Lompat ke konten utama
EP 98

Ngobrolin FOMO

Ringkasan Episode

Bantu Koreksi

Episode ini membahas tentang fenomena FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan developer teknologi, khususnya di dunia web development yang perubahannya sangat cepat. Diskusi dimulai dengan pengalaman tim menghadapi pertanyaan dari developer yang merasa tertinggal karena kantornya menggunakan teknologi yang sudah jadul, diluar tren yang sedang ramai dibahas. Topik berkembang menjadi diskusi yang lebih dalam tentang pertimbangan mengadopsi teknologi baru di tempat kerja, membedakan antara FOMO yang irasional dengan kebutuhan nyata untuk upgrade, dan konsep JOMO (Joy of Missing Out) sebagai kontrapoint. Episode juga membahas Lindy Effect yang menyatakan bahwa teknologi yang sudah bertahan lama cenderung akan terus bertahan relevan, serta tips untuk mengatasi FOMO seperti fokus pada 'learning how to learn' daripada menghafal detail setiap framework.

Poin-poin Utama

  • •Pertimbangan utama dalam mengadopsi teknologi baru di tempat kerja termasuk ketersediaan talent, kemampuan maintainability, dan dampak terhadap biaya operasional - cost saving sering menjadi argumentasi paling kuat
  • •Pentingnya membedakan antara FOMO irasional (hanya mengikuti trend untuk portfolio pribadi) dengan kebutuhan nyata untuk upgrade demi security patches dan performance improvements
  • •"LinkedIn driven development" adalah praktik buruk ketika developer memaksakan teknologi baru hanya untuk portfolio lalu meninggalkan perusahaan, meninggalkan legacy code yang tidak bisa di-maintain
  • •JOMO (Joy of Missing Out) sebagai kontrapoint FOMO - menemukan kebahagiaan dengan tidak mengikuti setiap trend teknologi dan fokus pada hal yang benar-benar relevan
  • •Lindy Effect - semakin lama sebuah teknologi bertahan relevan, semakin besar kemungkinan ia akan terus bertahan di masa depan (contoh: jQuery, PHP yang 'mati' tetapi masih hidup)
  • •Pesan bijaksana: 'It's same shit, just different brand' - pindah kerja atau teknologi tidak akan membuat masalah magically hilang, masalah yang dihadapi tetap sama
  • •Kunci untuk mengatasi FOMO adalah fokus pada 'learning how to learn' - membangun kemampuan fundamental untuk beradaptasi dengan teknologi baru daripada menghafal detail setiap framework yang trending

hai hai hai semua

selamat malam

cerah-cerah semua

apa kabarnya

semoga-moga semua dalam keadaan sehat ya malam hari ini ya

betul

bineka tunggal eka

loh semua

bineka tunggal eka

pembukaannya

seperti biasa

hari ini adalah hari Selasa

tanggal 24 September 2024

kita ketemu lagi

biasanya setiap Selasa malam

kita ngapain?

ngurulin web

gapernah kopak

kok ini ya luyu

lemes

gak ada obanya

udah lama kita gak opening kayak gitu ya

bener-bener

walaupun malam ini kita mungkin gak akan ngomongin web ya

gak spesifik web ya

teknologi secara umum

nah sebelum kita mulai

mungkin mau nanya-nanya kabar dulu

ini temen-temen yang di chat

saya yakin belum muncul karena

Lihat transkrip lengkap (2897 segmen lagi)

nah ini ada kendala lagi

kan kita pindah dari

stream yard

ke publish

tapi problemnya ada yang lain lagi

jadi kan tadinya stream yard

terus kita coba

video unja

di stream

kemarin gak ke publish

abis itu kita harus reset

browser-nya karena kan browser base

habis itu bisa

nah malam ini

saya udah schedule dari tadi siang

tapi video di youtube-nya gak kebuat

pasti temen-temen gak dapat notifnya

makanya ini mungkin seki dulu

iya

begitu di pencet live

baru kebuat

padahal udah di schedule dari tadi siang

dan jam sebelumnya kan udah muncul

kan upcoming

sistem yang berbeda gimana

kalau misalnya youtube-nya dibuat dulu

tinggal sambungin rtmp-nya

bisa, bisa

jadi kita bikin dulu di youtube studio-nya

abis itu kita sambungin ke

restrip-nya itu bisa, tapi kan 2 kali kerja

karena udah terbiasa dengan workflow-nya

si stream yard

scheduler udah, enakan

taunya begini

padahal minggu lalu

schedule-nya jalan

tapi schedule-nya gak jalan

pilih mah

makanya ini gak bisa promo-promo

ke twitter

linkin dan lain-lain

karena belum ada link-nya kan

itulah

permasalahan, kita menunggu

in live, kapan nih in live

halo halo

kalau yang punya in live dengerin

show kita malam ini

iya

biar lihat

kita bersedia jadi beta tester

tapi beta tester-nya jangan sampe

putus pas lagi

live ya

ya beta tester

sebelumnya lah pas lagi

prepare

nah, temen-temen nih

lagi sibuk apa, lagi sibuk apa

kemarin kan kita udah ngulik htmx

udah nyoba lebih lanjut

atau sudah ada rencana

udah ngebook mark

saya sudah coba-coba

liat liat meme-nya doang

terus baca-baca

terus

masih ragu kapan bisa

diimplementasiin ke project

kayaknya realistik

ya kecuali project personal ya

cuma kalau project ini tempat kerjaan

ya gak tau tergantung tempat kerja

cuma kalau tempat kerja

orang rata-rata pada umumnya

kayaknya gak bisa

ya bukan cuma htmx ya

apapun yang lain

baru dan breakthrough dan wow gitu

ya pasti ada perspektif dikit lah

kecuali jangan ngomong kali ya

kalau ngomong kayak politisi gitu loh

pinternya

kalau bapak pakai ini

ya boleh pakai

nah, konsiderasi

sebuah teknologi

diadaptasi di kantor itu

syaratnya apa atau ada

apa yang harus dipenuhi

syaratnya

apa tergantung talentnya aja

kesepakatan bersama atau gimana

kalau di tempat gue

satu tim

harus bisa semua

itu relatif gampang

karena orangnya cuma 3

tapi tunggu dulu

kalau misalnya yang lebih

aneh gak biasa

itu pasti pushback sih

karena team in house-nya

kecil dan

ngerjain projectnya banyak yang

external suatu hari harus

bisa ambil freelancer

temporary

atau harus bisa di handover

ke pihak lain

pihak lainnya siapa ya belum tau

jadi intinya apapun yang

ya yang seru-seru

gitu lah mau repute

mau astro, mau htmx

itu

gak terlalu

ya agak sulit sih

ada satu product in house

yang karena

product in house dan yang

udah

in charge nge-handle gue sendiri

agak lebih bebas asal

di dokumentasi dengan jelas dan

di komunikasiin sama rekan seti

kayak ada exception

tapi selain itu kalau ngerjain project

baru atau terima project

dari handover

dari tempat lain atau apapun itu

pokoknya gak boleh aneh-aneh lah

sebesar mungkin ya kayak cuma

javascript vanilla

atau react

oh syaratnya itu ya

javascript vanilla atau react ya

hallo tempat gue

sebenernya

timnya

relativ lebih kecil yang penting harus bisa

bisa

menyakinkan teman kolega

yang lain untuk bisa

belajar hal yang sama

karena

harus bisa di maintain bersama

gue pernah

introduce

itu apa namanya

contohnya aja

sebelumnya pakai webpack ya kan

terus introduce feed

jadi harus bikin

library-library yang sesuai supaya bisa

dipakai apakah bisa

jadi webpack replacement yang sekarang

begitu aja adopsinya

lumayan tuh

hanya dari sekarang

jadi akibatnya

dalam satu project itu

masih ada yang dibuild pakai webpack

tetapi plugin-plugin baru

sudah pakai feed

jadi bikin otomasi kan

masih bisa kan tetap di npm-nya

running beberapa yang pakai parallel kan

bisa tuh build secara

parallel build yang sebagian pakai

webpack sebagian lagi pakai

feed juga bisa jadi

nggak semudah itu jadi yang total

project yang berubah itu belum ada

tapi bisa

pelan-pelan htmx

mulai tertarik tapi belum bisa

lebih

yang paling deket yang bisa

saya implementasi itu

webdriver by day malah karena

sudah pakai sypress kan

sebelumnya di kantor sudah pakai sypress

sudah pakai sypress tetapi kan

kalau untuk

sofa sudah pakai

di belakangnya tetap pakai papetir

ya kan

namun yang firefox

itu kan masih belum pakai

firefox sama safarinya kan

masih belum pakai

cdp atau webdriver

sekarang ini saya mau coba

ubah yang

firefox-nya

sudah pakai webdriver

by day

si crop-nya juga sudah pakai webdriver

by day yang safarinya

belum ada jadi tetap harus pakai webdriver

i/o sama safari driver

tetapi ya itu

pengen tahu

cepat nggak gitu

kerasa nggak gitu pengen tahu

cuma itu kuning di plumbing-nya

doang ya misalnya di tooling setup-nya

nggak ngaruh ke isi kode

kayak assertion-nya gitu

kalau sudah pakai

sypress kan pada selektor-selektor gitu kan

kalau sudah pakai sypress kan sudah

assertion-nya selektor-nya sudah di handle

sama sypress kan kita nggak

oh jadi by day-nya itu

nyambung ke sistem sypress-nya

iya sudah

lebih tepatnya sudah nyambung ke papetir

sypress-nya mah nggak peduli sebenarnya

menjalankan si papetir-nya itu

papetir yang connect ke

by day

jadi kalau yang safarinya tetap

dia nggak pakai papetir dia pakai

webdriver I/O

tetap di belakangnya

jadi ya

kalau mau tahu lebih lanjut silahkan

nantikan Ivan di devest

cuma mungkin kalau ganti tooling

apa ya yang sifatnya tooling

kayak gitu

relatif lebih gampang ya

asal kompatibel sama

kalau kayak contohnya Ivan tadi kan

kompatibel sama setup

yang udah ada nggak harus

tulis kode baru

diplejarin sekali

oke lah maksud saya asal

udah jalan kan yang lain tinggal ngikutin

tinggal pakai atau tinggal

kalau misalnya besok bikin project baru

tinggal ngikutin

contohnya aja kan

iya betul

yang maintain selanjutnya kan

hanya peduli sypress sebenarnya

nggak peduli yang saya setup

bootstrapping-nya

sudah saya setup kan

semua konfigurasi yang sudah saya setup

jadi misalnya starter-nya

tempelnya kan pakai yang itu aja

cuma isi kode testing sypressnya ya

ditulis ulang sesuai project baru

sekarang lagi pusing

itu sih sebenarnya end-to-end

testingnya kita itu

lama banget

masa 1 pr itu

45 menit, 50 menit

tapi itu berarti nggak

nggak lolos sampai end-to-endnya

semua ya

harus nunggu sampai end-to-end

pas semua baru

iya baru bisa jadi

pakai github actions

ada dua sih

boros ya

masa ada impact finansial

nggak bisa cuma ya udah

kalau pun lama ya udah tinggal aja dulu ngerjain yang lain

ya lama-lama

billing-nya naik

nah ini ada pertanyaan bagus dari

flexbru 24

lagi belajar MPAAS

itu apa MPAAS

pernah dengar sih MPAAS

MPAAS kan platform as a service

M itu apa? Mikro?

Mobile Platform

as a service

oh mobile platform

jadi deploy-nya pakai

crowd itu

MPAAS adalah mobile development platform

yang originate

from Alipay App

wow Alipay ini teman lama kita

teman lama

teman utang

Sobat Ali

Sobat Ali

nah ini bagi tips

bagaimana sikap

seorang leader jika ada

anak baru yang kaget karena harus belajar

teknologi baru di kantor

ikut kaget nggak sih?

saya juga kaget

kamu kaget

kamu kaget karena harus belajar

teknologi baru

iya ya

gimana ya itu ya menikapinya

ya

jadi seorang motivator

welcome to

the jungle gitu ya

selamat datang di dunia kerja gitu ya

welcome to real world son

atau daughter girl

apa maksudnya

dia nggak expect

buat kid

di contoh kasus ini

anak barunya

udah lulus kuliah

atau bootcamp atau apapun

dia expect semua tempat kerjanya

bakal pakai exactly teknologi

yang dipelajarin pas kuliah

atau bootcamp atau

kursus sejenis

jangan kan

beda teknologi ya sedangkan

sesama react ajapun ya

sesama react ini

jangan kan ngomong typescript deh

sesama react aja nih

react gs gitu ya

yang react

yang masih pake is6 deh

pake kelas

dari project 1 ke project lain

kadang gue bisa bingung ini maksudnya apa

ini code

terlalu cepat ya perkembangannya ya

di javascript ini

sama opinionnya juga sih kalau react itu kan

kode style

kode stylenya beda

sama kayak provider-provider kan kadang ada yang

opinionated banget providernya harus

ditaro mana

ya kayak jamannya compact itu kayak

hal-hal kayak gitu tuh harus terjadi

di level apa atau suka-suka

atau mungkin kalo timnya nggak compact

satu orang punya

mosep punya bayangan

harus gimana-gimana yang kedua nih

udah bingung cepet dikejar deadline ya

udah bikin semua di

UI komponennya itu

kalo itu sih

udah wilayah apa ya

area teknis non-teknis sih

itu tim lead-nya kan harusnya establish

deadline dan entah gimana ada

sistem pas PR ya harus

dicek

kalau di company saya tuh ada kayak unspoken rule ya

unspoken rule lebih baik

punya kode yang

yang

sedikit lebih panjang tetapi

mudah dimengerti daripada

nulis

smart code

yang semuanya dipendek-pendekin

short hand

semua short hand

dibikin seperti smart

tapi kalo untuk mengerti tuh

ini apa nih maksudnya

tapi jalan gitu

jadi

sebagai

ya maksudnya apa ya

tau ya pake short hand

di PHP HP

ya misalkan kayak

ternary operator

atau pake if gitu mendingan mana

ternarynya tumput 5

ternary itu

5 emang bisa ya

JavaScript bisa

JavaScript bisa, mau sampai berapa juga bisa

tanda tanya

kondisian

secara

unspoken rule-nya itu adalah

buatlah kode

yang kamu tulis itu

seperti kamu

ingin mengerti kode orang lain

C

witty sekali

untuk orang lain

apa perlakukan orang lain

tulislah kode

seperti

kode kamu

tulislah kode yang

kamu ingin baca dari kode orang lain

nah cuma kita

belum ngebantu, belum ngejawab pertanyaan

tadi tuh kalo anak barunya kaget

berarti kan

ya itu tadi harus dimotivasi buat belajar

terus 2 kayaknya harus dikasih pengertian

ya bahwa

ya ke depannya

bakal selalu ada

bakal ada kemungkinan kamu bakal harus

belajar teknologi baru terus, jadi jangan kaget

sikapnya kasih onboarding

time, terus kasih

adaptation time, jangan

dimarah-marahin dari awal

ya jangan

kaburin kali ya

nah ini sebenernya

pertanyaannya belum

terlalu clear ya, maksudnya ada

beberapa kemungkinan kan, apakah

bener-bener baru begitu dia dateng hari pertama

terus dia kaget, "ha saya harus belajar

Node.js nih, saya nggak belajar Node.js

saya belajar Java" misalkan gitu

atau dia anak baru

udah mungkin udah probation 2 bulan 3 bulan

udah kerja, dia

bekerja dengan, sesuai dengan

apa yang di hire misalkan dari kampusnya

misalkan BHPK atau Java atau apa

terus tiba-tiba dikasih, nih kamu belajar

database ini, nanti kita mau

implementasi, terus abis itu dia kaget gitu

apakah kayak gitu atau

kayak gimana kan, ada juga

beberapa kondisi

jadi nggak sesuai kayak posisi

awalnya dia

atau kamu diperbantukan dong ke front end

yang tadinya back end gitu

kaget kan, "wah masa saya harus

batuin yang lain"

kalau saya

kasih fun lu ke front end

ke front end ya, baiklah

terus setelah

setelah nulis kode front end

ya sudah, udah ya, gue nggak mau di front end lagi

gue pindah

cuma ini jadi

menarik sih, apa kalau yang perspektif

ini menarik, kalau belajar kan

definisi belajar juga

apakah sampai harus

bisa ngambil tiket, atau

cuma biar tahu aja, kalau misalnya

kayak pengalaman gue, lagi-lagi, karena timnya

kecil banget, cuma 3 orang

sebetulnya, skillnya banyak yang

overlapping, tapi kebetulan

juga, untungnya masing-masing punya

spesialisasi, ya kayak nggak

ada salahnya juga kan

apa, belajar basicnya

apa, bidang temen-temen

kita, kayak misalnya gue bisa baca

minimal, bisa ngerti lah

kayak code base goang, walaupun

gue sampai sekarang ya, emang nggak expected untuk

nulis, dan nggak bakal bisa, dan nggak

interest juga nggak tertarik

tapi bisa ngerti, apa ya

baca code base, ngerti, misalnya cari

apalah struct, biasanya

di cari cuma struct sih, loh, ini

data-nya bentuknya gimana gitu, ngecek

modelnya, itu langsung

tahu liatnya dimana, terus

di sisi lain juga kayak

temen steam gue juga

ya minimal, tahu cara

bisa pakai tailwind, sama

maksudnya, apa, CSS itu bisa

untuk apa aja, kayak basic CSS, walaupun

ya, ujung-ujungnya sih

ya, mereka pasti bakal nanya gue

kalau CSS, ya sebaliknya gue juga

nggak, nggak bakal, bahkan

gue nggak bisa nulis gue langsung sekali sih

cuma kalau belajar, belajar biar

paham, dasarnya kan

sebenarnya makes sense

oh, gue pernah dikasih crash

ini, berarti kalau

contohnya kayak gitu ya, gue pernah dikasih

crash course untuk

gue masih ingat

di company yang lama

gue tuh kan back-end

engineer ya, jadi full

hanya urusan

PHP, database

urusan server-serveran, sebagian

kecil gitu ya, terus

waktu itu mulai

tuh React, ES6

JavaScript mulai berkembang

kalau dulu bisa query

Backbone tuh bisa, cuma kalau untuk

React, ES6 nggak bisa

sama leaders yang sebelumnya

dikasih, tuh

dikasih

courses-nya

si Westboss yang ES6

wah

keren itu

ada kan Guide to ES6 sama

React kan, dia

ada 2 courses-nya, itu

satu company, diberi company

license, terus kita dikasih

dikasih waktu lagi

2 minggu untuk selesai, oh bukan 1 email

buat rame-rame ya, bukan

pake company license

pake proper ya

company license

selama

pake email itu bisa akses

selama pake domain

email-nya ya

jadi sign in by Google kan

pakenya kan, jadi

dikasih 2 minggu untuk

belajar ES6 sama React

semua tuh, baik yang

program, anak

yang enak atau bukan

siapa aja, jadi waktu itu

sudah dikasih tahu, Ivan, lo bakal ada

masuk ke project yang

JavaScript heavy

ya, jadi

bener-bener headless, jadi headless

WordPress, depannya pakai

full React base

jadi, saya dikasih

2 minggu, sebelum masuk project itu

dikasih khusus untuk

belajar

ES6 sama React

oke

nah, ini kan, apa ya

mungkin juga

kalau dari sisi yang lain

ini kan, apakah ada

requirement khusus

seseorang yang join ke company itu

dia bisa mempelajari hal baru dengan cepat

mungkin itu sudah menjadi

sebagai, apa ya, syarat yang

mungkin tidak tertulis gitu ya

berarti ada sesuatu yang missing

ketika hiring

pada saat hiring kan harus digali itu, kamu

tidak belajar hal baru, enggak

saya tidak suka, berarti tidak cocok kan

ada perbedaan culture kan

sama pernah dengar

podcast tentang menjawab interview

ada quote yang menarik, kalau kita

kita sebagai mencari kerja

lagi, perview kerjaan

itu kan kita menganggapnya

mereka, employer

si perusahaan, mewawancara kita

untuk menentukan

cocok atau enggak, tapi

sebetulnya berlaku, sebaliknya kita

mewawancara mereka

untuk mencek cocok

atau enggak

mungkin itu juga ditanyain kali

soalnya, ya di luar kaget enggak kaget

jujur kalau misalnya gue tiba-tiba

expected, harus

nge-develop hal yang

enggak sesuai

interest, dan belum bisa

juga, jadi harus belajar dari awal

tiba-tiba harus bikin fitur

pakai golong, atau

set up infra, ya malas sih

bukan kaget, tapi malas

jujur misalnya ya enggak cocok

tapi mungkin ada orang yang menganggap itu

challenge, dan mungkin emang pengen

jadi jack of all trades atau apa ya

terserah kalau orang lain pengen

iya betul

jadi interview itu

jangan dianggap

sebagai si perusahaan

menilai kita, tapi kita juga

menilai perusahaan, ini cocok nggak ya buat kita

misalkan kita hobinya pakai calon

pendek, terus ngelihat orang-orang pakai calon

yang rapi gitu kan

harus pakai bajas

semuanya bisa di...

semua bisa dijawab dengan

salary

salary

meskipun, wah

perusahaannya nggak enak gimana-gimana, tapi ternyata

gajinya tinggi banget

gimana tuh

tapi tiba-tiba kita harus bikin

fitur, harus ngoding

hal yang kita enggak tahu dan enggak senang

performnya jelek, kena

kena jantikan Jerry Thanos

dia sama juga moong, gajinya tinggi

tapi cuma tahan berapa bulan

iya, iya, iya

nah ini

sudah mulai banyak ya pertanyaan-pertanyaan ya

ini, ada

faktor ini juga nggak sih apa

si Javascript front-end ya

termasuk Javascript di back-end itu perubahannya

cukup cepat dibandingkan

ekosistem

serupa, ekosistem

di bahasa yang lain

nggak tahu ya, kalau PHP

Laravel gitu, cepet juga nggak ya

saya nggak, udah nggak ngikutin lagi

perubahannya cepat

jadi kayak, tadi kan Ivan bilang

oh, tadi awalnya kita react

pakai kelas yang ES6, terus tiba-tiba udah

berubah jadi yang function

yang pakai use something, use something

terus habis itu berubah lagi, harus

pakai TypeScript, terus berubah lagi

create track app hilang, diganti Next.js

atau pakai VT

kan perubahannya lumayan

dan sedangkan

projek-projek yang sebelumnya kan

dari masa ke masa kan, nggak mungkin

perubahan codebase itu

drastis ya, dari kelas tiba-tiba

disuruh rubah ke

ke TypeScript langsung

atau function dulu

bongkar-bongkar habis ceritanya

iya, jadi rewrite ya

iya, jadi nggak bisa

ada project lama yang harus dimaintain begitu

lifecycle-nya

lifecycle-nya

software itu kan dibangun-bangun

terus sudah sampai peak

maintain-maintain-maintain

nanti suatu saat rewrite

suatu saat

nggak bisa terus-terusan rewrite

iya

teman-teman setuju nggak sih kalau apa

pekerjaan

sebagai software developer atau

engineer atau apapun front-end, back-end

dan lain-lain itu

apa ya

butuh

kita suka belajar hal baru

kayaknya

ada satu buku

Kahlil Gibran kali ya, Inovasi Atomati

Kahlil Gibran

ini filosofi sekali

Iqvan bacanya

Kahlil Gibran

Inovasi Atomati, siapa yang tulis buku itu ya?

Inovasi Atomati

nggak tahu, Steve Jobs, bukan

ini nggak orang

bukan hanya inovasi kan, maksudnya bertukar-tukar

teknologi gitu

maksudnya apa ya?

itu kan namanya berinovasi

iya, iya sih

framework-nya berinovasi

betul

mungkin gini

hipotesisnya adalah

ya front-end sih yang paling

yang paling rusuh inovasinya

yang pasti bukan

kayaknya nggak ada hubungannya deh

Kahlil Gibran itu saya kayak patah

nggak apa-apa

ini kok inovasi

anakku bukanlah anakku

saya asal ngomong, tapi siapa?

saya ada bukunya itu

Inovasi Atomati, siapa ya?

Gede Prama, katanya

oh iya

Kahlil Gibran

Kahlil Gibran

dari mana?

jauh, jauh

tadi pas pertama, juga

ini, sama kagetnya kita

dengan Mas Flex Bro

kita kaget, beneran kaget

karena mendengar

Iban mengutip

Kahlil Gibran

Gede Prama itu yang betul

ya memang, kalau kita

saya tuh pernah berpikir

sebagai seorang

software engineer ya, paling umur saya

itu ya, sampai titik

titik saya

di umur paling

mentok ya, 50-55

aja gitu

karena sudah diatas 50-55

untuk pelajari hal yang baru itu aja

sulit

kecepatannya kalah

sama yang umur 17

daya serapnya

ya kan, jadi

di saat yang saya sudah

mungkin di umur 50-55

itu mungkin

yang bisa saya andalkan adalah

pengalaman aja

berarti masuk ke

ya, manajemen atau

sea level atau apapun lah

pengambil keputusan

architecture

perusahaan

itu udah enggak penentuan

kayak, ini

mau bikin modul apa

itu enggak bikin begitu lagi

kalau nanti udah di umur 50-55

nah, seberapa

perlu kita untuk

cache up, masih berhubungan

sama topik, akhirnya balik lagi ke topik ya

seberapa sering

atau seberapa cepat

misalkan nih, misalkan ya

tadi

teman-teman udah

kalau mau pakai JavaScript

pakai Next.js

udah pakai TypeScript, terus ini baru belajar nih

apakah langsung kesitu

atau, ya belajar yang

function component dulu lah

gitu, enggak usah pakai TypeScript

dulu, belajar aja JavaScript dulu

jadi, enggak

perlu yang letes banget gitu

atau, mungkin

ada apa, ada

mass hub atau

ada beberapa orang

yang lebih memilih

using boring technology

jadi, teknologi-teknologi

yang udah enggak hype lagi

baru dia mau pakai

nah, itu sebenarnya

salah satu jawabannya di komen yang

itu tuh yang 2024

job, rata dengan Next

mau nggak mau, harus upgrade skills

soalnya, kita

nyesuaikan sama job yang available ya

dan yang mungkin, apa, sesuai

sama kita pengen apply ke

industri apa, atau jenis apa

tadi, maksudnya perlu nggak perlunya

berarti, kan maksudnya, apa,

bukan cuma terserah suka-suka kita doang

tapi ngikutin industri

target kan

makanya kan

mungkin karena faktor

umur juga, ya

seperti Ivan, saya udah mulai

merasa capek nih dengan JavaScript

perubahannya luar biasa, gitu

maksudnya tadi

umurnya kayak, saya tuh maksudnya gimana

seperti yang Ivan

sebutkan tadi, bukan umurnya sama

bukan, saya lebih tua, iya memang

tapi rambut saya lebih

hitam daripada Ivan

soalnya nggak ada rambut

lagi nih

ini juga aneh

apa tadi pertanyaannya

sebelum bahas rambut

sebelum bahas rambut

ya itu, mulai

merasa JavaScript

fatigue you, yang waktu beberapa tahun yang lalu

kejadian kan, ada artikel

yang bilang, capek ngikutin JavaScript

berubah-ubah terus, gitu kan

ya, ngerasain gitu, kok

perubahannya luar biasa ya, gitu kan

melengdikit, gitu kan

dari react nggak ngikutin

melengdikit, ah, cobain spell

cobain spell kit

ya, udah sampai sini nih, gitu kan

terus, abis itu, melengdikit, tiba-tiba

spell kitnya, wah, ada versi baru nih, yang 5

tapi nggak keluar-keluar, nungguin, ah

nungguin kok lama banget, gitu

tergantung industrinya sih

kalau industri seperti Mas Riza

ya, harus kecam terus

karena, maksud saya, itu lah trend

trend setter di Indonesia

iya, justri itu kan

demokrasi itu kan mempengaruhi

apa, produk, apa, output

output-nya developer, ekosistem

developer web dev Indonesia

bergantung sama Mas Riza

kaya lo pusing

wah, terima kasih, no pressure

urusannya enterprise

no pressure

bahkan

80% project yang saya handle

itu nggak pakai typescript

bahkan

kalau misalnya

kan

semua project saya kan berbasis

WordPress, dan setiap modul-modul itu kan

modular kan

modular dan plugin-pluginnya bukannya

kayaknya plugin yang saya tulis

itu udah kayaknya ratusan deh

jadi, plugin

setiap plugin itu kan berdiri sendiri ya

dan ada, kemungkinan ada

javascriptnya, ada, dan itu pun

sendiri tergantung situasi

kadang, saya tulis ya

javascript nggak pakai apa-apa, vanilla

karena memang butuhnya cuma vanilla

nggak sampai seabrek-abrek

gitu butuhnya, tapi kalau ada yang

sudah pakai blockbase yang

yang kompleks

ya, karena

WordPress itu deketnya

sama react, ya terpaksa

nulis blocknya pakai react, tetapi

kalau nggak ada kebutuhan

kebutuhan react, saya

pilihan utamanya pakai vanilla

jadi, sebenarnya

dan

nggak ada yang saya tulis pakai typescript

karena nggak butuh, tapi kalau ada

project yang lain, misalnya pluginnya

orang lain yang sudah pakai typescript

barulah saya pakai typescript, jadi

menyesuaikan sebenarnya

dan

tapi, kasus saya kan enterprise ya

yang lebih mengutamakan

maintainability

dan backword stability

ya, stability

jadi, harus bisa, karena

sekali tulis plugin, yaitu

harus ada unit testingnya

harus, kalau dia banyak

desainnya, ada regression testingnya

kalau dia

menyangkut

dengan

core module yang

business critical

harus ada end-to-end testingnya

jadi,

makanya kalau kayak kerja

di enterprise, maksudnya

yang enterprise, satu plugin itu

ngebuannya bisa

sebulan-dua bulan, padahal fiturnya kecil

iya, tapi

lengkap, dijamin

begitu, begitu rilis itu udah

less bug

dan bisa dipertanggung jawabkan

bisa dipertanggung jawabkan

nggak mungkin ya, nggak mungkin

nggak mungkin

nggak mungkin, itu angan-angan

kalau di

EKA nih, EKA kan lumayan

lebih dinamis kan, dibandingkan

enterprise

ya, nggak enterprise, cuma

lagi-lagi, karena industri utamanya

bukan, bukan kayak

tech startup yang

kayak apa ya, yang fokus

ke teknologi banget ya

jadi, sebetulnya, malah

ya, jatuhnya agak kayak

Ivan sih, kayak ada

codebase yang pakai typescript

gua yang masukin typescript

karena pengen, sebetulnya nggak ada

tuntutan harus typescript

JavaScript, asal JavaScriptnya

penulisannya standar, gitu

terus, apa, yang penting ada testingnya

terus, kayak dikomunikasi

lebih ke komunikasi

non-codenya sih, ini code apa

an, cara ngetesnya gimana, kayak

yang scriptnya lebih ke situ

cuma, kalau kayak pakai teknologi

baru tuh, beneran nggak ada yang

nggak ada yang mengharuskan

itu sih, karena

sebetulnya, jujur, karena

bukan tech intensif banget ya

impact-nya pun

impact dampak positifnya ya

yang konkret, nggak ada, maksudnya

ya, contoh tadi, kayak JavaScript

atau typescript, typescript kan

dikompel jadi JavaScript selama ditulis

dengan rabih, dan, maksudnya, apa

ya, kan, udah ada

ukuran-ukuran ya, kayak for web

vitals lah, kalau misalnya di

sisi performance, atau, maksudnya

di pipeline-nya pun, misalnya

udah ada N2N test-nya

ya udah mau ditulis pakai apa kan, sebetulnya

nggak ada, nggak

pengaruh, atau, misalnya, pengen pakai React

Server Component

yang RSC, yang React 19

atau apa, itu

karena produknya bukan yang

spesifik, front-end web

banget, ya nggak ada

dampak positifnya apa-apa, jadi

kalau di tempat kerja sih, nggak

nggak harus, apa ya

misalnya, atau tiba-tiba

pake boon, gitu

ya nggak, dampaknya malah merepotin, yang lain

maksudnya, takutnya ada yang nggak kompatibel

atau apa, atau pakai

file-nya berubah, atau tiba-tiba

pake boon, Elysia,

atau apa, yang nggak ada yang tahu

jadi, sebetulnya, gue pribadi

kalau yang sekarang sih

nggak ada tuntutan harus

itu, yang penting, yang, apa ya

malah yang diutamakan, yang

standardized, kayak maksudnya, ya

JavaScript, ES6 lah, udah standarnya

udah, maksudnya yang semua tahu cara

bacanya, cara pake-unya,

udah, cuma belum tahu sih

kalau ke depannya, misalnya suatu hari

pengen nyoba, petualangan baru

atau mungkin pengen

bikin produk sendiri, nah

kalau itu kan lain kasus ya

yang sekarang saya lagi

migrasi, ada tuh satu

dari NPM ke PNPM

ada satu proyek

PNPM juga udah nggak, udah

hype-nya udah lewat, kan?

iya, udah lewat, kan?

namun, secara

justifikasinya, atau

justifikasi yang bisa saya bawa adalah

file not module-nya

jadi kecil, kan?

hemat storage

hemat storage, dan

waiting time saat build

saat testing segala macam

justifikasi lebih kecil, jadi lebih hemat cost

itu justifikasinya

kalau sudah urusannya cost

cepet, jadi laptop-laptop

developer bisa downgrade ya

dikurangin ya, storage

jadi tepatnya total time

github action bisa dikurangin

itu langsung

cepet tuh, makanya tadi

juga, saya bilang kan, kalau saya mau pindah ke web

driver by day, itu langsung didengerin, tuh

karena, karena cost

cost-nya bisa lebih kecil

iya, itu emang argument yang paling

bagus

argument yang paling bagus

jadi kalau misalnya temen-temen

kalau mau jualan ya, harus pakai itu ya, pakai duit ya

FOMO boleh

asal justifikasinya, ini bisa lebih hemat cost

mungkin didengerin

nah, itu kan

FOMO itu ada layer-layernya juga ya

ada lapisan-lapisannya, maksudnya

kalau yang paling ekstrim ya, setiap

web dev twitter

heboh, atau mungkin setiap

hacker news, ada thread panjang

itu, apa itu?

apa itu? kita langsung pengen ngikutin

itu contoh yang layer paling ekstrim

nah, terus ya, maksudnya ada lapisan-lapisnya

kalau yang paling

core-nya ya, kayak tadi

yang kayak, yang major lah, sebenernya

kalau di pikir-pikir, yang major

banget juga yang

game changing banget, apa ya, misalnya

kayak dari ES5 ke ES6

atau

apa lagi ya, misalnya jQuery

punah pelan-pelan, atau

maksudnya perubahan yang

beneran mempengaruhi

banyak orang, banyak developer

tuh gak sesering itu

kan ya, misalnya gak sering banget

atau dulu mungkin semua

pake group sama grant, itu lho

prosesnya, pipeline

processingnya

dari dulu semua pake itu, sampe

lama-lama punah, diganti

proses web design

Yongman, temennya

group sama grant ya, itu kan

ada perubahan, yang maksudnya

di industri apapun

juga lama-lama kan, ngikut perubahan itu

tapi itu kan gak se-extreme

gak se-cepet trend-trend

dari Hacker News tadi kan, itu juga

over bertahun-tahun kan

baru ada perubahan, jadi maksudnya

kalau kita cuma

FOMO, sedikit FOMO itu ya perlulah

maksudnya kalau jaman sekarang nih

ada web dev yang masih stuck di Yongman

dan group dan grant, agak sulit

juga, maksudnya dia, apa

apply kemana-mana, udah gak nyambung

tapi kan

kita cari middle ground antara

extreme stuck

stuck in the past, stuck di masa lalu

sama extreme stuck

apa yang nge-trend hari ini, nah berarti

cari middle ground-nya aja kali

Nah, di kantor masing-masing

teknologi baru, yang paling baru

apa yang pake, misalkan Eka

pakenya Astro

atau apa, yang paling baru apa?

TypeScript, Svelte

Svelte ya

AI kemasuk teknologi paling baru gak sih?

oh iya, buat development-nya

cuma bukan karena kerjaan sih

itu sendiri, kalau gue sendiri

integrasi-integrasi ke itu

oh paski gitu ya

paski, paski

paski baru di internal

side, jadi internal side sudah

mulai saya susupi paski satu-satu

tapi kan bikin, Ivan kan

bikin event-nya kan, plugin-nya kan ya

jadi

memang lebih gampang kan, maksudnya

ini udah ready-made, coba di install

error, fatal error gak?

kalau fatal error, lanjut

kalau gue, dalam

baru tuh, masih 5 tahun terakhir

kali ya, gue just begini-begini mikir

kalau apa teknologi baru

yang dipakai di kerjaan

itu kayak TypeScript

Svelte, Inertia JS

di Laravel buat run-n-nya

terus, ada storybook

itu sebenarnya buat internal

biar gampang kopas-kopas kode

itu nothing new semua sih

ya 5 tahun terakhir

ya maksudnya, udah gak hype

yang teman-teman disini

gak, mungkin gak

gak familiar

namanya YJS

untuk

conflict resolution

data type, CRDT

oh CRDT, iya pernah dengar

untuk collaborative editing

iya, iya pernah dengar

kalau si A sama si B

sama-sama nulis, pakai

terus

datanya di kombine

jadi conflict resolution data type

itu nama frameworknya YJS

saya pakai itu di implementasi

di salah satu project

dan bisa

tapi itu kan ada case-nya

iya ada case

ada case khusus

yang hanya bisa di solving

menggunakan teknologi yang belum ada

di perusahaan sebelumnya

nah, tadi kan kita ngomongin di kantor nih

rigid kan, harus menyesuaikan

sama talent yang ada

terus juga gak bisa terlalu baru-baru banget

karena support komunitas dan lain-lain

kalau pribadi

kalau belajar pribadi

di rumah atau weekend atau apa

itu gimana?

saya cuma belajar di ngobrolin web

seminggu sekali

ya itu abis ngobrolin web

apa, htmx

nyoba htmx sementara

tapi abis itu real world

ya, biasa gini

biasanya

dapet dari

misalnya dari ngobrolin web

atau dari podcast apapun

ya, nonton podcast

yang mana

lihat fireship

atau lihat di youtube ya

atau nonton

eventnya

secara online

atau ya kayak dev

google I/O kemarin

atau CTJS apapun

ditontonin-tontonin

yang kalau lagi sempat tonton

cuma kayak, oh tau

coba-coba setengah jam

oh gitu, dah

disimpan aja di memori

nanti kalau ketemu

case nya, oh iya yang itu bisa tuh

nah

itu salah satu keuntungannya ya

sama paling ngebookmark sih

kenyakit kalau gue pribadi ini

apa, kayak kebiasaan

geleksi, kayak apa yang menarik

di bookmark, tapi

gak ngasih

not pribadi

atau kadang ya nonton

misalnya ada video nonton

tapi di cepetin banget sekilas

nah, terus pernah

denger di podcast apa gitu, jadi

yang tentang apa, kayak active

learning, pokonya kalau kita pasif

makin kita pasif, kayak cuma ya udah

itu doang, atau bookmark

atau skimming doang, itu gak nempel

kalau mau active, ya kayak gini nih

kayak harus dibahas, misalnya

mau di ngobrolin web, atau

kalau ada acara ngebawain top

tentang itu, atau minimal banget ya

nulis not pribadi itu baru

nempel, nah

sekarang sih habit yang jelek, kalau ada hal

menarik, cuma di

bookmark, atau nonton video pun

kayak cuma sekilas banget

di like, atau di save ke

playlist youtube, tapi

udah yang sering gitu

kalau teman-teman

yang penonton, gimana

kalau untuk

FOMO, apakah

langsung dicoba, langsung diterapkan di camp

seharusnya kan langsung bikin project itu

yang gak harus tempat kerja atau apalah, bikin

apa, kayak personal project, atau artikel

tapi emang ada loh, teman yang

teman, salah satu teman, mungkin

sikit-sikit kita juga, atau

beda, ya kalau ada hal

baru dia langsung coba sih, langsung coba

instruksinya, to do listnya

segala macem, terus

project

dia yang sebelumnya

mungkin entah apa, dia

pre-write ke

contohnya dari yang lalu

dia pernah dari react

awalnya project itu dari

back bone, jQuery back bone

dia rubah jadi react, dia rubah jadi

view, dia rubah jadi

disfail,

terakhir berarti disfail

dan katanya

paling suka pake sfail

berarti emang harus

tanda kutip ya, maksudnya

sebaiknya punya kayak banyak

project-project yang tumbuh buat coba-coba

gitu ya, bukan, justru

satu project itu sama, misalnya

dia bikin editor

dia cuma bikin kayak text editor aja

yang khusus untuk dia pakai

sendiri

untuk nulis, jadi

editor-nya itu dia

dia buat, dia build ulang

dari sebelumnya pakai jQuery

back bone, jadi react

jadi view, jadi

sfail, jadi project

yang sama, cuma ditulis ulang

oh itu menarik sih

itu menarik sih, maksudnya

oh ikannya, ikannya

kalau kayak di

di salah satunya

video tutorialnya si West Post

kan, dia pak itu kan, dia bikin

yang es siksa

to react ya

yang restoran, yang bisa

order makanan di restoran, react

mungkin

ada juga kan

yang tutorial-tutorial saya lihat

membuat to-dulis

dari berbagai macam framework

itu juga bisa

jadi kalian

mengerti, kalau beda kasus

mungkin jadi pola pemahaman

pemahaman framework atau

teknologinya jadi

berbeda

tapi kalau

sama

contoh kasusnya

jadi bisa punya perbandingan langsung gitu ya

mungkin kalau

kita

FOMO dengan sebuah

teknologi, itu jangan langsung

dicoba di kantor, tapi coba di project

pribadi, lampias kan

di hobi atau di project pribadi

itu lah model lampiasan, karena

kalau di kantor itu konsiderasinya banyak sekali

nggak bisa sembarangan

pesan saya jangan

jadikan seperti ini, jangan jadikan

karena saya pernah ketemu orang seperti itu

dan saya nggak suka, jadi

cuma pesan

kenapa ini?

jadi dia

waktu itu lagi

FOMO soal GraphQL

eh sorry

Gatsby

tau pernah? Tiga atau empat tahun

yang lalu Gatsby, semua Gatsby

kemana-mana

static site generator

dia

berkuar-kuar soal Gatsby

Gatsby, Gatsby, Gatsby, Gatsby

sampai dia bisa menyakinkan

stakeholder-nya

kaya leader-nya

di company, karena dia client ya

dia engineer yang di sisi

client, dia berhasil menyakinkan

lead-nya

yang decision maker

lah, gitu ya

bahwa ini paling bagus

meskipun kita dari konsultan

menentang, itu ngapain sih pakai Gatsby

nggak perlu

bikin susah, gitu ya

terus

tapi akhirnya menang

dia menang, dia berhasil mempresentasikan

oh karena jago ngomong tadi ya

nah

alhasil, ya kita

yang konsultan

yang bagian

yang nge-build-nya, harus pakai

Gatsby

ya sudah dibilang pakai Gatsby

dia juga terlibat

ngebangun itu di awal

abis, belum, project

belum kelar, dia resign

dia resign

tapi ininya

experience yang di LinkedIn

itu membuat project

redesign, bla bla bla

pakai dari apa

menjadi pakai Gatsby

yang menghasilkan

konversi yang sekian

performanya naik sekian

ini orang apaan, project aja belum live

lu sudah ngomong, lu sudah bisa pakai

Gatsby, sudah performance

sudah bagus, membantu

user lah segala macem

ya itu

itu LinkedIn driven

development ya, jangan diikuti

ini bukan masalah Gatsby-nya

masalah apapun gitu

ya, jadi

kalau full mall, terus terapin, terus

akhirnya ditinggalin

itu company sengsara

terus kalian mengatakan kalian bisa

pakai itu, itu bullshit

dan sisanya

harus maintain sampai sekarang kan

pada detik orang-orang yang ditinggal

masih nggak maintain 2 Gatsby ad

sampai detik ini

kesel

cerita yang sama juga pernah saya dengar

bukan pernah, cukup sering

misalkan ada

satu perusahaan yang

udah cukup gede

terus tiba-tiba ada satu

orang yang

propose sebuah teknologi

kalau di cerita saya

itu Kafka

dia implementasi

selesai implementasi

dan cabut

karena

ternyata tujuan dia

pakai Kafka adalah supaya dia bisa

apply dan dapat gaji tinggi di luar

karena udah dapet kurnianya

yang stress

orang yang ditinggal, perusahaan yang ditinggal

orang-orang yang dapat legacy code

bukan legacy kan, code-nya dia

atau peninggalannya dia itu

gimana caranya

itu adalah jadi

utang perusahaan

dan

dan biasanya kan ya

kalau misalnya baru pakai teknologi

itu baru masih ibaratnya

versi beta lagi

kita masih punya ilmunya, masih cetek yang

belum tau apa-apa dengan Fremont itu

baru mulai ngeraban

baru mulai buat gitu ya

belum sampai ke titik kita bisa maintain gitu

masih baru ngebangun gitu

belum lagi, kalau sudah kena

di hit sama publik itu

barulah pusing, pusing lagi itu

gimana performance-nya

gimana caching-nya, gimana

strategy deployment-nya

gimana UAT-nya, oh panjang ceritanya

testing-nya

dia maksudnya

ya itu

link in driven development, jadi

menargetkan itu supaya bisa masuk

di

perusahaan yang lain

experience-nya dia, dia bisa apply ke tempat lain

itu

kalau saya ketemu orangnya

mungkin saya tarik

saya tonjok sekali

saya salaman dangwai

terus baru kita

terus seru dia maintain

maintain Gatsby site-nya

cuma sebenarnya kalau mau

pengen buat link in atau pengen

buat apa lah portfolio bagus

ya solusi middle ground-nya

bikin site project sih

bikin site project, iya

keperluan biasanya kita

betul

maksudnya yang nggak bikin

ex-kollega kita pengen nunjuk

itu lebih etis lah

kalau kita bikin open source apalagi

maksudnya itu kan punya kesempat

buat link in atau portfolio

kan

iya, jadi yang

cerita si Kafka tadi

begitu dia resign nggak ada yang bisa maintain

dan nggak ada yang ngerti Kafka

akhirnya dirirait

buat apa cuman messaging QWI

pakai yang lain aja yang lebih ringan

banyak QWI

banyak

akhirnya bongkar

ada juga yang

arsiteknya yang

pakai microservice segala macem

ternyata performanya

jadi malah berantakan

kalau microservice itu

kan

bisa diimplementasi sesuai dengan

timnya, kalau timnya udah banyak

beberapa orang, terus microservice kan banyak

apa ya, banyak birokrasinya

kan, kalau mau ngubahinnya harus

ke tim ini, mau ngubahinnya harus kesana

akhirnya balik lagi ke monolitik

iya, malah

dirirait jadi monolitik

coba bayangkan, biasanya kan dari monolitik

ke microservice kan, ini kebalikan

karena hal yang belum

tentu penting, jadi

kadang-kadang ya, mungkin ini ya

apa, emang

habitnya atau naturalnya

si developer ini, ingin

implementasi hal baru yang dia

pelajari kan, jadi kadang-kadang

itu overkill, itu yang

yang harus kita rem, gitu ya

tapi berarti, yang penting banget, yang

nggak boleh fomo, itu tim lead

maksudnya, mentalitas

dia harus, apa, kayak

memastikan maintainable, terus

kayak stabilitas, terus kalau

bilang ke yang propose

kalau you pergi, siapa yang bisa lanjutin

maksudnya, itu sangat

penting banget, skill apa

dan nggak gampang dibacotin

apa sih, yang kayak

di ex teman kerjanya Ivan tadi kan

mau saya apa, ngomongin

bukan teman kerja saya

dia tim client

engineer dia di tempat client

lah, tapi dia request

dia requestnya specifically

Gatsby, karena dia ngerasa

nah, kalau itu susah juga ya, client request

nggak bisa ditolak, cuman di luar

kasus gitu, itu

berarti, kalau yang minimal dalam satu tim

kan, harus tim leadnya

harus ngontrol, maksudnya

itu keunggulannya, betul

harus dicekan, ini

bener-bener keunggulannya

yang nggak bisa dipenuhi oleh

teknologi lain, atau ini

bacot-bacotnya si developer aja

ada satu lagi

kalau saya mau bawa kita

dari sisi yang berbeda

kadang fomo itu, dan

maksudnya, setelah

pening, atau

sorry, gimana maksudnya, evolusi

evolusi dari software itu juga penting

jadi, kita nggak

bisa diam di versi yang sama

terus-menerus

karena, nge-maintainnya makin lama, makin susah

kalau misalnya

contohnya, project saya

masih ada yang pakai

node versi 14

karena itu udah lama banget ya

banyak modul yang misalnya

sudah ada masalah security

for nullability

dan update-nya itu hanya

nggak di back

apa namanya, nggak di...

patch-nya itu nggak di...

apa, nggak di...

backward

compatible

patch-nya itu nggak dibawa sampai ke

misalnya, dia sudah kenalnya di versi

7, tapi

kita itu masih di versi 4, karena

ketahan ini node 14

sedangkan, versi 5-nya

harus pakai 18

contohnya, contoh

jadi, patch-nya

security patch-nya dia itu cuma dari

7 sampai 5, yang versi

4-nya nggak dapet

gimana dong

iya kan, ketahan kan

harus di-upgrade kan

nah, jadi

satu project saya ada yang

salah satu

modulnya, ya itu

karena itu modul core dan critical

nggak ada yang berani pegang

serem sih itu, susah

susah dibilang gitu, jadi

lagi saya olah

makanya ada ubah dulu ke

ada yang ubahnya sudah ke PNPM

terus kemudian ada yang sebagian saya

upgrade, terus makanya

introduce end-to-end

testing, introduce unit testing

sehingga, saya nanti

kalau sudah mau saya upgrade itu

modul itu ke node

saya lagi berusaha

menuju 20 nih

ada satu project itu, project yang sama

sih yang saya ngomong, jadi

saya mau ubah ke node 20

nah itu prosesnya panjang

jadi, kalau nggak

kalau ketinggalan juga

salah sih, itu yang inti

yang saya mau katakan, kalau

ketinggalan, dengan tidak

mengikuti trend yang terbaru

salah juga

nggak dapat security update

nggak dapat performance update

sehingga

terakhir, modul itu

nggak bisa lagi di-maintain

mau nggak mau harus

di-kill atau di-rewrite

kalau itu sih

maksudnya best practice ya, sebetulnya

maksudnya ya minimal setahun-tahun

sekali kita harus

upgrade

major version, karena apapun itu

framework-nya juga pasti kan ada

end of life-nya kan, itu maksudnya

best practice lah, kalau FOMO itu kan

kayak konotasinya

kurang rasional ya, karena

kita cuma ketakutan, kita takut

ketinggalan, atau kita

takut melewati sesuatu

yang penting, kayak cuma

emosi sesaat lah

kayak

kayak cuma

ketrigger doang, cuma kalau

ya itu tadi kalau contoh yang

diawal, maksudnya dulu pakai gold grant

pakai SAS ya

nggak bisa stuck di situ terus

juga kan, jadi maksudnya wajar tetap ikutin

apa, siklus perubahan

ya, setahun-dua tahun sekali

lah update kali ya

nah ini ada

ada apa namanya, ada perspektif baru

juga nih, kalau ada

teman-teman seperti Rafki

yang masih

stay di teknologi

yang lumayan

boring ya

lumayan boring teknologi kan

sekarang netfemok 5an ya?

nggak tau, nggak ngikutin, Krista Report lah

Krista Report kan jadul ya, lumayan jadul

gitu kan, terus

kita ngerjain itu

di kantor, terus

kita nggak FOMO

terus mau apply

ke tempat lain juga nggak ada yang pakai

lagi stacknya gitu

ya kudu bikin side project itu tadi

maksudnya berarti harus

apa, ngeluangin

waktu sama tenaga ekstra kan

cari, cari project-project

yang kayak bang, masih

karena semakin langka juga gajinya

makin mahal loh, iya betul

ya tapi kalau orangnya pengen

update, pengen

jangan stuck di situ

kasusnya

pengennya nggak stuck gitu, pengennya

teknologi yang kekinian gitu

jadi kayak apa ya, mencari

keseimbangan ya, harus seimbang ya

antara update ya, boleh

indan yang gitu ya

terlalu update juga jangan

indan

indan yang kukalil gibran

lagi

atau itu sih, opsi lain

jadi creator, jadi

maksudnya bikin sesuatu kayak misalnya

kayak apa, read share is gitu

dulu kan dia kerja di apa sih kan

media ya

news ya news

news cepet banget

nggak, maksudnya teknologinya kan

nggak bisa sembarang diganti-ganti

di Indonesia nggak

kalau kayak

kumparan sih iya, kalau kumparan

IDN mungkin ya udah kekinian ya

maksudnya nggak bisa suka-suka dia banget

juga kan, kalau kerja di

kantor yang besar

dan apa, involve banyak orang

ya kan akhirnya dia, setelah dia

ngembangin swell, ya akhirnya dia

keluar kan dari kerjaannya

atau kayak F1U ya udah

full time-nya dia adalah, dia beri inovasi

bikin view dan

semua ekosistemnya kan

maksudnya kalau emang beneran

apa ya, mindsetnya

dan emang cocok beneran

justru itu bukan homo lagi sih

menjelajahi apa yang belum ada, bukan hal

terbaru kan, cuma apa yang missing

kayak dia bikin sendiri

sangking majunya ya udah

jadi kreator model-model gitu lah

Rich Harris atau F1U

ini si apa, Rian

Karniato juga ya

Rian Karniato mau buat apa

kalau boleh tahu

Mas Rehan yang diomongin si

Rian ini, apa sih yang

akhirnya bikin FOMO, saya penasaran juga

soalnya jarang ngikutin

kalau gua, rasanya adalah

kayak lihat orang yang pintar, sebenernya

cuma kayak pahamnya tuh

kalau jujur 40-50%

pahamnya cuma kayak yang

yang manget-mangget

sambil agak bingung

agak interest, pahamnya

cuma sebagian

ya cuma emang apa ya

dia bikin suatu

framework atau

apa, pola-pola

gitu kan, adalah dasarnya

mikirannya ya, dia ngejelasin itu sih

intinya, cuma kayak

sebenernya ngerti gak ngerti ya mungkin

mungkin IQ saya yang agak

kurang atau gimana gak tahu

dia yang kayaknya terlalu tinggi sih

tapi dia ngejelasinnya menarik sih

engaging

nggak, dia ini menarik, menariknya

dalam hal gini

dia kerja

di perusahaan yang bikin

framework namanya MarcoJS

tapi

di side job-nya, di setelah kerjanya

dia bikin framework sendiri gitu

ini orang apa

alien

setelah dia bikin ya

karena dia bikin kerjanya

oh udah biasa gitu ya

udah ngerti cara kerjanya

ya bisa dia tau workflow-nya

dan mungkin masalah-masalahnya

kayak bug, nemuel bug apa

dia udah paham gambaran

besarnya, tapi kan mungkin

dia sebenernya, mungkin dia punya opini

harusnya gak gitu, harusnya gitu, cuma kan

di tempat kerjanya gak segampang

gak segampang itu ngatur-ngatur orang banyak

semua itu dia lampiasin

di projeknya sendiri mungkin

iya bener juga sih

ada satu lagi, kalau selain

FOMO, ada

isilah JOMO

Joy of Missing Out

nah itu ada artikanya tuh di-share

ada artikanya ya, bentar ya

JOMO

jadi harus balance juga sih

gak boleh bodoh-bodoh amat

maksudnya, ah masa bodoh amat

gak mau ikutin, tapi

ada juga yang

Joy of Missing Out, jadi kalau

Joy of Missing Out ya

ya udah

Joy of Missing Out, jadi ya

Happy gitu Missing Out gitu, kayak

unplug gitu dari

dari dunia

internet

kita ketakutan itu

paling sering itu kan ya

kalau dulu saya tuh suka FOMO tuh

liat Worldcamp misalnya

lagi ada Worldcamp dimana gitu

wah, happy ya disana

kok seru gitu

pengen, jadi

pengen deh kesana, kapan yang gue bisa kesana

kalau sekarang liat

Worldcamp, oh ya udah

karena sudah merasakan

gak bisa juga kesana, cuma

ngapain, maksudnya

gak ada lagi yang mau saya

gak ada yang saya fear gitu, gak ada yang saya

Missing Out tuh, kalau mau liat

apa, sesin-sesinya

sekarang sudah ada di online

tinggal nonton aja

tapi kalau itu kan karena sebelumnya

penasaran, mungkin ada faktor

penasaran sama excited, lama-lama

pas udah pernah dan udah

experience nya banyak, itu

udah gak kaya luamur banget

gak kaya wow banget, jadi kaya hal yang biasa kan

iya

ya contohnya

kaya Eka yang kemarin yang GDI

waktu dipanggil

bootcamp

pengen kan, pengen

pengen banget kesana

tapi saya sama mas Riza

gak tau ya kalau mas Riza ya, kalau saya

sama mas Riza

cuma dua hari, aduh capeknya

gimana gitu

mikirin capeknya

mikirin capeknya, udah gitu

cuma sehari gitu, buat apa

itu saya gak ada fomo waktu

pada berangkat bootcamp

tapi kalau saya

tadi nya ketinggalan IO China

mungkin saya fomo

karena ada videonya

berarti tergantung juga ya

kalau yang contoh di artikel tadi

Jomo kan maksudnya

ya kalau yang contoh-contoh

kaya jadi E-Bootcamp

atau IO

Konex dan lain-lain itu kan

hal yang emang sesuai interest dan kita

penasaran karena kita belum pernah

kalau ini kan kelihatannya lebih ke

maksudnya jangan ke gode ke semua

notifikasi dan semua postingan

yang kelihatannya menarik kan

jadi kaya lebih selective aja

self care, sama self care ya

utamanya self care

gak usah semua diikutin, kalau maksudnya

artikel itu maksudnya gitu kan

betul

jangan apa-apa diikutin

karena biasanya

kalau yang banyak berita itu

biasanya itu ada buzzernya

buzzer dalam tanda kutip ya

jadi orang-orang

di-encourage untuk menulis artikel

sesuatu yang apa ya

kalau yang paling baru, misalkan kata-katanya

HTMLX gitu

itu kan ada orang-orang yang dibayar

untuk nge-post tentang HTMLX

entah dia udah pake atau belum

itu urusan belakangan, yang penting dia nge-post

tolong bikinin memes dong buat HTMLX

misalkan yaudah dia bikin, lama-lama kita

tergoda juga, kok banyak memes nih gitu kan

jadi kita liat juga

gak mesti apa ya

jadi kita

milih teknologi itu bukan

karena pengen

milih aja, pengen sesuatu yang baru

gak begitu, tapi pilihlah yang

yang tadi

berdampak, ada cost-nya, dan memang

sesuai kebutuhan

sama itu sih mungkin

not necessarily dibayar ya, cuma kalau kayak

yang influencer, influencer

kayak entah fire ship atau teo

atau premagen

atau apa, ya kan

sebagai content creator, harus

mereka mencari hal yang baru

ya kalau mereka gak nge-post

hal baru, gak ada kontennya

se-simple itu sih, jadi maksudnya

karena kita langsung ikutin

atau nggak kan, ya itu terserah

kita, tapi kalau dari sisi mereka

ya itu simply karena

that's what they do

karena mereka adalah content creator

betul, coba kalau misalkan Cristiano

Ronaldo tiba-tiba belajar

assembly, wah semua pada

pada belajar assembly kali ya

dia nyapain pensilnya

dia masih main bola gak sih?

masih

jadi youtuber kan

iya, dia buka

dia buka channel youtube tiba-tiba

mengalahkan semua orang di dunia ini

subscribernya, kita udah

bertahun-tahun

kayaknya masa itu kalah subscriber sama C. Ronaldo

aduh, jauh

sama padika aja jauh sekali

apalagi Cristiano Ronaldo

padahal dia baru 2 video, satu video

dia gak usah bikin

dia gak usah bikin video

bikin aja offisial channel

Cristiano Ronaldo itu udah ada yang subscribe semua

langsung dapet apa?

play button

silver play button

kan setiap berapa ribu

berapa ratus ribu kita

berarti itu dikirim aja sama

youtube sekaligus semua, dari yang silver

sampe yang gold, sampe yang apa

biar hemat ongkir ya

nah, ini di kantarnya

mamas

malah susah mencari

orang yang mau

megang legacy gold

ya itu makanya mahal kan

bayarannya, yang tadi dibahas

yang mau dan jago

kalau yang mau

tapi gak bisa

disitulah namanya

experience ya, kalau misalnya

apapun programming language nya

bagaimanapun stack nya

kalau pengalamannya

lama disitu

di bidang itu

biasanya cepet

untuk beradaptasi

itu lah pentingnya

fundamental sih

kunci fundamentalnya

disana ya, sebenarnya

apapun framework nya selama javascript

kayaknya

gak jauh berbeda ya

javascript nya juga berbeda

cuma kan masanya jangka waktunya

agak panjang

umurnya lebih panjang

kalau nge-maintain kan

gak perlu sampe rewrite kan

ceritanya kan, nge-maintain kan nyari

bug atau performance issue

atau nambah feature kecil-kecil

itu

kalau dengan jam terbang

dan pengalaman yang banyak

biasanya, dan mengerti fundamental

ya cepet lah belajarnya

tau kemana

harus dicari, file apa yang harus dibuka

nyari logikanya, alurnya kemana

tau biasanya

selain JOMO, ada juga

SOMO

apa itu SOMO?

kalau nonton itu

nonton apa?

Insight Out

ada Sadness, Discuss,

Anger kan

kan sudah Fear, ada Joy

Anger, Sadness

Sad of Missing Out

jadi kalau misalkan ada yang itu

dia nangis gitu ya

atau ada Anger of Missing Out

Anger of Missing Out

marah gitu

apa? ada React19

kurang aja

GAMPAR

ganting laptopnya

nah itu tuh

jadi

tech leader harus gitu

mau kapa? GAMPAR

kak aja

balik sana

kamu pasti mau

itu kan, mau update LinkedIn kan

abis itu ngelamar kerjaan

di tempat lain kan, gak boleh

itu kalau jatuh langsung di tempat kamu

pasti mau update LinkedIn

kerjain tuh

CI versi 2

dengan kakak

di hukum ya

sekarang aja udah 4 loh

masih ada

salah satu

online

news di Indonesia

masih menggunakan itu

aduh

single tone, aduh pusing

single tone

ini artikel yang satunya belum dibahas tadi

oh iya FOMO ya

teknologi FOMO

jadi sebenarnya

latar belakang kenapa kita ngomongin

FOMO adalah, pertama

saya ketemu sama

beberapa orang yang nanyain langsung

beberapa minggu yang lalu

dia merasa di kantornya

ya kayak gitu lah tadi ya, di kantor

menggunakan teknologi yang itu

aja kan lama-lama berasa bosan ya

tapi di luar kok kayaknya

seru banget gitu ya

saya merasa FOMO katanya

itu gimana cara mengatasinya

dan ternyata tadi pagi

saya ketemu artikel ini

dari newsletter

kayaknya menarik gitu

"incredibly concerned

by the rate of turn

tidak bisa memilih satu framework

spesifik

oh, khawatir kayak nggak aman ya

sekarang Next.js gimana kalau tiba-tiba

besok Next.js pulang

langsung, semua langsung

ganti astro atau retut

iya, kemarin aja yang

tiba-tiba ada yang

menggoreng isu apa

customer login ya, yang si Versal

itu banyak yang

udah berpikir, apakah Next.js akan

mati?

secepat itu kan

JQuery aja masih hidup

JQuery aja masih hidup

kok Next.js mau mati

nggak gitu juga

pasti akan ada

apalagi kan open source, Next.js itu

open source kan ya

pasti akan ada orang-orang

yang punya inovasi untuk

memindahkan atau

misalkan nggak bisa jalan nih, bener-bener nggak bisa jalan nih

di login sama si Versal, hanya bisa jalan

di Versal gitu amit-amit ya

ya tinggal divor

terus diganti yang nggak bisa jalan di Versal

yang nggak bisa jalan di tempat lain ya, udah diganti

jadi framework baru

atau apa gitu kan

dan itu udah ada, maksudnya terbukti itu

bisa-bisa kan ada yang bikin

adaptornya Next.js

jadi maksudnya

ke depannya ya nggak apa-apa

jadi bisa kok

tapi memang Versal itu diserang

diserang atas bawah sih

beberapa minggu yang lalu, dari mulai

yang itu, terus abis itu tiba-tiba

ada si

Peter Levolz ya

yang Indie Hacker itu kan

di interview di salah satu podcast yang

terkenal, terus dia ngomongin tentang

Versal juga

sementara dia masih menggunakan

PHP Vanilla

sama Eskila dan lain-lain itu juga

dia nggak pakai Git

dia langsung taruh di FTP, itu bisa

jalan, nggak perlu pakai Versal yang

dia sempat sebut

kenapa kan orang cari duitnya

dari situ, ini nggak ada benar-benar

salahnya ya, terus abis itu

dihajar lagi sama Chet GPT

rewrite, pindah dari Next

ke Remix, jadi banyak

tiba-tiba ada yang nanya gitu

Next.js akan ditinggalkan kah?

hmm, banyak loh

proyek-proyek Next.js yang

tidak semudah si OpenAI

untuk ngelakukan rewrite

ya terus maksudnya kalau si

Open, kan, mind setnya adalah

mungkin kayak orang tuh

terlalu reaktif kali ya, liat

di media misalnya itu, apa, si

Peter Levolz pakai stack apa

OpenAI pakai stack apa, mereka kan

sebenarnya masing-masing punya

background sendiri, punya alasan sendiri

yang belum tentu matching sama

tempat kerja kita kan

itu aja tadi yang ada yang bilang, apa

masih pakai .NET versi

berapa lah, berarti bukannya ada kan

nggak harus

semua diikutin

iya, jangan-jangan yang si

Chet GPT ini yang interface-nya

yang pakai Next.js ini, orangnya resign

jadi nggak ada yang bisa Next.js, terpaksa pakai Remix

bisa jadi

ada ini kan

apa namanya, cost dan

maintenance itu kan mungkin ada hitung-hitungannya juga

sih mereka, karena yang pakai

Chet UI-nya

Chet GPT-nya

kan

yang akses kan banyak banget

dari sisi

maintain dan cost bisa jadi

iya, biaya cloud-nya

lebih mahal jadi jatohnya ya

iya, jadi jangan

asal ubah

kalau, saya ada satu petua

yang dapat dari company saya

sebelumnya

yang waktu saya

sudah

dikasih resignation letter

terus kemudian lagi kayak

ngobrol-ngobrol, santai aja gitu

kayak, sudah hari-hari terakhir gitu

dia cuma sebut, dia seorang PM

dan umurnya cukup sedior

dia sudah banyak pengalaman

di berbagai macam company, dia cuma ngasih tahu

karena

kenapa saya mau pindah, karena saya bilang

rumput sebenarnya lebih hijau gitu ya

dia cuma bilang begini ke saya

iya kan sesama

employee ya, sudah ngomong aja

kan dia bukan boss

dia cuma bilang begini ke saya

it's same shit, it's just different brand

different place

different brand

kan place-nya sama aja di rumah

oh

it's just same shit, it's just

different brand

mau kalian mau liat, oh

yang kok di toko X

atau toko E

atau brand ini

pakenya ini keren, kayaknya

seru ya, bisa pake ini

semua saya bilang, semua

saya teruskan apa yang dikatakan

PM itu, it's same shit

it's just a different brand

kalian akan menemukan, oke

codingnya mungkin berubah

asitekturnya berubah

coding style nya berubah, segala macem

tetapi masalah yang kalian hadapi

ya itu-itu aja gitu, urusannya

it's either data

missing, data

data synchronization

gak masuk, deployment

disaster, terus kemudian

buggy, performance

feature,

deadline, requirement

acceptance criteria gak ada

tiketnya ngasal

terus, take-dep

udah itu-itu aja

apa lagi sih

tapi ya berarti

nggak masalah juga kan

kalau yang tadi terkena pengen rumput

tangga bukan lebih hijau

sama-sama same shit, cuma kita pengen

change of scenery lah

terlihat lebih hijau

kayak pengen

ya biar nggak bosan aja, sebenernya

kalau alasannya cuma itu sih valid-valid aja ya

cuma maksudnya jangan-jangan mikir

dengan kita pakai

kita pindah ke tempat lain, atau kita pakai

teknologi terbaru, semua masalah

magically hilang, itu kan sebenernya

yang bikin salah kan

mindset kayak gitu kan, bahwa

ini kayak

pakai teknologi ini adalah magic solution

dari semuanya, ya nggak

tetep masalahnya sama, cuma

mungkin apalah perspektifnya

atau filosofinya yang beda

cara loading-nya jadi beda dikit

tapi tetep menghadapi masalah yang

sebelum-sebelumnya juga

mungkin, tapi

yang di artikel itu siar lagi deh, bagus-bagus

ya, ini mungkin

sebagai penutup ya, bagaimana

cara mengatasi FOMO

yang pertama adalah

fokus on

learning how to learn, bagaimana cara

belajar, itu lebih penting

daripada bagaimana belajar sesuatu

tapi belajar sesuatu dengan cepat

maksudnya kalau suatu saat

kita harus belajarin, emang

beneran perlu belajarin hal baru

jadi udah bisa kali ya, maksudnya

dengan mudah

mengadopsi hal baru

betul, yang kedua adalah

hati-hati dengan Hacker News Bias

ini bener-bener

bener banget

jika semua orang ngomongin tentang itu, padahal cuma

15 orang

terus

ada banyak hal yang

pertanyaan yang belum terjawab

yang ketiga ini, mungkin

masih ada kelihatan yang dengan learning how to learn

jadi, ketahui

apa teknologi di balik itu

jadi kayak teknologi kuncinya

dia pakai apa sih?

maksudnya kayak, kan kalau dulu ada

yang pakai virtual dom, yang satu nggak

yang satu pakai virtual dom, yang satu kompil

nah itu, yang di pelajari itu aja

cukup, jadi ada

front-end framework yang

kompil, ada front-end framework yang

pakai virtual dom, dari situ kan kita bisa

tau tuh, selanjutnya

bisa ditarik mundur dari situ

lindi efek ini apa?

the longer the technology has

been relevant, the longer it's likely to

stay relevant

nah itu jquery itu tadi

semakin lama, dia bertahan

udah lah, dia bisa exist

dia bertahan dalam waktu yang lama

ya kedepannya

kecil kemungkinan, itu akan punah

begitu aja kan, kayak mungkin dalam

skala yang lebih kecil, next.js lah

maksudnya, sekarang udah banyak banget kan

pasti di berbagai industri, di dunia

yang pakai next.js, nggak mungkin

dengan satu, hanya dengan open AI

pindah ke remix, atau apalah

misalnya versel bikin

perubahan harga yang kontroversial

atau apa, nggak mungkin segampang itu

teg langsung punah semua next.js

framework

apa? tempat-tempat yang

pakai next.js, nggak mungkin langsung

otomatis nganti semua kan

bakal tetap relevan

next point-nya tuh adalah top, marco top

80%

developer

di dunia

nyata

pekerjaannya adalah maintenance code

jadi, ya karena nggak mungkin juga

masih bikin-bikin baru terus

deal with it, that's the shit

maintenance

eh, tapi ada satu

ada satu

perusahaan

perusahaan yang bikin framework yang punya

filosofi yang berbeda

mereka itu yang bikin

ruby on rails, basecamp

mereka itu setiap

berapa tahun sekali

melakukan rewrite

kalau debian

debian juga begitu kan

don't patch it, but rewrite it

don't patch, rewrite

iya, cuma jenis tempat

kerja yang begitu kayaknya

sekian 0,000

sekian persen

dari real world

developer world

yes

ini juga bagus, jadi nggak perlu

tahu bagaimana caranya, tapi

cukup tahu bisa ngapain sih

kalau pakai ini bisa apa sih

oh ini menarik sih

mungkin kalau di web

masuknya kayak yang kita kemarin-kemarin

bahas web socket lah

terus

server send events

kita punya gambaran besarnya

terus implementasinya

kan bisa misalnya di elixir

itu caranya gimana dengan

berbagai library atau

API nya mereka, terus kemarin di

htmx ketemu lagi, oh ya

kita paham

jadi apa, kita tahu

gambaran besar tentang web socket

dan event based

data stream misalnya

jangan kan

teknologi yang kayak gitu

temen-temen masih ada yang ingat yang color itu nggak sih

CSS yang color, yang HL

apa gitu

HSL

color itu nggak cuma

RGB lagi tuh

contohnya, kalau yang belum tahu

episode kita yang ke-2 berapa

OK, CLH, apa sih

OKLA

terus ada lagi

HLA gitu

Hue

Saturation

ya ini juga bagus nih

full information don't cram it, maksudnya apa

you don't have to learn it

all at once

jadi nggak perlu belajar semuanya, belajar

satu-satu

cukup ya, belajar untuk

cukup bisa

just enough ya

ini penulisannya lucu banget sih

bikin ketawa

there is nothing new under the sun

yang tadi ya, masih ada

hubungannya sama

yang mana tadi ya, ya ini ya, sama ini

sama ini juga

nggak ada

satu-satu yang baru, itu-itu juga

kalau dengar

interview saya sama

Mas Arya Hidayat, state

management, component base

itu udah dari zaman

ESTJS udah disebut itu

tapi dengan

istilah yang berbeda ya

dengan istilah yang berbeda, jadi ya sama-sama

aja, cuma di

diperbarui aja, dan

mungkin lebih canggih, ada pertambahan

lain-lain, dan terakhir, jangan lupa

ilmu padi

nggak penting sih, atasnya

there is nothing new under the sun

S besarnya tuh, sun java

there is nothing new

under the sun, karena sun-nya udah

mati ya, udah bangkrut ya

java, makanya semua ada yang komen tuh

iya, ini

Rafki yang relate ya

Rafki ini yang relate

balik

stay humble

stay humble, trial stay humble

ilmu padi

nggak ada stay foolish, stay foolishnya nggak ada

stay hungry ya

stay hungry

rewrite itu perlu

mobil aja ada facelift

setiap 5-10 tahun ya

iya iya

redesign, rewrite

itu best practice lah ya

buat 1-2 tahun sekali upgrade

juga perlu upgrade person yang major

5 tahun sekali, rewrite

software maturity level

eh busuk-busuk bahas dong

biar belajar itu

software maturity life cycle

harus bongkar buku kuliah lagi saya

iya

iya, maksudnya sama kayak best practice

yang kayak gitu

yang bukan codingnya sendiri, tapi gimana menghandle

suatu software project

kalau

kalau nggak mau fomo

jadi sistem programmer dijamin nggak bakal fomo

siapa bilang

sistem programmer itu apa?

bad end, bukan

sistem engineer

devops kali ya

oh devops

eh siapa tahu dia

ada interest ke front-end

kan pasti dia fomo, ih pengen nih front-end

seru kali ya, itu kan fomo

belum tentu juga

walaupun mungkin di sistem programming

mungkin updatenya nggak secepat

di front-end, tapi mungkin dia fomo

mungkin sistem ini

bisa jadi antara

devops atau yang bikin

itu apa

yang di microchip

yang untuk

iot? iya, tapi

microcontroller yang bikin

yang bikin ini

driver

bisa jadi

bisa juga

kan hardware kan

mekembang terus, jadi harus tulis

drivernya harus

banyak, harus banyak juga

tapi kan nggak secepat

front-end, kalau hardware

dia pasti ada agak lama dia

ininya

itu aja kayak chipnya

si apple aja

apple 18

apple 17, itu kan sudah

naik terus

iya, kernel

programmer itu

kalau kayak

wifi kan dalamnya ada

microcontrollernya

controller, iya

apa sih namanya itu

yang namanya, kok gue lupa sih

bootloader lah

something like that

driver

iya, low level lah ya

low level, tapi low level juga

walaupun dia nggak

fomo dengan

sistem programmingnya sendiri, tapi mungkin

aja dia fomo, eh kayaknya nyobain

apa ya seru ya

atau pengen masuk ke cloud

seru ya, atau

belajar AI juga seru

kalau teknologi mobile kan mekembang terus ya

antena aja dari

3G, 4G,

5G itu aja udah drivernya udah

beda, kamera

udah beda, itu dalam waktu berapa

tahun tapi ya dari 3G

4G, 5G

kalau sekarang kan

mentok kan, teknologi

hand fold kan mentok, apa yang baru

itu yang layarnya sampai 3

foldable

foldable-nya sampai 3

iya, cuma ditambah kan awalnya

kayak kamera, kamera udah mentok nih

berapa ratus megapiksel gitu kan

terus ditambahin aja, kamera

1, kamera ada 2, ada 3, ada 4

lama-lama penuh deh

satu itu

itu kan cuma nambah

kuantiti

nggak ada fitur baru kan

ya memang kameranya lebih bagus

hasilnya blablabla gitu

iya, AI

compute-nya

iya kayak apalah thread processing-nya

mungkin baru

yang diinginkan seperti apa

yang barunya

ya kayak dulu aja misalkan

awalnya pake

pake keyboard yang

visi, terus tiba-tiba jadi

keypad, itu kan

inovasi yang ini

yang tadi disebut keyframe

jadi ada kunci, ada

milestone-nya gitu

ya kan, kalau misalkan kayak

iPhone, udah

berapa kali iPhone bentuknya mirip

memang diperbesar, ditambahin kamera

ditambahin notch di atasnya

kalau menurut saya, sebentar lagi

ini agak melenceng sih dari

FOMO-FOMO, tapi sebentar lagi itu

yang chip yang bisa ditanam

di otak, yang dari si

Elon Musk, tetapi ada

company lain juga yang bisa

tanam chip, yang bisa dihubungkan ke

handphone

ya, suatu saat, kalau itu bisa

bi-direktional, ya bisa jadi

kita cuma mikir bisa di langsung type-nya

wah enak itu

nggak usah FOMO juga, tutorialnya

tinggal di upload aja kan

jadi kayak Matrix, entar

nggak perlu baca, langsung di load aja

tiba-tiba bisa kungfu

semua langsung

dimasukin ke ini

cuma karena yang murah, kualitasnya agak

kungfunya kungfu panda

itu next keystone-nya

kalau itu yang

tanam chip

jadi anak front-end bisa belajar akrobat

nggak perlu

by the way, itu yang glass

itu gagal ya

bukan yang ini ya, bukan yang

bukan AR

yang glass, yang google glass

google glass, ya

itu kayaknya gagal

Meta juga bikin kan ya

Meta?

dia bikin itu

VR

tapi gagal juga ya itu ya

masih dijual, tapi nggak masuk Indonesia

tapi nggak booming

nggak ini

mahal, orang gimana ya

kalau aplikasinya di handphone

orang udah rata-rata punya handphone

tapi orang khusus beli

VR device

yang fungsinya

nggak jelas buat apa, game juga nanggung

buat produktivitas juga nggak

malas jadinya

mau buat apa?

yang Apple punya sampai 4.000 dollar lagi

iya, vision pro

Apple masih berusaha

nge-hype-in itu sih

cuma kayak bentuknya

gimana banget sih itu

dan

nggak nyaman dipake

dalam waktu lama

walaupun belum pernah pakai

cuma kalau dilihat secara visual, kayaknya berat aja

nggak comfy

kalau vision pro belum pernah nyoba, tapi kalau

yang facebook itu

berat dan panas

oculus

agak panas

gue pakai cuma buat main game

yang punya Sony

ada juga Sony Playstation

ada juga

buat main

itu tuh yang jeda-jeda itu doang

yang musik-musik gini-gini

iya, kan awalnya dari itu

Nintendo Wii yang model gitu

tapi dia nggak pakai kacamata kan

belom main tenis

itu kan udah kayak virtual kan, tapi

belum sampai ke depan mata

yang sport model

tapi

itu larinya ke sana

pernah ada yang bilang

webdev sibuk ributin pakai framework apa

sedang sistem programmer sibuk bikin engine

iya sih

ya mau gimana

kita juga

kenapa kita sibuk ngomongin framework

karena kita kan pengen performanya bagus kan

bener nggak sih

salah satunya ya

sama

kalau programming low-level

kayak lebih

costly aja, lebih mahal

nggak segampang itu bongkar pasang

karena kan

performance-nya ngaruh ke hardware juga

nggak bisa suka-suka

ubah, sedangkan kalau front-end

kayak lebih bisa sembarangan

eksperimen bikin-bikin framework

baru, kayak misalnya kalau sekarang

ada orang iseng bikin framework JavaScript baru

juga bisa, langsung

bisa jalan aja tanpa

harus mempertimbangkan hardware

kalau menurut saya

dari

justru framework-framework ini yang

membangun

ekosistem

apa namanya

inovasi

JavaScript juga

jadi

begitu framework-framework ini sudah punya inovasi ini

ini sekarang

diadopsi ke

platform

langsung

contohnya jaman dulu

kita kalau intersection observer nggak ada

kan banyak tuh JavaScript

library yang untuk intersection

yang ngitungin kalau misalnya

element itu muncul

baru terjadi action apa

biasanya scrolling ada

progress bar-nya di atas

animasi-animasi

sekarang udah bisa pakai CSS

jaman itu kan

jaman dulu kan pakai JavaScript sekarang

kan tinggal pakai intersection observer

nggak perlu lagi pakai library apa

tinggal pakai intersection observer

plus CSS jadi

jadi sebenarnya

framework

JavaScript library

lebih mudah dirubah, lebih mudah

di shape

dan inovasi terjadi

sesuatu inovasi yang dirasa

matang

dan banyak yang butuh diadopsilah

ke platform

kayak MPP lah, bikin MPP di framework

dulu, oh berhasil nih

yaudah diadopsi, kayak misalkan jQuery

gara-gara jQuery akhirnya

vanilla JavaScript ada query selektor

sama query selektor all

gara-gara coffee script

jadi ada

arrow function dan lain-lain

jadi gara-gara react

jadi ada class, jadi ada

macem-macem ES6 jadi

cepat

process development-nya

cuman dari sisi yang berbeda

mungkin perspektif yang berbeda

kalau ngomongin web dev sibuk ributin framework

mungkin bisa

dilihat seberapa banyak

web dev dan seberapa banyak

sistem programmer, mungkin jumlahnya

karena saking banyaknya

web dev

jadi ada orang yang

memang produktif, ada orang

yang produsen dan ada yang

konsumen, yang konsumen ini

ributin pakai framework, sementara yang produsen

dia bikin framework, sama aja kayak

orang sistem programmer bikin

engine kan, kayak tadi

si Pak Rian Karniato

dia kerjanya bikin framework di satu perusahaan

terus weekend dia bikin

framework sendiri, itu bayangin

itu kan web dev kan dia ya

ringkasannya

sama dengan game

programmer

untuk game

game programmer

mereka ngeributin mau unity

versus

godot

ada unity, ada

unreal engine

unreal, mungkin mereka ribut tuh

mana yang bagus, tetapi yang bikin engine

yang bikin aja

malah seneng dia, ada yang

ributin, itu kan bagian dari marketing juga

semakin ribut semakin rame kan

sama ya itu kayak mancing inovasi

inovasi atau mati

kali lagi brand

ya maksudnya itu kan

seleksi alam juga kan

kalau misalnya apa framework

macam-macam framework atau teknologi

atau library baru

yang ternyata nggak bisa

bertahan kayak baru muncul

dipakai bentar abis itu mati sendiri

jadi itu nggak cukup kuat, maksudnya

nggak cukup relevan buat ngejawab masalah yang ada

tapi kalau

kalau yang bisa ngejawab masalah yang ada

bisa jadi apa sih contender baru gitu loh

misalnya besok ada framework

kata framework JavaScript baru

yang ternyata kuat banget dan

ke depannya bisa ngalahin next.js, berarti kan

itu kayak apa

jadi versi

next.js tapi yang lebih baik kan

yang lebih evolve, baik nggak sih

subjektifnya

masing-masing ekosistem itu ada

ada ciri khasnya sendiri

jadi kalau misalkan anak front-end

wah berkembangnya cepat, wah banyak framework

banyak ini gitu kan, yang back-end

nggak begitu tapi ya lumayan gitu

terus ada sistem programmer, ada

devops, ada macem-macem itu

ya

lain ladang, lain belalang gitu ya

beda-beda gitu

nggak bisa disamain semua

nggak mungkin juga kalau

orang hardware terus nyobain

kita harus berinovasi seperti anak front-end

hancur itu

prototype-nya pake mesin-mesinnya

hancur ganti lagi-ganti lagi ya

nggak bisa

seminggu sekali

iya

seminggu sekali beli raspberry pi

habis duit

kalau kita kan kalau misalkan

wah coba ah coba bikin library oh gagal

ya udah tinggal dilihat aja, masukin ke

recycle bin selesai gitu kan

kalau mereka ya

rusak Arduino-nya gimana dong

php is dead itu ya

php is dead

long live php

lindy effect, ingat lindy effect

semakin lama dia bertahan

semakin lama dia ada, semakin lama juga dia bertahan

php itu udah mati

yang hidup itu sekarang tuh Laravel doang

mau WordPress

masih ada Drupal

oh iya, eh Drupal masih ada ya

masih, jumlah masih ada

jumlah apa itu Moodle

Moodle

apalagi tuh forum-forum

forum-forum php bb

php bb masih ada php bb

wah gila ya

killer app-nya

ini banyak ya ternyata ya

php ya

ya buk

kalau pengen tau ya

coba aja, beli aja hosting mana

gitu c-panel

yang ada c-panel liat aja tuh

open source software

yang bisa di insert pake softaculus

softaculus, c-php

semua rata-rata

yang buat e-commerce apa yang buat e-commerce

Prestashop

Prestashop,

WooCommerce, oh itu ada apa

dari WordPress ya

Magento, oh Magento

iya iya

yang bener-bener

Dead itu adalah Superman

itu dari Bali

seperti Ida Bagus

lanjutin lagi

jadi inside joke nih

orang-orang gak ada yang ngerti loh

gak ada yang tau Superman itu

bukan joke

Ida Bagus

ya one day

kita bikin

rekap semua joke

gak dapet konteks loh mereka loh

perlu long konteks window ini

sebelum kita kemana-mana

mungkin kita memudahan dulu ya

kita semakin ngawur, semakin mabok

sebelum semakin FOMO

mudah-mudahan

obrolan ngalur

kita bermanfaat juga ya

ada manfaatnya lah sedikit

setidaknya kita bisa tau bahwa

inovasi automati itu

adalah kalian kita

kenapa bisa muncul kali gula

di otak ku ya

itu jauh banget ya

jadi

ya ditunggu aja minggu depan

dengan topik yang berbeda

kita mungkin akan kembali ke teknis lagi

minggu depan

biar gak terlalu

ngawur ya

jadi untuk malam ini

terima kasih, sampai jumpa

minggu depan, selamat malam

Deskripsi asli dari YouTube

Yuk mari kita diskusi dan ngobrol ngalor-ngidul tentang dunia web. Agar tetap up-to-date dengan teknologi web terkini. Topik, tautan dan pertanyaan menarik bisa dilayangkan ke https://bit.ly/ngobrolinweb Kunjungi https://ngobrol.in untuk catatan, tautan dan informasi topik lainnya.

Episode Terkait

Bagikan:

Suka episode ini?

Episode baru setiap Selasa malam. Dengarkan lewat YouTube, Spotify, atau feed podcast favoritmu.

Pilih Cara Langganan

Memuat komentar dari GitHub Discussions...

Jika komentar tidak muncul karena ekstensi privasi / adblocker, kamu bisa berdiskusi langsung di GitHub Discussions .