Web Interop & Baseline
Ringkasan Episode
Bantu KoreksiEpisode ini membahas Web Interop 2025, sebuah inisiatif tahunan dari konsorsium browser vendor (Google, Mozilla, Apple, Microsoft) untuk menstandarisasi fitur-fitur web platform agar bekerja konsisten di semua browser. Diskusi dimulai dengan pembahasan tentang relevansi belajar coding di era AI dan perbandingan antara WFH vs commuting. Topik utama menjelaskan sejarah "masa kelam" pengembangan web di mana setiap browser memiliki standar sendiri, memaksa developer menggunakan hack seperti prefix (-webkit-, -moz-) dan polyfill. Interop hadir sebagai solusi dengan memilih fitur-fitur prioritas yang akan diimplementasikan secara konsisten. Episode mengulas dashboard Interop 2025 yang menunjukkan progress setiap browser, membahas area fokus seperti CSS Anchor Positioning, Popover API, View Transitions, WebAssembly, dan penghapusan API usang seperti Mutation Events. Juga dibahas Ladybird, browser baru yang dibangun dari scratch tanpa menggunakan engine yang sudah ada.
Poin-poin Utama
- β’Web Interop adalah inisiatif tahunan konsorsium browser (Google, Mozilla, Apple, Microsoft) untuk menstandarisasi fitur web agar bekerja konsisten di semua browser
- β’Di era sebelum Interop, developer harus menghadapi perbedaan implementasi antar browser dengan menggunakan prefix, polyfill, dan user agent detection
- β’Fitur dipilih untuk Interop melalui proses proposal, voting, dan refinement oleh browser vendors dan komunitas developer
- β’Dashboard Interop 2025 menunjukkan persentase implementasi setiap browser - Microsoft Edge secara mengejutkan paling up-to-date pada versi stable
- β’Area fokus Interop 2025 meliputi CSS Anchor Positioning, Popover API, View Transitions (same document), Backdrop Filter, dan CSS Scope
- β’Improvement pada elemen Detail/Summary membuatnya lebih useful dengan kemampuan custom styling yang sebelumnya sulit dilakukan
- β’API baru seperti Scrollend event menggantikan hack menggunakan setTimeout atau Intersection Observer untuk infinite scroll
- β’Beberapa API di-remove seperti Mutation Events karena sudah memiliki pengganti yang lebih baik (Mutation Observer)
- β’Ladybird adalah browser baru yang dibangun dari scratch tanpa menggunakan engine Blink, WebKit, atau Gecko yang sudah ada
- β’Minggu depan akan membahas tentang Storybook
[MUSIC]
Dapatkan hanya di Dominesia.
[MUSIC]
Halo...
Oh iya.
Halo.
Udah kebiasaan ya, yang lain lah.
Yang dari... yang habis liburan dari Bogor.
Siapa? Eka.
Siapa? Eka lagi liburan ke BSD.
Asyik.
Liburan BSD.
Ada misi.
Siapa yang liburan ke BSD?
Udah enak di Jogja, ngapain liburan ke Jakarta?
Ke Tangsel.
Wah, saya tadi pulang.
Dari Bekasi, liburan ke Bogor itu.
Iya, benar juga.
Iya, jadi tadi gue pulang dari arah Bogor, main dulu ke Ganjit.
Ganjit City.
Terus waktu pulang, melewatin pancoran di jam pulang kerja.
Jam pulang kerja.
Aduh hal.
Asyik.
Astaga.
Kan udah lama nggak komen, nggak apa-apa lah.
Udah lama nggak komen kan.
Saat nge-stack di macetnya, cuman mengingat, apa namanya, waktu jaman...
Masih commute.
Lihat transkrip lengkap (770 segmen lagi)
2013-2014 ya, masih kayak ngejar klien di Jakarta.
Terus selalu melewati Sudirman, Kuningan, pancoran, nah itulah.
Ternyata capek.
Capek ya. Itu tiap hari loh, kita sekali aja capek ya.
Iya, capek.
Dulu tuh hampir tiap, ya seminggu tuh bisa empat kali, tiga kali lah.
Tiga kali tuh keluar tuh ketemu klien.
Selamat malam, Dimas.
Dari LinkedIn ya, teman-teman di LinkedIn, dan teman-teman di YouTube, boleh?
Say hello.
Kira-kira sekarang, UFU atau WFA, kalau UFU, perjalanan dari tempat tinggal ke kantornya berapa lama sih?
Iya, asik tuh, pengen tahu.
Pengen tahu, ada gak sih yang seperti kita alami?
Kadang curhatnya nih ya, saya kadang tuh taking for granted, apa ini bahasa Indonesia-nya?
Taken for granted, tidak mencukuri, enggak ya, bukan itu ya?
Kurang mencukuri, kurang bersyukur.
Ya kayak tidak kerasa aja, kayak...
Gak mencukuri, bukan kurang...
Gak kerasa dong, itu adalah privilege.
Iya, kantor saya kan di rumah, memang beneran setup kantor, ini kan ruangan di kantor ya.
Jadi kalau misalnya bangun tidur, setelah kegiatan rumah, langsung masuk kantor, kayak tinggal naik tangga gitu.
Dah ya, langsung kerja, terus masih komplain, banyak lah hal kecil di komplain.
Kadang tadi waktu pas lagi nyetir, iya ya, 10 tahun yang lalu gue melewatin jalan ini gitu.
Karena kita berdebat sama istri, ini curhat dikit nih, pulang dari ganjit, keluar jam 3 lewat...
Salah, keluar dari ganjit itu 3 lewat 4-5 kira-kira.
Saya bilang sampai rumah, ini kalau kita keluar sekarang, nyampe rumah itu jam 7, gak mungkin katanya.
Ini Google Map bilang, katanya Google Map bilang, jam 6 sudah nyampe.
Google Map dipercaya.
Gak mungkin, ya sudah, kita coba aja ya, siapa yang bener.
Ternyata sampai rumah jam 7 bener, 7 kurang 1.
Kurang dikit. Oh ya kan masih jam 6, masih jam 6.
Secara rasmi itu masih jam 6, masih benar.
Wanita selalu benar ya.
Jadi ya, kan kita kan tukang bolak balik daerah situ jaman dulu ya, 10 tahun lalu.
Udah merasakan, kan gak cuma kerja ya.
Kan saya dulu 10 tahun lalu kan aktif komunitas di WordPress di Jakarta kan.
Kan bikin meet up-nya daerah-daerah situ. Kuningan, pancoran, kan banyak kerja di daerah situ kan.
Itu udah daerah sakti tuh kalau sore hari.
Meet up kan selalu di after working hour kan.
- Iya. - Ya sudah, diniatin.
- Ya kalau meet up di working hour, dipecat dong.
- Diniatin. - Iya.
Kadang suka sedih sih, akhir-akhir kemarin waktu meet up masih cukup banyak gitu ya.
Saya kan kantornya di daerah Kondok Indah, rumahnya Bintaro, dan kerjanya sekarang di rumah gitu kan.
Kalau misalkan ke meet up, itu erginya tuh ngelewatin kantor gitu kan.
Sampai ke acara meet up di tengah gitu di pusat.
Pulangnya, lewatin kantor lagi. Jadi lebih jauh dari kantor tempat meet up-nya.
Jadi sedih, ya lewat kantor lagi. Maksudnya jauh gitu.
Lebih dekat ke kantor daripada ke meet up.
Kan biasanya orang yang.. - Ukuran jauh berarti kantor.
- Enggak, maksudnya kalau dulu waktu masih kantor di daerah pusat itu kan.
Wah macet, ada meet up ini, dateng ah sambil makan, dapet makan gratis gitu kan.
- Sambil nunggu macet. - Sambil nunggu macet gitu kan.
Jam 9, jam 10 pulang udah cukup lancar.
Kalau sekarang jam 9, 10 harus melewati perjalanan jauh lagi gitu.
Jadi kaya dua kali lipat ke kantor.
Nih, apakah masih worth it belajar coding?
Sedangkan AI semakin berkembang. Tadi baru ngobrol sama Eka ya.
- Baru lah harus ya pas coping-opin.
- Worth it belajar coding, worth it.
Salah satu alasannya adalah programming atau software developer itu.
Salah satu apa ya, salah satu profesi yang tidak mengenal jarak dan waktu.
Yaelah jarak dan waktu, jadi bisa bekerja di mana-mana saja maksudnya.
Jadi nggak, apa, kemungkinan masih ada yang bekerja di kantor,
tapi ada juga kemungkinan bekerjanya di rumah atau di kafe seperti Eka gitu kan.
Itu peluangnya lebih gede.
- Eh kita enak banget hidupnya ya.
- Peluangnya lebih gede.
- Enak, cuma nggak pernah jalan-jalan.
- Nggak enak kalau internetnya bagus. Tadi kita cobain.
- Gak pernah jalan-jalan.
- Kita dengar segini doang, nggak puat.
- Kapal pesiar.
- Kapal pesiar di Turki.
- Kalau pertanyaannya worth it atau nggak belajar coding, padahal ada AI.
Emang AI bisa jalan sendiri tanpa disuruh. Yang nyuruh siapa?
- Emang AI bisa.
- Kan ada agent.
- Kan ada agent.
- Iya kan harus ada yang nyuruh mau bikin apa, yang menerjemahin.
- Iya harus mengerti.
- Yang ngasih data-data sama petunjuknya, maksudnya bahkan AI coding pun kan kursor
atau windsurf dan lain-lain kan ada instruksinya, ada rulesnya.
Nah itu, terus nanti coding rusak yang ngebetulin siapa.
Tadi kita bahas itu ya. Developer juga kan.
- Tambahan dari saya bukan soal worth it belajar AI atau tidak.
Eh belajar coding atau tidak untuk belajar AI.
Saya bilang belajar apapun tetap worth it.
Namun bukan belajar spesifiknya, tetapi belajar menyelesaikan masalahnya.
- Masalah, problem solving. Developer itu adalah problem solver.
Jadi fokusnya ke situ. Itu hanya media ya, tools.
- Coding itu hanya media, AI itu hanya tools.
IDE atau text editor hanya tools.
- Tools.
- Database itu hanya tools, segala macam itu tools yang ujung-ujungnya menyelesaikan masalah.
Jadi pintar-pintarlah mencari masalah.
- Berantem ya.
- Berantem, mencari masalah.
- Mau panggung AI, mau belajar, tapi belajar apapun.
Jadi ujungnya tetap harus pedomanya bagaimana cara menyelesaikan masalahnya.
Untuk bisa tahu menyelesaikan masalahnya harus punya pengalaman yang banyak dan jam terbang.
Dan masalahnya harus tetap dicari.
- Untuk bisa menyelesaikan masalah dengan gampang, butuh pengalaman nanti ya.
Pengalaman nanti, karena ini fresh graduate kan.
- Nah terus nyambung sama masalah dan pengalaman itu, sebetulnya kalau dipikir-pikir, nggak semua orang cocok dan mau,
dan ya pokoknya nggak semua orang bakal jadi coder programmer juga kan.
Tapi kan misalnya nanti jadi apa lah, project manager ke, atau jadi orang statistik lah.
Atau maksudnya, apa ya, sekarang kan ada kayak bisnis blablabla yang nentuin arahnya ke mana.
Itu kan tetap aja pengetahuan kalau paham tentang coding, paham jeroannya.
Ya dalam ngambil keputusan, atau maksudnya dalam memanage orang, atau mungkin misalnya rancang produk.
Pasti punya insight, punya perspektif yang lebih kuat dan dibanding orang lain yang kerja di bidang teknologi,
tapi maksudnya yang bukan programmer, yang bukan individual contributor coding.
Jadi ya belajar mah belajar aja, tapi apakah semua orang yang pernah belajar coding,
harus dan akan kerja jadi programmer, ya belum tentu juga kan.
- Betul. Terakhir sebelum kita masuk ke topik pertama.
Mengutip ini ya, mengutip pernyataan dari Mas Arya Hidayat, idola kita semua.
Jadi pernah di satu adara, Mas Arya itu sempat menyebut, salah satu yang memotivasikan, minta motivasikan ya.
Salah satu yang memotivasi kita, supaya bisa kita termotivasi adalah punya saingan.
Contohnya, Lionel Messi nggak akan bisa sehebat itu tanpa Cristiano Ronaldo.
Itu juga sebaliknya. Karena setiap kali dia nyantai gitu, ah capek gitu, dia inget Ronaldo lagi ngapain ya.
Wah, ini pokoknya saya harus, berarti lebih kuat gitu.
Jadi kita harus cari saingan. Jadi AI ini bisa kita anggap sebagai saingan.
AI ini memang saingan gitu kan ya. Tidak bisa dipungkiri gitu kan.
Tapi respons kita terhadap dia sebagai saingan, apakah kita mau, ah ngapain belajar coding udah ada AI?
Atau saya harus lebih pinter daripada AI, nanti ketika AI-nya goblok,
saya bisa menyelesaikan error itu, yang AI-nya nggak bisa.
Jadi kita punya nilai tambah gitu. Jadi lihat positifnya.
- AI itu suka halusinasi loh. - Bukan suka, emang dasarnya halusinasi.
Sama kayak kita, kalau kita nggak ngerti kan kita ngecap ya jawaban dari ujian kan.
Nah sama, dia sotau aja sebenarnya. - Nah cuma dia nggak cukup sadar diri buat berhenti.
Maksudnya kita kalau misalnya di situasi yang kritis,
ya kita nggak berani asal cap-cap-cub lalu kuncub kan, nggak bisa.
Misalnya lagi ada bom, potong kabel merah, tombol merah atau tombol biru.
Kalau kita nggak tahu, kita nggak berani kan.
Tapi kan AI itu nggak bisa mikir, nggak punya rasionalisasi yang kayak manusia kan.
Jadi ya udah mau hal yang penting, mau nggak penting.
Ya pokoknya dia yang jawab yang kira-kira kemungkinan jawabannya seperti itu.
Nah itu kan bisa diatasin dengan macam-macam RAG lah, atau instruksi, atau prompting,
atau kita kasih contoh-contoh. Nah yang ngasih contoh siapa?
Yang ngasih best practice-nya, yang mensulai best practice untuk mengurangi halusinasi AI.
Ya developer juga kan. - Betul.
Jadi semangat buat teman-teman yang masih galau,
karena kemampuan programming itu sekarang udah jadi komoditas ya, bukan lagi profesi.
Jadi bisa aja kita profesinya misalkan apa ya, atlet gitu, tapi kita bisa ngoding.
Atau dokter bisa ngoding. Bisa aja.
Kalau dulu itu pekerjaan, kalau sekarang bisa buat semua dan bisa...
Nah kita aja kita bertiga, profesinya satu pengajar, kayak Mas Riza.
Satu kurang ajar. - Kita berdua kurang ajar.
Kalau Mbak Eka lebih kera phone end, saya lebih kera break end, misalnya.
Tapi kita bertiga jadi content creator.
Ya content creator juga salah satunya sama, part-time content creator part-time.
Nggak pro tapi ya, saya nggak mau nantikan diri saya pro.
Tapi kita sudah dibayar ya, dengan di Indonesia.
Sampai lupa ya. - Sampai lupa.
Sipesan sponsor dulu. - Sipesan sponsor dulu.
Asik. 13 menit ngomong, topik utama belum dibicarakan aja.
Gak apa-apa ya. Jadi terima kasih banyak buat Domenisia.
Episod ini dipersembahkan oleh kolaborsi kita dengan Domenisia.
Kalau teman-teman mau cobain, kalau kemarin kan cobain hosting ya.
Hosting kan mungkin terbatas mungkin ya.
Nah sekarang Domenisia menyediakan promo code atau diskon untuk VPS.
Virtual Private Server.
Dapat diskon 50% untuk pembelian baru.
Berlaku untuk VPS Turbo dan berlaku untuk semua paket dan semua siklus.
Tidak berlaku untuk VPS Eco. Eco, eco, eco. - Eco friendly.
Eco, eco, eco, eh co kan? - Iya, ekonomis.
Kalau mau pakai, silahkan ke websitenya domenisia.com, terus pakai promo.
Ngobrolin vpsdm. Ngobrolin vpsdm. - Oh kira.
Oke, kita kembali ke topik. Sebentar. - Mati lampu.
Yes, Domenisia terbaik. Betul. Ini harus diapresiasi.
Udah punya pengalaman ya pakai Domenisia ya.
- Biasanya cuma panggur. - Oke.
Apa yang baru dari web?
Nah, ini pertanyaan dari Kaisa. Marilah kita jawab. Enggak ya.
Tidak secara langsung akan kita jawab malam ini, tapi kita akan bahas tentang web Interop.
Nah, teman-teman ada yang tahu?
Kalau sudah mengikuti kita dari 2 tahun yang lalu, setiap tahun kita, iya, kita udah 2 kali ya.
Setiap tahun udah ada episode Interop. - Interop 2023, Interop 2024, dan malam ini juga.
- 2025 belum ada. Eh, sudah deh? - Ini sudah?
- Ya, makanya dibahas. - Oh iya.
- Ini malam ini. Enggak ikut briefing ya. Enggak ikut briefing.
- Enggak. Kan kalian tadi yang ketemuan, saya nggak diajar.
- Iya, iya, iya. Kok nggak diajar? - Padahal pas ketemuan nggak bahas seperti ini juga sih.
- Iya, iya, iya. Jadi malam ini kita akan bahas tentang Interop.
Nah, sebelum kita mulai mungkin kita cari tahu dulu. Sekedar mengingatkan, teman-teman ada yang belum tahu.
Oh, harus gitu ya? Sekedar mengingatkan. - Ada emoji-nya.
- Ada emoji-nya. Kalau Interop itu apa, kita juga nge-refresh kalau misalkan.
- Apa kan Interop itu? - Kita lupa ya.
- Jadi Interop itu diambil dari interoperability. Interoperability dari fitur-fitur web platform.
Nah, ini bukan cuma Google doang, ya, atau siapa, tapi across browsers.
Jadi, ini dijalani oleh semacam konsorsium gitu lah. Jadi yang anggotanya ada dari Google, Chrome maksudnya.
Chromium itu diwakili Google Chrome, Edge, Microsoft Edge juga kan.
- Mungkin Brief juga ada yang masuknya. - Firefox juga ada, terus di Apple juga ada.
Nah, jadi ini program, kayak program tahunan dikerjainnya sepanjang tahun, tapi dirilis.
Dirilis dan dipublish hasilnya itu setiap tahun. Nah, setiap tahun si konsorsium itu kayak memilih fitur-fitur apa sih?
Kan fitur banyak banget nih. Terus sering terjadi, terutama dulu sebelum ada Interop, itu fitur itu udah shipping.
Jadi, sebetulnya udah ada di semua browser. Misalnya ada di Safari, ada di Chrome dan Chromium.
Di Firefox dan lain-lain. Tapi kadang misalnya, entah mungkin ada browser yang belum support, jadi fiturnya missing.
Atau sudah ship di browser, jadi fiturnya sudah ada, tapi cara kerjanya nggak konsisten.
Jadi kayak harus di-hack. Jadi si developer nih, kita nih pas moding web API, JavaScript yang di dalam browser,
kayak kita harus ngecek entah gimana, if user agent mozilla di akal-akalin.
Nah, itu kan ribet kan bikin developer jadi nggak mau mengadopsi web fitur baru. Nah, itu contoh-contoh masalahnya.
Jadi, dari sekian banyak fitur, si konsorsium itu memilih beberapa area yang akan difokuskan.
Jadi disepakatin, mana sih yang paling berguna buat developer, buat platform web dipilih.
Terus yaudah, itu beneran kayak speknya dipeliti untuk mastiin bekerjanya sama konsisten di semua browser
dan ya di-support oleh semua browser. Itu setiap tahun ada. Nah, coba tuh klik Proposal Selection Process.
Mau tambahan aja dulu, mungkin bagi teman-teman yang sudah melang-langguan dengan dunia web,
mungkin pernah ingat kalau misalnya CSS itu kadang ada prefix, "des", "mos", "des" apa gitu.
Itu kan hanya, itu adalah sebenarnya hack atau akal-akalan montir, hanya menargetkan browser tertentu.
Karena fitur itu hanya ada di browser itu, browser lain belum ada. Jadi kalau dipakai di browser lain,
bisa jadi CSS kalian rusak atau nggak bisa. Terus pernah dengar kata "polyfill"?
- Polyfill itu juga seperti itu. Pernah ngoding di Chrome jalan baik-baik saja, tetapi klien yang masih pakai
IA-11 komplain, "kok nggak bisa?" Terus browser NT apa? IA-11 atau IA-10. - Opera mobile. - Opera mini. - Opera mini.
- UC browser. - UC browser.
- Kita di dunia web ini punya masa kelam. Masa kelam di mana setiap browser... - Punya standar masing-masing?
- Punya maunya masing-masing. Punya kemauan masing-masing. Punya agenda masing-masing. Dan nggak peduli dengan yang namanya web standar.
Oh mungkin peduli, tetapi cara mereka mengembangkannya dan cara memandang sebuah web standar berbeda-beda.
- Ya suka-suka mereka. - Alhasil pernah kejadian misalnya PWA. PWA di Chrome jalan dengan baik karena PWA di Chrome yang berkuar-kuar.
Tapi ternyata di Firefox PWA nggak muncul-muncul. Atau Safari itu. - Di IOS apa lagi?
- Safari nggak muncul-muncul. Akhirnya satu sudah support bagus-bagus, yang satu belum support, yang udah lama. Akhirnya buat...
- Berkumpul lah mereka mencari visi yang sama. "Ayo kita kerjakan fitur ini dulu biar bareng-bareng." Kalau dulu kan sendiri-sendiri.
- Itu list fiturnya itu devoting sebenarnya. Jadi bukan mereka yang pilih juga. Jadi dari sekian banyak fitur, devoting oleh...
- Devoting kan milih. - Iya juga ya. Tapi maksudnya bukan hanya konsol...
- Ada sub-mission, ada sub-mission, ada sub-mission. Terus ada developer, jadi kayak ada semacam periode open for sub-mission, dari sekian banyak sub-mission itu ya abis itu semacam voting.
Banyak lah hal-hal yang di web baru, tetapi masih belum masuk. Contohnya JPEG Excel, misalnya JPEG Excel, sampai sekarang belum masuk-masuk.
Tetapi si Chrome mendorong WebP sedangkan si Safari mendorong Afif. - Afek.
- Afek yang didorong Safari. Ternyata yang si ada satu lagi, Konguntus yang mendorong JPEG Excel. - Berantem lah itu.
- Berantem lah. Yang mana satu yang mau pakai standard image yang lebih baik kompresinya. Itu sekilas info mengapa atas lahir intro.
- Nah ini proposal search-ennya gimana? - Nah itu. - Timeline.
- Timeline, nah ini detail banget sih. Jadi pertama tuh paragraf atasnya timeline, each iteration, pertama ada open call for proposals.
Jadi semua yang mau mempropos, ayo nih yuk bikin apa kita kerjain view transition dulu atau apa lah fitur favorit. - Atau AI.
- Nah intinya open call. - Ada, maksudnya kayaknya hampir semua browser sekarang punya AI kan.
Chrome ada Gemini, Brave ada Leo, terus apa namanya, Edge ada Copilot gitu kan. Apa nggak dijadiin satu aja gitu ya. Contoh-contoh.
- Contoh. - Ini masih jauh sih.
- Apa? Yang dibuat proposal dan dipilih dan di prioritaskan berarti kan semua itu setuju bahwa kita harus punya ini dengan konsisten sama untuk semua.
Nah kalau AI kan sekarang masing-masing punya preferensi dengan Gimbal sendiri, jadi belum bisa mencapai kata sepakat gitu ya.
- Dan harus spesifikasi kan, harus web spek berdasarkan spek yang udah ada. - Yes.
Nah ini timeline-nya detail banget sih ini. Ya standar lah submit proposal, seleksi, terus scope of the project.
- Oh kalau selasa malam waktu nya ngobrol di web, kalau kamis waktunya meeting. - Meeting interopting.
Kita ngadi aja karena kita bukan pengen interopting. - Hanya tiap kamis.
- Tiap kamis aja ya. Meetingnya berarti tiap kamis ya. Pokoknya tanggal yang dipilih ini adalah hari kamis nih.
- Iya karena kalau selasa nonton ngobrolin di web. - Coba aja.
- Atau kalau senin pada nonton itu bukan. - Timnas.
- Timnas kali. - Timnas apa dulu ini berbagai negara.
- Emang main dari sumi? - Iya. Ini di tanggal-tanggalnya ya, berarti scope of interop itu di 2025 batasnya fitur apa nih?
The first half of February. Scope of interop. - Ini maksudnya semua proposal sudah harus masuk.
- Sebelum Februari. Pertangan Februari ya. - Nah scroll lanjut bawahnya proses seleksi, blablabla.
Confidentiality. Prosesnya pertama sebelum submit proposal, interopting will develop a set of non exhaustive set of signals.
Oh kriteria yang nggak penting dalam memilih proposal. Kriterianya berarti.
- Ini tim interop siapa aja ya? Pak Robert. - Itu ada di atas.
- Itu di atas ada dari Apple, Google, Igalia, Microsoft, Mozilla. - Oh iya ini.
- Including. Jadi bisa di luar itu, jadi bisa orang yang bukan kerja di perusahaan-perusahaan itu tapi kayak sesepuh kue 3C atau semacamnya.
Atau kan masing-masing ada working groupnya ya. CSS ada CSS working group. Accessibility juga ada.
- Ada perwakilannya ya. - Masing-masing itu kayak ngirim perwakilan juga.
Nah itu sebelum submit proposal lanjut, scroll ke bawah. - Submit proposal.
- Submission. - Oke.
- Bikin issue. Kan kita dulu pernah kan nggak browsing daftar issue di repo. - Ada. Di interop ini ada kok.
- Ada isunya ya di sini. - Iya kita pernah kan ngecek isunya. Lupa pas ngecek apa gitu. Iya punya suatu fitur.
- Ini general ya. Termasuk juga website-nya ya. Diagram untuk nampilannya. Landing page-nya dan lain-lain.
- Sekarang kan udah di close kan. Maksudnya udah bukan periode nge-submit. - Betul.
- Oke. Terus abis.
- Yang belum selesai. - Iya.
- Hmm.
- Oke. - Tapi sebenarnya jadi enak juga sih kalo misalnya kayak tim jadi lebih fokus ya.
- Sets-sets feature ini. - Betul.
- Oke. Terus abis itu champion selection. Sampai akhirnya diterima gitu ya. Kurang lebih. Atau dirijik ya.
- Terus abis itu fokus area-nya kan udah dapet tuh ada refinement. Jadi kayak dirifinelah, disempurnakan, diimprove.
Mungkin dibuat lebih spesifik atau lebih detail.
- Iya. Baru kemudian publikasi. - Kayak sprint beneran ya?
- Kayak sprint. Iya. Kalo temen-temen apa? Familiar dengan project management aja.
Sprint istilahnya ada tuh. Meeting, refinement, ada retro, dan lain-lain ya.
- Kurang lebih kayak gitu. - Oh jadi yang dianggap sebagai launching yang di pertengahan Februari itu adalah dashboard-nya menarik juga ya.
Dashboard-nya dipublish. Dashboard yang berisi area-area fokus itu. Terus proposal otor diberi feedback.
Nah ini dashboard-nya setiap tahun ada 2 tabs, stable sama experimental.
- Iya ini kan 2020. - Ya, bentar. Ilang lagi. - Mati lampu lagi.
- Iya, mati lampu. Belum bayar token.
- Active focus area coba liat. Core Web Fighters. Apa sih Core Web Fighters?
Navigation app. Oh perbaikan itu kayak ENP dan.. - Perbaikan ya.
- ENP dan.. - Oke. Sebelum kita lihat lebih lanjut, mungkin pertanyaan berikutnya adalah
apa pentingnya buat kita sebagai web developer? Tilangku lagi.
- Loh kok mati lagi? Pentingnya adalah kita jadi tahu fitur yang.. kan balik ke pertanyaan yang paling awal tadi tuh ada yang nanya, ada yang baru gak sih di web?
Jadi kalau ada yang baru kan selalu ada yang baru. Tapi kan belum tentu kita bisa pakai ya.
Kalau misalnya belum di support di banyak browser, ya kurang make sense buat dipakai.
Atau kalau nggak populer, fitur itu belum populer, mungkin belum cukup resource, kayak nggak ada cukup tutorial atau library buat pakai.
Cuma kalau misalnya ada fitur-fitur yang diadopsi ke dalam area focus interrupt, kan itu pertanda berarti
baik dari pihak browser-browser sama komunitas developer, nganggep itu adalah fitur baru yang worth it buat di develop dan disempurnakan lah, dibagusin.
Nah itu indikasi kalau misalnya kita ngikutin, kan nggak mungkin kita ngikutin beneran semua every single one, fitur-fitur web yang baru.
Nah yaudah ikutin interrupt aja tuh. - Iya, ikutin yang ada di interrupt ya.
- Itu adalah area yang nggak penting oleh browser dan komunitas developer.
Yang nggak penting, tapi sebenarnya di sini, si Firefox... - Masih ada hal yang...
Oh, ini kan stable. Jadi di dashboard ini selalu ada 2 tab stable dan buat versi stabil browser dan yang kanarinya eksperimental.
- Ini udah 72%. - Berarti Firefox sudah bikin kemajuan.
- Sudah ada tinggal, ya lagi di tes lah ya, lagi di tes ya, lagi staging ya.
- Iya, mendekati lah. Kalau udah di kanari, kan ya cepat atau lambat, kemungkinan besar sekali akan dirilis ke stable.
- Safari juga malah, eh, text decoration nih salah, vtransition-nya 97%, udah tinggi sekali.
Kalau stable-nya 90% juga udah, berarti udah support ya. - Berarti dia sudah banyak melakukan perubahannya.
- Nah kalau di sebelah kolom kiri nih, itu presentasinya. Jadi pas pertama baca pasti bingung kan.
Jadi ini maksudnya presentase total ini semua di jumlah. - Keseluruhan. Ini ya, ini yang bawa ini ya.
- 87,9 dibuletin ke atas jadi 88, 90,9 dibuletin ke atas jadi 91, interrupt itu ya keseluruhan semua tuh yang di tabel yang di kanan bawah.
- Microsoft OS lebih, ini ya, lebih up-to-date dibandingkan Chrome ya. Lebih mengikuti interrupt ya ternyata ya.
- Yang stable-nya. Tapi lihat yang experimental-nya deh. - Experimental ini masih kalah sedikit, beda satu.
- Experimental kan kanari paling tinggi. Jadi kayak Chrome lebih berhati-hati dalam nge-push dari kanari, dari experimental terus stable.
- Oh, gitu ya cara bacanya ya bener-bener-bener. Jadi dia banyak eksperimen tapi belum stable ya.
- Iya buat teman-teman yang disini, kenapa kok Edge sendiri ya? Meskipun Edge itu adalah dasarnya pakai Chromium.
- Chromium. - Tetapi sebenarnya sudah di-forking.
- Iya. - Jadi dia tidak lagi mengambil.
- Dari Chromium. - Dari upstream.
- Exact Chromium. Tapi dia nggak balikin, nggak push upstream ke Chromium-nya ya?
- Nggak. - Jadi kalau yang udah dimodifikasi Edge.
- Nggak, nggak mesti. Tergantung, tergantung si Chromium-nya mau ngambil apa nggak.
- Chromium-nya. - Tergantung. Tetapi sekarang mereka sudah jalan sendiri-sendiri.
- Iya sendiri. - Edge itu sudah, meskipun base-nya sama-sama blink engine,
untuk rendering engine-nya sama-sama blink, tetapi mereka sudah punya engine sendiri lah bahasanya gitu.
- Sama aja kayak dulu kan, Chrome awalnya kan diambil dari webkit kan, baru kemudian jadi blink kan.
Awalnya kan webkit. Dia nge-fork si webkitnya Safari.
- Jadi sebetulnya Edge itu seiring, kayak seiring jalannya waktu nih, maksudnya sekian tahun dari sekarang
bisa aja jadi kayak something entirely new ya? - Iya.
- Bisa aja jadi engine yang baru banget kalau misalnya emang arahnya development-nya.
Kan karena udah misah nih, sekarang misah dikit. Makin lama bisa, ya atau mungkin mereka mikir
emang prioritasnya atau development plan-nya ya kalau masih mirip-mirip sama Chromium,
oke lah masih sejalan walaupun bisa. Tapi bisa aja kan sebetulnya makin lama makin jauh.
- Bisa. Ya beda ceritanya antara contoh teman-teman pakai Brave, R, Opera, itu masih Chromium.
- Kalau itu incit Chromium ya? - Iya, jadi mengambil dari Chromium base-nya semua,
terus ditambahin add-on value, apapun lah. - Ya wrapper, account, apa-apa lah.
- Macem-macem lah ya yang dia bawa pakai Brave, Opera dengan type-nya yang bagus,
R dengan type-nya yang sebelah kiri, itu sudah UI bawaan dari R contohnya.
Tapi base-nya belakang. Kalau misalnya dikondisikan dengan Linux, kernel-nya masih sama,
tetapi distro-nya berbeda. - Distro-nya berbeda.
Jadi semakin penasaran sama Edge ya, karena tadi sudah sempat diskusi ngobrol juga dengan Eka.
Dari teman-teman di Syntax FM, kalau teman-teman ada yang mengikutin itu, Pak Westbos,
dia menurut dia Microsoft Edge itu developer tools-nya itu lebih bagus daripada Chromium.
Jadi menurut dia ya, nomor satu itu Firefox, nomor dua itu Edge, nomor tiga baru Chromium.
Makanya penasaran nih apa bidanya gitu dibandingkan Chrome. Karena selama ini kan kita,
karena memang lingkungan kita banyakan update-nya tentang Chrome, kita lihat YouTube-nya juga,
YouTube Chrome Dev, developer kan, kita nggak belum pernah ngecek Edge Dev tools itu seperti apa.
Padahal kan awalnya memang mirip-mirip kan, tetapi apa sih yang ditambahkan, apa sih yang berbeda jadi penasaran?
Di voting juga yang pakai Edge 100%. Ini yang vote baru satu orang ternyata.
- Mana sih vote-nya? Kita nggak bisa lihat ya? - Vote-nya ada di YouTube, nggak bisa kelihatan, harus lihat di YouTube.
Oke, lanjut lanjut lanjut. - Nah lanjut scroll ke bawah deh.
Hal menarik yang lainnya. Ya itu ada grafiknya. Terus di kanan tuh ada yang namanya Active Investigation.
Jadi hal-hal yang belum mengembangkan suatu fitur, tapi dianggap cukup menarik
buat diinvestigasi. Nah biasanya itu tuh ke depannya bakal bermetamorfosis ya.
Kayak apa hasil investigasinya itu tahun-tahun ke depan bakal masuk hukus area.
Tapi maksudnya exactly nama fiturnya apa belum. Ya belum ketahuan kan baru investigate.
- Baru tahu ada gamepad API testing. - Iya buat main game ya yang gamepad itu ya.
Joystick, joystick. Ini yang developer pakai siapa deh?
Kok bisa? Safari itu salah satu yang paling kurang ya. Kecuali kita mau nge-debug Safari di iOS.
Nah itu cocok kalau itu. Debug remote-nya bagus, integrasinya bagus.
Di iOS semua engine-nya Safari kalau browser-nya apa.
Tapi kalau DevTools-nya kayaknya saya paling nggak tahan kalau pakai Safari. Pengen balik ke Chrome atau ke Firefox sih.
Kalau pakai Firefox suka nggak? Bagus juga loh sebenarnya.
- Bagus-bagus. DevTools-nya bagus. - DevTools Firefox bagus.
Bagus-bagus. Salah satu yang terbaik juga.
Cuman sekarang agak udah keselit dari DevTools sih, tapi dulu.
Ya mungkin sampai 3-4 tahun yang lalu DevTools Firefox itu nomor satu.
Dulu itu CSS terutama yang buat UI ya. Dom yang di-rendering.
Dulu itu kayak Grid atau Flexbox. Yang ada diagram-nya detail, yang ada garis-garis putus-putus itu loh.
Buat indikasiin kolom-kolomnya Grid atau Flex. Itu yang ada duluan Firefox sebetulnya.
Chrome DevTools nyusul kayak telat setahun.
Tapi lama-lama nggak tahu sekarang Chrome DevTools lebih cocok sih kalau gue pribadi.
- Sejarahnya juga begitu kan. Awalnya kan yang mencetuskan itu kan Firebug. Ada extension namanya Firebug.
Sebelumnya kan dulu browser nggak ada tuh DevTools. - Nggak ada DevTools.
Kita harus install extensionnya dulu, Firebug. Nah itu bisa baru kita bisa inspect alamin dan lain-lain.
Nah setelah Firebug muncul, akhirnya diintegrasikan ke browser Firefox pada saat itu.
Begitu Chrome coba bikin browser, banyak developer-developer yang nge-develop Firefox DevTools itu dibajak
ke Google untuk bikin DevTools di Google Chrome. Gitu ceritanya.
Makanya yang bisa dibilang trendsetternya ya Firefox sampai saat ini juga kayaknya nggak tahu ya sekarang ya.
Mungkin beberapa tahun yang lalu kayaknya Firefox masih mengungguli walaupun Chrome sudah bisa sedikit menyai ini.
Kayak Brave. Ya, Brave juga sama ya. DevTools-nya sama persis ya. Ini masih sejalan ya sama Chromium-nya.
- Mentah-mentah diambil dari Chromium. - Mentah-mentah diambil dari Chromium.
- Kalo Edge kayaknya sudah ada... - Maksudnya ya diambil Edge. Cuma browser-browser kayak Brave Art
kan cuma nambahin biasanya account kan. Ada profile buat nge-sync setting.
Terus biasanya ini UI, bukan UI DOM, cuma UI browser kan ada UI-nya juga kan kayak tab-tabnya.
Nah, banyak kan customize di situ.
- Betul. Kalo Brave itu nambahin wallet, webtree, dll. Ya itulah. Menambahkan edit value masing-masing.
Tapi basicnya tetap Chromium. Makanya di sini nggak ada Brave. Karena Brave itu masih ngikut. Masih nebeng.
Kalo Edge itu kayaknya udah mulai memisahkan diri ya. Mesinnya udah di-develop oleh tim yang berbeda.
- Coba lihat fokus area-nya apa aja ya yang... - Nah, terus angka-angkanya tuh.
Kan mungkin ada yang belum tahu ya. Itu kenapa 98,5% itu dari mana? Itu angka apa?
Maksudnya gimana cara menilai suatu fitur tuh sudah interoperable atau belum?
Nah, itu jawabannya seru itu. Coba di-klik salah satu back-drop filter lah. Atau apa? Dari dashboard tadi.
Ternyata jawabannya pake test. Jadi ini beneran test-driven development lah.
- Development. Jadi dibikin test dulu ya. - Ya emang men-develop future itu dari test suite.
Dan test suite-nya itu menarik sih. Dulu kita pernah lihat sebetulnya disini.
Test suite-nya itu beneran cuma HTML, CSS, JavaScript, ya sesuai beneran, sesuai kayak output-nya lah.
Outputnya, ya udah itu persentase tes yang testing.
- Temen-temen, kalo mau belajar testing API, paling enak tuh lihat cara mereka mau buat testing disini.
Karena menarik mereka bikinnya. - Resource ya. Ini ya. Even timing, even count.
- Ini HTML, CSS, JavaScript. - Iya, vanilla, vanilla.
- Tapi di background-nya beneran detail banget. Sampai kayak, dulu sih yang kayak episode edisi intro,
tahun lalu animate. Misalnya animate atau apa, kalo background-nya adalah gradient, kalo background-nya transparan,
kalo elemen-nya inline, beneran di breakdown-nya tuh detail banget.
Itu tuh kayak, itu kan ngetes event click counts. Gatau apalah. Event count.
- Itu berarti kalo mouse-down, incorrect mouse-down, expected-nya berapa kalo misalnya apa, assumption-nya fail, incorrect mouse-down.
- Disimulate, klik-klik-klik, hasilnya harus bener. - Ya, jumlahnya sesuai ekspektasi.
- Siapa sih yang commit-commit beginian? Coba liat siapa sih? Blem, Blem.
- WPT. Itu di kanan. - 5 tahun yang lalu. - Si Relan.
- Oh, rajin banget ya. Emang kerjaan dia kali. - Kerjaan dia.
- Kok ga bisa diklik ya ini ya? Apa namanya? Ah, ini dia. Oh, dia kerjanya di Google Chrome, emang kerjaan dia.
- Nicholas Payne, Moreno. - Namanya beneran NPM, lucu ya.
- NPM 1, NPM. Oh iya, singkatan ya. - Namanya beneran gitu.
- Keren juga, tapi Relan ini ga bisa diklik. - Oh bukan Relan, ini kan fotonya dia kan?
- Artinya Relan. Jadi kayak ditambahin ulang sama dia. - Tapi 5 tahun yang lalu, apa ini?
Yang agak baru aja coba balik deh. Yang CSS Anchor pengen liat.
- Back lagi, back lagi, sampe bosan. Nah, itu yang ketiga CSS Anchor.
- Anchor Center lah ya. - Anchor Center.
Udah ga bisa lagi ya Joke, hal paling sulit di CSS bikin element ke tengah.
- Karena udah bikin Anchor Center ya. - Engga, tanya AI.
- Dia juga belum tau ini. - AI belum tau, belum bisa pakai ini.
- Makanya kita harus lebih pintar daripada AI. Lebih duluan gini. - Lebih maju.
- Lebih duluan. Sebelum dia tau, kita udah tau duluan ya.
- Oh ini cuma ngetes brosernya mengenali value-value ini atau engga?
Gak define lah kira-kira ya. - Nah ini kan jaman dulu nih,
pas masih browser war kan sering gini. Jadi misalnya ya contoh,
kalau di Chrome, Align Self bisa, tapi di Safari itu Align Self ga ada.
Nah itu kan nyebelin. Jadi ini salah satu hal yang menarik, tes yang menarik.
- Coba yang lain. Anchor Fallback Invalidation. Apa lagi? - Anchor Fallback Invalidation.
- Pengintang itu apa sih? Atas judulnya, keterangan.
Invalidation Wendy Anchor Asterisk Fallback Matches Old Style.
Ini kayaknya cuma yang nge-develop fiturnya di browser yang ngerti bentuknya gimana sih.
Maksudnya kita ga kebayang, tapi kita terima jadi aja.
Kalau ini bermasalah, kita bakal kerasa. Kita komplain loh,
"Kok gini, kok di Safari gini, di Firefox gini?"
Tapi kalau ini perjalanan bagus, kita kan ga kerasa.
Apalagi Anchor tiba-tiba pop-over-nya muncul. Oh iya bagus.
Tiba-tiba gitu ada mereka yang bikin test case-nya.
- Apa sih Anchor Name minus-minus A? Bingung gua tuh apa.
- Ini kan variable name kan? - Variable.
Iya, CSS variable. Cuman ga ada di-define di mana-mana di atas.
- Iya, ini fitur baru. - Hah? Fitur baru?
- Tuh kan dipake, tuh di-wit. - Tapi di-definisikan.
Definisinya mana? Kan kalau variable harus ada isinya kan?
- Itu artinya kayak fallback deh. Kalau ga ada isinya, fallback-nya ke mana?
- Oh, 50 px. Oh iya, pantasan ga di-definisin karena nge-check fallback-nya.
- Oke, oke. - Tuh ada keterangannya.
Fallback match what the unchanged style says.
That we shouldn't take two fallbacks here. Tetep ga ngerti sih, sejujurnya.
Ya gitu. Pokoknya cara kerjanya itu dari situ, dari test case yang sampe ratusan ribuan itu
didapet si persen-persen tadi yang ditampilin di dashboard.
- Mana ini ya? - Iya.
- Dan ini semua open source loh. - Iya.
- Bisa kalian liat perjalanan mereka bisa nyumbang ide dan nyumbang komentar juga.
- Ya, kita mau, padahal prakteknya terima jadi aja, menurut saya.
99% "Iya, bisa pake." - Kita komplain doang.
- Insight. - Kalau lambat, masih 50%,
"Ah, lama banget nih, kapan shipping-nya?"
- Ya. - Oke.
- Remove mutation events. Apa lagi, mutation apa itu?
- Ya, nanti ada ini, ada summary-nya nanti di akhir. Ini ada remove-remove ini.
Jadi, secara singkat, di tahun ini, di interop tahun ini, itu ada beberapa API yang di-remove.
Salah satunya ini. Nanti ada keterangannya.
- Mutation Observer kan? - Enggak tahu.
- Mukaan pastinya. - Enggak tahu.
Kalau masih dipake, nggak mungkin di-remove juga sih.
- Iya. Marky masih, udah di-remove nggak Marky?
- Masih ada. - Marky masih bisa dipake.
- Masih ya. Oke. Ini testing, apanya nih, test suite-nya ya.
- Ini tadi repo yang dipake buat apa, dashboard-nya, data-nya diambil dari sini.
- A5, tadi ada A5. - Mana?
- Coba. - AI.
- Ada AI. - AI, writing system.
- A5 ini ya? - Itu A5 tuh.
- Animated with timeout.
- Nah, jadi interop itu, sebetulnya project interop adalah bagian-bagian dari project yang lebih besar, scope-nya,
yang namanya WPT itu Web Platform Test. Jadi kalau tadi kan kita lihat fitur-fitur yang masuk area fokus interop.
Tapi sebetulnya fitur yang lain pun di luar interop juga dibuatin test suite-nya.
Jadi kayak buat landasan lah, buat fondasi ke depannya, semua fitur yang masuk di web platform itu ya harus ada test suite-nya.
Itu kan berarti, in a way, semua setuju behavior-nya harus seperti ini, sesuai assertion di test.
- Karena web standard itu tidak mendefinisikan caranya. - Coding-nya, implementasinya.
- Kalau dibuat pakai RAS, mau pakai C++, mau pakai apa, terserah. Tapi output-nya behavior-nya harus yang sesuai tadi itu, yang kayak kita lihat.
Yang di-test itu adalah behavior-nya. - Terinspirasi mau bikin browser rendering engine yang baru,
kalian harus lulus tes-tes yang dibuat di sini sebelum bisa nge-launching browser-nya.
- Tapi sebelum bikin browser, harus diundang ke sini dulu. Mau nanya kenapa mau bikin browser, alasannya apa.
- Siapa tahu iseng. - Ada kan itu kemarin siapa yang bikin, apa gitu yang, bukan browser ya, alasannya apa, karena bosan atau apa gitu.
- Ada yang bikin browser baru namanya Ladybird, alasannya karena dia nggak bisa donasi ke Firefox.
- Itu juga unik. - Yang pakai RAS itu bukan? Ada kan browser-nya?
- Kalau pakai RAS itu Servo, itu Mozilla Project. Mozilla Project, Servo. Itu engine-nya kan.
Tapi nggak dipakai-pakai sama Mozilla. - Kenapa? Belum lulus tes?
- Kehabisan dana kayaknya. - Dan dia nggak terima donasi lah sama siapa.
- Developer yang nge-develop itu pada di lay off kan beberapa tahun yang lalu. Termasuk juga developer RAS-nya sendiri.
- Tapi Ladybird ini menarik sih barusan Googling. Jadi emang dia nggak pakai, jadi walaupun alasannya dia pengen donasi ke Firefox,
tapi Firefox nggak nerima donasi, kirain kan bakal nge-fork aja kan, bakal nge-fork Gekko karena, "Wah, harusnya dia gini ini."
Tapi nggak. Dia bikin dari awal semuanya. Dia nggak pakai Blink, WebKit, Gekko.
Itu mah berarti emang dia punya idealisme sendiri kali ya. Maksudnya emang terlalu jauh dari kalau cuma kurang ini, kurang itu.
Kan sebenarnya dia tinggal nge-fork Gekko aja kan. Tapi ini nggak berarti kan emang pengen bikin sesuatu yang...
- Sebenarnya nggak baru-baru banget. Sebenarnya ada OS yang namanya Serenity OS. Itu Linux.
- Udah lama. - Udah lama. Linux yang menyerupai Windows versi berapa ya?
- Serenity OS. Iya. Jadi dia meng-emulasi Windows jadul. Windows apa? Iya, Windows jadul kan. Windows berapa ini?
- 3.1.1. - 3.1.1? Bukan. 95? Iya, gitu lah pokoknya ya. 3.1.1 ya.
Jadi dia bikin Linux version dari itu ternyata banyak yang tertarik, banyak yang suka.
Akhirnya dia working, si browser yang ada di situ dia coba working. Jadi sebenarnya not entirely new.
Tapi mesin, engine-nya semuanya baru. JS-nya dia bikin baru. Banyak hal yang dia bikin baru.
Yang belum digunakan sebelumnya sama browser-browser yang lain. Berbeda dengan misalkan... Kenapa?
- Tadi salut sih. Tadi dia opening day yang tentang bikin Serenity OS.
Dia itu ternyata pertama bikin karena habis rehab narkoba, habis itu dia berusaha hidup normal lah.
Balik ke hidup yang benar. Dia bikin Serenity OS. Salut. Itu tadi dia nyeritain.
- Bukan menginspirasi ke arah sana kan kita kan? - Ya tapi yang udah terlanjur nih.
Yang udah terlanjur, dia udah terlanjur. Rehab. Mungkin sambil ngisi waktu, ya kan bukan mengokupasi pikirannya yang hal yang positif.
Misalnya membuat browser, ini ekstrim sih orang apa? Meditasi, olahraga. - Kecanduan groko atau kecanduan browsing.
Kecanduan main game, ya. Mendingan bikin browser. - Bikin browsing, bikin browser.
Cuma rata-rata orang-orang yang kayak gitu kan olahraga, meditasi, atau apa-apa. Ini bikin browser.
- Kalo bahasa... - Bukan bikin browser, bikin OS.
- Bikin OS. - Bikin OS. - Ada bahasa tenarnya sekarang.
Bahasa tenarnya itu kalo misalnya kita kayak nge-scrolling mulu, nge-scrolling.
- Boom-scrolling. - Boom-scrolling yang membuat kita jadi brain rot.
- Brain rot. - Brain rot.
- Brain rot kayak bocet TikTok. - Ini dia. Ini open source jadi temen-temen bisa,
walaupun belum ada release-nya, belum ada binary-nya, temen-temen bisa compile sendiri.
Compile sendiri. Nah, ini nih nih. Kalo mau detailnya nih.
Untuk web rendering-nya namanya libweb, untuk JavaScript engine-nya libjs, ada libwasm,
ada kriptography, ada HTTP, 2D graphic, media, dan lain-lain.
Cara build-nya ada masing-masing untuk masing-masing OS bisa ada disediakan.
Jadi kalo mau dicoba, silahkan. Di satu sisi kita senang ya.
Di satu sisi kita senang ada browser baru yang misalnya...
- Di sisi lain pusing. - Di sisi lain pusing, engine baru lagi.
- Nambah satu lagi boot di test. - Iya, kalo Chromium kan mirip-mirip lah.
Beda-beda dikit gitu kan. Kalo Firefox ya agak beda, Safari lebih beda.
Ini baru lagi gitu. Nambah kerjaan lagi jangan-jangan ya.
- Tapi kalo engga ya monopoli sih. - Kalo udah denger nanti.
- Monopoli, betul. - Bisa menghindari monopoli.
Justru kok unikanya ecosystem web sih dibanding native kan?
- Semua bisa... - Ini ada satu link.
Cerfo sendiri sudah membuat satu page sendiri untuk WPT.
Nah dia ngasih tau web platform test pass rate-nya dia berapa.
So far sudah mencapai, itu Januari 2025 ini nih. Sekarang all WPT dia 92% sih.
- 92% ya udah oke ya. - Ini pake Rust tadi ya?
Iya. Ini udah bisa di download?
- Sudah. - Oh udah bisa.
- Coba, coba, coba. - Coba sekarang.
Kalo laptopnya Chris, kita tiba-tiba...
Enggung jawab. Kan Ivan ada itu, udah punya admin kan?
Beneran di install lagi.
- Iseng, iseng. - Namanya juga ngobrolin web.
- Sebenernya banyak yang baru di web. - Tapi?
Dan terus ada aja gitu yang muncul-muncul.
Kalo kalian temen-temen pengen tau apa sih yang baru di web,
Coba lihat baseline. Untuk amannya ya, aman itu lihat di baseline.
Baseline 2023, 2024, dan 2025.
Meskipun hal yang sudah masuk baseline itu bukan hal yang baru.
Karena kalo sudah masuk baseline artinya sudah di launching dari tahun-tahun sebelumnya.
- Namun sudah... - baseline itu dua versi major terakhir ya?
Ya. Sudah disupport oleh dua versi major.
Dua versi major browser terakhir.
Versi major terakhir dari major browser.
Ya ngerti lah maksudnya kan. Yang baca sendiri.
Artinya aman buat diimplementasikan.
Nah kalo aman gak aman mah tergantung userbase kita siapa.
Tapi maksudnya ini buat kayak patokan.
Kalo kita udah punya data, kita punya existing metrics.
User kita ternyata semua orang yang gak pernah upgrade browser.
Misalnya ya kan tetep gak aman.
Tapi kan belum tentu kita punya data yang khusus banget kayak gitu.
Jadi kayak apa ya, ancer-ancer lah sebagai ancer-ancer. Sebagai patokan general.
Tapi pertanyaannya apakah kita atau temen-temen disini yang di chat, yang nonton.
Aware gak sih versi berapa browser yang temen-temen pake?
- Auto update. - Ya auto update kan sekarang.
Chrome auto update. Kalo Safari kan berapa?
Ya we'll see kan, ya conference ya kan.
Gak, minor update nya sekarang gak harus nunggu setahun kok.
Berapa bulan sekali dia ada yang itunya ya?
Ya sekian bulan lah, tapi gak sampai setahun.
Gue sih gak notice ya, kadang dia udah auto install aja begitu.
Kalo Firefox dan Macrom auto install, cuma disuruh restart aja kan.
Cuma ada kayak yang di pulver di kanan, restart to update.
Kalo Safari, tergantung Mac OS, dia nampel sama Mac OS.
Iya Mac OS update, dan kalo dulu kan beneran Safari literally cuman ikut cycle-nya OS-nya kan.
Jadi setiap tahun sekali doang. Kalo sekarang minor versi nya gak kok.
- Ini pake Servo? - Iya, Servo.
Ini di Servo. Tapi kalo di fullscreen, ilang itu nya, address barangnya.
- Ini gimana cara masukinnya? - Mungkin memang gitu konsepnya.
- Oh ya, kali itu? - Komente?
Komente? Gak ada, gimana masukinnya? Jadi harus di ilangin dulu disini.
Ini masih belum polish ya, masih sangat rough.
Kayak user experience nya, UX nya mah belum dipikirin, cuma engine nya doang kali yang diprioritasin.
Iya, dia fokus ke engine nya ya. Ini belum responsif guys, belum responsif guys.
Iya, gak ngikutin apa beat nya ya.
Ini di scroll begitu, kecil banget. Terus gak ada scroll nya lagi, scroll bar nya.
- Berarti ini engine doang, nanti kayaknya pengganti. - Iya, nanti ada view nya di atas nya ya.
Iya, ini gak ada menu apa-apa ya, ini buat proof of concept aja kali ya.
- Bahwa engine nya bisa. - Bisa jalan.
Oh, misalnya di atas gitu ya. Jadi headline.
- Oke. - Oh, tapi gak ada light mode, dark mode juga ya.
Belum ngikut preferensi user di mesin nya, di device.
Tapi yang penting adalah blazingly fast.
- Selalu. - Selalu.
Oke, selain Google, Google Chrome ada update nya? Ini kita ada dari Mozilla, Mozilla itu dia...
Masing-masing browser gak posting aja update. Mamerin kerjaan mereka.
Iya, apa memberitahu tentang partisipasi dan cerita apa sih yang kita shipping di sini?
Oh, tahun lalu Firefox paling tinggi gitu ya. Yang di highlight yang paling tinggi gitu ya.
Yang tahun ini belum ya, gak di highlight ya, gak di screenshot ya.
- Belum selesai. - Belum selesai juga.
- Iya, tapi kan. - Belum mulai, it's January.
Progress, progress.
Nanti siapa tau jemput-jemput terakhir dia nyulup, ya itu tadi kan kompetisi.
Iya, jangan-jangan gitu ya.
Mereka tuh gak mau nge-push pelan-pelan, nanti kalau sudah di November, December...
...comment nya masuk semua tuh, langsung naik gitu. - LGTM ya, langsung LGTM ya.
Ini dari Mozilla, terus ini dari WebKit. WebKit itu adalah engine nya Safari ya.
- Semuanya yang ditunjuki, semuanya, semuanya. - Bukan, yang ditunjukin tuh yang ini.
- Yang tahun lalu, dia selesai. - Iya, yang tahun ini gak ada.
Oh ya, emang belum, mulai lagi, hilang lagi.
Tapi diakui, diakui Safari progress nya lumayan ini ya.
Dia mencoba mengejar ketertinggalan, kan beberapa tahun yang lalu dia ketinggalan banget ya.
- Lalu stigma nya adalah the new IE. - The new IE.
Ya, dia PWA telat, terus apa, view transition telat, banyak yang belum diimplementasi,
tapi semakin kesini kayaknya dia semakin apa ya, terutama semenjak interop,
jadi semakin termotivasi untuk mengejar ketertinggalan dari browser yang lain.
Oh iya, ini bisa jadi memacu juga ya, bersaing ya, mencari saingan tadi ya.
Ini kita ngobrolin di awal. Microsoft juga untuk edge nya, oh dia gak pamer, dia gak pamer nih.
- Dia gak nge-screenshot. Kayaknya kamu udah masuk. - Iya, ini dia, dia humble, humble.
Nggak, masuk lah, dari 2023 dia awalnya bareng.
Atau dia gak 99, dia mungkin 97.
Mungkin dia paling, dia malu ya. Bukan humble, tapi malu, lebih ke malu ya.
Sebagai topik terakhir, ini adalah.. - Kita lihat skinless aja, area-area, fokusnya apa aja sih.
Di reponnya sebetulnya ada, cuma lebih enak di sini sih.
Ada contoh-contohnya, ada screenshotnya. - Ada Rachel Andrew yang nulis.
Belum pernah kita undang di sini ya? Kayaknya dia sibuk.
Nah, cuma dulu pas sebelum, kan 2022 pas pertama kali baseline sama Interop di launch,
talk, apa? Talk DevFest ya, lupa. Apa, talk IOX Summit?
Ya, talk gue tentang itu, terus pas talknya Rachel itu, gue nanya,
tapi gemeteran soalnya ngefans dari dulu.
Dia tuh dulu apa, yang bikin sih, ya bukan yang bikin sih,
cuma pas CSS Flex itu belum masuk browser, dia tuh banyak nulis artikel di CSS Tricks.
Dulu kan, ufotnya itu tuh, CSS Tricks sama Smashing, ya bikin materi, bikin konten demo,
demo sama tutorial CSS Flex, ya gitu lah.
Yang waktu kita nanya di Beijing juga, tahun lalu ya, nanya di Beijing, nanya pas diskusi panel ya,
itu juga derdekan juga, apalagi pakai bahasa Inggris kan.
- Kan udah bikin contek kan. - Tetep aja, tetep aja gemeteran.
Oke, disini untuk kategori CSS dan UI, tadi kita udah bahas Anchor Positioning,
nah itu apa? Ini udah di support sama Chrome dan Edge, yang dua belum.
- Ini contohnya... - Belum, tapi akan, karena udah masuk experimental kan.
- Ya, jadi kita bisa memposisikan sesuatu... - Popover, popover ini spesifik untuk popover.
- Atau popup ya, kalau istilah umumnya ya, popup, jadi kalau ini kita bisa mau di kanan,
di atas, di bawah, di kiri, kalau dulu kita harus pakai library atau pakai framework seperti...
- Library JavaScript, kalau sekarang natively supported... - Native support by CSS ya, CSS ya?
Iya, CSS dan UI.
- Itu nggak masuk ya, berarti ya, atau apa namanya yang karusel nggak masuk ya?
- Belum lah, karusel baru, baru di-announce kan? - Baru kayaknya.
Same Document View Transition, jadi kalau ada document yang sama, kita refresh ya, atau kita klik lagi.
- Ini yang client-side maksudnya. - Oh, client-side.
- Client-side, jadi bukan yang, jadi same document itu lawan katanya multi-page, multi-document atau multi-page view transition,
nah kalau itu yang link anchor elemen A, kita klik, asal masih di origin yang sama,
itu kayak otomatis bisa view transition, ada animasinya, itu belum, emang belum masuk,
karena si Firefox juga emang belum, apa itu, kalau di, ini kan ada polling-nya kan,
misalnya yang request for comment atau apa, apanya Firefox itu belum ngasih commitment-nya mau support itu.
Jadi sekarang yang disepakati oleh semua browser baru yang level 1,
ini kalau dispek level 1, level 2, ini level 1, same document.
Jadi untuk client-side navigation, belum disepakati semua, kalau di Chroma udah bisa.
- Jadi misalkan halaman yang sama itu document kan maksudnya, halaman itu document kan ya? - Iya.
- Iya. Jadi kalau misalkan halaman yang sama, ada update misalkan di counter, di sini 5, yang baru 6, itu akan ada...
- Bisa kalau misalnya 5-nya mutuk ke atas, hilang gitu, 6-nya hilang dari bawah. - Kayak countdown gitu bisa ya?
- Bisa. Apapun itu yang client-side. - Jadi kayak SPA ya?
- Yang belum bisa. Iya, emang. Jadi ini bisa dipakai buat enable SPA, SPA, tapi animasinya ya dinamakan oleh browser.
- Masih server render ya? Server render tapi ada animasinya di sisi kliennya gitu ya?
Oke, backdrop, filter, properties ini udah semua ya? Udah complete?
- Oh ya, tadi maksudnya server render, jadi kalau navigasi, kalau pindah halaman,
ya berarti navigation event yang aslinya harus di-prevent default kan?
Jadi ya kayak dibajak lah, di-hijack, kayak reacrouter atau semacamnya. Yang masuk intro baru yang kayak gitu.
- Oke, untuk backdrop filter itu udah semua. Ini adalah buat kayak overlay ya, bukan ya?
- Iya, benar. Overlay, semacam overlay. - Benar ya? Semacam overlay.
- Oke, jadi kita bisa blur bagian belakang yang modalnya. - Biasanya kalau ada dialog, kan? Dialog atau modal.
- Iya, kayak gini nih. Nah, ini dia. Bagus ini.
Oke, itu udah sedang didukung semua. - Makin lama penggunaan JavaScript makin berkurang.
- Iya, tujuannya kan itu ya? CSS-nya banyak. - Iya, karena kan secara prinsip visual,
untuk visual kan emang CSS. - Iya. Detail element sudah masuk ya?
- Detail itu kan dari dulu ada, tapi ini kupur-kupur barunya. - Oh, ada marker, detail content.
- However, there are a number of related features that have been more recently added, yang baru aja ditambahin,
yang membuat detail lebih useful. Ini lucu sih penggunaan kata useful. Jadi detail summary itu kan dari dulu udah ada.
Tapi di developer tetap bikin yang custom, ya tetap pakai library, tetap harus pakai material UI dan lain-lain.
Alusannya jelek. Yang detail asli itu jelek banget, gak enak dilihat, sulit di styling.
Itunya cuma segitiga doang, gak bisa diapa-apain, sulit di animasi.
Nah, kan padahal kita dapat design dari designer visualnya udah indah banget kan accordion-nya.
Ya, kita biar bisa pixel perfect kayak gitu, kita harus pakai custom. Sekarang udah gak.
Ini yang polosan, gak pakai animasi. Tapi bisa di-custom, bisa di-style kan.
- Ini detail, kemudian ada summary. Terus ada detail content wrapper. Ini bebas ya?
- Bebas. Ya, itu kan contoh. Lihat aja CSS-nya.
Nah, kalau dulu kan yang kaku banget harus ada segitiganya itu loh, segitiga yang dikiri.
- Biar geser gitu ya, bukan geser apa, muter. - Buat lain aja susah, di styling susah.
Nah, ini coba scroll ke bawah lagi. Pokoknya ini contohnya sih banyak.
Scroll ke bawah di page-nya, di article-nya. Scroll lagi, scroll lagi.
Terus detail content, shadow dome. Tapi bisa di-custom sekarang, maksudnya bisa di-target pakai CSS.
Ada selektornya. Dulu gak ada selektornya, ya udah pusing ya.
- Dulu gini ya, defaultnya gini ya, tapi gak bisa di-style ya?
- Gak bisa di-apapain. Sulit, maksudnya gak banyak bagian yang bisa di-style.
Nah, ini scroll lagi. Tadi ada yang paling bagus nanti terakhirnya.
- Oh, di sini? - Terus, terus, terus.
Diskip aja semua sisanya. Nah, ini kelihatan kayaknya udah animate deh.
Coba ini dibuka, tutup. Eee, asyik kan?
- Wey. - Wey.
- Ini CSS, bro. - Itu kata pasukan titik koma.
- Pasukan titik koma. - Ya, gitu. Jadi mas saya detail elemennya sendiri udah ada,
tapi ini dibikin jadi memenuhi kebutuhan webdev sekarang.
Jadi bisa dipakai. Jadi useful. Sebelumnya useless.
- Yes. Nah, lanjut. Berikutnya kita cepat aja ya.
Apa namanya? Summarize aja.
Jadi ada scope. Scope ini untuk... - Scope ini berguna banget.
Supaya nggak global. - Jadi kita nggak harus bergampung tuh. Kalo dulu kan harus pake UI framework.
Harus pake library khusus buat bisa scoping. Sekarang udah nggak.
- Betul. Scroll N. Nah, kalo dulu, kalo kita mau tau sampe scrollnya ujung gitu, kita pake set timeout.
Sekarang udah ada... - Kalo nggak ngompetin elemen di paling bawah, terus apa pake intersection observer?
Dia udah muncul atau belum? - Iya.
- Ya nggak usah pake akal-akalan momtir lagi. - Ini ya pake timeout. Sekarang udah langsung event.
- Ada event. - On scrollnya.
- Jadi kalo udah nyampe bawah, biasanya... - Makin lagi ke atas.
- Ya. Makin lagi. Ini kan gunanya kayak itu loh. Riverview yang kayak si Twitter kan yang nge-scroll sampe bawah.
- Oh iya. Jadi loading lagi. Loading datang lagi ya. Infinite scroll.
- Gatau ya. Saya kok kurang suka dengan gitu ya. Orang emang mau ke bawah, mau ke footer, liat career page, dia ngeloding lagi.
- Berarti dia lagi nggak hiring. - Lagi nggak hiring.
Kan tergantung ininya, penggunaannya. Kasih lah hiringnya di atas.
- Hiringnya di atas. Nggak, hiringnya di konsolok biasanya.
- Oh iya, iya. If you see this message... - You are qualified to fly.
- Text Decoration, ya. Text Decoration itu adalah short hand. Versi singkatnya dari text decoration line, color, style, sama thickness.
Jadi bisa digalikan satu sekarang. Dan sudah, ini 12.1.1 itu macam apa nih?
- Udah cuma... - Sejak browser versi itu.
- Hah, versi satu? Dari awal gitu udah ada? - Iya.
- Kok masuk ke sini? Kan udah lama ini.
Bisa aja, mungkin kan behavior-nya belum konsisten. - Oh, berbeda ya.
- Oh, tu, tu, tu, tu, tu. However, di ponnya dua baris paling bawah. However, in Safari, the only unprefixed.
Unprefixed tadi yang dash webkit. Dulu yang bisa cuma text decoration line. Nah, sekarang kayak mau disamarin semua.
Writing modes, ini untuk left to right ya. Sideways. Left to right, terus Core Web Vitals. Ini update dari Core Web Vitals.
Ada beberapa, termasuk LKP sama ENP. Implementing Largest Contentful Pay API dan Event Timing API.
- Ini kayaknya yang pernah ditunjukkan di demo-in event ya? Event Timing API. - Iya, kayaknya.
Sayangnya Safari belum ya. Kalau LKP API, Safari belum, yang lain udah.
Kalau Event Timing API, Firefox hampir, Safari belum, yang lain udah.
Lanjut, WebAssembly masuk juga ke Interop 2025 akhirnya. Ini udah ada? Oh, belum ya.
- Belum ada ini. - Nah, itu juga yang run an entire block application yang ditunjukkan event, bukan sih yang WordPress itu di browser.
- Bukan. Ini bukan WordPress, tapi ini Ruby on Rails. - Oh, ya semacamnya.
- Oh, beda lagi. Ya, semacam itu. Beda lagi, tapi. Eh, mana dia? Ini baru masuk ya, berarti ya. Belum ada versinya ya.
- Belum kayak gini ya, browser supportnya belum. - Ini karena WebAssembly ada yang baru kan.
- Ya, ada yang baru. - Fitur baru setahun yang lalu atau setelah 2 tahun yang lalu kan ada yang update,
yang bisa garbage collector, blablabla itu. Nah, sekarang kayaknya diperbarui lagi.
- Nah, tadi udah sempat dibahas ada beberapa fitur yang di-remove. Salah satunya adalah mutation event sama...
- Karena sudah pakai mutation observer. - Iya, karena sudah pakai mutation observer, jadi ada penggantinya.
- Dan sebetulnya Chrome udah remove. Sejak Chrome 126, Nahfocus area ini memastikan semua browser lain ikut ngerimove.
Lucu ya. - Iya. Baru 2 tahun ini, ada removal. Sebelumnya nggak ada.
- Biasanya di agendakan. - Terlalu ngerimove, tapi yang lain nggak ngerimove kan. Itu bikin orang bingung ya, bikin developer bingung.
- Iya benar. Masih bisa dipakai. Biasanya tuh kalau yang mau dirimove itu, kalau di-react itu apa?
- Dangerously, Seth. - Dangerously, Seth. Soon to be deprecated. Will be deprecated, gitu ya. Dan lain-lain.
- Nama fungsi aja jadi will be deprecated, gitu ya. - Iya. Ini bisa dilihat di Ritmi, silahkan baca masing-masing.
Itu dia Interop 2025. Jadi teman-teman bisa pelajari untuk apa ya, API-API yang baru di web yang sudah siap untuk digunakan untuk hal yang ramai.
Dan sudah dapat positive signal dari berbagai browser. - Iya. Kalau ada yang mau didiskusikan, boleh silahkan dikit.
Kita lanjut beberapa menit sambil diskusi untuk topik minggu depan. - Oh iya, pilih topik.
Kita bahas topik apa. - Ada yang submit bedah situs lagi ya? Ada deh kayaknya kemarin. - Oh iya? Oh iya benar. - Kita bedah situs dari sisi baseline menarik kali ya.
Dari performance atau dari UI. Atau misalnya dari baseline 2025 elemen apa yang bisa digantikan oleh yang sudah dari baseline 2024 atau baseline 2025, mungkin.
Kalau ini memang nggak ada codebase-nya. - Ini nggak ada code-nya ya. Nanti saya coba replay nanyain ada repo-nya nggak ya. Kalau nggak ada, kita review-nya berdasarkan performance, UI dan lain-lain aja ya.
Ini kalau berdasarkan.. - Storybook ya? Ada? - Oke-nya dari kemarin kan masih wacana kan, storybook. Cuma vote-nya nggak tahu udah berapa. - Ya benar. Vote-nya tidak terlalu banyak sih.
Barusan gue vote-nya tadi. Tidak jadi 4. - Oh refresh dulu ya. Oh dia nggak real-time ya. Oh iya benar. Langsung naik ke atas banget. Mana dia?
Ini storybook. - Empat katanya. Jadi itu bahas topic buat IO Extended. Belum cukup topic malah. Belum cukup right time-nya juga nih.
Makasar tertarik apa? Makasar tertarik apa? - Iya nih, apa nih? - Kasih ide kita dong. - Jangan bilang AI. Pasti AI. - Pasti AI.
- AI apa? Maksudnya AI bagian mana? Jangan AI-nya doang. Oke. Kita perlu voting atau langsung setuju dengan storybook? - Storybook. - Storybook. - Storybook ya.
- Enaknya jadi diktator. Kan tadinya demokrasi. Kita bikin vote, pilih topik yang paling atas, kita nunggu berapa menit. Nah kalau sekarang jadi diktator kan udah storybook.
Yes kita kan punya apa? Otoritas hak veto. Ah nggak ada itu. Belum ada apa namanya soundboard. Ketok palu.
- Hak veto itu kan, ya itu yang jadi. - Gua udah siap nih. Cepetan. - Siap-siap lah.
- Yang KAI itu kan Komisi Anak Indonesia kan. - Oh itu KAI itu lah. Udah ditunggu dulu. - Udah siapin soundboard. - Udah siapin soundboard.
- Ketok palu nggak? Ketok palu sound. Search dulu. Palu apa? Hammer. Lanjut-lanjut. Oke. Jadi minggu depan encananya kita akan bahas tentang storybook.
Buat teman-teman yang mau kasih ide bisa ke GitHubnya ngobrolinweb/discussion. Ini buat Makasar apakah sudah ada CHP yang bisa dikirim?
Boleh dong. Kita minta linknya nanti kita kirim. Ivan udah ada topik belum? Oh belum. Eka tadi? Ada ya? - Udah ada ide, cuma belum dipersimpit.
- Eh ice-sprint. - Eh ice-sprint. Eh sampe tanggal 30 loh. - Oh belum diikin. - Hah? Belum diikin? - Belum dikerjain. - Oh belum dikerjain. Oke.
- Oke. Gimana? Cukup untuk malam hari ini? Cukup ya? - Cukup. - Terima kasih buat semuanya yang sudah ikutan tadi diskusi kita. Sebenernya menarik juga tuh tadi diskusi di awal ya.
Kayak soft skill ngomongin bukan non-technis ya. Boleh lah sekali-sekali ya. - Kita sekali-sekali ngomong santai aja. - Santai aja diskusi bebas ya. Diskusi bebas nanti kita agendakan.
Untuk minggu depan kita akan bahas tentang storybook rencananya. Jadi terima kasih juga buat Domensia untuk dukungannya untuk episode ini.
Jangan lupa kalau mau coba-coba VPS bisa di Domensia. Promo code nya ngobrolin vpsdn. Oke. Segitu aja dari kita untuk minggu ini. Sampai jumpa minggu depan dengan topik storybook.
Kita ketemu lagi minggu depan di waktu yang sama. Oke. Selamat malam. Bye-bye.
Jika Anda mencari tahu mengenai layanan web hosting terbaik, kami pastikan Anda berada di tempat yang tepat.
Dengan Domensia dapatkan pengalaman menggunakan layanan web hosting yang lebih baik.
Dengan SSD berperforma tinggi dalam infrastruktur cloud yang telah dioptimalkan untuk kebutuhan personal maupun bisnis.
Teknologi ini memungkinkan Anda memperoleh layanan yang lebih stabil serta proteksi dari korupsi data.
Hosting Domensia juga telah mendukung Node.js, Python, Ruby, Go, PHP, Java, dan Binary Linux.
Lebih dari 200.000 pelanggan telah mempercayakan layanan hosting di Domensia.
Kepercayaan yang kami jaga dengan barang siap dan 99,9%
Deskripsi asli dari YouTube
π£οΈπΈοΈ Selasa malam waktunya #NgobrolinWEB! Malam ini kita akan membahas tentang web interop dan baseline. Masih bersama panelis tetap kita Ivan dan Eka. Pertanyaan atau topik diskusi silakan dikirimkan ke https://github.com/orgs/ngobrolin/discussions π· Gunakan kode NGOBROLINWEBDN dan dapatkan DISKON 10% Untuk Pembelian Web Hosting DomaiNesia: Beli Web Hosting DomaiNesia disini: https://my.domainesia.com/ref.php?u=25754 π DISKON 50% Cloud VPS Turbo dengan Kode Promo: NGOBROLINVPSDN Beli W Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
Episode Terkait
1 Apr 2025
Ngobrolin Lebaran
Episode ini adalah ucapan Selamat Idul Fitri dari tim Ngobrolin WEB. Eka, Ivan, dan Rizah memberikan salam Lebaran denga...
18 Jul 2023
Ngobrolin Public Speaking
Topik malam itu keluar dari kebiasaan: bukan teknologi, melainkan berbicara di depan umum. Ketiganya berbagi cerita awal...
4 Okt 2023
Ngobrolin Ngobrolin WEB - Edisi Spesial 1 Tahun
Edisi khusus satu tahun ini berisi cerita di balik acaranya sendiri. Idenya lahir spontan saat mereka berjalan menuju ma...
Suka episode ini?
Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.
Memuat komentar dari GitHub Discussions...
Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .