EP 31

Ngobrolin React+Komunitas - Ngobrolin WEB ep32

Bagikan:

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Transkrip Bantu Koreksi

0:12[Pinggiran]

0:16Halo, halo, halo.

0:19Halo.

0:20Halo.

0:21Selamat datang.

0:23Oh bukan satu orang.

0:25Aduh gagal.

0:26Gagal.

0:27Gagal.

0:28Yang saya temukan dulu dulu.

0:31Gak apa-apa.

0:33Oke.

0:34Penampakan.

0:35Oke selamat malam semuanya.

0:36Selamat hari Selasa.

0:37Seperti biasa.

0:38Ketemu lagi sama kita bertiga di Selasa Malam.

0:41Karena Selasa Malam adalah waktunya ngobrolin web.

0:44Ngobrolin web.

0:46Malam ini kita tidak hanya ada saya Riza.

0:49Ada Eka dan juga ada Ivan.

0:52Kita bakal kedatangan bintang tamu banyak malam hari ini ya.

0:55Rame.

0:56Penuh ini layar ya.

0:58Jadi kita.

0:59Lebihkan udah deficit isinya ya.

1:01Kita bakal kedatangan.

1:02Udah kelihatan tadi ya.

1:03Kita dapat kehormatan ada yang berkenan singgah nih.

1:06Di acara ngobrolin web malam hari ini.

Lihat transkrip lengkap

1:08Yaitu Komunitas React Indonesia.

1:11Kita langsung kenalan aja.

1:13Yang duluan masuk tadi nih ada yang Zain.

1:14Halo Mas Zain.

1:15Halo.

1:16Halo.

1:17Warnanya sudah tidur?

1:18Sudah tidur.

1:20Oke mantap.

1:21Oke.

1:22Mungkin kenalan singkat lah.

1:24Kenalan singkat siapa Mas Zain.

1:26Udah tahu lah.

1:27Udah sering juga muncul kesini kan.

1:28Kenalan sedikit aja lah.

1:29Ya penonton lebih kenal Mas Zain daripada.

1:31Kayaknya.

1:32Enggak juga.

1:33Ramean sini kayaknya yang nonton.

1:35Ya jadi.

1:36Ini masih ada background nya belum saya ganti.

1:38Saya anak React.

1:41Dan suka ngobrol.

1:45Suka ngobrol.

1:46Terus bikin onar.

1:47Jadi bikin sesuatu namanya obrolan anak React.

1:49Di singkat onar.

1:51Singkatannya onar.

1:52Onar.

1:53Para pembuat onar.

1:55Para pembuat onar.

1:57Oke nanti kita ngobrol-ngobrol lebih panjang lagi ya.

2:01Berikutnya.

2:02Nah ini satu-satunya bintang tamu yang kelihatan mukanya yang lain gak mau.

2:07Ada Haidar.

2:09Halo Haidar.

2:10Halo.

2:11Ini logo saya.

2:12Nanti ada yang logo semua.

2:13Nanti habisin.

2:14Nanti ada logo semua.

2:15Halo.

2:16Nah ini ada mukanya.

2:17Ini nama Nizain lah.

2:18Ini ada mukanya.

2:19Berkenalan saya Haidar.

2:23Ya biasanya memang pakai React buat kerjaan ya.

2:27Udah berapa tahun lah ya.

2:28Terus ke bulan ya ini lah.

2:31Sering juga bareng Zain ngerjain project juga.

2:34Beberapa waktu.

2:35Ya.

2:37Next.

2:38Ada Rezy.

2:39Ini segen juga di onar ini.

2:40Iya segen nih.

2:42Next nya ada Rezy.

2:43Halo.

2:44Saya satu lagi wajah misterius yang cuma logo.

2:49Kalau aku nyalain cam ini emang benar-benar gak nyala.

2:53Itu cuma-cuma orangnya doang.

2:54Biasanya green screen ini orange screen ya.

2:58Benar-benar gak ada.

3:00Totalitas web camnya emang mati.

3:02Makin misteriusnya gak ada webcam.

3:04Jadi aku Rezy.

3:06Salah satu leader juga di komunitas React Indonesia.

3:11Saya juga live streamer kalau malem-malem.

3:15Sama juga salah satu initiator project penerjemahan.

3:20Dokumentasi React ke bahasa Indonesia.

3:23Ya mantap.

3:25Dan terakhir yang ditunggu-tunggu.

3:29Ada.

3:30Ada logo juga.

3:31Bacanya apa nih?

3:32Rin.

3:33Hallo Rin.

3:34Halo mas.

3:35Halo semuanya.

3:36Perkenalkan nama aku Rin.

3:39Dia udah aktif juga di komunitas Ria.

3:42Bantu-bantulah.

3:43Aku tukang bantu-bantu di belakang ya layar aja.

3:46Yang apa namanya?

3:50Kalau kata mas Fahmi gak cari muka ya.

3:52Cuma ngurusin antar muka aja.

3:54Antar muka.

3:56Oke.

4:01Kita mulai diskusi kita dengan pertanyaan pertama.

4:04React itu library apa framework?

4:06Enggak.

4:09Kalau saya bilang sih ya.

4:13Kalau saya bilang sih library ya.

4:15Library karena sebenernya yang disediakan React itu cuma virtual domnya.

4:22Jadi virtual dom.

4:23Jadi kayak React itu udah library untuk bermain dengan yang namanya virtual dom.

4:28Virtual dom itu semacam dom.

4:31Cuma kita bisa lebih melakukan hal-hal yang lebih interaktifnya itu.

4:34Jadi React itu sebagai library bisa juga kita render ke web dengan library namanya React dom.

4:44Dan juga ke native dengan React native.

4:47Dan juga banyak hal-hal yang lain yang bisa dilakukan dengan React.

4:52Contohnya salah satunya ada aku pernah baca bahkan UI game itu pun ada beberapa yang dipakai di React.

5:01Kalau nggak salah aku inget Battlefield 1.

5:05Buat tanya EA itu kalau nggak salah UI-nya dia pakai React.

5:09Cuma dia bikin custom render supaya bisa masuk ke game engine-nya.

5:15Ada juga yang itu kan buat apa?

5:17Buat aplikasi terminal juga ada kan.

5:20Oh iya bener-bener.

5:22Banyak ya?

5:23Warp? Eh bukan.

5:25Gimana-gimana?

5:26Warp? Bukan.

5:27Oh bukan.

5:28Kalau nggak salah Ink.

5:32Ink.

5:33Ink.

5:34Ink CLI.

5:36Nah cuma ini kayaknya bukan library atau framework tuh opini native ya.

5:41Kayak Swept coba.

5:43Swept sering disebut framework kan.

5:46Padahal kalau mau pedantik banget mau spesifik, tadi kompiler.

5:50Iya makanya.

5:51Bukan Swept tapi Swept.

5:53Swept-nya kan cuma bikin JavaScript buat ngerender dong.

5:57Kalau Svel kan mereka punya framework yang berjalan di atas Svel, contohnya Svelkit.

6:04Kalau di React sama, di React itu ada framework yang berdiri di atas React.

6:09Contohnya Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js, Next.js.

6:14Itu disebutin di dokumentasi React juga, ada di itu.

6:17Nah masuk di dokumentasi React nih.

6:20Jadi kita udah sepakat ya, React itu library dari meta, kalau mau cari meta framework, carinya apa?

6:30Merender DOM, intinya buat bikin DOM, bikin UI ya.

6:34Ya.

6:36Oke, kita lihatin ya, dokumentasinya ya.

6:39Gimana, gimana?

6:41Lebih hardcore-nya lagi ya, React adalah data.

6:44Wih, ini udah lagi.

6:47Kalau sama Om Brin, React adalah fungsi.

6:52Oh ya, kalau itu kan betul.

6:55Funksional guys, keras.

6:57Nah ini pertanyaan, sebenernya pertanyaan saya nih, mungkin langsung aja berhubung udah dicolek ya Rin.

7:03Pertanyaan ke Rin, kenapa dulu React itu pake kelas, enggak langsung ke channel aja.

7:09Rial, dari apa ya? Bikin susah tau enggak inibigrasinya.

7:17Saya mau sedekas komponen puluhan.

7:22Ini apa namanya, kalau dari kelas itu kan proses transisi ya.

7:29Buat ngakusi si user Javascript yang udah ada gitu ya.

7:32Jadi untuk memperkenalkan React itu ada loh kayak gini.

7:36Dan di jamannya itu kan orang-orang masih hype-nya banget soal kelas.

7:40OP gitu ya?

7:42Ya, belum banyak hal internal React yang dipecah seperti sekarang.

7:48Yang kayaknya ada hoax dan lain-lain udah kepecah-pecah kan.

7:51Dulu masih satu kesatuan lah, makanya disatuin dalam bentuk yang namanya kelas.

7:56Dan dulu juga pas-pas IS-6 juga udah mulai muncul semacam kelas, itu langsung mereka bikin abstraksinya buat yang kelas kan.

8:04Karena lagi hype-nya salah satu pertimbangannya.

8:08Tapi kalau mundur lagi sebelum kelas, ya itu capek sih kita nulisnya.

8:14Karena mirip kayak klojur, banyak buka kurung, tutup kurung, ada list-nya, buka kurung, tutup kurung lagi.

8:20Selamat datang kelojur jadinya.

8:23Bener nggak sih asumsi saya kalau React awal-awal dulu masih pakai kelas itu kayak mau ngambil market yang kelas pakai kelas itu kayak backbone.

8:32Kita langsung jujur aja.

8:37Kita langsung jujur aja ngular.

8:40Kalau kita ikuti dokumen langsungnya React kan, dia pertama kali diintroduce, kita itu timnya pakai ngular nih.

8:46Sekarang kita bikin liberasi sendiri, itu kan kata Jordan dan siapa tuh IM-nya? Tom Muccino.

8:51Ya kan awalnya juga mereka bikin buat ini kan kayak yang buat merayu orang-orang yang awalnya dari Angular 1, mereka ngeliat Angular 2 yang perubahannya sangat banyak.

9:03Extreme perubah semua.

9:05Karena kan dari Angular 1 ke Angular 2 itu kan dia perubahannya ekstrim banget.

9:09Dari yang awalnya bener-bener ya yang cuman MVVM doang, langsung kayak bener-bener full class, full dependency injection.

9:18Langsung yang pertama kali betting on TypeScript juga kan.

9:23Jadi awalnya orang nggak itu kayak agak terlalu, wah ini perubahannya terlalu banyak nih.

9:29Dan sayangnya yang cuman bisa disediakan Angular buat yang pas kalau orang nanya strategi migrasi kayak gimana, mereka cuman bilang ya fully rewrite the app.

9:44Jadi ya orang bilang nggak mau ya udahlah. Mereka ngeliat tempat yang lain dan mereka ngeliat React.

9:49Kebetulan React juga di sedang di market.

9:52React manfaatin buat akwisisi developer maksudnya, market developer.

9:58Ya akwisisi marketnya yang ex-angular ini.

10:02Ex-angular.

10:04Dan lumayan berhasil sih. Kebanyakan perusahaan kan migrasinya dari Angular 1 ke React sekalian, bukan ke Angular 2.

10:15Angular 1 sama Vue masih ada kedekatan sejarah ya.

10:21Dan Angular itu kan perlu waktu yang lama untuk jadi kayak benar-benar orang nganggep itu serius kan. Kayak Aya ini kan kayak fitur-fitur baru Angular kan kayak udah mulai kayak mulai kayak orang ngeliat kayak udah mulai baru menarik kan kayak wadah signals dan semacamnya.

10:41Tapi itu butuh waktu lama dari Angular 2 ke Angular, sekarang Angular berapa sih yang baru?

10:47Udah banyak banget. Udah belas-belasan.

10:53Dan yang bikin Angular awalnya sekarang udah bikin framework baru lagi namanya Quick.

10:59Yang perspektifnya beda banget malah.

11:05Lebih mendekat ke React dan JSX ya sebenarnya.

11:08Dulu itu setiap muncul framework baru kita ada komentar baru. Tek.js Indonesia, Vue.js Indonesia, Angular Indonesia gitu kan. Lama-lama kita capek bikin terus kan.

11:18Orangnya samas.

11:20Itu aja dulu itu nggak berkenyakit kan dulu. Teknologi baru, organisasi baru.

11:26Benar-benar.

11:29Masih nggak kayak Polymer.

11:32Polymer Indonesia ada apa?

11:35Ada, ada.

11:40Ada.

11:42Ada Polymer ID 27 member.

11:46Oke, oke. Sekarang kita ngobrolin soal ini nih komunitas kan temen-temen semua yang kita undang di sini kan.

11:52Ada Rezy, ada Aydar, ada Mazzain, ada Rin.

11:55Itu inilah ya yang menggerakkan komunitas React Indonesia kan.

12:00Mungkin bisa diceritakan sejarahnya gimana dan kegiatannya apa saat ini gitu dan pengalaman-pengalaman menarik seputar komunitas.

12:10Kalau sejarah sebenarnya yang paling tahu sebenarnya yang awalnya Mas Riza harusnya.

12:16Sebelum saya belajar React waktu nonton streaming talk-nya Mas Riza.

12:31Jadi ada di Indonesia di Jakarta terus di streaming kalau saat itu.

12:35Terus saya nonton dari Bandung.

12:38Waktu itu saya masih belajar front-end malah karena masih jadi anak backend waktu itu.

12:42Terus jadi sebenarnya kita ini jauh lah dari pendiri atau penemu atau apa ya.

12:48Kita cuman berani ngasih label diri kita mungkin co-organizer gitu.

12:53Karena kan ya kebetulan aja sekarang yang aktif menjalankan.

12:57Tapi sebenarnya yang bikin itu bukan kita-kita karena waktu dibikin pun saya sendiri masih belajar gak tahu yang lain gimana.

13:02Tapi intinya waktu awal itu yang saya tahu kan ada Mas Riza, ada Sony.

13:08Yang bikin itu sebenarnya Sony, Sony Lazuardi sebenarnya.

13:12Sampai bikin select-nya juga kalau gak salah dulu itu.

13:17Dulu masih select ya.

13:20Belum bener discord.

13:23Terus kayaknya dulu lumayan bisa dibilang gerakan akur rumputnya banyak juga.

13:29Jadi kan Sony bikin select dan meet-up-nya ya.

13:32Terus ada yang bikin telegram grup itu Mas Jun.

13:35Aprian Junior.

13:38Ada yang bikin Facebook group juga ya.

13:40Group itu Mas Azam.

13:43Jadi sebenarnya kalau dibilang gak ada ketuanya atau gimana sih.

13:49Yang penting yang jelas gerakan akur rumput aja masing-masing punya tempatnya sendiri untuk berdiskusi gitu kan.

13:55Cuman memang kalau bicara meet-up-nya sendiri yang awal itu dari meetup.com itu kan yang dibikin Mas Riza, Sony dan kawan-kawan.

14:01Kalau sempet vakum sesaat kayaknya 1-2 tahun mungkin ya Mas ya?

14:05Iya.

14:06Itu meet-up pertama tahun berapa itu?

14:08Pas Sony ngajakin bikin, terus kita bikin meet-up pertama.

14:12Saya jadi pembicara ngomongin GraphQL waktu itu.

14:14Habis itu dia cabut ke Singapura.

14:17Terus saya tinggal sendiri.

14:19Berapa tahun berapa?

14:20Berarti korban-korban ya juga ya.

14:212016, 2016.

14:24Terus kan belum jadi fungsional ya, masih kelas itu. Belum ada buk.

14:31Jadi akhirnya saya cari teman, ngajak teman-teman dari CodeFox.

14:36Salah satunya ada Simon Sturman.

14:40Ada Juang juga sempet misi beberapa kali abis itu vakum.

14:46Baru abis itu diambil alis sama Mas Zain dan teman-teman.

14:50Dewa Alipun sebenarnya sifatnya lebih ke momentnya waktu itu JSConf Asia 2019.

14:55Waktu saya kebetulan dapet kesempatan buat ngisi di sana.

15:00Reisi juga datang.

15:01Saya sebenarnya sudah tau Reisi dari lama.

15:03Itu cuma untuk ikonnya aja.

15:04Dulu ikonnya bukan ini dulu.

15:06Ikonnya versi yang sebelumnya lagi ada.

15:08Akhirnya versi sebelumnya ada, ada versi sebelumnya lah.

15:10Ini versi apa nih?

15:11Ini versi kedua.

15:12Oh versi kedua.

15:13Ini cuma untuk ikonnya doang.

15:14Terus liat ada orang di depan saya kok namanya Reisi Gun.

15:17Jadi setelah saya daftar itu saya langsung cari yang mana orangnya.

15:20Cuman nggak pakai kawas atau badge apapun yang ada lagunya itu ya?

15:24Nggak.

15:25Cuman saya sering lihat ada anak yang reisi lagunya ini.

15:29Tapi saya nggak tau aja yang mana.

15:31Pas ketemu di live event bingung.

15:35Tapi akhirnya saya cari langsung.

15:37Karena pas banget kan registrenya sebelahan setelah saya.

15:40Langsung saya cari, ketemu.

15:41Oh ketemu di sana ya?

15:43Iya ngobrol-ngobrol di sana.

15:44Kewakilan dari Indonesia ada siapa aja Mas?

15:47Apa?

15:48Oh di B.Com si yang dari Indonesia, ada siapa aja?

15:52Ada aku, terus ada satu temen lagi lupa siapa namanya.

15:55Yang membicara Anzali juga.

15:57Mas Anz ya?

15:59Anz ya.

16:00Kayaknya saya ingat-ingat siapa aja dia yang ketemu di Subway abis conf.

16:06Setelah konferensi itu kita bikin Subway conf.

16:09Karena Reisi pengen Subway.

16:11Oh Reisi pengen Subway ya.

16:13Waktu itu udah ada di Subway ya.

16:15Ya udah ada di Subway.

16:17Baru sekarang ada ya.

16:19Ya udah dari situ kita ngobrol-ngobrol.

16:21Dan kebetulan ternyata masing-masing di situ pada sukari ya.

16:24Akhirnya kita bikin.

16:26Itu kan bulan, itu kayaknya ukurannya lebaran lah.

16:29Lebaran tahun itu.

16:30Terus bulan Juli nya, kebetulan saya pas ke Indonesia juga ada tugas kantor kan.

16:35Di pasnya aja tanggalnya pas saya ke Indonesia sekalian aja kita selengarain.

16:40Dan dari situ kita mulai nih kelompok organizer yang ini.

16:44Ya saya sih bukan kayak take over.

16:49Cuman kayak diteruskan ke generasi selanjutnya gitu kan.

16:53Yang generasi-generasi sebelumnya.

16:56Yang generasi.

16:57Ya yang bang Riza itu kan udah kayak lama nggak nyentuh kan.

17:02Jadi ya yang berminat kayak generasi gitu lah.

17:11Kalau dibilang memiliki sebenernya mungkin yang literally kita miliki adalah kepemilikan terhadap GitHubnya mungkin ya.

17:18Jadi yang jadi admin GitHubnya itu sekarang kita.

17:20Tapi kalau yang jadi admin di Facebooknya tetap Mas Azam.

17:24Yang jadi owner di grup telegramnya tetap Mas Jun.

17:27Itu masih aktif semua di semua channel itu masih ada aktivitas.

17:34Atau sekarang udah kayak udah biar nggak pusing.

17:37Misalnya dipusatin di telegram atau di discord atau di mana gitu.

17:41Ya jawabnya yang serius guys.

17:43Sorry ya jawabnya serius nih kadang ini belum ada faedah.

17:47Faedahnya pendahwin silaturahmi.

17:51Ya faedahnya ya nggak ada faedahnya karena emang biasanya kita bikin onak kan.

17:55Ya kan kita juga.

17:57Begitulah beranak-anak bikin onak.

18:00Ada yang tanya Q&A tuh apa semua yang punya pertanyaan lah langsung aja tanya.

18:07Langsung aja langsung aja.

18:09Ditu di tumpahkan aja gitu ya.

18:11Kita suka random soalnya jawabnya.

18:14Anak-anak bikin onar.

18:16Masih felebaran.

18:17Betul-betul kita lagi silaturahmi.

18:20Ayo lanjut lanjut tadi.

18:22Apa tadi lanjut komunitas.

18:24Ada upaya untuk memusatkan semua aktivitas tadi sebenarnya.

18:28Jadi kita sempat tuh kita kontak-kontakkan semua tadi ya.

18:31Semua ketua komunitas masing-masing ya.

18:33Yang VGS dan sebagainya.

18:34Kita jadi satu untuk namanya Front End Indonesia.

18:36FAID.dev.

18:38Masih ada sih websitenya.

18:40Nah itu kita ring ke discord.

18:41Karena menurut kami itu discord fiturnya lebih banyak.

18:44Tapi kan namanya komunitas ya nggak bisa dipaksain.

18:47Kan ini bukan perusahaan kan.

18:49Jadi nggak bisa itu kita cut semua harus berhenti.

18:54Komunikasi di sini terus benda kesana semua.

18:55Ternyata pada akhirnya tetap mereka hidup di tempat-tempat masing-masing.

18:59Yang facebook juga masih rame dengan orang-orangnya yang di sana.

19:03Telegram juga masih aktif dengan orang di sana.

19:06Dan yang discord malah cenderung mati sebenarnya.

19:09Bisa dibilang sekarang mati.

19:10Oh ya discord-discord agak mati.

19:12Setelah aku juga agak lagi lo bisa bungkusin yang lain kan ya.

19:16Ya Rizy jadi panitia tournamentnya ke mana ya.

19:20Jadi intinya sih sekarang nggak bisa bilang oh ini lah komunitas sirek itu.

19:26Nggak juga ya tapi lebih ke.

19:28Ya kebetulan aja kita orang-orang yang aktif.

19:30Ya karena memang decentralized juga kerjanya.

19:33Jadi sebenarnya kalau ada yang mau mengambil alih atau apa.

19:37Kalau mau gabung.

19:41Misalnya ada yang di komen nih yang lagi nonton.

19:44Kayak malu atau bingung.

19:46Mau kemana itu disarankan kemana tuh.

19:49Bisa kontak aja sebenarnya kita available di telegram yang jelas.

19:53Karena bisa dibilang itu sentra apa ya.

19:56Yang paling rame lah.

19:57Yang paling rame kali ya. Yang paling aktif kali ya.

19:58Yang paling rame di telegram.

19:59Apa tuh telegramnya?

20:01Triad.js.

20:11Ya saat itu sempat kita tutupkan lagi stasiak.

20:14Sempat kita tutup invite linknya karena kena spot.

20:17Triad.ini/riad.

20:19Skor IDN bukan?

20:20Benar ya?

20:21Ya itu.

20:22Kita taruh di chat ya.

20:25Jadi kalau ingin aktif, punya IDK kita tertentu silahkan.

20:30Kita dengan senang hati memfasilitasi.

20:32Jadi kalau ada kita dia mungkin.

20:35Kita nggak bilang mau ambil alih lah.

20:36Karena ini bukan milik siapapun.

20:38Ini milik bersama aja.

20:39Yang mau aktifkan hidupannya, silahkan.

20:41Kalau ada yang mau bikin owner lagi selain kami, silahkan juga.

20:44Kita bisa fasilitasi.

20:45Oh nggak, kita juga punya website resume kita di react.js.id.

20:52react.js.id.

20:54Kalau yang info lebih lengkapnya kita ada disitu.

20:58Dapat domain ya berarti?

21:00Dikasih domain react.js.

21:02Kalau domainnya saya yang beli sih aktif terus.

21:11Ya udah sekarang masih bayar aja.

21:13Oke oke.

21:15Tadi yang saya bilang kalau yang mau mulai.

21:19Yang pertama, meetup pertama apa gimana?

21:24Kalau kan yang meetup sendiri kan tadi.

21:26Meetup sendiri, yang telegram ada lagi.

21:28Yang GitHub dan bikin website yang resmi yang beneran kayak gini itu.

21:31Kita ini.

21:33Kenapa sekarang ini dibawah GitHub yang kita kelola.

21:37Jadi intinya kalau ada kontributor mau bikin GitHub apa pun silahkan.

21:41Oke, nah.

21:43Terus sekarang kegiatannya selain ya komunitas-komunitasnya itu ngapain aja?

21:48Apakah ada meetup, mulai ada meetup lagi atau online aja atau gimana?

21:52Kegiatan online, kegiatan offline.

21:54Ada apa aja tuh kan.

21:55Ada live stream juga, ada apa transaction, apa aja tuh.

21:59Ya jadi kalau yang offline sih agak kesulitan juga kita.

22:03Makanya kalau ada yang bersedia menyelenggarkan silahkan.

22:06Karena saya di Singapura, Residen Om Rin kayaknya bukan tipe yang bisa ngasihin offline sendirian.

22:14Bukan orang-orang offline kayaknya.

22:16Kita ekstrim, kalau sebetulnya kita itu extremely online.

22:22Oh iya dulu Rin sempat dulu duetnya dulu buat meetup offline.

22:26Cuman ya kalau cuma 2 orang ngasihin kan.

22:29Adib dulu namanya Adib.

22:31Oh Adib, sekarang dia di Jerman ya?

22:33Oh enggak, masih di Jakarta.

22:35Oh bukan, oh beda Adib.

22:37Oh itu Adibnya di JS itu.

22:41Oh iya Adibnya di Jakarta JS ya yang di Jerman.

22:44Ide nya untuk offline enggak harus seminan, enggak harus bawa materi.

22:56Kemarin sama Om Rin di Bandung ketemu langsung, terus sama kayak apa yang lain spontan aja gitu.

23:04Jadi enggak perlu ada siapa spikernya, emang kan gitu sih ngopi gitu.

23:08Kita juga saya selalu sempat pernah meetup spontan waktu itu di Bintaro gitu.

23:15Kalau teman-teman yang nonton pengen liat meetup spontan nya itu di announced di Twitter, di Telegram.

23:22Kita cuma, kita cuma.

23:24Harus kenal kalian.

23:26Cuman kita emang karena emang kita lagi bosan, kita mau meetup-meetup.

23:31Dan kebetulan lagi ada di Jakarta, jadi ya udah.

23:35Ya udah kita ini aja.

23:37Irvan, kalau untuk yang meetup yang resmi yang benar-benar di announced, belum tahu sih.

23:41Soalnya aku juga lagi belum ada tenaga untuk ngurusin yang offline-offline.

23:47Ini kata Mas Irvan yang menguasai yang beli domain.

23:51Yang menguasai yang beli domain.

23:53Ya sebenernya kalau kalian yang mau kunci, gantiin bayarin sih silahkan aja sih sebenernya.

23:58Waktu yang offline itu sebelum pandemi ya, itu gampang banget bikin offline.

24:04Karena banyak kayak company yang bisa diajak kerjasama.

24:08Ada beberapa sih banyak company yang pernah kita ajak kerjasama.

24:11Dan ngajakin juga sih, ternyata diajakin ya.

24:14Terus di impoin di grup, kita mau meetup nih.

24:17Sepat itu di Shopee, terus di Clue dulu waktu.

24:20-Paling ramanya di Clue. -Oh iya di Clue.

24:22-Iya paling ramanya di Clue. -Oh adibnya Clue ya?

24:25Ya betul adibnya Clue.

24:27-Yang sampai Sony, Mas Zain datang. -Sampai Sony datang ya, Mas Zain datang.

24:33Wah seru itu.

24:35Cuman ya ini sih ngalamin juga sih di Jakarta Jaya juga sama.

24:40Mager udah kelamaran online, mau bikin tuh males.

24:43Ya kemarin bikin gara-gara ada Mas Arya aja datang.

24:46-Dia terpaksa bikin. -Online juga agak susah kan.

24:49Soalnya kayaknya orang udah agak jenuh kan buat meetup secara online gitu.

24:55Jadi ya kayaknya ya lama-kelaman emang harus offline juga.

25:00Cuman ya waktu itu kan emang karena lagi pandemi jadi kondisi nggak memungkinkan kan.

25:05Itu pun di awal pandemi itu sempat kita ketemu meeting sama beberapa lagi company buat ngadain di situ.

25:13Tapi setelah itu pandemi kan minggu depannya.

25:16-Udah minggu depannya jadi. -Iya.

25:19-Forkwing Space juga mulai itu kan mulai bertumbangan kan.

25:22-Jadinya susah juga cari tempat ya. -Iya bener.

25:25Katanya Mas Irvan bener di chat lagi winter soalnya jadi nggak ada yang mau beli meetup.

25:30Nggak ada yang hiring ya.

25:33Nggak ada yang urgently hiring gitu ya.

25:36-If it's really hiring. -Kepal kebalikannya.

25:39Ya setelah kita tahun kemarin tuh kita lagi habiskan waktu dilempar-lempar dari satu company ke company yang lain.

25:47Sama ini juga sih pandemi kemarin kan sebenarnya sebagian dari kita juga aktif di tempat lain.

25:52-Kal-Covid gitu kan. -Iya project-project.

25:56-Misrokpinya disana. -Misrokpinya disana.

25:58Nah coba mungkin bisa diceritain tuh pengalamannya bikin yang project-based kan.

26:02Kalau tadi tuh lebih bahas ke meetupnya ya.

26:05Nah terus padahal kan aktifitasnya banyak kan sering bikin kayak apalah yang kawal covid.

26:10Orga bantu warga. Terus apa? Translation react docs.

26:13Itu alur kerjanya biasanya gimana tuh.

26:17-Creative. -Untuk yang kawal covid kayaknya bisa masain ini deh.

26:23Iya. Soalnya kan lagi-lagi jaringan.

26:26Ya jaringan pertemanan aja kan. Jadi karena tadi yang ngumpulnya sebelum pandemi anak-anak ini kan gitu.

26:31Terus kalau ada kebutuhan bikin website ya keingatannya anak-anak ini lagi gitu kan.

26:35Nah hari ini anak-anak lagi-lagi mention Rezy lah, Rin gitu kan.

26:39Terus ya waktu kawal covid akhirnya bikin website pakai Next.js karena waktu itu yang rame Next.js.

26:45Terus kalau warga bantu warga sama juga sebenernya.

26:51Jadi intinya sih orangnya itu-itu lagi karena kenalnya itu-itu lagi gitu kan.

26:54Tapi sebenernya kita tetap berusaha untuk intinya di semua project itu kita tetap berusaha

27:03channel komunikasi utamanya di github gitu.

27:06Jadi itulah kenapa kayak Mas Irfan ini sebenernya meskipun jarang ngumpul langsung kayak kita ya.

27:13Bahkan dia di chat ada tapi di grup chat ada tapi jarang ngumpul tapi kalau di github aktif gitu.

27:18Jadi orang-orang yang Mas Irfan yang lebih suka aktif di githubnya gitu kan.

27:23Itu tetap bisa berkontribusi gitu.

27:25Jadi asalkan pantengin terus gitu githubnya Rezy.js harusnya sih bisa ikutin ke aktivitas kita gitu.

27:32Nah itu bermanfaat tuh buat temen-temen yang unsourced mungkin malas sosmedan atau apalah lagi pengen hilang.

27:39Tapi tetap ingin berkontribusi pantengin githubnya aja berarti ya.

27:43Kita twitter gak pernah trending gitu Rezy.js tapi di github kita pernah trending.

27:48Cepet ya progressnya ya.

27:50Pernah trending repository jarang-jarang gitu.

27:53Jumlah followers github lebih baik daripada twitter kan.

27:59Ada memnya kan.

28:00Salah follower di github lebih berharga daripada seribu follower twitter.

28:06Oh iya betul udah bisa donasi kan sekarang apalagi kan.

28:09Udah banyak yang tanya kayaknya selain itu.

28:17Nah satu lagi deh satu lagi ini dokumentasi gimana progressnya.

28:20Nah ini sekarang Rezy silahkan kasih.

28:22Nah oke jadi progress untuk dokumentasi entar sambil ta.

28:27Oh sejarah dulu dulu sekalian sejarah.

28:29Jadi awalnya aku juga lupas sih.

28:32Awalnya saya juga harusnya ini.

28:36Awalnya saya lagi.

28:37Nggak ada masipan juga.

28:42Kayaknya aku coba buka di translation.

28:47Random Trivia itu tuh translation dari ID.

28:50Paling pertama kali aku nge-pull request ke public github repo.

28:55Sebelumnya belum pernah sama sekali.

28:57Terus salah push.

29:02Terus salah nge-hapus log file.

29:06Udah kelar terjemahnya nggak dimers-mers dulu yang bantuin nge-benerin greco.

29:12Mana ya?

29:13Nah ini aku coba buka dulu di ini.

29:16Aku udah share screen ya.

29:18Oh iya boleh.

29:19Soal jadi waktu itu emang lupa siapa yang bikin inisiatifnya.

29:24Cuman ya waktu itu aku sempat diajak.

29:29Mau nggak untuk ngebantuin translation project, create jazz ke Indonesia.

29:36Cuman waktu itu kayaknya bukan ini deh.

29:38Waktu itu yang masih lama itu yang.

29:40Masih yang sebelumnya?

29:41Yang versi sebelumnya kan ya?

29:43Ya waktu itu kayaknya Mas Riza juga yang ngebantuin.

29:45Oh iya nih namanya juga.

29:47Namanya juga namanya itu.

29:49Itu aja.

29:50Mas Rian.

29:51Mas Griko.

29:52Mas Riza.

29:54Terus ada Mas Griko.

29:55Gitu-gitu.

29:56Kalau Mas Riza emang nge-benerin doang.

29:57Tapi emang bener-bener waktu itu awalnya nge-genjot gitu ya.

30:01Ya berapa orang ini.

30:02Meskipun waktu itu emang.

30:03Wah asik.

30:04Daftar submitter kanan bawah kedua dari bawah.

30:08Masih ada avatar aku.

30:10Suri.

30:11Nah jadi waktu itu emang progressnya udah hampir selesai.

30:18Cuman waktu itu kayaknya kenapa gitu.

30:20Kayaknya sempat stop gitu.

30:22Kan udah hampir selesai kan.

30:24Pokoknya akhirnya emang selesai ya?

30:25Oh kirain.

30:26Kayaknya emang selesai.

30:27Cuman kayaknya ada beberapa yang belum di-translate.

30:29Kayaknya tinggal UI-nya doang.

30:30Yang kecil-kecil lagi.

30:31Ya UI.

30:32Ya.

30:33Soalnya waktu itu juga aku.

30:34Aku juga sempat.

30:35Ya waktu itu aku juga sempat ajak.

30:37Ada temen aku.

30:38Temen aku tuh jaman masih di kata.

30:40"Nih yuk kontibut ya."

30:41Terus dia juga langsung kontibut.

30:43Kayaknya dapet ini lah.

30:45Gitu.

30:46Terus kayaknya udah sempat jadi.

30:48Terus ya udah.

30:49Karena udah jadi.

30:50Jadi ya.

30:51Kita tinggal kan.

30:52Jadi kayaknya nggak pernah di-update lagi.

30:53Terus.

30:54Waktu itu.

30:55Ada.

30:56Sempat.

30:57Tahun kemarin kayaknya deh.

30:58Sempat ada wacana buat mau bikin.

31:01Website React yang baru.

31:03Nah jadi ya.

31:04Jadi waktu itu emang.

31:06Kayak sambil di.

31:07Sambil di ini kan.

31:08Sambil incubator.

31:09Jadi waktu itu.

31:10Di domain terpisah.

31:11Terus dan akhirnya.

31:12Beta ya.

31:13Dulu beta doks.

31:14Ya beta.react.org.

31:15Ya kemasalah.

31:16Terus.

31:17Pas udah selesai.

31:18Baru diganti ke.

31:19React.dev.

31:20Terus waktu itu.

31:21Karena emang belum ada.

31:22Translation nya.

31:23Jadi.

31:25Mulai dari awal.

31:26Karena emang.

31:27Dokumentasi itu bener-bener.

31:28Di.

31:29Di.

31:30Di awal.

31:31Di awal.

31:32Semuanya itu.

31:33Bener-bener.

31:34Dari awal.

31:35Jadi bener-bener.

31:36Dulu kan.

31:37Jamannya.

31:38React.js yang lama itu.

31:39Masih.

31:40Berbasis.

31:41Klas.

31:42Komponen.

31:43Dan semacamnya.

31:44Jadi.

31:45Ini udah mulai.

31:46Berbasis hooks.

31:47Itu kan.

31:48Jadi ya bener-bener.

31:49Berbasis hooks.

31:50Dan kayaknya pendekatannya.

31:51Si dokumentasi ini.

31:52Kalau yang dulu kan.

31:53Kayak dokumentasi.

31:54Yang standar.

31:55Kayak manual.

31:56Yang teknis banget.

31:57Kalau ini tuh kayak.

31:58Ada.

31:59Mix sama tutorial.

32:00Jadi tutorialnya.

32:01Kayak nggak bisa.

32:02Tapi.

32:03Nah.

32:04Ada live.

32:05Kayak ada live editor.

32:06Ini salah satu fitur.

32:07Yang paling.

32:08Bagus banget sih.

32:09Jadi ada.

32:10Ada.

32:11Disini.

32:12Terus kayak.

32:13Tutorial.

32:14Terus mulai langsung.

32:15Kayak.

32:16Penjabarannya.

32:17Kayak pendalaman.

32:18Lebih lanjut.

32:19Gitu kan.

32:20Kayak bener-bener.

32:21Menjelasin.

32:22Gimana cara.

32:23Kejar react.

32:24Kenapa.

32:25Kenapa react itu.

32:26Cara-cara kayak gini.

32:27Terus juga sambil di.

32:28Ini kan.

32:29Sambil dilihat.

32:30Kayak.

32:31Ini.

32:32Ada.

32:33Example kode-nya.

32:34Interaktif.

32:35Soalnya.

32:36Kayak bikin.

32:37Projek dari.

32:38Projek beneran ya.

32:39Ya.

32:40Ini kalau kalian.

32:41Iya.

32:42Jadi kalau kalian buka.

32:43Di tutorial itu.

32:44Sambil kalian bisa.

32:45Sambil kalian ikutin tutorial.

32:46Sambil langsung.

32:47Bisa.

32:48Dicoba.

32:49Disini.

32:50Bukan.

32:51Tanda ya.

32:52Jadi nggak perlu install.

32:53Macam-macam.

32:54Gitu ya.

32:55Iya.

32:56Nggak perlu.

32:57So.

32:58Bahkan.

32:59Bahkan.

33:00Kalau.

33:01Mau mulai.

33:02Gitu pun.

33:03Langsung.

33:04Dia.

33:05Startin.

33:06Di project.

33:07Dia.

33:08Langsung.

33:09Bener-bener.

33:10Eh.

33:11Bentar.

33:12Langsung.

33:13Coba di.

33:14Di awalnya itu.

33:15Dia langsung.

33:16Langsung dibuat.

33:17Ya udah.

33:18Langsung pakai.

33:19Langsung di arahkan ke next.

33:20Ya.

33:21Langsung ke framework.

33:22Iya.

33:23Dia arahkan ke framework.

33:24Oh.

33:25Kira-kira.

33:26Kalau mau mas.

33:27Iya.

33:28Tapi kalau masih mau pakai yang mirip-mirip.

33:29Kayak create-create app.

33:30Iya.

33:31Kalau nggak salah.

33:32Feed.

33:33Yang builder.

33:34Compiler.

33:35Yang buatannya.

33:36Komunitas view itu.

33:37Feed ada.

33:38Iya.

33:39Kalau mau mirip-mirip.

33:40Kayak gitulah.

33:41Oke.

33:42Agian.

33:43Karena sekarang udah ada.

33:44IDE-nya.

33:45Npedis kan.

33:46Kalau pengen coba.

33:47Tinggal.

33:48Ya.

33:49Ya.

33:50Kalau dulu kan yang create-create app.

33:51Eh belum ada itu.

33:52IDE yang embedded kayak gitu.

33:53Iya.

33:54Jadi.

33:55Eh.

33:56Ada yang member.

33:57Upgrade juga ya.

33:58Ada yang member.

33:59We.

34:00White light dulu.

34:01Terima kasih.

34:02Terima kasih.

34:03Terima kasih.

34:04Terima kasih.

34:05Terima kasih.

34:06Oke.

34:07Jadi sekarang.

34:08Progresnya 50%.

34:09Dan kita masih butuh banyak.

34:10Progresnya 50%.

34:11Progresnya lagi ya.

34:12Buat teman-teman yang.

34:13Mungkin yang apa?

34:15Yang masih malu-malu.

34:16Terus kita bisa membalik.

34:18Spanyol.

34:19Spanyol udah bener-bener full.

34:2082.

34:21Berat sih.

34:22Berat.

34:23Spanyol.

34:24Spanyol tuh emang-emang.

34:25Paling kuat.

34:26Ya kan.

34:27Stickernya lebih banyak juga.

34:28Cuma ya.

34:29Apa?

34:30Ini menariknya.

34:31Gentrification lah.

34:32Iya.

34:33Saya kan.

34:34Bahasa Spanyol kan juga banyak dipakai.

34:35Banyak digunakan di.

34:36Kayak Latin America.

34:37Enggak sesuai juga.

34:38Latin America.

34:39Gitu kan.

34:40Gini.

34:41Emang.

34:42Salah satu.

34:43Spanyol tuh.

34:44Semacam kayak.

34:45Bahasa kedua di dunia gitu.

34:47Yang pertama Inggris.

34:48Yang kedua Spanyol.

34:49Ketiga paling Perancis.

34:50Karena Perancis juga.

34:51Ya teritori-teritori Perancis di luar Eropa.

34:55Kan ada banyak.

34:57Nonton Dora The Explorer.

35:00Yang versi bahasa Indonesia kan.

35:02Basa sebenernya bahasa Inggris ya.

35:04Kalau versi Dora aslinya.

35:07Itu bahasa Spanyol ini.

35:09Bahasa Spanyol.

35:11Yang sempat disalip ya.

35:13Portugis, Brazil, Korea.

35:15Sama Simply Chinese.

35:17Kita masih nol itu di awal tuh.

35:19Oh iya nol.

35:21Mulai, bener-bener mulai tuh tanggal segini.

35:2325.

35:2425.

35:2525.

35:2625.

35:2725 abil.

35:2825 abil.

35:2925 abil.

35:31Cepet banget.

35:33Iya baru semingguan ya.

35:34Sebulan.

35:35Belum genap.

35:362 minggu lah.

35:372 minggu.

35:382 minggu tuh udah setengah.

35:39Dan sekarang battle neck-nya di reviewer sebenernya.

35:41Iya battle neck di reviewer.

35:43Karena reviewnya cuma kita berempat.

35:45Jadi ya.

35:47Mas Irfan juga.

35:49Mas Irfan juga.

35:51Yang versi sebelumnya saya nge-review.

35:53Merasakan susah capeknya.

35:55Nge-review juga.

35:57Lebih capek nge-review dan nge-slate.

35:59Iya.

36:01Nah jadi ini udah 50%.

36:03Jadi udah setengah ya.

36:05Jadi nanti kita bakalan mulai.

36:07Ngebuka yang.

36:08Jadi kalau kita liatkan.

36:10Di yang isu kita sekarang.

36:12Ya pada yang atas.

36:14Oh iya udah banyak kan.

36:16Jadi kita waktu itu.

36:18Workflow-nya ambil yang.

36:20Awalnya kita mulai ikut yang lama kan.

36:22Jadi awalnya mulai nge-claim di komen dan semacamnya.

36:24Dan semacamnya.

36:26Cuman karena.

36:28Karena banyak entusiasmenya.

36:30Jadi kadang-kadang.

36:32Ada yang kelewat gitu.

36:34Jadi mohon maaf buat yang awal-awal.

36:36Awalnya cuma aku yang nge-balas.

36:38Bener-bener aku yang nge-maintain.

36:40Jadi agak kelewatan.

36:42Dan juga waktu itu masih sibuk ngurusin yang lain.

36:44Jadi agaknya ada kelewatan.

36:46Terus waktu itu mulai dibantuin sama si.

36:48Mas Aidar, Mas Zain.

36:50Mas Rin.

36:52Mungkin ini faktornya juga ada faktor ini ya.

36:54Animu Contributor-nya lebih banyak mungkin ya.

36:56Daripada yang sebelumnya.

36:58Jadi kewalahan juga kalau pakai sistem yang lama assignment.

37:00Jadi awalnya waktu itu kita sempet.

37:02Sempet diskus di.

37:04Waktu itu grup Telegram internal.

37:06Buat adminnya React ID.

37:08Kita mau gimana nih?

37:10Kita mau ganti workflow-nya.

37:12Atau kayak gimana?

37:14Terus kita setuju buat ganti workflow-nya.

37:16Oh itu kan awalnya nge-claim dulu.

37:18Jadi kita yang langsung.

37:20Ini kan langsung apa namanya?

37:22Yang kita nge-track satu-satu.

37:24Cuman kayaknya.

37:26Nggak kayak terlalu capek.

37:28Jadi ya udah kita.

37:30Kita break down.

37:32Kan kalau di GitHub kan sekarang udah bisa.

37:34Jadi kayak isu kan.

37:36Isu jadi bisa dibikin sub-task.

37:38Jadi isu.

37:40Kita bikinnya kayak gini.

37:42Kita bikin jadi kayak gini.

37:44Oh jadi kayak ada board-nya ya.

37:46Sekarang GitHub kan kayak ada jira board-nya.

37:48Benar benar.

37:50Sebenernya ini kita nggak bisa bikin board sih.

37:52Karena ini kan diorganisasinya React.

37:54Walaupun nggak ada board-nya.

37:56Paling nggak ada isu sini.

37:58Lumayan lah. Ini pelajaran.

38:00Dari pengalaman.

38:02Waktu ngerjain warga-bantu warga.

38:04Pita nggak ya?

38:06Oh bisa deh.

38:08Jangan di-check sekarang deh.

38:10Bahaya ya.

38:12Nanti saja.

38:14Hampir semua isu itu sudah ada pull request.

38:16Di sebelah kanan itu udah kelihatan kan.

38:18Ada pull request terkait.

38:20Hampir semua isu sudah dicoba diterjemahkan.

38:22Tapi.

38:24Tidak semua pull request itu bisa kita review.

38:26Sekarang udah 3.

38:28Kalau ada pull request yang mandek.

38:30Kita minta update.

38:32Bisa update kan.

38:34Waktu itu kan kita pengen bikin

38:36lead time-nya 3 hari.

38:383 hari dari di-claim sampai selesai.

38:40Kalau dari 3 hari kita tanya dulu.

38:42Masih ada progressnya atau nggak.

38:44Kalau nggak ada jawaban ya.

38:46Kita buka lagi ke yang lain.

38:48Oke.

38:50Oh.

38:52Kalau ada yang ghosting ya?

38:54Ya kalau ada yang ghosting gitu.

38:56Pertama server alam-alam salah kelakuan.

38:58Udah hype di awal nggak kelar.

39:00Iya betul.

39:02Ya hype di awal nggak kelar itu kayaknya.

39:04Ya hype di awal nggak kelar itu kan.

39:06Ya project-project yang biasanya kayak gitu kan.

39:08Jadi kalau ini kan benar-benar.

39:10Benar-benar continuous dan langsung kan.

39:12Jadi bisa kita lacak juga.

39:14Progressnya kayak gimana.

39:16Jadi ya dengan kayak gitu ya.

39:18Ya dengan kayak itu ya.

39:20Akhirnya kita dapat 50%.

39:22Dan rencananya.

39:24Kita mau bukakan ini yang high priority.

39:26Itu kan yang benar-benar content di dalamnya kan.

39:28Content di dalamnya.

39:30Itu yang kita pengen bikin high priority.

39:32Terus yang medium priority.

39:34Ini yang kayak secondary content.

39:36Yang kayak legacy api.

39:38Legacy api itu kayak yang.

39:40Ya yang.

39:42Kelas komponen.

39:44Kelas komponen, ya clone element.

39:46Blablabla dan semacamnya gitu kan.

39:48Kayak gini lah.

39:50Ini yang kelas nih.

39:52Kelas banyak gitu.

39:54Terus untuk glossary ada nggak.

39:56Supaya sama tata bayangan.

39:58Itu juga tantangan.

40:00Nah itu jadi waktu itu kita sempat bikin di yang lama.

40:02Di yang lama.

40:04Jadi kita punya wiki.

40:06Di projectnya.

40:08Oke.

40:10Ada panduan-panduan jemahan dikit.

40:12Di sini gitu kan.

40:14Tapi panduan-panduan jemahan dikit.

40:16Jadi udah dijelasin gimana.

40:20Mau caranya kontibusi.

40:22Terus kayak.

40:24Lalu draft request.

40:26Dan semacamnya gitu.

40:28Terus kayak ada donk-donk gitu ya.

40:30Kita ini.

40:32Kita ini agak nyontek workflownya.

40:34Warga bantu warga waktu itu.

40:36Karena waktu itu.

40:38Aku sama mas Zarin juga.

40:40Workflownya sama kayak gini.

40:42Jadi yaudah kita coba ikutin aja.

40:44Workflow itu bekerja banget.

40:46Apalagi dengan project yang perbasis komunitas.

40:48Yang asing-konos.

40:50Jadi.

40:52Lagi-lagi gak ada membership resmi di sini.

40:54Yang penting ada pull request.

40:56Itu yang dianggap gitu aja.

40:58Paling-paling cuma aku yang kayak.

41:00Semacam kayak.

41:02Yang awalnya udah di set sebagai "maintainer".

41:04Di org react.js nya.

41:06Tapi aku bisa nge-app remove maintainer juga.

41:10Iya.

41:12Selain itu, di luar itu semua kontributor ya.

41:14Sudah kontributor aja.

41:16Dan gak perlu nunggu design.

41:18Pokoknya pull request yang berbicara gitu aja.

41:20Demokratis kali ya.

41:22Demokratis.

41:24Iya.

41:26Ini juga kayak isu.

41:28Isu yang kayak isu.

41:30Udah ada drop nya tapi no progress.

41:32Ya teman-teman bisa ini aja.

41:34Open mungkin yang lebih berprogress ya.

41:36Kayak kejadian beberapa kali juga.

41:38Kayak gitu.

41:40Ada task yang diambil sama si A.

41:42Kemudian ada si B yang udah bikin kelar.

41:44Kita pilih yang berprogress.

41:46Yang udah siap di review lah.

41:48Enaknya pake draft.

41:50Misalnya ada yang setengah kelar.

41:52Ada yang ngerjain baru setengah jadi.

41:54Nah itu yang ngelanjutin bisa dari situ.

41:56Jadi gak harus dari no lagi.

41:58Jadi bukan cuma assignment.

42:00Gak cuma di lokal kerjaannya.

42:02Tapi udah di push.

42:04Nanti bikin PR baru.

42:06Yang lebih maju aja progress.

42:08Komitnya.

42:10Pull request standing ya bener.

42:12Untuk shot supaya...

42:16Merequest perjuangan.

42:18Jangan jangan jangan.

42:222024 sudah dekat jangan.

42:24Aku takutnya nanti ada logo disini di ujung kanan.

42:28Logo endorse maksudnya mas.

42:30Oh iya iya siap siap.

42:32Sponsor ya.

42:34Katanya bisa selfie sama Adan Abramo.

42:36Itu Anjaros yang bisa menjawab.

42:40Dan Adan?

42:42Paling bisa slide into Dan Abramo's DM.

42:48Buat minta update.

42:50Soal waktu itu kan sempet kita ada blocking.

42:52Karena synchronizationnya gak jalan gitu.

42:56Workflow test sessionnya gak jalan gitu.

42:58Ada workflow yang gak bisa dijelasin.

43:00Jadi waktu itu emang.

43:02Aku harus nge-DM mas Dan.

43:04Buat minta dibenerin.

43:06Udah panggil mas.

43:08Bantuin nanti.

43:10Kalau udah 100% nanti...

43:12Dan Abramo kita undang ke ngobrol di web.

43:14Diundang aja.

43:16Belum tentu dia mau juga.

43:18Supaya...

43:26Supaya kita ngikutin...

43:30Standard penulisannya.

43:32Dokumental seriak dan sebagainya.

43:34Kita bikin juga panduan penulisan universal.

43:36Yang ini juga kita...

43:38Kita ambil dari style guide-nya.

43:42Regis ID waktu itu.

43:44Di sini dapat banyak pelajaran juga sih.

43:46Kalau ternyata ada EAD.

43:48Di situ aku baru...

43:50Waktu diskusi ternyata ada EAD.

43:52EAD Disigil.

43:54Jadi dulu itu kan ada EAD.

43:56Terus di ganti PYB.

43:58Terus sekarang EAD lagi namanya.

44:00EAD ya?

44:02Waktu itu ada EAD versi 4 namanya PWBI.

44:06Panduan Umum Ejen Bahasa Indonesia.

44:08Penyakit orang kita nih.

44:10Bikin akronim baru.

44:12Singkatan baru.

44:14Terus itu tahun 2022.

44:18Diganti lagi.

44:20Jadi EAD.

44:22Ini udah enak nih.

44:24Web-nya bagus.

44:26Web-nya bagus.

44:28Ada on/off light dan dark mode.

44:30Oh iyalah.

44:32Ini kan kerjaannya apa?

44:34Shadow...

44:36Shadow...

44:38Shadow organization.

44:40Keren.

44:42Shadow organization.

44:48Tapi kerjaannya nyata gitu.

44:50Kayak Shadow Dom berarti ya.

44:52Shadow Dom.

44:54Shadow Dom juga bisa di render nyata.

44:56Shadow organization kerjanya nyata.

44:58Nggak kayak organizasi aslinya.

45:00Udah ada tukang nasi goreng abis itu.

45:06Shadow Dom maksudnya ya.

45:10Polymer.

45:12Nah itu kan.

45:16Kalau temen-temen kesempatan nih.

45:18Kalau ada yang mau kontribusi.

45:20Ke repository react langsung loh ya.

45:22Mas Irfan bilang open recruitment.

45:24Buat bantuan review.

45:28Nah ini juga waktu.

45:30Tapi review-nya jangan LGTM-LGTM doang ya.

45:32Bener-bener kita baca satu-satu.

45:36Terus kita ngeliat kayak.

45:38Udah ada edisi gimana juga mas LGTM.

45:40Oh apa tuh?

45:42LGBTM.

45:44Lux Good Bangetumi.

45:46Apaan?

45:48Lux Good Bangetumi.

45:50Apaan?

45:52Nah ini nih ada komen yang cocok nih.

45:54Sebagai pembaca dokumentasi.

45:56Kalau kita ngeliat kalo baca terjemahannya.

45:58Makanya mungkin kebutuhan reviewer.

46:00Di situ ya.

46:02Kan reviewer itu gak nulis.

46:04Kalau kita nulis kan kita fokus.

46:06Kita nulis kita nerjemahin.

46:08Kita fokus di kerjaan nerjemahinnya.

46:10Tapi kalau reviewer kan gak nulis.

46:12Pertama dari sudut pandang.

46:14Pembaca dulu kan.

46:16Berarti itu harus ngebaca dulu.

46:18Dan reviewer-nya harus tentuin.

46:20Bahwa ini udah akurat atau belum.

46:22Betul gitu kayaknya.

46:24Ya jadi kita juga bikinnya ESP itu.

46:26Jadi ya kita.

46:28Karena kan ini dokumentasi rec itu.

46:30Sebenernya ditulis dengan bahasa.

46:32Bahasa pasif ya.

46:34Di dokumentasi itu.

46:36Ditulis dengan bahasa pasif.

46:38Jadi contohnya ya.

46:40Emang kalo kalian liat ya.

46:42Setiap kalimat itu.

46:44Ada menggunakan.

46:46Bahasa pasif.

46:48Bukan bahasa aktif.

46:50Karena ya ditulisnya.

46:52Seakan-akan ya kita.

46:54Sedang mencoba gitu kan.

46:56Oke.

46:58Kalau gak salah juga sempet di.

47:00Sempet dibahas.

47:01Kalau gak salah aku juga sambil research.

47:03Yang lain.

47:04Kalau gak salah di.

47:06Dokumentasinya bahasa prancis.

47:08Dia sempet nyambut kayak gitu di wikinya.

47:10May I practice the tradu...

47:12Oke.

47:13Best practices of translation.

47:15Ya.

47:16Pasif voice. Jadi.

47:18Karena ditulisnya dengan bahasa.

47:20Ditulisnya dengan bahasa prancis.

47:22Jadi.

47:24Dengan bahasa inggris.

47:26Bahasa inggris itu mereka menggunakan.

47:28Banyak sekali bahasa.

47:30Menggunakan passive voice namanya.

47:32Jadi contohnya.

47:34Gitu kan jadi ya.

47:38Bener-bener pasif kan.

47:40Gak penting yang menyesain siapa.

47:42Tapi fokusnya adalah.

47:44React itu sendiri ya.

47:46Di desain seperti ini.

47:48Ya.

47:50Jadi kita juga harus.

47:52Kita juga harus.

47:53Ngikutin juga ya.

47:55Gaya-gaya penulisan di bahasa.

47:57Di bahasa.

47:59Apa nya.

48:00Di bahasa Inggris.

48:01Dokumentasi bahasa Inggris.

48:02Artinya gak.

48:03Gak bener-bener kayak.

48:04Secara.

48:05Blindly.

48:06Nge.

48:07Saya blindly nge-translate gitu.

48:08Kita misalnya.

48:09Masukin Google translate dan semacamnya.

48:10Jadi.

48:12Emang kadang-kadang kita.

48:14Kadang-kadang kita pakai kayak gitu.

48:15Kita pakai kayak semacam Google translate.

48:16Cuman waktu itu kita pakai.

48:17Yang namanya.

48:18Deep L.

48:19Deep L itu.

48:20Lumayan.

48:21Lebih bagus.

48:22Jauh lebih bagus.

48:23Daripada.

48:24Daripada Google translate.

48:25Kita translate.

48:26Paragraf-paragraf.

48:27Sambil kita liat.

48:28Sambil kita.

48:29Terka lagi.

48:30Jadi.

48:31Gak bener-bener.

48:32Translate secara blindly.

48:33Jadi kita bener-bener.

48:34Melihat satu-satu katanya.

48:35Bener atau engga gitu.

48:36Jadi.

48:37Itu bener-bener.

48:38Meticulous work.

48:39Banget sih.

48:40Kalau.

48:41Misalnya kalau aku yang ngerjain.

48:42Translation nya.

48:43Karena ada konteks juga kan.

48:44Iya bener.

48:45Karena aku tau konteks.

48:46Ini contoh.

48:47Contohnya.

48:48Kayak ini.

48:49Kadang-kadang yang.

48:50Yang sering miss dari.

48:51Yang translator.

48:52Kayak.

48:53Deep L.

48:54Atau Google translate.

48:55Itu.

48:56Kata serapan.

48:57Jadi kadang-kadang.

48:58Kata serapan itu.

48:59Kita ada.

49:00Event.

49:01Event yang pasti.

49:02Iya.

49:03Kita ada.

49:04Kita ada pendekatan khusus sih.

49:05Untuk kata serapan.

49:06Itu.

49:07Jadi.

49:08Alternatif pertama itu.

49:09Kita langsung terjemahin.

49:10Ke bahasa Indonesia.

49:11Ini dipake.

49:12Yang emang udah umum digunakan.

49:13Contohnya.

49:14Copy paste kan.

49:15Jadi.

49:16Itu bisa langsung kita translate.

49:17Seperti itu.

49:18Atau mungkin.

49:19Yang.

49:20Kata-kata.

49:21Yang.

49:22Mungkin.

49:23Tidak familiar.

49:24Iya.

49:25Nggak terlalu familiar.

49:26Cuman.

49:27Cuman.

49:28Bagi yang udah tau.

49:29Kata itu.

49:30Ya.

49:31Emang.

49:32Normal.

49:33Contohnya.

49:34Browser.

49:35Senarai.

49:36Senarai.

49:37Senarai.

49:38Senarai.

49:39Senarai.

49:40Ya ampun.

49:41Ini tuh malah.

49:42Ini kayak.

49:43Apa ya.

49:44Sebagai programmer.

49:45Sebagai developer.

49:46Yang berbahasa Indonesia.

49:47Sekalipun.

49:48Dari pertama belajar.

49:49Itu namanya.

49:50Udah RAID.

49:51Dan udah browser.

49:52Sebagai.

49:53Maksudnya.

49:54Sebagai.

49:55Mungkin negara yang.

49:56Kita kan bukan penemuan teknologi ya.

49:57Jadi kita.

49:58Oh.

49:59Bakal lebih banyak.

50:00Eee.

50:01Bakal.

50:02Kindrum.

50:03Lebih banyak.

50:04Pakai istilah serapan.

50:05Nah.

50:06Ini.

50:07Berarti pusing juga nih.

50:08Iya.

50:09Pas baca apa.

50:10Jadi.

50:11Jadi kita.

50:12Jadi kita.

50:13Gimana.

50:14Kayak.

50:15Telepati.

50:16Ke otaknya.

50:17Udah Ivan Lanin gitu.

50:18Gimana.

50:19Gimana.

50:20Apa yang.

50:21Apa yang bakalan.

50:22Apa yang bakalan biar.

50:23Ivan Lanin dulu.

50:24Jadi.

50:25Kalau.

50:26Kalau.

50:27Kalau.

50:28Kalau udah Ivan Lanin.

50:29Sudah bersabda.

50:30Di Twitter.

50:31Nah itu kita ikuti.

50:32Contohnya ya.

50:33Ada berapa lah kita.

50:34Ikuti reference nya.

50:35Pakai.

50:36Pakai tweet nya.

50:37Mas Ivan gitu kan.

50:38Oke.

50:39Nah kalau komunitas.

50:40Kommunitas WordPress gimana.

50:41Waktu.

50:42Translasi.

50:43Ada.

50:44Dia ada tools nya.

50:45Namanya.

50:46Glowpress.

50:47Dimana.

50:48Kita.

50:49Tetap komunitas.

50:50Yang submit untuk translation nya.

50:51Dan kita dari viewer nya.

50:52Jadi.

50:53Semua orang bisa.

50:54Tinggal login.

50:55Dan.

50:56Submit translation.

50:57Yang approve.

50:58Itu.

50:59Disebut.

51:00Apa ya namanya.

51:01Jadi ada.

51:02Editor nya.

51:03Project.

51:04Project translation editor.

51:05Terus ada.

51:06Ada level nya deh.

51:13Saya.

51:14Sempat di GTI.

51:15General translation editor.

51:16Jadi.

51:17Yang submit banyak.

51:18Jadi bisa aja.

51:19Satu string itu.

51:20Atau.

51:21String itu bisa.

51:22Double double.

51:23Translation nya.

51:24Bisa banyak yang translate.

51:25Tetapi kita yang.

51:26Choose yang.

51:27The best nya.

51:28Atau yang sesuai dengan.

51:29Condition nya.

51:30Jadi.

51:38Karena.

51:39WordPress kan.

51:40Release.

51:41Setiap release nya.

51:42Ada trans.

51:43Ada string baru.

51:44Nah string baru itu.

51:45Tetap perlu di.

51:46Translate.

51:47Tetap harus diikutin.

51:48Terus.

51:49Namun tantangan utamanya ya.

51:52Kalo bagi.

51:53Kita itu.

51:54Selain.

51:55Apa yang sudah diceritakan.

51:56Annuncerasi.

51:57Dan temen-temen lainnya.

51:58Tantangan utamanya.

51:59Terus.

52:00Karena kita yang mentranslasi sebuah software.

52:02Software itu dipakai banyak.

52:04Orang.

52:05Kalo ini.

52:06Translate nya kan hanya untuk.

52:08Dokumentasi yang hanya di website.

52:10Sedangkan software itu berbeda.

52:12Contoh yang paling utama adalah error.

52:14Error message.

52:15Kita sempat sampai harus meeting.

52:17Error message itu perlu kita translate apa engga.

52:19Karena ada kekurangannya.

52:23Biar bisa dikuing.

52:24Biar bisa dicari di stack overflow.

52:26Kalo kita translate.

52:27Itu nanti hasil error nya.

52:28Kalo orang cari.

52:30Gak ada hasil apa-apa.

52:32Dan itu.

52:33Mereka gak dapat solusi.

52:35Contohnya.

52:36Oke betul betul.

52:38Jadi itu ada masalah sempat.

52:40Jadi.

52:42Kita ambil jalan tengah.

52:44Kalo translation nya.

52:45Misalnya hasil error nya itu beneran.

52:47Umum.

52:48Dan ada.

52:50Panduannya selanjutnya mau kemana.

52:52Kita translate.

52:53Tetapi kalo dia lebih technical.

52:55Misalnya.

52:56Misalnya fatal error because of.

52:58Memory exhaustion.

52:59Misalnya.

53:00Kita gak translate.

53:01Jadi mereka bisa.

53:02Ingatan bolah.

53:04Tempel.

53:05Di google.

53:06Dan.

53:07Mereka mendapat hasilnya.

53:09Jadi.

53:10Maksa kita translate memory exhaustion.

53:11Jadinya apa gitu.

53:13Contohnya.

53:14Cepetan ingatan.

53:15Cepetan ingatan.

53:17Mungkin aneh lelah.

53:19Lelah ingatan.

53:20Mungkin aneh lelah.

53:22Sama sih.

53:23Hari ini juga di Riat ada tantangan.

53:26Misal.

53:27Remove.

53:28Children from parent.

53:29Mencabut.

53:30Dan keluar nya.

53:31Ini besar-besar.

53:32Ini sebenarnya yang kita bikin.

53:34Banyak.

53:36Banyak banget tantangan.

53:38Banyak banget tantangan.

53:40Untuk translate itu.

53:41Karena semua bisa secara harafia.

53:43Ditranslate.

53:44Ini sebenernya.

53:46Kebiasaan aja sebenernya.

53:47Karena.

53:48Mencabut anak-anak.

53:49Dari orang tuanya itu kan.

53:51Sesuatu yang lucu kalo kita denger.

53:52Di bahasa Indonesia.

53:53Tapi.

53:54Bayangkan kita jadi orang Inggris.

53:55Atau orang Amerika atau mana.

53:56Yang berbahasa Inggris.

53:57Kita denger.

53:58Remove children from parent.

53:59Itu juga sama-sama.

54:00Diadapnya juga sebenernya.

54:01Bener bener bener.

54:02Tapi.

54:03Itu kan privilege.

54:04Sebagai penemu teknologi.

54:05Iya.

54:06Tapi istilah.

54:07Istilah jadi.

54:08Iya.

54:09Bahasa internasional.

54:10Yang dari pertama.

54:11Mengkonsep.

54:12Kayak.

54:13Itu kan konsep.

54:14Kiasan ya.

54:15Kiasan anak itu kiasan.

54:16Ya.

54:17Mencabut itu kiasan.

54:18Analogi.

54:19Nah.

54:20Iya kan.

54:22Terima kasih banyak.

54:23Sama-sama.

54:24Karena dari awal ditemukan dalam bahasa itu.

54:25Iya sih.

54:26Tapi seandainya kita yang menemukan dulu.

54:27Kita juga akan pakai bahasa kita kan.

54:28Lalu bahasa kita pun juga akan jadi gitu.

54:29Iya.

54:30Jadi.

54:31Ujung-ujung akan sama saja gitu.

54:32Jadi bayangkan orang yang gak tau react.

54:33Orang yang.

54:34Gak tau teknologi.

54:35Dia tau-tau googling.

54:36Dapat nemu.

54:37Dia buka chat GPT.

54:38Dikasih referensi ke.

54:39How to remove children from parent.

54:40Iya.

54:41Wow.

54:42Gak setahun.

54:43Pakai use effect.

54:44Gitu kan.

54:45Itu sebenernya juga.

54:46Sama-sama kanan sama.

54:47Jadi sebenernya lagi-lagi masalah kebiasaan juga.

54:50Karena bahasa berkembang.

54:51Seiring dengan berjalannya.

54:52Waktu dan kebudayaan.

54:53Jadi.

54:54Saya sempat sharing di private chat itu ada.

54:55Itu ada paper saya dulu.

54:5610 tahun yang lalu.

54:5715 tahun yang lalu.

54:58Jadi tahun itu saya sudah pakai simpul.

54:59Sudah pakai kata pohon.

55:00Cabang dan sebagainya.

55:01Jadi sebenernya.

55:02Kalo dibilang.

55:03Aneh dong saya.

55:04Saya aneh denger tree jadi pohon gitu.

55:05Ya itu aneh karena.

55:06Belum terbiasa.

55:07Jarang kedengeran aja.

55:08Belum.

55:09Iya.

55:10Sebenernya.

55:11Menurut saya.

55:12Tahun 2009 sudah.

55:17Nulis.

55:18Dengan bahsanya.

55:19Sekarang masih terbiasa.

55:20Udah terbiasa.

55:21Jadi.

55:22Makanya disini ada pendekatan kedua tadi.

55:23Di penyedekatan terjemahan kita.

55:24Jadi.

55:25Kalo ada kata baru.

55:26Yang menurut kita orang-orang itu.

55:27Belum kenal.

55:28Nah kita.

55:29Kita pernah kenalan disitu.

55:30Tapi.

55:31Dengan harapan.

55:32Ini akan jadi kata-kata yang.

55:33Seperti salin.

55:34Tempel dan sebagainya.

55:35Unduh.

55:36Unggar itu kan.

55:37Haral yang.

55:38Mungkin 5 tahun yang lalu.

55:39Baru.

55:40Tapi sekarang.

55:41Kita mulai.

55:42Dipload.

55:43Udah.

55:44Udah.

55:45Tapi kan.

55:46Itu putusan juga ya.

55:47Kita.

55:48Maksudnya editorial decision juga gak sih.

55:49Kayak tadi di paper itu pun.

55:50Algoritma.

55:51Branch and bound.

55:52Jadi kayak.

55:53Branch and bound itu udah.

55:54Udah.

55:55Terlalu identik.

55:56Dengan satu konsep itu.

55:57Jadi kayak.

55:58Idahlah.

55:59Gausah.

56:00Diterjemahin.

56:01Kayak.

56:02Kayak.

56:03Kalo di.

56:04Dokumentasi.

56:05Oh gitu.

56:06Merah.

56:07Karena itu merek algoritmanya.

56:08Itu namanya.

56:09Istilah.

56:10Karena kan hook itu bener-bener istilahnya.

56:11Yang dibuat react.

56:12Jadi contohnya kita ada di bagian sini nih.

56:13Di bagian bawahnya yang.

56:14Jadi yang.

56:15Ada beberapa.

56:16Ada beberapa.

56:17Kata serapan yang.

56:18Ya udah gak kita translate.

56:19Contohnya kan.

56:20Server side rendering.

56:21Sama server side generator kan.

56:22Bener-bener.

56:23Istilah.

56:24Istilah yang dipake sering.

56:25Di react gitu kan.

56:26Mempel sama.

56:27Dan kadang-kadang.

56:28Iya.

56:29Kadang-kadang.

56:30Straight mode juga.

56:31Kadang-kadang kan juga itu.

56:32Kayak marketing term juga kan.

56:33Di dalam.

56:34Di dalam.

56:35Maksudnya.

56:36Di dalam.

56:37Di dalam.

56:38Kayak marketing term juga kan.

56:40Di dalam react itu sendiri.

56:41Contohnya kayak.

56:42Serverless itu kan sebenarnya.

56:43Kayak.

56:44Kedengerannya kayak marketing term banget kan.

56:46Kalo kalian.

56:47Kalo kalian.

56:48Kayak mikir-mikir.

56:49Memang marketing sih itu.

56:50Karena gak mungkin.

56:51Gak ada server juga kan.

56:52Iya.

56:53Iya makanya.

56:54Tauan.

56:55Ya kayak wireless lah.

56:56Ada wirelessnya.

56:57Tapi somewhere else.

56:58Lebih sedikit server.

56:59Lebih sedikit server betul ya.

57:01Lebih sedikit.

57:02Less.

57:03Less server ya.

57:04Iya.

57:05Bukan gak ada.

57:06Tapi sedikit aja.

57:07Gak ada.

57:08Ya.

57:09Kalo emang.

57:10Term-term kayak gitu.

57:11Yang kayak serverless.

57:12Gitu.

57:13Static site generator.

57:14Server site rendering.

57:15Itu kita.

57:16Gak.

57:17Gak translate.

57:18Karena kan emang.

57:19Ya itu emang.

57:20Specifik.

57:21Terhadap teknologinya.

57:22Iya.

57:23Saya tuh sampe sekarang.

57:24Masih ada sempat dulu.

57:25Masih inget.

57:26Kayak.

57:27Drop down.

57:28Drop down tuh bahasa Indonesia nya apa ya.

57:30Tuh.

57:31Kalo dulu saya.

57:32Iya kan.

57:33Sempat.

57:34Tarik ulur.

57:35Tapi tarik ulur juga.

57:36Gimana gitu.

57:37Utai tambang dong.

57:38Bener.

57:39Di pencet terus tarik ulur kan ininya.

57:44Kayak anyway.

57:45Itu juga sus.

57:46Itu lah.

57:47Mirip kayak upload download kan akhirnya diterjemahin dulu kan.

57:52Upload download diterjemahin dulu sama.

57:54Iya.

57:55Makanya kita pake yang baru itu.

57:57Kita gak diterjemahin ke atas.

57:59Apa tuh.

58:00Upload.

58:01Atas.

58:02Kenapa juga.

58:03Konsepnya naikin turunin.

58:06Kalo masa aku juga kayak gitu.

58:07Di zaman.

58:08Aku pernah.

58:09Apa namanya.

58:10Aku pernah iseng-iseng.

58:11Ngeganti.

58:12Bahasanya.

58:13Google Chrome.

58:14Dari bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.

58:15Terus aku nemu.

58:16Kayak serta.

58:17Oh.

58:18Alin.

58:19Tempel.

58:20Unduh.

58:21Unggah.

58:22Atau.

58:23Waktu itu.

58:24Andu kalo gak salah.

58:25Urung.

58:26Urung.

58:27Oh cancel.

58:28Oh.

58:29Urung cancel.

58:30Iya urutu cancel.

58:31Betul betul.

58:32Iya kita kan.

58:33Yang selalu lihat kita.

58:34Kalo misalnya kita bandingin sama.

58:37Apa.

58:38Negara tetangga ya.

58:39Kayak di Malaysia.

58:40Orang sana.

58:41Itu udah melakuin hal yang sama.

58:43Cuma di luar teknologi ya.

58:45Kayak di sehari-hari juga kan.

58:46Mereka dengan santainya.

58:47Misalnya postcode.

58:48Code post kan.

58:49Postcode.

58:50Kayak bahasa Inggris.

58:51Tapi ejaannya jadi POS.

58:54Ya saya.

58:55Malaysia tuh setelah aku.

58:56Emang banyak banget.

58:57Katanya ada di bahasa Inggris.

58:58Kayak card gitu kan.

58:59Card 2.

59:00Kalo kita kan mencoba card 2.

59:02Kalo di sana bandinginnya card doang.

59:03Card doang.

59:04K-A-D.

59:05Iya k-A-D.

59:06K-A-D k-A-D.

59:07Mereka pake R maksudnya.

59:08Iya.

59:09Iya.

59:10Card.

59:11Kan itu mantan jajikan Inggris soalnya.

59:12Card.

59:13Iya.

59:14Saya share.

59:15Dan bahasa.

59:16Bahasa kan berkembang kan.

59:17Saya share link juga gitu.

59:18Sekarang bahkan Kepo pun.

59:19Sudah masuk ke bahasa Indonesia.

59:20Waduh.

59:21Kepo alay ya.

59:22Alay.

59:23Alay udah masuk ya.

59:24Kepo juga.

59:25Kepo juga udah masuk.

59:26Kepo.

59:27Kepo juga udah masuk.

59:30Sekarang bisa ngatain.

59:31Ngatain orang alay nih sekarang soalnya udah fix.

59:34Kan biasanya KBP itu kan dia juga gak fix banget kan.

59:39Gak status.

59:40Gak status.

59:41Dia berubah sewaktu-waktu.

59:42Iya.

59:43Sama kayak ya kamus-kamus di bahasa-bahasa yang lain.

59:47Kayak kalo di Amerika kan ada.

59:49Kalo di bahasa Inggris Amerika kan ada Webster.

59:51Kalo di British English kan ada Oxford gitu kan.

59:54Iya.

59:55Webster Oxford.

59:57Webster Oxford itu mereka pasti berubah sejaman gitu kan.

1:00:03Kalo banyak yang pake dan udah disepakati artinya ya udah diadopsi lah.

1:00:08Sebetulnya ya kalo dibalikin ke teknologi React ini ya udah.

1:00:12Itu kan berarti secara gak langsung komunitas React ID ini jadi kayak trendsetter lah.

1:00:17Buat apa?

1:00:18Buat konteks buat scope si React ini kan.

1:00:21Deploy ya udah deploy aja.

1:00:23Event-event aja.

1:00:24Hook-hook aja.

1:00:25Tapi kalo error galat.

1:00:27Galat.

1:00:28Tadi Mas Sivan tadi bilang.

1:00:30Berarti bisa jadi gerakan lah.

1:00:32Deploy apa tadi?

1:00:33Galar.

1:00:34Oh.

1:00:35Sivan lucur ya.

1:00:36Lucur kan.

1:00:37Deploy.

1:00:38Launch.

1:00:39Launcher on launch.

1:00:40Launch.

1:00:41Publish ya launch ya.

1:00:42Jadi kan sebenernya kita banyak upaya yang sifatnya ke bahasa Indonesia ya sebenernya.

1:00:47Oh iya.

1:00:48Jadi.

1:00:49Harapannya sih Gold Serum ini bisa dibawa ke tempat lain.

1:00:53Aku liat aku screenshot juga nih.

1:00:54Ini aku.

1:00:55Ini kita ada kayak discussion thread yang isinya cuma ngebahas-ngebahas ya ini.

1:01:02Kita pake mana gitu kan.

1:01:04Kayak error galat gitu kan.

1:01:05Kita ngediscuss ini doang.

1:01:07Di thread ini satu thread panjang ini kita discuss itu doang.

1:01:11Contohnya yang kayak gini.

1:01:13Terus kayak yang gitu.

1:01:15Terus banyak lah.

1:01:16Jadi ini juga.

1:01:17Harapannya begitu ini sudah jadi mungkin bisa dibawa juga ke project lain.

1:01:21Kalau dari.

1:01:22Iya bener.

1:01:23Jadi kita di Community Slot Place.

1:01:25Dari hasil diskusi ini kita bikin sebuah spreadsheet yang Glossarium kita.

1:01:30Jadi nanti ada anak yang baru yang apa member baru yang munculin.

1:01:35Pake Glossarium.

1:01:37Jadi sebelum mikir-mikir yang kejauhan.

1:01:40Pake yang sudah kita spakati sebelumnya.

1:01:42Kalau memang itu diroba.

1:01:44Kita diskusi lagi.

1:01:45Basterumnya publik gak mas?

1:01:47Bisa diakses gak?

1:01:48Bisa.

1:01:49Bisa kita contak.

1:01:50Bisa kita contak gitu.

1:01:51Jangan menggelar di hari Jumat.

1:01:53Jangan diplok di hari Jumat.

1:01:55Jangan menggelar.

1:01:56Kelar sejadah mas.

1:01:57Simatan mas.

1:01:59Ah itu menggelar sejadah.

1:02:01Ya.

1:02:02Langsung diproduksi.

1:02:04Langsung diproduksi.

1:02:06Gelar ke produksi.

1:02:08Gelar ke produksi.

1:02:10Memuji diproduksi.

1:02:11Development pengembangan.

1:02:13Production produksi.

1:02:15Staging.

1:02:16Staging.

1:02:17Panggung.

1:02:18Panggung.

1:02:19Panggung.

1:02:20Jadi menguji di panggung.

1:02:22Jangan diproduksi.

1:02:23Backstage.

1:02:24Backstage kan di belakang panggung.

1:02:25Gelar ke panggung dulu.

1:02:26Gelar ke panggung dulu ya.

1:02:28Ya.

1:02:29Tapi.

1:02:31Setuju nih dengan link yang dikasih Resy.

1:02:34Translasi itu tidak harus secara harfiah diterima secara ini kan.

1:02:39Kalau misalkan tadi kayak children atau anak gitu kan.

1:02:42Kita bisa tambahin kan komponen anak misalkan.

1:02:45Jadi lebih jelas kan.

1:02:46Lebih ada konteksnya.

1:02:47Nah contohnya itu yang kayak lokalizasinya.

1:02:50Kalau menurut aku sih lokalizasinya website Apple Indonesia tuh lokalizasinya paling bagus.

1:02:56Kayak nggak literal tapi kayak.

1:03:00Ya maknanya.

1:03:01Ya maknanya nangkep gitu.

1:03:03Ya.

1:03:04Kita butuh alibahasa sih.

1:03:06Banyak kan yang translasi buku terus juga film subtitlenya juga itu kan tidak terjemahan.

1:03:13Kata per kata kan.

1:03:14Ya.

1:03:15Nah cuma kan kalau teknis agak beda.

1:03:18Maksudnya pendekatannya sedikit beda sama ya perusahaan atau puisi.

1:03:24Ya.

1:03:26Ya panjang emang.

1:03:28Oke.

1:03:29Nah target berikutnya kalau ini selesai.

1:03:31Kalau ini belum selesai target berikutnya.

1:03:32Perjemahin MDN.

1:03:34Wih.

1:03:36Jauh lebih banyak lagi tuh MDN.

1:03:38Kalau ini selesai makanya selesain dulu.

1:03:40Ini kalau kayak aja belum selesai kita udah ngide.

1:03:43Iya.

1:03:45Ya sandok loper kan kayak gitu ya.

1:03:47Baru bikin loper.

1:03:49Ini ada yang ngingetin kan tadi kan.

1:03:52Alon-alon yang penting selesai.

1:03:54Jangan hype ya.

1:03:55Jangan hype ya.

1:03:56Selesain dulu.

1:03:57Baru melirik yang lain.

1:03:59Oke.

1:04:00Mungkin kita cukupan dulu pertanyaan seputar apa.

1:04:03Dokumentasi.

1:04:05Saya pengen tau nih.

1:04:06Pengen update lah.

1:04:07Pengen update.

1:04:08Di dunia react ini sekarang lagi ada hal-hal.

1:04:12Ada apa?

1:04:14Bagi banyak apa nih?

1:04:16Apa hype-nya nih?

1:04:17Kalau aku mah masih abon ya.

1:04:21Apa tuh?

1:04:22Kalau nggak salah ada tweet aku yang dulu yang viral.

1:04:25Karena kalau nggak salah abon.

1:04:28Waktu itu aku bikin singkatan.

1:04:30Always bet on next bet.

1:04:32Hmm.

1:04:33Always bet.

1:04:34Kayaknya resonate dengan banyak orang di circle web definition.

1:04:40Jadi itu pasti kepake.

1:04:42Itu istilah abon.

1:04:44Tapi kayak next jazz itu makin kesini tuh kayak bener-bener makin mantep sih.

1:04:49Kayak awalnya kan mereka sempet mau pivot ke static.

1:04:53Cuman agak gagal gitu.

1:04:55Jadi hanya ya.

1:04:57Pivot ke static gagal.

1:04:58Terus akhirnya mulai main-main di serverless.

1:05:02Terus setelah react server component.

1:05:06Dia mulai banyak berkecimpung di ya itu kayak progressive enhancement dan semacamnya.

1:05:12Yang awalnya waktu itu diploporin sama remix.

1:05:15Oke.

1:05:16Jadi waktu itu emang next jazz dia ngambil beberapa ide dari remix.

1:05:20Dan akhirnya dituangkan di yang app router itu.

1:05:25Jadi cukup buka docsnya next jazz.

1:05:27Kalau nggak salah docsnya next jazz itu juga baru.

1:05:29Jadi kayak app router itu bener-bener ini.

1:05:32Kayak bener-bener mengubah cara kerjanya.

1:05:35Bener-bener dari belakang ke depan dari server ke client.

1:05:39Dan semuanya itu berkat di react server component itu.

1:05:41Dan kalau nggak salah mas Haider kayaknya bisa jelasin deh.

1:05:44Yang ada fitur baru di next jazz 13.4.

1:05:48Titik 4 itu ya yang baru minggu, baru 4 hari lalu itu.

1:05:52Yang namanya server actions.

1:05:54Server actions itu kayak remix form on steroids.

1:05:58Coba jelasin mas Haider.

1:06:00Waduh mas saya mau jelasin.

1:06:02Itu harus di share screen aja kali ya.

1:06:04Langsung lower room.

1:06:07Aku cari nih, aku cari.

1:06:09Server actions, nah ini nih.

1:06:11Jadi next ini lebih banyak inovasi ya.

1:06:14Lebih banyak inovasi ya.

1:06:16Keren banyak.

1:06:17Yang ada reversal juga.

1:06:19Kayaknya baru beberapa bulan yang lalu 12.

1:06:21Tiba-tiba udah 13 aja nggak ngerti deh.

1:06:23Jadi server actions itu kayak kita bisa bikin function di dalam component kita.

1:06:28Yang jalannya di server.

1:06:30Jadi contohnya kita mau bikin form.

1:06:34Buat nge-add item to cart.

1:06:36Jadi biasanya kan kalau cara react yang lama itu kita.

1:06:41Ya udah kita bikin form tapi nggak ada action, nggak ada action, nggak ada methodnya.

1:06:47Jadi kita langsung masukin aja itu.

1:06:49Everything handled di java screen.

1:06:52Ya di client.

1:06:53Nah itu kan nggak forest of enhancement.

1:06:55Yang padahal kalau kita buka di, apa namanya, kalau dibuka di form element.

1:07:01Kita buka dokumentasinya si NBN.

1:07:05Udah ada natifnya.

1:07:08Ya jadi natifnya kan ada.

1:07:10Kayak ada action.

1:07:11Action ini kayak endpoint API-nya.

1:07:14Terus methodnya apa, get.

1:07:16Terus ini, terus nanti kalau kita submit.

1:07:18Jadi tanpa ada.

1:07:20Keirim datanya.

1:07:22Nah kan kalau yang sekarang kan kita kan udah terlalu sering di client.

1:07:26Jadi ya ya udah.

1:07:28Prevent default dulu.

1:07:30Melawan kodrat web.

1:07:32Melawan kodrat web.

1:07:34Ya makanya kalau semuanya, kalau misalnya ada user yang for some reason nggak bisa nge-load JavaScript-nya.

1:07:42Ya itu nggak jalan formnya.

1:07:44Nah jadi waktu itu awalnya emang dipelopori sama remix.

1:07:49Ya ini baru remix banget nih.

1:07:52Orang remix sebel kayak.

1:07:54Emang udah sebel deh dulu orang remix tuh kayak.

1:07:59One off ya.

1:08:01Buat para pengguna remix dan para peminat remix.

1:08:06Orang remix tuh kayak.

1:08:08Community leader-nya tuh suka ngajak reboot kalau di Twitter.

1:08:11Aku nggak tahu kenapa.

1:08:13Oh biar menarik kan.

1:08:14Lihat-lihat drama nggak ko, kemarin sampai orang-orangnya ada salah satu yang tutup akun kan.

1:08:19Ada salah satu yang iya ada salah satu.

1:08:21Ada ada.

1:08:22Gitu yang ya remix itu yang iya.

1:08:24Mungkin kodratnya manusia ya suka berkelah ya.

1:08:30Bukan tutup akun pindah ke blue code kali.

1:08:37Blue code.

1:08:39Malas ah di Twitter lagi, blue code aja.

1:08:41Blue sky.

1:08:43Ya tapi mungkin lebih enak.

1:08:45Iya bener.

1:08:46Jadi kalau di remix kan dia kayak gini.

1:08:48Eh nah jadi kayak ada form kan.

1:08:50Ada form.

1:08:51Ya udah.

1:08:52Ini bener-bener.

1:08:53Dari home patches ya.

1:08:54Actual native form element kan.

1:08:56Jadi method post action ini.

1:08:58Terus kita bisa bikin langsung action-nya di halamannya.

1:09:01Jadi kita bisa bikin action yang sebenarnya jalanin di endpoint yang sama.

1:09:07Cuman dia bener-bener progressive enhance ini jalan di server.

1:09:12Dia bikin endpoint untuk submit ke formnya sendiri.

1:09:16Jadi kalau kita kalau nggak ada JS pun ini formnya masih jalan.

1:09:21Dan kalau masih ada JS.

1:09:24Tetap jalan juga.

1:09:26Tapi ya dengan interactivitas yang disediakan secara additional.

1:09:32Bukan compulsory dari si JavaScript ini.

1:09:35Oke.

1:09:36Gitu.

1:09:37Nah ini awalnya plot point-nya memang remix.

1:09:40Tapi kan emang karena.

1:09:42Sekarang remix JS ada juga.

1:09:44Yang merit.

1:09:45Jadi ya itu.

1:09:46Sebenarnya kan ya.

1:09:48Sebenarnya ya sebanyak-banyaknya framework yang kita ini.

1:09:53Yang sebanyak banyak framework yang muncul setiap minggu.

1:09:56Itu sebenarnya.

1:09:57Ya emang ya paling cuma beda dikit bikin framework baru.

1:10:01Beda dikit bikin framework baru.

1:10:02Tapi ya sebenarnya.

1:10:03Lama-kelamaan akan kelihatan yang mana pattern yang sebenarnya lebih di prefer.

1:10:11Padahalnya akan akan konfor game juga.

1:10:13Semuanya akan konfor juga.

1:10:14Jadi.

1:10:15Kalau kita kalau kita bisa buka pain.net gitu kan.

1:10:19Sambil kita buka pain.net.

1:10:22Sebenarnya kayak gitu.

1:10:23Jadi yang sebenarnya kita awalnya.

1:10:26Contohnya.

1:10:36Contohnya jQuery kan.

1:10:37JQuery gitu.

1:10:38JQuery.

1:10:39Awalnya kan ya.

1:10:40Orang banyak di jQuery mainnya kayak gitu.

1:10:42Mainnya ya.

1:10:43JQuery doang.

1:10:44Terus nanti.

1:10:45Kita mulai kayak banyak yang converge nih.

1:10:46Kayak.

1:10:47Sini misalnya angular.

1:10:48Sini misalnya react.

1:10:49Sini misalnya view.

1:10:50Sini misalnya kesana.

1:10:51Gitu kan.

1:10:52Dan terus di misalnya di bagian react.

1:10:56Ada lagi kresapnya.

1:10:57Contohnya.

1:10:58Nah kita bikin jadi lebih kecil ya.

1:11:01Itu diverse berarti.

1:11:02Bukan konfor.

1:11:03Iya.

1:11:04Awalnya kan memang diverge.

1:11:05Jadi awalnya.

1:11:06Awalnya disitu kita diverge dulu.

1:11:09Karena.

1:11:10Ya kita bilang lah ini awal tahun 2010an lah.

1:11:16Karena waktu itu web lagi naik daunnya.

1:11:19Jadi orang masih pada nyari jati diri gitu lah.

1:11:21Jadi.

1:11:22Jadi para developer ini masih nyari jati diri.

1:11:25Sebenernya.

1:11:26Cara bagus untuk.

1:11:27Untuk di webnya kayak gimana.

1:11:28Karena kan.

1:11:29Web ini kan juga awalnya baru berkembang setelah.

1:11:32Ya awalnya.

1:11:33Awalnya dulu itu emang.

1:11:36Dulu.

1:11:37App native itu.

1:11:38Banyak.

1:11:39Memegang monopoly.

1:11:40Contohnya ya.

1:11:41Karena.

1:11:42Sempet.

1:11:43Dari sebelum ini tuh.

1:11:45Kayak.

1:11:46Sempet di.

1:11:47Petahan.

1:11:48Kayak disempet ditahan.

1:11:49Sama.

1:11:50Inter Explorer yang jarang update.

1:11:52Dan semacamnya.

1:11:53Jadi.

1:11:54Supaya.

1:11:55App native itu berjaya.

1:11:56Jadi awalnya mulai dari jQuery.

1:11:58Terus.

1:11:59Mulai diver.

1:12:00Contohnya disini bagian angular.

1:12:01Disini bagian view.

1:12:02Reacts.

1:12:03Spell gitu lah.

1:12:04Terus dari react lagi bercabang lagi.

1:12:06Contohnya ini.

1:12:07Next.js.

1:12:08Gatsby.

1:12:09Dan semacamnya.

1:12:10Create backup gini.

1:12:11Tapi nanti.

1:12:12Lama ke lamaan.

1:12:13Contohnya ada yang misalnya kita coba.

1:12:18Diversi gak berjaya.

1:12:20Jadi mereka akan mati.

1:12:21Tapi nanti ke lama-lamaan.

1:12:22Akan muncul.

1:12:23Di mana.

1:12:24Yang patternnya mirip-mirip.

1:12:25Dan mulai kayak setuju-setuju.

1:12:27Bahwa ya.

1:12:28Ya.

1:12:29This is.

1:12:30Kayak the better.

1:12:31The better way gitu.

1:12:32Jadi akhirnya.

1:12:33Lama ke lamaan akan.

1:12:34Diver juga disitu.

1:12:35Meskipun.

1:12:36Mungkin.

1:12:37Ya meskipun.

1:12:38Kayak.

1:12:39Ada beberapa yang.

1:12:40Misalnya.

1:12:41Ya ada flavor nya sendiri.

1:12:42Contohnya kayak.

1:12:43Kayak react.

1:12:44Next.

1:12:45Reacts.

1:12:46View.

1:12:47Tapi tetap dalam lane yang sama.

1:12:53Tetap di lane yang sama kayak gini.

1:12:56Jadi eksperimen-eksperimen yang kita lakukan di awal-awal tahun 2004 ini sebenarnya ya bukan sia-sia juga.

1:13:06Karena ujung-ujungnya akan ada pattern-pattern yang disetujui.

1:13:11Cross-framework, cross-library dan semacamnya. Karena kadang-kadang kita harus ngambil yang dari yang lama.

1:13:19Tapi ya, if it makes sense, then it makes sense.

1:13:22Jadi contohnya ya, ya progressive enhancement yang dilakukan sama remix,

1:13:27sama yang dilakukan sama server action di Next.js.

1:13:31Jadi sebenarnya mirip kayak itu juga ya.

1:13:35Perkembangan web dari sisi web teknologi dan web API nya sendiri kan sebelumnya processor dan punya masing-masing jalannya EA punya sendiri,

1:13:44Firefox punya sendiri, segala macam, Netscape punya sendiri, dan akhirnya karena Safari juga punya sendiri.

1:13:50Stream one dalam bentuk standar karena semua kusing.

1:13:54Cuma kan dilihat dari apa tadi, diverse dan converse itu kan makin kesini.

1:14:00Makin dekat dengan standar-standar web itu, ya bisa dibilang makin aman lah ya.

1:14:05Kayak misalnya contohnya form, behavior form itu kan udah ada dari dulu, ekspektasinya ada beberapa input field.

1:14:12Ada tombol submit yang kalau diklik melakukan suatu action, ya ngirim data itu somewhere, submit.

1:14:20Terus behavior-nya juga misalnya kalau di enter itu otomatis umumnya ada ekspektasi ke submit.

1:14:27Itu kan hal yang udah ada bertahun-tahun, jadi kayak itu aman lah.

1:14:32Jadi sering-sering, sering-sering nonton acara ini biar kita tahu apa yang terbaru di teknologi web ya kan.

1:14:40Semakin mendekat ke standar web justru ya.

1:14:43Ya kan akhirnya, ya itu yang akhirnya muncul itu kan standarisasi kan.

1:14:48Jadi, dulu yang awalnya JavaScript itu yang awalnya karena awalnya JavaScript yang dibikinnya buru-buru kan kurang dari satu bulan.

1:14:57Dan akhirnya, kelamaan-kelamaan, di standarisasi kan, ya ada IS 2015, IS 2016, dan seterusnya.

1:15:04Di tempat lain juga, kalau di browser engine kan ya dulu awalnya browser engine yang satu, ya eksperimen dengan hal-hal yang lain.

1:15:15Ini contoh paling menarik sih, tahu nggak sebenarnya penemuan CSS Grid itu, siapa?

1:15:25Atau browser apa ya? Yang pertama kali mengeplopor internet explorer.

1:15:27Microsoft?

1:15:29Iya, sebenarnya internet explorer.

1:15:31Believe it or not, pelopornya CSS Grid itu internet explorer.

1:15:37Tapi ya awalnya, awalnya emang dimulai dari internet explorer.

1:15:41Terus kayak standarisasi body-nya ngeliat, wah ini menarik gitu.

1:15:46Emang butuh, itu slotnya yang dibutuhin.

1:15:48Ya itu slotnya yang dibutuhin.

1:15:50Jadi, oke kita ambil, cuman kayaknya standarnya internet explorer ini agak, agak gimana itu?

1:15:57Jadi ya udah, oke kita ambil lagi, kita modify, kita perfecting.

1:16:01Jadi dengan, akhirnya jadi ya CSS Grid yang sekarang kita tahu ini.

1:16:05Cuman sayangnya karena internet explorer waktu itu emang karena release cycle-nya yang ngikutin Windows.

1:16:11Jadi nggak bisa nge-update, nggak bisa nge-update dengan cepet gitu kan.

1:16:15Belum di-couple ya, antara operation system dan browser-nya.

1:16:19Jadi ya waktu itu memang internet explorer masih stuck ke spec Grid yang lama.

1:16:25Dan ini juga sih, jadinya sekarang kita di-drive sama web standar jadinya, kalau menurutku ya.

1:16:35Karena kalau kita lihat ya, Next.js, Remix, ya ujung-ujungnya, baseline-nya ya web standar.

1:16:40Kayak misal Remix dan Next nggak bakalan bisa berjalan lebih baik ketika nggak ada history API dari web.

1:16:46Iya kan? Sekarang kayak gitu.

1:16:48Dan ya udah, jadi lebih bagus jadinya karena ada baseline standar yang kita pakai.

1:16:53Kalau ada kitab lah, biar orang-orang nggak tersesat di atasnya kan.

1:16:56Sehingga framework, library, jadi complementary aja kayak pelengkap buat bikin sesuatu yang lebih interactive lagi.

1:17:03Namun perlu diketahui, orang-orang yang untuk menyusun web standar dan konsertium itu.

1:17:08Ya orang-orang framework dan orang-orang browser ini juga.

1:17:11Semuanya berkontribusi untuk membuat web standar.

1:17:17Terus ini juga ya bikin, maksudnya daripada kepisah, kalau kepisah fragmented malah lebih berisiko nggak sih?

1:17:23Karena nanti satu maunya kesini, satu maunya kesalah, nggak bisa dipakai juga.

1:17:28Jadi ya udah emang ecosystem-nya.

1:17:30Sekarang browser itu lagi kejar-kejaran, makanya ada intro.

1:17:33Iya makanya.

1:17:35Web standarnya cepat, implementasinya belum.

1:17:38Browser engine misalnya, seru juga sekarang kayak Chrome udah mau, hampir di segala hal udah Chrome-based banget ya semuanya.

1:17:46Gak sih, Apple mulai bangkit lagi di web.

1:17:50Kalau masa ada sempet.

1:17:52Udah mulai ngerekrut orang buat fokus di browser engine-nya Safari.

1:17:56Jauh ini di intro masih menang sih Safari.

1:17:59Safari masih mengejar cukup.

1:18:02Awalnya Safari itu sebenarnya kayak agak ketinggalan karena kesan-kesannya emang kayak dimatisurikin sama Apple.

1:18:13Jadi kayak Apple itu kayak mengulang kesalahannya, Apple itu mengulang kesalahannya Microsoft zaman dulu dengan Internet Explorer.

1:18:23Jadi Safari itu semacam dimatisurikin dan baru sekarang kayak mulai bangkit lagi, gitu kan?

1:18:32Iya, betul. Nah ini ada kecenderungan tren menuju ke ini gak sih apa? Client-side atau single-page application mulai perlahan-lahan ditinggalkan kembali ke server-side atau gabungannya.

1:18:50Kalau melihat atau framework- framework-nya muncul ya kayak Astro, terus ada Quick, ada apa lagi, ada macem-macemnya.

1:18:59Astro itu sebenarnya menarik sih, soalnya aku tahu ada temen aku yang memang anggota core-teamnya Astro dan kalau aku lihat-lihat sih emang lumayan menarik sih karena dia semacam compiler ya mirip Chris Feld sih.

1:19:16Mereka tuh compiler. Compiler emang dikursuskan untuk kayak bener-bener full static.

1:19:21Jadi kalau gak salah si Mas Theo, teo.gt3.gg, masa sempat bikin deh kayak spektrum framework gitu.

1:19:32Spektrumnya framework itu sebenarnya antara full static sama full dynamic.

1:19:37Kalau Astro itu lebih ke static-nya, Next.js itu dari agak static ke full dynamic, remix itu full dynamic, jadi kalau gak salah udah lupa.

1:19:48Oh enggak, tapi si Astro yang baru nih yang udah versi 2 kalau gak salah sama kayak Next.js di segi client atau server-side bisa ada server routing juga.

1:20:00Jadi kalau soal client-server sih udah sama, cuma dia yang beda adalah posisinya dia ya itu dia compiler, cuma sekarang bisa jalan di client, bisa jalan di server.

1:20:13Gimana dengan react server component?

1:20:18Itu agak gimana ya, gue juga belum terlalu main di situ, soalnya kayak setiap segala penjelasan yang aku cari soal react server component itu kayak terlalu cryptic dan kayak cuma dipake secara eksklusif di framework-framework kayak remix dan react, jadi aku gak terlalu main-mainin gitu.

1:20:43Gak pakai sebenernya, jadi ya lagi-lagi react server component itu API yang disediakan react untuk memang untuk remix untuk framework seperti remix KSP dan Next.js, mungkin Astro juga.

1:20:57Makanya kita sendiri emang seharusnya gak ada begitu banyak pakai itu, karena itu sebenarnya harusnya sih jadi..

1:21:02Karena diposisi oleh meta framework ya?

1:21:05Iya, jadi itu untuk digunakan oleh meta framework dan akhirnya Next.js itu, saya gak tau gimana kenyataannya, tapi saya yakin itu dibalik server actions yang tadi yang Ajay itu itu ada sebuah react server component yang beraksi disana.

1:21:19Anyway kayak di Next.js yang baru, use server sama use client itu adalah convention dasar dari RSC, kalau kita merujuk ke RFC-nya React.

1:21:28Jadi kayak perkembangan RSC persiang beberapa tahun yang lalu kan memang kayak masih membingungkan ya, ada nabu-abu belum ada bentukannya.

1:21:36Sekarang di Next.js kan ada release barunya dan itu pakai convention yang dari RSC pembaharuan RSC.

1:21:42Jadi kayak di standarin gitu ya dari react-nya, nih kalau mau pake meta framework silahkan pake gitu ya?

1:21:48Jadi kayak react jadi di tengah-tengah antara mereka remix dan Next.js ya.

1:21:53Jadi ini ada speknya, struktur datanya untuk lu ngelakuin RSC, si pembuat framework adopt itu, dia bikin convention juga.

1:22:03Tapi masalahnya core-nya react juga anak persel juga.

1:22:07Itu kayaknya versalisasi dari react itu kayak terasa banget. Kayak kebanyakan react core team kan sekarang udah dipoach sama versal.

1:22:24Jadi kayak ini lama-lama kayaknya react.js ini bakal diakuasi sama versal juga atau something, I don't know.

1:22:30Menurut Cerys dari Svelte aja udah diambil versal. Berarti harus ada perusahaan besar lainnya yang nandingin ya minimal biar nggak monopoli lah Netlify lah.

1:22:43Remix diakuasi siapa? Sopify ya?

1:22:47Awalnya juga sempet ada beberapa fitur di Next.js kayak nextimage dan semacam itu dan yang keliatannya itu fiturnya kayak lock in ke platformnya versal.

1:23:00Dan kalau emang kita mau deploy di tempat lain itu kayak agak susah atau akhirnya kita nggak pake nextimage itu.

1:23:11Kayak sempet di address sama tim versal, cuman aku lupa kayak resolusinya kayak gimana. Cuman awalnya kayak itu.

1:23:17Kayak kadang-kadang awalnya kan keliatan karena versal makin naik daun dan mereka punya salah satu framework paling populer di web development kan.

1:23:28Jadi ya agak gimana gitu.

1:23:31Kayak dulu waktu kita bikin markah buat markah, Mbak Eka bantu ini kan? Bantu set up, kodinari sama nasi image gitu.

1:23:38Gimana peribetannya itu? Ribet banget.

1:23:41Oh nggak, kalau itu malah relative simple. Nggak, cuma si nextimage itu pakai fungsinya versal.

1:23:48Jadi kalau misalnya blow up sama scaling, yaudah itu build-nya tagihannya ya.

1:23:53Paksa pake versal.

1:23:54Jadi kalau orang awam yang nggak, apa orang awam yang cuma tergiur sama flashy wow segampang ini apa image yang lazy load, multiple resolutions, auto format, blablabla tanpa mencermati apa under the hood.

1:24:10Cara kerjanya gimana sih tanpa, tanpa apa kedalamin itu, cuman main pake ya siap-siap tiba-tiba dapet tagihan dari versal.

1:24:18Tapi sebenarnya kalau asal kita paham, cara kerjanya gimana ya, relative gampang kok tinggal diganti di config.

1:24:25Misalnya kita mau pake service time.

1:24:28Kaskasnya mirip sama kayak pake promo, ternyata ada tulisan di situ, syarat dan kata-kata.

1:24:33Karadengan.

1:24:34Belaku ya.

1:24:35Jadi memang ujung-ujungnya kalau mau tersesat ya membaca lagi, banyak membaca. Nah itu kan perusahaan ya, itu perusahaan bukan koden amal.

1:24:48Maksudnya ada saatnya itu gantian, kan sebenarnya produk mereka itu memudahkan kita developer dalam berbagai hal lah. Next yes gratis, mksd versal pun 3 tier ada, next image bisa.

1:25:06Cuman sampai di scale tertentu, giliran kita yang di, ya kita yang diperas lah.

1:25:12Gak diperas ya, cuman kita yang di, kita harus bayar. Ya udah konsekuensi. Konsekuensinya jadi bikin yang kreatif juga sih.

1:25:22Gak kalin.

1:25:24Gak kalin.

1:25:25Ada teknologi, kalau apa, contoh next image itu kita bisa ngebatesin formatnya, kita bisa ngatur cashnya.

1:25:32Jadi ya itu akal-akalan antar kita versus korporat.

1:25:36Iya.

1:25:38Mas Zain gimana mas?

1:25:40Ngomongin masalah running infrastructure di perusahaan juga, itu sebenarnya lagi-lagi mau kita, mau always bet on next yes atau always bet on remix dan sebagainya.

1:25:53Sebenernya pada akhirnya yang jadi kontren juga mau deploy di mana gitu kan.

1:25:57Iya.

1:25:58Dan lagi-lagi kalau misalnya next yes ada, ada salah satu kendala terkait vendorock dan sebagainya, pada akhirnya kita gak bisa selalu pakai itu.

1:26:08Dan itu sebenarnya itu yang terjadi di kantor saya, jadi saya tuh di kantor temen-temen pada pengen pakai next yes.

1:26:14Tapi masalahnya untuk ini perusahaan gak siap lah kalau harus pakai service-nya virtual langsung.

1:26:21Jadi kan harus siapin infranya dan infranya ribet banget.

1:26:24Jadi ujung-ujungnya kita menggunakan next yes hanya sebagai client static set generator.

1:26:29Jadi banyak banget versi, banyak banget fitur next yes yang gak pakai.

1:26:34Jadi kayak semua hal yang indah seperti server co-exchange tadi itu pasti gak akan dipakai.

1:26:38Karena itu gak bisa dijalani di action, di static set generating application kan.

1:26:43Dan akhirnya tim infrananya malah minta ini.

1:26:48Dan ini pun sekarang static set generationnya next yes kan tetap akhirnya ada banyak file index TML yang dia harus di serve kan.

1:26:55Itu jadi beban tersendiri juga buat tim infrananya.

1:26:58Karena tim infrananya harus pakai konfigurasi khusus di nginx atau di kongnya untuk milih index TML mana yang mau di serve.

1:27:06Nah padahal dia bilang aplikasinya lama tuh dulu jaman-jaman masih create track app gitu kan.

1:27:12Itu masih gampang banget tuh, cuma satu index TML semua route kesitu beres infranya udah kan.

1:27:17Bisa di temperasi di n beres urusan gitu kan.

1:27:19Mereka pengen seperti itu lagi gitu kan. Jadi dengan constraint itu akhirnya.

1:27:23Ya tapi kan static size itu kan lebih deket ke web 1.0 jaman dulu kan.

1:27:31Iya tapi masalahnya lagi-lagi our current server kan gak kan.

1:27:35Sekarang web api semua via api gateway ada kong disana ada one big chunk of configuration yang harus dikelola sama tim infranya.

1:27:44Yang itu not necessarily follow that kind of standard kan.

1:27:47Jadi mereka pengennya pusingnya cukup di routing buat back end nya aja, front end nya udah lah setiap aplikasi satu index TML gampang kan.

1:27:54Ya gampang dari sana emang.

1:27:55Tapi akhirnya dengan constraint itu akhirnya kita tertekan tuh harusnya gimana lagi kan.

1:28:00Akhirnya untungnya ada remix itu tadi dan dia bawa ke counter.

1:28:06Jadi sebenernya itu yang sedang saya lakukan di kantor sekarang.

1:28:09Jadi karena ingin tetap merasakan nikmatnya pakai format yang asumnya dia.

1:28:17Jadi saya sekarang pakai rekrouter.

1:28:19Tapi kan sebenernya di next.js kan dia juga bisa dijalanin sebagai yaudah sebagai server node.js biasa kan.

1:28:26Ya tapi jadinya itu notepadnya sunit.

1:28:29Ya lagi-lagi jangan kan bikin server node.js.

1:28:33Ini configuring cong just for serving index TML aja udah keberatan info nya gitu.

1:28:39Jadi between running node.js server that kind of scalability gitu kan.

1:28:44Lagi masalah scary nya di level infra.

1:28:47Kalau tentang node.js banyak juga.

1:28:49Scale node.js itu gampang-gampang susah loh, complicated malah.

1:28:53Gampang-gampang susah atau susah-susah gampang?

1:28:55Susah-susah lebih tepatnya.

1:28:57Susah-susah.

1:28:59Segala nya di web memang susah-susah.

1:29:02Lagi-lagi kita mau kita pengen yang mana,

1:29:06sebenernya kita harus berkompromi dengan situasi di kantor atau dimanapun itu yang kita kerjakan.

1:29:10Real-world constraint ya.

1:29:12Iya, langsung dikasih project juga.

1:29:14Kalau kita gak mau bayar tag ya next image, yaudah kita akhirnya pakai cloudinary gitu kan.

1:29:18Dengan gambar yang kita upload sendiri, bukan pakai service, tapi kita upload manual.

1:29:22Kita passwordnya ke situ gitu kan.

1:29:24Jadi ini dengan world constraint kita harus bisa...

1:29:27yang bikin remix lumayan menarik adalah apa yang sama itu ada di router.

1:29:33Jadi saya share link-nya mungkin.

1:29:35Karena pembuatnya sama ya?

1:29:37Pembuatnya sama kan?

1:29:38Pembuatnya sama, persis.

1:29:39Jadi sekarang karena saya selama 2 tahun terakhir pakai remix di project itu kan,

1:29:45termasuk project terbaru yang saya kerjakan sama Haider.

1:29:48Jadi kita berdua anak reak yang suka remix.

1:29:51Di kantor saya karena ingin pakai apa yang sama.

1:29:55Jadi akhirnya saya pakai reak router supaya tetap bisa merasakan itu.

1:30:00Tapi bukti nyaman banget sih.

1:30:02Jadi manfaat yang dicari termasuk di antaranya adalah kecepatan development dan sebagainya.

1:30:07Gak perlu bikin state management lagi, gak perlu ngurusin.

1:30:11Jadi aplikasi saya itu cuma pakai reak router, Zot, buat validasi.

1:30:16Terus udah gak pakai Redux, gak pakai apa sih?

1:30:21Tadi ada yang nanya Zustan misalnya.

1:30:25Zustan reakware pun gak pakai.

1:30:27Jadi reakware pun gak pakai, kita pakai fsb saja.

1:30:31Pemula pun juga enak ini ngajarin pemula, gampang banget sehari bisa.

1:30:36Ini tukang ngajar ya Haider dari perspektif yang tukang ngajar juga.

1:30:41Gak usah pakai apa-apa.

1:30:47Gak usah pakai apa-apa.

1:30:48Kalau gak perlu, gak usah pakai.

1:30:52Tapi topic ini memang dari jaman dulu sih.

1:30:55Dari jaman reaknya pakai kelas, sampai sekarang itu...

1:30:58...ku pindah-pindah company pun masih ada yang pertanyaan kayak gini juga.

1:31:01"Pakai state management apa yang bagusnya?"

1:31:03Yang paling enak, state management-nya di sisi server.

1:31:05Nungguin aja.

1:31:08Sederhana sekali, gak refresh.

1:31:12Tapi kalau reak router, versi lite-nya sih dari aku ya. Aku nyebutnya versi lite dari Remix.

1:31:18Versi lite-nya.

1:31:20Pada remix itu pakai reak router kan?

1:31:24Iya, core-nya.

1:31:25Reak router itu kalau gak salah di rewrite di versi berapa itu?

1:31:30Jadi from the ground up untuk ngesupport pattern-pattern-nya di remix?

1:31:34Iya, 6.4 itu dia somehow kind of rewrite.

1:31:39Jadi banyak IP yang lumayan berubah, tapi menariknya upgrading-nya lumayan.

1:31:44Jadi ada upgrading path-nya itu, di Google Maps juga ada upgrading from V5.

1:31:49Itu di kantor juga, kan saya bikin project baru.

1:31:51Gampang kan kalau project baru lah, tinggal pakai reak router versi terbaru.

1:31:54Tapi ada project juga yang lama yang masih pakai versi 4.

1:31:57Itu kita pelan-pelan kita upgrade dari 4 ke 5, 5 ke 6 akhirnya bisa pakai gini.

1:32:01Ini jelas upgrade path-nya.

1:32:05Ini juga reak router yang pintarnya pembuatnya, dia hampir mirip sama Jordan Wolk.

1:32:13Kayak memanfaatkan web standar.

1:32:15Jordan Wolk kan bikin reak, ya kayak basic-nya dom, create element.

1:32:21Oke, udah dikasih data, jadinya ada reak.

1:32:24Kemudian si pembuatnya reak router, ya ngikutin web standar, history API.

1:32:29And lain-lain itu, ya base-nya dari situ jadi, apa ya, menurutku kayak baca reak router documentation itu kayak hampir sama DND lah.

1:32:39Cuma ada reaknya aja di reak router.

1:32:41Iya, iya.

1:32:43Nah, ini ada pertanyaan nih.

1:32:45Gimana cara rewrite Next.js versi 8 ke 13?

1:32:48Silakan sebagai anak abon.

1:32:50Anak abon.

1:32:52I mean, sebenarnya nggak ada terlalu berburu-buru untuk rewrite.

1:33:00Karena pattern-pattern yang udah ada di Next.js secara existing itu masih bisa dipakai di Next.js yang sekarang.

1:33:09Jadi, app router itu emang baru, menarik, tapi...

1:33:13Optional aja kan sebetulnya?

1:33:15Iya, saya optional.

1:33:16Jadi, art, page component, page list, slash, bla-bla-bla itu tetap bisa kan ya?

1:33:20Masih akan tepat di support, jadi nggak terlalu berburu-buru buat upgrade juga, gitu.

1:33:26Cuma...

1:33:27Oh, cuma mungkin kalau Next.js 8, apa sih yang getServerSideProps atau apa?

1:33:31Kayaknya nama methodnya ada yang berubah deh tuh.

1:33:34Get apa ya?

1:33:36Oh iya, kalau masa di Next.js 8 itu masih yang bener-bener lama ya.

1:33:40Kalau misalnya kalian pakai getInitialProps gitu, itu masih gitu sebenarnya.

1:33:47Oh iya, initial.

1:33:48Itu kayak ada getStaticProps sama getServerSideProps.

1:33:51Itu sebenarnya getInitialProps itu sampai sekarang masih di support di Next.js.

1:33:56Tapi, ya, lama-lama emang itu bakal, itu emang udah API legacy,

1:34:02jadi ya, sebisa mungkin awalnya kita mulai upgrade dulu.

1:34:05Misalnya kalau emang getInitialProps ini jalannya secara server-side,

1:34:09ya kita, kita ambilnya pakai getServerSideProps.

1:34:13Itu kan kalau emang itu jalannya static doang, jadi ya getStaticProps.

1:34:18Iya, sebenarnya sama aja sih.

1:34:19Cuma, cuma nambah future aja.

1:34:22Iya, saya cuma bedain antara oh ini jalannya di server, ini jalannya di static gitu.

1:34:27Jadi on build time gitu.

1:34:29Tapi yang masalah yang di dulu itu kan cuma baru get atau data kan.

1:34:35Dulu tuh belum ada ngirim data atau mutasi gitu.

1:34:38Jadi baru terakhir-akhirnya ada mutasi, ya kan.

1:34:43Jadi, ya, makanya jadi kan agak kepecahan misalnya kayak pada pakai.

1:34:47Di Next.js masih banyak loh project yang pakai use effect buat mutasi

1:34:50atau misalnya kayak gitu-gitu ya, pakai Axios gitu.

1:34:53Jadi, karena nggak ada sana.

1:34:55Eh, sama-sama gue juga di kerjaan yang lama itu gue juga Next.js-nya,

1:34:58Next.js-nya cuma nge-generate page adonan,

1:35:01tapi segala macam interasi dari itu still mostly client.

1:35:04Iya, still mostly client.

1:35:06Kalau nggak salah di tempat aku kerja Type Dream juga.

1:35:09Eh nggak sih, kalau di Type Dream emang lebih fokusnya ke server side

1:35:12karena emang fokusnya ke website.

1:35:15Tapi ya, kalau di tempat yang dulu kan emang mostly interaksi yang ini.

1:35:20Jadi ya, ya udah kita full lead interasinya di client.

1:35:24Dan Next.js itu emang benar-benar versatile banget.

1:35:28Jadi kalau itu segala macam paradigm yang kalian pengen pakai itu bisa dipakai di Next.js.

1:35:34Kalau kalian pengen bikin static website doang, bisa.

1:35:38Kalau kalian pengen benar-benar bikin sesuatu yang server rendered, bisa.

1:35:42Kalau mau bikin yang benar-benar full client side, ya bisa.

1:35:44Jadi semuanya di support sama Next.js.

1:35:46Next.js itu semacam kayak mereka mau jadikan semacam kayak the everything framework gitu.

1:35:52Kan tagline-nya juga the React framework for production.

1:35:56Kalau masalah hydration gimana?

1:35:58Masih di React itu sudah ada solusi belum sih?

1:36:02Untuk partial hydration itu?

1:36:04Sebenernya belum ya.

1:36:07Ya manual kita pakai.

1:36:10Semua pasti harus pakai sebuah instance React ya.

1:36:13Kita pakai effect kayak semacam use effect.

1:36:15Terus kita pasang itu sendiri kan.

1:36:17Pasang listener misalnya visible apa.

1:36:20Intersection observer atau apalah.

1:36:22Tapi tetap initialize untuk hydration-nya masih tetap perlu download.

1:36:26Pake satu instance.

1:36:28Itu get server side blablabla itu.

1:36:32Kalau balik ke tips tree rate tadi kan berarti ya udah upgrade aja dulu.

1:36:36Upgrade biasa.

1:36:38Kan harusnya semua masih jalan ya.

1:36:41Page component jalan, UI component jelas jalan.

1:36:44Berarti kan satu per satu dilihat aja mana yang perlu dan worth it.

1:36:49Modul pindah dari client ke server side.

1:36:52Kalau nggak ada ya udah nggak usah apa-apanya.

1:36:54Jadi sebenarnya kalau lihat share screen aku ya.

1:37:00Next.js menyediakan dokumentasinya buat incremental adoption.

1:37:04Jadi ya yang mereka tekan itu ya.

1:37:07Adopsinya itu bisa incremental.

1:37:09Jadi ya segala macam kayak emang kesini tuh.

1:37:15Segala macam framework dan API itu emang didesain buat incremental adoption.

1:37:20Kalian bisa mulai dari yang bener-bener low hanging fruit dulu.

1:37:25Jadi emang bener-bener apa namanya.

1:37:28Ya bener-bener dari page atau dari componentnya.

1:37:31Emang bener-bener nggak terlalu ber efek ke yang lain.

1:37:36Itu ya kayak ngomong-ngomong kan ya low hanging fruit.

1:37:39Kalau low hanging fruit emang bisa langsung dipetik kan.

1:37:42Bisa langsung di migrate gitu.

1:37:44Ini penjelasannya cukup banyak kalau disini.

1:37:48Agung-agungnya membaca kembali kan.

1:37:51Ya emang sebagai program itu kita emang yang orang nggak nyadar itu.

1:38:03Kita emang harus diajarkan untuk membaca.

1:38:06Ini saya share screen juga.

1:38:09Ini juga ini kasih tips juga sih kalau dari aku.

1:38:12Kalau tips-tips kayak gini ya.

1:38:14Satu kayak incremental tadi.

1:38:16Terus ini kayak yang next 8 kan lebih banyak konteks yang namanya read.

1:38:21Dari base-nya CRUD kan read data aja gitu.

1:38:24Kemudian ada konsep yang mutasi ya di persi next.js yang baru.

1:38:28Nah setelah di upgrade pilih salah satu page yang mau ditanamin yang namanya read.

1:38:33Atau menulis ya.

1:38:35Di situ bisa kelihatan jadi pelan-pelan per page.

1:38:40Jangan satu project upgrade semuanya langsung di migration.

1:38:44Kalau nggak salah di next sama react itu dia juga nge-poll point sesuatu yang namanya future flags.

1:38:52Iya kan? Future flags.

1:38:55Apa future?

1:38:59Kalau nggak salah di next.js namanya beda.

1:39:02Cuman kerjanya mirip-mirip gitu.

1:39:04Kalau nggak salah di next config itu ada bagian di confignya namanya future.

1:39:09Nah future itu yang benar-benar fitur-fitur experimental.

1:39:13Yang kalau kalian pengen bisa pakai gitu kayak app router dan semacamnya itu.

1:39:18Kalau kalian benar-benar pengen pakai itu kalian bisa nyalain feature flagnya.

1:39:22Sama kayak di remix ini.

1:39:24Sama remix juga.

1:39:25Iya, Mas Zainian lagi ngasih lihat dokumentasi remix.

1:39:28Nah ini benar-benar nyapin.

1:39:31Jadi kalau kalian pengen yang stable-stable aja.

1:39:35Jadi kalian bisa pakai remix ya as is gitu kan.

1:39:38Fitur-fitur baru ya mungkin agak dimasak atau mungkin malah nggak diingkut.

1:39:43Tapi kalau emang benar-benar kalian pengen terjun ke yang bleeding edge gitu.

1:39:47Pengen nyobain yang baru, ya disediain sama remix.

1:39:51Terus tinggal nyalain flagnya aja.

1:39:53Ya sebenarnya kalau di remix konsumensinya sederhana.

1:39:55Jadi kalau pakai yang unstable siap-siap itu akan rusak.

1:39:58Tapi kalau udah pakai yang unstable misalnya v2_ itu akan datang di versi 2.

1:40:04Jadi kalau mau mulai bring Residue sekarang silahkan pakai itu aktifkan.

1:40:08Di beberapa aplikasi kita, kita udah pakai v2 juga yang remix.

1:40:12Jadi nanti ketika udah masuk ke versi 2 ya tinggal upgrade.

1:40:15Kayaknya kalau masjid juga udah pakai ya Res?

1:40:18Kalau masjid aku nggak maintain kalau masjid sih.

1:40:21Ader kalau masjid udah pakai route.

1:40:24Routing yang baru udah kan.

1:40:26Nah itu disini kita.

1:40:28Jadi di GitHubnya ini kita bisa lihat di remix.

1:40:34Remix config.

1:40:36Nah ini kita udah pakai v2 error boundary meta.

1:40:42Jadi ini fitur yang akan datang di versi 2.

1:40:46Dan sudah pasti stable.

1:40:48Jadi nggak akan rusak.

1:40:50Jadi hal yang akan diubah ketika kita masuk versi 2 adalah menghapus flag ini aja.

1:40:55Sama dengan yang disini tadi, jadi versi 2 tinggal remove flagnya aja.

1:41:02Tinggal upgrade v2, remove flagnya udah.

1:41:05Selain itu ini juga biasanya.

1:41:09Sebelum memulai rewrite atau repector atau nambahin sesuatu.

1:41:12Biasakan search kode moderation.

1:41:14So far itu beberapa framework besar.

1:41:16Pasti biasanya udah nge-siep juga kode moderationnya.

1:41:19Codemod ya?

1:41:21Codemoderation ya biasanya disebutnya codemod.

1:41:25Codemodification ya.

1:41:27Karena pernah dapet pengalaman kayak gitu udah migrasi secara manual.

1:41:31Ternyata official udah ngerilis codemoderation ya.

1:41:35Bisa kita jalankan satu kali aja.

1:41:37Pertama biasanya kalau misalnya ada major release ya.

1:41:40Cache weld kit itu dulu yang udah beta lama banget.

1:41:44Bukan reaksi ini.

1:41:45Cuma udah beta lama.

1:41:47Terus begitu release major.

1:41:49Kayak semua orang yang udah nyoba di beta.

1:41:52Itu kayak dipermudah buat ngubah ke...

1:41:57Ngubah hal-hal yang bisa di automate.

1:41:59Ada codemodnya.

1:42:01Sama satu lagi tipsnya nih.

1:42:08Apa tuh?

1:42:09Make sure dulu.

1:42:10Apakah memang itinya udah butuh buat...

1:42:13Make itu.

1:42:14Kebutuhan apa yang dikembangkan udah butuh.

1:42:17Itu paling penting sih.

1:42:19Iya.

1:42:20Udah upgrade tapi fiturnya ga dipakai berapa gitu ya?

1:42:22Iya.

1:42:23Ngapain di upgrade.

1:42:25Kalau covid ini masih pakai next phase berapa?

1:42:28Masih jalan-jalan aja nih.

1:42:29Iya.

1:42:30Kalau nggak ada apa-apain ya.

1:42:33Nanti terus.

1:42:34Iya.

1:42:35Kalau nggak ada apa-apain nanti malah kejauhan.

1:42:37Malah nggak bisa diapa-apain lagi.

1:42:39Kalau versionnya semua di-pin.

1:42:41Kayak dependencies-nya udah di-pin semua.

1:42:43Ya udah aman kan.

1:42:45Selama masih jalan mah jangan...

1:42:47Mendingan ga usah.

1:42:48If it in-broke don't fix it.

1:42:50Mungkin makin dari nambahin kerjaan ya.

1:42:53Nambahin kerjaan.

1:42:54Ini kayaknya kita versi berapa ya Rasy?

1:42:56Kalau covid ini ya.

1:42:57Ini dulu pertama kali ada...

1:43:00Ini kalau nggak salah masih pakai...

1:43:03Kalau nggak salah masih pakai versi...

1:43:06Lupa.

1:43:0712.

1:43:08Kalau nggak salah belum deh.

1:43:09Masih antara 9 sama 11 gitu.

1:43:12Lupa.

1:43:14Next.

1:43:15Masih pakai 10.

1:43:1710.

1:43:1810 iya bener-bener.

1:43:19Udah lama banget kan.

1:43:20Lama banget.

1:43:21Ini kalau kita belum juga...

1:43:23Kapan ini komitenya dulu?

1:43:25Ini Rasy yang bikin dulu.

1:43:26Lama banget.

1:43:27Udah lama banget.

1:43:28Lupa.

1:43:29Rasy.

1:43:30Dua tahun lalu.

1:43:31Oke.

1:43:36Ini ngomong-ngomong Riek udah...

1:43:3810 tahun kan.

1:43:39Apakah...

1:43:40Tetap akan populer?

1:43:42Atau...

1:43:43Berkurang kepopulerannya?

1:43:45Kalau pun mati...

1:43:47Atau akan bertahan...

1:43:48Karena kan banyak framework yang udah optimal.

1:43:51Pertanyaanku adalah...

1:43:52Ah masa?

1:43:53Ya kan...

1:43:56Kita lihat aja jQuery...

1:43:58Meskipun...

1:43:59JQuery aja masih...

1:44:00Berapa kali kita coba membunuh jQuery...

1:44:01Ada di 50% website di dunia.

1:44:04Jadi kalau banyak framework-framework yang lebih optimal ya...

1:44:08Pertahanan aku balik cuman ya...

1:44:10Ah masa?

1:44:11JQuery masih bertahan.

1:44:13Riek juga udah hampir 10 tahun ini masih bertahan.

1:44:17Jadi ya...

1:44:18Nggak akan mati juga.

1:44:19Pasti akan tetap berjalan.

1:44:22Gitu kan?

1:44:23Jadi...

1:44:24Sebenernya...

1:44:25Menurutnya bahkan kalau pun Riek sendiri katakan lah...

1:44:27Riek mati ya.

1:44:29Sepertinya...

1:44:30Setidaknya pattern-nya masih akan bertahan.

1:44:31Karena banyak framework baru yang...

1:44:32Filosofi sih yang lebih banyak diadopti.

1:44:35Filosofi Riek itu udah mulai banyak dipakai di tempat lain.

1:44:37Soalnya ya...

1:44:38Ini kan framework baru ya.

1:44:39Kayak Quick.

1:44:40Basisnya ya Virtual DOM juga.

1:44:43Karena kan key selling pointnya Riek itu adalah ya...

1:44:47Virtual DOM.

1:44:48Mereka yang ngebawa sistem Virtual DOM itu ke...

1:44:51Ya...

1:44:52Ke dunia-dunia framework lain gitu kan.

1:44:56Bahkan Vue pun sekarang juga udah mirip...

1:44:59Udah ada JSX-nya.

1:45:00Ya kan?

1:45:01Vue 3.

1:45:02Ini Hooks yang namanya JSUS.

1:45:04Makanya ya Hooks.

1:45:05Filosofinya Vue 5.

1:45:06Ini juga ada Hooks.

1:45:07Ini juga ada dengan ATX.

1:45:10You know Riek.

1:45:11You know Quick.

1:45:12Ya kan?

1:45:13Banyak.

1:45:14Solid juga ya.

1:45:15Solid juga pakai JSX.

1:45:18Pre-Riek.

1:45:19Terus banyak ya.

1:45:20Inferno.

1:45:21Di bahasa lain juga banyak yang terpengaruh dari Riek.

1:45:24Contohnya di Swift.

1:45:25Ya.

1:45:26Swift ya.

1:45:27Ya.

1:45:28Pokoknya Riek itu tidak akan mati...

1:45:30Kalau PHP belum mati.

1:45:32Dulu sempat ada gerakan apakah PHP akan mati?

1:45:43Gak mati-mati PHP.

1:45:45Gak mati-mati.

1:45:46Ada yang bilang siapa tahu 10 tahun lagi Vanilla akan jadi boleh dipakai.

1:45:53Mungkin.

1:45:54Sekarang juga udah mudah sih, cuma kayaknya life cycle atau bukan life cycle ya.

1:46:02Umur library itu gak sependek itu deh.

1:46:06Kayak jQuery aja masih dipakai.

1:46:08Ya maksudnya kan gak mungkin, gak realistis semua orang langsung...

1:46:12Karena misalnya JavaScript, ES Next yang paling baru udah bisa ini itu.

1:46:18Ya kan?

1:46:19Mungkin semua framework, semua meta framework, semua ekosistem yang ada langsung dirilang-ulang.

1:46:25Semua kan kayaknya gak realistis ya.

1:46:27Jadi bakal tetap ada sampai lama lah.

1:46:29Walaupun saat yang bersamaan ya itu sebenarnya betul sih Vanilla.

1:46:33Vanilla JS kan.

1:46:34Emang udah makin mudah dipakai.

1:46:37Jadi ya kayak jalan bareng sih.

1:46:39Lebih ke sama-sama maju.

1:46:40Ya kan?

1:46:41Saya standarisasi sih yang akhirnya membuat itu lebih mudah dipakai.

1:46:44Contohnya kan ya awalnya PHP itu memang stagnan kan karena standarisasi nya gak ada.

1:46:50Ya orang bisa ngulis PHP senak jidat ya tanpa memperhatikan kayak optimize nya dan juga kayak safety nya dan semacamnya.

1:47:02Dan akhirnya kan PHP itu mulai bagus di masa ada ya standarisasi.

1:47:08Contohnya kalau gak salah PSR ya, Mas Ivan ya.

1:47:11PSR itu dia PHP Standard Recommendations ya kalau gak salah singkatannya.

1:47:18Gue sering pakai PSR 4, PSR 7 tapi gue gak tau panjangannya.

1:47:23Kayak PSR gitu.

1:47:25Ya PHP Standard Recommendations.

1:47:27Ada PSR, ada auto loading.

1:47:28PHP Standard Recommendations.

1:47:30Ya bener.

1:47:31Ya yang ngurusin standar ya.

1:47:34Ya yang ngurusin standar kayak coding style guide dan juga auto loading dan semacamnya.

1:47:39Jadi akhirnya kan kita mulai munculan ekosistem kayak komposer dan semacamnya.

1:47:45Dan akhirnya ada framework-framework kayak Symfony, Laravel yang akhirnya ngebuat nulis aplikasi pakai PHP itu jadi lebih manusiawi.

1:47:58Manusiawi.

1:48:01Developer siawi.

1:48:03Meskipun makin banyak hal yang baru ya sekarang. Contoh kayak htmx.org itu juga lagi.

1:48:11Htmx ini yang dirender di server kan?

1:48:15Abis itu baru dikirimin ke klien kan?

1:48:17Ya jadi apa yang dijelasin tadi kayak RSC, Next.js, Remix ini ada juga nih, modelan lain gitu.

1:48:23Ini yang lebih spesifik ya?

1:48:26Dengan yang lain-lain itu.

1:48:27Berhitung ke framework ya?

1:48:28Ya nggak ada framework, langsung ke domnya si html.

1:48:33Jadi dia juga mendekatkan antara server dan klien ya.

1:48:38Tapi biasanya dengan sintaksis html.

1:48:42Nah bisa cek example-nya sih kalau mau lihat juga itu model-modelannya kayak Remix juga ada /post/pom, ya click to edit.

1:48:49Nah disitu kita bisa.

1:48:52Nah disini ada demo-nya di bawah.

1:48:55Istilahnya pake apa ini namanya, istilahnya pake hxput itu.

1:49:00Apa custom element?

1:49:04Oh ini server nih?

1:49:06Ya server di proses server nanti ngasihin html.

1:49:10Yang kayak model-model php kita zaman dulu, yang pernah moding php biasanya ngasih return html kan.

1:49:17Nah ini hampir sama.

1:49:19Ini ajaks-ajaks.

1:49:20Masih aja ajaks.

1:49:22Klik to edit, nah disini ada kayak network lah.

1:49:26Di bawah ini yang sticky, server request satu.

1:49:32Nah disitu kita bisa lihat under the hood-nya lagi mas.

1:49:35Kalau kita klik show, yang di sticky-nya, yang server request.

1:49:41Oh di bawah ini show.

1:49:43Nah ini respon-nya html.

1:49:47Ini mirip kayak, ini bukan sih kok ajaks, base kan dia bikin kayak gini mirip namanya hotwire.

1:49:56Hotwire, terus di laravel ada livewire.

1:50:02Di elixir ada liveview.

1:50:05Liveview-nya ponix.

1:50:07Nah si html ini dengan beraninya bikin di bawah, how to migrate from livewire dan turbo.

1:50:14Terus optimis lah.

1:50:18Secara sporadis, ngajak berantem mereka semua.

1:50:22Karena dia jauh lebih kecil.

1:50:28Jadi kalau misalnya yang jauh lebih kuat, lebih besar, nge-gituin yang lebih kecil kan.

1:50:34Kayak bakal dibully masa.

1:50:36Kayak, oh rese banget.

1:50:37Cuma kalau ini justru dia yang underdog.

1:50:39Jadi kayaknya dia berani gitu.

1:50:41Ada di bawah tuh di tulisan.

1:50:44How to migrate dari livewire sama turbo.

1:50:48Wow berani sekali dia ya.

1:50:51Soalnya underdog, oke ini asik nih.

1:50:55Oh jadi ini move-nya kan karena reboot.

1:50:58Migrating diri lah ya.

1:51:00Ini ada nih migrating guide.

1:51:03Ya ada migration guide.

1:51:05Mana? Ini?

1:51:07Tapi nggak ada tulisannya.

1:51:09Ini bukan sih, aku tahu di private chat.

1:51:13Private, oke.

1:51:14Nah itu dia.

1:51:15Migration guide.

1:51:17Oke.

1:51:19Intercooler GS.

1:51:21Oh ada intercooler awalnya.

1:51:23Migration information.

1:51:25Nggak di sell screen tuh mas.

1:51:27Oh ya, udah nggak ada.

1:51:29Udah nggak ada.

1:51:30Ya cuma intercooler doang jadinya.

1:51:33Dikomplain kali, dikomplain.

1:51:36Ini link-nya nih.

1:51:39Ada?

1:51:41Oh ada itu tuh.

1:51:43Oh diumpetin.

1:51:45Diumpetin.

1:51:46Nggak ada indexnya ya.

1:51:48Masih ngalu-malu.

1:51:50Luar biasa.

1:51:52Yang tau-tau aja.

1:51:55Yang tau-tau aja.

1:51:58Ini underground ini.

1:52:00Stimulus, oh stimulus ya yang itu ya.

1:52:03Yang si base cam ya.

1:52:06Yang berarti yang pakai web socket itu ya untuk ngirim hasil.

1:52:11Betul.

1:52:12Yang kita sempat obrolin juga ya.

1:52:14Oh ada orang Indo yang implement kayak gitu juga tuh.

1:52:17Ada.

1:52:18Web socket kayak si Mas Garin ya.

1:52:21Nah, iya iya iya.

1:52:23Seniman JS.

1:52:26Seniman JS.

1:52:28Seniman JS.

1:52:32Nah.

1:52:34Artisan ya.

1:52:36Artisan.

1:52:38TSP lagi.

1:52:40Seniman.

1:52:42Nah ini contoh terjumahan.

1:52:45Kita nge-tick PHP artisan udah biasa banget.

1:52:48Ini seniman.

1:52:50Seniman.

1:52:51Ini berarti ABUB ya?

1:52:53Sayangannya ABON.

1:52:55Sayangannya ABON.

1:52:56ABUB.

1:52:58ABUB.

1:53:00Oke, oke, wah menarik ini.

1:53:02Nah, jadi approach-nya banyak banget ya.

1:53:04Ini kan yang kelompok ATMX yang temen-temen ini meletak ke server.

1:53:08Oh, oke.

1:53:10Babel, Babel udah mulai ditinggalin tuh.

1:53:14Oke.

1:53:16Sip, sip, sip.

1:53:19Berarti arahnya kesana ya.

1:53:21Jadi dari server di render.

1:53:23Kita lihat-lihat ya.

1:53:24Back to server ya, kebanyakan ya.

1:53:26Back to server ya.

1:53:27Kita lihat-lihat aja.

1:53:30Ya itu.

1:53:32Biar dapet lambor jini ya.

1:53:34Yoi.

1:53:36Share server juga.

1:53:38Makanya kemarin pakai gue juga ya.

1:53:40Back to monolith.

1:53:42Ada movement lagi tuh, back to monolith ya.

1:53:44Itu masih DHH lagi ya.

1:53:47Microservice monolith dari cloud ke on-premise.

1:53:51Banyak kan balik-balik lagi aja itu.

1:53:54Karena mahal.

1:53:56Karena kemahalan.

1:53:58Karena kan sempet ada resign masalah kan di basecamp.

1:54:03Kayak gaya-gaya itu.

1:54:05Terus DevOps-nya mungkin ke layout semua ya.

1:54:08Jadi nggak ada yang ngurusin.

1:54:10Ini apa nih?

1:54:12Komongin standar.

1:54:14Kan kalau interrupt kan dari sisi browser kan.

1:54:17Dari sisi server, dari sisi backend-nya ada juga yang berusaha menstandarisasi.

1:54:22Oh, bikin standar.

1:54:24Untuk ini ya.

1:54:25Namanya Wintersiggy.

1:54:27Runtime-nya JavaScript ya.

1:54:29Yang di backend ya.

1:54:31Ya, jadi kan selamanya kan Runtime JavaScript yang di backend adalah sebenarnya browser yang di package ulang.

1:54:36Jadi backend ke nlcs gitu.

1:54:38Tapi kan ada beberapa runtime yang sifatnya.

1:54:40Mereka kayak scratch on top of v8 langsung kan.

1:54:45Jadi seperti adino dan loadflare.

1:54:48Mereka menginisiasi gerakan ini.

1:54:51Jadi asum, kalau yang saya pahami sih.

1:54:55Harapannya nanti bisa, di server side itu bisa kayak gini.

1:55:00Tiny clouds.

1:55:03Ini yang bikin Dino.

1:55:05Dia punya mimpi seperti ini.

1:55:09Jadi JavaScript containers.

1:55:11Zoom in.

1:55:13Apa?

1:55:15Zoom in biar bisa text-nya.

1:55:17Oke.

1:55:18Jadi JavaScript itu sebagai universal scripting language-nya.

1:55:23Jadi server udah bisa langsung jalanin JavaScript.

1:55:24Sekarang kan server by default bisa jalanin Linux kan.

1:55:28Biasanya jalaninin Bash.

1:55:29Bash-nya nanti baru kita di install.

1:55:31Di sana Bash install node.js atau install Dino.

1:55:32Baru bisa jalanin JavaScript on top of Dino spasi file.js gitu kan.

1:55:37Kalau Wintersiggy ini berhasil membuat sebuah standar seperti itu.

1:55:42Dan ditarapkan oleh banyak server side provider, JavaScript server side provider.

1:55:48Dino.

1:55:49Iya, maka langsung di OS-nya kita tinggal punya file apa.

1:55:53Langsung kita aja udah bisa asalkan misalnya ada sebuah file yang isinya ini.

1:56:00Ini kan JavaScript API kan.

1:56:03Server-nya langsung ngerti ini harus ngapain disini gitu.

1:56:06Oke.

1:56:07Selama JS masih pakai lib UV, masih ada satu layer.

1:56:17Iya.

1:56:19Ya memang agak jauh sih om mimpinya.

1:56:22Tapi bisa.

1:56:24Kalau memang disandarisasikan dan kemudian dia bisa langsung tanpa layer lib UV.

1:56:33Langsung bisa ke kernel, ya maybe.

1:56:36Ini bunyi JS gak masuk ya?

1:56:38Oh dia bukan V8 ya bunyi JS ya.

1:56:40Dia JavaScript Core ya.

1:56:42Oh iya dia pakai punya-nya.

1:56:44Punya webkit.

1:56:47Kalo ini khusus V8 ya berarti ya?

1:56:50Nggak juga sih sebenernya.

1:56:51Nggak juga.

1:56:52Lebih ke arah.

1:56:54Interested in using web platform API outside of browser.

1:56:57Nah ini sebetulnya kayak main power play aja.

1:57:00Jadi kayak sekarang yang gampang yang sama-sama based on V8 kan.

1:57:04Nah kalo misalnya ini udah jadi standar kan mau nggak mau ntar si bun JS dikut juga kan.

1:57:10Nggak pressure si JS Core, developernya JS Core juga buat kerja sama buat gabung.

1:57:18Jadi ini memang lagi perang API sih.

1:57:23Perang standard.

1:57:25Perang standard.

1:57:26Perang standard.

1:57:27Bisa diimplementasikan oleh orang sebanyak mungkin gitu kan.

1:57:29Untuk web mungkin orang sudah sepakat dengan semua standard ECMAScript.

1:57:37Itu aja butuh berapa tahun ya?

1:57:39Pertahun-tahun kan.

1:57:41Seperti Fakubama.

1:57:42Ada ngambek dulu ribut itu.

1:57:44Mereka baru bisa beneran bikin Interf22 ini kan awal itu dulu lama.

1:57:50Iya dulu lama.

1:57:53Tapi effortnya dari dulu nih.

1:57:59Makanya ini semacam interop tapi di sisi lain dan ini masih fase awal.

1:58:04Kita nggak tahu nanti kerepannya gimana.

1:58:07Iya betul.

1:58:08Tapi intinya apapun yang terjadi sebenarnya ini kita akan tetap menang juga asalkan kita tetap belajar yang standard-standard itu.

1:58:15Fundamental. Balik lagi ke fundamental ya.

1:58:17Iya semuanya kembali ke fundamental.

1:58:20Karena mau react, mau angular, mau jQuery dan lain-lain bisa saja tergantikan dengan teknologi yang lebih baru.

1:58:30Tapi JavaScriptnya tetap ada.

1:58:32Bahkan JavaScriptnya sendiri bisa saja hilang nanti suatu saat kan.

1:58:35Sama jadi web API.

1:58:38Oke kita sudah tidak terasa ya seru sekali ya.

1:58:42Sudah bukan 1 jam plus lagi tapi sudah hampir 2 jam.

1:58:45Rekor ini paling lama ya?

1:58:47Paling lama karena ya.

1:58:50Padahal masih ada beberapa pertanyaan nih belum dijawab.

1:58:52Masih masih ada.

1:58:53Berarti harus ada 2 pertanyaan nih.

1:58:56Nanti dibahas di Twitter berarti.

1:58:58Mungkin kita closing dulu ya.

1:59:00Closing statement kali ya satu per satu ya.

1:59:02Dari siapa duluan?

1:59:03Dari Haidar.

1:59:05Waduh waduh waduh.

1:59:08Mau follow-follow apa?

1:59:10Atau mau kasih pesan-pesan khusus?

1:59:12Silakan.

1:59:14Pertama-tama paling terima kasih saja sudah menonton.

1:59:18Kayaknya tadi gue juga paling tidak terlalu banyak ya.

1:59:20Biasa soal di live stream ini sebelah di YouTube channel React Indonesia.

1:59:23Paling subscribe aja tuh.

1:59:25Di situ ada yang sampai jam 5 pagi juga ada.

1:59:27Ini masih baru jam 10 ya.

1:59:31Baru jam 10 ya.

1:59:33Kita rekornya sampai jam 5.

1:59:35Jadi subscribe aja di situ.

1:59:38Terus tadi soal yang form juga sebelah ada penjelasan.

1:59:41Yang sampai pagi itu ada di situ.

1:59:44Yang penjelasan form.

1:59:46Streaming sampai pagi ya.

1:59:48Html sama javascript biasa.

1:59:50Yang ga perlu pake framework.

1:59:52Jadi fundamental ada di situ juga.

1:59:54Terus paling yang kita belum membahas tuh.

1:59:57Kan awal tahun ini februari itu ada dokumentari React.

2:00:01Yang dari Honeypot.

2:00:03Nah itu nanti ya.

2:00:05Cukup jadi memberikan pencerahan bahwa React itu ke depannya gimana gitu.

2:00:11Sejarahnya gimana dan ke depannya gimana.

2:00:13Jadi ga perlu khawatir mungkin.

2:00:15Udah berapa tahun ke depan gitu.

2:00:17Ya pokoknya sebenarnya.

2:00:19Ada acara nombor ya di channel owner.

2:00:21Channel React Indonesia.

2:00:23Nombor dokumentari React.

2:00:25Silahkan dijadualin dulu di issue ya.

2:00:27Taruh di issue dulu ya.

2:00:29Oke oke oke.

2:00:31Lanjut, siapa?

2:00:33Ini closing statement ya berarti ya?

2:00:37Yes.

2:00:39Kalau dari aku sih tips.

2:00:41Tips aja sih kayak.

2:00:43Coba-coba buka-buka spek.

2:00:45Webwork.

2:00:47Web3 API gitu.

2:00:49Kalau kita lihat perkembangan framework saat ini.

2:00:51Ya ga jauh dari situ.

2:00:53Karena web udah mature ya.

2:00:55Webstandard sekarang.

2:00:57Jadi kebanyakan framework juga bakalan referensikan kesana.

2:00:59Karena tools atau alat tulis kita itu bisa diganti-ganti.

2:01:05Tapi kalau pemahaman kita itu pasti selalu bertahan.

2:01:09Kayak filosofi yang dijelasin tadi ya.

2:01:11Ya.

2:01:13Karena UI itu sama dengan FX.

2:01:15Dalam kurung data.

2:01:17Mentahan.

2:01:19Funksional.

2:01:21Menerima data yang memproduksi sesuatu.

2:01:25Misi-misinya Jordan kan.

2:01:29Make functional programming mainstream kan.

2:01:31Nah Dewat React dia bikin ini.

2:01:33Kayak gitu.

2:01:35Nah ini juga kemarin saya ngalamin nih.

2:01:37Lagi nyari React Indonesia yang muncul.

2:01:39Video-video reaksi.

2:01:41Gak susah sih emang.

2:01:43Kalau search ini aja.

2:01:45Obrolan anak React.

2:01:47Obrolan anak React.

2:01:49Ya lebih itu.

2:01:51Formatnya kayak gini juga ya berarti.

2:01:53Ngobrol-ngobrol gini ya santai ya.

2:01:55Iya diskusi santai.

2:01:57Karena ada live coding ya.

2:01:59Live coding wah seru sekali.

2:02:01Oke oke mantap.

2:02:03Itu dia sih dari aku tadi.

2:02:05Thank you semuanya.

2:02:07Di ajak ngomong disini.

2:02:09Masih.

2:02:11Resi-resi boleh.

2:02:13Jadi sebelumnya terima kasih dulu kepada temen-temen dari Webdev Indonesia.

2:02:17Udah ngajak Nobro bikin honor di channelnya.

2:02:21Jadi ya.

2:02:23Cuma saya mau bilang.

2:02:25Kita masih buka untuk kontribusi.

2:02:27Untuk penunjemahan dokumentasinya.

2:02:29Ke bahasa Indonesia.

2:02:31Kalau mau liat.

2:02:33Buka langsung aja ke report sitori bahasa Indonesia nya.

2:02:35React.js

2:02:37React.id

2:02:39Ada isu.

2:02:41Isu yang pin.

2:02:43Coba buka. Nanti ada.

2:02:45Kelihatan.

2:02:47Progressnya kayak gimana.

2:02:49Mau masuk kontribusi.

2:02:51Bantu translate kayak gimana.

2:02:53Nanti kita akan coba review-review.

2:02:55Nanti textnya dan semacamnya.

2:02:57Jadi nanti.

2:02:59Bisa jadi reviewer juga.

2:03:01Bisa jadi reviewer juga.

2:03:03Jadi ya.

2:03:05Kalau mungkin yang lebih ahli dari bahasa.

2:03:09Kalau udah Ivan nonton.

2:03:11Oh iya iya.

2:03:13Ivan Lanin ya.

2:03:15Bukan Ivan Chris.com.

2:03:17Ivan Lanin.

2:03:19Karena ini juga udah 50%.

2:03:23Nanti kita bakalan coba buka.

2:03:25Yang dokumentasi untuk yang.

2:03:27Medium priority yang bagian UI dan semacamnya.

2:03:29Jadi ya.

2:03:31Tunggu tanggal mainnya.

2:03:33Jadi ya untuk itu sih.

2:03:35Dari aku sih itu aja sih ya.

2:03:37Terima kasih udah diundang.

2:03:39Jangan lupa kontribute ke.

2:03:41Translation documentation ke bahasa Indonesia.

2:03:43Nah ini kesempatan nih.

2:03:45Bukan temen yang mau belajar.

2:03:47Jadi kontributor open source ya.

2:03:49Bisa lewat sini ya.

2:03:51Oke siapa lagi.

2:03:53Terakhir. Mas Zain.

2:03:55Mungkin sekalian share screen.

2:03:57Boleh boleh.

2:03:59Jadi tadi kalau mau nyari.

2:04:01Channelnya.

2:04:03Cari aja obrolan anak react.

2:04:05Karena susah kalau orang Indonesia.

2:04:07Keluarnya jadi.

2:04:09Di buka obrolan anak react.

2:04:11Nah disini ada beberapa obrolan.

2:04:13Itu udah terjadi. Baru dua kali sih.

2:04:15Tapi satu lagi kerjaan.

2:04:17Terkaitan sama kemarin.

2:04:19Terus ini yang lima jam itu.

2:04:21Kupas tuntas ya.

2:04:23Marathon.

2:04:25Jadi kalau mau bahas.

2:04:27Dan yang labor ini lima jam.

2:04:29Begadang sampai sahur.

2:04:31Terus.

2:04:33Sebenernya kalau masih mau.

2:04:35Apa tadi.

2:04:37Mau menghidupkan lagi lah ya.

2:04:39Di website resmi kita react.js Indonesia.

2:04:41Itu react.js.id.

2:04:43Ini juga.

2:04:45Sebenernya saya ada link ini sih ajukan topik.

2:04:47Jadi bisa ajukan topik di github ini.

2:04:49Bisa dibaca disini.

2:04:51Atau sebenernya kalau mau.

2:04:53Lebih jelas.

2:04:55Lihat agenda kita itu ada di projects.

2:04:57Terus di beta backlog.

2:04:59Ini ada beberapa. Yang mesti udah masuk backlog.

2:05:01Jadi mungkin nanti kalau sempat.

2:05:03Mungkin bulan depan kita akan coba mulai bahas.

2:05:05Beberapa hal di antaranya terkait.

2:05:07Ada yang nyebut juga owner repo gimana.

2:05:11Yang intinya kita coba menghidupkan.

2:05:13Sesempatnya.

2:05:15Sekarang mungkin karena sedang sibuk terjemahkan.

2:05:17Mungkin kita akan banyak fokus ke terjemahan dulu.

2:05:19Mungkin alih-alih.

2:05:21Kita melakukan onar.

2:05:23Kita bikin onar. Mungkin kita buka keran dulu.

2:05:25Yaitu.

2:05:27Kerjaan anak react.

2:05:29Bisa juga dibikin meetupnya.

2:05:33Ngenerjemahin dan ngereview bareng.

2:05:35Oh iya benar.

2:05:37Terus saya bisa menarik.

2:05:39Kemarin itu topik awalnya itu.

2:05:41Yang pertama itu adalah menyelesaikan Gullosarium Gulu.

2:05:43Dan itu pun nggak selesai juga.

2:05:45Dua jam setengah ini kita cuma selesai.

2:05:47Mungkin sepertiganya.

2:05:49Mungkin perusahaan kita udah bertemu lagi.

2:05:51Gullosarium.

2:05:53Setelah itu kita bisa fokus ke terjemahan.

2:05:55Oke.

2:05:57Mantap.

2:05:59Sebenernya ya.

2:06:01Gullosarium memang living document.

2:06:03Jadi ya.

2:06:05Nanti kita adjust lagi.

2:06:07Dan bisa berubah juga ya.

2:06:09Jadi misalnya sudah disetujui.

2:06:11Tetapi nextnya ada...

2:06:13Ada perubahan lagi.

2:06:15Tadi menggelar itu deploy.

2:06:17Mungkin bisa kita pertimbangkan.

2:06:19Kalau memang disetujui.

2:06:21Kita terbahas dulu.

2:06:23Kayak kemarin sempat kejadian kok.

2:06:25Yang kata render itu kan.

2:06:27Jadi apa render?

2:06:29Render jadi apa?

2:06:31Render.

2:06:33Kayak merender.

2:06:35Merender.

2:06:37Di italic atau nggak.

2:06:39Di italic atau nggak.

2:06:41Oke.

2:06:43Oke.

2:06:45Terima kasih banyak untuk semuanya.

2:06:47Mudah-mudahan.

2:06:49Kita bisa unang lagi.

2:06:51Mau akutin komen yang belum dijawab.

2:06:53Silakan kontak.

2:06:55Telegram.

2:06:57Telegram.

2:06:59Kalau di sosial media terdekat.

2:07:01Ya pokoknya ya.

2:07:03Ping salsa dari Kamila.

2:07:05Di sosial media mana pun.

2:07:07Kalau aku asalkan.

2:07:09Bukan Facebook dan Instagram.

2:07:11Karena aku nggak ada dua-duanya.

2:07:13Oke. Kalau begitu.

2:07:15Terima kasih banyak.

2:07:17Kita ketemu lagi lain waktu.

2:07:19Untuk malam ini kita udahan dulu.

2:07:21Terima kasih. Selamat malam.

2:07:23Selamat istirahat. Bye bye.

2:07:25Terima kasih banyak.

Suka episode ini?

Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!

Langganan Sekarang

Episode Terkait

Ngobrolin Ekosistem Vue - Ngobrolin WEB
EP 74

19 Mar 2024

Ngobrolin Ekosistem Vue - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Ngobrolin Monorepo - Ngobrolin WEB
EP 119

18 Mar 2025

Ngobrolin Monorepo - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Ngobrolin NextJS - Ngobrolin WEB
EP 85

4 Jun 2024

Ngobrolin NextJS - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Komentar