, kemarin kan yang pertama I/O di Amerika.

Di Kalifornia.

Di Kalifornia. Terus kemudian I/O Connect di Amsterdam.

Amsterdam, Miami.

I/O Connect di Amsterdam buat wilayah Eropa ya.

Buat developer, apa? Google Developer Community di Eropa.

Terus yang di Miami buat Google Developer Community di Miami.

Di Miami.

Amerika.

Amerika Selatan.

Ya seluruh Amerika.

Nah yang Bangalore baru Asia.

Asia tapi kecuali Asia Timur ya.

Kayaknya Asia Timur bakal ada eventnya sendiri deh.

Kalau nggak salah denger.

Kayaknya di Shanghai.

Kayaknya untuk Google Developer Community di RRC, Jepang, Korea.

Kalau yang di Bangalore, India ini buat kita.

Asia Tenggara, Asia Selatan.

Asia Tenggara dan Asia.

Kalau nggak salah Australia masuk di kita juga.

Masuk di India juga.

Konceptnya ada kata connect itu adalah untuk menghubungkan antara developer, Google dan community.

Ya mungkin backgroundnya sedikit ya.

Kalau dulu kita dapat kesempatan diundang ke Google I/O kan.

Bagi siapa yang mau.

Amerika langsung sebelum aku masuk.

Semacam subsidi.

Tapi nggak dibayar full ya.

Semacam subsidi lah gitu ya.

Kita tetap harus keluarin uang.

Cuman ya tiket dan lain-lain.

Tiket masuk ke acaranya sih.

Dapat gitu kan.

Penginapan juga mungkin nggak tahu ya.

Subsidi ya.

50-50 kali atau berapa gitu kan.

Nah kalau ada yang punya apa.

Bersedia untuk datang ya silahkan datang gitu.

Nah tahun semenjak pandemi.

Kan acaranya diadakan secara online kan.

Google I/O sekarang pun offline dan online kan.

Hybrid ya.

Kita bisa nonton di YouTube.

Atau kita bisa langsung datang kesana.

Nah begitu dilakukan secara online.

Terutama pada saat pandemi.

Akhirnya mungkin si Google berpikir.

Oh mendingan dikumpulin aja nih.

Dibunua-bunua untuk ngomongin hal-hal.

Yang berhubungan dengan Google I/O kemarin.

Termasuk juga ini ya.

Bintang tamunya juga diundang dari Googler ya.

Untuk ngomongin di sana ya.

Cukup banyak pun ya.

Biasanya kita cuma lihat di apa.

Cuma lihat di YouTube.

Cuma lihat di artikel.

Terus tiba-tiba lihat.

In real life gitu.

Lihat dalam bentuk manusia.

Ketemu siapa aja disana?

Ketemu Thomas Steiner.

Ada Jocelyn.

Oh Thomas.

Ada Thomas Steiner.

Sama Eji.

Ada Mas Eji yang biasanya pastis itu.

Altan.

Sama kak Una.

Ketemu cuma dia sibuk banget.

Oh sibuk ya.

Rachel.

Kalo sama...

Ini Jocelyn ketemu dong.

Ketemu kita ngobrol.

Cuma sayangnya keynotenya bukan.

Mas Sundir.

Bukan lah.

Walaupun ini ya.

AK.

Tapi bisa ditonton kan.

Keynote-nya kan.

Ada di YouTube kan.

Ada online.

Jadi hybrid juga ya sebenernya ya.

Jadi buat temen-temen yang mau...

Penasaran.

Mau liat ininya.

Informasi lebih lanjutnya tuh.

Ada di chat.

Di rspv.withgoogle.com.

Silahkan diliat saja.

Di sini ada videonya gak?

Ada ya.

Mungkin di channel Google Developer kali.

Ada tuh di depan.

Ada nih.

Opening keynote doang.

Ada workshop juga.

Ada.

Ada workshop.

Acaranya tuh dalam sehari.

Cuma sehari.

Sekitar siang.

Bahkan gak sehari penuh sih.

Mulai jam 11 siang.

Keynote-nya tuh jam 11.

Sebetulnya formatnya tuh mirip

I/O yang...

I/O pusat.

I/O yang di Mountain View.

Jadi.

Main keynote.

Itu jam 11.

Habis itu di panggung paling besar yang sama.

Itu dilanjutin sama keynote.

Masing-masing bidang.

Web, AI, dan lain-lain.

Kalau keynote webnya.

Si Mbak Una itu present.

Ya keynote-nya ya.

Setelah keynote.

Ada break sebentar.

Gak sebentar sih. Mungkin sekitar setengah jam.

Makan.

Yang seru itu.

Habis.

Nah itu sekitar jam 12.35.

Itu parallel mulai semua.

Jadi masing-masing ada track-nya.

Di web, cloud, AI,

dan Android.

Itu ada sesi talk.

Dan itu hampir non-stop.

Jadi jeda-nya sedikit.

Nah parallel ada talk.

Ada juga demo booth.

Jadi demo booth itu ya...

itu standar kayak pameran.

Kayak pameran-pameran gitu ya.

Jadi di tengah-tengah hall itu

ada sekitar 21 booth.

Demo, macem-macem.

Teknologi.

Web.

Banyakan mobile sih sama cloud.

Sama cloud.

Terus lucu-lucu.

Ada yang ada kuis, ada hadiahnya.

Dan dapet es krim.

Yang lucu-lucu itu banyakan cloud sayangnya ya.

Kalau web mah biasa aja.

Ya demo biasa aja.

Terus webnya keren menurut gue.

Apa tuh?

Boleh diceritakan mu?

Ada gemik kulis-kulisan.

Itu ada fotonya.

Itu buka aja nanti fotonya.

Nah terus...

Ini ML. Machine Learning.

Itu ML.

Bukan, bukan.

Itu, itu, itu.

Ini yang dikirimin Ivan nih.

Nah ya udah.

Yang dikirimin Ivan aja.

Tapi tadi yang dua tapi sebelumnya juga sama.

Jadi mau gue ceritain nih?

Ceritain dong.

Baik dari awal.

Jadi ini...

Pause aja pause.

Ini Cast Machine Point of Sales.

Ada Cast Register-nya.

Ini Point of Sales ya, jelas ya.

Nah di sisi kanan itu

di laptop itu web. PWA ya.

Progressive Web App.

Dan murni web.

Lalu yang di skrin yang kecil

itu dual monitor.

Itu cuman kayak... Extended dari laptop.

Extended dari laptop.

Lalu...

Di sebelah kiri

lagi sebelah monitor kecil

itu barcode reader.

Itu yang buat scan.

Oke scan ya.

Lalu yang monitor atas itu yang

untuk total uangnya.

Yang cingkring-cingkring gitu ya.

Di yang bawah

kan ada lobang kecil.

Cast Register. Oh ini Recip Recip.

Recip bisa printer printer.

Dan sebelah kanan itu tempat duit.

Jadi misalnya kita buka chart track gitu.

Ya.

Semua ini

menggunakan teknologi web.

Web USB bukan?

Oh.

Oh yang SID itu

Cast Register-nya.

Teknologi QR-nya di belakang.

Tunggu ya. Gua lupa tuh teknologi apa aja yang ada di situ.

Oh ada juga fotonya.

Ntar cek.

Ini sama kan?

Ya itu di belakang itu ada QR-nya tuh.

Wah ini ada iklannya nih.

Ada barangnya nih.

Ada barcode-nya.

Oh ngetes barcode.

Ya ya ya.

Oh oke.

Jadi

pakai web serial.

Web HID.

Web USB.

Dan Web Bluetooth.

Oke wow.

Jadi itu API yang dipakai.

Nah kombine.

Terus jadi Progressive Web App.

Dan jadi

Point of Service. Dan ini dipakai

beneran di Production.

Sudah dipakai di

salon-nya siapa gitu.

Yang bikin GDE Web juga.

Oh wow.

Dari negara mana nih?

Eropa ya?

Belanda.

Nanti kita bisa kupas nanti nih.

Nanti kayaknya satu episode sendiri aja ya.

Sama Mas Thomas.

Mas Thomas.

Nah di sebelah ini

ada nggak ya foto sebelah ini?

Nggak ada.

Apa fotonya?

Foto yang dari si Eka. Sorry.

Back ke kiri.

Nah ini dia.

Ini.

Ini sebenernya yang pertama.

Your video will be ready soon.

Ya harap. Sabar menunggu.

Nah ini.

Nah ini Lego.

Lego Education Kit namanya.

Bisa dibeli ya.

Nah ini dia orangnya.

Pak Thomas.

Nah jadi

di sistem ini ada web

basenya. Interface nya.

Bisa nge-programming

microcontroller untuk dari si

alat.

Chip microcontroller dari si

Lego Education Kit.

Jadi dia jual satu set.

Bisa jadi robot.

Bisa jadi mobil.

Bisa jadi track finder.

Nah algoritma nya tinggal drag and drop

yang kayak di monitor tuh.

Oh kayak ini ya. Kayak Scratch ya.

Ya kalau temen-temen pernah lihat

Scratch. Jadi ini emang

produknya Lego.

Jadi mereka Lego Education.

Itu bikin web app.

Itu based on Scratch.

Jadi itu mereka tuh jual buat

edukasi main-main. Jadi kayak buat

ngajarin anak-anak programming.

Logiknya dulu. Jadi ini emang based on

Scratch. Nah terus cuma dia ada

type alternatif si

user-nya. Dalam hal ini si anak yang

lagi belajar itu dia bisa nge-tick python juga.

Kalau udah terbiasa dengan

logika, variable loop. Nah terus

mereka tuh jual satu set dengan

si Lego-nya.

Itu tuh sebetulnya di dalamnya udah ada

sensornya. Jadi kayak ada sensor gerak,

sensor cahaya. Kalau sensor

sensor cahaya tuh yang dibawah tuh.

Yang dibawah tuh.

Yang, ah nggak ada

fotonya sih. Jadi ada

kayak kereta atau mobil yang

bisa jalan ikutin

jadi apa?

Ada kayak tape warna

kuning gitu ditaruh di lantai.

Dia bisa ngikutin itu karena dia

apa? Semacam sensor cahaya.

Nah intinya si Lego ini

emang bikin web app. Mereka tuh

sebenarnya punya native. Jadi masing-masing

punya. Jadi apa? Di macOS

ada, Android ada,

Windows ada. Tapi kan

beban maintenance-nya lumayan

berat. Jadi, dan

ukurannya tuh besar banget.

Jadi kayak kalau di download tuh

bisa ratusan mega.

Installasi awal ratusan mega

kalau di native, kalau harus

download seluruh programnya,

kan kalau native, ngedownload semuanya.

Itu bisa kayak nyampe 1 giga, dan nggak

semua device, bisa kan.

Nah jadi, walaupun

sebetulnya yang native app

masih di maintain, tapi

cycle maintenance-nya tuh kayak lebih

dikurangin, dan effortnya

yang baru difokusin ke web

app ini. Nah web app ini

isi programnya di streaming.

Nah sebenarnya kalau detailnya

stream itunya.

Modulnya di stream.

Isi aplikasinya, nah

detailnya gimana, sebenarnya

gue juga nggak tahu sih. Nanti kalau mas Thomas

berkenan mampir

ke acara kita,

ya kita tanya beliau aja.

Dia cuma bilang isi app-nya

di streaming. Jadi apa?

Ya cuma, ini PWA itu

total ya paling 10-15

mega lah yang occupy

disk, occupy

laptop, atau computer

yang menggunakan.

Seru sih. Ini by default

pakai Bluetooth ya?

Ya, koneknya setelah kita selesai

setelah selesai kita atur

algorithma-nya,

terus dia compile, hasil

compile-nya supaya bisa

dikirimkan ke microcontroller

koneknya via Bluetooth.

Jadi

kan program ini kan

cuma isinya modul. Kan harus

compile jadi executable supaya bisa jalan

di microcontroller kan.

Dia compile di web,

terus dikirimin.

Terus hasil

binary-nya kirim

via Bluetooth ke device.

Ke device.

Ke microcontroller lah lebih tepatnya.

Nah, habis itu jalan deh device-nya.

Yaudahlah, kita undang aja nih

si Pak Thomas ini nih.

Eh bentar, ada opsi kedua.

Jadi by default itu pakai

seru sekali.

Cuma bisa juga, ada opsi kedua

USB. Jadi itu bisa

ada

kan kit-nya lain-lain.

Oh USB di transport dulu gitu ya

ke device-nya gitu ya?

Sama.

Kita ngel-connect

Arduino gitu lah.

Arduino yang ada sensor-nya.

Si robot yang breakdance itu, itu yang di kanan

ada contohnya di connect ke

laptop pakai USB.

Oh, berarti jalan-jalan

susah kan pakai kabel kan. Harus nempel

terus kabelnya gitu ya?

Enggak, sekali aja kan.

Sekali transfer kan.

Make sense.

Ngerti, ngerti, ngerti, oke, oke.

Wow seru sekali.

Mungkin yang compile baru ya colok lagi ya, sama kayak kita pakai

Arduino. Betul.

Kalau misalkan ada update, kita harus

colok lagi ke USB, di upgrade,

habis itu lepas lagi, jalan lagi.

Kalau pakai Bluetooth, bisa

over the air kan, OTA kan.

Ini nih, ada pertanyaan nih.

Compiler-nya di web gitu.

Itu yang kita kurang tahu.

Kita yang kurang tahu.

Bisa jadi...

Gua gak tahu.

Compiler-nya di web atau di server.

Baru nanti binary-nya

dikirimkan. Jadi...

Web assembly kayaknya.

Bisa jadi. Itu ada itu dari...

Lago Education.

Apa ini?

Tiga, tiga.

Tiga, tiga.

Kita pengen lihat cara kerjanya, ya.

Dengerin dari DevTools, segala macam.

Tab itu, kita gak bisa lihat

source code-nya, karena emang

sama Lego gak di...

Di open.

Rahasia perusahaan dia lah.

Rahasia perusahaan.

Yang mana ini? Spike Essential.

Yang mana aja.

Ini curiganya nih.

Wasm curiganya nih.

Iya runtime itu ada wasm-nya kayaknya.

Ada wasm-nya gak?

Itu aja, itu tab wasm, coba

cek sebelah kanan.

Tab wasm itu.

Gak ada.

Kita kan belum masuk.

Kita belum masuk.

Masuk dulu. Update.

Kok update?

Terus open?

Maybe.

Harus turn on Bluetooth.

Harus turn on Bluetooth.

Gak bisa.

Berarti kita harus

mengundang

orang Lego ya.

Ini harus ada device-nya ini.

Baru bisa kebuka.

Oh dia jual sepaket ya.

Iya.

Coba yang essential aja.

Yang essential.

Yang Spike Essential.

Nah.

New project.

Create.

Wah seru.

Iya ya. Gak ada.

Gak ada wasm.

Kan wasm. Berarti salah.

Cuma kan belum nge-compile.

Ini baru bikin building block-nya.

Belum di jalan kemana-mana.

Mungkin lazy load. Gak tahu.

Ya gitu.

Cuma itu ya.

Seru sekali ya.

Cuma sayangnya belum ada ya.

Contoh aplikasi open source

yang setara. Ini kan semua

proprietary ya bisa dibilang.

Semoga besok-besok ada

aplikasi yang kodenya bisa di

explore juga buat

dicontek lah.

Kalau proprietary berarti

berarti dia

compilenya di server. Abis itu

baru di streaming.

Di download.

Abis itu dikirim mana lagi.

Kayaknya gitu sih.

Tetap harus nyampe ke si apa?

Si Lego kit-nya itu kan.

Harus di-compile.

Jadi low-level

language apapun itu yang bisa

dibaca

ngejalanin si micro-controller-nya.

Biar bisa jalan, biar bisa gerak, dan lain-lain.

Nah itu seru.

Oke.

Lalu ada apa lagi yang seru?

Tadi kita udah bahas 2

cat register, Lego, dan

banyak.

Oh banyak. Nah ini

kelihatannya di machine learning,

ini apa?

Machine learning dan AI itu kayaknya

sebenarnya mendominasi banget sih

di event I/O ini.

Termasuk tol, kayak materinya, dan

salah satu yang menarik, dan

bersinggungan sama web, ya ini WebML,

Tensorflow.js itu

update-nya ya

lumayan banyak lah. Kayak

What's New sih intinya. Terus demo-nya

face detection,

kalau itu sih standar ya.

Nah yang di-talk-nya itu

present

bakal ada, kelihatannya

belum di-launching, cuma akan

ada semacam

no-code tool, jadi kayak drag

and drop, itu fully web-based

yang

bisa ngejalanin model

Tensorflow

fully di browser, dan itu

interface-nya, interface-nya

pakai drag

and drop, terus option-optionnya,

parameter-nya, segala macem, kita

bisa customize, ada UI-nya.

Sayangnya nama tools-nya apa lupa.

Ya maunya di-press.

Vertex AI bukan?

Enggak tahu, mungkin ya.

Ya tunggu aja, bentar lagi, kalau ada yang

di-launching, berarti itu.

Vertex itu

masih private beta.

Kalau Vertex ya?

Ya, jadi

untuk soal AI yang menarik,

yang bisa sedikit berhubungan sama web,

itu bisa Vertex AI sama

ada link-nya, tuh, di gua.

Vertex AI sama Duet AI.

Ada link-nya di...

Oh, kalau Duet itu yang buat di workspace ya.

Kalau nggak salah.

Duet AI

Vertex dulu.

Jadi Vertex AI ini

kita bisa

membangun machine learning-nya

kita sendiri.

Dengan data kita sendiri.

Dengan data kita sendiri, dengan

kayak workspace

gitu. Jadi dia sudah sediakan

IDE ya, IDE di cloud.

Jadi kita tinggal supply data kita

seperti apa, dan

nanti akan dipilihkan.

Sudah ada, kita bisa jadi gini,

bisa buat generatif AI

secara cepat dengan model garden

yang sudah ada. Jadi model garden itu sudah kayak

directory model yang sudah siap.

Kayak marketplace gitu, tinggal pilih ya.

Ya, contohnya, mau

sentiment analysis.

Yang menarik

buat saya itu kemarin itu

bagaimana

kalau kita misalnya gini,

bayangkan perusahaan kita punya atau

open source project kita deh

punya dokumentasinya yang besar.

Contohnya React. React documentation,

WordPress documentation, kan sudah

dokumentasinya sudah banyak banget.

Kita bisa nge-train modelnya kita itu

berdasarkan knowledge base

yang kita punya.

Jadi kita train,

dan search yang

kita buat itu,

hasilnya itu bisa dalam bentuk

chat AI, atau

search AI.

Terus bisa conversational ya?

Ya. Kalau dia search AI, kita bisa

nanya aja yang ketik pertunjukan.

Bagaimana sih cara membuat create

React application

untuk membangun blablabla.

Nanti dia akan

dari knowledge base itu dia akan berikan

semua list yang

konten dan listnya

kemana kita harus mulai

tutorial kita

tanpa perlu mencari semua

knowledge base, atau link-link

dokumentasi. Atau bisa kita

juga bisa generate chat

AI, berdasarkan

knowledge base yang kita punya.

Jadi kita bisa langsung tanya

semua itu.

Hmm.

Oke.

Saya punya-nya

Google.

Oh. Ini bukannya

image-image gini?

Enggak. Itu kan

lagi video call.

Enggak. Tapi ini ancient

science fiction city. Terus dia gambar

di belakangnya tuh.

Bukan ya? Ini tentang kode?

Bisa. Bisa.

Bisa semua ya. General ya. Bisa.

Kalau copilot kan cuma kode.

Enggak. Kalau kode, ini kayak ada

subdivision. Kayak ada

subsectionnya sendiri. Kayaknya dari vertex deh.

Bukan. Beda.

Bukan. Bukan. Beda sendiri.

Ya.

Iya.

Kalau dibandingin sama

copilot kayaknya kurang masuk.

Soalnya copilot kan khusus coding kan.

Kalau ini kan buat generic kan.

Bar. Eh. Bar.

Codi.

Codi.

Codi. Enggak.

Duit AI itu. Duit AI

Codi. Ini. Bukan.

Duit AI Codi.

Nggak ada.

Jadi kalau nggak salah sih. Bagian dari

Duit AI atau semacamnya.

Tapi buat coding.

Banyak banget soalnya ini AI.

Banyak banget soalnya ini AI.

Gak ada.

Code Assistants.

Nah. Itu dia.

Code Assistants. Tunggu sebentar ya.

Product. Product.

Code.

Gak ada code disini.

Youtube nih.

Kita lihat ya.

Berarti ini

lebih generic kan.

Bukan cuma buat code kan.

Buat semua. Termasuk juga untuk coding ya.

Ya.

Ya. Pokoknya buat pengguna Google workspace.

Ya. Workspace kan misalnya ada cloud.

Bukan AI juga namanya.

Ini. Ini. Linknya.

Itu yang pakai

Google cloud.

Oh iya. Ini ada demo-nya.

Bahkan di keynote.

Ada bagian yang di display

di keynote sih.

Benar sih emang.

Jadi pakai duet. Sama juga produknya

namanya duet AI for developer.

Oh iya itu.

For Google workspace.

Oke.

Jadi namanya produk Google AI.

Itu keputusan branding aja kali ya.

Biar semua yang di bawah

apa. Suite.

Product suite

nya Google. Semuanya itu pakai duet

AI. Tapi bisa

untuk image. Bisa buat

emang.

Oke.

Semakin seru.

Semakin seru ya.

Oh ini nih yang di demo-in.

Explain this code itu di keynote

nya di demo-in.

Code explanation.

Ini.

Oke. Nah ini kita bisa jadi

topik sendiri nih yang kita

janjikan mau kita bahaskan tentang

CPTPT dan temen-temennya ya.

Bekal digusur oleh

AI. Atau ya cuma kita

job disk kita agak

geser dikit buat integrate

tooling. Ini kan intinya tooling

ya sebenarnya.

Apakah software developer akan menjadi

software generator. Jadi cuman

generator aja.

From engineer.

Kasih ininya ya.

Oke oke. Nah ini seru ya.

Semakin banyak.

Ada media pipe.

Mereka sebutnya media pipe.

Untuk flutter

ada untuk tensorflow ada.

Itu apa? Cuma gue gak sempet.

Bukannya

Ivan ikutnya workshop itu.

Media pipe. Gak ya? Iya.

Ikut gue workshop yang media pipe.

Sebenarnya dia kayak next generation

dari tf.dev.

Itu tensorflow.dev itu.

Kan kita sudah disediakan banyak

model-model.

Namun. Terus dikasih itu kan

code lab kan.

Yang kita bisa pakai

CPU atau TPU-nya dari si

Google kan.

Jadi sudah dibuat jadi satu workspace.

Jadi sudah terintegrasi semua.

Kita bisa langsung jalankan

atau training modelnya kita.

Pake model yang mana. Masukin

data source kita

di training.

Terus hasilnya bisa jadi tf.light

atau tf.js.

Tinggal kita pakai.

Cuma itu sudah satu seamless

terintegrasi semua.

Itu library ya?

Jadi kayak bisa pakai JavaScript

intinya ya?

Kayak interface-nya gitu?

Kayak interface. Jadi sudah kayak

framework gitu ya.

Jadi

media face detection bisa.

Intinya sudah banyak

model-modelnya.

Model-modelnya sudah lama. Mulai dari mobile net

untuk image atau untuk text

recognition sudah ada.

Jadi pakai

library yang media pipe

tersedia

di

Android juga ada.

Flutter juga ada.

Webd tensorflow.js juga ada.

Jadi sudah tinggal pakai.

Jadi bisa pakai model yang sama

regardless

dari device apa.

Itu semacam SDK-nya

berarti ya?

Iya. Ini linknya media pipe.

Nah ini

workshop ini adalah satu hal

yang aku rada nyaksin.

No code studio.

Aku agak nyasal ini nggak ikut workshop

media pipe. Karena emang

gila sih padat banget. Antara

talk sama ngeliatin demo boot

itu beneran udah tiba-tiba selesai aja.

Jadi nggak.

Harus pilih nggak bisa dua-duanya.

Harus pilih. Cuma

yang seru banyak.

Dan itu padat banget.

Dua belas tiga lima mulai

acara utama.

Jam lima-an, jam lima

dua lima lah sudah closing.

Itu tuh project game face itu

yang jadi keynote-nya.

Sini.

Profesional gamer.

Si timnya dari Google itu

semua controlnya di mapping ke

ekspresi muka.

Jadi misalnya

miringin mulut

ke kiri jadi apa.

Detail banget karena dia beneran nggak

bisa gerakin anggota

tubuh lain.

Bisa facial ya?

Facial expression.

Dan bayangin di game yang

kalau cuma ngeklik,

oke lah. Ngeklik kan misalnya bisa

sedih atau ngangguk, atau apalah.

Cuma kalau game kan, gaming kan

kontrolnya dan movement-nya, gerakan-gerakannya

itu kan

rumit ya, kompleks. Dan itu bisa di mapping.

Ada demo boot-nya juga nih.

Salah satu demo boot paling

apa? Trend.

Apa? Nembak ya.

Kalau nggak shooter apa demo-nya.

Pake game shooter.

Dia nembaknya tuh makin

kita manggap, apa ya?

Kita makin manggapnya makin neighbor atau apa ya?

Makin keras nembaknya.

Kalau kita muap, tiba-tiba dia nembak

dong berarti.

Ya harus di depan itu.

Kalau muap kan itu kan nggak sopan

kalau muapnya.

Buka mulut itu kan.

Jadi apa-apa,

intinya

kekuatan nembaknya itu

di mapping ke intensitas

facial expression. Dan bahkan

nggak bisa motret karena sunking yang

nganterimotor banyak.

Nah intinya dari media pipe ini

itu dari awal

untuk membuat solusinya

jadi library untuk media

mesh, visual,

hand jester itu

sudah ada. Jadi kita tinggal

train modelnya sesuai dengan solusi

yang kita inginkan. Dan dalam

game face ini facial recognition

itu untuk memaping muka itu

sudah ada facial mesh.

Jadi untuk menggerakkan karakter

yang di game itu tinggal

kita train modelnya

dan mengkonekannya ke

game. Atau ke instruksi

keyboard atau instruksi

mouse.

Itu yang project game face itu

mengenai itu.

Jadi media pipe itu

sudah sebenarnya

membungkus dan mempermudah

menggunakan AI.

Dan berarti itu

modular banget ya.

Maksudnya bisa dicomot.

Seluas itu

capupannya bisa diambil

dan dikustomise sesuai yang

kebutuhan aplikasinya.

Sudah ada semua ini ya.

Model-model yang

umum-umumnya sudah ada ya.

Jadi bisa

dipakai.

Tuh modelnya sudah banyak.

Object Detection, Image Classification,

Image Segmentation,

dan banyak-banyak lagi.

Ya kayak yang di serial

Silicon Valley ya. Cuma bisa hot dog.

Dan tadinya, pas dia detek hot dog

semua ngirang, "Oh, bisa detek makanan."

Tau nggak, apapun yang bukan hot dog,

cuma not hot dog.

Nggak, kalau ini nggak tipe-tipe.

Ya, ini kan standar ya.

Gambar kucing apa gambar

anjing. Ini standar.

Hello world-nya ya. Hello world-nya

machine learning ya.

Tapi dia bisa call masalah,

dia bisa detek. Itu kan

Object Detection ini kan

yang gue tahu ada

MobileNet version 2.

Itu udah bisa detek

kayak puluhan ribu object gitu.

Ya. Kan kalau

sebenarnya kan AI kan udah cukup lama

dari tahun 70-an juga udah ada kan.

Yang membedakan kenapa AI sekarang booming

sama yang dulu nggak adalah

kemampuan komputasi.

Komputasi sekarang udah semakin

terjangkau.

Kalau teman-teman punya handphone, itu

handphone-nya udah berapa core.

Ada GPU-nya segala.

Nah, itu bisa digunakan,

dimanfaatkan untuk training.

Training itu yang sangat mahal kan, kalau dulu kan.

Jadi sekarang sudah terjangkau

perusahaan-perusahaan seperti OpenAI

dan lain-lain itu bisa

mentoring si modelnya

dengan biaya

yang cukup terjangkau lah

buat standarnya perusahaan

sehingga bisa menghasilkan

loncatan kayak

leap kan, kayak lompatan tiba-tiba.

"Wah ada chat GPT, wah ada ini,

ada banyak." Gitu kan.

Jadi ya salah satunya alasannya karena itu.

Training dan running sih.

Jadi kalau yang kata mas

Jason Mayes yang

presen, yang itu-nya lead-nya

Tensorflow.js, katanya salah satu

penggunaannya itu di apa sih kayak

orang video processing atau apa gitu.

Video processing ya kayaknya contohnya.

Jadi katanya banyak

orang yang, maksud saya profesional

di bidang

video editing, mereka itu laptop-nya

atau komputernya, udah

canggih-canggih banget. Dan itu

sebenarnya semua kalau buat quick processing

generate lah misalnya.

Kalau pun modelnya udah ada, nggak harus

training kan, harus generate, misalnya harus

ngejalanin komputasi.

Itu ya bisa banget di

browser langsung tanpa harus

dijalani dari server

yang mungkin ada

ada batasan, nggak harus di cloud

atau di server on-prem apapun yang

ada batasan biaya, belum lagi

ada batasan upsy kayak data privacy

atau apalah, masalah birokrasi

atau hukum. Jadi itu demand-nya

emang makin tinggi karena

bisa jalan di device dan

ya web app itu tadi nggak usah

download apa-apa. Premise

yang sama dengan C-Lake Blue tadi ya kan.

Ya buka aja misalnya

di perusahaan mereka atau

mungkin di internal mereka ada web

app-nya ya udah semua tinggal bisa

jalanin dari web app.

Yang tadi

mau bilang tuh ada link-nya tuh

visual blocks namanya.

Jadi project-nya lumayan banyak juga. Tadi udah

ada Vertex, ada Duet AI

dan ini ada lagi si

visual blocks yang didemo-in

di salah satu talk-nya.

Mana? Link-nya di mana?

Di private chat.

Di private chat.

Visual block mana?

Oh, ini visual block.

Jadi memang

bisa kita pakai untuk web juga.

Jadi lebih bagus sekarang.

Nah, ini ada yang bertanya nih.

Kelebihan dan kelemahan utama

Mediapipe.

Sebenarnya Mediapipe itu bukan

bukan

bukan modelnya.

Mediapipe itu cuma

framework-nya.

Jadi, atau tools-nya.

Kayak SDK ya?

Maksudnya kalau dari awam begitikulannya

banyaknya SDK.

Sebenarnya tujuan utama Mediapipe itu adalah untuk

memperkecil gap

developer untuk

ataupun bukan non-developer

untuk masuk ke dunia AI

dan menciptakan solusi.

Itu aja. Jadi sebenarnya

dia kayak drag and drop kind of thing.

Jadi mana

mau pakai

model apa? Data source-nya

apa? Parameternya tinggal

di setting-setting,

di train, jadi

di testing. Jadi

buka Mediapipe itu

sebenarnya kayak

Lebih ke ini sebenarnya kan

no code for machine learning

kan? Jadi

kita gak perlu moding. Kita drag

and drop aja. Modelnya mau yang mana?

Datanya dari apa?

Abis itu

jadi, udah bisa

di train, udah bisa dipake.

Oh itu tuh

di atas built on top of

Tensorflow Lite. Jadi sebetulnya

ini kalau dibuka itunya

Tensorflow under the hood ya.

Di belakangnya Tensorflow.

Tensorflow Lite ini berarti yang buat mobile ya?

Yes.

Itu Tensorflow

JS. Jadi Tensorflow Lite ini

versi

ada sebagian

layer-nya dihilangin supaya lebih

kecil.

Untuk IOT.

Kalau visual block ini apa?

Yang tadi ya? Kayak

Lego tadi ya?

Oh ini.

Ada contohnya.

Ya ya ya. Drag and drop juga ya.

Kita tinggal

ada drop down, pilih input data

dari mana. Misalnya ini contohnya kan

bisa upload dari file,

bisa dari webcam,

bisa dari microphone, atau apapun

itu. Nah ini sebenernya talknya

dia itu ngedemoin

ini step by step. Jadi

pernah webcam, terus

pilih, jadi kayak udah ada opsi-opsinya

buat apa?

Buat ngehilangin background, remove background.

Terus bisa buat kasih

sticker, apa? Kasih sticker,

terus bisa dikustom, align

ke muka kita, terus

bisa. Itu deh, ada efek-efeknya.

Oh, nice.

Jadi

machine learning

juga

jadi komoditas ya.

Jadi bisa dipakai

berbagai kalangan. Kalau dulu kan

hanya machine learning engineer

atau AI engineer, atau data engineer

yang bisa ya. Sekarang kayaknya

lebih dipermudah ya. Sekarang bisa

diakses oleh semua orang.

Semua orang. Jadi

produk-produk

yang banyak

yang apa, yang ada AI-nya nanti akan

semakin banyak ya pastinya ya.

Karena kemudahan ini.

Alright.

Nah berikutnya, kita bahas apa lagi nih?

Yang ini ya?

Oh udah. Ini. Udah juga.

Ini. Nah ini.

Apa ini? Ada yang bisa nebak nggak?

Tepak-tepakan. Ini kan keynote web.

Ya bukan data. Keynote web, tapi kok

ada C++.

Ada Swift.

Ada Python.

Ada C#. Ini apa? Dart ya.

Ini Dart. Ada Java.

Ya Java. Yang paling.

Yang ini apa nih? Dengan antu apa nggak tahu.

Ini kayak game. Radioaktif.

Rust. Rust. Bukan?

Emang apa sih? Bukan. Rust kan itu.

Apa? Oh iya.

Kepiting.

Kepiting ya. Ini apa ya?

Reaktor.

Nggak tahu.

Nah ini. Kenapa di web

bisa ada slide logo-logo ini?

Ayo.

Ada yang bisa bantu jawab nggak?

Ada, ada.

Komen. Ayo komen.

Kenapa ini, ini talks-nya web ini?

Apakah web bisa

menjalankan Java?

Kotlin?

Bisa.

Bisa.

Bisa jawabannya.

Ada Kotlin multi-platform.

Bukan yang di-promote. Wasm

juga lumayan di-highlight

sih. Di-highlight ya.

Jadi

update-nya Wasm yang baru ini

sudah bisa menggunakan

bahasa pengongkraman

yang ada garbage

collected. Garbage collector.

Iya.

Ada versi baru ya.

Biasanya Wasm GC.

Karena

kalau dulu kan awal-awal

si Wasm ini muncul.

Itu banyak kan.

Kayaknya bahasa-bahasa

lain juga ada selain bahasa yang

non garbage collector seperti si

Raz.

Itu ada.

Goleng ada. Terus apa lagi yang ada

garbage collector-nya? Macam-macam ya.

Banyak ya. Python,

Ruby, PHP, segala macam bisa.

Cuman kurang optimal.

Karena si

WellAssembly ini belum

mendukung

bahasa-bahasa yang garbage

collected. Yang butuh GC.

Dia nggak punya

mekanisme.

Translate layer-nya

untuk GC itu. Betul.

Nah ketika WellAssembly

meluncurkan proposal untuk

garbage collector,

mendukung garbage collector,

bahasa-bahasa yang punya

kemampuan untuk garbage collector

seperti Swift, bahasa-bahasa

dinamis terutama ya. Swift, Python,

Dart, apalagi.

Dan nonton topiknya Mas Riza

ini ceritanya.

Teaser, teaser.

Kisi-kisi.

Kisi-kisi.

Jadi itu nanti akan

sudah semakin

imunahkan.

Akan semakin banyak

mendukung bahasa-bahasa pemorgaman lain

yang sifatnya dinamis dan

collected.

Simplenya, kalau teman-teman punya

aplikasi yang sudah

ditulis dengan Python, sekarang sudah

bisa dikompil jadi wasm.

Betul.

Setelah dikompil jadi wasm, sudah bisa

dijalankan di web.

Betul.

Use case-nya ada dua sebenarnya.

Yang pertama, program

atau aplikasi-aplikasi jadul

yang sudah mungkin sudah

agak sulit untuk ditranslate.

Misalkan tadinya

pakai DOS gitu kan.

DOS, terus pakai C++ gitu kan.

Atau apa gitu kan.

Terus, wah sekarang DOS

sudah nggak ada. Kita mau pindahin kemana nih?

Masa di rewrite pakai

JavaScript atau pakai Python

atau pakai apa? Itu bisa ditranslate

ke, apa menggunakan

assembly, contohnya

AutoCAD. AutoCAD itu aplikasi

yang sudah puluhan tahun.

Codebase-nya C++, tapi sekarang

dia bisa diakses di web.

Begitu juga dengan Photoshop.

Photoshop yang

dulu kita pakai,

harus pakai Windows,

executable,

harus di desktop,

sekarang sudah bisa di web juga.

Dia transisinya lumayan

smooth gitu kan.

Mungkin dia agak telat ya dibandingkan Figma

yang akhirnya dia beli kan.

Tapi pada akhirnya

dia juga beralih ke web juga, karena

memang arahnya kesana kan.

Mau pak, apa, istilahnya SaaS ya

Software Asset Service gitu.

Kita nggak perlu lagi ngirimin CD

untuk update gitu kan. Sekarang

sudah over the air semua, jadi akhirnya

mereka menggunakan codebase

yang lama bisa ditranslate.

Tapi kalau Figma berbeda. Figma dari awal

mereka sudah pakai WebAssembly dengan C++

juga. - Karena produk baru?

- Use case-nya dua. Ya, produk baru dari awal.

Mereka bikin dari awal.

- Gua punya blessing in disguise.

- Apa tuh?

- Jadi

pesawatnya kami itu kan

gagal berangkat

di malam hari.

- Oh iya, klotor satu, pasien banget.

- Oh, ini yang ke Bangalore kemarin?

- Iya, waktu berangkatnya.

Jadi naik Maskapai Batik

yang...

Jadi gagal berangkat.

- Gara-gara?

- Masalah mesin.

- Masinnya mati atau kenapa?

- Aduh, ngeri juga ya.

- Diri schedule ke paginya.

Tapi karena

gagal berangkat, jadi banyak kesempatan

buat ngobrol sama teman sebelah

orang India. - Oke.

- Dan dia

ternyata programmer-nya

si Adobe Illustrator.

Khususnya sedang

kodokasi menuju web.

Dia aslinya

kodor C++

dan Java.

Jadi Adobe Illustrator

sendiri sedang

menuju dan dari giri build

menuju web. Dan langsung gue cerita

pakai WebAssembly ya?

Yes, pakai WebAssembly. Jadi dia lagi

konvert-konvert itu. Memang

sudah bisa tetap-tetapi

nggak se

seamless

yang kita melakukan.

Tetap harus ada

adjustment, dan itu

yang sedang mereka kerjakan.

Khususnya sedang

dalam performance optimization ya.

Karena

ada perbedaan juga katanya.

- Iya.

- Akses ke hardware-nya juga kan

cara nyampe sih beda.

Tetapi semuanya

dimudahkan dengan WebAssembly.

Dan waktu dia show di iPad-nya dia,

bahkan work secara offline ya,

dia buka tetap-tetap, pakai Safari,

dia tunjukin tuh

ini Adobe Illustrator-nya

pakai WebAssembly.

- Udah, undang aja buat

topic WebAssembly gimana.

Iya. Jadi

memang walaupun tadi

ceritanya adalah, "Wah, ini

bisa nih, aplikasi jadul terus di-convert

ke web gitu, jadi web gitu kan

atau ke dalam bentuk format

yang lain." Tapi secara

praktek, ya nggak sebegitunya

tinggal compile, abis itu jalan,

harus ada

beberapa hal yang harus

di-customize kan, di-adjust kan,

diubah. - Iya. Itu mantra standar

lah, it depends.

- It depends. Iya.

Kalau aplikasi jadul atau calculator doang,

ya nggak masalah.

- Lingkungannya kan beda ya.

Coba bayangin dulu

gitu kan. Dulu

kalau kita mau compile atau kita mau

bikin jadi executable, itu

masing-masing mesin beda.

Masing-masing prosesor bahkan bisa

beda.

Bukan hanya OS, tapi dari

hardware-nya. "Oh, ini buat Intel.

Oh, ini buat AMD. Ini buat apa?"

Itu masing-masing tergantung arsitektur dari

komputernya, dari PC-nya.

Kita harus

deliver, harus siapin

banyak jenis executable

karena setiap mesin berbeda.

Udah setiap mesin berbeda, setiap

OS berbeda, gitu kan.

Di Linux beda, di Windows beda,

di Mac OS juga beda.

Nah, yang

apa, yang membuat semakin mudah

si WebAssembly ini

bisa diakses ke semua.

Makanya itu ada... - Makanya dulu lahir Java

kan. - Iya.

- Java dengan J2EE-nya.

- J2EE.

- Java Virtual Machine, Java

Virtual Machine. - GVM.

Aplat, Aplat, Java Aplat.

Sebelum Flash.

Itu juga

apa, problem yang sama, kan.

Problem yang sama.

- Bisa jalan di Linux, bisa jalan

di Windows.

- Cuman harus download dulu. Nah, Wasm

juga modelnya kayak gitu. Jadi harus

file executable-nya si

.wasm ini harus di-download dulu.

Yang ukurannya cukup besar ya, berpuluh-puluh

mega. Begitu dia sudah selesai

download, nah, baru bisa

dijalankan bahkan secara offline.

Kalau sudah ke-download.

Berarti udah kelihatan ya?

- Ustis lain sih. - Apa tuh?

- Selain aplikasi lama,

kemungkinan besar aplikasi

baru pun, ya logika aja

kan lebih banyak

programmer yang

pakai bahasa kayak

Python. Ya, Python kan kayak Evergreen

lah buat bikin aplikasi-applikasi

yang

low-level kayak

maksudnya ada banyak

processing grafis dan lain-lain

semacam Adobe. Kan

kurang oke ya,

maksudnya kurang efisien

kalau dibikinnya semua, ditulis

pakai JavaScript kan aneh juga dan

resource-nya juga kurang banyak.

Nah, dengan AD-nya Wasm ini

bisa pakai SDM,

pakai human resource yang ada

buat bikin aplikasi, tapi

dari awal udah di-planning

buat, apa, diintegrasi

ke web lewat Wasm.

Itu kan juga bisa ya skenario

yang asok-akal.

Performance-nya juga mungkin ya karena

apa? By default

bahasa-bahasa kayak Python

dan lain-lain itu kan lebih

mungkin lebih efisien untuk hal-hal

kayak aplikasi yang heavy duty

kayak Adobe atau AutoCAD

atau semacamnya.

- Yang lebih berasa lagi adalah game.

Kalau misalkan sekarang

bayangkan temen-temen punya studio game

isinya Unity

Developer lah, C++,

C#, atau apa gitu ya, pokoknya bahasa yang

low-level gitu kan. Terus tiba-tiba

"Wah, kita pivot, kita harus bikin

aplikasi, bikin game

versi web."

Gimana itu orang-orang di situ kalau nggak ada

Wasm? - Tiba-tiba seru nulis

JavaScript, kosing.

- Harus hire dulu

hire dulu orang

satu tim buat bikin

game yang versi web

kan nggak efisien kan.

Jadi ini bisa jadi

jembatan juga buat game

dan aplikasi-aplikasi berat seperti AutoCAD

Kalau dulu kan AutoCAD berat banget

kan. Hanya

komputer-komputer yang berkekuatan tinggi

yang bisa menjalankan.

Sekarang udah bisa di web, ya

mungkin butuh spek yang tinggi juga sih

cuman ya setidaknya lebih

possible lah ya.

Lebih bisa

banyak, menggapai banyak

spek-spek yang

berbeda.

Privacy Sandbox for the Web, apa nih?

- Nah, ini nih yang perlu

gua sedikit kasih

ancang-ancang buat temen-temen semua web

developer di Indonesia.

Terkait masalah

Privacy Sandbox,

ini intinya

Third Party Cookies

atau ya First Party Cookies

Cookies yang kita pakai di USA sendiri

Cookies yang di-set dari

situs

dari bukan situs kita, domain kita

Third Party Domain

Third Party Cookies akan

di-stock

per Q3

2024

scroll ke bawah

Q3 2024

di Chrome

yang Q3

belakang, itu kan

testing, obtain, testing with label

terus deprecation, Q3 itu

sudah face out, sudah cut off

Q3 2024

Third Party Cookies cut off

di Chrome

Apa? - Di Chrome

- Ada 2

ads itu gak bisa lagi

atau retargeting ya

retargeting itu tidak akan bisa lagi

yang kena

selanjutnya itu adalah

teknologi authentication yang menggunakan

single sign on

ya, jadi kalau single sign on

kita ada request

ke Third Party, terus balik

dan ada Cookies yang di-set dari

bukan dari domain kita

- Oh, itu ya kayak Firebase

Supabase, Cognito

Auth0, gitu-gitu?

- Intinya ada

Cookiesnya itu di-setnya dari

Third Party

itu semua yang kayak

Auth0, Skellabotnya sudah mulai

mengarah ke WebAuthn

- Mengarahkan

satu WebAuthn, kedua

pakainya First Party Cookies

jadi gak pakai Third Party Cookies

- Kalau yang main dari sekarang

kan dibalikin di response aja

ya, jadi kita harus handle sendiri

di server kita, nge-set

Cookiesnya dari server kita

misalnya ada, kalaupun ada

access token, ya nge-set Cookiesnya

dari kita biar aman

- Penang gak, liat misalnya

kita sama-sama pakai

let's say kita

ada dua shopping

yang pakai

engine yang sama

dan kita login-nya ke satu tempat

kita visit

situs A

sudah login, ternyata waktu kita masuk

ke situs B, oh contohnya di Stack Overflow

Stack Overflow sama Stack

apa lagi yang banyak itu yang beda domain?

- Stack Exchange

- Stack Exchange, Stack something-something

kita coba login di Stack Overflow

tapi waktu kita masuk ke Stack Exchange

itu udah automatic logging, notice gak?

- Karena Cookiesnya sama?

- Karena Cookiesnya sama

itu di-set oleh Third Party Cookies

- Oke, ini yang nge-check server ya?

- Ya, next-nya sudah gak bisa lagi

jadi, kalau kita masuk

Stack Overflow, terus kita masuk

ke Stack Exchange, kita harus authenticate

lagi di Stack Exchange

itu

sudah akan di-cut off

ada ini-nya

ada penggantinya nanti pakai

Chips API atau

FedCM, Federated Credential

Management API, itu solusi

untuk

single sign-on-nya nanti

- Single sign-on

- Namun yang FedCM ini

masih digagas oleh

crowd, masih

dalam tahap

apa sih lainnya?

- Proposal

antara Proposal atau Origin Trial

saya lupa

kalau mau lebih banyak tahun nanti kita

kupas lagi nanti lebih dalam

tapi tanggal yang perlu temen-temen

tahu, Q3 2024

Third Party Cookies

cut off

- Q itu berarti quarter ke

ketiga, berarti bulan ini ya

bulan-bulan ini ya?

Agustus?

12 bagi 4

12 bagi 4

- Jadi Juli, antara

Juli sama September

- September tahun depan

harus

sudah siap-siap, jangan pakai

Third Party Cookies lagi, karena di Chrome

sudah tidak bisa

tapi di browser lain mungkin akan

menyusul ya? - Enggak, browser lain sudah

cut off duluan - Oh, sudah duluan ya?

Oh, Google yang paling gelap gitu ya?

- Firefox kan emang

- Firefox emang ya

- Browser lain sudah duluan

- Oke, oke

Oke, siap

- Ini yang menangis itu

biasanya yang

digital

marketer re-targeting

ya, karena re-targeting itu

kita kunjungi situs

A sedang melihat

- Sepatu

- Sepatu, tiba-tiba

ad sepatu muncul

di semua situs - Di semua tempat muncul sepatu

- Iya, kita lihat

sepatu di salah satu marketplace

terus tiba-tiba buka Facebook, kok ada iklan

sepatu ya, kok dia tahu ya?

- Dilihat barang mana sepatu, dilihat kiri sepatu

dilihat kanan sepatu - Dilihat Instagram sepatu

gitu kan, kalau ada Baliho, ada Baliho

sepatu juga

itu namanya re-targeting ya

re-targeting

- Nah, kalau orang-orang yang nggak apa

yang nggak kerja di web dan apa

ngikutinnya yang konspirasi

teori sensasional itu kan bilangnya

"Muh, itu kita

dilacak dari kamera", padahal nggak usah dari kamera

nggak usah dari apa sih, itu dari

cookies dilacak

maksudnya itu bukan hal yang misterius

atau apa, itu hal yang bisa kita lihat sendiri

- Atau fingerprint

- Fingerprinting

dan ini kan sebetulnya overall

kemajuan lah

kemajuan jadi

privacy lebih terjaga

sedikit - Jadi bahasa Kang Eiji

ya, Kang Eiji

Kang Eiji kita ngurah

ada pertanyaan, ini kan kayaknya

kemunduran di dunia web ya

karena bagi bisnis, re-targeting itu

efektif - Bagus

- Ini kan kemunduran, jadi

selama ini kan selama 10 tahun

kembangkan web, tambah-tambah

tambah-tambah terus ya kan

dan baru kali ini kayak pengurangan

secara drastis gitu, sebuah

sebuah

fitur tiba-tiba di cut off

gitu

untuk temen-temen

caranya supaya bagaimana

bisa ngetes, itu di DevTools

sudah bisa block third party

ada di network

- Ada opsinya ya? - Iya, block third party cookies

sudah bisa ngetes

- Yang ini ya, di network

block

third party request

apa, ini

block request bukan?

- Bukan

- Bukan

- Ini

- Kalau request itu kan

nge-load apapun misalnya phone atau

apapun acet third party

- Kemarin ada waktu

didemoin sama Ivan

kalau nggak salah

- Ada sih, ada

cuma nggak tahu apa, coba sambil cari aja dulu

cuma jadi inget nih, pas di talk

ada yang kan, ada kesempatan buat

apa, audience buat nanya

ada yang nanya, terus

dia tuh kayaknya

stress gitu, apa, nanya

tanggal pastinya, karena

dia tuh agency atau apa, handle ratusan

website yang ada adsnya

dan dia pengen apa

dia pengen bikin kayak plan lah

planning

nah, terus jawabannya itu

jadi sebenarnya kalau

nggak bisa, jadi dari Chrome nggak bisa

kasih tanggal pastinya, cuma bisa

apa, period

cuma kalau misalnya

untuk bikin plan, udah bisa dicoba

dari sekarang, lewatnya terus

cuma apa ya

dari mana ya

- Gua kok sok, jadi lupa

tiba-tiba

- Oke, sambil menunggu

- Oh, ada-ada, coba deh buka

site settings

- Di mana tuh site settings

- Settings

- Settings, oke

- Wait, cookies

and site data, ada nggak?

coba di-search aja

Chrome

settings

- Cookies

and other

site data

- Terpati cookies

- Terpati cookies

- Terpati cookies for legacy, Google sign in

bukan, ini sesuatu, ini

block terpati cookies

- Nah

- Nah, itu dia

ada dua block terpati cookies in incognito

block terpati cookies

- Block all cookies

- Belum kurung, not recommended

- Ngeri sekali, not recommended

karna ini buat cookies kita sendiri

juga di block ya

jadi yang ini cukup ya

buat ngetes

- Jadi bisa ngetes, block terpati cookies

jadi sekarang mulai

aplikasi temen-temen, rusak nggak

kalo di block terpati cookiesnya

- Hmm, siap

Oke

Nah, sekarang kita masuk, wah

udah satu jam, kita masuk ke

segmen kedua

tentang, tadi kan Google I/O

Connect

yang ada di Bangalore

I/O Connect, di

Bangalore

Nah, kemudian

setelah dari Google I/O

jadi Google I/O Connect itu untuk

apa ya, koneksi

antara

beberapa pemicara

sama developer

sama

influencer lah

di dunia teknologi ya, GDE, GDG

terus ya, Google

for developers lah

Nah, kemudian dari

yang kalian-kalian ini yang pulang

dari sana, membawa oleh-oleh

dalam bentuk, knowledge kan

cerita

disebarkan ke

Google I/O Extended

Google I/O Extended ini udah

cukup lama sebenernya - Jadi developer lokal

Iya, udah cukup lama

jadi kalo Google I/O Connect itu

baru tahun ini, kalo ini udah cukup lama

hampir tiap tahun ada

dia diadakan setelah Google I/O

jadi kayak kita ceritain

apa yang terjadi di Google I/O

temen-temen yang tidak

berkesempatan hadir atau tidak berkesempatan nonton

bisa dengerin

topik kita mungkin agak lebih dalem ya

pembahasannya dibandingkan talknya

jadi kalo temen-temen

penasaran

bisa langsung ke gdg.community.dev

disana bisa cari aja

kalian berada di

kota mana

atau yang mau ketemu Mas Riza

yang mau ketemu saya

atau mau ketemu Mbak Eka

lihat aja jadwalnya disana

ini saatnya

Google I/O Extended bisa diklik ya

nah disini nanti akan muncul

gdg.cloud.jakarta

Google I/O, oh iya sorry

nah ini

sorry sorry, ini gdg.community.dev

kemudian disini ada filter by

Google I/O Extended, disini ada

sayangnya gak bertanggal ya

jadi, gak pertanggal

maksudnya gak dari tanggal

gak sort by date

gitu kan, jadi ini

agustus 19 duluan

oh ini, itu ya

dari agustus, juli, oh ini

mundur nih, mundur

oh gak sih, random

random, jadi misalkan

temen-temen ada di jakarta, ya klik aja

yang jakarta, terus

disini kita

bisa ngumpul, bisa ketemu

padahal bukan di jakarta, tapi

di BSD, di Tangerang

berarti ditangsel ya

ditangsel, airport jakarta aja gak di jakarta

iya betul sekali

jadi ini ditangsel

acara Google I/O Extended

tanggal 15 juli, nanti saya ngisi

disana, topiknya tentang WebAssembly

nanti ada demo juga

terus, demo apa mas

demo masak

demo penurunan BBM

iya kan, kalau apa

WebAssembly kan banyakan teori kan

pengen, pengen cobain

gimana

pakai sebuah

teknologi, ya teknologi yang udah disiapin

sebenernya udah dikompil jadi WebAssembly

tapi, dipakai di web

jadi kayaknya nanti mas Iza bikin kayak

Dota

bikin hello world

bikin hello world

dengan bahasa C++

gak, gak, gak

nanti bikin ini konversi

video

pakai MPEG

yes

tanggal 8 juli saya akan

ada di depok

di depok, mana depok

disini ada yang dari depok

itu, itu langsung di depan mata

depok

di ketiga, kolom 3

ini, nah

saya ngisi di depok tanggal 8 juli, minggu depan

sudah ada fotonya

asik

kemudian, setelah itu

tanggal 15 tadi

di Jakarta, padal tangsel

dan terakhir, tanggal 9

ada saya sama Eka

tanggal 9 ada, ya

ada Ivan sama Eka di Bogor ya

kolom, kolom keempat tuh

Bogor

nah ini, tanggal 9

tanggal 8 nya di depok, tanggal 9 nya

di Bogor, nah kalau temen-temen yang mau

traveling tuh bisa sekalian, abis dari

depok ke Bogor, gak jauh kan

kayak mas Iza juga ya

dari depok terus ke Bogor gitu

gak janji ya

iya, ada, ada rekan kerja saya juga

ada rekan kerja saya

juga jadi, sudah diwakilkan

asik

kemarin katanya

Mas Danang kesulitan

mencari apa

pembicara AI, atau

machine learning, yang cewek

jadi, coba

dicari, ternyata ada

terus, abis tanggal 9, tanggal berapa lagi?

tanggal

15 saya

di Jakarta

padahal tangsal tadi

kemudian, tanggal 22

22 Juli ya, Ivan

di Bogor, eh Bandung

Ivan di Bandung

bahas apa nih, bahas apa nih

sama ya, bahasnya, satu topik

bahas paski

paski brah

passwordless authentication

passwordless authentication

wah mantap nih, topiknya

kemarin ada yang komen di video

katanya, dia sudah nyobain

web authentication

tapi UX nya kurang katanya

kurang, agak susah gitu

mungkin harus liat demo nya

Ivan dulu kali ya

sama sih, kalau usd browser nya tergantung si browser nya

implementasi si browser

nanti kita bisa sama-sama liat

yes, kita juga

ini juga, si web authentication ini masih baru kan

pasti nanti akan berkembang lagi kan

akan improve

oke, tadi tanggal 22

kita di Bandung

kemudian

tanggal 23 Jogja

di rumah sendiri ya

mana Jogja

Jogja itu tulisannya Jogja apa Yogya

Jogja

Jogja ya

kok beda-beda sih ada Yogjakarta atau Jogja

makanya

tanggal 23

pake Ruf J

oh pake J

nah, tanggal 29 Eka

di Surabaya

saya di Medan

Ivan di, oh enggak ada, Ivan 12 Agustus

di Semarang ya

terakhir di Semarang

nah ini

Surabaya, berarti

di ketiga kota ini kita

topiknya sama ya

oh ada Janis

ada Janis

kok bisa dapet sih

tempat lain nih

paling Mas Danang

tempatnya Mas Danang

paling Mas Danang

kalau di Medan

kok ada Mas Indik sih

iya

ya nggak apa-apa deh

dan kita tidak berhasil

mempertemukan 3 web-web ya

di satu kota

belum, mungkin DevFace

mungkin DevFace

Mas Islan nggak mau ke Bogor sih

ya gimana

nggak jadi sticker tiga-tiganya

kan lucu

stand-up web, isinya web semua

janganlah

kasihan, kasihan kota yang lain

tapi nggak ada Chrome Dev Summit Extended sih ya

oh iya

Chrome Dev Summit nggak ada ya

ini, saya kayaknya

sama Vero mulu ya

Vero jalan-jalannya jauh juga ya

aktif sekali

sama Ananda juga aktif

ini GDGD baru lagi aktif-aktifnya ya

luar biasa

terakhir, event ke Semarang

di GDG Semarang

tulis aja di atas Semarang

teman-teman di chat

ada yang dari mana?

di Medan, Andra, mantap

sampai jumpa di Medan

tapi itu profile picture-nya

praktis ya

mana nggak tau, itu apa sih?

Jogja

oh itu Jogja, kayaknya Paris deh

kalau Medan itu

itu kan, yang air itu kan

toren air itu kan bukan

toren air

iya, toren air

oh, speakernya Andrew doang

Semarang, oh belum

tadi baru diminta fotonya

i see, kirain Andrew doang

oh Andrew, kemarin DevFace juga

Semarang dia, ketagihan dia ya

tadi, di awal ada yang

ini, ada yang absen dari

dari Makassar, ada yang isi

Makassar? Nggak ya?

Nggak ada, nanti DevFace

ada nggak GDG, ada nggak

ios tenis Makassar coba?

ada, saya diundang

ada, Niten ajakin, rumahku

pas nggak bisa, pas nggak bisa

sudah full

kasihan ya

coba liat, itu agustus

pas ada event lain

maksudnya GDG Makassar

Makassar

ada lah pasti, coming soon

coming soon, ada Vero

lagi, ada Vero lagi

semua kota beliau

berapa kota dia?

aduh luar biasa

semua kota, iya lagi

lagi hype, lagi hype

mumpung

ini berarti

yang lain dari kota mana nih?

Rangga ada di mana Rangga? itu ada Sidik lagi

iya, Sidik emang

Tanggerang ada, ada

yang itu tadi, Jakarta

Jakarta

apa, ios tenis Jakarta, diadainya

di MSD

di Tangsal, kenapa?

seger aja melipir, nggak tahu

iya dapet venue-nya

di situ gimana dong

apakah

untuk umum bisa mengikuti

event Google I/O seperti yang

belum berulangan, iya Google I/O Extended ya

iya, bisa ikut

bebas, ini untuk umum

Purwakarta, Purwakarta paling dekat mana ya?

Semarang

Jogja, Jogja

Purwakarta

Purwakarta kan Jawa Barat

Bandung lah

Bandung tapi agak jauh juga kan

agak jauh ya

Purwakarta sama Purwakarta

Purwakarta itu

2 kota yang berbeda ya

Bandung lah paling dekat dari Purwakarta

28 Juni apaan 28 Juni?

enggak

Jakarta 15 Juli

28 Juli kali maksudnya

iya cari aja kota yang terdekat

kalau masih bingung

bisa di search aja

Purwakarta ada nggak? Nggak ada ya

terbuka untuk umum

terbuka untuk umum, jadi silahkan datang

biasanya gratis

gratis dapet

dapet

dapet ilmu

nggak dapet

secuali event I/O

waktu itu sih lucu tuh

sistemnya mereka pakai

kayak commitment fee

bayar 30 ribu

nanti uangnya dibalikin

jadi maksudnya biar

karena slotnya terbatas

seatnya terbatas

jadi biar yang daftar itu

yang lumayan niat

biasanya acara-acara

acara-acara gratis

biasanya cuma

cuma daftar-daftar aja

registrasinya sudah close

serius

gdg jakarta

yang jakarta ini

coba klik

login

itu passwordnya apa mas?

mau tahu aja

passwordnya 123 ya

passwordnya corti 123

salah, bilang dong

nggak pakai password lagi kan

udah pakainya paski

ini masih bisa

passwordnya pesan dulu dong

ini kebanyakan wfc

work from cafe

masih bisa

registrasinya masih bisa

kalau nggak

bisa datang langsung nggak ya

jangan, ini registrasi

bakal datang bakal dicek kan

kalau nggak nanti ada

organisasi yang mengutamakan yang sudah daftar dulu

nanti kalian disuruh nunggu deh

itu kan ada kontaknya

kontak organisornya

ini ada email nih

langsung aja

saya nggak bisa daftar nih

nanti akan ada di auditorium

green office park 9

sinar muslin

oke, kita udah kelamaan nih

ngelur ngidul

jadi

jangan lupa

ditunggu kehadirannya

buat temen-temen di kota-kota terdekat

kalau mau agak jauh juga nggak apa-apa

misalkan dari purwokarta mau ke jakarta

mau ke jogja sekalian di buran

boleh, silahkan

buat ketemu kita

jangan lupa sih hai

ngobrol-ngobrol

kita sekalian kok dar

kalau ketemu kita

bilang kita sudah ada

penonton ngobrolin web

terus kenapa gitu

nggak apa-apa biar tahu aja

biar tahu aja

kayak kemarin tuh

kita bikin sticker ya biar lupa

kalau ada penonton kita kasih sticker ngobrolin

kita bikin ya

boleh, boleh

kemarin tuh

di surabaya ketemu sama

Audi anak GDG juga

bukan cuman

minta foto bareng, minta tanda tangan

coba jaman sekarang

minta tanda tangan di itu, di topi

ya ampun

itu malah kayak ospek nggak sih

minta tanda tangan

bawa spidol dari rumah dia

niat banget

oh iya ampun

ya gitulah

seru-seru, jadi kalau ketemu

langsung tolong kita disapa ya

jangan diem-diem aja

ya sudah kalau begitu

terima kasih banyak buat temen-temen

untuk malam hari ini

lumayan seru, sampai ketemu di acara

Google I/O Extended

di kota masing-masing, kota-kota terdekat

nantikan juga

kita minggu depan masih ada episode

berikutnya, yang belum tahu

topiknya apa, tapi tunggu aja

kalau ada saran topik

seperti biasa, di bit.ly/ngobrolinweb

masih ada banyak

topik yang bisa kita bahas

jadi tunggu aja

kita bahas apa minggu depan, jadi

sampai ketemu di

acara kesayangan kita minggu depan

selamat malam, selamat istirahat, bye-bye

Deskripsi asli dari YouTube

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .