Perkembangan Teknologi WEB dari httparchive - Ngobrolin WEB Ep7
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Topik pembahasan: - https://almanac.httparchive.org/en/2022/javascript - https://almanac.httparchive.org/en/2022/webassembly - Datanya dari mana? seberapa akurat dan apakah representatif? - https://github.com/HTTPArchive/httparchive.org/blob/main/docs/gettingstarted_bigquery.md - ht Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.
0:15Halo, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
0:18Selamat malam, selamat hari Selasa.
0:21Selasa malam, waktunya kita ngobrolin web.
0:24Masih sama-sama kita bertiga.
0:27Riza, masih ada saya, Riza. Kemudian ada Eka. Halo, Eka.
0:31Halo.
0:33Ya, saya Riza dari Tangerang, Eka dari Jogja.
0:36Dan ada tamu jauh, ya, Ivan, yang jalan-jalan terus.
0:40Yay! Halo, halo.
0:42Dari mana nih? Dari mana nih?
0:44Iya, kali ini dari Gresik.
0:46Saya lagi di WorldCamp Gresik.
0:50WorldCamp, ya? Wah, mantap.
0:53- Acaranya mulai besok. - Acaranya besok, ya? Berapa hari?
0:57- Selama 2 hari. - Selama 2 hari.
1:00Wow, seru ya.
1:02Seru banget. Ini mulai ramai banget nih.
1:04Kan sekarang ada lagi kayak seperti gala dinner gitu ya.
1:07Jadi ketemu speaker, sponsor.
1:10Speakersnya juga ada dari lokal, dari luar juga ada.
1:14Sponsor dari lokal juga ada, dari luar juga ada.
1:17Jadi, iih, seru banget.
1:20Iya, iya, iya.
1:22Tapi tetap COVID-man.
1:25Organisernya mau stream.
1:27Ngobrol di web. Iya, iya dong.
1:30Ya kan masih berkaitan sama WordPress juga ya ini.
1:33Betul.
1:35Ya, WordPress kan menguasai dunia web kan? Berapa persen?
1:39Kalau saat ini sekitar 41 persen. Saya lupa angka eksternya.
Lihat transkrip lengkap
1:4440 persen.
1:46Tapi dari survey, bukan dari survey, maksudnya.
1:50Dari web survey yang dilakukan itu dari strategi, Pak.
1:55Top 1 million web itu, Pak, 41 persen menggunakan WordPress.
2:01Oh, wow.
2:03Gede sekali ya.
2:05Ya, WordPress ini kan salah satu killer feature-nya ini ya.
2:08Bisa dibilang killer feature-nya PHP kan.
2:11Dan CMS yang paling populer lah ya.
2:14Kalau jawab dulu, kita ada jumlah, ada Drupal.
2:20Drupal juga masih eksis ya, masih banyak juga yang pakai.
2:24Ada yang tahu nggak sebelum jumlah itu apa?
2:28Sebelum apa ya?
2:30Ya, deket-tek aja.
2:32Ngetek ATML manual. Enggak ya?
2:34Is it Mambo?
2:36Mambo.
2:38Mambo ganti jadi jumlah kan kalau nggak salah ya?
2:41Gue pakai CMS-nya mulainya dari Mambo.
2:45Dari Mambo.
2:47Tahun umur deh gue.
2:49Kalau untuk e-commerce-nya, gue pakainya OS Commerce.
2:55OS Commerce.
2:57Iya, baru diporking jadi Zencar.
3:02Oh, jadi Zencar.
3:04Tapi yang dari WordPress sendiri juga ada kan.
3:08Ya namanya, e-commerce kan itu WordPress ya.
3:11Ngefreeze kan Ivan kan.
3:14Kita remove dulu ya.
3:17Jadi Ivan boleh join lagi nanti kalau internetnya udah oke.
3:24Jadi malam hari ini, topiknya apa nih kak?
3:28Topiknya adalah web almanak.
3:32Jadi kita mau bahas tentang state of the web ya.
3:36State of the web 2022, perkembangan dunia web itu seperti apa dari 2021 sampai tahun ini, 2022.
3:46Tapi bukan berdasarkan survey,
3:50melainkan berdasarkan statistik data yang dikumpulkan dari pengguna-pengguna browser Chrome.
4:02Khusus browser Chrome.
4:04Bukan Chromium, Microsoft Edge, atau Opera, atau anak-anaknya Chromium, enggak.
4:10Jadi dia hanya Chrome aja yang warnanya merah kuning hijau.
4:15Dan juga bukan dari Firefox dan bukan dari Safari.
4:19Jadi yang ada statistiknya itu dari Chrome aja.
4:26Terus begitu datanya dikumpulkan, kemudian disimpan ke satu sumber data dengan BigQuery.
4:36Kemudian dari situ baru bisa didapatkan di analisa.
4:42Jadi mungkin kita bisa mulai dulu dari Eka.
4:47Ini bahas tentang KTTP Archive itu apa dan bagaimana cara data dikumpulkan.
4:54Jadi kan tadi sudah dibahas sekilas tentang web almanak.
5:01Yang bakal banyak kita bahas malam ini sebetulnya hasil dari web almanak untuk tahun 2022.
5:10Tapi web almanak itu datanya dari mana?
5:13Dari project yang namanya HTTP Archive.
5:17Nah, HTTP Archive itu project yang sudah berjalan selama berapa ya? Dari tahun 2010 atau berapa punya?
5:25Sudah berjalan selama bertahun-tahun.
5:28Eh, sebelumnya deh.
5:31Tapi almanaknya 2019, disini datanya.
5:36Jadi HTTP Archive itu project parent-nya.
5:39Jadi dia mengumpulkan seluruh URL yang tadi dibahas itu, URL yang diakses oleh pengguna Chrome.
5:46Nah, itu bagian dari project yang namanya CRUX, Chrome User Experience.
5:53By default, kalau kita pakai Chrome, itu URL yang kita akses itu dikirim.
6:02Tapi pastinya di-anonymize ya, nggak include apa IP address kita atau apa.
6:09Jadi cuma general region, mungkin dari Indonesia, device-nya seperti apa, URL yang diakses itu apa,
6:17itu dikirim ke Archive mereka.
6:21Di preferences, kalau kita nggak bersedia, ya bisa off-out. Cuma ya, maksudnya itu...
6:27Kayaknya waktu install Chrome pertama kali, ada ininya kok.
6:32Oh, ada checkbox-nya ya?
6:34Ada consent-nya kok, ada inform consent-nya. Dan by decode memang enable by decode.
6:40Tanyaannya, apakah kalian membacanya?
6:43Oke-oke aja.
6:45Jangan, oke-oke saja.
6:47Nah, itu data URL-nya kan dikumpulin sama si HTTP Archive ini,
6:53yaitu tadi URL-nya itu masing-masing URL setiap tanggal 1 setiap bulannya,
7:00itu mereka running sejumlah tes. Bisa tolong buka halaman yang metodologi.
7:05Metodologi, siap.
7:08Nah, itu ada tools-nya.
7:11Jadi mereka si pihak HTTP Archive ini dengan bekal URL-URL yang dikirim dari Chrome UX study,
7:20Chrome study, mereka running sejumlah tes pakai beberapa tools-nya.
7:25Ada tool di situ kan, ada web page test, ada Lighthouse, dan lain-lain.
7:30Terus di-store di database yang namanya BigQuery.
7:35Nah, BigQuery-nya.
7:37Google BigQuery ya, maksudnya ya?
7:40Ya, Google BigQuery.
7:42GCP, GCP.
7:43Dan itu bisa, ya betul, GCP bisa diakses dari Google Cloud Platform oleh siapapun,
7:50bukan cuma si pihak siapa, HTTP Archive atau yang bikin Almanak aja, kita semua bisa, tapi bayar.
7:58Kita juga pernah eksplor ya, tapi abis itu menyerah. Susah.
8:02Ya, jadi emang itu kan bayarnya berdasarkan usage ya.
8:06Jadi ada free tier-nya, buat kalau yang cuma pengen iseng coba-coba tuh,
8:10ada kan contoh dataset-nya itu, ya semacam SQL query lah.
8:14Jadi kalau penggunaan kita per bulan di bawah 1 terabyte, masih free.
8:19Nah, cuma ini kan datanya tuh banyak banget, dan ekstrim lah.
8:25Maksudnya ini data yang di-store itu, test-nya aja banyak, tools-nya banyak, hal-hal yang apa,
8:31metric-metric yang di analisa itu sangat banyak.
8:35Kalau misalnya kita harus nulis SQL command untuk mendapatkan data yang kita mau,
8:44kalau belum terbiasa itu sulit.
8:46Jadi kalau dari segi data, memang datanya tersedia, bisa diakses,
8:52baik secara gratis, maupun kalau mau maksimal, ya berbayar.
8:56Tapi kan kita belum tentu bisa langsung membaca, apa, cari data yang kita mau,
9:03pilih kolom-kolom apa aja yang datanya relevan, dan apa,
9:08menafsirkan lah ya, meninterpretasi datanya maksudnya seperti apa, itu kan agak sulit.
9:16Nah, makanya sekitar 3 tahun kayaknya, 3 tahun terakhir ini,
9:21mereka dari HTTP Archive itu membuat project state of the web lah, almanak tahunan.
9:29Jadi ini yang paling baru yang mau kita bahas ini, yang tahun 2022.
9:33Tahun lalu ada 2021, dimana mereka itu ternyata mereka bekerja sama dengan ekspert di masing-masing bidang.
9:43Jadi ada CSS, JavaScript, atau mungkin Accessibility, dan lain-lain,
9:49dan mereka juga merekrut banyak kontributor sukarela.
9:52Ternyata itu ada, apa sih, bisa volunteer kalau kita mau.
9:56Jadi ikut dalam tim yang menafsirkan dan mendiskusikan data-data atau matrix apa aja yang mau diolah.
10:07Dan itu hasil olah data mereka itu dipresentasikan dalam almanak tahunan ini.
10:14Jadi kita bisa relatif lebih mudah membaca atau menafsirkan data-datanya.
10:20Kayak misalnya CSS nih contoh, ya contoh random aja. Mungkin ada hal-hal yang relevan
10:27seperti media query atau support query, atau misalnya untuk accessibility, prefer reduced motion.
10:35Itu kan kalau cuma lihat dari database, itu sekadar hanya satu dari banyak kolom yang ada.
10:45Tapi kan di almanak ini di analisa dari kacamata misalnya accessibility.
10:50Jadi kita lebih mudah menafsirkan data-data itu, dan yang paling enak sih dibawahnya ada contoh query-nya.
10:58Jadi kalau kita mau pakai tinggal kopas aja.
11:01- Oh iya, mana ya? - Nanti kalau di bagian-bagian kayak CSS.
11:06Di bawahnya ada contoh. - Di setiap kategorinya ya.
11:10Ada dua hal menarik ya di almanak ini yang saya perhatikan.
11:16Yang pertama adalah kalau misalkan survei-survei kayak dari Stack Overflow,
11:23atau State of JS, atau State of CSS dan lain-lain itu kan survei kan.
11:28Jadi orang yang kenal sama... - Pembuat survei.
11:33Yang pas kebetulan baca. - Ya, friend of friend gitu ya, yang kebetulan baca.
11:40Dan kemudian ada keinginan untuk menulis survei, atau mengisi survei-nya.
11:43Dan isi survei-nya juga belum tentu akurat kan.
11:45Dia bisa aja berbohong dalam tanda kutip gitu.
11:47"Ah nggak mau isi yang ini, isinya yang itu." Bisa aja gitu kan.
11:52Tapi kalau dari web almanak ini lebih jujur karena...
12:00Ya, emang URL yang diakses.
12:03Ini lebih tepatnya, lebih ada field report, satu field report, satu lagi survei report.
12:09Terbeda ya. - Ya, jadi kadang-kadang ada misleading juga.
12:15Kalau misalkan State of JS gitu kan, dia memang yang bikin survei-nya itu ya di lingkungannya React.
12:21Makanya React menang. Walaupun memang secara jujur, secara umum memang React paling atas.
12:26Cuman kan teman-teman dia juga banyak pakainya di lingkungan dia pakai React.
12:30Karena itu jadi agak bias, bukan misleading ya, agak bias gitu lah kira-kira.
12:35Sementara kalau ini kayaknya lebih netral lah.
12:38Ya, nggak netral juga karena cuma Chrome aja, nggak browser yang lain gitu.
12:42Tapi lebih representatif kali ya.
12:47Iya, browser lain kan nggak meliputan gitu.
12:50Dan juga data ini juga sebenarnya open door buat teman-teman jika ingin melihatnya secara langsung.
12:57Saya bisa demo-in sedikit kalau teman-teman pengen lihat.
13:00Wah, boleh dong, coba-coba.
13:04Kebetulan saya lagi mainan BigQuery.
13:09Kita waktu itu pernah minta diajarin sama Johan ya bikinin BigQuery, main-main BigQuery.
13:17Wow, oke. Jadi ini saya punya akun Google Cloud.
13:26Di Zoom dong, di Zoom, nggak kelihatan.
13:29Gak bisa ya?
13:32Oke, bisa aja.
13:33Oke, cukup, cukup.
13:34Jadi saya punya akun di Google BigQuery.
13:39Jadi ada 3 data yang open.
13:42Satu dari HTTP Archive, saya lupa efadu query ini apa,
13:48tetapi ini kelihatannya dari troller untuk beberapa situs-situs besar seperti Stack Overflow,
13:55Hacker News, GitHub, Wikipedia, segala macam.
13:59Dan satu lagi, Chrome UX Report.
14:02Oke, kita bahas sedikit.
14:05Kalau misal dari HTTP Archive, ini data-data yang ada.
14:08Jadi contohnya kalau mau lihat, dari 2016 nggak ada data ini.
14:14Contoh kalau mau lihat data dari 2021 aja ya, mau bala ya.
14:25Kita bisa preview datanya apa yang dipumpulkan.
14:31Oke, contohnya seperti ini.
14:34Timewise.net dan data yang dikirimkan itu apa aja.
14:40On content loaded, blablabla.
14:43Terus nanti dari data ini ada yang proses ke data-data yang lebih kecil lainnya.
14:49Contohnya mau ke data yang diproses itu jadi, contohnya data almanak nih.
14:59Yang para mereka mana aja yang sudah jumpstack. Jadi contohnya kalau yang begini itu data table,
15:06kalau yang begini itu sudah view.
15:08Kalau tau apa ya, jadi view lah.
15:13Data table ya table, kalau yang view itu sudah kaya difilter dari data set yang besar.
15:19Udah ada kondisinya, udah dimodifikasi.
15:23Betul, jadi kita bisa query ke view aja.
15:25Jadi kita lihat nih kalau tahun 2022, clientnya desktop, terus website-nya ini,
15:32kira-kira response-nya gini, kelihatan nih average LCP, fast LCP, CLS, blablabla sudah kelihatan.
15:42Ini juga, ini data almanak ya, itu juga bisa di cross-reference.
15:47Saya dulu pernah bermain di cross-reference antara datang dari harta TVR.
15:51Kita selalu punya pertanyaan, bagaimana sih pertumbuhan pengguna jamstack di Indonesia
16:02dari tahun ke tahun, yang khususnya dari Indonesia dari tahun ke tahun.
16:05Nah, maksudnya kita bisa dari query dari data HTTPR5,
16:11di query ke Chrome UX Report, misalnya dari country-nya Indonesia.
16:15Karena kita pengen berapa data dari Indonesia, data country ID soalnya.
16:20Sudah difilter nih berdasarkan country. Ini agak skew datanya ya,
16:26karena situs dari Indonesia itu apa gitu ya, berdasarkan apa.
16:30Kalau di sini itu, situs dari Indonesia itu adalah situs yang di-visit dari Indonesia.
16:36Jadi bisa jadi situs luar negeri tapi di-visit dari Indonesia.
16:40Oh, bukan server yang serve si website-nya sendiri ya?
16:44Susah, susah, susah itu.
16:46Oh ya, nggak ada datanya. Gimana?
16:50Contohnya, WhatsApp kan bukan dari Indonesia kan,
16:54tetapi di-visit dari Indonesia, contohnya seperti itu.
16:58Jadi, bisa teman-teman bisa menquery data yang kayak Google,
17:03terus bisa dilihat performance-nya seperti apa.
17:07Jadi, kalau mau lihat kompetitor atau teman-teman mau lihat kompetitor,
17:11bisa. Bagaimana sih performa kompetitor itu dari sini gimana, itu juga bisa.
17:18Last thing, jadi antara data set ini pun,
17:23yang penting teman-teman ingat ya, ini berbayar ya,
17:25jadi kalau di running query-nya, dia berbayar sesuai dengan total execution time.
17:32Ya, jadi hati-hati dengan query-nya.
17:35Jangan lupa pakai limit ya.
17:36Iya, jangan lupa pakai limit.
17:38Kalau udah benar, baru limitnya di...
17:40Tapi kalau dibawah 1 terabyte, masih free kan ya, ada free tier-nya?
17:44Masih ada, saya lupa free tier-nya, tetapi...
17:461 terabyte sebulan.
17:48Jadi, hati-hati bagi teman-teman yang mau bermain,
17:52karena kita GDI, kita tuh dapat kupon.
17:55Jadi, kita bisa eksplorasi.
17:57300 solar ya.
17:59Iya, jadi bisa eksplorasi, jadi data Reddit,
18:03bisa kita lihat juga di sini, Toktoin di Reddit itu.
18:06Silahkan. Nah, jadi soal transparansi data,
18:12apa yang dikumpulkan sama RTPP Archive, Chrome UX Report, ada semua di sini.
18:16Ada semua.
18:17Jadi, kalau misalkan kita mau lihat gitu,
18:21website yang paling, performanya paling bagus yang diakses dari Indonesia, bisa ya?
18:27Bisa.
18:29Tinggal nanti pinter-pinter bermain SQL query,
18:33nanti saya udah kehilangan, kehilangan saya punya query gak tahu lagi dimana ya.
18:40Kalau gak saya bisa tunjukin bagaimana query yang kemarin saya sudah pernah coba.
18:44Mengatahu kalau gak tahu itu, saya mencari pertumbuhan situs WordPress
18:49yang dikundingi dari Indonesia dari tahun ke tahun.
18:54Nah, itu saya pernah bikin itu datanya.
18:56Dan itu perkembangannya sangat pesat di Indonesia.
18:58Jadi, apa namanya?
19:02Bisa menggunakan fitur ini jika ingin melakukan saya survei-survei atau...
19:08Analisa.
19:10Analisa dengan metodologi data-data science.
19:14Bisa bikin semacam state of web atau state of JS versi lokal gitu kan.
19:21Betul.
19:22Jadi misalkan kita pengen tahu apakah library yang banyak digunakan, yang diakses apa?
19:28Kan kita bisa cek website yang berbahasa Indonesia misalkan.
19:32Ada language-nya ID gitu, Indonesia.
19:35Terus habis itu dicek dia pakai library apa.
19:37Atau ukuran halamannya totalnya berapa gitu.
19:43Atau FTP-nya berapa. Core Web Vitals-nya berapa gitu ya.
19:49Bisa kayak gitu ya.
19:51Betul, betul.
19:53Seru sih ya.
19:54Cuma mungkin ini ada kafiatnya sedikit ya soal akurasi.
19:58Tadi kalau URL-nya kan emang karena auto-report.
20:02Jadi nggak ada bias-bias yang kayak di survei-survei yang survei manual kita bahas tadi.
20:09Jadi kalau dari segi URL sih emang cukup representatif untuk user Chrome.
20:15Jadi pengguna Chrome kan cukup mayoritas ya.
20:18Jadi secara statistik mungkin kita bisa dapat gambaran besarnya.
20:23Tapi ini kan dia pakai walaupun URL-nya, field URL.
20:29Matrix-nya kan berasal dari lab tools ya.
20:33Web page test dari Lighthouse dan lain-lain.
20:37Dan di metodologinya ada penjelasannya tuh.
20:41Bahwa mereka emulate dengan kondisi cash kosong dan lock out.
20:46Namanya ya mereka nge-crawl process itu dengan cara atau metodologi lab tools.
20:54Jadi nggak 100% mewakili apa yang dialami user.
20:59Karena user mungkin speed-nya berbeda-beda.
21:02Ada cash, mungkin kalau login experience-nya beda ya.
21:07Kadang kan ada aplikasi yang kalau landing page memang status.
21:11Status dan server render misalnya.
21:13Karena kan bisa berubah, tapi begitu kita login itu fungsinya semua misalnya client render.
21:19Pakai JavaScript yang mungkin dari segi thread blocking-nya, total blocking time-nya.
21:26Bisa ada perbedaan karena ya emang usage-nya beda.
21:30Jadi nggak 100% mewakili usage.
21:35Sama untuk library yang client-side, itu kan mereka pakai weaponizer ya.
21:42Tools yang bernama weaponizer tuh ada di halaman metodologi.
21:48Itu tuh nggak semua library JavaScript bisa dideteksi dengan akurat oleh tooling itu.
21:57Jadi kayak contohnya React itu lebih mudah dideteksi karena kan dia ada global-nya kan, ada runtime-nya.
22:04Tentara kayak swell dan mungkin view ada nggak sih? Ya view atau mungkin solid atau lain-lain. Yang ya swell lah.
22:12Dia kan nggak ada runtime-nya ya. Jadi maksudnya kalau kita punya aplikasi atau situs web yang pakai swell,
22:19begitu udah dibuild, ya swell-nya ilang. Itu jadi JavaScript biasa aja.
22:24Jadi itu solid dideteksi oleh tooling seperti weaponizer tadi.
22:31Terus kalau WordPress kan, kalau CMS seperti WordPress itu bukan lebih mudah dideteksi.
22:40Sedangkan kalau yang pure HTML-based, misalnya 11t atau apalah, kan 11t atau Hugo kan dia generate pure HTML.
22:50Ya terus gimana? Itu kan nggak ada jejaknya. Gak bisa di data.
22:55Jadi namanya statistik itu kan nggak bisa presisi banget. Cuma kita tetap dapat gambaran besarnya aja.
23:06Oke. Nah, dari web Almanac ini kan ada beberapa kategori-kategorinya ya. Ada banyak ya.
23:16Banyak-banyak banget. Di table content-nya ini juga kan ada CSS, ada JavaScript, markup, font, media, web assembly,
23:26sampe PWA dan lain-lain. CMS juga ada. Ada banyak sekali. Dan malam hari ini kita akan bahas sedikit-sedikit ya.
23:34Sedikit aja. Mungkin cukup kalau 2-3 jam.
23:38Kita mulai dari JavaScript dulu ya. Kita mulai dari JavaScript. Yang menarik dari JavaScript.
23:44Nah, ini yang bisa saya lihat ada ini apa, dari tahun lalu dibandingkan tahun lalu sama tahun ini,
23:53ada pertumbuhan yang cukup, apa ya, cukup lumayan untuk jumlah JavaScript yang di apa ya,
24:04di daca, di browser. Ada sekitar 8%. Kemudian untuk di desktop 10%. Jadi nambah.
24:14JavaScript-nya yang tadi kita lihat ada website yang nggak ada JavaScript, sekarang nambah.
24:18Kemudian yang menarik lagi, gimana ya, nah ini. 17% pengguna Chrome itu membuka website yang menggunakan Webpack
24:33sebagai bundler-nya. Ini lagi seru karena si Versel baru ngeluarin Turbo Pack juga kan?
24:40- Turbo Pack. Yang buat sama. - Yang buat sama.
24:45- Ini trend banget yang bikin Note, bikin Deno. - Iya.
24:48Nah, ini yang bikin Webpack. Pas Webpack ada lambat, dia bikin Turbo Pack.
24:53Iya. Ini juga, ya, Turbo Pack di last belum masuk doang kan. Dia baru mulai kan.
24:59Jadi mungkin tahun depan kita akan lihat apakah pengguna Webpack semakin menurun atau gimana, kita nggak tahu.
25:05Kemudian, secara apa ya, agak di luar perkiraan, bundler yang populer kedua adalah ternyata Parcel.
25:16Wow. Parcel ini sebenarnya awalnya ya, berawal dari Webpack yang tidak perlu dikonfig.
25:27Abis itu dia akhirnya bikin bundler sendiri akhirnya. Kalau nggak salah ya.
25:32Dulu awal-awal Parcel 1 itu kalau nggak salah itu. Dia Webpack tapi dia nggak perlu dikonfigurasi.
25:38Sama seperti Veed sebenarnya. Cuman kalau Veed kan kita harus itu kan, define kan.
25:44Oh, saya mau react dan typescript gitu kan. Ada menu-nya kan.
25:48Kalau Parcel itu dia bisa auto-detect kalau nggak salah.
25:52Ini cukup seru juga karena adopsinya lumayan naik dari 1,2 ke 1,9.
26:03Tidak terlalu signifikan tapi untuk ukuran Parcel yang tidak banyak orang dengar ini lumayan sih.
26:09Kemudian transpiler ya masih bubble lah ya.
26:12Kemudian nah ini untuk beberapa cara memanggil JavaScript gitu ya. Ada yang menggunakan async.
26:22Ada yang menggunakan devr. Ada yang pakai module. Atau ada yang no module.
26:28Ini script, text script kemudian spasi type sama dengan module itu digunakan
26:35kalau teman-teman mau pakai sintaks yang import bla bla bla.
26:39Kita bahas sedikit pas bahas Veed Convert itu ya episode lalu.
26:47Jadi import itu sebenarnya sudah didukung oleh browser nggak perlu pakai WP.
26:55Belum semua loh.
26:56Belum semua. Hampir ya hampir.
26:58Jadi kalau teman-teman mau pakai import.
27:00Maksudnya browser yang lama ya.
27:02Browser yang lama. Betul. Browser modern yang sudah up to date automatis update seperti Chrome, Edge, atau Firefox, Safari mungkin itu udah bisa.
27:12Jadi tinggal tambahkan aja spasi type sama dengan module itu udah bisa support import.
27:18Jadi nggak perlu pakai.
27:19Ya browser keluaran 2 tahun terakhir lah ya.
27:21Keliatannya mulai apa? Mulai major.
27:24Ya dan ada juga cara pemanggilan yang asingkranus supaya nggak blocking ya kalau nggak salah ya.
27:32Ya betul.
27:33Supaya nggak blocking.
27:34Kalau devor ini apa devor?
27:35Di load setelah domp content load selesai semua selesai.
27:39Di download domp content load dia baru jadi di download ditunda sampai selesai domp.
27:46Sedangkan kalau asing seselesainya dia ya?
27:49Seselesainya dia dipanggil.
27:53Dan sudah selesai di download baru dia di expect.
27:57Nah sebenarnya asing dan devor kalau dipakai bersamaan itu salah kan ya.
28:01Maksudnya devornya nggak berlaku asingnya kan yang menang.
28:06Nggak boleh dipakai dua-duanya kan.
28:08Tepatnya boleh aja tapi devornya nggak rusak.
28:13Cuma buat apa?
28:15Yang jalan asingnya doang katanya kalau dipakai dua-duanya.
28:19Kalau scriptnya berbeda yang satu dipakai asing yang satu dipakai devor karena tidak terlalu perlu.
28:24Misalkan analytics kan butuhnya terakhir ya.
28:29Nggak perlu di awal ya.
28:30Tergantung analyticsnya ya.
28:32Misalkan kayak itu lah counter lah.
28:35Counter web page counter gitu.
28:38Counternya nambah gitu kan.
28:40Itu kan bisa terakhir gitu kan.
28:42Atau misalkan mau load JavaScript untuk komentar.
28:46Yang pastikan artikelnya harus muncul dulu dong.
28:49Baru komentarnya ada gitu kan.
28:52Kalau saya malah lebih ekstrim lagi.
28:55Hanya load JavaScript hanya saat dibutuhkan.
28:59Oke itu gimana caranya?
29:01Jadi island architecture.
29:06Atau kalau mau manual pakai intersection observer.
29:13Misalnya komen kan biasanya jauh di bawah ya.
29:18Sedangkan buat apa dia di load saat di atas.
29:22Meskipun kita tunda buat apa dia di load di atas.
29:24User yang aja belum scroll sampai ke bawah.
29:27Belum tentu dia tertarik untuk komen dan belum tentu dia selesai membaca terus dia mau komen gitu ya.
29:32Iya dan bisa-bisa mungkin pakai intersection observer.
29:37Misalnya sampai kayak 300 pixel sebelum komen baru scriptnya baru di request.
29:46Request dulu, running, baru dia di render.
29:50Jadi hemat banyak kan.
29:53Contohnya kalau kita di restoran.
29:57Kita nggak akan mungkin juga, kan ada juga teknik yang kalau kita mau order dessert.
30:08Makanan pencuci mulut ya setelah selesai makan dong harusnya.
30:13Jangan waktu makan.
30:16Kalau pesen minum, minumnya duluan sampai.
30:20Minumnya manis-manis lagi kan.
30:24Jadi hilang selera makan kita ada keburu minum.
30:29Oke, anyway.
30:34Jadi si asing ini sudah lumayan banyak orang yang tahu.
30:40Jadi sudah banyak dipakai.
30:42Ada sekitar 76% web mobile itu menggunakan script dengan asing.
30:48Karena supaya nggak render blocking, terutama bisa meningkatkan skor dari performance juga.
30:56Core white vital.
30:58Betul core white vital.
30:59Kemudian, tapi si Diver ini yang masih belum terlalu banyak dipakai.
31:06Kemudian apa lagi yang menarik?
31:11Kita lihat lagi.
31:12Ini nggak semua ya.
31:13Kamu bisa baca langsung dari almanac.http.archive.org ya.
31:18Kalau mau detailnya.
31:19Tapi di sini kita highlight yang menarik-menarik aja.
31:22Yang menurut kita menarik ya.
31:24Kemudian ini adalah percentage.
31:28Percentase.
31:30Aplikasi mobile atau halaman web mobile.
31:34Yang masih ada render blocking script.
31:37Yang tidak menggunakan asing.
31:39Tinggi 77%.
31:41Jadi masih banyak yang belum terlalu dioptimasi.
31:44Terutama untuk mobile page.
31:46Masih scriptnya masih di-head dan belum menggunakan asing.
31:51Belum di-referensi kan?
31:53Yes.
31:54Bisa jadi topic.
31:56Topic.
31:57Bisa, bisa.
31:59Boleh, boleh, boleh.
32:01Kemudian dynamic import juga salah satu fitur yang menarik.
32:05Dan masih belum banyak orang yang tahu.
32:07Ternyata udah ya tapi ya.
32:09Sudah, sudah.
32:11Sudah ada.
32:12Sudah ada.
32:13Bedanya dengan static import apa?
32:15Static bedanya adalah kalau dynamic import dia hanya di-load ketika dibutuhkan.
32:20Jadi kalau memudahkan untuk chunk JavaScript.
32:23Kan JavaScript code kita kan enggak.
32:25Kalau misalkan ukurannya besar kan dipotong-potong ya.
32:28Jadi dengan menggunakan dynamic import.
32:30Ya.
32:31Lebih apa ya.
32:32Lebih efektif lah gitu penggunaannya.
32:34Dan hanya enggak sampai setengah persen dari pengguna yang mengakses website dengan fitur dynamic import.
32:45Mungkin karena juga masih baru ya.
32:47Untuk mobile 0,34 tapi untuk desktop 0,41.
32:50Nggak beda jauh.
32:52Terus web worker juga salah satu fitur yang lumayan menarik.
32:56Karena dia bisa dijalankan dengan thread yang berbeda.
33:01Jadi asingkronus.
33:02Jadi main thread ya.
33:04Ya.
33:05Khusus untuk pekerjaan-pekerjaan tidak ada hubungannya sama manipulation DOM.
33:09Memakses DOM dan lain-lain.
33:11Apa sih maksudnya?
33:12Maca file.
33:14Ambil data dan lain-lain itu bisa dikerjakan oleh web worker.
33:20Ini naiknya berapa nih dari tahun lalu?
33:22Angka statistik web worker.
33:2412 persen ini naiknya enggak ada ya.
33:28Kayaknya tahun lalu belum ini deh.
33:30Belum rilis.
33:34Sekarang kan mungkin ngetrend salah satunya karena ada party town ya.
33:39Yang lagi ke hype.
33:41Jadi mungkin mulai public adoptionnya mulai tinggi lah.
33:45Ya enggak harus dari party town.
33:47Cuma orang jadi tahu bahwa oh ya bisa kayak gitu.
33:51Ini ada kasus saya pakai web worker ini.
33:55Untuk ini apa namanya?
33:58Request data di background.
34:00Saya pakai ini juga.
34:02Jadi di project yang saya itu.
34:04Misalnya setelah loading, loading setelah loading pertama.
34:10Saya tahu di bagian bawah itu ada statistik.
34:12Ada data, data endpoint yang harus saya load.
34:16Tapi enggak saya load dari, enggak saya load via.
34:21Main thread.
34:23Main thread.
34:24Karena saya tahu data itu enggak penting-penting amat di load.
34:26Karena data cukup gede.
34:28Dan harus diproses.
34:30Jadi saya requestnya via web worker.
34:32Saya via web worker sudah sampai.
34:34Terus saya simpen di local storage.
34:38Jadi waktu scrolling sampai ke komponen tersebut.
34:44Saya cuma tinggal load dari local storage.
34:46Enggak perlu request.
34:48Betul.
34:50Jadi buat teman-teman yang enggak tahu party town.
34:52Tadi sempat dibahas.
34:54Itu adalah salah satu library untuk melod.
34:58Terparti script seperti analytics.
35:02Ternyata party town itu terparti maksudnya.
35:04Ya analytics.
35:06Kemudian apalah gitu ya terparti library.
35:08CDN dan lain-lain.
35:10Itu yang tidak ada hubungannya sama manipulasi dom.
35:14Itu di loadnya di web worker.
35:16Jadi lebih cepat.
35:18Misalkan teman-teman pakai Google Analytics.
35:20Atau pakai analytics yang lain.
35:22Seperti itu.
35:24Kemudian kita lanjut lagi.
35:26Ivan sudah selesai atau tadi kepotong sorry?
35:28Enggak.
35:30Oke.
35:32Ini juga seru nih.
35:34Pasti banyak yang mengefriend sama jQuery.
35:36Jadi jQuery masih teratas.
35:38Jauh sekali dibandingkan React 8%.
35:42Menurut saya sih karena pengaruh WordPress.
35:48Satu itu karena kadang-kadang ada satu aplikasi web atau halaman web.
35:58Itu bisa punya dua library jQuery yang berbeda versi.
36:04Jadi dia bisa dua kali lipat sendiri.
36:06Itu dihitung satu.
36:08Kalau di sini mungkin dihitung satu ya.
36:10Kalau dihitung satu, berarti ini bisa lebih dari 81%.
36:14Lebih banyak lagi.
36:16Itu udah penjelasan itu.
36:18Sebagian karena WordPress.
36:20Karena tingginya penggunaan WordPress.
36:22Itu ternyata berkorelasi langsung sama tingginya si jQuery.
36:26Betul.
36:28WordPress menggunakan jQuery dan digunakan 35% dari website sejauh ini yang menggunakan Chrome.
36:34Yang dari CRUX ini.
36:36Itu menggunakan WordPress.
36:38Sehingga jQuery-nya yang paling tinggi.
36:40Beda ceritanya kalau nanti jQuery-nya digantikan oleh yang lain.
36:46Dan di sini juga ada cerita bahwa hampir semua fitur-fitur jQuery sebenarnya sudah bisa dilakukan di DOM API.
36:56Jadi kalau misalkan teman-teman berfikir untuk bikin aplikasi web di luar WordPress.
37:04Diusahakan jangan pakai jQuery dulu sampai benar-benar dibutuhkan.
37:08Saya nggak tahu kapan. Kayaknya udah nggak butuh ya.
37:10Kalau project baru nggak butuh.
37:12Cuma kalau project lama kan kalau rewrite semua.
37:16Ditulis ulang menggunakan web API yang baru.
37:18Nggak ada yang mau, males.
37:20Salah satunya kalau nggak salah Bootstrap.
37:24Bootstrap udah tergantung budget.
37:26Kalau nggak salah Bootstrap udah nggak pakai jQuery.
37:32Jadi sudah mulai sedikit-sedikit orang berpindah.
37:37Karena memang DOM API udah lebih mudah digunakan dibandingkan dulu ya.
37:43Kalau dulu kan kita harus pakai XHR.
37:51XML.
37:53XHR HTTB Request.
37:55Kami nyebelin waktu.
37:57XML-nya, huruf besar, huruf kapital.
37:59HTTP-nya, TTP-nya, huruf kecil.
38:03Siapa itu yang buat API ya?
38:05Yang bikin itu si XML HTTB Request yang bikin.
38:11Bukan.
38:13Cuma Internet Explorer kan ya itu.
38:15Internet Explorer.
38:17EA itu yang bikin itu.
38:19Jadi Ajax itu yang bikin dulu EA.
38:21EA ya.
38:23Jadi gara-gara itu aja, worth it.
38:28Untuk pakai jQuery dan kita bisa pakai dolar titik Ajax atau GET.
38:33Itu udah worth it untuk urusan gitu.
38:36Tapi kalau sekarang kan udah ada vets ya.
38:38Jadi harusnya lebih mudah lah.
38:41Terus juga untuk selektor dan lain-lain juga sudah lebih sederhana dibandingkan dulu.
38:47Jadi disarankan, pikir dua kali ya.
38:51Pikir berapa kali untuk menggunakan library-library seperti jQuery, moment.js,
38:56dan lain-lain yang kita udah bahas di episode sebelumnya juga.
38:58Episod terakhir.
39:00Kemudian, nah ini juga gede nih.
39:0357% ternyata dari halaman mobile page.
39:08Ada 57% web yang JavaScript-nya pasti ada isu...
39:16Kamanan.
39:18Kamanan.
39:20Ini lumayan besar.
39:22Lebih dari setengahnya.
39:24Tapi turun tahu, turun signifikan dari tahun lalu.
39:27Oh iya, turun.
39:29Udah mulai aware ya.
39:31Tahun lalu 64%, tahun ini 57%.
39:35Itu juga salah satunya karena library biasanya.
39:40Ini adalah vulnerabilities.
39:45JQuery paling rawan karena ada di mana-mana ya.
39:49Maksudnya karena penggunaannya tinggi, kemungkinan disusupin, apalah, keli jahat.
39:56Lebih besar juga.
39:58Ini yang gede-gede nih ya.
40:00Yang cukup besar dan cukup populer.
40:06Makanya dia 57% cukup besar karena yang populer-populer pada kena ya.
40:12Cuma yang paling tinggi, paling signifikan sih jQuery doang.
40:16Hampir separoh kan.
40:18Ini berdua loh.
40:19JQuery dan jQuery UI kalau digabungin berapa ini?
40:23Kalau pakai jQuery UI kan pasti pakai jQuery juga.
40:28Oh iya, jelas.
40:30Cuma misalnya tingkat risikonya berarti jauh lebih tinggi
40:33kalau pakai jQuery UI dan jQuery.
40:37Dan dari sekian library, muncul satu framework angular.
40:43Ini angular berapa ya, angular JS?
40:45Angular JS itu yang lama deh kayaknya.
40:47Satu ya, satu apa dua gitu.
40:50Yang disebut angular JS itu yang paling pertama kayaknya deh.
40:54Yang pertama ya.
40:55Kalau sekarang angular aja nggak pakai JS ya.
40:59Oke, kemudian ini ada percentage desktop page yang menggunakan webcomponent.
41:05Custom element, baru 2%.
41:08Masih sedikit, adaptinya masih kecil.
41:11Bertahun-tahun ini naiknya seberapa ya?
41:14Kayaknya naiknya 0,00.
41:15Justru ini turun.
41:16Tahun lalu 3%. Tahun ini jadi turun.
41:20Bisa.
41:21Entah kenapa.
41:22Entah, mungkin ada framework yang lagi ngetrend kayak Astro
41:32atau Quick dan lain-lain jadi orang jadi malah berhenti menggunakan.
41:38Kemudian Shadow DOM masih ada hubungannya sama webcomponent juga.
41:41Cukup kecil, cuman agak naik memang.
41:44Shadow DOM ini adalah salah satu fitur yang bisa membuat isolated CSS styling.
41:50Tahun lalu itu 0,37 naiknya nggak terlalu signifikan.
41:55Kemudian yang pakai template nih, ini salah satu fitur yang saya suka juga nih.
42:00Kalau misalkan kita nggak mau pakai DOM manipulation.
42:05Ya, nggak perlu bikin function render.
42:08Jadi kita bisa pakai template, tapi sayangnya adaptinya juga masih terlalu kecil.
42:13Ternyata template pun ada di WebPiPiA ya, kirain cuma di view.
42:17Saya suka pakai ini loh.
42:19Iya, ini salah satu yang favorit juga ini.
42:22Makanya kecil sekali.
42:23Mungkin belum banyak yang tahu juga.
42:25Topik, salah satu topik.
42:29Bisa jadi topik juga.
42:32Dapat dua topik malam ini kan?
42:33Iya, dapat dua topik nih.
42:35Kita lanjut sedikit lagi.
42:39Kalau ini WebAssembly nggak terlalu banyak yang bisa di highlight.
42:44Tapi paling hot nih, salah satu topik paling hot ya.
42:47Iya, jadi yang saya highlight adalah bahasa yang digunakan untuk WebAssembly itu paling banyak yang mana.
42:54Ternyata yang paling banyak adalah C, C++.
42:59Yang kedua, dan perbedaannya cukup jauh.
43:01Yang ketiga adalah C#.
43:03Ya, nscripten dan lain-lain itu C ya, C++ ya.
43:08Kemudian...
43:10Karena, kayaknya ya mas ya.
43:12Ini karena yang di-convert itu adalah library-library yang sudah ada.
43:19Ya, betul sekali.
43:21Di komen yang sudah ada kayak genu itu sudah, jadi tinggal di-convert.
43:26Jadi nggak bikin baru.
43:28Kayak AutoCAD itu dari C++.
43:30Kemudian Adobe juga dari C++.
43:33Di-legasi code, di-modifikasi sedikit, di-kompilasi dengan nscripten, jadilah aplikasi web gitu ya.
43:43Oke ya, berarti maksudnya bisa nggak harus beneran nulis semua dari awal kan.
43:49Justru itu jadi daya tariknya kan.
43:51Bisa pakai WhatsApp di web.
43:53Betul.
43:54Karena kan ada banyak juga aplikasi-aplikasi yang berjalan misalkan kayak di DOS gitu kan.
44:00Yang akhirnya terpaksa harus menggunakan DOS, padahal DOS sudah nggak di-support lagi gitu kan.
44:05Jadi dengan adanya WebAssembly ini, dia bisa dijalankan di web gitu.
44:11Dan lebih enak juga kita nggak tergantung kepada OS tertentu gitu.
44:17Bisa diakses dari mana aja.
44:19Contohnya kayak JPEG 2.0 PNG atau konverter-konverter itu kan sudah banyak komen line-nya.
44:27Betul.
44:28FMPEG itu yang buat konversi video itu sudah bisa diakses dari web juga kan.
44:34Sudah ada alat darinya.
44:36Mantap.
44:38Mantap.
44:3916% belum teridentifikasi bahasanya apa.
44:43Assembly script itu adalah salah satu yang populer juga, 8,2%.
44:48Kalau mau lebih lanjut, temen-temen bisa cek state of WebAssembly 22 survey.
44:53Oh, ada itunya juga ya.
44:55Ada survey-nya juga.
44:57Dan yang menarik juga ini, saya kurang tahu terlalu dalam tentang WebAssembly sih.
45:03Jadi fitur apa yang digunakan, yang paling tinggi adalah sign extension.
45:06Ini apa, nggak tahu.
45:07Ini apa?
45:09Kita mesti cari bintang tamu ini.
45:11Mesti cari featuring yang mendalami WebAssembly ini, seru kayaknya.
45:16Betul.
45:17Oke, dari saya cukup itu aja JavaScript dan WebAssembly.
45:21Selanjutnya mungkin bisa dari Eka mau bahas tentang apa nih pertama.
45:26Kayaknya bahas PWA sama capabilities aja deh.
45:30PWA dulu aja.
45:31PWA.
45:32Jadi kalau untuk PWA, TLDR-nya atau ringkasannya, penggunaannya naik.
45:38Cuma nggak secara signifikan.
45:41Jadi cukup ajak tingkat kenaikannya.
45:43Atau bisa dilihat, naik sih.
45:45Naik cuma nggak ekstrim muah banget.
45:48Tapi ya sisi positifnya adalah, ini trend yang cukup stabil.
45:54Jadi kayak bukan.
45:55Kan PWA itu mulai naik sejak 2019 ya.
46:00Nah pergerakannya sampai dengan sekarang itu bukan cuma kayak yang trend bentar doang.
46:08Abis itu udah dilupain.
46:10Tapi positifnya ini adoptionnya tetap selalu naik secara trend.
46:16Terus kalau yang di Almanak ini sih sebetulnya detail-detail penggunaan metodnya.
46:22Secara umum sih ini yang paling banyak digunakan itu metod yang cukup basic ya.
46:28Jadi kayak pertama kali life cycle-nya, install, activate, ya itu pasti kalau kita menggunakan service worker.
46:36Nah ini nih bagian manifest ini seru juga.
46:38Jadi manifest itu sering dianggap sebagai bagian dari PWA.
46:45Nah ini bisa dibilang ya benar dan salah.
46:49Maksudnya bukan salah gimana ya.
46:52Jadi manifest itu sebetulnya web manifest itu ada spesifikasi sendiri.
46:58Intinya itu sekedar file JSON yang memberi informasi tentang suatu aplikasi atau situs web.
47:06Jadi sebetulnya kalopun kita nggak menggunakan service worker, nggak bisa add to home screen dan nggak bisa lain-lain.
47:14Mau ada manifestnya ya bisa-bisa aja dan boleh-boleh aja.
47:18Itu manifest begitu.
47:20Jadi kalau gampangnya kalau kita ingin pakai service worker, kita pengen pakai capabilities PWA.
47:26Memang harus ada manifestnya.
47:29Tapi sebaliknya kalau mau pakai manifest ya pakai manifest aja.
47:33Nggak harus pasang service worker dan lain-lain.
47:36Nah di Alam Anak ini dia mengkomper macam-macam penggunaan baik dari service worker-nya maupun Alam Anak-nya.
47:46Wait-wait, jadi PWA itu nggak mesti pakai service worker ya?
47:51PWA harus ada service worker-nya kalau mau pakai add to home screen.
47:58Oh oke, biar bisa jalan di background ini ya?
48:04Ya buat casing, background sync dan lain-lain dia memang harus service worker.
48:09Berarti kalau share-an minimalnya dia harus kalau di-visit harus kalau 404 ini apa kalau offline.
48:18Home page-nya atau origin-nya harus tetap 200.
48:23Oke, nggak ada itu.
48:26Kira-kira begitu. Terus itu sih kalau di Alam Anak itu ada perbandingan detail-nya.
48:31Nah ini scroll ke bawah sedikit mungkin.
48:35Nah ini manifest properties, macam-macam ada display, ada apa?
48:41Display itu untuk mengatur tampilan-tampilan seperti nama yang ditampilkan.
48:47Kalau kita install namanya apa?
48:50Terus ya termasuk background color full screen punya ya yang berurusan sama tampilan.
48:56Terus soal icons, ukuran icons itu kalau kita ngikutin macam-macam versi browser lama itu variasi icons-nya banyak banget.
49:08Nah sering kita bingung, cuma sekarang nih hasil survey, hasil Alam Anak ini menunjukkan bahwa icon yang dipakai
49:17cuma ada dua size icon yang cukup major.
49:21Ke bawah lagi sedikit.
49:25Ini apa nih? Oh ini display ya tadi ya. Ada stand alone, ada full screen, yang paling banyak stand alone.
49:30Kemudian icon-nya ya.
49:33Nah itu kan sebenarnya variasi ukuran icon-nya banyak banget dan kadang kita tuh
49:37mungkin overwhelmed yang aduh males banget kalau harus bikin, harus nge-generate.
49:43Ada tools-nya tapi kan tetap setiap kita ganti icon, adjust icon, harus generate
49:48belasan versi ukuran. Nah sebetulnya kalau untuk major browser yang baru itu dua icon,
49:58dua ukuran icon cukup. Itu bisa, itu kelihatan banget kan tuh di bar chart-nya
50:04192 sama 512 yang paling major. Kecuali kita memang punya user base yang pakai browser lama
50:13variasi tertentu, misalnya Safari, Safari iOS 14 atau Safari iOS 13, ya itu beda kasus.
50:22Nah terus ada lagi nih, manifest kategoris ke bawah lagi sedikit.
50:27Nah ini ada hal menarik, jadi mereka si HTTP Almanak ini mengelompokan semua situs yang di-crawl.
50:38Ada kategori-kategorinya ada shopping, news, dan lain-lain. Nah ini ada dua chart
50:44terkait apa, penggunaan manifest dan penggunaan PWA.
50:51Nah jadi jenis-jenis situs seperti apa atau web app seperti apa yang banyak menggunakan
50:57teknologi PWA itu ada di shopping dan news yang paling banyak. Terus selain itu ya
51:05ada bisnis, ada sosial, jadi menarik sih ini kita dapat gambaran teknologi ini
51:12dipakai di situs jenis apa aja.
51:15Hmm menarik, kalau service worker gak ada ya?
51:21Ada tadi di atas.
51:23Oh ada, maksudnya yang kayak gini tapi yang service worker gak ada ya?
51:29Kayaknya masuknya di PWA tadi, yang atasnya.
51:33Oh yang ini?
51:34Iya, ini yang pakai service worker jadi apa bisa add to home screen.
51:39Tapi bedanya sedikit sih, bedanya tipis, maksudnya antara yang manifest saja atau
51:45yang manifest complete dengan service worker PWA itu kategori paling atas setap
51:52shopping, news, dan bisnis. Jadi apa jenis aplikasi yang menggunakan itu.
51:58News ya ternyata berita itu paling butuh apa, fungsionalitas PWA, news dan shopping.
52:05Oke.
52:06Nah terus ini nih soal advance capabilities, Fugu API.
52:12Fugu API.
52:14Jadi project Fugu itu, itu codename dari project yang dilakukan oleh Chromium
52:22dan stakeholder terkait. Jadi ada dari Google Chrome, ada dari Microsoft,
52:28terus ada dari seperti Intel, itu kan mereka gak bikin browser tapi bikin hardware-nya ya.
52:34Mereka itu punya project yang memajukan atau mempropos standar web API
52:46yang memiliki kapabilitas canggih, intinya yang kapabilitasnya menyamai
52:52feature-feature native. Nah itu sering disebut dengan Fugu API.
52:58Nah ini apa?
53:01Fugu itu dari ikan Fugu kan?
53:05Iya, ikan kebung.
53:07Bukan, ikan buntal, ikan buntal.
53:12Buntal, buntal.
53:14Katanya belom pernah makan, katanya dagingnya enak, tapi kalau salah siapin, berencun.
53:20Saya sudah pernah makan, sudah pernah.
53:23Gak ada rasanya.
53:26Gak ada rasanya?
53:28Iya, kayak teksturnya aja gitu, rasanya kalau gak pakai sausnya gak ada rasa.
53:34Oh, padahal bahaya ya, maksudnya apa? Saking enaknya, ya harus disiapkan.
53:41Jadi yang menggunakan 8,8% di desktop ya, baru 8,8%.
53:49Jadi project Fugu itu kan sebetulnya mencakup banyak banget API-nya
53:53dari yang sudah lumayan established, major, sampai yang masih experimental.
53:59Nah itu penggunaannya, itu 4, di situ ada 4 API yang sudah paling umum, paling banyak digunakan.
54:08Itu angkanya web share di sekitar 8%, jadi not bad lah.
54:14Terus sebenarnya ada bagian yang menarik tuh, di API push itu sebetulnya
54:22originally bagian dari project Fugu.
54:25Tapi kan sebetulnya semua feature-feature web API itu merupakan spesifikasi atau standar ya,
54:32jadi bukan milik dalam arti patent atau hak miliknya siapapun.
54:37Jadi apa, semua API itu bukan punya orang Chromium atau orang Google atau orang Microsoft,
54:44jadi bisa diadopsi, gak tertutup kemungkinan diadopsi browser lain kalau dirasa perlu.
54:51Dan di sini tahun ini kelihatan untuk pertama kalinya push API itu cukup naik,
54:58salah satu alasannya karena Safari juga mengadopsi push API itu.
55:05Jadi ternyata API dari project Fugu pun gak eksklusif, gak menutup kemungkinan,
55:14suatu saat bisa diadopsi oleh browser lainnya, kalau memang dirasa relevan.
55:19Intinya kan kalau sudah di-approved di konsorsium ya browser lain harus adopsi.
55:26Walaupun gak tahu kapan ya.
55:29Iya, walaupun gak tahu kapan.
55:31Oh iya, kan kalau masih di WICG itu Working Group Specification in Progress itu kan dalam proses,
55:40berarti kalau sudah dianggap stabil, ya suatu saat browser akan...
55:45Tapi ya itu, bebas suka-suka mereka mau adopsi sekarang atau kapan-kapan.
55:50- Betul. - Tapi sukses story-nya itu salah satunya push yang pertama kali masuk,
55:57walaupun cuma 2% ya, karena mungkin banyak faktor.
56:01Karena Chrome juga kan?
56:03Safari juga sekarang.
56:05Iya, maksudnya yang di Almanak ini kan Chrome aja kan?
56:09Oh iya, betul-betul.
56:11Jadi gak kelihatan tuh Safari, Firefox dan lain-lain, gak kelihatan.
56:15Tapi kan itu mempush developer untuk, maksudnya developer jadi oke,
56:19bisa dapat green light dari project manager atau client untuk nambahin...
56:24Biasanya product owner lah yang itu ya.
56:28Oke, ada lagi? Sudah?
56:32Udah sih, sisanya baca-baca sendiri aja langsung di URL-nya.
56:37Saya boleh ijin undur diri dulu, baterai saya sudah tinggal 10-12% lagi.
56:45Maaf, gak ada colokan di sini, kalau gak sudah saya colokan nih.
56:50Maaf, maaf.
56:54Oke, kalau mau duluan silahkan.
56:56Iya, mohon maaf ya, teman-teman semua.
57:00Ini udah mau jam 9 juga emang.
57:02Oh iya, ya udah 3 menit lagi deh, 3 menit lagi.
57:06Serius, 3 menit lagi?
57:08Kalau tiba-tiba ilang berarti mati.
57:10Kalau tiba-tiba ilang berarti tiba-tiba mati ya.
57:13Oke, siap kalau gitu. Lanjut ke capabilities ya kedua ya?
57:17Ya, capabilities sebenarnya itu tadi sih.
57:20Ini masih ada hubungannya kan?
57:21Itu ringkasannya tadi, TLDR-nya tadi,
57:24cuma kalau pengen lihat exactly perbandingan atau API-nya apa aja,
57:30bisa dilihat di situ.
57:32Ini agak berbeda dengan yang tadi ya.
57:35Yang tadi kan ini yang udah major, udah diadopsi kan.
57:39Kalau ini kan ada beberapa yang belum diadopsi juga kan.
57:42Udah, cuma itu kecil. Udah, ini semua udah major.
57:47Udah semua ya ini ya? Oh iya, web share API.
57:50Atau homescreen sudah.
57:52Ini detail-nya.
57:54Mungkin ada beberapa teman-teman yang nggak nyadar gitu ya.
57:58Kayak misalkan web share API.
58:00Itu saya sering banget pakai, karena saya nggak pakai, misalkan Twitter ya.
58:04Saya nggak pakai Twitter app, jadi saya pakainya web version Twitter di handphone.
58:09Jadi kalau saya mau simpan bookmark atau mau simpan sebuah tweet yang menarik,
58:15itu saya pakai web share API.
58:17Disimpan ke telegram.
58:19Nah, tapi harus di-check.
58:21Karena hanya browser mobile yang punya web share API.
58:26Desktop tidak punya.
58:27Desktop tidak ada.
58:28Jadi kalau dibuka di desktop, lo kok nggak ada?
58:30Ya, memang belum ada. Jadi yang mobile.
58:33Nah, itu bisa di-combine sama tadi itu dynamic import ya kan.
58:38Mungkin kita tetap pakai library, entah library eksternal,
58:42atau kita nulis sendiri buat bikin share pop-up ya.
58:46Cuma kita nggak usah load itu dulu.
58:48Siapa tahu kalau emang browser,
58:50kalau emang si user pakai browser mobile yang support share API, ya udah bagus.
58:55Nah, fallback-nya kalau nggak support, baru lazy load,
58:59dynamic import si JavaScript buat share dialog gitu.
59:04Jadi itu enak.
59:06Sebelum kita tutup, saya punya satu pertanyaan.
59:11Apa sih keuntungan kita, apa sih informasi yang kita bisa dapat dari sini untuk membantu kita?
59:19Apa tujuannya kita mengetahui informasi dari Almanak ini?
59:23Menurut teman-teman.
59:26Mungkin nanti teman-teman yang lain juga bisa isi YouTube comment atau di slido.
59:32Apa sih keuntungannya kita mengetahui Almanak ini?
59:35Kenapa informasi ini?
59:39Mungkin salah satunya mengetahui trend-nya ya, kecenderungannya kayak gimana.
59:45Kecenderungan misalnya tadi apa, ternyata kalau sebelumnya kita,
59:51mungkin kita gambling atau merasa gambling atau ragu-ragu adopsi PWA misalnya,
59:57ternyata cukup banyak yang pakai PWA, berarti relatif aman lah.
1:00:01Terus mungkin kita bisa, itu kan tadi yang positifnya ya.
1:00:09Kalau yang negatifnya mungkin kita bisa cek room for improvement.
1:00:13Misalnya tadi masih banyak website yang belum nge-load JavaScript secara asing.
1:00:25Masih banyak yang render blocking.
1:00:27Berarti kita harus memperhatikan itu di, mungkin misalnya kita kerja dalam tim
1:00:32atau kita ngerjain codebase orang lain, kita bisa tahu hal-hal yang perlu diperhatikan.
1:00:37Kesalahan umum kali ya, itu kan hal yang tadi kan cukup besar tuh
1:00:41yang punya render blocking script sampai 71%, berarti kalau kita nge-handle orang lain.
1:00:47Membuka wawasan kita lah berarti ya. Apa aja sih trend sekarang?
1:00:52Yang sekarang tuh apa? Kita tewas website yang di posisi mana?
1:00:56Jadi kita bisa tahu benchmark kita itu dimana gitu ya.
1:00:59Apakah kita sudah yang udah jadi yang lebih baik dari rata-rata atau kita masih di bawah rata-rata?
1:01:05Sama ini, jadi sumber konten.
1:01:10Kita kan GDE Web kan salah satu tugas kita, salah satu job desk kita adalah untuk
1:01:19memasarkan atau menyebarluaskan informasi-informasi ini kan.
1:01:23Misalkan tadi dynamic import itu kok kecil sekali, web component itu kok kecil sekali gitu.
1:01:30Jadi itu yang harus kita suarakan lagi, lebih sering lagi gitu.
1:01:34Misalkan ngisi acara dimana gitu ya, kita bisa bahas ini misalkan kayak tadi,
1:01:39oh ini masih banyak website-website di Indonesia atau di dunia bahkan
1:01:45belum menggunakan script asing gitu.
1:01:48- Script asing kok jadi enak ya script asing? - Script asingkronus gitu kan.
1:01:55Padahal itu udah ada fitur udah cukup lama dan dampaknya kepada performa itu cukup tinggi gitu.
1:02:01Jadi ya tugas kita sebenarnya buat menyebarkan lagi beritanya,
1:02:06buat menyebarkan lagi buat orang-orang jadi lebih tahu gitu.
1:02:10- Terus apa ya, kadang kalau kita bikin konten, kalau cuma nyebutin tentang API-nya,
1:02:15tentang sinteks ya, tentang demo kayak contoh penggunaan yang kayak di dokumentasinya,
1:02:20itu kan mungkin kurang menarik ya.
1:02:23Cuma yaudah itu keren, flashy, new, trendy, cuman belum tentu relevan sama kehidupan nyata.
1:02:30Nah dari alamanak ini kan kita bisa dapat konteks yang lebih baik kan.
1:02:34Misalnya tadi contoh gampangnya PWA dipakai di website jenis apa aja sih,
1:02:39kita punya data real buat ngedukung statement atau konten kita.
1:02:43- Bisa ini juga bisa buat ke apa, ngajuin ke pemegang apa ya, placeholder.
1:02:50- Product owner atau project lead atau apapun itu.
1:02:54- Stakeholder atau pemegang keputusan, misalkan keputusan bisnis gitu ya.
1:02:58- Kita mau maju kemana gitu ya?
1:03:01- Iya, ngapain sih kita, website kita pakai PWA, website kita kan website berita misalkan gitu kan.
1:03:06Nggak perlu PWA, coba deh lihat.
1:03:09- Kita komen sama BigQuery yang diberhasilkan tadi, kompetitor kita pakai semua ini.
1:03:15- Ibaratnya kita bisa membantu kita mengambil keputusan juga kayaknya,
1:03:22disupport dengan data yang ada.
1:03:25- Iya, kalau cuman bilang kita harus pakai PWA nih, kenapa emang?
1:03:29Kita nggak bisa support dengan datanya jadi kurang menarik kan.
1:03:32Tapi kalau misalkan kita bilang 90% website berita di luar sana sudah pakai PWA.
1:03:38- Semua kompetitor kita sudah pakai PWA.
1:03:41- Oke, saya harus kita...
1:03:49- Ya udah, kita pamit aja.
1:03:52- Atau tinggal 9%.
1:03:56- Kita juga sudah satu jam, jadi mungkin untuk malam ini kita cukupkan dulu aja.
1:04:02Terima kasih buat teman-teman, ada pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab,
1:04:05nanti akan kita recap dan kita masukkan ke Slido.
1:04:09Mungkin kita akan jawab di episode-episode berikutnya ya.
1:04:12- Mungkin next time kita bisa bahas kenapa shadow dome konsepnya gimana Pak Risa.
1:04:17- Ya, buat komponen dan shadow dome akan kita bahas.
1:04:20- Nah web komponen, udah ada materinya kan tuh.
1:04:23- Ya, jadi kita juga ngumpulin materi.
1:04:27Oke, terima kasih buat semuanya yang sudah hadir.
1:04:29Terima kasih buat Ivan, terima kasih buat Eka.
1:04:32- Sukses acara wordcam-nya besok, kita ketemu minggu depannya.
1:04:36- Thank you, bye.
Suka episode ini?
Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!
Episode Terkait
21 Mar 2023
Ngobrolin Teknologi Edge - Ngobrolin WEB ep25
Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...
7 Jan 2025
Ngborolin 2025 - Ngobrolin WEB
π Ulasan Tren Web 2024 - Perkembangan AI Generatif: Penyedia dan produk AI menjadi lebih beragam, tidak hanya chatbot ...
25 Nov 2025
WebAI - Ngobrolin WEB
π£οΈπΈοΈ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Malam ini membahas AI yang dapat dijalankan di web browser atau istilah kere...