EP 13

Ngobrolin Browser - Ngobrolin WEB ep14

Bagikan:

Kisah seru 'perang' browser! ----------------------------------------------------------------------------------- Bergabung menjadi anggota elit di kanal ini: https://www.youtube.com/channel/UCHhAlFGFCGgIusQkQIqJLYw/join Donasi dapat meningkatkan kualitas kanal ini: 💰 https://karyakarsa.com/rizafahmi/tip 💸 https://saweria.co/rizafahmi ----------------------------------------------------------------------------------- Butuh merchandise untuk kenangan: 👕 https://www.ciptaloka.com/+rizafahmi/ Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Transkrip Bantu Koreksi

0:00Halo, selamat hari Selasa. Seperti biasa kalau hari Selasa ketemu kita di Ngobrolinweb.

0:14Kayak kita harus decide gimana tangannya gitu biar asik kali ya.

0:18Besok-besok lah, nanti otografi.

0:21Kemajuan tapi ini, bisa ngomongnya compact tadi.

0:25Jadi ketemu lagi kita ngobrolinweb malam hari ini bersama saya Riza, ada Eka dan juga ada Ivan.

0:34Kita bertiga lagi dan seperti kemarin dan seperti episode kemarin kita tapping lagi.

0:44Kita rekam lagi karena sudah masuk masa liburan ya.

0:47Jadi kita mau tetap hari Selasa konsisten, berusaha untuk konsisten setiap masa.

0:55Tetap komitmen.

0:57Dan salah satu caranya adalah dengan rekaman sebelum hari Selasanya.

1:03Karena mungkin hari Selasanya sudah pada libur ya.

1:05Jadi malam hari ini kita akan ngobrolin apa nih? Kayaknya seru ya malam hari ini ya.

1:10Ya, yang gak bisa dilepas dari dunia web ya. Coba kita bahas yang lalu, udah bahas CS.

1:18Sudah bahas apa lagi? Fonts, udah bahasa TML, CSS, Statistik, Image, Phone.

1:28Terus apa lagi dari komponen sebuah web yang gak bisa, oh ya testing.

1:33Apa lagi nih yang gak bisa lepas dari web?

1:36Apa lagi kalau bukan browser. Gak ada browser semua itu gak jalan udah.

1:43Iya, browser itu jendela kita menuju dunia web.

1:48Yes, apa yang bisa kita buat ya, kemampuan-kemampuan aplikasi web sekarang,

1:54yang modern sekarang itu tidak terlepas dari kemampuan browser yang meningkat sangat tajam ya.

2:00Terutama beberapa puluh tahun terakhir gitu.

2:03Dan itu yang mendorong juga JavaScript, HTML, CSS maju berkembang

2:07gara-gara salah satunya ya karena ada perang browser ini kan.

2:11Kan gak enak kan kalau misalnya mau baca konten pakai core lewat comment line,

2:16terus hasilnya gitu kan, HTMLnya, terus kita baca gitu.

2:21Dan web API, kayak kata Mas Rissa tadi, web API yang jaman sekarang gak bakal bisa ada tuh

2:27kalau pakai crawl kan. Gak bisa buka kamera, gak bisa ngerekam suara dari terminal.

2:34Terus browser itu kayak jendela dan menyatukan kita ke semua device, semua OS juga loh.

2:42Semua OS gitu ya. Dia jalan di semua OS, dia jalan di semua device.

2:47Keunikannya media platform web dibanding native atau device lain juga itu ya?

Lihat transkrip lengkap

2:55Ya, selama ada browser, aplikasi web aman.

2:59Tinggal kembali ke kitanya gimana mendesain aplikasinya, apakah mengakomodir platform-platform itu

3:06atau ya kita cuekin aja gitu kan.

3:08Kalau ingat jaman dulu ada salah satu Joportal yang kalau kita tidak buka dengan salah satu...

3:15Gue tahu itu, gue tahu itu, gue tahu itu.

3:19Gue gak tahu.

3:21Tapi bukannya dulu common practice ya jamannya browser war, emang best view, in, blablabla.

3:31Terus dulu kayaknya bisa ngatur resolusinya, kayak kita nyuruh best view, in, browser A dengan resolusi 1024x768.

3:41Ya bayangin sekarang udah gak mungkin ya.

3:43Terutama yang diceritakan Joportal tadi karena dia pakai teknologinya tertentu ya, jadi udah bundling gitu.

3:55Kita sebut saja teknologi.net gitu ya.

3:59Dia udah dioptimise untuk browsernya dia, mereknya yang sama gitu.

4:04Makanya dia hanya menerima satu jenis browser.

4:08Tapi semakin kesini semakin universal kan?

4:11Karena adanya yang namanya web standard kan.

4:15Jadi kalau dulu banget mungkin agak kayak world wide web gitu.

4:20Masing-masing browser kan berkompetisi, masing-masing bikin feature yang proprietary yang ada di browser mereka sendiri doang.

4:28Dan implementasinya juga suka-suka mereka.

4:31Jadi kayak misalnya ya contoh random feature lah.

4:34Misalnya apalah kamera, dulu belum ada kamera ya.

4:37Misalnya fetch request atau apapun itu.

4:40Jadi sintaksnya tuh di browser A begini, di browser B sepenuhnya berbeda.

4:47Pusing juga kan, abis resource developernya kalau misalnya harus bikin kode dua kali.

4:54Nah abis itu makin lama makin deketatin standard kayak spesifikasi yang di W3C ya.

5:01Makanya lahirlah W3C karena sering war, sering berantem, satu bikin A, satu bikin B.

5:11Terus satu maunya begini, satu maunya begitu.

5:15Akhirnya gak ada ketemu kan.

5:17Makanya lahirlah W3C, World Wide Web Consortium.

5:23Jadi kalau mau bikin feature atau bikin perkembangan disepakatin dulu, spesifikasi teknisnya seperti apa,

5:32behavior-nya seperti apa, sintaksnya kurang lebih seperti apa.

5:35Jadi walaupun browser mungkin ada yang mengadopsi atau enggak, minimal ya teknologinya sama sintaksnya sama lah.

5:44Tapi kalau sudah di-approved, misalnya spesifikasi tersebut sudah di-approved menjadi sebuah standard,

5:51browser yang tergabung di consortium wajib menerapkannya.

5:58Tetapi timeline-nya dikembalikan ke si developer web-nya, web browser-nya.

6:05Kapan-kapan juga boleh, belum mau sekarang tapi kapan-kapan boleh.

6:11Tapi so far kalau gak bisa ya pasti di user-nya yang jadinya ini kan ya.

6:17Kalau emang feature itu penting, developer akan berisik kan, akan ngomong kapan nih, kapan nih.

6:25User menekan developer, developer menekan vendor browser.

6:32Biasanya dibikin dulu kalau bisa ada, apa istilahnya?

6:37Kalau misalnya di browser itu belum ada, terus dibuat polyfill dulu, kalau misalnya ada polyfill dulu.

6:51Kita pernah bahas ini ya, episode apa sih ponya yang mirip-mirip ini tentang standard,

6:57tapi kita bahas tentang proses adopsi standard spesifikasi JavaScript ya.

7:03Ya prosesnya mirip kan sebetulnya buat feature web API lainnya.

7:09Kayaknya yang di itu ya, yang di ES, ECMAScript, TC9.

7:16Nah, ngomongin browser nih, kita juga pengen tahu dong temen-temen yang dikomentar

7:23mungkin bisa tulis ya, browser favorite-nya apa, yang dipake sehari-hari itu browser-nya apa.

7:28Masaran aja gitu, biar siapa tahu kita bisa lihat kan.

7:33Ada browser- browser menarik.

7:34Mas Riza favorite apa, mas Baika favorite-nya apa?

7:38Apa ya?

7:40Kalau saya sebenarnya ini, agak mixed feelings ya sebenarnya.

7:45Kalau untuk browsing sehari-hari, beberapa waktu yang lalu safari sih, safari.

7:53Karena ya terbukti paling cepat.

7:56Oh, kalau buat Mac ya Mark safari.

7:59Banyak isu apa namanya, privacy kan, oleh si Apple-nya ini kan, banyak yang komplain gitu.

8:08Jadi, ya disayangkan aja.

8:10Tapi kalau untuk kerja, untuk bikin web dan lain-lain ya tetap Chrome sih.

8:16Karena Chrome DevTool-nya itu sangat membantu.

8:20Kalau aku pribadi, kalau penggunaan pribadi maksudnya browsing doang, kombinasi Firefox sama Chrome.

8:27Kalau buat nge-develop, ya tiga-tiganya sih, nggak tahu kenapa kurang suka safari sih.

8:34Walaupun pakai Mac.

8:36Harus testing, harus testing ya kan.

8:39Ya, keunggulan produknya si Apple kan itu seamless kan.

8:44Jadi, kalau misalkan kita pakai handphone-nya Apple juga, kita bisa kayak, bahkan kayak OTP itu udah otomatis.

8:54Dia bisa baca mesej di handphone kita, terus dia bisa kasih suggest bahwa OTP-nya segini tinggal kita klik.

9:00Nggak perlu apa, nggak perlu ngetik, nggak perlu apa, copy-paste, langsung diklik aja di situ-nya udah bisa gitu.

9:06Terus misalkan kita lagi browsing di handphone, terus kita mau push ke desktop juga.

9:10Oh, open in.

9:12Iya, jadi lebih ini, apa, lebih seamless aja.

9:16Dan itu Chrome Android juga gitu, ke Chrome laptop apapun.

9:20Iya, cuman kan problemnya adalah, tadi ngomong apa ya, lupa.

9:28Safari.

9:29Ya, safari itu adalah salah satu yang JavaScript engine-nya paling cepat.

9:35Nanti kita akan bahas ya tentang engine-engine itu ya.

9:38Nggak ada yang kayak saya ya, pakai Opera ya?

9:41Opera, oh iya, kalau Yvonne, Opera ya.

9:43Udah nggak.

9:46Tapi sayangnya sekarang Opera udah pakai engine-nya.

9:49Iya, sudah bukan engine game dulu lagi, udah ganti ke Romeo.

9:55Terus dari Opera kan ada ini juga kan, oh iya, kita ngomongin ini aja kali ya.

9:59Kita langsung ngomongin sejarahnya kali ya.

10:02Nanti ada, apa namanya, ada...

10:03Vivaldi apa ya?

10:05Opera, Vivaldi, dan lain-lain gitu kan.

10:07Terunannya Opera.

10:08Terunannya Opera.

10:09Coba kita lihat sejarahnya.

10:11Kita lihat di sini.

10:12Nah, kita mulai dari awal 90-an aja, yang pertama kali world wide web-nya muncul.

10:18Fotonya jadul banget itu.

10:19Iya, oleh Tim Berners-Lee.

10:22Dan yang menariknya adalah pertama kali apa, first web browser itu dikembangkan untuk next computer.

10:31Dibikin, dibikin sama Tim Berners-Lee itu.

10:34Yang punya next computer ini pada saat itu...

10:39Terus nama browsernya world wide web, ternyata lucu juga.

10:40World wide web, iya.

10:44Nah, dari situ baru kemudian apa namanya, berperang nih.

10:50Nah, akhir 90-an perang tuh antara Microsoft sama Netscape.

10:54Perangnya bukan cuman rebutan lahan browser mana yang paling menarik dan paling banyak dipakai.

11:02Tapi juga perang bahasa.

11:06Karena kan yang bawa JavaScript adalah Netscape kan.

11:10Yang bikin siapa? Brandon Ake kan.

11:13Yang sekarang bikin browser juga dia.

11:15Brave ya, brave.

11:17Ya, brave.

11:19Dulu JavaScript dibikin in house ya, in house di Netscape kan.

11:23Makanya kita dulu pernah bahas kan ya, itu ECMAScript bukan JavaScript.

11:28Karena dulu JavaScript masih di trademark Netscape.

11:32Betul.

11:34Jadi si Netscape menjalankan script-script sederhana menggunakan JavaScript buatan dia sendiri.

11:41Microsoft kamu kalah, dia keluarin juga.

11:43Eh, apa sih Jscript ya?

11:45Kalau gak salah Jscript atau Jscript.

11:47Namanya maksa gitu Jscript lah.

11:49Jscript ya, Jscript.

11:51Tapi itu sebenarnya fork dari source code yang sebelumnya sebetulnya common ya.

11:56Sama kaya, mirip.

11:58Jadi sebagian besar mirip kaya JavaScript.

12:00Tapi ya dibedain dikit.

12:02Itu lebih annoying gak sih?

12:04Jadi developer developnya juga susah kan.

12:07Betul.

12:09Dan prosesnya adalah si Netscape dan Microsoft ini kayaknya gratis tapi tidak open source.

12:14Karena dulu bawaan Windows.

12:21Bawaan Internet Explorer kan. Tapi kan gak open source kan.

12:26Nah, si Netscape ini juga mungkin dia ada bisnis di belakangnya.

12:31Dan akhirnya dia memutuskan untuk melakukan open source untuk produknya.

12:34Akhirnya dia buat lah Mozilla. Mozilla Foundation ya kalau gak salah ya.

12:37Sebelum si Netscape-nya sendiri dibeli itu.

12:41Dibeli kan sama American Online.

12:45- Jadi kayak apa? Kan itu banyak divisinya gitu. Ada yang for profit, ada yang kaya organisasi lah, kaya non-profit.

12:53Nah non-profit-nya itu diwarisin kaya dipindahin ke Mozilla biar gak conflict of interest.

12:58Sementara yang divisi yang kaya bisnisnya for profit yaudah kaya merger, kaya dibeli sama AOL.

13:04- Betul.

13:06Akhirnya di tahun 2000-an, 2002, FireFox dikembangkan berdasarkan si Netscape tadi.

13:17Dari source code-nya Netscape mungkin dimodifikasi atau gimana akhirnya jadilah FireFox.

13:23Dan itu cukup rame ya FireFox ya. Pada saat itu kan karena belum ada pesaingnya.

13:28Pesaingnya kan Internet Explorer ya.

13:30- Ini dulu modern banget ya. Kayaknya break through banget pada masanya.

13:36- 90-an kayaknya di Indonesia paling banyak FireFox rata-rata kalau di internet cafe gitu.

13:43- IE lah. Dulu masih IE. Cuma dulu yang kerennya yang kalau orang yang techie kayaknya ngerti teknologi pakenya FireFox.

13:53Terus ini sih ada trivia menarik. Nggak penting sisa apa, warisan kejayaannya Netscape dulu di browser apapun.

14:01Kalau kita buka DevTools, coba deh buka DevTools Console.

14:05Kalau kita ketik navigator, itu pasti masih ada itunya, nama apa?

14:11AppCodeName sama app name-nya itu masih Netscape.

14:15Coba deh ketik navigator.

14:21Enter. Nah kan itu navigator objek tuh.

14:27AppCodeName-nya adalah Mozilla, app name-nya adalah Netscape.

14:33Padahal ini browser apa nih? - Edge, Microsoft Edge.

14:37- Padahal itu Edge Microsoft yang sama sekali bukan pakai produk Mozilla ataupun Netscape.

14:44Jadi itu kalau sisa kejayaan mereka dulu masih ada jejaknya sampai sekarang.

14:50Dan sampai sekarang kalau kita pakai sistem operasi Windows, pasti bawaannya adalah browser-nya Internet Explorer kan.

15:01Dan itu sempat jadi kasus juga. Karena itu ada kasus, nggak tahu siapa yang ini siapa.

15:10Tapi yang jelas ada yang menganggap bahwa yang dilakukan Microsoft itu adalah Monopoly.

15:15- Monopoly. - Sempat kasus juga, saya nggak tahu akhirnya seperti apa.

15:20Tapi yang jelas setiap orang install Windows pasti sudah keinstall Internet Explorer.

15:24Meskipun kadang-kadang Internet Explorer-nya hanya untuk men-download.

15:27- Men-download browser lain. - Ataupun Chrome ya.

15:31Tapi kiblat itu sedikit berubah ya sekarang ya.

15:35Tapi kita lanjut dulu. Abis itu, abis dari Firefox muncul juga Internet Explorer tetap dikembangkan.

15:41Terus ada Safari dari Mac OS. Padahal sebenarnya Mac OS pun juga melakukan hal yang sama kan.

15:48Dia masukin Safari ke OS-nya.

15:51Opera muncul di 1996. Dan pertama kali muncul yang populer justru di handheld.

16:00Di game. Nintendo DS, Wii dan lain-lain ya.

16:05- Dia banyak di mobile ya. Opera Mini. - Opera Mini itu dulu sempat hype banget.

16:11- Di handheld ya. - Enggak, sekitar 5-6 tahun lalu.

16:16Pas pertama kali gue jadi developer itu browser mobile yang paling ngetren itu terkutuk lah.

16:23- Opera Mini. - Opera Mini sama UC Browser.

16:26- UC Browser. - Bukan terkutuk sih.

16:28Jadi Opera Mini itu kan pakai Presto. Yang dulu tuh gimmicknya adalah cepat dan hemat data.

16:37Karena dulu kan mungkin 5-7 tahun lalu kan kayak data belum se murah sekarang ya.

16:43Mungkin masih. Terus apa kekuatan HP orang belum se kuat sekarang juga.

16:48Jadi ini lucu sih. Kalau dipikir sekarang lucu. Cuma kalau dulunya beli pas harus develop.

16:53Jadi mereka punya server sendiri. Jadi kalau misalnya kita bikin website client-side atau apalah.

17:01Yang pakai React dan semacamnya. Itu kan harusnya namanya client-side ya dirender di browser.

17:07Tapi ini enggak jadi opera. Itu kayak ada server di tengah-tengah yang dia ngerender sendiri jadi HTML.

17:15Nah, terus dikirim sebagai static ke HP user. Yang mana itu jadi lebih enteng kan.

17:21- Karena browser-nya jadi... - Kayak proxy ya.

17:24Proxy server. Ya, jadi kayak... Nah, mereka pakai bahasa sendiri.

17:28Masih ingat namanya OBML apa. Opera Browser Markup Language atau semacamnya.

17:33Nah, cuma dia nge-parsingnya ya, ya suka-suka dia lah.

17:37Jadi kalau pakai React itu, apa, beneran harus nge-customize banget.

17:42Sampai ke feature-feature-nya mana yang si proxy-nya opera itu support.

17:48Ada yang support, ada yang nggak. Jadi harus nge-check satu-satu mana yang harus dipolyfill.

17:52Dan itu nggak berdasarkan standar apapun. Ya, suka-suka dia aja udah.

17:56Cuma kan kalau dari sisi end user itu jadi jelas lebih cepat.

18:01Karena si browser-nya kan main thread-nya nggak kerja kan. Udah terima email render aja.

18:05Nah, terus lebih ringan karena mungkin di strip image-nya di kompres atau bisa tanpa image sama sekali.

18:14Terus juga kayaknya sempat masalah karena masalah privacy gitu sih di-inject iklan macem-macem.

18:20Terus kalau UC Browser sama UC Mini itu biasanya iklannya aneh-aneh lah.

18:25Antara pinjol sama yang kayak fullger, clickbait fullger semua gitu.

18:31Itu sempatnya trend banget 5 tahun lalu. 5 sampai 7 tahun lalu.

18:36Game stack yang sekarang yang render static saat itu mungkin terinspirasi dari opera mini kali.

18:42Mungkin kayaknya, kayak Stadia gitu.

18:45Ya, kita kan udah ngomongin apa Windows dengan IE.

18:49Kemudian ada Firefox yang lebih umum ya, bisa dipakai di berbagai platform.

18:57Terus ada Apple dengan Safari-nya. Nah, di Linux juga ada namanya Lynx Browser.

19:03Nah, ini dia terminal-based. Jadi misalkan link www.google.com.

19:12Nah, itu tampilannya ya terminal.

19:15Eh, itu masih di-maintain loh. Kata-kata coba over tadi.

19:21Jadi August Browser tertua yang masih di-maintain.

19:25Sejak '92 sampai 2022 bayangin deh. Browser 30 tahun di-maintain.

19:31Berarti itu maintainernya udah regenerasi kali ya.

19:34Dari generasi bapaknya, ibunya, sampai anak-anaknya sekarang.

19:37Tapi kan dia gak punya rendering engine yang aneh. Jadi dia gak perlu...

19:41Dia pake rendering engine apa ya? Pake JS engine? Dia gak bisa jalan JS.

19:45Dia cuma parsing aja.

19:48Dia cuma parsing text aja.

19:50Parsing aja ya? Iya.

19:52Dia cuma milih mana yang text dan mana yang harus diprint.

19:56Ya, gak sederhana. Cuma kan tugasnya cuma pilih mana text.

20:00Untuk meet yang lain dan broser yang sekarang.

20:02Iya, betul.

20:04Ok, mari kita lihat landscape-nya ya.

20:06Jadi dari '90 tadi kita udah bahas tentang WWW yang di awal.

20:12WWW-nya Pak Tim.

20:14Kemudian di '98 baru muncul Mozilla kan.

20:18Internet Explorer di sini. Di '95 justru.

20:21Ehh, Netscape dulu. Ehh, Netscape dari Mosaik ya.

20:25Ehh, Mosaik. Nah, Mosaik itu juga breakthrough.

20:28Mosaik itu yang pertama bisa ngerender image dan text dokumen sekaligus ya.

20:34Jadi Mosaik formatnya kayak kita sekarang.

20:36Kalo dulu sebelumnya kan kayak file system ya.

20:39Kayak file system ya. Kalo buka dokumen ya dokumen.

20:42Kalo buka image ya image.

20:44Nah, yang bentuknya kayak udah makin GUI modern tuh.

20:49Mosaik pertama kali '93 apa ya kalo gak salah.

20:52Yes, '90an gitu. '95 baru Netscape ya.

20:56Baru berevolusi jadi Netscape.

20:59Ya, Internet Explorer di tahun '95an.

21:02Dan menariknya Internet Explorer juga multi platform ya.

21:05Ada buat Mac, ada buat Internet Explorer Mini.

21:08Ternyata ada banyak ya.

21:10Karena kan si Windows juga ada Windows Mobile kan.

21:13Ya, Windows Mobile. Yang kagal itu.

21:16Itu yang terkenal tetap Opera Mini ya pada saat itu ya.

21:19Terus abis itu dilanjutkan, si Netscape ini dilanjutkan oleh Mozilla.

21:23Di tahun '98 tadi seperti cerita kita tadi.

21:27Yang itu merah ya, area di highlight merah.

21:30Ini adalah si Mozilla, teritorinya Mozilla nih.

21:34Ada banyak nih sebenernya.

21:36Ada Chameleon, Netscape juga masih ada di jalan ya.

21:40Sampai dia, sampai 2007 tuh masih ada Netscape Navigator.

21:45Ada Cimpony, ada VLOG juga, Epiphany nih yang buat Linux kalau nggak salah ya.

21:53Nah, yang menarik lagi adalah yang di sini nih.

21:55Jadi di tahun 2000 itu, setelah Terminal Base banyakan,

22:00tiba-tiba Linux muncul dengan Conqueror, KHTML.

22:04Yang menjadi cikal bakal webkit.

22:07Oh, wow, seru ya.

22:10Iya, itu dari Linux.

22:13Salah satu kontributornya adalah Mas Arya Hidayat.

22:17Oh, mantap. Kayak dinasti-dinastian.

22:21Akhirnya bikin dia Phantom.js kan.

22:23Itu dari, basenya dari KHTML.

22:26Abis dari webkit, kemudian di-fork oleh tim Chrome, akhirnya jadilah Google Chrome.

22:33Sepertinya Safari dan Chrome itu nenek moyang sama, webkit.

22:40Cuma sekarang udah beda banget.

22:44Berarti yang beda kakek nenek cuma FireFox ya sekarang ya?

22:51FireFox, ya. Cuma FireFox sama Opera sebenarnya.

22:54Tapi Opera sudah bergabung.

22:55Opera sudah bergabung.

22:56Udah jadi anak angkat ya.

22:58Jadi dari webkit, dari KHTML kemudian jadi webkit, webkit bikin Safari, dipakai oleh Safari, sorry.

23:12Kemudian Blink dipakai oleh Chromium ya.

23:16Chromium, Chrome.

23:17Itu adalah versi open source dari Google Chrome.

23:20Nah itu ntar bisa dibahas juga tuh.

23:23Nanti kita bahas ya.

23:24Lalu, apa lagi yang menarik ya di sini ya?

23:28Kalau ditarik ke sekarang, berarti ya itu keluarganya cuma merah, ijo, merah sama ijo ya?

23:36Merah itu keluarga besar Mozilla, ijo itu tadi webkit sama Chromium.

23:45Oh iya benar-benar.

23:46Ada Midori juga nih, pernah nyoba nih kayaknya.

23:49Apa itu?

23:50Midori.

23:51Ya, ini opera yang merah sampai akhirnya dia, kok nggak ada berhentinya, oh di sini ya berhentinya ya.

23:57Di tahun berapa tuh?

23:592016.

24:00Dan kemudian ada Vivaldi, ada beberapa lagi yang lain ya yang based on opera.

24:04Yang sekarang akhirnya menjadi Chromium based juga.

24:07Udah masuk keluarga Chromium.

24:09Chromium based jadi, jadi apa, mendominasi ya, sangat mendominasi.

24:12Masuk keluarga ijo ya berarti?

24:14Masih keluarga ijo.

24:16Betul.

24:18Itu sekilas tentang browser.

24:21Perlu kasih tahu apa sih maksudnya browser tuh teman-teman.

24:25Maksudnya yang di sini kalau yang kita masuk browser itu adalah bagian rendering engine-nya.

24:32Oh iya, komponen-komponen browser apa aja, mungkin bisa dijelasin.

24:37Apa aja nih?

24:39Ya itu, satu browser terdiri tadi, rendering engine, ada JavaScript engine.

24:48Ya udah, dua itu.

24:51Major engine-nya kan, ya browser itu kan satu paket ya, satu bungkusan.

24:57Kayak misalnya kita download Google Chrome.

24:59Nah itu sebungkus, ada UI-nya sendiri kan, ada UI yang buat kita interaksi.

25:04Ya itu yang luaran lah.

25:06Ada tombol back, ada tombol home, blablabla gitu ya.

25:08Tombol-tombol segala macam.

25:10Nah terus kan sebenarnya engine-nya utamanya kan cuma dua kan.

25:13Satu yang namanya browser engine, atau sering disebut juga layout engine, rendering engine.

25:19Nah ini intinya lah.

25:21Sama satu lagi bagian major lagi kan, JavaScript engine.

25:24Yang kita dulu pernah bahas.

25:26Nah semua browser, misalnya Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari.

25:32Nah itu semua harus ada komponen-komponen itu.

25:35Kalau Dinosaurus-nya, kok bagian mana tuh?

25:39Nah itu feature tambahan kan.

25:43Dan menarik juga tuh membahas tentang JavaScript engine, karena masing-masing kan punya,

25:52ya seperti yang kita bahas di ECMAScript ya.

25:54Jadi ECMAScript itu adalah spesifikasi, implementasinya bebas, masing-masing browser.

25:59Ternyata punya implementasi JavaScript masing-masing kan.

26:02Dulu di episode berapa ya, kita pernah bahas.

26:06Itu kayaknya layout engine-nya deh, bukan.

26:12Oh layout engine-nya.

26:14Spider Monkey.

26:16Bukan JavaScript engine kan?

26:20JavaScript engine.

26:22Oh iya benar, Spider Monkey itu javascript engine.

26:28Javascript engine-nya.

26:30Si Firefox.

26:32Kalau Safari itu punya, jadi Safari kan monopoli ya.

26:38Maksudnya dia nggak harus mikirin perusahaan lain atau organisasi lain.

26:43Jadi sebetulnya di WebKit itu dia punya built-in JavaScript engine-nya namanya JavaScript Core.

26:50Jadi untuk rendering engine-nya kalau nggak salah namanya WebCore atau semacamnya deh lupa.

27:00Okay bentar.

27:02Private chat.

27:04Oh yang ada di hit ya?

27:06Gak, gue kasih di private chat.

27:08Ya bentar, bentar, bentar.

27:10Kan ada di dokumen juga kan?

27:14Oh ada ya?

27:16Oh ada, ada, ada.

27:20Iya kan?

27:22Browser engine.

27:24Ini browser engine.

27:26Browser engine adalah rendering engine, oke.

27:30Ada timeline-nya biar bisa kita lihat.

27:34Jadi sekarang itu apa aja sih yang ada?

27:36Gekko, Trident itu punyanya.

27:38Gekko tuh punyanya, Mozilla.

27:40Microsoft.

27:42Oh ya Gekko, Mozilla, Trident, Microsoft.

27:44Mozilla.

27:46Trident, Microsoft.

27:48KHTML yang tadi ya WebKit ya.

27:50Ini sama nih tiga-tiga nih sebenarnya.

27:54KHTML itu KHTML sendiri rendering engine.

27:56Default jadi WebKit.

27:58Dan default lagi jadi Blink.

28:00Yes.

28:02Tapi KHTML sudah berhenti.

28:04Tahun 2000.

28:06Nah itu coba di scroll sampe 2022.

28:10Scroll.

28:122016-2017.

28:14Nah sisanya tinggal tiga.

28:16Semua sekarang tinggal tiga.

28:18Mau JavaScript, mau layout, apa?

28:20Mau browser engine.

28:22Paling atas Merah Gekko

28:26dipake apa?

28:28Firefox.

28:30Terus yang kedua dari bawah WebKit.

28:32Dipake Safari.

28:34Blink dipake Chromium.

28:36Iya Chromium.

28:38Tapi masih ada Presto.

28:40Ada sih Opera Mini masih hidup sih.

28:42Masih, masih ada yang pakai.

28:44Gak dianggep.

28:46Sama editor Wikipedia-nya udah gak dianggep lagi.

28:48Kalau dibuka di Can I use itu masih ada deh.

28:52Di situ tuh.

28:56Suka-suka yang collect dataset.

28:58Nah mungkin agak scroll atas sedikit.

29:00Ada bullet point yang

29:02bisa buat

29:04liat daftar-daftar.

29:08Manager Engine.

29:10Notable Engine.

29:12Ya Notable Engine.

29:14Ini kan dari KDE.

29:18WebKit itu dari KDE kan.

29:20Forkingnya dari KTML.

29:22Terus yang Google kan

29:24menggunakan WebKit.

29:26Kemudian dijadikan Blink.

29:28Jadi Chrome.

29:30Dulu awal-awal ingat banget waktu Chrome muncul itu

29:32pertama kali jualannya adalah

29:34masing-masing tab punya proses

29:36sendiri. Kalo Firefox

29:38kan satu browser, dia satu

29:40proses gede.

29:42Kalau crass, bisa turis semua.

29:44Ya.

29:46Kalo Chrome, yang dijual adalah dia

29:48istilahnya

29:50multi-tasking.

29:52Jadi satu tab itu punya

29:54lifecycle sendiri. Kalo misalkan

29:56satu tab itu not responsive.

29:58Not responding.

30:00Bisa di close.

30:02Yang lainnya tidak terganggu.

30:04Itu yang jualannya itu yang pakai

30:06komik itu kan waktu dulu.

30:08Iya betul. Masih ingat banget.

30:10Itu presentasinya.

30:12Tapi temen-temen coba nanti

30:14jawab di kolom komentar.

30:16Pernah gak punya

30:18pengalaman, sudah capek-capek

30:20nulis email atau nulis

30:22di form gitu ya. Tiba-tiba

30:24ternyata freeze. Browsernya

30:26not responding.

30:28Dulu tuh kalo

30:30IE sering control out there ya kan.

30:34Sekarang yang jadi

30:36konsiderasi kita milih browser

30:38selain

30:40kalo misalkan kita develop web, ya pasti

30:42DevTools-nya. Yang sebenernya

30:44DevTools-nya

30:46Chrome itu agak sedikit tertinggal

30:48dulu di jamannya firebug.

30:50Tapi itu basenya extension ya.

30:56Jadi kita harus install extension namanya firebug.

30:58Kemudian baru

31:00diimplementasi

31:02oleh si firebase untuk

31:04firefox.

31:06Wow, beda banget itu firefox.

31:08Mau pindah ke club ini.

31:10Wow.

31:12Ini kode

31:14kode keras.

31:16Firefox dan firebase ya.

31:18Firefire

31:20semua sih.

31:22Sebenernya firefox lebih dulu.

31:24Karena memang dia muncul lebih dulu kan.

31:26Jadi dia lebih advanced lah gitu.

31:28Dan sebetulnya di beberapa hal

31:30ekosistem DevTools-nya Mozilla itu

31:32emang sampe sekarang juga bagus.

31:34Khususnya apa sih yang kayak CSS gitu

31:36kayak dulu pas grid pertama muncul

31:38yang

31:40bisa bikin

31:42gridline duluan tuh justru Mozilla.

31:44Firefox.

31:46Iya.

31:48Dulu waktu ngikutin ceritanya

31:50si Chrome kan

31:52DevTools-nya kurang. Akhirnya dia

31:54nge-hire orang-orang dari firebug.

31:56Untuk bikin Chrome DevTools.

31:58Akhirnya jadi

32:00sekarang developer-developer banyak

32:02ketergantungan kepada Google Chrome.

32:04Karena salah satunya itu DevTools-nya

32:06sangat membantu ya.

32:08Selain DevTools

32:10yang biasanya menjadi

32:12yang membuat orang enggan

32:14pindah browser adalah extension.

32:16Ah ya karena

32:18teranjur pasang extension banyak

32:20terus males cari-cari yang

32:22equivalent ya.

32:24Cuma ini loh ya.

32:26Di satu browser.

32:28Kayak di firefox itu extension yang

32:30saya suka banget itu container.

32:32Jadi kita bisa login di

32:34eh contohnya aja

32:36login WhatsApp di dua tab

32:38berbeda.

32:40Tapi pakai container.

32:42Itu built-in kan?

32:44Nggak. Itu extension.

32:46Jadi

32:48bisa bedain gitu.

32:50Kalau kita pakai Chrome

32:52gue nggak tahu ya kalau ada extension lainnya.

32:54Anya bisa

32:56login di main

32:58browser utama. Satu lagi

33:00di incognito misalnya.

33:02Incognito aja. Yang simpel.

33:04Tapi incognito

33:06dua. Sessionnya gabung

33:08kalau nggak salah.

33:10Ya. Sessionnya gabung.

33:12Karena incognito

33:14itu satu session sendiri.

33:16Nggak bisa multi incognito.

33:18Kalau pakai

33:20firefox.

33:22Itu satu.

33:24Ada container namanya.

33:26Oke.

33:30Jadi dari Chrome

33:32akhirnya ada Chromium yang open source.

33:34Kalau Chrome itu nggak open source kan?

33:36Chrome

33:38itu nggak open source.

33:40Chromiumnya open source.

33:42Nah mungkin temen-temen juga ada yang

33:44bingung kali ya. Kenapa

33:46ada Chromium, ada Chrome. Jadi Chromium

33:48itu kan sebetulnya udah satu browser

33:50sendiri. Itu udah browser beneran

33:52kan? Jadi

33:54Chromium itu

33:56browser open source.

33:58Itu kalau misalnya mau

34:00di download dan dipakai

34:02juga bisa oleh siapapun.

34:04Mau compile sendiri juga bisa. Kayaknya

34:06episode lalu kita bahas ini ya.

34:08Cuma

34:10Chromium itu

34:12browser Chromium itu

34:14dijadikan basis oleh

34:16beberapa browser. Ya pasti

34:18Chrome. Tapi juga

34:20Microsoft Edge. Terus

34:22Opera,

34:24Vivaldi,

34:26dan lain-lain.

34:28Brave juga

34:30yang bikin

34:32JavaScript,

34:34brand and edge. Yang itu kerja di

34:36Red Netscape. Sekarang dia bikin perusahaan

34:38dan bikin browser.

34:40Jadi Chromium itu

34:42sudah berupa browser.

34:44Lengkap dengan segala engine-nya.

34:46Tadi ada rendering-nya,

34:48ada JavaScript-nya, apapunnya ya. Komplitlah

34:50fungsionalitasnya sudah lengkap.

34:52Yang dijadikan

34:54dasar oleh browser lain.

34:56Di browser

34:58apa? Proprietary

35:00atau closed source masing-masing vendor.

35:02Ya masing-masing vendor

35:04nambahin feature mereka.

35:06Bukan feature sih.

35:08Nambahin analytics,

35:10tracking, dan lain-lain.

35:12Perbandingannya

35:14kalau kayak di Linux, ya

35:16Unix, eh sorry.

35:18Ya ininya sendiri apa namanya

35:20kalau kayak engine-nya

35:22Linux itu?

35:24Kernel, kernel. Kernel-nya

35:26sudah ada itu OSI

35:28dan berbagai

35:30jadi kernel-nya

35:32plus GNU, ya.

35:34Sehingga punya apa, command-command

35:36untuk jadi operating system.

35:38Terus atasnya ada Distro,

35:40mau Ubuntu,

35:42mau

35:44Debian, mau

35:46CentOS, masih ada namanya sih.

35:48Red Hat, segala macam. Itu kan

35:50Distro, ya. Chromium

35:52ini ya rendering

35:54engine-nya, JavaScript

35:56engine-nya, apapun

35:58komponen dasar

36:00untuk jadi browser, Chromium.

36:02Ada semua disitu. Tetapi itu

36:04kosongan.

36:06Bahkan dijadikan

36:08project juga, elektron kan.

36:10Chromium-based kan.

36:12Kita bisa bikin aplikasi desktop,

36:14tapi sebenarnya...

36:16Tapi install, apa?

36:18Ada installernya ya, ada executable-nya.

36:20Tapi dalamnya browser.

36:22Headless dari Chromium.

36:24Oh ya, headless.

36:26Kalau kita install kayak

36:28selenium dan lain-lain juga

36:30dia biasanya... Webdriver ya?

36:32Ya, webdriver, gitu-gitu ya.

36:34Dan yang menariknya dari

36:36Chromium adalah yaitu ekosistemnya ya.

36:38Jadi devtools-nya sudah ada.

36:40Kemudian mungkin lebih mudah

36:42dikustomize. Terus sama

36:44ini compatible dengan

36:46extension yang sudah cukup banyak

36:48di Chromium kan. Jadi bisa dipakai juga.

36:50Karena engine

36:52dasarnya sama.

36:54Jadi behavior-nya

36:56kita bisa hampir

36:58ya 99,9%

37:00lah yakin behavior-nya bakal sama

37:02antara ya browser-browser

37:04browser A dan B

37:06dan C yang pakai

37:08Chromium.

37:10Cara mereka, cara browser-browser itu

37:12nge-parsing suatu kode

37:14atau menjalani suatu web API

37:16itu koding-an under the hood-nya

37:18low-level-nya sama soalnya.

37:20Beda dengan, tapi

37:22bakal beda. Ada kemungkinan beda

37:24dengan ya Mozilla atau

37:26apa? Mozilla Firefox atau

37:28Safari karena koding-annya

37:30beda. Nah, tapi

37:32sekitar 2 minggu lalu

37:34saya ketemu nih, browser

37:36baru nih namanya Orion.

37:38Ini adalah

37:40dia menggunakan webkit.

37:42Oh, baru pernah lihat.

37:44Dia menggunakan webkit

37:46yang mirip seperti

37:48Safari

37:50tapi dia bisa

37:52menggunakan extension dari Firefox

37:54dan juga Google Chrome.

37:56Oh,

37:58sama kayak si Firefox.

38:00Bati. Salah satu apa ya?

38:02Salah satu yang bikin

38:04malas pakai

38:06Safari adalah extension-nya kan.

38:08Gitu kan. Tidak selengkap

38:10yang lain kan. Nah, ini dia

38:12bisa. Dua-duanya.

38:14Ajaibnya gitu. Mana ya? Ada tulisannya ya?

38:16Ada. Gitu kan.

38:18Favorite extension. Support Firefox

38:20and Chrome browser extension natively.

38:22- Oh, nice.

38:24- Gitu.

38:26Sama kayak si Opera juga. Bati.

38:28Dia, Opera juga punya kompatibilitas

38:30kayak gitu. Tapi

38:32harus install extension lain.

38:34Jadi bisa install juga.

38:36Nice, nice.

38:38Cuman lucunya, Orion browser ini

38:40URL-nya, browser.kagi.com.

38:42Kagi.com itu adalah

38:46search engine yang

38:48belaian. Ya.

38:50Yang freemium. - Ya, tetap ada

38:52udang di balik 1 lah. - Ada udang di balik 2

38:54juga ternyata. Gitu kan.

38:56- Ya, namanya. Ini kalau ini udah masuk

38:58ranah industri sih ya. Namanya industri

39:00Mozilla, Apple,

39:02Google, Microsoft, ya semua

39:04pasti punya apa? Bisnis objektif

39:06sendiri ya. - Ada juga

39:08yang udah agak lebih

39:10lama daripada Orion ini.

39:12Yang basisnya Chromium juga yang cukup

39:14modelnya adalah Arc browser.

39:16Kalau teman-teman tahu.

39:18- Arc itu invite only, kalau nggak

39:20salah ya. - Invite only.

39:22- Semi-premium.

39:24- Iya. Saya masih punya 5 loh.

39:26Belum dibagi-bagi.

39:28- Itu menariknya apa?

39:30- Keunggulannya apa sih?

39:32- Keunggulannya adalah ini, dia

39:34mengganti layout-nya.

39:36Jadi menurut dia, apa namanya,

39:38kan kita biasanya buka

39:44tab kan banyak kan. Dan yang

39:46paling dia tekankan adalah dia

39:48tab-nya itu di sebelah kiri, bukan di atas.

39:50Padahal sebenarnya di add

39:52juga bisa gitu sebenarnya.

39:54Cuman ini dia menganggap

39:56si tombol-tombol,

39:58eh tombol, si tab-tab ini adalah

40:00todulis kita, ceritanya.

40:02Jadi kalau misalkan

40:04kan sekarang apa-apa kerjanya di browser

40:06kan, mau buka Google Docs, mau todulis,

40:08mau nonton video

40:10gitu ya, tutorial, dan lain-lain semuanya

40:12di tab kan. Jadi dia

40:14menganggap tab itu adalah sebagi todulis kita.

40:16Jadi daftar perjalanan kita ada di sana.

40:18- Buset, berarti gue

40:20todulis gue bisa ratusan ini.

40:22- Karena gue budget banget tab-nya.

40:24- Oh itu ada ininya,

40:26tab-nya juga bisa diituin lagi,

40:28di kategorisasi berdasarkan

40:30ini kerjaan, ini mainan,

40:32ini apa gitu.

40:34- Workspace bahasanya kalau di...

40:36- Workspace bahasanya, iya.

40:38- Ini Firefox sama Chrome juga ada deh.

40:40Mungkin extension kali ya.

40:42- Extension, iya.

40:44Ya pokoknya ini lah,

40:46gimmick-nya gitu lah ya, gimmick-nya gitu.

40:48- Sama itu kayaknya kalau dari landing page-nya

40:50artistik gitu kali ya, kalau yang

40:52creative types mungkin

40:54senang, desainnya paling bagus,

40:56paling fancy.

40:58- Dan apa ya, saya coba

41:00beberapa minggu kayak tidak

41:02merasa ada perubahan yang signifikan.

41:04- Engine-nya apa?

41:06- Engine-nya Chromium.

41:08- Chromium juga.

41:10Berarti intinya cuma

41:12pindah tab doang.

41:14- Kalau kita mau tahu

41:16browser kita engine-nya apa,

41:18pakai comment apa sih?

41:20Navigator tadi ya?

41:22- Enggak, itu nggak, maksudnya nggak manjur.

41:24Comment-nya nggak...

41:26nggak ngeretor nama engine-nya.

41:28- Engine-nya versi berapa,

41:30gitu, dari itu.

41:32Ada nggak sih comment-nya?

41:34- Ada.

41:36- Tapi kalau di Opera,

41:38harus lihat dari about-nya.

41:40- Nah ini juga ini dia.

41:42Ini web browser,

41:44if there's a frame

41:46some buttons and toolbar,

41:48it's our window everything on the internet,

41:50cuman ini terlalu clutter,

41:52terlalu distracting.

41:54- Itu masalah isi.

41:56- Iya.

41:58Tujuannya mereka bikin art browser ini

42:00adalah untuk supaya bisa lebih fokus

42:02dan lebih terorganisasi.

42:04Jadi mereka nggak ada sistem

42:06kayak bookmark dan lain-lain

42:08yang setelah kita bookmark,

42:10biasanya kita tinggalin, udah lupa.

42:12- Kita nggak book lagi karena sulit nyarinya.

42:14- Iya. Jadi tujuannya itu.

42:16Entah sekarang tercapai atau nggak,

42:18saya nggak tahu kalau...

42:20belum dapet.

42:22- Itu gemiknya dia.

42:24- Mereka ingin melakukan itu.

42:26- Tapi itu menarik sih, kan?

42:28Tadi kita bahas sekilas tuh,

42:30browser selain komponen utamanya

42:32emang engine-nya kan,

42:34yang pasti nomor satu layout engine

42:36sama JavaScript engine.

42:38Di luar itu ada hal-hal kayak UI

42:40yang itu kayak kulitnya

42:42gimana user berinteraksi.

42:44Berarti kan si Arc itu fokus di...

42:46justru fokus di komponen ketiga itu, kan?

42:48- Iya.

42:50- Bagian UI-nya kayak nggak bisa

42:52ngebookmark, terus ketapnya

42:54taruh samping, jadi kalau

42:56soal rendering, layout,

42:58engine, parsing, segala macam,

43:00sama aja kayak Chrome, kayak Edge, kan?

43:02- Anggap aja kalau browser itu

43:04Chromium itu kan...

43:06dulu kan sebutnya namanya Chromium OS, kan ya?

43:08Chromium Operating System.

43:10Browser itu sebagai operating system.

43:12Dan di atasnya ada aplikasi-aplikasi, kan ya?

43:14Contohnya,

43:16banyak kan tuh aplikasinya untuk

43:18melindungi privacy,

43:20aplikasi...

43:22Edge blocker, aplikasi...

43:24Ada sekarang browser tuh

43:26udah dibanding dengan VPN.

43:28Ada browser yang dibanding dengan...

43:30- Ada yang wallet juga,

43:32web-free. - Wallet.

43:34Ada kayak workspace, workspace ini kayak gini,

43:36kayak mengkategorikan tab,

43:38connect ke chat,

43:40kayak telegram, whatsapp,

43:42atau otomatis Twitter,

43:44blablabla. Ada yang bisa

43:46connect juga ke handphone, misalnya

43:48kayak sesama

43:50Firefox di mobile, sama

43:52Firefox di...

43:54di... - Di desktop.

43:56- Desktop, bookmark-nya

43:58bisa synchronize, ya kan?

44:00Ada macem-macem.

44:02- Terus Mozilla nih baru

44:04menunjukan tahun depan, 2023,

44:06kan sekarang mulai lagi aktif,

44:08apa? Fediverse kan tuh, Mastodon,

44:10nah Mozilla bakal explore itu

44:12tahun depan, jadi misalnya

44:14bisa ada build-in,

44:16apa? Pakai standarnya activity pub

44:18kan itu, jadi kayak mungkin semacam

44:20RSS reader kali ya.

44:22Vivaldi kalau nggak salah juga mau

44:24explore ke area itu.

44:26- Nah, ngomongin apa?

44:28Tadi kenapa saya lebih

44:30favoritin Safari,

44:32gitu kan? Tadi saya sempat bilang

44:34engine JavaScript-nya

44:36kan salah satu yang tercepat ya,

44:38si JavaScript core ini kan,

44:40ya dibandingkan V8 yang

44:42punya Chrome, namanya V8

44:44bener kan? Bukan Blink kan?

44:46- V8. - V8, ya betul.

44:48Ya, yang akhirnya

44:50diambil sama

44:52Rian Dal, dijadikan server

44:54kan, ditaro di server gitu,

44:56jadi bisa dijalankan di server kan, akhirnya jadi

44:58Node.js kan. Itu kan cerita awalnya

45:00kan. Nah, sebenarnya

45:02ini kayaknya Microsoft lumayan ini ya,

45:04lumayan visioner ya. Sebenarnya

45:06sebelum ada ini,

45:08saya cerita ini dulu deh,

45:10Boon. Boon ini,

45:12dia bisa cepet kan, cepetnya bisa berapa kali

45:14lipat kan. Karena dia pakai JavaScript core

45:16ternyata. - Oh,

45:18nice. - Bukan pakai V8,

45:20dia pakai JavaScript core.

45:22Ada tulisannya itu.

45:24- Itu beda

45:26sama Node dan Denum.

45:28- Iya.

45:30Ini,

45:32level of performance extending

45:34JavaScript core to engine. Jadi dia

45:36tidak menggunakan V8 seperti halnya

45:38apa, Node.js,

45:40dia pakai JavaScript core-nya si

45:42WebKit, gitu.

45:44Makanya, mungkin bisa

45:46jauh lebih cepat daripada Denum dan juga Node.js.

45:48Dan

45:50sebelum

45:52Boon.js ini bikin untuk

45:54ekuvalentnya untuk

45:56Node, sebenarnya

45:58Microsoft sempat bikin.

46:00Namanya Cakra.

46:02- Oh iya, Cakra.

46:04- Jadi Node.js bisa dibuat dengan

46:06Cakra core dengan

46:08minus-minus something, engine-nya jadi Cakra,

46:10gitu.

46:12Sebelum

46:14Microsoft Edge

46:16berpindah engine.

46:18Dulu dia bikin engine sendiri namanya

46:20engine-nya Cakra.

46:22Sebelum dia

46:24memutuskan untuk pindah

46:26menggunakan Chrome

46:28atau Chromium-based, gitu.

46:30Sekarang berarti

46:32udah nggak ada itu si Cakra-nya.

46:34- Cakra-nya.

46:36- Udah selamat tinggal karena udah nggak dipakai lagi kan

46:38si Edge-nya kan udah pakai

46:40Chromium-based yang adalah V8,

46:42gitu.

46:44- Nah berarti JavaScript core itu

46:46emang beneran cepat ya. Selama ini gue asumsinya

46:48adalah JavaScript core itu cepat

46:50karena dia jalan di

46:52device-nya Apple, kan, yang mana

46:54apa? - AN.

46:56- Bisa difine-tune lah. Bisa

46:58tweaking juga kan. Bisa disesuaikan

47:00segala macem apa. Low-level-nya

47:02misalnya kalau coding-nya pakai C++ ya

47:04disesuaikan sama cara kerja

47:06device-nya sendiri, kan.

47:08- Betul. Betul. Tapi itu ada

47:10ada poin

47:12benarnya juga. Karena beberapa

47:14temen ya nggak tahu ini nggak dibensmark

47:16secara ini ya,

47:18secara ilmiah, gitu ya. Tapi ada

47:20yang merasa bahwa menjalankan

47:22Edge

47:24di Windows itu lebih cepat daripada

47:26menjalankan Chrome. Padahal sama-sama Chromium-based.

47:28Karena mungkin ada optimasi sendiri

47:32di Microsoft Windows-nya. Mungkin ya.

47:34- Atau salah satu di Throttle.

47:36- Jahat.

47:40Cuma kalau ngomong

47:42jahat. - Nggak punya bukti.

47:44- Kalau ngomongin

47:46protek yang kayak gitu, paling

47:48malesin itu di iOS.

47:50Di iOS adalah satu-satunya

47:52kelompok OS

47:54di mana semua browser

47:56yang di-download dari

47:58Play Store iOS, harus

48:00pakai WebKit.

48:02- Iya. Itu yang sangat

48:04disayangkan. - Cukup aneh.

48:06Lagi-lagi itu kan

48:08bisnis. Cuma buat kita developer

48:10itu aneh banget. Jadi

48:12yang semua kita bahas tadi itu

48:14mau Chromium, mau

48:16Firefox, mau Chrome, mau Edge.

48:18Kalau udah dari

48:20Play Store iOS,

48:22itu semua engine-nya

48:24WebKit. - WebKit.

48:26Jadi ada peraturan dari Apple

48:28yang menyatakan bahwa, kalau

48:30developer-developer ini mau bikin

48:32produk yang adalah

48:34pesaingnya

48:36Safari, yang adalah web browser,

48:38itu harus menggunakan WebKit.

48:40Jadi, apa yang teman-teman download

48:42di App Store, baik itu Chrome,

48:44Firefox dan lain-lain, itu cuma skin doang.

48:46Safari pakai kostum Chrome,

48:48Safari pakai kostum

48:50Firefox. - Jadi,

48:52saya ada cerita yang agak lucu.

48:54Jadi, ngomong sama klien,

48:56dia pakai iOS gitu ya.

48:58"Ini, kalau

49:00saya pakai test di Chrome,

49:02itu bagus kok, tapi kenapa

49:04kalau di Safari rusak?"

49:06Oke, karena dia klien,

49:10ya, iya.

49:14Dalam hati, itu kan

49:16sama ya.

49:18Banyak yang gue tahu juga, ternyata,

49:22gitu, pas

49:24saya sempat ngomong beberapa kali

49:26di beberapa tempat, banyak yang

49:28"Oh iya, iya."

49:30Karena emang sengaja dibuat kayak

49:32skin-nya memang benar-benar mirip Google Chrome,

49:34mirip Firefox, gitu ya.

49:36Look and feel-nya mirip ya, walaupun sebenarnya

49:38hanya skin aja. - Ya, dan ada feature

49:40tambahan sih, maksudnya kayak kalau kita

49:42pakai Chrome atau Firefox kan, ada

49:44apa sih, kayak account organizer-nya itu

49:46kita login pakai

49:48akun Chrome kita atau akun Firefox

49:50yang bisa nge-sync bookmark

49:52dan lain-lain punya yang

49:54misalnya ada password manager-nya.

49:56Keuntungannya, satu-satunya

49:58keuntungannya adalah kita tetap

50:00bisa pakai itu. Cuma kalau dari segi

50:02engine, apa, layout, rendering,

50:04parsing, JavaScript, ya itu

50:06Monopoly, iOS udah semua.

50:08Monopoly, iOS.

50:10- Oke. Nah tadi...

50:12- Kena kegocek juga deh, ada cerita

50:14juga. Ini cerita gak enak sih. Apa?

50:16Beda sama ceritanya iPhone. Ini malasin.

50:18Jadi dulu

50:20ada kurun

50:22waktu berapa bulan kan, sejak

50:24CSS Grid di-release,

50:26semua engine udah mengadopsi

50:28CSS Grid kecuali

50:30WebKit. Jadi itu ada kurun

50:32waktu ya sekitar 2-3 bulan lah, kalau gak

50:34salah. Nah, udah nge-develop,

50:36nge-check di...

50:38nge-check di iPhone-nya,

50:40nge-check di laptop doang.

50:42Nge-check di Safari di laptop,

50:44pas itu CSS Grid udah

50:46bisa juga. Cuma

50:48pake emulatornya Safari.

50:50Apa? Emulator

50:52Safari di desktop,

50:54di macOS. Jadi bukan

50:56pake device iOS beneran.

50:58Dicekan, lancar semua. Pas

51:00buka di iOS, ya udah.

51:02Uber semua. Grid-nya

51:04gak jalan semua. - Gak jalan.

51:06Pake browser stack.

51:08Pake browser stack.

51:10Terbagar itu.

51:12Moralnya mungkin buat temen-temen,

51:14dengan apa, walaupun

51:16kelihatannya simple, pastiin,

51:18check di emulator yang

51:22engine-nya sesuai.

51:24Safari itu ada di Windows gak sih?

51:26Emulator di satu tempat.

51:28Safari ada di mana?

51:30Windows.

51:32Ada, ada, ada. Safari ada di Windows?

51:34Ada, ada.

51:36Bisa di Insta. Safari

51:38for Windows. - Oh iya, bener, bener, bener.

51:40Ada. Jadi kalo misalkan

51:42kalo di Linux yang gak ada ya.

51:44Jadi harus pilih ya, antara punya

51:46Macbook atau punya Windows,

51:48OS ya.

51:50- Atau itu tadi kalo browser stack

51:52kan dia ngejalanin kayak virtual.

51:54Dia nge-booting ya. Booting

51:56virtual, virtual OS lah.

51:58Semacam. - Biasanya

52:00kalo sudah install

52:02orang yang saya kenal ya

52:04di sekitar saya, kalo memang dia sudah installnya

52:06dan sehari-harinya pakai Linux

52:08base, itu gak jauh-jauh

52:10dia bakal ke Firefox.

52:12Kayak sudah punya

52:14base-nya.

52:16Gitu gak.

52:18Jadi spiritnya mungkin juga

52:20orientasinya kayak satu

52:22arah ya, sepaket.

52:24- Iya. Dia udah bakal pakai

52:26Linux, pakai Firefox,

52:28dan gak mau pakai Google.

52:30Kayak langsung pakai,

52:32bukan Google search engine lagi, udah pakai

52:34DuckDuckGo misalnya. - DuckDuckGo.

52:36Oke. - Memang.

52:40Nah, tadi kan sempat ngomongin DevTools kan.

52:42Biasanya kan kita pakai Chrome atau

52:44Firefox untuk kerja.

52:46Pertanyaannya sekarang, apakah

52:48ada browser yang khusus

52:50digunakan untuk pekerjaan sehari-hari?

52:52Sebetulnya gak. Kalo pribadi gak.

52:56Yaitu browser Chrome sama Firefox

52:58doang. Cuma kalo yang

53:00direkomendasian mungkin itu tadi itu

53:02link-nya Ivan.

53:04Ada Polypaint sama

53:06CZ. Itu

53:08kalo Blisk malah belum pernah liat.

53:10- Itu berbayar ya.

53:12Jadi... - Berbayar ini ya?

53:14Berbayar, tapi emang optimis banget

53:16buat development. - Kalo misalnya dibantu

53:18sama atau disponsori

53:20sama kantor, kalo memang mau

53:22minta sama sponsor,

53:24karena ini sangat membantu sekali untuk

53:26design, accessibility,

53:28dan tools-tools lainnya

53:30khusus kayak untuk kita

53:32membantu kita

53:34untuk mempercepat workflow.

53:36Contohnya Polypaint. - Jadi ini sebenernya

53:38Chromium-based. Sebenernya Chromium-based kan ya?

53:40- Iya. Cuma ini emulator

53:42aja ya.

53:44Woi, woi, woi, emulator

53:46device lagi. Woi, ini malah baru nih, saya baru

53:48baca nih. Wow.

53:50Ini malah...

53:52- Oh, kalo yang di Chromium-based kan

53:54emulatnya satu-satu gini ya?

53:56Gini bener kan? - Iya.

53:58- Iya. - Kalo Polypaint ini dia bisa...

54:00- Ya, cape juga kan, drop-down.

54:02Ganti-ganti drop-down. Nah, ini bisa

54:04banyak view sekaligus.

54:06- Ini saya baru tau nih kalo dia sudah emulat

54:08real device. Sebelumnya saya gak tau.

54:10Ternyata sekarang sudah...

54:12- Sama kayak ada preset-nya kan, kayak buat

54:14customize, misalnya kayak network

54:16connection, terus apa?

54:18Kayak highlight kalo... kan

54:20sebenernya di Chrome DevTools pun udah ada ya

54:22kontras rasio itu loh

54:24buat aksesibilitas. Kalo misalnya

54:26rasio nya kurang, bisa. Tapi kan susah nyari

54:28yang ngeklik-ngekliknya.

54:30- Kalo ini kayaknya untuk accessibility

54:32testing, saya suka pake

54:34Edge, karena dia sangat

54:36ini banget. Ada

54:38extensionnya tuh, ada extension.

54:40Ada extensionnya tuh untuk ngetest accessibility

54:42khusus tuh dari Edge.

54:44- Microsoft Edge?

54:46- Iya.

54:48Apa ya namanya, sebentar ya saya cari.

54:50Saya pernah install.

54:52Begitu saya buka Microsoft Edge, langsung

54:58bukanya parallel. Nanti aja lah.

55:00Malah nyala, malah nyala Windows 10-nya.

55:06Abis deh gue punya.

55:08- Media preview. - Memory.

55:10- CG juga sama ya?

55:12- Sama. Ini ketiganya

55:14sama.

55:16Satu lagi juga saya dengan competitive

55:18jadi pilih aja salah satu.

55:20- Jadi problem yang mau di soft adalah

55:22terutama responsive design.

55:24- Development.

55:26Responsive and tooling.

55:28Ya, itu tooling testing

55:30kayak apalah,

55:32aksesibilitas, terus yang kayak buta warna

55:34kontras warna,

55:36terus dark mode kan,

55:38dark mode, light mode.

55:40- Oh ini, oh wow.

55:42Seru ya.

55:44- Iya. - Sama

55:46kayak buat experimental

55:48feature, itu semua udah

55:50otomatis enable. Jadi kita

55:52gak usah manual.

55:54Enable. Kayak misalnya kita

55:56pengen ngecek apa feature baru tuh

55:58yang page transition. Kan kita harus

56:00kalau Chrome kan, ya

56:02by default karena dipake banyak orang,

56:04kita harus cari-cari

56:06dulu flex-nya, terus enable.

56:08Nah, kalau ini udah otomatis

56:10enable karena orientasinya adalah

56:12buat developer kan.

56:14Jadi ini untuk

56:16developer experience ya.

56:18Free ini.

56:20Free, premium, premium.

56:22- Premium ya. - Premium kayaknya.

56:24Free untuk 14 hari.

56:26- Kita coba

56:28dulu, kalau misalnya trade

56:30kecocok, minta

56:32ngantur bayarin.

56:34- Atau

56:36Mas Riza bisa review di YouTube-nya

56:38nanti kasih tau

56:40siapa tau. - Ya udah kita review nih.

56:42Disponsorin.

56:44- Kenapa kadangnya? Siapa suruh review?

56:46- Temen, saya gak pakai

56:54karena gak, saya bukan

56:56front-end yang apa namanya

56:58goddess crush.

57:00Jadi saya gak pakai. Cuman

57:02temen saya sekantor

57:04pakai dan dia

57:06kayak, dia pakai empoly paint.

57:08Dan dia kayak

57:10berusaha menjual.

57:12Dia bagus, dia sangat

57:14terbantu sekali.

57:16Dan memang jadi lebih cepat

57:18jadinya. Jadi sekali

57:20kerjain kan sudah pakai HMR tuh udah

57:22auto reload semua tuh, eh gak auto reload

57:24atau refresh code-nya

57:26langsung disana ke refresh

57:28semua, wah kayak langsung bisa

57:30liat. - Bisa liat dalam satu layar

57:32gitu ya semua. - Iya, apalagi dia pakai

57:34layarnya yang 4K

57:36yang besar dan 2 layar.

57:38Jadi sudah langsung kayak

57:40code-nya dan langsung liat gitu.

57:42Jadi memang. - Lagi kalau hot reload

57:44pakai feed ya kan? Yang

57:46kita belum masuk. - Iya dia pakai HMR

57:48pakai feed ya kan.

57:50Diprojekin pakai HMR tuh. Nah

57:52hot mode reloaded.

57:54Jadi apa namanya dia

57:56kerjanya cepat. Dan memang dia

57:58front-end goddess crush.

58:00- Oke, oke. - Cocok.

58:04- Cocoknya. - Berarti

58:06tipe-tipe browser yang kayak gini tuh

58:08target marketnya

58:10adalah developer.

58:12- Developer khususnya front-end

58:14yang kerjanya intensif

58:16apa? Intensif harus ngecek

58:18tampilan ya Pixel. - Bukan buat kita

58:20yang sehari-hari yang

58:22apa, cukup kayaknya

58:24browser-browser kayak Chrome gitu

58:26cukup kali ya Firefox ya. - Karena gini

58:28gini juga kan, capek juga lho

58:30kayak ngetes di browser stack

58:32harus satu-satu.

58:34- Hmm, I see.

58:36Ya, ya, ya. Takes time lah ya.

58:38Melakukan hal yang

58:40sama berulang beberapa kali gitu ya.

58:42Dan sulit di-automasi ya.

58:44- Ya, ultimately tetap harus

58:46di tes di device

58:48atau emulator lain kan.

58:50Karena itu tadi engine, kalau engine

58:52nya beda, behavior nya bisa beda.

58:54Tapi minimal ini memecahkan

58:56masalah secara

58:58visual lah. At least secara visual

59:00responsiveness. Misalnya

59:02kita baru nge-develop

59:04markupnya sama stylingnya

59:06ini membantu banget ya kan.

59:08Dari misalnya ada Figma

59:10beberapa versi, kita nggak usah

59:12bolak-balik konteks switching

59:14langsung muncul. Kita bisa

59:16apa, nge-just dengan gampang kan.

59:18- Kalau dari

59:20ininya testimonialnya kayaknya

59:22beli sini, ini

59:24Firefox. - Iya apa sih?

59:26Kalo belum pernah liat. - Oh iya.

59:28- Masa? Kalau ngeliat ini kayak

59:30promiung? - Nggak ya.

59:32- Coba cari, ada

59:34penjelasannya nggak? - FIQ, FIQ, FIQ.

59:36- Nah, coba tolong.

59:38What is blaze?

59:44- Oh nggak ada.

59:46What is?

59:48- Coba berburu.

59:50Search, ah, blaze

59:52engine.

59:58- Ya, nggak ada.

1:00:00- Chromium.

1:00:02- Masih misterius. Oh, Chromium.

1:00:04- Oh, Chromium. Blink.

1:00:06- Tapi ini fenomena

1:00:08menarik nggak sih? Jadi

1:00:10yang kita liat di timeline tadi kan

1:00:12makin lama, kalo dari segi

1:00:14variasi engine-nya

1:00:16sendiri, layout

1:00:18engine dan Javascript

1:00:20engine, makin lama kan makin

1:00:22merucut lah, bisa dibilang

1:00:24merucut ya. Kayak cuma tinggal 2

1:00:26orga besar doang kan.

1:00:28Maksimal juga sekarang yang major

1:00:303 variasi doang, baik di layout

1:00:32maupun di Javascript.

1:00:34Tapi justru kayak

1:00:36landscape browser makin bermacam-macam

1:00:38di segi UI/UX

1:00:40browser itu sendiri kan.

1:00:42Tadi ada browser buat

1:00:44art browser,

1:00:46ada yang buat, itu mungkin

1:00:48bukan buat non-developer ya.

1:00:50Ada yang khusus

1:00:52buat developer, ada yang

1:00:54tadi integrate sama wallet

1:00:56blockchain lah,

1:00:58Fediverse lah, Mastodon segala macem.

1:01:00Jadi makin bervaliasi

1:01:02di penggunaannya

1:01:04UI/UX-nya justru. Walaupun

1:01:06engine-nya ya, muter-muter di 3

1:01:08itu aja. 2 bahkan ya.

1:01:10- 3 lah webkit

1:01:12Blink. - 3, tapi

1:01:14yang banyak di fork sama

1:01:16dipake sama browser baru kan.

1:01:18Cuma Chromium sama tadi ada 1

1:01:20webkit kan.

1:01:22Ya maksimal 3.

1:01:24Iya kenapa ya, padahal open source.

1:01:26- Coba nanti kita

1:01:30tanya sama

1:01:32Team Firefox kalau kita ketemu

1:01:34di... - Apa?

1:01:36- Di CDS.

1:01:38Di CDS.

1:01:40- CDS bukan yang nggak ada ya?

1:01:42- CDS.

1:01:44CDS, Chrome Dev Summit, bukan

1:01:46Mozilla Dev Summit. - Tapi diundang,

1:01:48diundang. - Oh, diundang ya?

1:01:50- Iya. - Bagus lah.

1:01:52Berarti sekarang walaupun

1:01:54jelas masih

1:01:56kompetisi secara bisnis, minimal

1:01:58nggak setoksik dulu ya, perangnya.

1:02:00- Masih sih, masih

1:02:04diserang-serang sih webkit sama

1:02:06orang-orang Blink.

1:02:08- Cuma webkit itu emang dari

1:02:12segi apa, segi perkembangan

1:02:14sekarang beberapa tahun terakhir

1:02:16sering paling ketinggalan ya.

1:02:18Sering paling apa?

1:02:20Nggak ngadopsi feature

1:02:22baru.

1:02:24- Masa sih? Bukannya

1:02:26konten, dia sudah...

1:02:28- Ada lagi, ada tapinya.

1:02:30Jadi ya mungkin 5 tahun

1:02:32per 5 tahun terakhir

1:02:34tuh emang Blink sering ketinggalan.

1:02:36Tapi kayak sekitar 1-2

1:02:38tahun terakhir ini

1:02:40mulai catch up lah.

1:02:42Salah satu kalau yang

1:02:44gue ngikutin sih dari segi

1:02:46engine-nya ya.

1:02:48Safari itu nge-hire

1:02:50yang namanya

1:02:52Jen Simmons, itu dulu orang Mozilla.

1:02:54Lio itu dulu orang Mozilla

1:02:56dan ahli banget di CSS.

1:02:58Makanya sekarang

1:03:00sekitar 1 tahun terakhir kan

1:03:02feature CSS-nya webkit Safari

1:03:04berkembang banget kan.

1:03:06Jadi kayak, kayaknya mereka

1:03:08bosan dibuli gitu. Mereka bosan

1:03:10dibuli jadi yang paling ketinggalan.

1:03:12Akhirnya catch up dan sekarang

1:03:14kembang banget.

1:03:16- Loh, loh, loh, image Mas Dizet kenapa tuh?

1:03:18- Iya, error lagi nih.

1:03:20- Tapi ada suaranya?

1:03:22- Sebentar, sebentar, iya suaranya aman.

1:03:24Ini webcamnya doang.

1:03:26- Ha, ha, ha, baru tahu

1:03:28kalau webcam mati jadi ada gambar gitu.

1:03:30Kayak jaman TVRI ya,

1:03:32kelar siaran dulu. Abislah gue rayuan

1:03:34pulau kelapa.

1:03:36- Ha, ha, ha, ha, anak jaman sekarang gak tahu tuh.

1:03:44- Yang nonton bingung tuh.

1:03:46- Oh iya, tadi udah cerita tentang

1:03:50browser engine Servo, belum ya?

1:03:54Tadi kita ngomong di belakang layar, belum ya?

1:03:56- Belum, apa, Tom?

1:03:58- Ini baru search ternyata masih aktif

1:04:00sampai sekarang.

1:04:02- Oh iya? Servo, pernah dengar sih Servo?

1:04:04- Pernah dengar ya?

1:04:06Jadi ceritanya itu

1:04:08si platform Mozilla,

1:04:10kan dia awalnya yang menginisiasi

1:04:14Rust programming language kan.

1:04:16- Oh iya, iya, iya.

1:04:18- Salah satu

1:04:20Rustnya,

1:04:22salah satu

1:04:24project yang mau menggunakan Rust

1:04:28untuk eksperimen itu

1:04:30adalah browser engine namanya Servo.

1:04:33- Servo, nice.

1:04:35- Servo,

1:04:37jadi ternyata barusan

1:04:39ngecek, ternyata masih aktif,

1:04:41kirain udah mati Servo-nya, udah sempet,

1:04:43dulu sempet nyoba kan, sempet nyoba

1:04:45compile sendiri, belum, karena belum ada

1:04:47ininya, belum ada

1:04:49executable-nya, jadi harus compile sendiri.

1:04:51Ternyata masih dilanjut.

1:04:53- Oh.

1:04:55- Servo.

1:04:57- Tapi gak tahu ya, akan jadi web browser

1:04:59beneran atau enggak ya.

1:05:01Eksperimental itu.

1:05:03Dia buat nyoba Rust ya,

1:05:05karena dulu Rust itu dibawah Mozilla,

1:05:07sampai belum lama ini mereka

1:05:09apa, kayak ngelepasin diri.

1:05:11- Beli diri sendiri.

1:05:13- Jadi dia semua, developer Servo,

1:05:21semua di PHK sama Mozilla

1:05:23pada tahun 2020.

1:05:25- Iya, iya.

1:05:27- Terus sekarang dia diampu

1:05:29di bawah Linux Foundation

1:05:31ternyata.

1:05:33- Belum, gak bisa, berarti ya udahlah,

1:05:35gak usah pake gambar ya.

1:05:37Tidak ada gambar.

1:05:41- Berarti next topic,

1:05:43webcam.

1:05:45Cara ases webcam.

1:05:47- Iya, ternyata masih aktif

1:05:51sampai sekarang ya, walaupun

1:05:53ya tadi, jadi Mozilla

1:05:55theory struggling ya,

1:05:57mereka struggling

1:05:59untuk menjalankan sisi

1:06:01bisnisnya.

1:06:03Karena kan ini browser kan gratis ya,

1:06:05si Firefox kan gak bisa

1:06:07berbayar gitu kan.

1:06:09- Dan Mozilla pun secara foundation kan

1:06:11dia orientasinya non-profit ya.

1:06:13- Betul, non-profit kan.

1:06:15Tapi dia cari modong gitu kan.

1:06:17- Mozilla itu dapet duitnya

1:06:19dari Google search kan sebetulnya.

1:06:21- Iya.

1:06:23- Dan dari donation.

1:06:25Ya, non-profit kali ya.

1:06:27Tapi di sisi yang lain mereka harus cari

1:06:29pemasukan untuk membayar

1:06:31orang-orang yang mengembangkan si

1:06:33Firefox itu sendiri kan.

1:06:35Jadi mereka akhirnya bikin produk-produk seperti

1:06:37VPN, mereka jual VPN,

1:06:39mereka jualan

1:06:41storage kan, kalau gak salah ya.

1:06:43Gitu-gitu.

1:06:45Nah, ini servo ini sebenarnya menarik, cuman

1:06:49ya itu sempat

1:06:51terhenti gara-gara banyak

1:06:53lay-off di 2020 ya

1:06:55yang gelombang pertama.

1:06:57Itu banyak yang kena lay-off,

1:06:59hampir semua developer

1:07:01Rust kena ya.

1:07:03- Rust dan servo,

1:07:05cuman akhirnya ini servo diambil

1:07:07sama, maksudnya dikelola

1:07:09oleh Linux.

1:07:11- Ya, termasuk juga Rust juga

1:07:13dikelola komunitas sekarang kan.

1:07:15- Oh, ternyata servo ini

1:07:17penggunaannya orientasinya

1:07:19untuk browser AR,

1:07:21augmented reality.

1:07:23Nah, ini nih. Pernah dicoba di

1:07:25jadi Firefox bikin

1:07:27Firefox Reality.

1:07:29Ya, mungkin karena Rust itu kan lebih cepet ya

1:07:31daripada apa, C++ mungkin.

1:07:33Untuk apa,

1:07:37graphic processing dan sebagainya.

1:07:39- Oke, oke.

1:07:41- Bahkan baru-baru sekarang nih

1:07:43tahu ada yang namanya Firefox Reality.

1:07:45- Firefox Reality.

1:07:47- Untuk device AR,

1:07:49eh, untuk AR ya.

1:07:51- Oke, kita ke topik selanjutnya ya

1:07:55kalau gitu ya. Topik selanjutnya

1:07:57ini ada

1:07:59Interop. Interop ini apa nih?

1:08:01- Nah, kan

1:08:03Interoperability ini

1:08:05project yang berguna

1:08:07banget sih. Tadi kan kita udah bahas

1:08:09skill last two. Ada 3 engine,

1:08:11kadang suka pusing, suka

1:08:13lain-lain behaviornya,

1:08:15ada feature yang di-support, ada yang nggak.

1:08:17Terus, bugnya juga misalnya

1:08:19di browser A, bugnya begini,

1:08:21di engine A, bugnya gini,

1:08:23di engine B, bugnya gitu, lain

1:08:25lagi. Nah, ini

1:08:27kayaknya pertama kali deh semua

1:08:29major vendor bisa

1:08:31ketemu dalam satu forum

1:08:33dan sepakat buat

1:08:35memprioritaskan

1:08:37focus area, feature-feature tertentu.

1:08:39Nah, coba, apa,

1:08:41scroll ke bawah sedikit.

1:08:45Ini, kalau nggak salah, dari 2021

1:08:47dan setiap

1:08:49setiap ada Dev Summit

1:08:51itu di-announce juga.

1:08:53Jadi, emang

1:08:55focus area-nya itu ditentuin

1:08:57oleh para vendor itu

1:08:59berdasarkan community input juga

1:09:01jadi kayak ngecek

1:09:03dari masing-masing repo,

1:09:05isu yang banyak di-open

1:09:07itu tentang apa, terus

1:09:09survei-survey gitu

1:09:11dari komunitas developer itu paling

1:09:13seru tentang apa, mereka sepakat

1:09:15milih mau ngefix di,

1:09:17mau fokus di area apa aja.

1:09:19Jadi, sudah konsorsium

1:09:21speknya, ini

1:09:23konsorsium ngerjain, apa, kayak

1:09:25kerjasamanya

1:09:27mau fokus ke area mana

1:09:29gitu. Jadi,

1:09:31kan ada tuh fokus area-nya, nentuin

1:09:33mau ngerjain itu. Nah, itu seru sih

1:09:35dan ini semua dikerjain

1:09:37open source,

1:09:39kalau kode browser-nya,

1:09:41koding-nya sih nggak open source,

1:09:43cuma, loh, Mas Risa ilang.

1:09:45Mendiskusikannya

1:09:49yang open source, jadi

1:09:51kadang ada kasus dimana ternyata

1:09:53spesifikasinya agak rancu

1:09:55atau kurang jelas dari

1:09:57spesifikasi teknisnya.

1:09:59Itu kan bikin misunderstanding ya, mungkin dari

1:10:01vendor A, implementasinya

1:10:03begini, B, begitu.

1:10:05Nah, berarti solusinya adalah

1:10:07diperjelas spesifikasi

1:10:09teknisnya, atau mungkin

1:10:11ada bug, ada implementasi yang nggak

1:10:13sesuai, didiskusiin,

1:10:15biar tujuannya

1:10:17ultimately adalah developer

1:10:19mudah menggunakan web API

1:10:21di semua browser

1:10:23yang bisa kerja di semua browser.

1:10:25Iya sih, jadi

1:10:27lebih ini ya.

1:10:29Kalau kita lihat dari graph 2002,

1:10:31kayak si

1:10:33Chrome Edge mulai,

1:10:35kok malah yang ketinggalan

1:10:37Chrome Edge.

1:10:39Ini feature yang baru

1:10:41yang dienamkan sama Robert

1:10:43Naiman ya, kalau nggak salah ya.

1:10:45Sempat lihat sih di tweet-nya, tentang

1:10:47Interop ini ya.

1:10:49Mungkin ya, di akhir tahun biasanya mereka

1:10:51announce hasilnya. Jadi ini

1:10:53apa, period kerjanya

1:10:55per tahun, mereka nggak

1:10:57milih berapa, 5-10

1:10:59area khusus mana yang mau

1:11:01dibenerin, mau

1:11:03bagusin, dioptimasi

1:11:05interoperability-nya.

1:11:07Nah, di akhir tahun mereka announce

1:11:09hasilnya.

1:11:11Hasil score ini, ini seru

1:11:13sih, itu apa,

1:11:15direpunya semua open source.

1:11:17Dapat angka-angka itu,

1:11:19itu dari testing, dan yang ditest

1:11:21adalah file HTML, CSS

1:11:23biasa.

1:11:25Berarti ini Safari menang dong, 94?

1:11:27Iya, buat feature yang baru

1:11:29yang di focus area itu.

1:11:31Oh, itu score, bukan

1:11:33for see.

1:11:35Wow, nice.

1:11:37Berapa persen test yang

1:11:39passing, jadi kita bisa lihat

1:11:41test-nya mana bentar, cari

1:11:43direpunya.

1:11:45Oh wow, oke,

1:11:47menarik, menarik. Oh ya,

1:11:49selain broser-broser yang

1:11:51Chrome, AS, dan lain-lain,

1:11:53ada juga yang versi

1:11:55eksperimentalnya, ada yang Dev, ada yang

1:11:57Knightly, ya kan?

1:11:59Ada yang technology preview.

1:12:01Kan Ari,

1:12:03banyak ya, banyak versi ya.

1:12:05Ada, Firefox itu kalau nggak salah, ada

1:12:07Firefox developer.

1:12:09Ya saya ada 3 ya,

1:12:113 versi. Firefox developer edition.

1:12:13Edition, ya.

1:12:15Chrome juga ada ya, developer edition, ada yang beta,

1:12:17ada yang developer. Gak pernah bisa

1:12:19file, cuma biasanya ada 2-3,

1:12:21ada yang Knightly ya.

1:12:23Ada Knightly, ada Knightly. Knightly selalu

1:12:25berubah tiap hari.

1:12:27Kalau Dev itu lebih

1:12:29nggak tahu ya gimana.

1:12:31Kalau Kan Ari itu eksperimental,

1:12:33Kan Ari itu terlalu eksperimental.

1:12:35Pokoknya ada tingkat-tingkat

1:12:37itunya

1:12:39seberapa beta, seberapa

1:12:41eksperimental.

1:12:43Yang udah hampir rilis tuh ya,

1:12:45apa ya?

1:12:47Dev kalau nggak salah, atau yang beta, beta.

1:12:49Kalau Firefox, Knightly sih.

1:12:51Knightly. Cari link-nya.

1:12:53Knightly, oh nggak,

1:12:55Knightly itu yang ini kan?

1:12:57Tidak, tiap hari berubah.

1:12:59Justru itu masih yang

1:13:01in progress kali ya?

1:13:03Iya, yang alpha-alpha.

1:13:05Oh ini nih, developers,

1:13:07ada developer edition,

1:13:09ada beta, ada Knightly.

1:13:11Berarti developer edition tuh

1:13:17sudah lebih stabil.

1:13:19Iya.

1:13:21Bedanya apa sih yang developer edition sama

1:13:23yang versi biasa?

1:13:25Entah.

1:13:27Lebih sering update aja

1:13:29kalau saya liat ya.

1:13:31Oh ini bener ada 3.

1:13:35Kayaknya beta yang paling

1:13:37polis, yang paling hampir

1:13:39hampir

1:13:41di rilis.

1:13:43Paling mendekati developer edition.

1:13:45Ini yang tengah-tengah kali ya.

1:13:47Developer edition

1:13:49is an unstable

1:13:51testing and development

1:13:53platform.

1:13:55Terus kalau Knightly

1:13:57itu yang

1:13:59Knightly itu yang paling mentah

1:14:01yang tiap hari di update.

1:14:03Chrome juga sama ya, ada

1:14:07Canary, Canary itu yang kuning semua kali ya.

1:14:09Kayaknya.

1:14:11Apalagi sih ponenya, ada

1:14:15beberapa versi juga kok.

1:14:17Ada, ada.

1:14:19Canary, beta, sama

1:14:21sama sih.

1:14:23Sama ya. Paralelo misalnya.

1:14:25Sama.

1:14:27Ada, oh iya

1:14:29beta, dev, Canary.

1:14:31Webkit ada ya? Safari nggak ada ya?

1:14:33Safari itu teknologi

1:14:35preview doang.

1:14:37Iya, dia cuman

1:14:39ada 2, yang apa?

1:14:41Yang

1:14:43stabil sama yang experimental.

1:14:45Safari itu rumitnya

1:14:47mungkin karena cycle release

1:14:49nya dia harus barengan sama

1:14:51apa? OS nya.

1:14:53Iya.

1:14:55Kalau major release, iya.

1:14:57Kalau minor release sih, ya muncul

1:14:59di update Mac kan.

1:15:01Iya, di update doang. Tetep-tetap aja dibundle

1:15:03gitu, nggak bisa kita

1:15:05pilih gitu.

1:15:07Iya, nggak bisa ketengan di download

1:15:09sendiri, apa, executable

1:15:11installernya.

1:15:13Iya, iya, iya.

1:15:15Oke, lanjut, lanjut,

1:15:17lanjut, lanjut. Ada lagi yang mau dibahas?

1:15:19Apa ya? Chromium

1:15:21udah habis ya?

1:15:23Habis ya?

1:15:25Apa lagi?

1:15:27Udah kan?

1:15:29Udah? Udah.

1:15:31Udah 1 jam lebih juga?

1:15:33Udah 1 jam lebih? Berarti

1:15:35sudah waktunya kita istirahat?

1:15:37Iya.

1:15:39Oke.

1:15:41Seru juga ya, bahasa roser doang bisa lama gini.

1:15:43Oh iya, kita selalu

1:15:45episode berapa? episode 14 ya? udah episode 14? lumayan ya? iya. nanti kalau sudah sampai kita episode 100 kita harus bikin kayak video atau bikin bukunya semua topik-topik yang sudah kita bahas itu loh. catatan ngobrol in web.

1:16:10episode 50 kita minta ini live di discord, jadi ngajakin teman-teman di discordnya Google Developer Expert, Google Developer Group untuk join ngobrol juga.

1:16:22Oh boleh tuh, seru tuh. ngajakin Mas Danang tuh. asik, jauh ikh Mas Danang lagi. episode 50 ya? berapa episode lagi? masih panjang.

1:16:32masih panjang. tapi ketiap minggu cepet kok itu, satu tahun aja 50. iya, iya, iya. bener, bener, bener, bener.

1:16:41Ya, dan untuk mencapai episode 50 dari episode 100 kita butuh bantuan teman-teman, karena untuk topik dan tautan misalkan ada yang mau "oh bahas ini dong, bahas itu dong"

1:16:54langsung aja ke bit.ly/mobrolinweb. kita akan monitor terus, dan kalau kita kehabisan ide, ya kita kesitu liatnya.

1:17:04jadi pastikan teman-teman. masih banyak loh, gak habis-habis. belum habis ya, belum habis ya, masih banyak ya. masih banyak yang bisa kita explore ya.

1:17:13sampe tahun depan. iya, ngikutin apa namanya, ngikutin moodnya kita kan. "oh lagi pengen bahas ini, lagi ada yang lagi hype" gitu kan.

1:17:26jadi ya, gitulah. ok kalau gitu, mungkin untuk malam ini kita tutup dulu. episode ke 14 kita ketemu lagi minggu depan, hari Selasa, jangan lupa.

1:17:38jam 8 malam. subscribe ya, subscribe. like, subscribe. pencet apa, lonceng ya. kayak youtube, gue gak pernah tuh ngomongin youtube.

1:17:50kalau suka silahkan di like, kalau gak suka jangan dislike. cool juga masuk kapal.

1:18:02iya, yang pasti kita butuh masukan. mau di like, boleh. alhamdulillah, syukur. kalau gak, ya gak apa-apa. tapi kita lebih perlu masukan dari teman-teman.

1:18:13kita kira ini formatnya bagus gak, atau ada yang bisa kita improve atau gimana gitu ya. atau mungkin mau tanya-tanya, tanya-tanya renten juga boleh.

1:18:22atau mau ikutan, mau ikutan juga boleh. oh iya, boleh, boleh. kalau ada yang mau ikutan ngobrol, nanti kita bisa undang juga.

1:18:30oke, kalau gitu. untuk malam ini, udah Han dulu. terima kasih banyak semuanya. kita ketemu lagi hari Selasa depan. bye-bye.

1:18:39Selasa depan, tahun depan. bye-bye. iya, tahun depan ya. iya, tahun depan. iya. oke, selamat tahun baru.

Suka episode ini?

Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!

Langganan Sekarang

Episode Terkait

Ngoding di browser - Ngobrolin WEB
EP 55

31 Okt 2023

Ngoding di browser - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

WebAI - Ngobrolin WEB
EP 151

25 Nov 2025

WebAI - Ngobrolin WEB

🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #ngobrolinWEB! Malam ini membahas AI yang dapat dijalankan di web browser atau istilah kere...

Stack dan Tools - Ngobrolin WEB
EP 158

17 Feb 2026

Stack dan Tools - Ngobrolin WEB

🗣️🕸️ Selasa malam waktunya #NgobrolinWEB! Episode kali ini akan membahas stack dan tools andalan sehari-hari. Baren...

Komentar