EP 14

Ngobrolin 2023 - Ngobrolin WEB ep15

Bagikan:

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. * Gelombang baru frontend framework: qwik.builder.io, astro.build, enhance.dev dkk * Berbagai runtime baru sebagai alternatif node: deno.land, bun.sh * Rust sebagai bahasa untuk membangun tools JavaScript * Rome * Deno * Turbopack * Wasm: Web framework dengan Rust dan Wasm: Leptos (https://github.com/gbj/leptos) * Bun pakai Ziglang * Semantic SEO, Content reco Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Transkrip Bantu Koreksi

0:04[Menelefon]

0:08Halo, halo, halo.

0:11Selamat tahun baru.

0:16Selamat tahun baru, ketemu lagi kita, Haris Lhasa waktunya ngobrolin web.

0:22Web, yeah.

0:24Masih bersama kita bertiga, web, web, web.

0:29Ada saya Riza, ada Eka, dan juga ada Ivan.

0:34Sembari kita mengecapkan selamat tahun baru.

0:37Semoga tahun 2023 semua harapan, semua resolusi berhasil dicapai.

0:45Kira-kira temen-temen di sini resolusinya.

0:48Resolusi tahun lalu di Icebox, sekarang bikin resolusi baru.

0:54Resolusi saya masih 1080p.

0:59Satu dua lapan puluh.

1:01Setiap tahun naiklah itu resolusi.

1:03Kendo satu enam puluh.

1:071024, nggak ya?

1:09Resolusi tetap pixel density naik.

1:13Asik.

1:15Ya, jadi senang sekali malam hari ini kita kembali live.

1:19Setelah beberapa episode kemarin kita rekaman karena satu dan lain hal.

1:23Salah satunya karena sudah liburan.

1:25Dan malam hari ini walaupun masih ada aroma-aroma liburan,

1:29tapi kita harus mulai lagi karena seru sekali pembicaraan kita.

1:34Kalau kita ngobrol kayak gini ditambah dengan komentar-komentar temen-temen semua.

1:39Jadi pembicaraan yang seru gitu.

1:41Yang tadinya topiknya mungkin kita lihat, oh kayaknya biasa.

1:44Ternyata seru gitu.

1:45Ternyata banyak hal yang belum kita tahu, kita banyak belajar satu sama lain.

1:49Jadi temen-temen juga boleh silakan komen-komen di kolom komentar apapun.

1:57Kira-kira malam hari ini kita akan bahas tentang teknologi yang menurut kita masing-masing akan menarik di 2023.

Lihat transkrip lengkap

2:05Menarik, May 2023.

2:07Kalau temen-temen ada teknologi yang ingin dipelajari atau yang menarik kira-kira,

2:13saya pengen belajar astro, saya pengen belajar island arsitektur atau apa gitu.

2:19Boleh ya, di kolom chat kita pengen tahu juga.

2:21Ya, mungkin questlistnya 2023 pengen belajar apa.

2:25Benar, benar, benar.

2:27Oke, kita langsung aja mulai.

2:29Dari siapa dulu yang mau membuka topik kita di 2023?

2:35Kira-kira apa yang akan menarik?

2:39Dari Mas Richard atau Mas Mbak Eka dulu, karena saya angle-nya berbeda nanti.

2:45Jadi kayak penambah.

2:49Aku dulu deh, coba ini yang paling random.

2:55Nggak random sih, cuma kelihatannya, nggak tahu apakah itu biasa aku sendiri atau memang begitu.

3:03Sepanjang tahun kemarin itu makin naik fenomena balik ke standar-standar ekosistem web.

3:11Seperti yang mulai santar itu Activity Pop.

3:15Itu kayak protokol yang digunakan oleh Rastodon yang kemarin sempat lagi heboh naik.

3:21Terus juga selain Activity Pop, RSS itu kan udah umum banget ya.

3:31Kalau bikin mungkin WordPress atau apapun dari dulu, itu hampir pasti ada RSS Suite-nya kan.

3:37Dulu malah Google tuh punya produk RSS Reader yang cakep banget namanya Google Reader.

3:43Sayang, udah berpulang, udah di pensiun kan.

3:47Udah hamar umum.

3:49Udah hamar umum ya, lama lah.

3:51Terus kelihatannya kan setelah itu, dulu banget kan, nge-trend nge-block ya.

3:56Block spot itu dulu yang akhirnya di Google sebelumnya.

4:01Eh, iya kan ya? Kayaknya di e-Square kan, di acquisition.

4:04Sebelumnya orang nge-block itu personal size dan block itu hal yang umum banget.

4:11Itu jadi kayaknya metode publication yang paling umum.

4:15Tapi kan lama-kelamaan mungkin ya dalam 10 tahun terakhir kali ya kayak pelan-pelan di-replace atau digantikan

4:23oleh produk-produk yang sifatnya world garden dan jadi kayak taman yang dipembokin atau dipagarin.

4:31Paywall ya?

4:33Paywall.

4:35Yang nggak selalu paywall sih, kalau medium mungkin paywall.

4:38Cuma kan kalau kayak Facebook, Instagram, Twitter, kayak sosial media itu.

4:43Harus login dulu gitu-gitu ya?

4:45Walaupun nggak paywall, nggak berbayar dengan uang, cuma kan proprietary kan menggunakan.

4:54Jadi orang nge-share itu mempublikasikan sesuatu bergantung pada produk, bukan pada standar ekosistem web.

5:04Nah belakangan ini kayaknya mulai ada gerakan, kayaknya trend apapun tuh selalu gitu ya.

5:09Jadi tadinya A, muter ke B, terus hadir bahwa B lama-lama tanya kekurangannya.

5:14Mulai balik ke A lagi.

5:16Jadi kelihatannya nih ada fenomena, mulai banyak orang menggalakan ke-blog.

5:22Kalau blog sebetulnya kan sampai sekarang juga masih banyak.

5:25Cuma identik dengan long form, tulisan yang panjang atau rumit.

5:30Nah sekarang tuh mulai kayaknya mulai banyak yang tertarik micro-blogging.

5:34Misalnya jadi nggak harus selalu panjang, ya mungkin mirip dengan nge-tweet atau nge-tatus.

5:39Cuma di area, di tanah kita sendiri masing-masing punya blog.

5:45Dihubungannya dengan apa? Dihubungannya dengan RSS itu.

5:49Jadi RSS itu kan salah satu protokol standar bagian dari standar web.

5:56Jadi mau kita nge-blog di hosting dimanapun, desainnya kayak gimana, model datanya kayak gimana,

6:02orang lain bisa follow dari aplikasi RSS Feedreader.

6:09Berarti portal-portal kayak itu mulai bisa naik lagi dong, kayak reddit, apa ya jaman dulu?

6:17Reddit atau RSS Feed, yang lain ya, contoh apa lagi ya?

6:22Agregator, agregator.

6:27RSS itu kan sampai sekarang juga ada RSS-nya kan? Iya, formatnya RSS benar.

6:32Nah maksudnya ini kayak trend di kalangan, trend niche yang cuma di lingkup web developer doang

6:43atau bisa meluas ke kalangan umum lah, misalnya ke jurnalis atau website yang di luar developer.

6:53Nah ini seru kita lihat aja tahun 2023 gimana. Ini nggak ngerapal ya, ini namanya nanya,

6:58kalau menurut kalian gimana, ini punya masa depan nggak ini RSS?

7:03Berapa banyak teman-teman yang dikomentar, yang nonton menggunakan RSS Client, berapa banyak?

7:12Saya pengen tahu. Kita bertiga, siapa yang pakai RSS Client? Saya pakai.

7:17Masih punya akun Fitly sih, cuma nggak? Saya pakai Fitly. Saya pakai Fitly juga, betul.

7:25Semua sayangnya kalau di Indonesia kayak Apple News nggak bisa ya.

7:30Kalau di, saya punya pengalaman karena waktu develop kayak client yang dari luar,

7:38yang di negaranya ada Apple News, memang jadi standar.

7:43Mereka suka pakai, kayak situs ada fiturnya itu kita harus kayak publish ke Apple News.

7:49Pasti punya, ok. Edwin punya nih.

7:54Satu lagi, nggak harus RSS Fit. Contohnya kalau pengalaman,

8:00kalau bagi pengguna Android dan menggunakan Chrome browser-nya,

8:04biasanya di bawah Chrome-nya sebelum mencari itu ada banyak news-news kan.

8:09Itu kan dari Google News sebenarnya, yang kalau di web-nya kita itu

8:14ada standar yang sendiri untuk pakai RSS juga sih belakang-belakangnya,

8:18yang nge-push data ke Google News. Jadi kayaknya menarik juga ini

8:25kalau semuanya mulai ke konten.

8:27Salah satu keuntungan kita menggunakan RSS adalah, kalau buat saya ya,

8:33jadi informasinya datang ke saya, bukan kita yang mencari.

8:38Itu kan sebenarnya kayak follow ya?

8:41Iya, misalkan kita baca dari Hacker News, kan kita harus buka dulu kan.

8:45Iya, Hacker News apa gitu kan, alamatnya kan, HN News apa gitu,

8:50terus kita baca gitu kan. Tapi kalau misalkan kita langganan RSS Hacker News,

8:54kita nggak perlu buka website-nya, ada kayak semacam inbox, semacam di email gitu,

8:59secara berkala mungkin sehari atau tiga puluh, ya tergantung kita yang set ya,

9:05ngomong satu jam sekali, dia ngerequest ada data baru, dia langsung muncul gitu kan.

9:09Biasanya kayak daily digest gitu ya.

9:13Jadi itu kan sebenarnya menyerupai kita di Twitter nge-follow orang,

9:20kita di Facebook nge-follow orang, kita di Instagram nge-follow orang.

9:23Cuma bedanya kalau di Twitter dan sebagainya itu kan kita numpang,

9:29kita pakai produk, proprietary-nya perusahaan. Sedangkan kalau RSS itu kan

9:37nggak dimiliki satu pihak, nggak dimonopoly bukan properties-nya satu pihak doang,

9:42kita mau pakai vidli atau kita mau bikin sendiri kalau iseng, pakai apapun,

9:46ya itu tadi kalau Hacker News mempublish digest atau berita atau sumber berita apapun lah.

9:52Biasanya aku pengen ikutin blognya Astrisa sama Ivan, ya tinggal follow, bisa langsung muncul.

9:59Jadi itu memungkinkan kita memfollow sumber konten apapun

10:04tanpa terikat di satu produk tertentu sih, menariknya.

10:09Betul, betul.

10:12Ngomong-ngomong soal RSS, itu ada pada tiny-tiny RSS nggak sih?

10:17- Tiny RSS itu apa? - Tiny tiny RSS, itu open source.

10:23Open source, kalau mau bikin sendiri, mau punya kayak web-nya sendiri.

10:30- Oh tiny-nya dua kali, tiny tiny RSS. - Jadi TTRSS.

10:34- Oh TTRSS. - Itu open source web application.

10:39Anggap aja fitly versi open source yang kita punya sendiri, kita host sendiri.

10:47Menarik, menarik. Sebentar kita share screen dulu ya.

10:51Men, saya ada yang pakai itu soalnya. Dan menarik.

10:57- Oh ini aplikasi web ya berarti ya? - Iya, betul.

11:02Oke, wah seru.

11:05Nah, dari beberapa hal yang disampaikan Eka tadi, ada benang merahnya.

11:11Benang merahnya adalah beberapa standar-standar web muncul lagi ya.

11:17Termasuk juga di framework kan.

11:19Framework-framework baru kayak Quick, ada Remix, ada Astro dan lain-lain.

11:28Itu kan mereka kembali ke ranahnya kan, menggunakan web standar.

11:32Ya, kita pernah bahas juga ya di episode Eka sebelumnya.

11:37Yang tadinya formnya harus dimana, sekarang pakai formnya versi yang sudah ada dari platform.

11:44Dan platformnya juga berkembang kan.

11:46Makanya sekarang beberapa framework bisa menggunakan web standar,

11:49gara-gara platform webnya sendiri, browsernya sendiri sudah kembang.

11:54Webnya mulai streamline ya.

11:56Terus IS modul juga mulai merata, itu ngaruh ke tooling juga.

12:02- Sepertinya karena si browser itu sudah bisa menerima JavaScript module sih,

12:08bisa running JavaScript module. Sebelumnya kan nggak bisa kan?

12:11- Sebelumnya nggak bisa, global semua ya.

12:13- Iya, sekarang jadi modular gitu, jadi bisa jalan di module, JavaScript module.

12:19- Iya, jadi modular. Bisa nginstal berbagai package dari NPM dan registri-registri yang lain ya.

12:27Oke, nah ngomongin framework-framework baru,

12:31ini juga salah satu trend yang akan mulai happening kali ya di tahun depan.

12:37Di tahun ini, 2023.

12:40- Masih berdasarkan tahun depan.

12:43- Jadi ada gelombang baru framework katanya gitu ya.

12:47Yang sebenarnya sudah muncul dari tahun lalu ya.

12:49Dari 2022 sebenarnya sudah mulai muncul kan, pertengahan ya atau akhir ya.

12:53Jadi kalau di sini, ini ada ceritanya ya, dari mulai sejarah halaman web itu ya.

13:01Mulai dari CGI, Perl, terus ada PSP, walaupun PSP masih sampai sekarang gitu kan.

13:07Sampai akhirnya, berarti itu yang jaman-jamannya PSP dan lain-lain itu berarti kan server.

13:16Server site rendering kan, semuanya dirender dari server,

13:21baru kemudian ada sedikit manipulasi atau ada fungsi-fungsi yang dijalankan di sisi klien.

13:29Misalkan hide, show, gitu kan, yang sederhana kan.

13:32Kemudian muncul interactivity gitu.

13:36Kemudian muncul jQuery, ada Dojo, ada AXT.js, ada yang lain-lain.

13:43Akhirnya mengarahnya ke server, tugasnya adalah mengirimkan data yang olah itu klien.

13:50Jadi fat klien ya setelahnya ya.

13:53Segala-galanya dikerjain di klien, sampai ngerender, bikin dom juga.

13:57Akhirnya pas itu dipindah ke klien.

14:01Betul, jadi kalau misalkan kita pakai React gitu kan, Create React App kan,

14:05ada div dengan id root itu isinya kosong kalau kita buka ya awalnya.

14:09Karena belum dirender di sisi klien.

14:13Di sinilah React dan teman-temannya berjaya di sini ya.

14:17Karena ini SPA, semuanya serba single-page application kan.

14:21Yang tadinya server-side, sekarang udah client-side banyakan.

14:26Terus abis itu ketemu masalah.

14:29Yang pertama masalah SEO, yang kedua masalah scale.

14:33Jadi ketika terjadi di sisi klien, yang terjadi adalah kliennya sibuk nih.

14:40Browser-nya berat, kena CPU dan network.

14:44Akhirnya... / Blotted, blotted.

14:47Ya blotted, akhirnya... / Itu tadi dari A ke B, ternyata B kena masalah baru.

14:53Kalau ini komen sih ya, tetap komen.

14:58Akhirnya, gimana caranya? Beberapa hal kita bisa render di server dulu,

15:07abis itu nanti beberapa yang kecil-kecil di client.

15:10Ya itu kan sama aja kayak yang dulu ya, kayak jQuery, jaman-jaman jQuery kan.

15:14Akhirnya balik lagi.

15:16Balik lagi, cuma sekarang bedanya kayak standarnya udah,

15:20yang kita bahas tadi standarnya lebih slimline.

15:22Jadi ya, quality of life improvement lah.

15:26Tapi bedanya virtual DOM sekarang mulai balik ke arah antara vanilla atau shadow DOM kan.

15:36Beda approach. / Betul.

15:41Dan setelah react dirasa cukup sukses, akhirnya muncul pesaing-pesaingnya ya.

15:50Ada view, ada swell, ada solid, dan lain-lain, ada banyak.

15:56Makin kesini makin langsing ya, karena nggak punya baggage.

16:02Kalau react kan mulai munculnya pas transisi tadi, jadi kayaknya baggage-nya masih banyak lah.

16:09Masih standarnya, transfile-nya juga kayak backward compatibility-nya kayak lebih tibet aja.

16:16Sedangkan swell sama solid muncul di jaman udah enak lah.

16:20Jaman udah relatif enak kan, makanya bisa dengan perspektif yang baru ya.

16:25React 2012 kan ya, tahun munculnya.

16:28React 2012 atau 2013? / 2012.

16:31Udah 10 tahun. / Udah 10 tahun.

16:34Jangan salah antara view atau swell itu yang punya filosofi sedikit berbeda dengan react-an.

16:41Ada juga yang benar-benar mengikuti gaya-nya react, ada pre-react, ada inferno, ada yang lain-lain juga ya.

16:51Jadi memang react itu salah satu filosofinya memang cukup banyak diikuti ya.

16:57Konsep-konsep barunya menarik gitu ya, terutama dia menekankan ke arah developer experience kan.

17:04Dan banyak konsep yang diadaptasi juga oleh framework yang lain.

17:09Kemudian mereka juga sering belajar, akhirnya muncul lah meta framework kan, setelah itu kan.

17:14Ada Next.js, ada Nux.js, ada... / Gatsby.

17:19Gatsby. / Gatsby.

17:22Ada spell kit, supper, spell kit, dan lain-lain gitu kan.

17:27Yang tujuannya adalah untuk, itu tadi server render.

17:32Yang tadinya hanya beratnya di klien, sekarang udah agak ringan karena sudah beberapa hal...

17:38Itu semenjak node bisa dijalankan di server.

17:43Jadi V8 engine bisa dijalankan di server side.

17:50Jadi dia pendekatannya adalah server first ya, jadi di-serve dulu beberapa hal yang penting.

17:56Kalau misalkan istilah PWA-nya kayak skeletornya itu udah di-load dulu, yang lainnya baru yang sedikit-sedikit.

18:03Habis itu muncul lah multi-page application yang tadinya SPA.

18:08Kita balik ke PSP dan teman-teman ya.

18:13Udah multi-page lagi sekarang, walaupun multi-page-nya sekarang sudah modern.

18:19Sudah menyerupai single page, transisinya, state-nya, semuanya sudah ditangani dengan baik.

18:26Jadi kita nggak perlu refresh, seolah-olah tidak perlu refresh walaupun sebenarnya ada konteks antara klien dan server.

18:33Bahkan page transition juga walaupun masih experimental, di web standar udah ada ya.

18:41- Apa namanya? Multi-page snap? - Belum.

18:44Transition API, belum standard.

18:48- Masih drop. - Baru proposal.

18:53Ya, semoga lolos lah. Berarti kita harus banyak-banyak komentarin proposalnya ya. Kita harus thumbs up.

19:01Kita push itu transition API.

19:04Jadi fitrahnya element A itu anchor kan link.

19:09Itu kan link emang dari dulu udah ada, dari jaman multi-page app pun udah ada.

19:15Single-page app ini agak ngelawan contact, dibajakkan, jadi di-prevent default untuk crafting.

19:24Sekarang kalau misalnya si proposal page transition itu lolos, kita bisa by default tetap pakai anchor element itu ya.

19:36Untuk lakukan client-side navigation.

19:41Oke, kita lanjut sedikit lagi. Ini udah masanya multi-page application.

19:46Beberapa framework mengedepankan HTML first, artinya adalah use the platform.

19:52Karena platformnya juga sudah berkembang cukup pesat, jadi kita bisa menggunakan web, teknologi web yang sudah disediakan oleh browser juga.

20:04Akhirnya muncul kayak Astro, Enhance, kemudian Quick dan lain-lainnya.

20:10Marko ini kayaknya pemain lama ini ya, Marko kayaknya jamannya React juga udah muncul.

20:15Marko ini solid kan ya? Marko itu main frameworknya solid kan?

20:19Oh bukan.

20:20Bukan. Yang bikin solid, dia bekerja di perusahaan yang bikin Marko juga.

20:27Dia adalah karyawan di sana, tapi waktu senggangnya dia bikin solid.

20:41Oh gitu. Ini lucu juga nih, ternyata Marko itu templating language. Kayak custom gitu ya saya?

20:49Iya, awalnya itu.

20:51Semacam handlebar gitu kan?

20:54Iya, betul.

20:56Terus habis itu dia bisa ada frameworknya sekarang, kayak gini kan.

21:05Dan seterusnya, itu adalah, ini udah sampai ke gelombang ketiga.

21:15Ini kayaknya mulai ya, ini masuk ke gelombang ketiga, termasuk juga meta framework tadi ya, ada remix, ada Quick tadi yang udah disebutkan, ada Nux, ada macem-macem.

21:25Ini Quick juga, yang berhubungan dengan Hydration, yang berusaha menyelesaikan masalah Hydration ya, dengan cara Restomable.

21:34Saya juga belum tau nih Restomable ini seperti apa, Hydration juga.

21:37Nah itu udah cobain kan? Kayaknya kita bahas di episode A.

21:41Yang lalu juga tuh ya.

21:43Bisa jadi materi tersendiri ya, termasuk juga Edge ya, Edge. Ini adalah kita bisa punya fungsi di CDN dan tanda kutip gitu.

21:54Nah, berhubungan dengan ini, seperti tadi juga ada Fresh ya, kalau nggak salah salah satu yang juga jadi gelombang ketiganya.

22:03Adalah, tren berikutnya yang menurut saya akan seru adalah, beberapa runtime alternatif dari Node.js.

22:14Ada Boon.js, yang terbaru sebelumnya ada Deno.

22:19Jadi buat temen-temen yang belum familiar mungkin, Node.js kan running di LeapUV ya.

22:29Running di server, atas bantuan ada library namanya LeapUV.

22:36Itu yang, event loop ya, event loop.

22:41Event loop, yang udah kita bahas di episode, beberapa episode yang lalu gitu ya.

22:46Dan ternyata, dan itu LeapUV itu dibikin dengan menggunakan C++, ya kan.

22:55Dan kemudian muncul alternatif, wah ternyata yang bikin Node akhirnya dia bikin Deno.

23:02Karena dia merasa ada beberapa kesalahan yang tidak bisa terhindarkan, akhirnya dia bikin baru.

23:07Dengan menggantikan LeapUV dengan bikinan sendiri, pakai Rush.

23:14Oh.

23:16Ya, awalnya dia pakai Golang, tapi abis itu dirilat pakai Rush.

23:21Kemudian tahun lalu, tahun 2022, muncul yang lebih baru lagi.

23:27Namanya Boon. Boon.js.

23:30Nah ini juga cukup unik karena, selain dia menulis sendiri versi LeapUV-nya dengan bahasanya,

23:39bahasanya apa ya, ada disini kekatan sebentar. Ziklang.

23:44Bahasa yang baru juga, bahasa ya, sama lah levelnya dengan C++ sama Rush ya.

23:51Itu, tapi perbedaannya dia tidak menggunakan V8.

23:55Kalau Deno masih tetap menggunakan V8 sebagai JavaScript Engine-nya.

23:59Sedangkan Boon menggunakan JavaScript Core yang diambil dari WebKit.

24:05Yang kalau teman-teman familiar, browser yang menggunakan WebKit adalah Safari.

24:09Ya, kita bahas kemarin. Kita bahas di episode kemarin.

24:12Jadi, dia tidak menggunakan Engine-nya Chrome di backend,

24:16tapi dia menggunakan Engine-nya Safari atau WebKit di backend.

24:20Hasilnya...

24:22JavaScript Core ya?

24:23Ya, JavaScript Core ternyata kencang. Memang terkenal kencang sih.

24:27Dan dicoba di backend dan ternyata memang kencang.

24:30Jadi, menariknya adalah Deno dan Boon ini juga punya kompatibilitas yang cukup bagus

24:37dengan package-package yang ada di Node.

24:39Jadi, kita bisa easy replacement lah.

24:41Ya, walaupun ada effort sedikit ya kali ya.

24:43Saya tidak tahu pasti juga karena belum mencoba.

24:45Tapi, bisa install si library-library yang ada di NPM.

24:51Jadi, kayaknya lumayan ini, lumayan menarik nih.

24:55Apa? Si Deno dan juga Boon.js ini.

24:59Tapi hasil transparentnya tetap sama kan ya.

25:01Maksudnya, itu hanya kayak...

25:03Ya, maksudnya hasilnya semua tetap sama.

25:07Pas udutnya pen-browser, harusnya sama kan.

25:09Cuma jualannya lebih kencang gitu ya.

25:13Lebih kencang. Dan trend ini juga berlanjut ya.

25:17Maksudnya, akhir-akhirnya banyak library atau tools

25:23yang dibuat menggunakan bahasa seperti Rust,

25:29atau Ziclang, atau Golang, atau yang lain-lain.

25:33Tapi, tools-nya adalah tools JavaScript.

25:37Contohnya, TurboPack itu menggunakan Rust ya.

25:41Dia untuk melakukan transpilasi atau bundling ya.

25:46Penggantinya Webpack. Bukan penggantinya ya. Alternatif.

25:53Karena yang bikin Webpack sekarang kerjanya di situ.

25:57Dan dia bikin itu kan.

25:59Jadi, seolah-olah pengganti.

26:02Cuma kayaknya patternnya gitu deh.

26:04Si yang bikin Noob, juga saya bikin Deno kan.

26:07Bikin yang menurut idealisme dia, harus jadi penggantinya.

26:11Ya, itu sih.

26:13Terus ada lagi?

26:16Sebetulnya, aneh nggak sih?

26:19Dari dulu server-side runtime itu kan

26:23cuma Noob bertahun-tahun ya?

26:25Dapat tahun coba cuma ada Noob.

26:27Terus tiba-tiba jreng banyak banget.

26:29Nah, menurut teman-teman, tahun ini bertahun-tahun banyak.

26:32Karena Rust naik.

26:34Iya, malah orang bikin pake C++.

26:37Iya, karena Rust.

26:39Karena salah satunya Rust dan Golang juga,

26:42termasuk bahasa-bahasa low-level yang akhirnya jadi mainstream.

26:46Satu lagi, kayak Rust itu lebih apa namanya?

26:50Bahasa pemugreman Rust itu,

26:52ini baru sekilas ya.

26:54Saya masih belum ahli di Rust.

26:56Karena lebih aman secara untuk ininya.

26:59Asistekturnya, daripada C++.

27:01Karena C++ itu bisa mengakses lebih low-level.

27:05Sedangkan Rust itu punya proteksi tahap yang low-level.

27:08Lebih secure bahasanya.

27:14Karena mau mengambil sesuatu itu,

27:18harus kayak ada levelnya untuk permisi.

27:28Jadi sedangkan C++ itu bisa mengakses semua.

27:31Ya, dia sangat low-level.

27:33Lebih low-level lagi berarti dia ya.

27:35Iya.

27:37Meskipun Rust itu kayaknya,

27:39base-nya juga dipakai C++ juga kah?

27:44Iya, paling.

27:47Kecuali langsung assembly.

27:52Jadi muncul tools-tools yang dibuat dengan bahasa lain.

28:02Tools-tools yang dibuat dengan bahasa lain,

28:05salah satunya Rust, yang paling terkenal.

28:07Tapi untuk JavaScript,

28:09yang tadi saya sudah sebutkan,

28:11ya itu ya, TurboPack.

28:14Kemudian ada Rome.

28:18Rome ini juga ekosistem ya.

28:21Ada Pretier-nya.

28:23Itu Spaket kan ya?

28:24Spaket, ada Pretier, ada ESLin ya, alternatifnya.

28:27Itu juga pakai Rust.

28:29Kemudian ada lagi...

28:31Yang di Next.js itu lho,

28:32compiler-nya yang dipakai Next.js, SWC, yang baru,

28:35itu kan baru berubah.

28:37SWC, betul.

28:38Pah, alternatif untuk TypeScript compiler ya,

28:41banyak yang komplain TypeScript compiler kan lambat kan,

28:44pakai SWC bisa cepat.

28:45Karena dia pakai Rust.

28:47Oh iya, maksud saya tadi Sekir itu,

28:50Rust itu memory-safe.

28:52Untuk allocation memory-nya lebih baik.

28:57Memang disiptakan untuk itu.

29:00Ya, dan Rust juga cukup populer digunakan untuk web assembly.

29:06Banyak yang bisa disingkirkan ke sana, betul.

29:10Dan beberapa hari yang lalu saya ketemu yang menarik nih.

29:14Jadi ada satu web framework, front-end,

29:18tapi nulisnya pakai Rust.

29:20Menggunakan web assembly.

29:23Mantap, karena bisa dibaca browser ya, web assembly.

29:28Jadi kita pernah bahas juga tuh.

29:31Jadi ini bahasanya Rust,

29:33tapi dia bisa memanipulasi DOM.

29:36Nah, ini ada seperti GSX-nya lah, gitu ya.

29:40Ngomong-ngomong soal web assembly?

29:44Yes.

29:46Selesakan dulu deh yang ini, biar tahu.

29:49Ya, itu aja. Jadi sekarang sudah mulai ada trend

29:56web application atau web framework atau front-end framework,

30:01tapi tidak menggunakan JavaScript. Ini salah satunya.

30:04Jadi kalau yang nggak suka JavaScript,

30:06pengen bikin web app, sekarang bisa ya?

30:09Sekarang bisa. Ada itu juga, kalau nggak salah,

30:12Elixir itu ada Phoenix Live View,

30:15itu juga tidak menggunakan JavaScript.

30:17Dia pakai bahasanya sendiri.

30:19Ada banyak lah ya.

30:21Sama satu lagi soal Wasm. Tahu nggak kalau sekarang WordPress

30:26jalan di browser? Di Wasm.

30:29Nah, ini link-nya nih.

30:31Server ya?

30:33Dia itu link-nya.

30:36Oh, wassumlabs.dev ini.

30:39Ya, jadi WordPress running di browser.

30:42Jadi server-nya di browser.

30:44Di refresh-nya inang.

30:46Oh, oke. Jadi nggak pakai server gitu.

30:51Nggak ada server PSP-nya?

30:53Nggak ada server. Jadi PSP random-nya running sebagai Wasm.

30:57Dipakainya kan buat ini, Mas. Buat eksperimen,

31:06misalnya mau tak ditaktik, buat end-to-end testing,

31:10atau menjelaskan lagi. Buat tutorial, misalkan workshop,

31:16belajar bikin plugin buat WordPress.

31:19Betul. Bisa install di Insta.

31:22Meskipun saya nggak tahu soal komponen.

31:24Kayaknya dia masih download Wasm yang gede ini.

31:26Iya, langsung.

31:28Nah, itu udah. Karena saya udah buka sebelumnya,

31:31jadi karena Wasm-nya udah di-catch, jadi cepet.

31:34Oh, menarik ya.

31:37Di WordPress running di browser.

31:41Nggak pakai server.

31:45Oh, nggak pakai server. Bukan serverless ya.

31:48No server ya.

31:50No server.

31:52Server-nya sedikit, gitu kan.

31:54Ini no server ya.

31:56Bukan no sequel.

31:58Wasm.

32:00Nah, ini nyambung sama topik gue yang lain lagi.

32:03Apa? Yang paling bawah.

32:05Ini kan tahun kemarin machine learning, segala macam AI.

32:10Makin naik kan ya.

32:122023 ya pasti hampir bisa dipastikan

32:17tambah banyak machine learning dan lain-lain.

32:20Ternyata TensorFlow itu ada versi JavaScript-nya juga.

32:25Jadi bisa running di browser juga.

32:28Ada beberapa contohnya.

32:30Udah lama kan ini?

32:32Udah lama.

32:34Nah, cuma dengan naiknya AI,

32:36ini mungkin bisa tambah populer nggak ya?

32:41Selama ini kayaknya jarang,

32:44belum terlalu banyak yang dipakai,

32:46walaupun nunia lumayan lama.

32:48Yes, menurut saya yes.

32:50Kenapa? Karena begini.

32:52Itu terkait dengan topik saya dari sudut pandang.

32:54Apa sih yang akan menarik di 2023?

32:56Masih tetap...

32:58Oke, kita nyambung semua ya.

33:00Masih tetap namanya, kalau punya web,

33:04tujuannya apa? Promosi, marketing.

33:06Intinya, webnya kita dibaca orang.

33:09Kalau webnya kita mau dibaca orang,

33:10berarti intinya page view.

33:12Kalau page view berarti harus bisa cepat.

33:15Dan satu lagi adalah SEO, organic search.

33:19Bisa muncul dari searching, kan?

33:21Gimana caranya supaya konten kita bisa cepat.

33:23Nah, ngomongin soal machine learning,

33:26di 2023 ini kayaknya content generation

33:29untuk salah satu teknik yang namanya semantic SEO,

33:35di mana konten harus bisa dimengerti oleh bot

33:39atau crawler, sesuai engine.

33:42Jadi kontennya itu bahkan bisa ditulis dengan bot juga.

33:47Jadi content generation pasti...

33:49[inaudible]

33:51Iya, jadi...

33:53Jadi gpt, banyak kan sih sekarang, konten generation sudah pakai gpt3.

34:00Jadi terus-terus, ada satu yang pernah disarankan,

34:08itu namanya neuron writer.

34:10Neuron writer dia web-based.

34:12Untuk nulis di SEO.

34:16Neuron writer dia bahasanya.

34:20Jadi, bisa ngetarget dan generate dan recommendation dari gpt3.

34:26Jadi, kalau teman-teman mau berniat

34:30menaikkan kembali content for projects,

34:37research mengenai bagaimana bisa konten recommendation

34:41yang bagus untuk membantu SEO,

34:44gpt3 waktunya, waktu yang tepat.

34:50Aku bahkan belum tahu ini nih, semantic SEO.

34:54NLP, Natural Language Processing.

34:57Oh ya, NLP tahu.

34:59Cuma implementasinya untuk SEO,

35:02exactly gimana baru lihat di sini nih.

35:06Oke, seru ya.

35:08Oke, sebelum kita lanjut, kita mau liat-liat dulu.

35:13Lihat komentar banyak.

35:15Web3, ada yang tahu gak?

35:18Gimana web3 kabarnya?

35:21Sejujurnya, aku belum tahu.

35:24Belum melihat maksudnya.

35:26Kayaknya kita kalau berbual-bual, kapan sih?

35:29Kalau menurut saya, web3 itu konsepnya decentralized ya.

35:35Tetap decentralized.

35:37Decentralized web artinya dengan,

35:42gak ahli juga ya.

35:45Jadi intinya sih, bayangin saya itu,

35:48instead of punya satu server,

35:50tetapi dia servernya ada di mana-mana.

35:54Dan konten kita di-serve dari berbagai macam resource.

36:04Jadi sharing resource.

36:06Kayak WebSocket lah.

36:12WebRTC.

36:20Saya gak tahu gimana.

36:24Namun height-nya tetap tinggi.

36:26Saya lihat ya web3 height-nya tetap tinggi,

36:29gak bakal habis ya di 2023.

36:31Masa depan, gak ada yang tahu.

36:36Tetapi dengan teknologi.

36:39Dengan teknologi, wasm, segala macam,

36:43dimana browser punya JavaScript Engine yang semakin kuat,

36:50saya merasa itu kayak similar nanti dengan web3.

36:56Jadi processing-nya itu sudah mulai di client daripada di server.

37:01Maybe.

37:03Cuma kan kalau tahun lalu kan kayak fokusnya lebih banyak,

37:08malah gimmick-nya kayak cuman di cryptocurrency,

37:11sama NFT collection yang monyet-monyetan itu kan.

37:15Sementara akhir 2022 kemarin kan mulai banyak yang jatuh kan,

37:22mulai banyak yang kena kasus scandal dan lain-lain.

37:25Cuma pengennya sih,

37:27kalau pengen harapannya tahun 2023 nih pengen lihat implementasi.

37:32Kayak web3 kan ada kayak protokol blockchain,

37:35dan yaitu tadi peer-to-peer,

37:37implementasi yang lebih mungkin di luar gimmick-gimmick yang kemarin itu,

37:42misalnya buat mungkin autentikasi atau integrative system yang terintegrasi,

37:51apakah bisa buat misalnya untuk memperbaiki sistem pendudukan,

37:57KPP-nya di blockchain, atau gimana.

38:00Pengen lihat aja sih, itu kan betulnya kan web3 itu kayaknya luas banget kan,

38:06walaupun aku sendiri belum beneran mulik moding-nya,

38:09cuman kayak baru baca-baca prinsipnya doang,

38:12itu kan nggak sekedar cryptocurrency atau collection NFT doang,

38:17pengen lihat aja sih kayak gimana nih implementasinya yang lebih luas dan yang lebih seru.

38:23Web3 itu datanya disimpan di mana ya? Masih kayak blockchain itu?

38:27Kayaknya di masing-masing, kayak kalau peer-to-peer kan berarti masing-masing ada nggak sih?

38:35Ada, tapi terbatas.

38:37Jadi kalau misalkan mau yang gede, itu ada storage-nya sendiri.

38:41Kalau nggak salah ya.

38:44Kapan-kapan cari kejaring bintang tamu yang jago web3 ini kayaknya.

38:52Setuju sih tadi sama yang disampaikan Eka,

38:55karena web3 ini sudah di asosiasikan dengan blockchain, dengan coin-coin...

39:03Cryptocurrency.

39:04Oh iya, sorry.

39:05Cryptocurrency.

39:06Blockchain teknologinya.

39:07Iya, sorry, salah. Maksudnya bitcoin.

39:10Saya nyubut bitcoinnya, keluarnya bitcoin. Pokoknya yang coin-coinan.

39:14Yang semangat habis itu sekarang ancur, turun dan lain-lain.

39:19Tindors artis, artisnya nggak ngerti, tohnya ancur.

39:23Iya. Jadi sebenarnya web3 ini kan teknologinya secara teknologi,

39:31pengennya sih di 2023 mereka mendapatkan problem yang mau disolve.

39:36Maksudnya ini cocok buat seperti tadi, mungkin simpan data kependudukan,

39:41atau ada yang pakai buat pemilu kah, atau apa gitu ya.

39:45Jadi ada dapat use case yang killer use case lah yang bisa digunakan

39:50untuk blockchain terutama secara umum ya, bukan hanya web3.

39:56Aundang Mas Imre untuk bahas PMRI 2024 dengan blockchain.

40:02Wah, Imre seru bahas PMRI lu, wah.

40:06Pake react masih lihat dokumentasi mulu, bagus lihat dokumentasi.

40:12Jangan lihat step by step dulu ya.

40:14Nah, cuma ini kenapa sih beta dokumentasi RIAJS ini yang beta nggak dirilis-rilis deh.

40:24Udah berapa tahun, udah dari 2021 kayaknya malah, bukan 2022 lagi deh kayaknya.

40:30Yang ini loh, yang beta RIAJS yang lebih bagus.

40:34Begitu betanya keluar, versi baru muncul.

40:38Kider-kideran aja terus.

40:40Partial rehydration di reakt sudah ada belum sih?

40:46Oh, di suspen segala macam, udah di 18 kan?

40:50Dan partial rehydration, bukan reakt suspen.

40:56Oh, belum tahu, belum ngecek.

41:00Udah jarang kukir ya.

41:02Okay, next.

41:04Dart, apakah ada harapan di 2023?

41:07Kayaknya belum.

41:10Enggak-enggak, ini kita udah sempet mau ngundang yang expert di Flutter.

41:18Tapi dia bilang agak suram kalau Dart web ya, jadi masih suram.

41:22Di 2022, mudah-mudahan 2023 ada secerca harapan.

41:26Lebih cerah. Nanti kita undang lagi, coba kita tanya lagi.

41:30Ya, kalau udah lebih cerah mungkin dia mau diundang ya.

41:32Karena selama ini dia nggak mau diundang.

41:34Quick, ini apa nih Quick?

41:40Apa bedanya dengan MetaFramework?

41:42Quick itu MetaFramework, bukan?

41:44Iya kan?

41:46Enggak, dia kan punya banget.

41:48Itu kan sebetulnya kayak istilah, ya, password aja kan.

41:53Framework yang memanfaatkan, yang mengkompose, kayak meng-extend suatu framework.

42:02Contohnya React atau Svelte.

42:06Svelte itu masih seperti routing, routing sama strategy rendering, hydration, dan lain-lain.

42:17Kalau ini dia framework sendiri ya?

42:19Kalau Quick itu passwordnya apa dong?

42:21Framework sendiri kan?

42:22Iya, dia framework dia.

42:24Ya, framework sendiri.

42:26Walaupun sintaksinya mirip seperti React kan?

42:29Hanya mirip kan? Bukan dia nggak pakai React kan?

42:32Dia nggak pakai React.

42:34Ya, jadi bedanya itu ya?

42:38Bedanya adalah dia bikin sendiri.

42:40Apa? Dia punya templating language sendiri ya?

42:44Dia memiliki templating language sendiri, yang memang bentuknya mirip sama JSX gitu ya?

42:49Ya.

42:51Ya, jadi ini bukan MetaFramework ya?

42:54Oke, next.

42:58Berikutnya, yang baru, Boon.

43:00Iya, tadi kita udah bahas juga, Boon.js.

43:02Itu juga menarik.

43:04Ini nggak ada...

43:06Kayaknya itu Smiley.

43:08Ini Unicode.

43:10Kita kena belas Unicode ini, kapan ini?

43:15Kita udah bahas Boon dengan UnicodeRange, berarti si si si si si...

43:18Oh, kan tidak ya. Maksudnya unicode nya sendiri.

43:21Apa tuh? Rust kenapa itu?

43:23Ada yang bilang Rust tidak produktif.

43:25Nah, ini pasti dari tweetnya Imbre ini kemarin nih.

43:28Imbre ngomong apa? Coba dibuka tweetnya.

43:33Katanya dia masih susah belajar Rust, ada salah satu konsep yang susah dipahami.

43:42Terus ada yang balaskan, katanya udah belajar bahasa yang bikin lu produktif aja, jangan yang aneh-aneh lah.

43:48Yang susah-susah, yang gampang aja. Maksudnya yang gampang, yang cepet bisa jadi produktif.

43:53Mungkin mindset juga ya.

43:55Kalau aku sih nggak bisa C++ dan nggak bisa Rust.

43:58Jadi mesti nggak bisa ngasih jasmen.

44:00Kalau orang yang udah, misalnya orang yang teranjur dari kuliah atau sejak lama udah bertahun-tahun nulis C++,

44:07mungkin ya jadi apa?

44:09Kalau harus nulis Rust itu kayak pindah, beda paradigmanya terlalu jauh.

44:14Maksudnya kalau terlalu jauh ya apa? Wajar, jadi nggak produktif.

44:18Tapi misalnya ada orang yang baru belajar sekarang nih, baru beneran banget mulai, dan emang dari awal belajarnya Rust.

44:25Mungkin dia jadi lebih produktif.

44:28Itu fenomena yang kayak gitu nggak sih?

44:31Bisa jadi sih.

44:36Yang jelas kalau dari C++ ke Rust atau ke Goleng, mungkin paradigmanya sedikit berbeda.

44:42Saya nggak tahu Rust itu paradigmanya apa.

44:44Tapi mungkin kalau Sintak harusnya paham ya.

44:50Tapi ada beberapa konsep yang hanya ada di Rust, di bahasa lain nggak ada.

44:56Mungkin itu yang susah dipahami.

44:59Tapi kalau misalkan dari JavaScript ke Rust itu cukup jauh ya.

45:05Kalau dari JavaScript ke JavaScript dulu kali ya.

45:08Belajarin type dulu, baru.

45:11Tapi kalau misalkan dari C++ yang udah static type gitu,

45:16harusnya sih belajar Sintaksnya lebih cepat lah.

45:21Tapi kalau konsep-konsepnya mungkin agak berbeda ya.

45:25Nah itu kalau Sintaks bisa autocomplete lah.

45:28Cuma kayak filsafat.

45:30Filsafat apa sih maksudnya?

45:32Filosofinya.

45:34Filsafat sih filosofinya.

45:37Ya yang bikin namanya filsafat.

45:41Oke, komentar berikutnya.

45:47Apakah nanti ada OS yang jalan di browser?

45:49Kayaknya udah ada ya?

45:50Ada, namanya Brow6.

45:52Unix sudah jalan.

45:54Ada yang sudah bisa menjalankan Windows 95 atau 98 di browser?

45:59Yep, pakai Wasm.

46:02Pakai Wasm, betul.

46:04Ada yang sudah bisa menjalankan Firm di browser.

46:06Ada yang sudah bisa menjalankan Doom.

46:10Doom yang jaman dulu ya.

46:12Oh, Doom.

46:14Doom yang dulu Quick juga ada.

46:18Kalau pertanyaan selanjutnya di 2023 Flash balik lagi nggak?

46:24Gila, itu memateri buat edisi April Mock, episode April Mock kali ya.

46:33Flash comeback gitu ya.

46:35Di 2023 ada kasaran teknologi bahasa pemograman apa yang akan naik down untuk web developer?

46:45TypeScript.

46:48TypeScript itu udah seperti JavaScript ASI 2.

46:50Nah, kita bahas state of JS nih.

46:55Kalau udah keluar hasilnya mungkin bisa jadi bahan ya, persimbangan.

46:59Tapi saran saya, kalau mau belajar TypeScript, beneran pakai TypeSafe ya.

47:05Jangan pakai Any, jangan semua Any.

47:10Sama aja, nggak peduli nggak usah pakai TypeScript.

47:13Gak apa-apa, startin dulu aja, ganti .js jadi .ts.

47:18Karena kan semua yang sintaks jangka pasir kan valid kan.

47:23Setidaknya itu dulu, sedikit-sedikit belajar.

47:26Karena kalau langsung terjun ke situ apalagi dari codebase yang udah ada, ya ribet kan.

47:33Any dan Object.

47:35Terus sebetulnya pesan error itu membantu, kan pasti dari pertama kita, pertama itu tadi rename .js jadi .ts.

47:43Terus jadi merah semua. Terus jadi Any-Any tadi.

47:47Nah itu satu persatu ya, sambil kita nge-googling atau nge-search code errornya, itu kan kita pelan-pelan belajar.

47:54Dan cara nge-benerinya gimana?

47:56Mungkin kita random, kopas, takeover flow ya kan, sampai merahnya ilang.

48:01Nah cuma dari situ, ya sempatkan juga buat belajar, ya mempelajari kenapa error dan itu kenapa jadi betul.

48:09Itu lumayan manjur sih, buat belajar kalau mau belajar TypeScript.

48:13Ya, TypeScript juga udah kayak apa ya, udah no-brainer tadi ya sebutannya.

48:20Karena hampir semua frameworks sudah mendukung.

48:23Jadi kalau misalkan teman-teman mau pake svel, terus bisa pake flag, script pasti lang sama dengan ts, udah jadi TypeScript.

48:33Kemudian react juga bisa.

48:35Kalau dulu kan harus, oh harus install kompilernya dulu, oh harus ini, harus itu.

48:39Kalau sekarang kayaknya udah di-support semuanya secara langsung gitu ya.

48:44Jadi kayaknya TypeScript akan semakin merajai.

48:49Gimana gimana?

48:51Nah itu tadi, ini kan pertanyaannya soal naikdaun.

48:56Coba buka yang takeover flow survey itu deh.

48:59Oh iya, mana kok hilang?

49:01Tadi udah dibuka padahal.

49:03Saya tutup.

49:05Sebentar, sebentar.

49:07Takeover flow ya.

49:09Nah kalau naikdaun kan sumbernya bisa banyak tuh.

49:13Bisa lihat di web almanak yang waktu itu udah kita bahas.

49:17Itu kan, walaupun itu hasil dari tahun 2022, itu kan merefleksikan ke depannya arahnya ke mana pertama.

49:26Terus ada juga ini nih, hasil survey takeover flow.

49:30Yang udah baca masih bisa ya.

49:33Itu juga belum banyak.

49:35Baru sekilas sih, baru sekilas.

49:37Sebentar, saya share dulu.

49:48Ya ini demografinya juga banyak yang isi dari Amerika ya.

49:53India dan Jerman. Indonesia kayaknya nggak terlalu banyak yang isi.

49:58Nggak ada yang isi sampai nggak masuk.

50:01Mungkin ada tapi nggak sebanyak yang lain.

50:05Nah ini programming scripting and markup language in 2022 itu yang teratas adalah teknologi web, JavaScript, HTML, CSS dan database.

50:17Type script nomor 5.

50:19Type script sama JavaScript dipisah ya.

50:23Penariknya di survey itu.

50:26Nomor di bawah C++.

50:29Di atas ada Java, ada Python yang cukup populer di rana data science dan machine learning kan.

50:38Python naik lagi karena banyak di machine learning kan ya.

50:41Betul, betul.

50:43Dan bahasa-bahasa baru juga naik tuh. Ada Golang, ada Rust, Kotlin, Dart.

50:49Minta kita omongin juga.

50:51PSP mana, nyempil dimana?

50:53PSP di sini, C++.

50:55Di atas.

50:57Oh, oh iya.

50:59Bahkan C# masih banyak yang menggunakan.

51:01Mungkin karena yang isi juga kalangan-kalangan korporasi yang menggunakan .NET kali ya.

51:06Jadi banyak juga.

51:10Ini survey ya.

51:14Iya, ini survey. Jadi jangan ditelan mentah-mentah.

51:18Subjektif. Suka-suka yang menyempatkan diri untuk mengisi survey itu.

51:24Yang menyempatkan diri untuk mengisi, betul.

51:26Oke.

51:28Kalau mau berdasarkan YouTube, penggunaan web angmanak.

51:32Ya, web angmanak lebih objektif.

51:34Oke, pertanyaan berikutnya.

51:36Saya biasanya menggunakan OJS Express React cuma di sekolah, dan di Bootcamp menggunakan Laravel.

51:41Apakah mungkin belajar dua stack tersebut?

51:43Mungkin.

51:45Bisa saling melangkapi kan sebenarnya, kan?

51:48Jadi misalkan back-endnya Laravel, front-endnya pakai React.

51:53Tapi yang jelas harus, kalau Laravel ya, kan MVC ya, model view controller kan.

52:02Kayak controllernya pakai PHP, jadi ya harus belajar PHP.

52:06Atau ya kalau mau tulis, ya bisa juga pakai jalanin Laravel di browser.

52:13Kan bisa PHP, bisa di Transpa, jadi JavaScript.

52:17Ya tetap.

52:19Nggak tahu kalau Laravel bisa ya.

52:21Tetap belajar nulis.

52:23Nah, kalau view kan orang-orang...

52:27Gimana, gimana? Lanjut, lanjut.

52:30The view-nya kan kalau Laravel bawaannya adalah blade.

52:34Blade itu temp-lacing language dia sendiri.

52:36Cuma sekarang enak kalau Laravel memudahkan front-end yang JavaScript-based.

52:44Ada tuh inertia, inertia JF.

52:48Jadi kita bisa pilih mau pakai React, pakai SQL, pakai view untuk front-endnya.

52:54Dengan Laravel di back-end sama logiknya.

52:59Cuma balik ke itu tadi sih, tetap kalau buat controller dan service-nya ya pakai PHP.

53:06Jadi pastikan belajar PHP juga.

53:10Atau kalau alternatif berikutnya adalah karena udah belajar express,

53:16atau Node.js gitu ya, coba cari framework yang mirip-mirip sama Laravel di Node.js.

53:22Ada namanya Adonis.

53:24Oh iya, betul. MVC juga kan tuh ya?

53:27Iya, mirip kan.

53:29Gak apa-apa, sebenarnya oke-oke aja belajar dua bahasa.

53:35Belajar JavaScript, belajar PHP di sisi back-end, dan itu bagus.

53:39Memperkaya ini kita juga kan.

53:42Iya, nilai lebih. Jadi memperluas.

53:45Memperluas.

53:47Jadi nggak ada masalah belajar banyak bahasa atau teknologi juga nggak ada masalah.

53:53Tips saya, kuatin fundamental juga.

53:57Sama kalau belajar bahasa atau framework tertentu, belajar juga filosofinya.

54:03Jadi kalau saat pindah ke yang lain itu lebih mudah.

54:09Ya, karena cara kerjanya sudah tahu.

54:13Betul, setuju-setuju.

54:15Oke, ini Python yang jalan di web.

54:20Gimana kabarnya, kabarnya baik-baik saja.

54:24Python jalan di web.

54:26Jalan di browser atau jalan di web maksudnya?

54:28Jalan di browser, jadi dia client-side-nya pakai Python.

54:32Browser?

54:33Iya, berhubung saya selama ini hari tidak menggunakan Python.

54:37Client-side atau browser?

54:39Iya, client-side. Jadi dia kayak Flash.

54:42Ada loading-nya dulu, seret, abis itu dia loading.

54:46Oh, berarti punya runtime yang dulu yang di-install oleh...

54:52Iya, betul.

54:54Kayak Flash gitu ya?

54:56Iya, betul.

54:58Sempet saya cobain, tapi karena saya nggak ngikutin Python sehari-hari,

55:02jadi nggak tahu kabarnya gimana.

55:04Kalau kita bertiga nggak tahu, artinya belum terlalu high.

55:14Kuasar, ada yang tahu kuasar?

55:16Belum tahu kok, Cik. Lihat nama doang.

55:21Lihat nama doang. Ini kalau nggak salah ya, tolong dikoreksi kalau salah ya.

55:25Ini ekosistemnya VDS bukan ya?

55:28Kuasar, kita cari aja ntar. Kuasar itu apa sih?

55:33Coba skena, cercing coba kuasar, C.

55:37Dia bisa generate aplikasi mobile.

55:41Untuk Defqon and Fremol dengan Vue.js, betul.

55:45Vue.js benar ya. Ada PWA, ada SSR, ada mobile, ada desktop.

55:49Oh, elektron.

55:51Elektron?

55:52Wah, lengkap ini.

55:54Kalau bahasa indonesia, istilahnya treating by the kitchen sink ya.

55:58Masa depannya gimana? Masa depannya oke.

56:08Nggak tahu, kalau masa depannya.

56:11Masa depannya ya kita nggak tahu, tapi ya posibel aja.

56:14Kalau emang coba dipakai dan hasilnya cukup memuaskan untuk kebutuhan.

56:22Atau untuk use case teman-temannya silahkan dipakai.

56:25Cuma aku jarang lihat marketnya ya.

56:30Keliatannya mereka promosinya.

56:32Punya market sendiri kayaknya.

56:35Iya, yang mau saya sampaikan adalah jangan sampai teman-teman hanya,

56:42"Oh, kayaknya ini bisa solving problem saya dengan kuasar, misalkan itu dengan teknologi lain."

56:47Tapi karena nggak popular, nggak jadi dipakai.

56:50Gak mesti popular juga kan. Apa yang kita pahami, apa yang kita pengen belajar.

56:56Tunggu popular dulu deh, baru kita belajar.

56:58Ya jangan, gitu juga. Sesuai kebutuhan aja.

57:03Tapi mungkin dari segi pertanyaan jawab resolusi di sektor flow,

57:12itu mungkin popularitas lebih membantu situinya kali ya.

57:15Oh iya, betul. Komunitas lebih tepatnya ya.

57:18Komunitas.

57:21Sama juga kalau makin populer, makin banyak yang lagi-lagi kayak ekosistem lah.

57:28Makin membantu. Nah kalau kurang populer, harus emrol, harus bikin sendiri semua dari awal.

57:34Ya itu konsekuensi sih.

57:36Tapi kalau emang punya keunggulan yang kuat banget, ya tetap why not.

57:40Selama solving problem dan nggak ada masalah dengan performa, user oke-oke aja, silahkan.

57:46Oke, berikutnya.

57:50Nah ini juga menarik nih.

57:52Ada yang udah ngulik nih kayaknya ya.

57:54Secepat-cepat nyeras untuk urusan dom masih belum stabil di wasm.

57:58Itu bener nggak sih? Singkatnya, wasm tidak selamanya cepat untuk urusan dom.

58:02Ini juga sempet dibahas di salah satu video yang saya lihat yang merekomendasikan Leptos.

58:07Dia menggunakan benchmark dengan React.

58:12Membandingkan si Leptos ini dengan React.

58:15Dan hasilnya, ya cepat gitu.

58:19Jadi memang ada sedikit delay kayak startup timelah.

58:25Kayak semacam flashnya loading dulu untuk wasmnya masuk ke browser.

58:31Seperti contohnya tadi WordPress tadi.

58:34Tapi setelah itu, dia cepat.

58:36Dan proses loadingnya itu masih dibandingkan dengan React tadi yang di video itu.

58:42Masih lebih cepat si Leptos ini.

58:45Jadi kayaknya problem ini sudah mulai ada solusinya.

58:50Jadi bisa lebih cepat.

58:52Katanya begitu, tapi saya sendiri belum coba ya.

58:55Oke, next, bahas PWA. Ini juga menarik nih topiknya ya.

59:04Saya bisa.

59:05Nah ini mungkin di rencanain ya.

59:07Apa yang mau dibahas di PWA?

59:10Oh, komponen-komponennya ya.

59:12Capability, Capability.

59:15Ya, service worker lah yang paling menarik ya.

59:18Service worker.

59:20Oh ya, ini memang ada benarnya ya.

59:22Hype membantu cari kerja ya.

59:24So, better.

59:27Winter kan di Northern Hemisphere.

59:29Kalau di South itu lagi summer.

59:34Winter ini, winter apa?

59:37Winter is coming.

59:40Oh gitu maksudnya.

59:45Kiasan, kiasan.

59:46Kiasan ya.

59:47Tapi kan istilahnya enggak semua, tergantung ya.

59:50Tergantung jenis pekerjaan dan tergantung role yang mau kita apply juga kan.

1:00:00Mungkin sekarang udah lebih mainstream ya.

1:00:02Misalkan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia kebanyakan pakai apagoleng.

1:00:07Tapi di sisi yang lain kayaknya kalau misalkan untuk tim data gitu kan

1:00:13masih pakai python, masih pakai skala kalau nggak salah kan.

1:00:17Kalau menurut saya, inside of benar-benar jago banget di frame waktu tertentu

1:00:23atau bisa programming language tertentu, coba jadi problem solver.

1:00:29Itu lebih generalis kan tapi bisa jadi problem solver.

1:00:37Jadi meskipun contohnya, apa namanya,

1:00:43kalau secara skill, saya nggak ahli di RAS, nggak ahli di Golang, terbatas limit saya.

1:00:50Hanya bisa di JavaScript, CSS, HTML, PHP, dan berbagai macam programming language yang kecil-kecil.

1:00:57Maksudnya yang sedikit-sedikit aja taunya.

1:00:59Tetapi jadi problem solver itu kan soft skill ya.

1:01:06Jadi kita lihat ada problemnya dan kita bisa pecahkan, kita bisa pilah-pilah.

1:01:17Kemudian jadikan sebuah solusi yang mungkin sebagian solusinya perlu pakai X,

1:01:24yang lain perlu pakai Y, yang penting goal-nya tercapai.

1:01:28Jadi coba...

1:01:32- Soft skill itu penting tuh.

1:01:34- Apa? Next-nya bahasa soft skill nih.

1:01:38- Soft skill.

1:01:40- Iya, kapan-kapan.

1:01:42Sama kayak mengkomunikasikan ya, kita punya ekspertis.

1:01:46Misalnya kayak aku bahkan nggak bisa RAS, nggak bisa python, nggak bisa C++,

1:01:50cuma lebih ke web dev aja, pure web dev dan lebih ke strong end.

1:01:55Cuma kita mesti bisa mengkomunikasikan ke teman sub-team, ke product lead,

1:02:02ke semua orang yang kerja sama kita kan mereka semua punya goal, punya metric.

1:02:09Kayak orang marketing lah, orang growth, semua masing-masing punya tujuan.

1:02:14Nah kita mengkomunikasikan dari sisi teknologi yang bagian kita nih,

1:02:20misalnya pilihannya apa aja, trade-off-nya apa, dengan keterbatasan waktu dan tenaga yang ada,

1:02:27apa yang bisa bikin tim kita atau tempat kerja kita mencapai goal-nya.

1:02:35Itu kan, kalau kita bisa mengkomunikasikan itu dengan baik,

1:02:39kita pasti punya nilai tambahnya, 3G+ bahasa atau stack-nya itu penting banget kalau buat kerja.

1:02:51Betul-betul. Lagi pula sekarang kan secara teknologi, infrastruktur dan lain-lain

1:02:59cenderung udah lebih murah dalam tanda kutip ya.

1:03:02Jadi, kalaupun misalkan di satu perusahaan ada 2, 3 sampai 10 teknologi yang berbeda dipakai,

1:03:11masing-masing di visi, itu udah banyak kan?

1:03:15Udah ada microservice, masing-masing udah pegang database sendiri,

1:03:18bahasa penggugamannya bisa beda-beda, ada micro front-end yang masing-masing bisa pakai framework-nya sendiri juga.

1:03:25Jadi sebenarnya, ya dibilang membantu, ya jelas membantu untuk misalkan cari kerja dari loongan pekerjaan yang paling banyak.

1:03:35Tapi, di sisi yang lain masih ada celah-celah yang bisa, kita misalkan suka banget sama satu bahasa tapi jarang digunakan.

1:03:46Kalau misalkan kita benar-benar jago di sana, atau cuman kita sendiri yang bisa, orang lain nggak bisa,

1:03:53begitu ada loongan, ya yang diterima kan kita doang, yang lain nggak ada yang apply kan.

1:03:58Jadi, antara istilahnya itu kalau di dunia startup, apakah kalian mau jadi ikan besar di kolam yang besar,

1:04:06atau menjadi ikan besar di kolam yang kecil gitu ya?

1:04:09Ya tinggal pilih aja gimana strateginya.

1:04:12Jadi ikan fugu.

1:04:14Jadi ikan fugu.

1:04:17Yang bisa membesar dan mengecil gitu ya?

1:04:20Ya juga ya.

1:04:24-Ikan buntal apa? -Ikan buntal.

1:04:30Saya kalau gelabar kerja nggak pernah, maksudnya memang tetap sih ditulis apa aja achievement,

1:04:36cuman kalau setiap kali interview itu saya nggak pernah menonjolkan saya bisa apa, bisa apa, bisa apa.

1:04:42Saya bahkan cuman ditanya, maksudnya kalau kayak bincang-bincangnya itu,

1:04:48lebih ke arah fast and how far untuk menciptakan problem solving.

1:04:56Jadi solving a problem yang mereka buat itu, kita bisa ceritakan, kita pilah-pila.

1:05:00Bahkan kalau nggak salah waktu interview GDI juga saya, interview teknikalnya itu sebagai problem solver.

1:05:08Jadi dikasih sebuah situs, ayo ceritakan ini performanya bagaimana, apa aja yang bisa.

1:05:17Pertanyaan simple, apa yang bisa kamu kasih rekomendasi terhadap seorang normal user

1:05:27untuk membuat normal user ya, bukan developer ya, normal user untuk membuat website ini lebih cepat.

1:05:33-Normal user? Oh user. -Normal user untuk membuat.

1:05:37Jadi usahakan bahwa...

1:05:39Misalnya kayak pemilik situs yang normal user.

1:05:47-User WordPress-nya ya, admin WordPress-nya. -Iya, betul admin WordPress.

1:05:51Waktu itu situsnya menggunakan WordPress dia setup dan saya langsung dikasih interview itu,

1:05:58apa yang bisa kamu kasih tahu ke site owner, bagaimana untuk membuat situs ini lebih cepat.

1:06:07Dan ternyata red flag-nya itu adalah kalau langsung kasih tahu install plugin ini, install plugin itu, itu red flag.

1:06:13Bukan. Jadi harus kita kasih tahu.

1:06:17-Iya, kita kasih tahu. Kita harus lihat dulu, buka situsnya, apa yang bagian lambat.

1:06:25Yang pertama saya kasih isunya itu adalah dari sisi konten, saya bilang.

1:06:30Ini image-nya kegedean, ini font-nya terlalu banyak, ayo kita kecilin font-nya.

1:06:36Terus dia pakai themes yang ada font-awesome waktu itu.

1:06:41Saya tanya, untuk saya lihat ada pakai font-awesome, terus kemudian apakah semua icon-icon itu dipakai?

1:06:52Kalau nggak ada yang dipakai, ayo kita hapus saja.

1:06:55Jadi saya kayak guiding, saya lupa orang Google-nya, itu guiding dia.

1:07:01Ayo hapus ini, hapus itu, ayo yang nggak perlu kita singkirkan, dan image-image-nya kita kecilkan.

1:07:09Dan saya tidak singgung sama sekali tentang cage, tidak singgung sama sekali dengan minify,

1:07:17tidak singgung sama sekali pakai plugin-plugin apapun.

1:07:20Dan ternyata lulus. Ternyata yang dimau itu, bukan install plugin ini, install plugin itu.

1:07:26Jadi problem solver itu dari sisi ekspertis yang lebih dalam lagi, bukan sekedar instant.

1:07:38Nah itu, banyak kan interview yang saya ketemu itu begitu.

1:07:42Jadi kita bagaimana menanam di sisinya lebih dalam.

1:07:46Ya benar, benar. Mungkin kalau interview memang dia lebih menekankan ke arah problem solving dan lain-lain.

1:08:00Gimana mindset kita pada saat ketemu masalah, apa yang kita lakukan biasanya.

1:08:05Tapi sebelum itu, kita harus menguasai bahasanya.

1:08:11Yang misalkan dibuka longan toko lang, dibuka longan PHP, langsung dihadapkan dengan hacker rank, lead code, atau apa.

1:08:19Jadi untuk menuju ke sana, tetap harus menguasai bahasa itu.

1:08:24Dan salah satu indikator, kalau kita memang tujuannya untuk mencari kerja di sebuah perusahaan,

1:08:32ya kita cari tahu dia menggunakan bahasa apa.

1:08:42Jadi bukan nggak penting, sama pentingnya, tapi menguasai sebuah teknologi sama pentingnya dengan problem solving.

1:08:52Karena kita nggak akan diinterview kalau kita nggak lolos tes coding dulu.

1:09:02Kita tidak akan bisa memperlihatkan skill problem solving kita sebelum kita lulus coding interview dulu.

1:09:12Itu masing-masing industri punya pattern sendiri juga, jadi harus cek dulu.

1:09:24Nggak bisa pukul rata bahasa pengrebraman yang hype tahun 2023 itu.

1:09:30Di startup, di corporation, di bank, atau institusi keuangan. Pasti kan polanya beda banget.

1:09:40Bahkan juga ada beberapa perusahaan yang nggak peduli kamu bisa bahasa apa.

1:09:48Dan juga kayak pertanyaan-pertanyaan diagnostik, misalkan coba bikin ini.

1:09:58Contohnya bubble sort, tapi menggunakan bahasa yang kamu bisa. Terserah bahasanya apa.

1:10:04Itu ada juga. Meskipun nggak semua, tapi ada.

1:10:12Jadi nggak usah terlalu khawatir. Intinya adalah saya pengen nyampaikan bahwa jangan belajar hanya gara-gara hype.

1:10:20Karena setahun berapa lama sih bertahan, setahun dua tahun jangan-jangan hilang hype-nya, terus kita mau bisa apa.

1:10:30Karena di event juga sempat bilang fundamental jauh lebih penting daripada teknologi atau framework atau bahasa atau apa.

1:10:38Jadi dalam banget.

1:10:44Jadi bahas, iya. Awal tahun.

1:10:48Karena 2023 itu waktu yang tepat untuk berkari di bidang web.

1:10:56Kenapa, kenapa? Berikan alasan.

1:11:02Karena web itu luas dan web itu adalah komunitas terbesar di dunia.

1:11:08Iya benar-benar. Di GDI aja yang ada jurusannya itu cuma web ya?

1:11:15Iya, yang lain.

1:11:17Iya, cloud juga ada.

1:11:21Oh iya, cloud juga gede.

1:11:26Yang info, yang apa gitu pokoknya.

1:11:29Tapi bedanya cloud itu, kalau GDI cloud itu khusus untuk produk Google Cloud yang dipecah.

1:11:39Kalau web, kalau web kan bukan.

1:11:49Ada satu lagi.

1:11:51Hari, bahas teknologi dibalik web-web besar kayak Tokopedia, Blibli, atau web pemerintah yang sering kena di-face.

1:11:58Aduh, jangan deh. Nanti kita digrebek, ada tukang basuh lewat.

1:12:03Cuma kalau atau web besar kayak Tokopedia atau lainnya, mungkin kapan-kapan kita invite orang yang kerja di sana ya?

1:12:15Ya, bisa sih invite orangnya. Kalau ada yang kenal ya, mohon direferensikan nanti kita undang.

1:12:22Itu juga kalau dia mau, undang-undang sih mau ya.

1:12:26Makanya teman-teman, like, subscribe, sebarin.

1:12:31Sebarin ke teman-teman lain biar makin rame.

1:12:34Jadi kalau misalkan ditanya, kita mau undang ini nih dari Tokopedia atau Blibli, Bukalapak.

1:12:40Berapa viewer kalian ya? Kita bisa dengan bangga bilang, yang nonton ada 10 ribu, pasti dia mau.

1:12:48Subscribe, subscribe.

1:12:52Undang Mas Eko. Mas Eko ini Blibli ya kalau salah ya?

1:12:57Yang punya apa? Yang content creator juga ya?

1:13:02Programmer zaman now.

1:13:08Boleh, boleh, nanti kita cari topik dan cari orang yang tepat.

1:13:14Mas Riza juga content creator.

1:13:17Oh enggak, saya itu aja.

1:13:20Tadi topiknya web besar, corporate ya, e-commerce startup.

1:13:26E-commerce startup, iya.

1:13:28Oh, ada satu pertanyaan lagi. Terakhir ya, udah satu jam lebih kita, terakhir ya.

1:13:33Saya dulu apply di fullstack, cuma pertanyaan menjurus ke sistem arsitek.

1:13:39Contoh, bagaimana mengatasi postingan web semacam IG?

1:13:42Seandainya pakai cache itu berapa lama?

1:13:45Hmm.

1:13:47Iya, makes sense ya, totokan casting strategi bagian dari fullstack.

1:13:56Hal yang umum ya, ditanyakan yang berhubungan dengan arsitek ya, arsitektur.

1:14:02Ya, kita sebagai developer juga harus tahu dong arsitektur aplikasi yang kita develop saat ini itu gimana gitu kan?

1:14:10Enggak, mesti apply sebagai sistem arsitek dulu kan?

1:14:14Apalagi kalau pengunjungnya banyak.

1:14:16Pengunjungnya banyak kayak IG, kalau nggak casting ya jebul lah.

1:14:20Iya, iya, iya.

1:14:26Ini umum ya, ini pertanyaan umum yang ditanyakan.

1:14:32Apakah hal yang wajar atau nggak ya?

1:14:37Wajar ya.

1:14:39Iya, maksudnya kalau menurut aku sih wajar aja.

1:14:42Iya kan nanti seorang developer fullstack, bagian dari kerjaannya juga menentukan itu kan?

1:14:50Hmm, iya, iya.

1:14:55Kalau opini dari saya adalah kan interview itu kan proses penilaian kan?

1:15:03Penilaian seseorang kan?

1:15:05Yang mungkin dia ingin menilai kita itu sejauh mana sampai hal yang tidak kita tahu.

1:15:11Oh, level dia segini nih gitu.

1:15:13Oh, mungkin dia bisa jadi senior engineer nih karena dia tahu arsitektur.

1:15:16Mungkin gitu.

1:15:17Oh, dia nggak belum ngerti arsitektur, berarti dia junior aja gitu.

1:15:21Jadi bisa diarahkan kesana gitu.

1:15:24Kalau pun misalkan ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab ya, jawab aja jujur ya.

1:15:31Saya belum tahu jawabannya seperti apa.

1:15:34Jadi dia bisa menilai bahwa oh, ini dia ternyata belum cukup ekspertis untuk jadi senior engineer atau jadi senior arsitektur atau apa gitu.

1:15:46Mungkin gitu sih kalau dari saya.

1:15:48Bisa jadi, iya.

1:15:50Setuju, setuju.

1:15:52Oke, kalau gitu kita udahan dulu kali ya.

1:15:57Sejam lebih.

1:15:58Sudah 15 menit lewat.

1:16:00Jadi itu aja, bukan prediksi ya, itu beberapa teknologi yang kita akan lirik di 2023.

1:16:14Dan mudah-mudahan nanti di akhir 2023 kita bisa review ya.

1:16:19Apakah yang kita suka, yang kita minati, itu berjaya atau berkembang.

1:16:31Atau malah digantiin.

1:16:33Atau jangan-jangan tiba-tiba ada sesuatu yang baru di tengah-tengah yang menggantikan semua itu.

1:16:39Siapa tahu kan, kita nggak tahu ya.

1:16:41Jadi, sekian dulu aja.

1:16:44Kalo 23 mau cari kerja, nanti kita tanya lagi, udah dapet kerja atau belum?

1:16:49Oh iya, bener.

1:16:50Ini mudah-mudahan semua rejekinya lancar ya tahun ini.

1:16:54Dapat kerjaan semuanya, naik gaji, naik jabatan, dan lain-lain sesuai keinginan.

1:17:03Oke, kalau gitu kita pamit.

1:17:06Kalau ada yang mau follow-follow, silahkan follow saya di Twitter.

1:17:10LisaFami22, Eka di ekafori, dan ifancris.com.

1:17:17Oke, sampai ketemu lagi minggu depan.

1:17:19InsyaAllah kita akan bahas topik yang berbeda di episode ke-1.

1:17:24Sampai ketemu lagi, selamat malam, da-dah.

1:17:29Bentar, bennernya belum?

1:17:34Kelamaan.

1:17:37Ada kan bennernya?

1:17:39Kok gak ada bennernya?

1:17:41Oh, ini dia.

1:17:43Goodbye.

1:17:45Da.

1:17:47Oke.

1:17:54Eka mana?

Suka episode ini?

Langganan untuk update episode terbaru setiap Selasa malam!

Langganan Sekarang

Episode Terkait

Ngobrolin Interop 2023 - Ngobrolin WEB ep22
EP 22

28 Feb 2023

Ngobrolin Interop 2023 - Ngobrolin WEB ep22

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Yang Seru di 2024 - Ngobrolin WEB
EP 63

2 Jan 2024

Yang Seru di 2024 - Ngobrolin WEB

Membahas hal yang kita nantikan di 2024. Seputar teknologi web tentunya. ---------------------------------------------...

Ngobrolin CSS Wrapped - Ngobrolin WEB
EP 66

24 Jan 2024

Ngobrolin CSS Wrapped - Ngobrolin WEB

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. ...

Komentar